cover
Contact Name
ARI HAYATI
Contact Email
ari.hayati@unisma.ac.id
Phone
+62341- 551932
Journal Mail Official
biosaintropis@unisma.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha FMIPA Unisma Gedung Usman bin Affan Kompleks Unisma Jl. MT Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic)
ISSN : 23382805     EISSN : 24609455     DOI : https://doi.org/10.33474/e-jbst.v7i2.305
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ini mengkaji fenomena dan temuan penelitian di bidang biologi dan ilmu-ilmu dasar (sains) lainnya serta bidang studi di wilayah tropis. Jurnal ini ditujukan untuk menemukan solusi alternatif dalam perkembangan ilmu biologi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Dunia.
Articles 270 Documents
Uji Kandungan Senyawa Aktif Minuman Jahe Sereh (Zingiber officinale dan Cymbopogon citratus) Anti Wulan Yuliningtyas; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.962 KB)

Abstract

Ginger and lemongrass are both natural ingredients that are often used for spices in making various dishes. Ginger and lemongrass have a delicious smell and sting and can warm the body. Lemongrass ginger drink presents a flavor that is able to warm the body and make the body more fit and healthy. The purpose of this study determine the content of active compounds contained in lemongrass ginger drink (Zingiber officinale and Cymbopogon citratus). The research method used is experimental method using a combination of rhizome of ginger and lemongrass stem using 3 comparison that is 1: 1; 1: 2; and 2: 1 consist of 3 treatments and 4 replications with color scoring using newton reversed circle reversed circle reference and data analysis performed using Pearson correlation test. Lemongrass ginger drinks (Zingiber officinale and Cymbopogon citratus) contain active compounds in the form of alkaloids, flavonoids, and saponins and there are no quinons and no tannins. Correlation between alkaloid compounds (reagent dragendrof) 1: 2 with 1: 1 flavonoid compound alleged lemongrass ginger drink efficacious as anti-inflammatory, analgesic and correlation between saponin 1: 2 compounds with alkaloid (reagent dragendrof) 1: 1 allegedly efficacious as anti-inflammatoryLemongrass ginger drink in addition to efficacious as a body warmer drink is also thought to be nutritious to refresh the body. Keywords: Ginger, lemongrass, the active compound ABSTRAK Jahe dan sereh merupakan kedua bahan alami yang sering dipergunakan untuk bumbu dalam membuat berbagai masakan. Jahe dan sereh memiliki aroma sedap dan menyengat serta dapat menghangatkan tubuh. Minuman jahe sereh menyuguhkan rasa yang mampu menghangatkan tubuh dan membuat tubuh semakin bugar. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui kandungan zat aktif yang ada pada minuman jahe sereh (Zingiber officinale dan Cymbopogon citratus). Metode penelitian adalah metode eksperimen menggunakan kombinasi dari perasan rimpang jahe dan batang sereh sebagai variabel bebas; terdiri atas tiga perlakuan dan empat ulangan. Variabel terikat adalah intensitas warna hasil reaksi dan diberi skor warna menggunakan referensi lingkaran cincin newton skala terbalik dan analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson. Minuman jahe sereh (Zingiber officinale dan Cymbopogon citratus) terdapat senyawa aktif berupa alkaloid, flavonoid, dan saponin dan tidak terdapat senyawa kuinon dan tanin. Korelasi pertama diduga minuman jahe sereh berkhasiat sebagai antiinflamasi, analgesik dan korelasi kedua diduga berkhasiat sebagai antiinflamasi. Minuman jahe sereh selain berkhasiat sebagai minuman penghangat badan juga diduga berkhasiat untuk menyegarkan tubuh. Kata kunci : Jahe, sereh, Senyawa aktif
Kajian Subkronik 28 Hari Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea terhadap Kadar Laktat Dihidrogenase Tikus Betina Siti Imama Khoiriyah; Nour Athiroh; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.464 KB)

Abstract

Lactate Dihydrogenase (LDH) enzyme levels can detect physiological changes in the body. LDH has 5 isoenzymes (LDH1, LDH2, LDH3, LDH4, LDH5) that is almost all the cells metabolism. LDH is one of an enzyme which is found in the blood serum in the heart. On specification of the heart there are LDH1 and LDH2. Heart muscle damage can be detected with an indicator of increased LDH levels. The aim of this research is to know the toxic effect of Metabolic Extract Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans (MESA) on female wistar rats (Rattus norvegicus) subcronic for 28 days. The design of this research is True Experimental Design with Completely Randomized Design (RAL). MESA described 5 times a week for 28 days to tailed rat wistar female and divide into 4 treatment, 1treatment as control and 3 treatment as those who are doses different MESA the 250 mg/KgBW, 500 mg/KgBW and 1000 mg/KgBW. The rat in acclimatization for approximately 7 days before given the treatment. After 28 days, the animal tried in surgery and taken blood serum to test the levels of LDH. The results of LDH levels of the treatment were compared with the control. The results showed that the serum rat LDH concentration increased at 1000 mg/KgBW dose compared to control, but after the ANOVA test showed that the treatment rats were not significantly different from the rat control, meaning that MESA had no effect on the serum rat LDH females and no toxic effects are generated so that MESA is safe. Keywords: LDH, Heart, Scurrula atropurpurea, Subcronic. ABSTRAK Kadar enzim Laktat Dihidrogenase (LDH) dapat mendeteksi perubahan fisiologis dalam tubuh. LDH memiliki 5 isoenzim yakni (LDH1, LDH2, LDH3, LDH4, LDH5) yang terdapat hampir semua sel yang bermetabolisme. LDH merupakan salah satu enzim yang terdapat pada serum darah yang berada dijantung. Pada spesifikasi jantung terdapat LDH1 dan LDH2. Kerusakan otot jantung dapat diketahui dengan indikator meningkatnya kadar LDH. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efek toksik Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans (EMSA) pada tikus wistar betina (Rattus norvegicus) secara subkronik selama 28 hari. Desain penelitian ini adalah True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). EMSA dipaparkan 5 kali dalam seminggu selama 28 hari kepada 20 ekor tikus wistar betina dan dibagi menjadi 4 perlakuan, 1 perlakuan sebagai kontrol dan 3 perlakuan sebagai perlakuan yang diberi dosis EMSA yang berbeda yaitu 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB dan 1000 mg/KgBB. Sebelum diberi perlakuan tikus diaklimatisasi selama kurang lebih 7 hari. Setelah 28 hari, hewan coba dibedah dan diambil serum darahnya untuk dilakukan uji kadar LDH. Hasil kadar LDH perlakuan dibandingkan dengan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar LDH serum tikus mengalami peningkatan pada dosis 1000 mg/KgBB dibandingkan dengan kontrol, tetapi setelah dilakukan uji ANOVA menunjukkan bahwa tikus perlakuan tidak berbeda nyata dibandingkan dengan tikus kontrol. Hal ini berarti bahwa EMSA tidak berpengaruh terhadap kadar LDH serum tikus betina dan tidak ada efek toksik yang ditimbulkan sehingga EMSA bersifat aman. Kata kunci : LDH, Jantung, Scurrula atropurpurea, Subkronik.
Kadar Creatine Kinase Myocardial Band Pada Tikus Wistar Betina Yang Dipapar Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea Subkronik 28 Hari Devi Qurroti A'yun; Nour Athiroh; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.513 KB)

Abstract

Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans is a parasitic plant that lives on the tea plant (Tea sinensis L.) and it is very potential as medicine. The purpose of this study was to determine the level Creatine Kinase Myocardial Band (CK-MB) in female wistar rats after giving Metanolic extract Scurrula atropurpurea (MESA) for 28 days (subchronic exposure). The type of this research is True Experimental Design with Completely Randomized Design (CRD). The number of animal research was 20 female wistar rats weighing 100-200 g. Then divide into 4 treatments; control, MESA dose 250 mg/KgBW, 500 mg/KgBW, 1000 mg/KgBW. MESA is given 5 times a week for 28 days orally. After 28 days the rats were dissected and done the examination of CK-MB levels from the blood serum, the result of CK-MB levels of the treatments were compared with the controls. The result showed that the CK-MB levels in the rats treated serum 250, 500, 1000 mg/KgBW was decreased when compared with controls, and after the One-way ANOVA test showed that the treatments were not significantly different then compared with controls. In this case showed that giving MESA to with female wistar rats (Rattus norvegicus) is not toxic, so MESA is safe by subchronic test. Keyword: MESA, CK-MB, Subkronik ABSTRAK Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans merupakan tanaman parasit yang hidup menumpang pada tanaman teh (Tea sinensis L.) dan sangat berpotensi sebagai obat obatan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Creatine Kinase Myocardial Band (CK-MB) pada tikus wistar betina setelah pemberian Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (EMSA) selama 28 hari (paparan subkronik). Jenis penelitian ini merupakan True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jumlah hewan uji adalah 20 ekor tikus wistar betina dengan berat badan berkisar 100-200 g, kemudian dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu kontrol, EMSA dosis 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, 1000 mg/KgBB. EMSA diberikan 5 kali dalam seminggu selama 28 hari secara oral. Setelah 28 hari tikus di bedah dan dilakukan pemeriksaan kadar CK-MB dari serum darah, hasil kadar CK-MB pada perlakuan dibandingkan dengan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar CK-MB pada serum tikus perlakuan 250, 500, 1000 mg/KgBB mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kontrol, dan setelah di uji One-way ANOVA menunjukkan bahwa pada perlakuan tidak berbeda nyata jika dibandingkan dengan kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian EMSA pada tikus putih (Rattus norvegicus) wistar betina adalah tidak toksik sehingga EMSA aman secara uji subkronik. Kata Kunci : EMSA, CK-MB, Subkronik
Kajian Subkronik 28 Hari Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea terhadap Kadar Creatine Phosphokinase Tikus Betina Mohammad Mabrur; Nour Athiroh
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.562 KB)

Abstract

Tea parasite plants (Scurrula atropurpurea Bl. Dans.) are parasitic plants that live disrupt in tea plant. Scurrula atropurpurea Bl. Dans have many active compound content one of them is Flovonoid like quersetin which can be recovered various diseases. CPK enzyme is one of the clinical biochemical parameters was used determine the safety of test preparations, especially in subcronic in test heart condition, because the enzyme CPK as cardiag biomarker. The purpose this study was to determine the level of CPK in female wistar rats (Rattus novergicus) after being exposed Metanolic Extract Scurrula atropurpurea Bl Dans. (MESA) is subchronically 28 days. This research is True Experimental Design with Completely Randomized. The rats be used were 20 with female genitals were divided into 4 Treatments with Treatment1 control and three Treatments were exposed to EMSA with doses 250, 500, and 1000 mg / KgBW 5 times a week. After 28 days rats be dissected and analyzed levels of CPK enzymes, then the data obtained were analyzed using spss14. It used ANOVA test. ANOVA test results showed that the CPK content of treatment was not significantly different from the controls because the sig value 0.449 more than 0.005 this means that EMSA did not affect the serum CPK enzyme level of female rats and no toxic effect was caused so that EMSA was declared safe by sub-chronic test . The value of the CPK enzyme level of treatment was approaching the control value is 250 Mg / KgBW dose so we recommend the dose. ABSTRAK Tanaman benalu teh (Scurrula atropurpurea Bl. Dans.) merupakan tanaman parasit yang hidup mengganggu pada tanaman teh. Scurrula atropurpurea Bl. Dans memiliki banyak kandungan senyawa aktif salah satunya yaitu Flovonoid seperti quersetin yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Enzim Creatine Phosphokinase (CPK) merupakan salah satu parameter biokimia klinis yang digunakan untuk mengetahui keamanan sediaan uji terutama dalam uji subkronik terutama pada keadaan jantung, karena enzim CPK sebagai cardiag biomarker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar CPK pada tikus wistar (Rattus novergicus) betina setelah dipapari Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea Bl Dans. (EMSA) secara sub-kronik selama 28 hari. Penelitian ini adalah True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap. Tikus yang digunakan ada 20 ekor dengan kelamin betina dibagi menjadi 4 perlakuan dengan perlakuan I sebagai kontrol dan tiga perlakuan dipapari EMSA dengan dosis 250, 500, dan 1000 mg/KgBB 5 kali seminggu. Setalah 28 hari tikus dibedah dan dianalisis kadar enzim CPK, selanjutnya data yang didapat dianalisis menggunakan spss14. Menggunakan uji ANOVA. Hasil analisis uji ANOVA menunjukkan bahwasanya kadar CPK perlakuan tidak berbeda nyata dengan kontrol karena nilai sig 0,449 lebih dari 0,05 hal ini berarti EMSA tidak berpengaruh terhadap kadar enzim CPK serum tikus betina dan tidak ada efek toksik yang ditimbulkan sehingga EMSA dinyatakan aman secara uji sub-kronik. Nilai kadar enzim CPK perlakuan yang mendekati nilai kontrol yaitu dosis 250 mg/KgBB sehingga kami merekomendasikan dosis tersebut. Kata kunci : EMSA, CPK, Toksisitas Sub-kronik.
Konsumsi Pakan Pada Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) Di Kandang Sebelum Dilepasliarkan Di Kondang Merak Kabupaten Malang Nur Istiqomatu Rosidah; Hari Santoso; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.414 KB)

Abstract

Javan loris is a protected animal whose population decreases. One way of preservation is to release the livestock Java pet and confiscated into their natural habitat. A research has been conducted to determine the type of feed and the level of preference for the type of feed of Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) in rehabilitation and adaptation cage before it is released in Protected Forest Kondang Merak of Malang Regency. This research is conducted by providing feed that is adapted to the needs of loris. Type of feed given consists of Insects, Gum (Gum arabica), Carrots, Potatoes, Ubi, Siam Pump, Nuts, and Cucumber. The method used is observation of four male and female lorises placed in two cages measuring 2 x 2 m. Observation of feed intake was done for twelve days, and weighing the feed before giving and after feeding to know palatabititasnya. Abiotic factors measured are temperature and humidity. The results showed that the level of preference to feed based on the percentage of consumptive amount was 18.7%, Siam Pump 17.2%, Carrot 15.5%, Sweet Potatoes 15.5%, Beans 9,3%, Cucumber 9% and Potatoes 7.7%, while the lowest is Insect that is 7%. The feeding rate is not related to the temperature and humidity in the rehabilitation and adaptation cages based on the correlation test using SPSS version 22. Keywords: Nycticebus javanicus,feed, palatability, cage ABSTRAK Kukang Jawa merupakan satwa dilindungi yang populasinya semakin menurun.Salah satu cara pelestariannya adalah melepaskan KukangJawapeliharaan dan sitaan ke habitat alamnya.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan jenis pakan dan tingkat kesukaan terhadap jenis pakan KukangJawa (Nycticebus javanicus) di kandang rehabilitasi dan adaptasi sebelum dilepasliarkandi Hutan Lindung Kondang Merak Kabupaten Malang.Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan Kukang. Jenis pakan yang diberikan terdiri dari Serangga, Getah (Gum arabica), Wortel, Kentang, Ubi, Labu Siam, Kacang Panjang, dan Mentimun. Metode yang digunakan adalah Observasi terhadap empat ekor Kukang Jawa betina dan jantan yang ditempatkan di dalam dua kandang berukuran 2 x 2 m. Pengamatan konsumsi pakan dilakukan selama dua belas hari, dan dilakukan penimbangan pakan sebelum pemberian dan sesudah pemberian pakan untuk mengetahui palatabititasnya.Faktor abiotik yang diukur yaitu suhudan kelembaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesukaan terhadap pakan berdasarkan persentase jumlah konsumsinya berturut-turut adalah Getah 18.7%, Labu Siam 17,2%, Wortel 15,5%, Ubi 15,5%, Kacang Panjang 9,3%, Mentimun 9%, dan Kentang 7,7%, sedangkan terendah adalah Serangga yaitu 7%.Tingkat kesukaan terhadap pakan tidak berhubungan dengan suhu dan kelembaban di kandang rehabilitasi dan adaptasi berdasarkan uji korelasi menggunakan SPSS versi 22. Kata kunci: Nycticebus javanicus, pakan, palatabilitas, kandang
Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh, Media dan Jenis Batang Pada Pertumbuhan Stek Tin (Ficus carica L.) Siti Milatil Hasanah; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.286 KB)

Abstract

Tin (Ficus carica L.) is a plant that has a wide range of benefits in healing various diseases. Many herbal medicines derived from the fruit of the tin. Some bioaktif compounds such as benzaldehyde, phenol, these Terpenoids, alkaloids and flavonoids, which are antioxidants and is able to inhibit the proliferation of cancerous cells. Response regulator substances usage is growing against the growth of root cuttings, the kind best stem cuttings to plant reproduction and suitable in media duplication plant cuttings tin (Ficus carica l.). This research was conducted with a random Design through experimental methods Group (RAK) 3 factors. First factor is the treatment of root growing up regulatory substances, type of stem cuttings and planting medium. Data analysis was done using the ANOVA analysis with level 0.05. If the effect is not real then conducted further trials Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5% to find out response regulator substances usage grows on cuttings Rod tin (Ficus carica L.) with different media. The results showed the giving substance to balance growing may give a positive response toward the growth of the root cuttings so that affects the growth of cuttings next, the media that is suitable for the growth of the tin is a medium sand and type of stem cuttings produce the best growth is part of the middle and the bottom. Keywords: plant growth regulators, stem cuttings, Tin Plant (Ficus carica l.), different growing media ABSTRAK Tanaman Tin (Ficus carica L.) merupakan tanaman yang memiliki berbagai macam manfaat dalam penyembuhan berbagai penyakit. Obat-obatan herbal banyak berasal dari buah tin. Beberapa kandungan senyawa aktif seperti flavonoid dan alkaloid bersifat antioksidan dan mampu menghambat proliferasi sel kanker. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon penggunaan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan akar stek, jenis stek batang yang paling baik untuk perbanyakan tanaman dan media yang cocok dalam perbanyakan stek. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen melalui Rancangan Acak Kelompok 3 faktor. Faktor pertama adalah perlakuan zat pengatur tumbuh root up, jenis stek batang dan macam media tanam. Analisis menggunakan ANOVA dengan taraf 0,05. Apabila berpengaruh tidak nyata maka dilakukan uji (DMRT) 5% untuk mengetahui respon penggunaan zat pengatur tumbuh pada stek batang tin (Ficus carica L.) dengan media yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan pemberian zat pengatur tumbuh dapat memberikan respon positif terhadap pertumbuhan akar stek sehingga mempengaruhi pertumbuhan stek selanjutnya, media yang cocok untuk pertumbuhan tin adalah media pasir dan jenis batang stek yang menghasilkan pertumbuhan terbaik adalah bagian tengah dan bawah. Kata kunci: zat pengatur tumbuh, stek batang, Tanaman Tin (Ficus carica L.), media tanam berbeda
Pengaruh Air Leri dan Emulsi Ikan terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggrek Dendrobium pada Tahap Vegetatif Devi Sugiarto; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.531 KB)

Abstract

Dendrobium orchids are a type of epiphytes that are easy to maintain and flower throughout the year. Fertilizer for the growth of orchid plants commonly used is NPK fertilizer or fertilizer with complete elements. Research has been conducted that aims to determine the effect of leri water and fish emulsion on the growth of Dendrobium orchids and to find out how leri water and fish emulsions differ in concentration to the growth of Dendrobium orchids at the vegetative stage. This study used a randomized block design (RBD) using 66% leri water treatment, 100% leri water, 0.4% fish emulsion, 0.6% fish emulsion, 66% leri water plus 0.4% fish emulsion, lime 66% plus fish emulsion 0.6%, 100% leri water plus 0.4% fish emulsion and 100% lyric water plus 0.6% fish emulsion. Observation data were tested by ANOVA and the results showed that 66% of leri water treatment affected plant length. Effect on plant length, leaf length and number of leri leaves added by fish emulsion at all concentrations affecting the leaf length. All treatments except 100% liquid water and fish emulsion and K1 (-) affected the number of leaves Keyword: leri water, fish emulsion, orchid Dendrobium, vegetative stage ABSTRAK Anggrek Dendrobium merupakan jenis epifit yang mudah dipelihara dan berbunga. Pupuk anggrek yang biasa digunakan adalah pupuk NPK atau pupuk dengan unsur lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air leri dan emulsi ikan terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium dan untuk mengetahui bagaimana air leri dan emulsi ikan dengan berbeda konsentrasi terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium pada tahap vegetatif. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan uji ANOVA. Menggunakan perlakuan air leri 66%, air leri 100%, emulsi ikan 0,4%, emulsi ikan 0,6%, air leri 66% ditambah emulsi ikan 0,4%, air leri 66% ditambah emulsi ikan 0,6%, air leri 100% ditambah emulsi ikan 0,4%, air leri 100% ditambah emulsi ikan 0,6%. Hasil penelitian ini adalah perlakuan air leri 66% pada panjang tanaman, air leri 66% ditambah emulsi ikan 0,4% pada panjang daun dan air leri 100% ditambah emulsi ikan 0,4% pada jumlah daun dan panjang akar. Kata Kunci: air leri, emulsi ikan, anggrek Dendrobium, tahap vegetative
Penambahan Nutrisi Pottato Dextrose Agar pada Pembuatan Starter Mikroorganisme Jamur dengan Bahan Baku Tepung Beras Ririn Saputri; Ahmad Syauqi; Hari Santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.792 KB)

Abstract

Rice flour is a raw material that is often used for starter. Rice flour has a starch content of 90% of dry weight. Starter is collection of mushroom cultur that is ready to be inoculatedfor fermentation. Mushrooms commonly used in making yeast are Trichoderma viride, Aspergillus niger, Hansenula sp, Candida sp. This study aims to determine the process of making a starter using rice flour and knowing the number of microbes that grow on pottato dextrose agar (PDA) media with concentrations of 0%, 4%, 8%, and 12%. This study used acompletely randomized design with 6 replications with 4 concentrations. Data analysis used ANOVA SPSS 17.1 program. The result of the analysis shows that the difference (P <0.05) is smaller than 0.05 (0.0152). From the result of the study, the starter of fungal microorganisms mixed with rice flour and PDA for the highest fungal growth was found at concentrations of 4%, 8% and 12%, namely 5,70, 6,14 and 6,13 with the addition of PDA media while at a concentration of 0% without PDA got 5,40 results. Keywords: Rice Flour, PDA Media, Mushrooms Trichoderma viride, Aspergillus niger, Hansenula sp, Candida sp ABSTRAK Tepung beras merupakan bahan baku yang sering digunakan untuk pembuatan starter. Tepung beras memiliki kadar pati 90% dari berat kering. Starter merupakan kumpulan biakakn jamur yang siap diinokulasi untuk fermnetasi. Jamur yang biasa digunakan dalam pembuatan starter yaitu Trichoderma viride, Aspergillus niger, Hansenula sp, Candida sp. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan starter dengan menggunakan tepung beras dan mengetahui jumlah mikroba yang tumbuh pada media PDA dengan konsentrasi 0%, 4%, 8%, dan 12%. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 kali ulangan dengan 4 konsentrasi. Analisis data menggunakan ANOVA program SPSS 17.1. Hasil analisa didapatkan perbedaan nyata karena nilai P > 0,05 yaiitu (0,0152). Dari hasil penelitian starter mikroorganisme jamur yang dicampur dengan tepung beras serta PDA untuk pertumbuhan jamur tertinggi terdapat pada konsentrasi 4 %, 8% dan 12% yaitu 5,70, 6,14 dan 6,13 dengan penambahan media PDA sedangkan pada konsentrasi 0% (tanpa PDA) didaptkan hasil 5,40. Kata kunci: PDA, Tepung Beras, Jamur Trichoderma viride, Aspergillus niger, Hansenula sp, Candida sp
Pengaruh Electrical Conductivity pada Sistem Hidroponik yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Akar dan Tunas Stek Krisan (Chrysanthemum sp.) Yaqutun Nafisah; Saimul Laili; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.086 KB)

Abstract

The increasing of consumptions demand of chrysanthemum (Chrysanthemum sp.), has spurred farmers and ornamental flowers entrepreneurs, especially chrysanthemums to increase their production. But in this case, farmers experienced various obstacles including the limited availability of quality seeds. To produce quality seeds, can be done by vegetative propagation, shoot cuttings on floating hydroponic system and substrate system. The objective of this study was of investigate the effect of electrical conductivity at different hydroponic systems and to determine the optimal value of EC on the growth of roots and shoots of chrysanthemum cuttings. This research uses experimental methods with Completely Randomized Design (CRD) with 4 factor and 1 control treatments, it is control (e0), EC 1,5 mS cm-1(e1), EC 1,8 mS cm-1 (e2), EC 2,1 mS cm-1 (e3), EC 2,4 mS cm-1(e4) and four repetitions. Parameters observed that the time arises root, root length, a lot of roots, while emerging buds, shoots high and abiotic factors. The results showed that floating hydroponic system and substrate system influences the growth of roots and shoots of chrysanthemum cuttings on each parameter that had analyzed. The treatment of e4: EC 2.4 mS cm-1 is EC optimal value for nutrient solution of floating hydroponic system and substrate systems. Keywords:Hydroponics, EC (Electrical Conductivity), Chrysanthemum Cuttings (Chrysanthemum sp.) ABSTRAK Terjadinya peningkatan permintaan konsumen terhadap bunga krisan (Chrysanthemum sp.), telah memacu para petani dan pengusaha bunga hias terutama bunga krisan untuk meningkatkan produksinya. Namun dalam hal ini para petani mengalami berbagai kendala diantaranya, keterbatasan tersedianya bibit yang bermutu. Untuk menghasilkan bibit yang berkualitas perbanyakan tanaman krisan dapat dilakukan secara vegetatif yaitu dengan stek pucuk pada teknik hidroponik sistem rakit apung dan substrat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh electrical conductivity pada sistem hidroponik yang berbeda dan untuk mengetahui nilai EC yang optimal terhadap pertumbuhan akar dan tunas stek krisan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan setra 1 kontrol yaitu kontrol (e0), EC 1,5 mS cm-1(e1), EC 1,8 mS cm-1 (e2), EC 2,1 mS cm-1 (e3), EC 2,4 mS cm-1(e4) dan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan hidroponik sistem rakit apung dan sistem substrat memberi pengaruh terhadap pertumbuhan akar dan tunas stek krisan pada setiap parameter yang diamati. Dan perlakuan e4 : EC 2,4 mS cm-1 merupakan nilai EC optimal untuk larutan nutrisi pada hidroponik sistem rakit apung dan sistem substrat. Kata kunci: Hidroponik, EC (Electrical Conductivity), Stek Pucuk Krisan (Chrysanthemum sp.)
Studi Etnobotani pada Upacara Adat “Pujan Kasanga” Di Desa Tosari Pasuruan Rokha Illiyyin; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.942 KB)

Abstract

Upacara Adat Pujan Kasanga merupakan upacara pemujaan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tosari untuk menetralisir alam atau tolak balak. Upacara adat tersebut tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Hindu saja, akan tetapi masyarakat Islam juga ikut melakukannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis tumbuhan, persepsi masyarakat dan distribusi tumbuhan yang dipakai dalam upacara Adat Pujan Kasanga. Metode yang digunakan dalam upacara Adat Pujan Kasanga adalah survey, wawancara dan metode deskriptif eksploratif dengan menggunakan 85 responden.Nilai analisis pemanfaatan tumbuhan menggunakan rumus index concencus (IC) dan UVis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara Adat Pujan Kasanga terdiri atas 13 jenis.Nilai persepsi masyarakat terhadap upacara Adat Pujan Kasanga sangat tinggi. Begitu juga dengan penggunaan organ tumbuhan dalam upacara tersebut juga sangat tinggi untuk biji 82% dan buah 76%. Adapun distribusi tumbuhan yang digunakan dalam upacara Adat Pujan Kasanga terdapat di 3 dusun yaitu Tosari, Kertanom, dan Ledoksari. Kata kunci:Etnobotani, Pujan Kasanga, Desa Tosari.

Page 6 of 27 | Total Record : 270