cover
Contact Name
ARI HAYATI
Contact Email
ari.hayati@unisma.ac.id
Phone
+62341- 551932
Journal Mail Official
biosaintropis@unisma.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha FMIPA Unisma Gedung Usman bin Affan Kompleks Unisma Jl. MT Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic)
ISSN : 23382805     EISSN : 24609455     DOI : https://doi.org/10.33474/e-jbst.v7i2.305
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ini mengkaji fenomena dan temuan penelitian di bidang biologi dan ilmu-ilmu dasar (sains) lainnya serta bidang studi di wilayah tropis. Jurnal ini ditujukan untuk menemukan solusi alternatif dalam perkembangan ilmu biologi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Dunia.
Articles 270 Documents
Uji Antagonis Jamur Trichoderma viride dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Patogen Alternaria porri Penyebab Penyakit Bercak Ungu pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Vira Ruainiah Ruswandari; Ahmad Syauqi; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.666 KB)

Abstract

Trichoderma viride is a microorganism that is commonly found in moist soil and can be isolated from the root area of the shallot plant (Allium ascalonicum L.). The study aim was to determine the mechanism and the difference in percentage of inhibitory power by Trichoderma viride in inhibiting growth of Alternaria porri pathogen at pH 4.8 and 7. The descriptive method was used by descriptive method to isolate Alternaria porri and Trichoderma viride fungi and then purified, and the experimental method tested Trichoderma viride fungal antagonists against Alternaria porri with two PDA media treatments pH 4.8 that observed for 3 days and pH 7 observed for 4 days. The results of the percentage of inhibitory power on the day 1,2,3 were 9%, 34.2% and 35% (pH 4.8), and the results of the percentage of inhibition power of the day 1,2,3 and 4 were 1.9%, 29.9%, 35% and 39.4% (pH 7). The inhibition mechanism of Trichoderma viride in inhibiting Alternaria porri fungi through the stages of antibiosis, parasitism and lysis. Keywords: Trichoderma viride, Alternaria porri, shallot plants, pH 4,8 and pH 7. ABSTRAK Jamur Trichoderma viride merupakan mikroorganisme yang umum dijumpai dalam tanah yang lembab dan dapat diisolasi dari daerah perakaran tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) Penelitian bertujuan untuk mengetahui mekanisme dan perbedaan persentase daya hambat oleh jamur Trichoderma viride dalam menghambat pertumbuhan patogen Alternaria porri pada pH 4,8 dan 7. Metode yamg digunakan metode deskriptif dengan mengisolasi jamur Alternaria porri dan Trichoderma viride lalu dimurnikan, dan metode eksperimen melakukan uji antagonis jamur Trichoderma viride terhadap Alternaria porri dengan dua perlakuan media PDA pH 4,8 yamg diaamati selama 3 hari dan pH 7 yang diamati selama 4 hari. Hasil persentase daya hambat pada hari ke 1,2,3 yaitu 9%, 34,2% dan 35% (pH 4,8), dan hasil persentase daya hambat hari ke 1,2,3 dan 4 yaitu 1,9%, 29,9%, 35% dan 39,4% (pH 7). Hal ini diketahui bahwa hasil terakhir persentase daya hambat 35% (pH 4,8) dan 39,4% (pH 7). Mekanisme Penghambatan Jamur Trichoderma viride dalam menghambat jamur Alternaria porri melalui tahap antibiosis, parasitisme dan lisis. Kata kunci: Trichoderma viride, Alternaria porri, tanaman bawang merah, pH 4,8 dan pH 7.
Uji Antagonis Jamur Gliocladium sp dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Fusarium sp Penyebab Penyakit Layu Pada Tanaman Pisang (Musa paradisiaca L.) Taufiq Hidayat; Ahmad Syauqi; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.078 KB)

Abstract

The fungus Gliocladium sp. is the microbial soil that can be isolated from the root zone of banana plant (Musa Paradica L.) Those fungi are included in the group of potentially antagonistic microbes in the growth inhibiting of Fusarium sp fungus which infects the plants and it cause disease on banana crops withered. This research aim was to know the difference of growth inhibiting percentage of Gliocladium sp, to the Fusarium sp. fungus at pH 5.5 and pH 7. This research uses experiment methods. The results of the growth inhibiting percentage in the last day was higher at pH 5.5 of 35.2% whereas at pH 7 of 14%. This indicates that the growth of the fungus is more suitable in pH acidic approach because of its nature which is able to adjust to the fungal metabolism. The inhibition mechanism of the Gliocladium sp. on fungus inhibiting of Fusarium sp. has the stages of the competition, lysis and mycoparasit. Keywords: Gliocladium sp., Fusarium sp, banana plants, pH ABSTRAK Jamur Gliocladium sp. merupakan mikroba tanah yang dapat diisolasi dari daerah perakaran tanaman pisang (Musa Paradica L.) Jamur tersebut termasuk dalam kelompok mikroba antagonis yang berpotensi dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp yang menginfeksi tanaman yang menyebabkan penyakit layu pada tanaman pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persentase daya hambat jamur Gliocladium sp. dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. pada pH 5,5 dan pH 7. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan eksperimen. Hasil dari persentase daya hambat hari terakhir lebih tinggi pada pH 5,5 sebesar 35,2% sedangkan pada pH 7 sebesar 14%. Hal ini menandakan bahwa pertumbuhan jamur lebih cocok di pH mendekati asam karena sifatnya yang mampu menyesuaikan dengan metabolisme jamur. Mekanisme Penghambatan jamur Gliocladium sp. kepada jamur Fusarium sp. mempunyai tahap kompetisi, lisis dan mikoparasit. Kata kunci: Gliocladium sp., Fusarium sp., tanaman pisang, pH
Studi Populasi Kepiting (Scylla sp.) di Hutan Mangrove Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan Nurul Fitriyah Ika Putri; Hari Santoso; Saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.668 KB)

Abstract

Mangrove crabs play an important role in aquatic ecosystems on the decomposition of organic waste in every activity. This study aims was to analyze the population density of mangrove crabs (Scylla sp). The sampling method was carried out directly in the field using trap tools provided by purposive sampling. Arrest of 20 ‘bubu’ in three different stations, namely station 1 mangrove density is good, station 2 is medium density, and station 3 is bad density. The study obtained three types of mangrove crabs, in station 1 the percentage obtained by Scylla serrata male 11% and females 33% those were higher than stations 2 and 3 i.e. 0%. The percentage of male and female type of Scylla olivacea in station 3 was higher i.e. 100% compared to stations 2 and 3. For the Scylla paramamosain male type station 1 was higher i.e. 26%, but for the highest female species at station 2 obtain 41%. Abiotic measurements at each station include temperature, salinity, water pH, dissolve oxygen, and humidity. The density of mangroves greatly affects the growth of crabs, because the higher the density of mangroves, the more produced litter. Keywords: mangrove crabs (Scylla sp), mangrove forest ABSTRAK Kepiting bakau berperan penting pada ekosistem perairan pada penguraian sampah organik di setiap aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepadatan populasi kepiting bakau (Scylla sp). Metode pengambilan sampel dilakukan langsung dilapangan dengan menggunakan alat-alat perangkap yang disediakan secara purposive sampling. Penangkapan menggunakan 20 bubu di 3 stasiun berbeda, yaitu stasiun 1 kerapatan mangrove baik, stasiun 2 kerapatan sedang, stasiun 3 kerapatan buruk. Penelitian analisis hutan mangrove menunjukkan bahwa diperoleh 3 jenis kepiting bakau, pada stasiun 1 persentase yang didapat jenis Scylla serrata jantan 11% dan betina 33% lebih tinggi dibandingkan stasiun 2 dan 3 yaitu 0%. Persentase jenis Scylla olivacea jantan dan betina di stasiun 3 lebih tinggi yaitu 100% dibandingkan stasiun 2 dan 3. Jenis Scylla paramamosain jantan di stasiun 1 lebih tinggi yakni 26%, namun untuk spesies betina tertinggi di stasiun 2 sebesar 41%. Pengukuran abiotic di setiap stasiun meliputi, suhu, salinitas, pH air, DO, dan kelembapan. Semakin tinggi kerapatan mangrove, maka populasi kepiting yang ditemukan semakin besar. Kata kunci: kepiting bakau, hutan mangrove
Pengaruh Fraksi Ejakulasi terhadap Motilitas Spermatozoa Kambing Peranakan Etawa (Capra aegagrus) Ayu Naila Nahdiyah; Hari Santoso; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.753 KB)

Abstract

The ejaculation fraction on Etawa crossbred goat (PE goat) has various standard spermatozoa qualitues, one of which ismotility of spermatozoa. The motility of spermatozoa is very important to note in the development of artificial insemination techniques, because the success in artificial insemination techniques is strongly influenced by the motility of spermatozoa. The motility of semen spermatozoa is known through the process of examining the movement of spermatozoa in microscopic testing. The aim of this research was find out the effect of ejaculation fraction on motility of PE goat spermatozoa. Using an experimental method with a group's random consisting of two treatment groups; K1 is fraction 1and K2 is a fraction 2. The Replication of each treatment was eight replications and a total of sample research was 16 unit. The semen was collected once a week using artificial vagina (VA) technique. The semen collecting until the second ejaculation and motility test of spermatozoa were immediately measured use sperm vision analyzers IVOS II. The test results of the ejaculation fraction observation using an independent sample t-test showed the value of t hit = 0.700 and t (0.025) than 2.14 t hit <t (0.025) meaning that H0 was received, there was no significant ejaculation fraction 1 with ejaculatory fraction 2; motility meaning of the spermatozoa from the PE goat of a fraction 1 and faction 2 not different significantly. Keywords: ejaculation fraction, motility of Spermatozoa, PE goat. ABSTRAK Fraksi Ejakulasi pada Kambing Peranakan Etawa (PE) mempunyai kualitas spermatozoa dengan berbagai standart, salah satunya motilitas spermatozoa. Motilitas Spermatozoa menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pengembangan teknik Inseminasi Buatan, karena keberhasilan dalam teknik Inseminasi Buatan sangat dipengaruhi oleh motilitas yang dimiliki spermatozoa. Motilitas spermatozoa semen diketahui melalui proses pemeriksaan daya gerak spermatozoa dalam uji mikroskopis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi ejakulasi terhadap motilitas spermatozoa kambing PE. Menggunakan metode percobaan dengan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri atas 2 kelompok perlakuan yakni Kelompok 1 (K1) adalah fraksi 1dan kelompok 2 (K2) adalah fraksi 2, ulangan masing-masing perlakuan 8 ulangan dan unit penelitian berjumlah 16. Penampungan semen dilakukan satu kali seminggu dengan teknik AV (Artificial Vagina). Penampungan dilakukan sampai ejakulat kedua. Segera setelah penampungan dilakukan pengukuran uji motilitas spermatozoa menggunakan sperm vision analyser IVOS II. Hasil uji pengamatan fraksi ejakulasi menggunakan t-test independent sample menunjukkan nilai t hit= 0,700 dan t (0,025)= 2,14 maka t hit < t (0,025) artinya H0 di terima, yang mempunyai arti motilitas spermatozoa kambing PE dari fraksi 1 dan fraksi 2 tidak berbeda nyata. Kata kunci: fraksi ejakulasi, motilitas spermatozoa, kambing PE
Analisis Normalitas dan Abnormalitas Spermatozoa Kambing Peranakan Etawa (Capra aegagrus hircus L.) Sebelum dan Sesudah Fase Pembekuan Moh. Agus Zakaria; Hari Santoso; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.959 KB)

Abstract

A effort for improving the quality of local goats in order to have superior values ​​in their genetics is to calculate the number of abnormalities in spermatozoa. The abnormal spermatozoa can inhibit fertilization if the amount of abnormality is so large. This study aim was to analyze the effect of freezing on the number of abnormalities and normality of spermatozoa of Etawa crossbred goats at the Insemination Center of Singosari in Malang. The sampling spermatozoa by floating on AV (Artificial Vagina), then observed under a microscope. The fresh spermatozoa and Post thawing motility spermatozoa were made reviews on the glass object and stained using eosin. The analysis uses the paired sample t-test with two interconnected sample groups. The results of the study were = - 0.346; t (0.025) = -2.306itung < t(0,025) means that H0 is accepted, meaning that there is no significant difference between spermatozoa before freezing and after freezing. From this study that freezing did not increase the number of spermatozoa abnormalities of the Etawa crossbred goat. Keywords: normal spermatozoa of Etawa crossbred, abnormal spermatozoa, frozen Spermatozoa ABSTRAK Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas kambing lokal agar mempunyai nilai keunggulan pada genetiknya dilakukan perhitungan jumlah abnormalitas dalam spermatozoa. Spermatozoa abnormal dapat menghambat terjadinya fertilisasi apabila jumlah abnormalitas begitu besar. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh pembekuan terhadap jumlah abnormalitas dan normalitas spermatozoa kambing Peranakan Etawa (PE) di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang. Metode pengambilan sampel spermatozoa dengan menapung pada AV (Artificial Vagina), selanjutnya diamati dibawah mikroskop. Spermatozoa segar dan spermatozoa PTM (Post thawing motility) dibuat ulasan di atas objek glass dan dilakukan pewarnaan menggunakan eosin. Analisis menggunakan uji t Paired Sample t-test dengan 2 kelompok sampel yang saling berhubungan. Hasil penelitian thit = - 0,346 ; t(0,025) = -2,306 thitung < t(0,025) artinya H0 diterima artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara spermatozoa sebelum pembekuan dan sesudah pembekuan. Dari penelitian ini bahwa pembekuan tidak menaikkan jumlah abnormalitas spermatozoa kambing Peranakan Etawa. Kata kunci: spermatozoa kambing PE normal, spermatozoa abnormal, spermatozoa beku.
Studi Persepsi Masyarakat Tentang Agroforestri Tanaman Kopi di Desa Patokpicis Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Afrian syarif Hidayat; Saimul Laili; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6: Edisi Khusus Tafsir I tentang Masyarakat-Lingkungan-Hayati
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.689 KB)

Abstract

Coffee crop agroforestry is a forest plantation system (mixed) with a coffee plant base that is in accordance with the plantation system in Indonesia, which has good ecological service value. Patokpicis village has long time used coffee agroforestry systems. The two types of coffee planted, namely Robusta (Coffea canephora) and Arabica coffee (Coffea arabica). The agroforestry namely simple and complex which has 27 species of shade and intercropping plants dominated by Sengon (Paraserianthes falcataria), Mahogany (Swietenia macrophylla) and Pinus (Pinus merkusii), for intercropping plants dominated by Elephant Grass (Pennisetum purpureum schaum), Talas (Colocasia esculenta Scho) and Chili (Capsicum annuum). The community perceptions value of coffee plant agroforestry with parameters measuring aspects of knowing, accepting, and liking high value and aspects of trusting the value is very high. The percentage value of the concencus index is the use of coffee plant parts on seeds (100%), fruit (100%), leaves (64.5%), stems (71.8%), with significant reliability tests at the levels of 0.001 and 0.005. Value r count> r tabel (0.088). Key words: Public perception, coffee plants, agroforestry the coffee plants ABSTRAK Agroforestri tanaman kopi merupakan sistem kebun hutan (campur) dengan basis tanaman kopi yang sesuai dengan sistem perkebunan di Indonesia yang memiliki nilai layanan ekologis yang baik. Desa Patokpicis sejak lama menggunakan sistem agroforestri kopi. terdapat 2 jenis kopi yang ditanaman yaitu kopi Robusta (Coffea canephora) dan kopi arabika (Coffea arabica) dengan 2 jenis agroforestri yaitu kompelks dan sederhana yang memiliki 27 jenis tanaman penaung dan tumpangsari yang didominansi oleh Sengon (Paraserianthes falcataria), Mahoni (Swietenia macrophylla) dan Pinus (Pinus merkusii ), untuk tanaman tumpang sari didominansi oleh Rumput Gajah (Pennisetum purpureum schaum), Talas (Colocasia esculenta Scho) dan Cabai (Capsicum annuum). Nilai persepsi masyarakat terhadap agroforestri tanaman kopi dengan parameter pengukuran aspek mengenal, menerima, dan menyukai yang bernilai tinggi dan pada aspek mempercayai nilai sangat tinggi. Nilai persentase Indeks concencus pemanfaatan bagian tanaman kopi pada Biji (100%), Buah (100%), Daun (64.5%), Batang (71.8%), dengan uji reabilitas signifikan pada taraf 0,001 dan 0,005. Nilai r_hitung > r_tabel (0,088). Kata kunci: Persepsi masyarakat, tanaman kopi, agroforestri kopi
Keanekaragaman Plankton Di Kolam Pertumbuhan Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) Yang Terparasiti Di Desa Balongpanggang Gresik Rizki Kusuma Hantika; Ratna Djuniwati Lisminingsih; Nour Athiroh AS
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.091 KB)

Abstract

The role of plankton in ecology as a parameter of lush or not a waters, because plankton is the basis of the natural feed chain in the waters. The previous research has been done on the morphology and anatomy of milkfish (Chanos chanos Forsskal) at the pond in the village of Balongpanggang, Gresik, where the waters are polluted. Parasitic worms found nematodes in fish intestines have an impact on losses for fish farmers. The purpose of this study is to identify, find out the differences, determine the level of risk of the type of plankton and determine the condition of abiotic factors in the pond. The study used 24 samples from 3 parasites and 1 non-parasite pond using the Randomized Block Design (RBD) method. Based on the results of observations and identification of plankton in the Integrated Milkfish Growth Pool, there were 53 cells of Chlorococcum humicola and 37 individuals of Stentor roeseli. Phytoplankton found in all ponds, namely Chlorella variegatus, Chlorococcum humicola, Navicula cuspidata, Navicula placentula, Nostoc sphaericum, and Protococcus viridis. While Zooplankton is only 1 in all pools, namely Stentor roeseli. Unparasitic ponds have the highest plankton diversity level (5.7), rather than parasitic ponds 2 (5.0). The condition of abiotic factors (pH) in all ponds is still in accordance with water quality standards for aquaculture ponds. Keywords: Plankton, Identification, Diversity level ABSTRAK Peranan plankton dalam ekologi sebagai parameter subur tidaknya perairan, karena plankton merupakan dasar mata rantai pakan alami di perairan Penelitian terdahulu dilakukan pada morfologi dan anatomi ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) dalam suatu tambak di desa Balongpanggang, Gresik yang perairannya tercemar. Ditemukan cacing parasit nematoda dalam usus ikan yang berimbas pada kerugian bagi petani ikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi, mengetahui perbedaan, tingkat kenekargaman jenis plankton dan kondisi faktor abiotik kolam. Penelitian menggunakan 24 sampel dari 3 kolam yang terparasiti dan 1 kolam yang tidak terparasiti dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Berdasarkan hasil pengamatan dan identifikasi plankton pada Kolam Pertumbuhan Ikan Bandeng yang Terparasiti didapatkan spesies Chlorococcum humicola sebanyak 53 sel dan spesies Stentor roeseli sebanyak 37 individu. Ditemukan Fitoplankton yang keberadaannya ada di semua kolam, yaitu Chlorella variegatus, Chlorococcum humicola, Navicula cuspidata, Navicula placentula, Nostoc sphaericum, dan Protococcus viridis. Sedangkan Zooplankton hanya 1 disemua kolam, yaitu Stentor roeseli. Kolam tidak terparasiti merupakan kolam yang memiliki nilai tingkat keanekaragaman plankton tertinggi (5,7), daripada kolam terparasiti 2 (5,0). Kondisi faktor abiotik (pH) pada semua kolam masih sesuai standar kualitas air untuk budidaya tambak. Kata kunci: Plankton, Identifikasi, Indeks Keanekaragaman
Isolasi, Keanekaragaman Koloni dan Karakterisasi Bakteri Metanogenik pada Sedimen Kolam Ikan Lele (Clarias sp.) Badi'ah Lailun Nahdhlia; Ahmad Syauqi; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.448 KB)

Abstract

Bakteri metanogenik adalah bakteri penghasil gas metan. Bakteri ini digolongkan sebagai Archaebacteria yang secara alami hidup di rawa-rawa, tanah becek, kolam dan dalam alat pencernaan hewan besar. Sedimen pada kolam ikan mengandung elemen nutrien yang terbentuk dari aktivitas makhluk hidup seperti sisa pakan dan kotoran ikan sehingga menjadi habitat yang sangat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya bakteri metanogenik dan nilai indeks keanekaragaman pada sedimen kolam ikan lele (Clarias sp.) serta karakter bakteri metanogenik. Pengambilan sampel berasal dari kolam ikan lele (Clarias sp.) di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan yaitu teknik isolasi anaerobik menggunakan media thioglikolat, morfologi sel dengan pewarnaan gram dan fisiologi dengan MR-VP. Hasil yang didapatkan adalah dalam sedimen kolam ikan lele (Clarias sp.) terdapat bakteri metanogenik dengan nilai indeks keanekaragaman koloni kolam A lebih tinggi dibanding kolam B. Keduanya menunjukkan keanekaragaman rendah. Kata kunci : bakteri, metanogenik, sedimen. ABSTRACT Methanogenic bacteria are methane gas producing methane. This bacteria are classified as Archaebacteria which naturally live in swamps, muddy soil, ponds and in the digestive organs of large animals. Sediments in fish ponds contain nutrient elements which are formed from the activity of living things such as food waste and fish feces making it a habitat that strongly supports the growth of microorganisms. The study aimed to determine the presence of methanogenic bacteria and the diversity index value in catfish (Clarias sp.) pond sediments and the characteristics of methanogenic bacteria. Sampling came from catfish (Clarias sp.) ponds in Bendosewu village, Talun sub-district, Blitar district. The method used is anaerobic isolation technique using thioglycolate medium, cell morphology with gram staining and physiology with MR-VP. The result obtained were in catfish (Clarias sp.) pond sediments there were methanogenic bacteria with a diversity index of pond A colonies higher than pond B colonies. Both are showing low diversity. Keywords :bacteria, methanogenic, sediment.
Persepsi Masyarakat terhadap Sanitasi Pasar Tradisional Asem Jajar Dan Pasar Kokop di Kabupaten Bangkalan Luluk Atul Ainiyah; Saimul Laili; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6: Edisi Khusus Tafsir I tentang Masyarakat-Lingkungan-Hayati
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.559 KB)

Abstract

Traditional markets are places that are always visited by everyone, because the market must be free from all diseases caused by dirt and garbage around. The current traditional market conditions still have a poor and unclean impression. This research was conducted at the Asem Jajar traditional market and Kokop market in Bangkalan Regency. The purpose of this study is to determine the sanitization conditions of the traditional markets of Asem Jajar and Kokop markets, to determine the public perception of the sanitation of the traditional markets of Asem Jajar and Kokop markets. This study uses descriptive quantitative methodology and direct observation, distributing questionnaires or direct interviews and determining the sample of respondents using purposive sampling method. The results of this study are sanitation conditionns that are being or said to be healthy, while for the condition of the draen asem jajar market draenase it is not feasible to say a healthy market, draenase conditions that can cause overflom and flooding during the rainy season. The sanitary conditions of the kokop market is still not clean or unhealthy, for the condition of the kokop market TPS the market is not feasible because there is no availability of temporary landfills. The results of the perception of the asem jajar market are quite good, while the results of public perception in the kokop market are said to be poor. Keywords: Asem Jajar market, Kokop market and sanitation ABSTRAK Pasar tradisional merupakan pasar yang selalu dikunjungi semua orang, karena demikian pasar harus bersih dari segala penyakit yang ditimbulkan oleh kotoran dan sampah disekitar. Kondisi pasar tradisional saat ini masih mempunyai kesan kurang baik dan kurang bersih. Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi kondisi sanitasi pasar tradisional Asem Jajar dan pasar Kokop, untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap sanitasi pasar tradisional Asem Jajar dan pasar Kokop. Penelitian ini menggunakan metodelogi deskriftif kuantitatif dan observasi langsung, membagikan kuesioner atau wawancara langsung dan penentuan sampel responden menggunakan cara purposif sampling. Hasil dari penelitian ini kondisi sanitasi yang sedang atau dikatakan sehat, sedangkan untuk kondisi drainase pasar Asem Jajar tidak layak dikatakan pasar sehat, kondisi drainase yang bisa mengakibatkan luapan air dan terjadi banjir dikala musim hujan. Kondisi sanitasi pasar Kokop masih kurang bersih atau kurang sehat, untuk kondisi TPS pasar Kokop masih kurang layak dikatakan pasar sehat dikarenakan tidak ada ketersediaan tempat pembuangan sampah sementara. Hasil persepsi masyarakat pasar Asem Jajar bisa dikatakan cukup baik, sedangkan hasil persepsi masyarakat di pasar kokop dikatakan kurang baik. Kata Kunci : pasar asem jajar, pasar kokop dan sanitasi
Pengaruh Pemberian Sari Tebu (Saccharum officinarum L.) terhadap Kadar Gula Madu Lebah Apis mellifera Rodhiyatul Maghfiroh; Hari Santoso; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.175 KB)

Abstract

The disruption of nectar and pollen providers for honey bees is currently a problem in the availability of natural feed. During the dry season, alternative feed sources are given to bee colonies to increase honey production. The purpose of this study was to determine the effect of feeding of sugarcane juice (Saccharum officinarum) on the sugar content of Apis mellifera honey with a comparison of the original feed in the form of nectar and pollen. This research was conducted at Batu city beekeeping. The method in this study used 4 treatments and 6 replications using the ANOVA test which was processed using SPSS 16 Analysis of the results obtained were PS 881 Sugar Cane, BL Sugar Cane, PSJK Cane is the same, but different from the control. Sugar cane has an influence on increasing sugar levels in honey. Keywords: Artificial feed, refractometer ABSTRAK Terganggunya penyedia nektar dan polen bagi lebah madu saat ini merupakan permasalahan dalam ketersediaan pakan alami. Pada saat musim paceklik, diberikan sumber pakan alternatif kepada koloni lebah untuk meningkatkan produksi madu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan sari tebu (Saccharum officinarum) terhadap kadar gula madu Apis mellifera dengan perbandingan pakan asli berupa nektar dan polen. Penelitian ini dilakukan di peternakan lebah kota Batu. Metode pada penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 6 ulangan dengan menggunakan uji Anova yang diolah menggunakan SPSS 16. Analisis hasil yang didapatkan yaitu Tebu PS 881, Tebu BL , Tebu PSJK adalah sama, tetapi berbeda dengan kontrol. Tebu memiliki pengaruh terhadap peningkatan kadar gula pada madu. Kata Kunci: Pakan buatan, refraktometer