cover
Contact Name
ARI HAYATI
Contact Email
ari.hayati@unisma.ac.id
Phone
+62341- 551932
Journal Mail Official
biosaintropis@unisma.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha FMIPA Unisma Gedung Usman bin Affan Kompleks Unisma Jl. MT Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic)
ISSN : 23382805     EISSN : 24609455     DOI : https://doi.org/10.33474/e-jbst.v7i2.305
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ini mengkaji fenomena dan temuan penelitian di bidang biologi dan ilmu-ilmu dasar (sains) lainnya serta bidang studi di wilayah tropis. Jurnal ini ditujukan untuk menemukan solusi alternatif dalam perkembangan ilmu biologi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Dunia.
Articles 270 Documents
Etnobotani dan Persentase Frekuensi Tumbuhan Suruhan (Peperomia pellucida) di Pekarangan Desa Jombok Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang Rita Purwanti; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6: Edisi Khusus Tafsir I tentang Masyarakat-Lingkungan-Hayati
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.123 KB)

Abstract

Plants of Suruhan (Peperomia pellucida) is one of the wild plants that usually grow in moist and population in places. It can be used as antibacterial, anti-inflammatory, and analgesic. People of Jombok Village are still not much aware of the benefits of this plant. The purpose of this research is to know the percentage of frequency and community perception of Jombok Village regarding the utilization of the plant. The methods used in this study are qualitative and quantitative descriptive methods through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The results of this research show that the percentage of Suruhan plants based on their habitat with the highest percentage is in the house fence that there is no ditch about 45% and the lowest is in the pot about 11.67%. Meanwhile, the percentage of Suruhan plant is based on each hamlet, a Bulurejo hamlet with the highest percentage around 26% and the lowest in Kasin around 11%. The public perception of the plant's knowledge is about 58.34% which knows and about 41.66% who do not know. The knowledge of people who know the benefits of the plant is 48.54% and who do not know that is 51.46%. The Use Value test result is the use of plant parts, the most widely used are the leaves and stems with a percentage of each – approximately 28%, the plant is least used by the roots and flowers of each – Approximately 22%. Second is the utilization of plant of plants as medicine and health drink is the highest percentage of uric acid of 38.23%, muscle aches 23.52%, cholesterol-lowering 11.67%, aches, 8.82%, health drinks 8.82%, heat in 5.88%, and a fever of 2.94% Keywords: Peperomia pellucida, ethnobotany, and knowledge society ABSTRAK Tumbuhan Suruhan (Peperomia pellucida) merupakan salah satu tumbuhan liar yang biasanya tumbuh di tempat-tempat lembab dan bergerombol. Tumbuhan ini dapat digunakan sebagai antibakteri, antiinflamasi, dan analgesik. Masyarakat Desa Jombok masih belum banyak yang mengetahui manfaat dari tumbuhan ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase frekuensi dan persepsi masyarakat Desa Jombok mengenai pemanfaatan tumbuhan suruhan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase frekuensi tumbuhan Suruhan berdasarkan habitatnya dengan persentase tertinggi yaitu di pagar rumah yang tidak ada selokan sekitar 45% dan terendah yaitu di dalam pot sekitar 11,67%. Sedangkan persentase masing – masing dusun, dusun dengan persentase tertinggi yaitu Bulurejo sekitar 26% dan terendah di Kasin sekitar 11%. Adapun persepsi masyarakat terhadap pengetahuan tumbuhan suruhan yaitu sekitar 58,34% yang mengetahui dan 41,66% tidak mengetahui. Pengetahuan masyarakat yang mengetahui manfaat tumbuhan suruhan yaitu 48,54% dan tidak mengetahui 51,46%. Adapun hasil uji Use Value yang pertama yaitu pemanfaatan bagian tumbuhan, yang paling banyak digunakan yaitu daun dan batang dengan persentase masing – masing sekitar 28%, bagian tumbuhan suruhan paling sedikit digunakan adalah akar dan bunga yaitu masing – masing sekitar 22%. Kedua yaitu pemanfaatan tumbuhan suruhan sebagai obat dan minuman kesehatan yaitu persentase tertinggi asam urat sebesar 38,23%, nyeri otot 23,52%, penurun kolesterol 11,67%, pegal-pegal 8,82%, minuman kesehatan 8,82%, panas dalam 5,88%, dan demam 2,94%. Kata kunci: Peperomia pellucida, Etnobotani, dan Pengetahuan Masyarakat.
Diversitas Makrofauna Kaitannya Dengan Kualitas Air Sungai Metro Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Novi Komariah; Saimul Laili; Hari Santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.732 KB)

Abstract

Water is a natural resource that is needed for the life of human being, even for all the creatures. Therefore, these water resources must be protected so that humans and other living things can be utilized properly. The macrofauna community defines whether the water quality is good or not. The study of the effect of river water quality on the diversity of macrofauna in the Metro river flow of Lowokwaru Subdistrict, Malang City aims to determine the effect of river water quality and to compare the diversity of macrofauna in several Metro river locations in Lowokwaru District, Malang. The method used is quantitative descriptive by calculating the Shanon Winner diversity index. The results obtained for station I amounted to 1.95 classified as lightly polluted, at station II the results were 1,007 which were classified as moderately polluted, and at station III the results were 0.69 which were classified as heavily polluted. Key Words: water quality, macro fauna, Metro river ABSTRAK Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk kebutuhan hidup orang banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itu, sumber daya air tersebut harus di lindungi agar tetap dapat di manfaatkan dengan baik oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Komunitas makrofauna menentukan kualitas air baik atau tidak. Penelitian tentang pengaruh kualitas air sungai terhadap keragaman makrofauna di aliran sungai Metro Kecamatan Lowokwaru kota Malang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas air sungai dan untuk membandingkan keanekaragaman makrofauna di beberapa lokasi aliran sungai Metro Kecamatan Lowokwaru kota Malang. Metode yang di gunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan melakukan perhitungan indeks keanekaragaman Shanon Winner. Indeks keanekaragaman yang di hasilkan pada stasiun I sebesar 1,95 yang tergolong tercemar ringan, pada stasiun II indeks keanekaragaman yang di hasilkan sebesar 1,007 yang tergolong tercemar sedang, dan pada stasiun III di dapat hasil indeks keanekaragaman 0,69 yang tergolong tercemar berat. Kata kunci: Kualitas air, makrofauna, sungai metro.
Klasifikasi Kemampuan Lahan Sempadan dan Aktivitas Masyarakat di DAS Metro Kecamatan Lowokwaru Malang Faizatus sholihah; Saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.238 KB)

Abstract

Land is the definition of an area that is on the surface of the earth, such as animals, hydrology, plants and the atmosphere, with all the consequences caused by human activities. The border area of the river has land functions directly or indirectly. One of the ways to use river border areas is to determine the class of a land by using a classification method to determine the suitability of land use in the villages of Merjosari and Tlogomas. The purpose of this study was to classify land capability classes and knowing the activities of the community in using land in the border of the Metro Watershed Lowokwaru District, Malang. The method used in this study is descriptive qualitative by looking at the quality of the land consisting of soil texture, slope, effective depth, drainage, and soil erosion. In this study, the results of the land capability class and community activities in Merjosari and Tlogomas sub-districts were class IV, and V, namely the types of rice fields, tegal, grass and natural cliffs. Human activities are carried out around rivers and river boundaries such as fishing, washing, bathing and land being used as houses and boarding houses. This can damage the land in its provisions. Key word : classification, integrated land, capability, Metro ABSTRAK Lahan adalah suatu wilayah yang ada di permukaan bumi, seperti hewan, hidrologi, tumbuhan dan atmosfer, dengan segala akibat yang ditimbulkan karena aktivitas manusia. Kawasan lahan sempadan daerah aliran sungai (DAS) memiliki fungsi secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu kegiatan cara pemanfaatan kawasan sempadan sungai adalah dengan cara menentukan kelas suatu lahan dengan menggunakan cara klasifikasi untuk menentukan kesesuaian penggunaan lahan di kelurahan Merjosari dan Tlogomas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan kelas kemampuan lahan dan melihat aktivitas masyarakat dalam menggunakan lahan sempadan sungai. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan melihat kualitas lahannya yang terdiri dari tekstur tanah, kemiringan lereng, kedalaman efektif, drainase, dan erosi tanah. Pada penelitian ini didapat hasil kelas kemampuan lahan dan aktivitas masyarakat di kecamatan Merjosari dan Tlogomas adalah kelas IV, dan V, yaitu dengan jenis lahan sawah, tegal, ilalang dan tebing alam. Aktivitas manusia yang dilakukan di sekitar sungai dan lahan sempadan sungai seperti memancing, mencuci, mandi dan lahan dijadikan rumah dan kos-kosan. Hal ini dapat merusak lahan dalam ketentuannya. Kata Kunci : klasifikasi, kemampuan lahan, sempadan, Metro
Studi Etnozoologi Reptil di Masyarakat Desa Sumberejo Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang Retno wulandari; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6: Edisi Khusus Tafsir I tentang Masyarakat-Lingkungan-Hayati
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.745 KB)

Abstract

Ethnozoological studies examine community knowledge about fauna biological resources. Sumberejo Village, Poncokusumo Subdistrict, there has been no research on reptiles and their use by the community. The purpose of this study is to know the types of reptiles used by the community, and to find out people's perceptions of reptiles in Sumberejo Village, Poncokusumo District, Malang Regency. This research was conducted in May-June 2019, using a qualitative descriptive method which included: observation, open interview, identification and analysis of data. Respondents' data recorded included the results of interviews with the community regarding reptile potential, reptile descriptions and documentation photos. The results showed that there were 100 respondents interviewed. There were 6 animals found but only 5 animals that were used by the community for medicine, among others Gecko which was used as an itchy and shortness of breath, lizards were used as medicine for itching and bedwetting, then lizards were used for allergies (itching) and asthma. Then the snake is used for strength for men and monitor lizards which are used as medicine for itching, skin diseases, to soften the skin and asthma. Keywords: ethnozoologi, Poncokusumo, reptile ABSTRAK Studi etnozoologi mengkaji pengetahuan masyarakat tentang sumberdaya hayati fauna. Desa Sumberejo kecamatan Poncokusumo belum ada penelitian tentang reptilia dan pemanfaatannya oleh masyarakat, Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui jenis-jenis reptil yang dimanfaatkan oleh masyarakat, dan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang reptil di Desa Sumberejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei- Juni tahun 2019, menggunakan metode deskriptif kualitatif yang meliputi : observasi, wawancara terbuka, identifikasi dan analisis data. Data responden yang dicatat meliputi hasil wawancara dengan masyarakat mengenai potensi reptil, deskripsi reptil dan foto hasil dokumentasi.. Hasil penelitian menunjukkan ada 100 responden yang diwawancarai. Terdapat 6 hewan yang ditemukan tetapi hanya 5 hewan yang dimanfaatkan masyarakat untuk obat-obatan, antara lain Tokek yang dimanfaatkan sebagai obat gatal dan sesak nafas, cicak digunakan sebagai obat gatal dan mengompol, kemudian kadal yang digunakan untuk alergi(gatal) dan asma. Lalu ular yang digunakan untuk kekuatan bagi pria dan biawak yang dimanfaatkan sebagai obat gatal, penyakit kulit, untuk menghaluskan kulit dan asma. Kata kunci: etnozoologi, Poncokusumo, reptil
Studi Etnobotani Mangrove di Desa Daun Kecamatan Sangkapura dan Desa Sukaoneng Kecamatan Tambak Pulau Bawean Kabupaten Gresik Nubdatul Fikroh; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6: Edisi Khusus Tafsir I tentang Masyarakat-Lingkungan-Hayati
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.587 KB)

Abstract

Bawean Island Gresik Regency East Java Province also uses mangroves in their daily lives. This study aims to determine the types of trees that make up mangroves that are utilized and to determine the community perceptions of Daun and Sukaoneng Village, Bawean Island in terms of the utilization of mangrove tree species. Descriptive explorative methods are used which include: literature studies, field observations, interviews with questionnaires, data analysis and observation documentation. Determination of the sample used purposive sampling with 100 respondents. The results of this study indicate that there are 14 species of trees that make up mangroves belonging to 8 families, namely the Euphorbiaceae family, which is only 1 species (Excoearia agallocha), Combretaceae family with 3 species (Lumnitzera littorea, Lumnitzera racemosa and Terminalia catappa), Acanthaceae family only 1 species ( Avicennia alba), Rhizophoraceae which are 3 species (Rhizophora aphiculata, Rhizophora mucronata and Ceriops tagal), Lythraceae family with 3 species (Phemphis acidula, Sonneratia alba and Sonneratia ovata), Meliaceae family only 1 species (Xylocarpus moluccensis), Arecaceae family only 1 species (Nypa fruticans) and the Malvaceae family are only 1 species (Thespesia populnea) which belongs to 2 types of mangroves namely true mangroves and mangroves. The people of Daun and Sukaoneng Village, Bawean Island use the most mangrove as building material 32%, fuel wood 17%, dye 2%, believed to have 9% spiritual power, 2% ornamental plants and 12% food ingredients. With the most widely used organs including 62% wood, 7% bark (tannin), 5% fruit, 25% leaves and 1% interest. Keywords: ethnobotany, mangrove, community perception, Bawean island. ABSTRAK Pulau Bawean Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur masyarakatnya juga memanfaatkan mangrove dalam kesehariannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis pohon penyusun mangrove yang dimanfaatkan serta untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Daun dan Desa Sukaoneng pulau Bawean dalam aspek pemanfaatan jenis-jenis pohon penyusun mangrove. Digunakan metode deskripstif eksploratif yang meliputi : studi pustaka, pengamatan di lapangan, wawancara dengan kuesioner, analisis data dan dokumentasi pengamatan. Penentuan sampel menggunakan Purposive samplingdengan 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 14 jenis pohon penyusun mangrove yang tergolong kedalam 8 famili yaitufamili Euphorbiaceae yakni hanya 1 spesies (Excoearia agallocha), famili Combretaceae dengan 3 spesies (Lumnitzera littorea, Lumnitzera racemosadanTerminalia catappa), famili Acanthaceae hanya 1 spesies (Avicennia alba), Rhizophoraceae yakni 3 spesies (Rhizophora aphiculata, Rhizophora mucronata dan Ceriops tagal), famili Lythraceae dengan 3 spesies (Phemphis acidula, Sonneratia alba dan Sonneratia ovata), famili Meliaceae hanya 1 spesies (Xylocarpus moluccensis), famili Arecaceae hanya 1 spesies (Nypa fruticans) dan famili Malvaceae hanya 1 spesies (Thespesia populnea) yang termasuk kedalam 2 tipe mangrove yakni mangrove sejati dan mangrove ikutan. Masyarakat Desa Daun dan Desa Sukaoneng pulau Bawean memanfaatkan mangrove paling banyak sebagai bahan bangunan 32%, bahan kayu bakar 17%, pewarna 2%, dipercaya mempunyai kekuatan spiritual (jimat) 9%, tanaman hias 2% dan bahan pangan 12%. Dengan organ-organ yang paling banyak dimanfaatkan meliputi kayu 62%, kulit kayu (tanin) 7%, buah 5%, daun 25% dan bunga 1%. Kata kunci : etnobotani, mangrove, persepsi masyarakat, pulau Bawean.
Keanekaragaman dan Kepadatan Populasi Cacing Tanah di Perkebunan Jeruk Organik Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Hurriatun Nisa; Hari Santoso; Saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.73 KB)

Abstract

Earthworm is one of the soil fauna that plays an important role in soil fertility. The density of earthworm is influenced by the physical factor-kima soil. Research aims to determine the diversity and density of earthworm in organic citrus plantation in Karangploso district of Malang. The method of research conducted in a systematic, systematised quantitative use transect line of 50 m each line is taken 10 dots is 5 m with 3 times repeated at each station, the station 1 Citrus Garden fruitful (KJB), Station 2 Citrus groves have not been fruitful (KJBB). Observations were conducted in May 2019. The results of the research found 3 genus of earthworm species Pheretima, Pontoscolex and Microscolex. The highest density of earthworm in organic citrus plantations is a genus of Microscolex 0.348 individual/m2; The lowest density genus Pontoscolex 0.124 individual/m2. Earthworm density in organic citrus plantations is a genus Pontoscolex 0.156 individual/m2; Lowest density genus Pheretima 0.042 individual/m2. The ecological type of earthworm in this plantation is epigeic and anesic type. The correlation between the physics-chemistry factor of soils with earthworm density indicates a positive correlation in the genus Pheretima with temperature, humidity and soil pH. The genus Pontoscolex is positively correlated with temperature, moisture content and soil pH. In the genus Microscolex correlated positively with temperature, humidity and moisture content. The physical-chemical factor of the soil has a close connection with the existence of earthworm where strong correlation in temperature and humidity. Keywords: earthworms, density, orange plantations ABSTRAK Cacing tanah merupakan salah satu fauna tanah yang berperan penting dalam kesuburan tanah. Kepadatan cacing tanah dipengaruhi oleh faktor fisika-kima tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan cacing tanah di perkebunan jeruk organik kecamatan Karangploso Malang. Metoda penelitian dilakukan secara diskriptif kuantitatif secara sistemastis menggunakan transek garis sepanjang 50 m setiap garis diambil 10 titik berjarak 5 m dengan dilakukan 3 kali ulangan pada setiap stasiun, Stasiun 1 kebun jeruk berbuah (KJB), stasiun 2 kebun jeruk belum berbuah (KJBB). Pengamatan dilakukan pada bulan Mei 2019. Hasil penelitian ditemukan 3 genus cacing tanah yakni genus Pheretima, Pontoscolex dan Microscolex. Kepadatan cacing tanah tertinggi di perkebunan jeruk organik adalah genus Microscolex 0,348 individu/m2; kepadatan terendah genus Pontoscolex 0,124 individu/m2. kepadatan cacing tanah di perkebunan jeruk organik adalah genus Pontoscolex 0,156 individu/m2 ; kepadatan terendah genus Pheretima 0,042 individu/m2. Tipe ekologi cacing tanah pada perkebunan ini yaitu tipe epigeik dan anesik. Korelasi antara faktor fisika-kimia tanah dengan kepadatan cacing tanah menunjukkan korelasi positif pada genus Pheretima dengan suhu, kelembaban dan pH tanah. Pada genus Pontoscolex berkolerasi positif dengan suhu, kadar air dan pH tanah. Pada genus Microscolex berkolerasi positif dengan suhu, kelembaban dan kadar air. Faktor fisika-kimia tanah memiliki hubungan erat dengan keberadaan cacing tanah dimana korelasi yang kuat pada suhu dan kelembaban. Kata kunci: cacing tanah, kepadatan, perkebunan jeruk
Analisis Keanekaragaman Tumbuhan Invasif Di Kawasan Hutan Pantai Balekambang Desa Srigonco Kecamatan Bantur Kabupaten Malang Miftahul Mukarromah; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.889 KB)

Abstract

Balekambang Beach is the most visited beach destination in Malang Regency until the end of 2015. One of the invasive pathways of invasive plants is Tourism. The purpose of this study was to identify invasive plant species, diversity and compare the value of the diversity index with abiotic factors.This research method is descriptive with systematic sampling techniques using Belt Transect, and measurements of abiotic factors include edafic factors and climatic micro factors. Invasive alien plant species found in the Balekambang coastal forest are identified as seventeen species namely (Hemighraphis glaucescens), (Oplismenus sp), (Amomum coccineum), (Arenga obtusifolia), (Leucaena leucochephana), (Mimosa sp), (Cassia siamea), (Eupatorium odoratum), (Hyptis capitata), (Cynodon dactylon), (Sida rhombifolia), (Synedrella nudiflora), (Chromolaena odorata), (Leucaena leucochepala), (Mimosa pudica), and (Ruellia tuberosa) with the index value of invasive plant diversity in protected forests and production classified as high compared to mangroves. The results of the diversity index value with abiotic factors showed a positive (+) direction on soil sailinity where the R2 value was 0.5606 or 50%, which means it showed a relationship between soil salinity and an abundance of invasive plants in Balekambang coastal forest area of 50%. Keywords:invasive plants, Balekambang beach, belt transect, diversity ABSTRAK Pantai Balekambang adalah destinasi wisata alam pantai di Kabupaten Malang yang paling banyak dikunjungi hingga akhir tahun 2015.Salah satu jalur invasi dari tumbuhan invasif adalah Tourism (Wisata). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis tumbuhan invasif, keanekaragaman dan membandingkan nilai indeks keanekaragaman dengan faktor abiotik. Metode penelitian ini deskriptif dengan tehnik pengambilan sampling secara sistematis menggunakan Belt Transect, dan pengukuran faktor abiotik meliputi faktor edafik dan faktor mikro klimatik. Jenis spesies tumbuhan asing invasif yang terdapat di hutan pantai Balekambang diidentifikasi sebanyak tujuh belas spesies yaitu Hemighraphis glaucescens, Oplismenus sp, Amomum coccineum, Arenga obtusifolia, Leucaena leucochephana, Mimosa sp, Cassia siamea, Eupatorium odoratum, Hyptis capitata, Cynodon dactylon, Sida rhombifolia, Synedrella nudiflora.Chromolaena odorata, Leucaena leucochepala, Mimosa pudica, dan Ruellia tuberose dengan nilai indeks keanekaragaman tumbuhan invasif pada hutan lindung dan produksi tergolong tinggi dibanding mangrove. Hasil analisis uji korelasi nilai indeks keanekaragaman dengan faktor abiotik menunjukkan arah positif (+) pada salinitas tanah dimana nilai R2 sebesar 0.5606 atau 50%, yang artinya menunjukkan hubungan antara salinitas tanah dengan kelimpahan tumbuhan invasif di kawasan hutan pantai Balekambang sebesar 50%. Kata kunci: tumbuhan invasif, pantai Balekambang, belt transect, keanekaragaman
Etnobotani Cabai Jawa (Piper retrofractum) pada Masyarakat Desa Kalipait Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi Dewi Vebriyanti; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6: Edisi Khusus Tafsir I tentang Masyarakat-Lingkungan-Hayati
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.947 KB)

Abstract

Java Chili Plants (Piper retrofractum) is a medicinal plant that has economic value and can be developed is a family of Piperaceae. The purpose of this study was to determine the public perception of the morphology, distribution and aspects of utilization of Java chili plants in the community of Kalipait Village, Tegaldlimo District, Banyuwangi Regency. This research was conducted in Kalipait Village, Tegaldlimo Subdistrict, Banyuwangi Regency in March to June 2019. This study used descriptive exploratory techniques which included literature study, field observations, and interviews using questionnaires, data analysis and documentation of the distribution of Java chili plants. The results of this study indicate that the morphology of the Java chilli plant in Kalipait Village has a round and brown color stem, single leaves, interspersed, pinnate pinnate. Red leaves. Distribution of Java Chili in Kalipait Village has 15 points with 49 individuals. The perception of the people of Kalipait Village on the utilization of Java Chili plants is divided into needs (1%) of food, ornamental plants (4%) of traditional medicine (37%) and for economic value added (58%). The most widely used parts of the Java chili plant by the people of Kalipait Village are fruit (65%), leaves (25%), and roots as much as (10%). Keywords: ethnobotany, Piper retrofractum, medicinal plants Tanaman Cabe jawa (Piper retrofractum) merupakan tanaman obat yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan, merupakan famili dari Piperaceae. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang morfologi, distribusi dan aspek pemanfaatan tanaman cabe jawa masyarakat Desa Kalipait Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalipait Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi pada bulan Maret sampai dengan Juni 2019. Penelitian ini menggunakan Teknik deskriptif eksploratif yang meliputi studi studi pustaka, pengamatan dilapang, wawancara menggunakan kuesioner, analisis data dan dokumentasi persebaran tanaman cabe jawa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa morfologi tanaman cabe jawa di Desa Kalipait memiliki batang bentuk bulat, warna coklat. Daun tunggal, berseling, pertulangan menyirip. Daun berwarna merah. Distribusi Cabe Jawa di Desa Kalipait terdapat 15 titik dengan jumlah 49 individu. Persepsi masyarakat Desa Kalipait pada pemanfaatan tanaman Cabe Jawa terbagi dalam keperluan (1%) pangan, tanaman hias (4%) obat tradisional (37%) dan untuk nilai tambah ekonomi (58%). Bagian organ tanaman cabe jawa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Desa Kalipait yaitu buah (65%), daun (25%), dan akar sebanyak (10%). Kata kunci : etnobotani, Piper retrofractum, tumbuhan obat
Diversitas Tumbuhan Liar Pada Lahan Jagung (Zea mays L.) di Desa Bungbungan Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep Khoiratul Hasanah; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.378 KB)

Abstract

Wild plants are plants whose presence on agricultural land can reduce crop yields. Losses due to wild plants to cultivated plants vary depending on the type of plant cultivated, climate, species of wild plants and technical cultivation applied. This study aims to determine the diversity of wild plants in the land of maize (Zea mays L.) in Bung-bungan Village Bluto District Sumenep Regency. This method uses a descriptive exploratory method, for each wild plant found in ± 3600 m2 of corn land. Sampling of wild plants using a 4x4 m plot method. The measured data includes the number of species and the number of individuals calculating important values ​​and diversity indices. The results of the study showed that the Shannon-Wienner Diversity Index analysis of the highest value in maize plants in plantations was found in land II, which was 2.678 indicating moderate diversity, categorized as moderate because there were not too many wild plants on maize. Keywords: Corn, diversity, wild plants, ABSTRAK Tumbuhan liar merupakan tumbuhan yang kehadirannya pada lahan pertanian dapat menurunkan hasil tanaman. Kerugian akibat tumbuhan liar terhadap tanaman budidaya beragam bergantung dari jenis tanaman yang diusahakan, iklim, jenis tumbuhan liar dan teknis budidaya yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas tumbuhan liar di lahan jagung (Zea mays L.) di Desa Bung-bungan Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Metode ini menggunakan metode deskriptif eksploratif, terhadap setiap tumbuhan liar yang ditemukan pada lahan jagung seluas ±3600 m2. Pengambilan sampel tumbuhan liar menggunakan metode plot berukuran 4x4 m. Data yang diukur meliputi jumlah spesies dan jumlah individu menghitung nilai penting dan indeks diversitas. Hasil penelitian menunjukkan analisis Indeks Keanekaragaman Shannon-Wienner tumbuhan liar nilai tertinggi pada tanaman jagung di lkebun terdapat pada lahan II yaitu 2,678 menunjukkan keanekaragaman sedang, di kategorikan sedang karena jenis tanaman liar yang ada pada lahan jagung tidak terlalu banyak. Kata kunci: Jagung, Diversitas, Tanaman liar
Persepsi Masyarakat terhadap Kualitas Air Sungai di DAS Metro Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Ghufron Najib; Saimul Laili; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6: Edisi Khusus Tafsir I tentang Masyarakat-Lingkungan-Hayati
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.936 KB)

Abstract

Water is an element that plays an important role and for the lives of all beings on earth. Therefore living things have the right to get water for survival. Humans as a water user community, argue that this existence naturally, is available in sufficient quantities to meet their daily needs. This study aims to determine the public perception of river water quality in the Metro Watershed Merjosari Subdistrict, Lowokwaru District, Malang City. This research was conducted in April-June 2019 using survey and observation methods. The population in this study was the community of Merjosari Village. The samples taken are people who are in the river environment. The technique used in sampling is purposive sampling. The number of respondents taken in this study was 100 respondents. Data obtained from the results of the research that have been carried out in the form of perception value and results of laboratory tests regarding the water quality of the Metro River Lowokwaru District. The results showed that the community's perception of Metro water quality has a high value on the question of water quality, clean river water, polluted metro river water, Metro river water is used for social purposes, many residents dispose of waste in rivers and river water used for building materials while the low to very low perception value is found in the question of river water used as a daily necessity. Laboratory test results on the river water quality of Metro indicate that the Metro river water is polluted. Keywords; polluted, quality, physical parameter, chemical parameter ABSTRAK Air merupakan unsur yang berperan penting dan bagi kehidupan semua makhluk di bumi. Oleh sebab itu makhluk hidup berhak mendapatkan air untuk kelangsungan hidup. Manusia sebagai masyarakat pengguna air, berpendapat bahwa keberadaan ini secara alami, tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kualitas air sungai di DAS Metro Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juni 2019 dengan menggunakan metode survey dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Merjosari. Sampel yang diambil adalah masyarakat yang berada di lingkungan sungai. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Jumlah responden yang di ambil dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Data yang didapatkan dari hasil penellitian yang sudah dilakukan berupa nilai presepsi dan hasil uji Laboratorium mengenai kualitas air sungai Metro Kecamatan Lowokwaru. Hasil penelitian didapatkan hasil nilai presepsi masyarakat tentang kualitas air sungai Metro memiliki nilai tinggi pada pertanyaan kualitas air, air sungai bersih, air sungai metro tercemar, air sungai Metro digunakan untuk kepentingan sosial, banyak penduduk membuang limbah di sungai serta air sungai digunakan untuk bahan bangunan sedangkan nilai presepsi yang rendah sampai sangat rendah terdapat pada pertanyaan mengenai air sungai digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari. Hasil uji Laboratorium tentang kualitas air sungai Metro menunjukkan bahwa air sungai Metro tercemar. Kata kunci; tercemar, kualitas, parameter fisik, parameter kimia