cover
Contact Name
ARI HAYATI
Contact Email
ari.hayati@unisma.ac.id
Phone
+62341- 551932
Journal Mail Official
biosaintropis@unisma.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha FMIPA Unisma Gedung Usman bin Affan Kompleks Unisma Jl. MT Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic)
ISSN : 23382805     EISSN : 24609455     DOI : https://doi.org/10.33474/e-jbst.v7i2.305
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ini mengkaji fenomena dan temuan penelitian di bidang biologi dan ilmu-ilmu dasar (sains) lainnya serta bidang studi di wilayah tropis. Jurnal ini ditujukan untuk menemukan solusi alternatif dalam perkembangan ilmu biologi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Dunia.
Articles 270 Documents
Potensi Kadar Air terhadap Pembusukan Surimi Ikan Layang (Decapterus russelli) setelah dibekukan Antika muliapriliyani; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 3 (2018): Lingkungan Hidup dan Konsep di Masyarakat Manusia
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.56 KB)

Abstract

Surimi is a lump of meat that has undergone a process of washing, pressing, and freezing. Water content contained in fish is the main factor causing damage to food. The higher the water content of a food the greater the likelihood of damage. This study aims to analyze the water content found in surimi of Indian Scad before and after being frozen, and the potential of decomposition. This research uses experimental method with treatment that is, surimi (processed semi-finished) gliders before frozen and after frozen and each treatment using five replications. Water content analysis was used technical oven-gravimetry. The results showed that the average water content before freezing was 67.48% and after freezing was 71.9%. Surimi which was frozen for seven days increased water content by 4.42%, the value showed a significant difference, thus after frozen storage had significant effect on surimi water content of Indian Scad. High moisture levels in frozen fish surimi that have been frozen storage have the potential to accelerate the growth of bacteria so that surimi can not last longer. Keywords: water content, surimi, Indian scad, decomposition potential ABSTRAK Surimi adalah lumatan daging yang telah mengalami proses pencucian, pengepresan, dan pembekuan. Kadar air yang terkandung di dalam ikan merupakan faktor utama penyebab kerusakan bahan pangan. Semakin tinggi kadar air suatu bahan pangan maka semakin besar kemungkinan kerusakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar air yang terdapat pada surimi ikan layang sebelum dan sesudah dibekukan, serta potensi pembusukkannya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan yaitu, surimi (olahan setengah jadi) ikan layang sebelum dibekukan dan sesudah dibekukan dan masing-masing perlakuan menggunakan lima kali ulangan. Analisis kadar air menggunakan cara oven-gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar air sebelum dibekukan yaitu 67,48% dan sesudah dibekukan yaitu 71,9%. Surimi yang dibekukan selama tujuh hari mengalami peningkatan kadar air sebesar 4,42 %, nilai tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan demikian setelah penyimpanan beku berpengaruh nyata terhadap kadar air surimi ikan layang. Kadar air yang tinggi pada surimi ikan layang yang telah mengalami penyimpanan beku berpotensi mempercepat tumbuhnya bakteri sehingga surimi tidak tahan lebih lama. Kata kunci : kadar air, surimi, ikan layang, potensi pembusukan
Kajian Potensi Wisata dan Persepsi Wisatawan terhadap Pengembangan Wisata di Hutan Kera Nepa Desa Batioh, Banyuates Sampang Amalia Kamelia; Saimul Laili; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 3 (2018): Lingkungan Hidup dan Konsep di Masyarakat Manusia
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.687 KB)

Abstract

The aim of research is to know the tourism potential and the perception of tourists toward Kera Nepa forest in Batioh village of Banyuates district of Sampang Regency. This research use descriptive method, technical survey, and was conducted to observe the potential of tourism and questionnaires to determine the perception of tourists and using strategy of SWOT analysis. The Kera Nepa forest there are potential of plants, unique animals and natural potential. The perception of tourists about the Kera Nepa forest has beautiful panorama, cool, still original and the monkey population is reduced due to the number of tourists visiting with the highest value of 2.93 (high category). The perception of tourism development with the principle of ecotourism is the lowest value of 2.43 (medium category). SWOT analysis on strategy result 13 formulation that is optimizing ODTWA, cooperation with stakeholders, community empowerment, intensive promotion, attractive tourism product, improvement of investment climate, cooperation in tourism area security, motivating society in making home industry, surveillance to visitor, memorial to visitors not to disturb the long-tailed monkey habitat, innovate in the packaging of tourism products, the development of eco-tourism potential, provide guidance of public to the importance of tourism area. Keywords: tourism potential, perception of tourist, SWOT ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui potensi wisata dan persepsi wisatawan tentang kawasan wisata Hutan Kera Nepa Desa Batioh Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif teknik survei yaitu observasi untuk mengetahui potensi wisata dan kuesioner persepsi wisatawan terhadap kawasan wisata serta menggunakan analisis strategi yaitu analisis SWOT. Pada kawasan Hutan Kera Nepa terdapat potensi tumbuhan, satwa unik dan potensi alam. Persepsi wisatawan tentang Hutan Kera Nepa mempunyai panorama indah, sejuk, masih asli dan populasi monyet berkurang akibat banyaknya wisatawan yang berkunjung mempunyai nilai tertinggi yaitu 2,93 (kategori tinggi). Persepsi tentang pengembangan wisata dengan prinsip ekowisata dengan nilai terendah yaitu 2,43 (kategori sedang). Analisis SWOT tentang strategi menghasilkan 13 rumusan yaitu mengoptimalkan ODTWA, kerjasama dengan stakeholders, pemberdayaan masyarakat, promosi secara intensif, produk wisata menarik, peningkatan iklim investasi, bekerjasama dalam keamanan kawasan wisata, motivasi dalam pembuatan industri rumah tangga, pengawasan terhadap pengunjung, peringatan terhadap pengunjung untuk tidak mengganggu habitat monyet ekor panjang, berinovasi dalam pengemasan produk wisata, pengembangan potensi obyek wisata ramah lingkungan, pembinaan masyarakat pentingnya keberadan kawasan wisata. Kata kunci : Potensi Wisata, Persepsi Wisatawan, SWOT
PERSEPSI MASYARAKAT TRADISIONAL PULAU MANDANGIN KABUPATEN SAMPANG TERHADAP TANAMAN MIMBA (Azadirachta indica Juss) Faizah Shodirun; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.933 KB)

Abstract

Plant of neem (Azadirachta indica Juss) is one kind of plant that is quite known by the people of Indonesia. Neem is a multipurpose plant, among other things wood for building materials and home furnishings, ornamental plants, fodder or protective curbs and soil conservation. Ethnobotany is the science of botany that studies on the use of herbs in everyday use and indigenous tribes. This study aims to determine the public perception Mandangin in utilizing plants Neem in the area of traditional societies Mandangin. Research method use descriptive method (qualitative) by jumping directly to the field or community Mandangin for data retrieval. Qualitative research aims to obtain a full picture about something humanly studied. The results showed in the community based on community respondents who once planted a neem plant in the neighborhood of 5% the percentage obtained frequently and tend intensive, 13.3% often, 35% rarely and 46% never and based on interviews with respondents note that the use of plants that used as medicine by people Mandangin done in two categories, namely as a drug outside and inside. Regarding how the use of plants as medicines classified into threes, namely: Boiled drinking water with a percentage of 65%; pounded, affixed with a percentage of 23%; warmed, affixed with a percentage of 12%.Tanaman mimba (Azadirachta indica  juss) merupakan salah satu jenis tanaman yang cukup di kenal oleh masyarakat Indonesia. Mimba merupakan tanaman serbaguna, anatara lain kayunya untuk bahan bangunan dan perabot  rumah  tangga sebagai tanaman hias, pakan ternak atau pelindung di tepi jalan dan untuk konservasi tanah. Etnobotani merupakan ilmu botani yang mempelajari tentang pemanfaatan tumbuh-tumbuhan dalam keperluan sehari-hari dan adat suku bangsa. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui persepsi masyarakat Mandangin dalam memanfaatkan tanaman mimba (Azadirachta Juss) pada daerah masyarakat tradisional Mandangin Metode penelitian ini menggunakan Metode deskriptif (kualitatif) dengan cara terjun langsung ke lapangan atau masyarakat Mandangin untuk pengambilan data. Penelitian kualitatif bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia  yang  diteliti. Hasil penelitian menunjukkan pada masyarakat berdasar responden masyarakat yang pernah menanam tanaman mimba di lingkungan didapatkan presentase 5% sering dan cenderung intensif, 13,3% Sering, 35% Jarang dan 46% tidak pernah dan berdasarkan hasil wawancara dengan responden diketahui bahwa dalam pemanfaatan tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh masyarakat Mandangin dilakukan dengan dua kategori yaitu sebagai obat luar dan dalam. terkait cara pemanfaatan tumbuhan sebagai obat digolongkan menjadi tiga, yaitu: Direbus, dimimun airnya dengan presentase 65%;ditumbuk, ditempelkan dengan presentase 23%; dihangatkan, ditempelkan dengan presentase 12%.
PERANAN PENAMBAHAN BAP DAN NAA PADA PERTUMBUHAN KALUS KEDELAI (Glycine max Merr) MENGGUNAKAN MEDIA B5 Hesti Nofanda; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.498 KB)

Abstract

Soybean is known as a protein source for the nutrient content and protein content is very important and safe for consumption. The main cause is the decline in the quality of production of soybean production and pest attack. One way that is optimal for the regeneration of callus into shoots, therefore the researchers performed regeneration method callus into shoots through the stages in vitro. This method is by way of regeneration through callus through stages of organogenesis and embryogenesis. The resultof this study use experimental method and data analysis ANOVA test for a completely randomized design (CRD). Deuteronomy done three times, each given a BAP concentration control, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm and given the concentration control NAA, 0.2 ppm, 0.3 ppm, 0.4 ppm. Callus has been through the stages of subculture undergo different color changes this because the callus change  color because  there changes in pigment, light, part of the plant used as explants. This is due to inadequate nutrition which is in the media so that a callus treatment discoloration. The result showed that the concentrations of different hormones that give different results in the formation of callus. Callus formation varied between PGR concentration tested. The result of descriptive analysis showed that the average value of each treatment has not difference obvious. The result of ANOVA test obtained significance value of 0.99 and a significance value> α of 5%, the decision was taken H0is accepted, which there is no any significance difference of the four treatment groups.Regenerasi kalus dalam kultur jaringan, hal ini dapat berupa regenerasi kalus menjadi tunas dalam tahapan in vitro. Dalam regenerasi melalui kultur jaringan ada tahapan – tahapan organogenesis dan embriogenesis. Metode eksperimen dilakukan dalam penelitian, denganRancangan Acak Lengkap (RAL) sedangkan data dianalisismenggunakan uji anova. Penambahan BAP dan NAA berbagai kosentrasi BAP, kontrol; 2 ppm ; 3 ppm ; 4 ppm dan kosentrasi NAA, kontrol; 0,2 ppm; 0,3 ppm; 0,4 ppm.induksi kalus dilakukan dengan menggunakan hormon 2,5-D 4 ppm dalam media B5.BAP dan NAA dilakukan dalam subkultur dari kalus yang terbentuk. Hasil penelitian ini terlihat bahwa pertumbuhan kalus yang semula berwarna putih terjadi perubahan. Perlakuan BAP 3 ppm dan NAA 0,3 ppm kalus berubah menjadi hijau, hal ini menunjukkan warna hijau akan tumbuh menjadi tunas. Ternyata pemberian kosentrasi yang berbeda akan menghasilkan variasi warna maupun struktur kalus. Ternyata perlakuan kontrol menunjukkan warna hijau dengan struktur kompak, sedangkan perlakuan BAP 4 ppm dan NAA 0,4 ppm bewarna coklat kekuningan dengan struktur remah. Secara deskriptiv berat maupun diameter mengalami peningkatan pada BAP 4 ppm dan NAA 0,4 ppm mengalami peningkatan dari 0,63 g menjadi 4,21 g dan mengalami peningkatan diameter sebesar 0,38 g menjadi 0,67 g dibandingkan dengan perlakuan kontrol tidak mengalami peningkatan. Sehingga hasil yang terbaik pada kombinasi BAP 4 ppm dan NAA 0,4 ppm. pada hasil uji anova menunjukkantidak adanya perbedaan signifikan pada 4 kelompok perlakuan tersebut.
PENENTUAN KUANTITAS SEL Saccharomyces cerevisiae DENGAN TURBIDIMETRI Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 2 (2017): Dunia Makhluk Hidup Mikro dan Makro
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.535 KB)

Abstract

The purpose of this research is first, study turbidity levels that consistent of fungal cell suspensions form of Saccharomyces cerevisiae with turbidimeter instrument. Second, to obtain the S cerevisiae cells quantity using visible spectrophotometer instrument at a wavelength of 600 nm. Third, to obtain a significant linear between the number of S cerevisiae cells and the absorption of that spectrum result of spectrophotometer instruments and quantity of cells with turbidity. Research using randomized block design experiment. The variables in the study consisted of: independent variable of amount suspended cells that have different types and levels of concentration are shown turbidity (NTU) and the criteria on the interval readings% T 20-80 wavelength spectrum of 600 nm as the fulfilment of the law of Lambert-Beer; dependent variable is the number of cells per volume. Using a statistical analysis of covariance to test the consistency of the group replicates, each of which has a regression relationship. The experiments were performed with the replication of the type of granule cells 2 x 10 times and totalling 40 units. Turbidity caused by Saccharomyces cerevisiae cells have a consistent characters such as the use of its interaction with a wavelength of 600 nm spectrum that meets the Lambert-Beer law. Four replications follow the covariance analysis showed every value of slopes is not different. Linear equation between the quantity of cells and light of turbidimeter by light scattering in this study did not result yet in the value of accuracy that expected.Keywords: Saccharomyces cerevisiae cell, a wavelength of 600 nm, turbidityABSTRAKTujuan penelitian adalah pertama, mempelajari tingkat kekeruhan yang konsisten bentuk suspensi sel jamur Saccharomyces cerevisiae dengan instrumen Turbidimeter. Kedua, mendapatkan kuantitas sel S cerevisiae menggunakan instrumen spektrofotometer sinar tampak pada panjang gelombang 600 nm. Ketiga, mendapatkan sifat linier yang nyata antara jumlah sel S cerevisiae dan serapan spektrum tersebut hasil kerja instrumen spektrofotometer dan kuantitas sel dengan kekeruhan pada turbidimeter.Penelitian menggunakan metode eksperimen rancangan acak kelompok. Variabel dalam penelitian terdiri atas: Variabel bebas jumlah padatan tersuspensi yang mempunyai jenis dan tingkat konsentrasi berbeda ditunjukkan kekeruhan (NTU) dan memiliki kriteria pada selang pembacaan %T 20 – 80 spektrum panjang gelombang 600 nm sebagai pemenuhan hukum Lambert-Beer; variabel tergantung yaitu jumlah sel tiap volume.Menggunakan analisis statistik kovariansi untuk menguji konsistensi kelompok ulangan yang masing-masing memiliki hubungan regresi. Percobaan dilakukan dengan replikasi jenis granul sel 2 x 10 kali dan keseluruhan berjumlah 40 unit.Kekeruhan yang ditimbulkan oleh sel Saccharomyces cerevisiae mempunyai karakter konsisten seperti penggunaan interaksinya dengan spektrum panjang gelombang 600 nm yang memenuhi hukum Lambert-Beer. Setiap ulangan yang dilakukan menghasilkan slope yang sama. Persamaan linier antara kuantitas sel dan cahaya lampu turbidimeter dengan hamburan cahaya dalam penelitian ini belum menghasilkan nilai ketepatan yang diharapkan.Kata kunci: Sel Saccharomyces cerevisiae, panjang gelombang 600 nm, kekeruhan
Etnobotani Delima (Punica granatum L) di Desa Gulbung Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang Madura Fitria Fitria; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 3 (2018): Lingkungan Hidup dan Konsep di Masyarakat Manusia
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.006 KB)

Abstract

This research aims to know the perceptions of the public about the benefits of pomegranate plant and distribution aspects of the pomegranate plant conservation in the Gulbung village of Pengarengan district of Sampang Regency. This research uses descriptive exploratory methods include: library studies, pomegranate plant observations, interviews, analysis of the data. To find out the public perception about the pomegranate conducted interviews with respondents using a questionnaire. The results of this study suggest that the public perception of Gulbung village of Pengarengan district of Sampang Regency, pomegranate plants utilize a variety of daily necessities, as food, traditional medicine, ritual and plant a fence or ornamental plants. The public perception of the village of Gulbung about the pomegranate plants as medicine 48%, while some use as an ingredient in food 18%, 32% ofornamental plants and 2% ritual. In the aspect of conservation, namely the cultivation of Pomegranate plant appears to 68% of the public often do, besides plant 50% and make use of 56%. This plant part often used by the public is the form of fruit and seeds 54% as medicine and foodstuffs, 28% leaf used as medicines dan18% pomegranate stem used as wood fuel. The source of the knowledge obtained from parents or ancestors of hereditary. The pomegranate plant is located in the village of Gulbung there are two hamlets the Larangan hamlet of 61.54% and 3.5% in the Tampengan including at least compared to the Larangan hamlet. Keywords: Etnobotani, potention of Punica granatum L, perception of the community. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang manfaat tanaman delima dan distribusi aspek konservasi tanaman delima di Desa Gulbung Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif meliputi: studi pustaka, pengamatan tanaman delima, wawancara, analisis data. Untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai delima dilakukan wawancara dengan responden menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Desa Gulbung Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang memanfaatkan tanaman delima berbagai macam keperluan sehari-hari, mulai dari bahan pangan, obat tradisional, ritul dan tanaman pagar atau tanaman hias. Persepsi masyarakat Desa Gulbung tentang tanaman delima sebagai obat 48% paling tinggi, disamping itu ada yang menggunakan sebagai bahan pangan 18%, 32% tanaman hias dan ritual 2%. Dalam aspek konservasi yaitu pembudidayaan tanaman delima nampak 68% masyarakat sering melakukannya, disamping menanam 50% dan memanfaatkan 56%. Bagian yang sering digunakan oleh masyarakat berupa buah dan biji 54% sebagai obat dan bahan pangan, daun 28% digunakan sebagai obat, dan 18% batang delima sebagai bahan bakar. Sumber pengetahuan masyarakat diperoleh dari nenek moyang atau orang tua secara turun temurun. Tanaman delima yang terdapat di Desa Gulbung persebaran terdapat di dua dusun yaitu Dusun Larangan 61,54% dan Dusun Tampengan 3,5% termasuk paling sedikit dibandingkan dengan Dusun Larangan. Kata kunci : Etnobotani, potensi Punica granatum L, persepsi masyarakat
Persepsi Masyarakat Terhadap Perilaku Yang Memicu Terjadinya Hipertensi Di Desa Tanjung Ori Kecamatan Tambak Bawean Tahun 2016 Aisyah Aisyah; Nour Athiroh; saimul laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 3 (2018): Lingkungan Hidup dan Konsep di Masyarakat Manusia
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.87 KB)

Abstract

Hypertension is non-communicable disease (PTM), which become the main cause of dead in Indonesia. Uganda society shows that prevalence of hypertension in the urban area is higher than rural communities, those are 23% in urban area and 21% in the rural. The habituation of Bawean communities has unhealthy life-style which is seen from food consumption role and habit of daily life. The aimed of this research was to know perception of communities of the trigger of hypertension in Tambak Bawean, in the Tanjung Ori village Tambak, Bawean Island. The method used in this research is descriptive qualitative and quantitative and used survey techniques and cross sectional design. Determination of respondent used purposive sampling method, which is taken from Puskesmas of Tambak Bawean by 100 respondents. Then data is analysed using SPSS version 15. The result showed that the perception of communities in Tanjung Ori village to all respondents both of male and female 80% have unhealthy life-style, it can be known by consuming food and daily life-style. From knowledge aspects that relate to the health also have minimum knowledge. Most of them are uncared about their health. Keywords: Perception, Behavior and Hypertension ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi penyebab kematian utama terbanyak di Indonesia. Masyarakat Uganda menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di wilayah perkotaan lebih tinggi dibandingkan masyarakat pedesaan, yaitu 23,6% di perkotaan dan 21% di pedesan. Kebiasaan masyarakat Bawean memiliki gaya hidup yang tidak sehat yang dilihat dari pola kunsumsi makanan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemicu terjadinya hipertensi di Tambak Bawean desa Tanjung Ori Kecamatan Tambak Pulau Bawean. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dan digunakan teknik survey dan rancangan potong lintang. Penentuan responden menggunakan metode purposive sampling yang diambil dari data Puskesmas Tambak Bawean dengan jumlah 100 responden. Kemudian data dianalisis menggunakan SPSS versi 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat di desa Tanjung Ori untuk semua responden baik perempuan dan laki-laki 80% masyarakat desa Tanjung Ori memiliki gaya hidup yang tidak sehat, hal tersebut diketahui dari konsumsi makanan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Aspek pengetahuan yang berkaitan dengan masalah kesehatan masyarakat juga memiliki pengetahuan yang sangat minim, kebanyakan dari mereka tidak terlalu perduli terhadap kesehatan. Kata kunci: Persepsi, Perilaku dan Hipertensi
PERASAN MACAM BUAH ANGGUR (Vitis vinivera L.) SEBAGAI PENETRALISIR MERKURI (Hg) DENGAN METODE UVAL Siti Marhumah; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.043 KB)

Abstract

Mercury (Hg) is heavy metal can be free radicals and in nature are toxic if accumulates excessive in the human body. Grape (Vitis vinifera) is plants which can overcome negative impact because it contains vitamin C as antioxidant and capable of preventing free radicals .There are different types of grapes (red , black , and green) that have the vitamin C in contrast to the potential of Hg neutralization. This research aims to review the role of grapes on the most effective in decreasing free radicals and grape is most potent as mercury neutralization in 10 ppm HgCl2 solution using Uval tested methods. The design used the two factors experiment. First, it is concentration of grapes; 1 % , 2 % , 3 % , 4 % , 5 % , and 6%. The second factor is kind of grapes (red, black and green). Control is HgCl2 10 ppm cause full black circle of spot. Data analysed a sort of descriptive set quantitative and qualitative to circle of spot according to the scale 1-6 and measuring area of spot on aluminium foil. The result showed red grape has smallest area of black spot at 4%. Red, black, and green grapes have influence as mercury neutralization and no black spot area on aluminium foil or clean in 5 % concentration.Merkuri (Hg) merupakan logam berat yang dapat menjadi radikal bebas dan bersifat toksik jika terakumulasi berlebihan dalam tubuh manusia. Anggur (Vitis vinifera L) merupakan tanaman yang dapat mengatasi dampak negatif tersebut karena mengandung vitamin C sebagai antioksidan dan mampu menangkal radikal bebas. Ada beberapa jenis buah anggur (anggur merah, anggur hitam, dan anggur hijau) yang kandungan vitamin C nya berbeda dengan potensi penetralisir yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran buah anggur pada konsentrasi yang paling efektif dalam menimalisir radikal bebas dan anggur paling berpotensi sebagai penetralisir merkuri pada larutan HgCl2 10 ppm dengan menggunakan metode uji UVAL. Metode percobaan digunakan eksperimental dengan 2 faktor. Pertama konsentrasi dari buah anggur; 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, dan 6%. Faktor kedua jenis anggur (anggur merah, anggur hitam dan anggur hijau). Sebagai kontrol adalah HgCl2 10 ppm menyebabkan lingkaran noda hitam penuh. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif  kepada noda berdasarkan skala 1-6 dan mengukur luas noda pada alumunium foil. Hasil penelitian menunjukkan pada anggur merah memiliki luas noda hitam paling kecil pada konsentrai 4%. dari semua anggur yaitu anggur merah, anggur hitam, dan anggur hijau berpengaruh sebagai penetralisir merkuri dan tidak ada noda hitam pada aluminium foil atau bersih pada konsentrasi 5%.
KAJIAN PEMBERIAN KOLKISIN DENGAN METODE TETES TERHADAP PROFIL POLIPLOIDI TANAMAN ZAITUN (Olea europaea) Dewi Rahayu Saraswati; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 2 (2017): Dunia Makhluk Hidup Mikro dan Makro
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.949 KB)

Abstract

The olive (Olea europaea) included in the family Oleaceae. Olive (Olea europaea) has 2n = 46 chromosomes. Accelerated evolution in higher plants can be characterized by an increase in the number of chromosomes as a result of polyploidy. Polyploidy can be done by duplicating the number of chromosomes and this can be caused by several antimitotic agent and the most common of which is colchicine. Colchicine many successfully used to obtain polyploidy in Olive plants for increasing secondary metabolite ingredients. This study aims to determine chromosome profiles olive plants after administration concentration of colchicine 0 %, 0.25 %, 0.50 %, 0.75 % and 1 % using drip method. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results showed that administration of colchicine with a drip method can affect the olive plant chromosome profile. Observations at a concentration of 1 % indicate that chromosomes in the concentrations seen more. It can be used as an indication of polyploidy in Olive plants. Keywords: Polyploidy, Olives, Colchicine.ABSTRAKPohon zaitun (Olea europaea) termasuk ke dalam famili Oleaceae. Zaitun (Olea europaea) memiliki kromosom 2n = 46. Evolusi yang dipercepat pada tanaman tingkat tinggi dapat ditandai oleh bertambahnya jumlah kromosom sebagai hasil poliploidi. Kromosom dapat diduplikasi melalui mutasi sehingga memunculkan peristiwa poliploidi. Poliploidi dapat dilakukan dengan menggunakan kolkisin sebagai agen antimitosis. Kolkisin telah banyak digunakan untuk memperoleh poliploidi pada tanaman zaitun untuk meningkatkan kandungan metabolit sekundernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kromosom tanaman zaitun setelah pemberian konsentrasi kolkisin 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75% dan 1% dengan menggunakan metode tetes. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian kolkisin dengan metode tetes dapat mempengaruhi profil kromosom tanaman zaitun. Hasil pengamatan pada konsentrasi 1% menunjukkan bahwa kromosom pada konsentrasi tersebut cenderung lebih banyak. Hal ini dapat digunakan sebagai indikasi adanya poliploidi pada tanaman zaitun. Kata Kunci: Poliploidi, zaitun, kolkisin
PEMBERIAN EKSTRAK METANOLIK Scurrula atropurpurea (BI) Dans SECARA SUBKRONIK TERHADAP PROTEIN TOTAL DAN ALBUMIN TIKUS BETINA Fatimah Abdul Sammad; Nour Athiroh AS; Hari Santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 2 (2017): Dunia Makhluk Hidup Mikro dan Makro
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.367 KB)

Abstract

Parasites species of Scurrula atropurpurea (Bl) Dans is plants parasitic on tea tree (Thea sinensis L). Extract of parasites species containing sixteen of bioactive substances. Attention preparation security test need to undergone a toxicity sub-chronic to see the biochemical reactions (protein total and albumin). Using clinical biochemistry parameter as an indicator of the damaged hepar. Research aim is to understand the provision influence of Scurrula atropurpurea (Bl) Dan metanolic extract toward levels of a total protein and albumin serum in female mice for 28 days. A method use true experiment with complete random design. EMSA were presented in mice for 28 days (sub-chronic). The number of mice is 20 and divided into 4 groups; one group as control and three groups have different doses of EMSA. Level of a protein total and albumin in serum of mice examined. The group directly compared to the control then done data analysis of ANOVA in SPSS 17. The analysis shows the treatment is not significant difference (P>0.05) with control. Provision of doses 250 mg/kg body weight (BW), 500 mg/kg BW and 1000 mg/kg BW are not influence toward levels of a total protein and albumin in serum of mice.Keywords: sub-chronic, total proteins and albuminABSTRAKEkstrak tanaman benalu Scurulla atropurpurea Bl. Dans memiliki enam belas bahan bioaktif dan tumbuh pada pohon teh (Thea sinensis L). Protein Total dan Albumin digunakan untuk melihat reaksi biokimia yaitu perhatian kepada keamanan sediaan uji dan perlu dilakukan uji toksisitas subkronik. Penggunaan parameter biokimia klinis adalah indikator adanya kerusakan hepar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak metanolik Scurrulla atropurpurea (Bl) Dans terhadap kadar Protein Total dan albumin serum tikus betina selama 28 hari. Jenis penelitian ini adalah True Experimental Design dengan rancangan Acak Lengkap. EMSA dipaparkan pada tikus selama 28 hari (subkronis) dengan jumlah tikus sebanyak 20 ekor dan dibagi menjadi empat kelompok; satu kelompok sebagai kontrol dan tiga kelompok mempunyai dosis EMSA yang berbeda. Serum tikus diperiksa tingkat kadar Protein Total dan Albumin. Kelompok perlakuan langsung dibandingkan dengan kontrol kemudian analisis data menggunakan ANOVA pada SPSS 17. Analisis ANOVA pada perlakuan tidak berbeda nyata (p>0,05) dengan kontrol, hal ini menunjukkan bahwa pada pemberian dosis 250 mg/kg berat badan (BB), 500 mg/kg BB dan 1000 mg/kg BB tidak berpengaruh terhadap kadar Protein Total dan Albumin serum tikus.Kata Kunci : Subkronik, Protein Total dan Albumin

Page 4 of 27 | Total Record : 270