cover
Contact Name
ARI HAYATI
Contact Email
ari.hayati@unisma.ac.id
Phone
+62341- 551932
Journal Mail Official
biosaintropis@unisma.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha FMIPA Unisma Gedung Usman bin Affan Kompleks Unisma Jl. MT Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic)
ISSN : 23382805     EISSN : 24609455     DOI : https://doi.org/10.33474/e-jbst.v7i2.305
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ini mengkaji fenomena dan temuan penelitian di bidang biologi dan ilmu-ilmu dasar (sains) lainnya serta bidang studi di wilayah tropis. Jurnal ini ditujukan untuk menemukan solusi alternatif dalam perkembangan ilmu biologi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Dunia.
Articles 270 Documents
Persepsi Masyarakat tentang Ruang Terbuka Hijau di Alun-Alun Dan Taman Kota Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwang Mohammad Faiz Fahriyan; Saimul Laili; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6: Edisi Khusus Tafsir I tentang Masyarakat-Lingkungan-Hayati
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.188 KB)

Abstract

Green Open Space is spaces in a city or a wider area both in the form of area or in the form of elongated lanes areas where the use is more open in nature in the form of buildings. This study aims to determine the state and value of public perceptions about the benefits of green open space. The method used in this study uses a hygrometer and anemometer. The material used is a questionnaire. This research method uses descriptive quantitative method and through direct observation in the field. The results of the study show the average yields of temperatures 29 and 29 in each park. Humidity 70 and 71 wind speeds 0.20 and 0.23 for abiotic factors. While the biotic factor were 25 vegetation in the city of Blambangan and 37 in the city of Sritanjung. The Blambangan city has very high perception value to esthetical and sustainable plants. Sritanjung city has very high perception value to only esthetical plants. Keywords:Vegetation, Green Open Space, Public Perception ABSTRAK Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas baik dalam bentuk kawasan maupun dalam bentuk area memanjang/jalur di mana dalam penggunaannya lebih bersifat terbuka yang pada dasarnya berupa bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan dan nilai persepsi masyarakat tentang manfaat ruang terbuka hijau. Metode yang diguakan dalam penelitian ini meggunakan alat hygrometer dan anemometer bahan yang digunakan adalah kuesioner. Mertode penelitian ini menggunakan metode descriptive kuantitatif dan melalui observasi langsung dilapangan. Dari hasil penenlitian tersebut menunjukkan rata-rata hasil Kelembapan 70 Blambngan dan 71 Sritanjung kecepatan angin 0,20 dan 0,23 untuk faktor abiotik. Sedangkan faktor biotik terdapat 25 vegetasi di taman kota blambangan dan 37 di taman kota sritanjung. Kota Blambangan memiliki nilai persepsi sangat tinggi terhadap tentang estetika dan kelestarian tumbuhan. Kota Sritanjung nilai persepsi sangat tinggi hanya pada tentang estetika. Kata kunci: Vegetasi, Ruang Terbuka Hijau, Persepsi Masyarakat
Klasifikasi Kelas Kemampuan Lahan Perkebunan dan Pemetaannya di Desa Sumberejo Poncokusumo Malang Subhan Maulidi K.B.F; Saimul Laili; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1414.672 KB)

Abstract

Every land holds classes or level way that are different from each other. Lands or physical environment is consist of relief, climate, land, vegetation and water and all above her during influence of land us. This study attemppts to aware of information the village class land ability Sumberejo Poncokusumo Malang in the form of geographical information system (Map). In order to know class ability sumberejo poncokusumo malang. Village land for research equipment used GPS, Covering the Compass, Map satellite (RBI), clinometer, a ruler, stationery, writting, camera and computters(to data processing). The kind of research this is descriptive kualitatif, research the class data the land done with observation directly in proceed with, recording classification and a categorization directly from the field to be supported by land, map data The land mapping by recording the GPS coordinates of GPS (Global Positioning System) in the village land sumberejo poncokusumo malang. The object of the research is geospatial data the spatial data map RBI sumberejo poncokusumo malang village area. Subject to the research is an unfortunate sumberejo village poncokusumo malang land. In general the village land sumberejo have characteristic land both in terms of texture slope the, the depth of effective drainage and erosion. The result indicate that the ability of land in the study areas consisting of class II and II. Keywords: classification land, mapping, geospatial, map (RBI), Sumberejo village Land ABSTRAK Setiap lahan memiliki kelas atau tingkat kemampuannya yang berbeda-beda antara satu sama lainnya. Lahan atau lingkungan fisik ini terdidri atas relief, iklim, tanah, vegetasi dan air serta segala yang berada di atasnya selama mempengaruhi penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi kelas kemampuan lahan desa Sumberejo Poncokusumo Malang dalam bentuk sistem informasi geografis (Peta). Sehingga dapat diketahui kelas kemampuan lahan desa Sumberejo Poncokusumo Malang. Selama penelitian peralatan yang digunakan meliputi GPS , kompas, Peta Satelit (RBI), Klinometer, Penggaris, alat tulis menulis, kamera, dan Perangkat Komputer/ Laptop (untuk pengolahan data). Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, perolehan data kelas kemampuan lahan dilakukan dengan pengamatan secara langsung yang dilanjutkan dengan pencatatan, klasifikasi dan kategorisasi secara langsung dari lapangan didukung dengan data peta lahan, survei pemetaan lahan dengan merekam titik koordinat dari GPS (Global Positioning System) di wilayah kawasan lahan desa sumberejo poncokusumo malang. Objek dalam penelitian ini adalah data geospasial, yaitu data spasial peta RBI daerah desa Sumberejo Poncokusumo Malang. Subjek pada penelitian ini adalah Lahan desa Sumberejo Poncokusumo Malang. Secara umum, kemampuan lahan desa Sumberejo mempunyai karakteristik lahan yang baik dari segi tekstur, kemiringan lereng, kedalaman efektif, drainase dan erosi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penentuan kemampuan lahan di daerah penelitian yang terdiri atas kelas II dan III. Kata kunci : Klasifikasi Lahan, Pemetaan, Geospasial, Peta Satelit (RBI), Lahan desa Sumberejo
Pengaruh Kualitas Air Kolam Terpal terhadap Pertumbuhan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Suci Nurul Hidayati; Saimul Laili; Hari Santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 2 (2021): Memperjelas Fenomena
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.313 KB)

Abstract

ABSTRACT Water quality is what describes the suitability or suitability of water for certain uses. Dumbo catfish (Clarias gariepinus) is one type of fish that has been widely cultivated in Indonesia. The catfish habitat is very flexible, can be cultivated with high stocking densities, very rapid growth, and can live in environments with low oxygen levels, because it has an additional respiratory organ, namely the arborescent organ. This study aims is to compare the length and weight of Dumbo catfish in relation to water quality parameters in pools that made from container of tarpaulin with different densities. The method used in this research is the survey method by collecting primary data on tarpaulin pond water quality and catfish growth measurements, with densely spreading 500 and one thousand per pond of maintenance. The results of the study obtained the range of parameters of tarpaulin pond water quality parameters meeting the optimum standard for the growth of African catfish (C. gariepinus) which is still in accordance with the quality standards according to PP No. 02 of 2011 class III for freshwater fish farmers. The growth of catfish in ponds with 1000 head spreads faster with the average fish length increase of 15.71 cm weighing 14.85 g, compared with a 500-tailed pond with an average length of 15.61 cm and a weight of 14.83 g. Keywords: Quality, Growth, Catfish dumbo ABSTRAK Kualitas air adalah apa yang menggambarkan kesesuaian atau kecocokan air untuk penggunaan tertentu. Lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan salah satu jenis ikan yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Habitatnya ikan lele sangat fleksibel, dapat dibudidayakan dengan padat penebaran tinggi, pertumbuhannya sangat pesat, dan bisa hidup dilingkungan dengan kadar oksigen rendah, karena mempunyai organ pernapasan tambahan yaitu arborescent organ. Penelitian ini bertujuan untukmembandingkan pertambahan panjang dan bobot ikan lele dumbo kaitannya dengan parameter kualitas air pada kolam wadah terpal dengan kepadatan yang berbeda.Metode yang digunakan penelitian adalah metode survei dengan pengumpulan data primer kualitas air kolam terpal dan pengukuran pertumbuhan ikan lele, dengan padat penebaran lima ratus dan seribu ekor per kolam pemeliharaan. Hasil penelitian mendapatkan nilai kisaran parameter kualitas air kolam terpal memenuhi standar optimum bagi pertumbuhan ikan lele Dumbo yang masih sesuai dengan standar baku mutu menurut PP No. 02 Tahun 2011 kelas III untuk pembudidaya ikan air tawar. Pertumbuhan ikan lele pada kolam dengan tebaran 1000 ekor lebih cepat dengan hasil rerata pertambahan panjang ikan sebesar 15,71 cm dengan bobot 14,85 g, dibandingkan dengan kolam tebaran 500 ekor dengan rerata pertambahan panjang 15,61 cm dan bobot 14,83 g. KataKunci: Kualitas, Pertumbuhan, Ikanlele dumbo
Diversitas Makrofauna Berdasarkan Kualitas Air di Sungai Alo Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Nurul Latifah; Saimul Laili; Hari Santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.22 KB)

Abstract

Alo river is one of the rivers in Sidoarjo, the river is a branch of the Porong river, as long as there are residential, agricultural, aquaculture streams, hereas the estuary area is the place for fishing. The Alo River is also used by the surrounding community for daily needs such as washing clothes, bathing, agricultural irrigation and so on. However, the current condition of the waters in the river can no longer be used for daily activities due to waste disposal either from Lapindo or household waste flowed into the river. The waste is in the form of solid and liquid waste, which may consist of organic material, which is either toxic or non-toxic. The purpose of research is to find out the quality of the waters and the diversity of macrofauna in them. This research method uses quantitative descriptive, river water quality test using physical and chemical parameters namely temperature, pH, DO, BOD, TSS, TDS, salinity, brightness, depth. Calculation of macrofauna diversity using the Shannon Winner formula, the results showed no macrofauna species were high in these waters. The species found were Trichogaster pectoralis, Caesio chyrsosonus, Anadara granosa, Corbicula javanica, Macrobrachium rosenbergii, Oreocromis musambicus, Portunus pelagicus, Hypsiscus plumbea, Moolgarda seheli. Keywords: macrofauna diversity, water quality, Alo river ABSTRAK Untuk kepentingan sehari-hari seperti mencuci baju, mandi, irigasi pertanian dan lain sebagainya. Namun kondisi perairan di sungai tersebut saat ini sudah tidak dapat di manfaatkan lagi untuk kegiatan sehari-hari akibat pembuangan limbah baik dari lapindo ataupun limbah rumah tangga yang di alirkan ke sungai. Limbah tersebut berupa limbah padat dan cair, yang mungkin terdiri atas bahan organik, yang bercaun ataupun tidak beracun. Tujuan dari penelitan untuk mengetahui kualitas perairan dan diversitas makrofauna di dalamnya. Metode penelitian ni menggunakan deskriptif kuantitatif, uji kualitas air sungai menggunakan parameter fisika dan kimia yaitu suhu, pH, DO, BOD, TSS, TDS, salinitas, kecerahan, kedalaman. Diversitas makrofauna Sungai Alo merupakan salah satu sungai yang ada di Sidoarjo, sungai tersebut merupakan cabang dari sungai porong, sepanjang alirannya terdapat pemukiman, pertanian, pertambakan. Sedangkan daerah muaranya menjadi tempat tangkapan ikan. Sungai Alo juga di manfaatkan oleh masyarakat sekitar menggunakan rumus Shannon Winner dan di identifikasi, hasil penelitian menunjukkan spesies makrofauna yang tinggi di dalan perairan tersebut. Speseies yang di temukan antara lain yaitu Trichogaster pectoralis, Caesio chyrsosonus, Anadara granosa, Corbicula javanica, Macrobrachium rosenbergii, Oreocromis musambicus, Portunus pelagicus, Hypsiscus plumbea, Moolgarda seheli. Kata Kunci: diversitas makrofauna, kualitas air, sungai Alo
Prevalensi Infeksi Saluran Kemih (ISK) Pada Pasien Di Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Malang Tahun 2018 Shinta mayangsari; Nour Athiroh AS; Ratna Juniwati Lisminingsih
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 2 (2021): Memperjelas Fenomena
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.606 KB)

Abstract

Urinary tract infections (UTIS) are common infections in hospitals that have a significant function of morbidity and mortality. The pattern of bacterial germs spread from bacteria, fungi that breed in the urinary tract of men and women, children and seniors. UTI's supporting factors of infectious diseases, among others, hypetension, diabetes mellitus, uric acid, medical equipment in hospitals (catheters, pispots, and so forth). The purpose of this study is to calculate the prevalence of urinary tract sufferers and to describe supporting factors of UTI sufferers with accompanying diseases in RSI Unisma year 2018. The study used non-experimental methods and there were 13.9% of ISK prevalence results. Women are more often suffering from ISK compared to men. The causes of UTI, are reviewed in terms of age, type, gender, complaints in the accompanying diseases of UTIS. Keywords : Prevalence, Urinary Tract Infection (UTI), Related Diseases ABSTRAK Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang umum terjadi di rumah sakit berdampak fungsinya angka morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Pola terjangkitnya dari penyebaran kuman bakteri, jamur yang berkembang biak dalam saluran kemih pria maupun wanita dewasa, anak-anak maupun manula. Faktor pendukung ISK dari penyakit penyerta antara lain, hipetensi, diabetes mellitus, asam urat, peralatan medis di rumah sakit (kateter, pispot, dan lain sebagainya). Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung prevalensi penderita saluran kemih dan untuk mendiskripsikan faktor pendukung penderita ISK dengan penyakit penyerta di RSI Unisma tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimental dan terdapat hasil prevalensi ISK sebanyak 13,9 %. Perempuan lebih sering menderita ISK dibandingkan dengan pria. Faktor penyebab ISK, ditinjau dari segi usia, jenis, kelamin, keluhan pada penyakit penyerta pada ISK. Kata Kunci : Prevalensi, Infeksi Saluran Kemih (ISK), Penyakit terkait.
Studi Subkronik.28 Hari: Uji Toksisitas Ekstrak Metanolik Kombinasi Scurulla atropurpurea dan Dendrophthoe pentandra terhadap Kerusakan Fungsi Ginjal Tikus Wistar Betina Malia Anjani; Nour Athiroh AS; Nurul Jadid Mubarakati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 2 (2021): Memperjelas Fenomena
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.141 KB)

Abstract

Mistletoe tea (Scurrula. atropurpurea (Bl.) Dans) and Mistletoe Mango (Dendrophthoe pentandra) are parasitic plants that live on tea and mango plants, very potential as medicines, containing several secondary metabolite compounds such as flavonoids (quercetin). Flavonoids can act as natural antioxidants that can protect the kidneys from free radicals. Damage to kidney function can indicate from creatinine, BUN, urea, and renal histopathology. The.purpose.of.this study was.to determine toxicity of. a combination of. Mistletoe tea. extract and mango mistletoe (EMBTBM) to damage kidney function in female Wistar rats for 28 days, using the true experimental design method. Data on creatinine, bun, urea, and renal histopathology data were analyzed using the ANOVA. test. The number of test animals is 20 female white rats divided into four groups; each group there are five rats. Group.1 a control, then groups 3, and 4. as. treatment. Based on the results of the study showed that statistically significant. between. all groups. was p> 0.05. Therefore,.EMBTBM given to female.rats for.28 days at a dose.of 250 mg/KgBB, 500.mg/KgBB, and.1000 mg/KgBB reduces levels of creatinine, bun, urea and renal cell necrosis, in this case, the administration of EMBTBM tends to be safe and does not cause rise toxic properties in damage to kidney function in female Wistar rats. Keywords: .Subchronic, kidney function, and extract. ABSTRAK Benalu teh (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans) dan Benalu Mangga (Dendrophthoe pentandra) merupakan tanaman parasit yang hidup.menumpang pada tanaman teh dan mangga, sangat berpotensi sebagai obat-obatan, karena mengandung senyawa flavonoid yaitu quercetin dan rutin. Flavonoid berperan sebagai penyedia. antioksidan. alami. yang. melindungi. ginjal dari zat radikal.bebas. Kerusakan.fungsi ginjal diindikasi dari. kadar. kreatinin, BUN, urea, dan histopataologi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui. toksisitas pemberian. kombinasi ekstrak. benalu. teh. dan benalu mangga (EMBTBM) terhadap kerusakan fungsi ginjal pada tikus wistar betina selama 28 hari, dengan metode true eksperimental design. Data kadar kreatinin, bun, urea, dan histopatologi ginjal dianalisis menggunakan uji ANOVA. Penelitian ini menggunakan hewan.coba.berjumlah. 20. ekor. tikus. putih. betina. Hewan coba dibagi. menjadi 4.kelompok denga 5 ekor tikus pada tiap kelompok. Kelompok.1sebagai. kontrol, sementara kelompok. 3 dan 4 diberi perlakuan EMBTBM. Hasil. penelitian. menunjukan bahwa. perbedaan. nilai signifikan. antara. semua. kelompok. yaitu p>0.05..EMBTBM yang disondekan pada tikus wistar betina.selama 28.hari. dengan. dosis yang diberikan yaitu 250. mg/KgBB, 500. mg/KgB, dan 1000. mg/KgBB menurunkan kadar kreatinin, bun, urea dan nekrosis sel ginjal, dalam hal ini pemberian EMBTBM cenderung aman dan tidak menimbulkan sifat toksik pada kerusakan fungsi ginjal tikus wistar betina. Kata Kunci. : Ekstrak, Fungsi ginjal, dan Subkronik.
Daya Dukung Fisik Kegiatan Ekowisata Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang – Jawa Timur Silfi Anggraeni; Luchman Hakim
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 2 (2021): Memperjelas Fenomena
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.594 KB)

Abstract

Kondang Merak Beach is one of the beaches that has the potential for marine ecotourism which has various kinds of tourist activities with an increasing number of visitors. Therefore it is necessary to analyze its physical carrying capacity so that the preservation of natural resources in Kondang Merak can support ecotourism activities in a sustainable. This study aims to analyze the physical carrying capacity of the aquatic and terrestrial ecosystems at Kondang Merak Beach. This study used the observation method with semi-structured interview techniques. Physical carrying capacity data analysis is shown descriptively in tabular form. The results showed that tourism activities utilizing the aquatic ecosystem consisted of diving and snorkeling activities. The value of the physical carrying capacity of the diving activity is 3 people / day and the physical carrying capacity for snorkeling is 40 people / day. In addition, terrestrial tourism has a physical carrying capacity of 1000 people / day. However, the number of visitors can exceed the physical carrying capacity so that it is necessary to limit the number of visitors so that the sustainability of the ecosystem in it can be maintained. Keywords: ecotourism, kondang merak, physical carrying capasity ABSTRAK Pantai Kondang Merak merupakan salah satu pantai yang memiliki potensi ekowisata bahari yang memiliki berbagai macam kegiatan wisata dengan jumlah pengunjung yang terus mengalami peningkatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisis daya dukung fisiknya sehingga kelestarian sumber daya alam di Kondang Merak dapat mendukung aktivitas ekowisata secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung fisik ekosistem akuatik dan terestrial di Pantai Kondang Merak. Penelitian menggunakan metode observasi dengan teknik wawancara semi terstruktur. Analisis data daya dukung fisik ditampilkan secara deskriptif dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan wisata dengan memanfaatkan ekosistem akuatik terdiri dari kegiatan selam dan snorkeling. Nilai daya dukung fisik kegiatan selam yaitu 3 orang/hari dan daya dukung fisik untuk kegiatan snorkeling yaitu sebanyak 40 orang/hari. Selain itu wisata terrestrial memiliki nilai daya dukung fisik sebanyak 1000 orang/hari. Namun, jumlah pengunjung dapat melebihi kapasitas daya dukung fisik sehingga diperlukan pembatasan jumlah pengunjung agar kelestarian ekosistem didalamnya dapat terjaga. Kata kunci: daya dukung fisik, ekowisata, kondang merak
Perbedaan Pertumbuhan Artemia salina Pada Perlakuan Variasi Dosis Pakan Jus Pupa Ulat Sutra (Samia cynthia) Agus Dharmawan; Nurul Hikmah; Mita Larasati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.714 KB)

Abstract

High protein feed are very necessary in the cultivation industry of Artemia salina. One of the proteins sources that can be used is silk worm pupae (Samia cynthia). The aim of this study was to determine the differences in growth of Artemia salina with the treatment of silkworm pupa juice feeding at various doses. This study uses 4 levels of treatment, namely 0.16 ml; 0.33 ml; 0.50 ml and 0.67 ml per liter with 6 replications, which are given daily for 21 days. Abiotic factors of culture media (salinity, temperature, pH, and DO) are controlled and in accordance with the needs of Artemia salina's life. Observation results on the 15th day, 17th day, and 19th day showed that there were differences in the number of Artemia salina due to the treatment of variations in the feed dose of silkworm pupae juice (Samia cynthia) with 0.67 ml feed dosage treatment having the highest average number and significantly different from other dosage treatments. Observations on the 13th day, 15th day and 21st day showed differences in the growth length of Artemia salina due to the variation of the dosage treatment of silkworm pupa juice (Samia cynthia) with 0.50 ml dose treatment having the highest average length and significantly different from other treatments. Keywords: Artemia salina, growth, feed, silkworm pupae ABSTRAK Pakan yang mengandung protein tinggi sangat diperlukan dalam budidaya Artemia salina. Salah satu sumber protein yang dapat digunakan adalah pupa ulat sutra (Samia cynthia). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan Artemia salina dengan perlakuan pemberian pakan jus pupa ulat sutra pada berbagai dosis. Penelitian ini menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu dosis 0,16 ml; 0,33 ml; 0,50 ml dan 0,67 ml per liter dengan 6 ulangan, yang diberikan setiap hari selama 21 hari. Faktor abiotik media kultur (salinitas, suhu, pH, dan DO) terkontrol dan sesuai dengan kebutuhan hidup Artemia salina. Hasil pengamatan hari ke-15, hari ke-17, dan hari ke-19 menunjukkan adanya perbedaan jumlah Artemia salina akibat pemberian perlakuan variasi dosis pakan jus pupa ulat sutra (Samia chyntia) dengan perlakuan dosisi pakan 0,67 ml memiliki retata jumlah tertinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan dosis lainnya. Hasil pengamatan pada hari ke-13, hari ke-15 dan hari ke-21 menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan panjang Artemia salina akibat pemberian perlakuan variasi dosis pakan jus pupa ulat sutra (Samia chyntia) dengan perlakuan dosis 0,50 ml memiliki rerata panjang tertinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan yang lain. Kata kunci: Artemia salina, pertumbuhan, pakan, pupa ulat sutra
Keanekaragaman Plankton pada Kolam Bioflok Yulan Hardias Putri; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.898 KB)

Abstract

Aquatic fertility in biofloc ponds is very dependent on the presence of plankton, an organism that lives floating in aquatic ponds and plays an important role as a source of natural food. This research aim to analyze the abundance and diversity of plankton in biofloc pools fed with probiotics. This study uses survey methods in the form of observations, measurement of water parameters, plankton sampling in biofloc ponds that have been given probiotic treatment at a dose that has been determined by the farmer at a depth of 1m biofloc pool with a diameter of 2m. The statistical analyzed used is the T test to diversity differences in plankton abundance between morning, afternoon and evening. The results obtained as many as 10 genus of phytoplankton and 26 genus of phytoplankton, namely Class 6 Cyanophyceae genus including Synechococcus, Oscilatoria, Choococcus, Spirulina, Microcystis, Scytonema. Chlorophyceae class 6 genus namely Haematococcus, Chlorella, Stigeoclonium, Calodophora, Tetraedon, Pyrobotrys. Bacillariophyceae class 5 genus namely Navicula, Eunotia, Cartuicula, Melosira, Rhaicosphera. Class Trebouxiophyceae 2 genus namely Botryococcus, Dictyosphaerium. The genus Euglenoidea 1 is Euglena. Cryptophyceae class 1 genus is Rhodomonas. Class Charophyceae 2 genus Mougeotia and Cryptomonas. The Zygnematophyceae class contains the Closterium genus. The Cyanophyta class contains the Anacystis genus. The Chrysophyceae class contains Dinobryon genus. From the identification results found Zooplankton with 3 classes and 3 genus namely Branchiopoda class, namely the Holopedium genus. The Maxillopoda class is the Copepoda genus. The Monogononta class is the Ascomorpha genus. The statistical test results showed that the diversity in each test was significantly different. Keywords: Plankton, Probiotics, Biofloc ABSTRAK Kesuburan perairan di kolam bioflok sangat tergantung pada keberadaan plankton yang merupakan organisme yang hidup melayang di kolam perairan dan berperan penting sebagai sumber pakan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelimpahan dan keragaman plankton di kolam bioflok yang diberi probiotik. Penelitian ini menggunakan metode survei berupa pengamatan, pengukuran parameter air, pengambilan sampel plankton pada kolam bioflok yang sudah di beri perlakuan probiotik dengan dosis yang telah di tentukan oleh petani tambak pada kedalaman kolam bioflok 1m dengan diameter 2m. Analisis statistik yang digunakan adalah uji-T untuk mengetahui perbedaan keanekaragaman plankton antara pagi, siang dan sore hari. Hasil penelitian mendapatkan fitoplankton sebanyak 10 kelas dan 26 genus fitoplankton, yaitu Kelas Cyanophyceae 6 genus meliputi Synechococcus, Oscilatoria, Choococcus, Spirulina, Microcystis, Scytonema. Kelas Chlorophyceae 6 genus yaitu Haematococcus, Chlorella, Stigeoclonium, Calodophora, Tetraedon, Pyrobotrys. Kelas Bacillariophyceae 5 genus yaitu Navicula, Eunotia, Cartuicula, Melosira, Rhaicosphera. Kelas Trebouxiophyceae 2 genus yaitu Botryococcus, Dictyosphaerium. Kelas Euglenoidea 1 genus yaitu Euglena. Kelas Cryptophyceae 1 genus yaitu Rhodomonas. Kelas Charophyceae 2 genus Mougeotia dan Cryptomonas. Kelas Zygnematophyceae terdapat genus Closterium. Kelas Cyanophyta terdapat genus Anacystis. Kelas Chrysophyceae terdapat genus Dinobryon. Dari hasil identifikasi ditemukan Zooplankton dengan 3 kelas dan 3 genus yaitu kelas Branchiopoda yaitu genus Holopedium. Kelas Maxillopoda yaitu genus Copepoda. Kelas Monogononta yaitu genus Ascomorpha. Hasil uji statistika menujukan keragaman plankton pada setiap ulangan berbeda nyata. Kata Kunci: Plankton, Probiotik, Bioflok
Penambahan Konsentrasi Antibiotik Monensin dan Efeknya Terhadap Performa Ayam Broiler (Gallus gallus domestica) Hanim Nur Afifah; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 2 (2021): Memperjelas Fenomena
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.087 KB)

Abstract

Broiler chicken is one of the poultry farms whose growth is fast, can meet the needs of meat in the community. To accelerate chicken growth, addition of Antibiotic Growth Promoter (AGP) was added to the beverage. This study aims to analyze the effect of monensin antibiotic administration on weight gain. The research method uses a Completely Randomized Design (CRD), consisting of 4 treatments and 6 replications. P0 Treatment (Control): Basal ration + Water boiled in 1 liter; P1: Basal ration + Boiled water + 0.1 gr / day Antibiotic Monensin in 1 liter of water; P2: Basal ration + Boiled water + 0.5 gr / day Antibiotic Monensin in 1 liter of water; P3: Basal ration + Boiled water + 1 gram / day Antibiotic Monensin in 1 liter of water. Data analysis used ANOVA one way variance and continued with the Least Significant Difference Test (LSD) with a confidence level of 5%. The results of the study by giving various concentrations of monensin antibiotics to broilers had significantly affected ration conversion, drinking water consumption and final weight. The administration of 1 gram monensin antibiotic concentration tends to be better for ration consumption, body weight gain, drinking water consumption and final weight of broiler chickens compared to lower concentrations or controls. Keywords: Broiler Chicken, Monensin, Performance ABSTRAK Ayam broiler merupakan salah satu usaha ternak unggas yang pertumbuhannya cepat, dapat memenuhi kebutuhan daging dimasyarakat. Untuk mempercepat pertumbuhan ayam dilakukan penambahan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada minuman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian antibiotik monensin terhadap penambahan berat badan ayam. Metoda penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan P0 (Kontrol): Ransum Basal + Air yang direbus dalam 1 liter; P1 : Ransum Basal + Air yang direbus + 0,1 gr/hari Antibiotik Monensin dalam 1 liter air; P2 : Ransum Basal + Air yang direbus + 0,5 gr/hari Antibiotik Monensin dalam 1 liter air; P3 : Ransum Basal + Air yang direbus + 1 gr/hari Antibiotik Monensin dalam 1 liter air. Analisa data menggunakan sidik ragam ANOVA one way dan dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian dengan pemberian berbagai konsentrasi antibiotik monensin terhadap ayam broiler berpengaruh nyata terhadap konversi ransum, konsumsi air minum dan bobot akhir. Pemberian konsentrasi antibiotik monensin 1 gr cenderung lebih baik untuk konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konsumsi air minum dan bobot akhir ayam broiler dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih rendah maupun kontrol. Kata kunci: Ayam Broiler, Monensin, Performa