cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies
ISSN : 24611468     EISSN : 25481959     DOI : -
Core Subject : Social,
GENDER EQUALITY : International Journal of Child and Gender Studies, a journal focuses on issues related to child and gender studies, is published by Center for Child and Gender Studies, State Islamic University of Ar-Raniry, Banda Aceh. The scope of article received can be approached from multidisciplinary context linking to child and gender studies. Hence, this journal appreciate contribution of knowledge from different perspectives such as education, law, social, political, religion, culture, economic, psychology, science and technology. This journal appears 2 (two) numbers in a year, March and September
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2018)" : 10 Documents clear
UPAYA PENDEKATAN POLA DIVERSI DI RANAH HUKUM PIDANA ADAT BAGI ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM (Studi di Kecamatan Kluet Tengah Aceh Selatan) Putry, Raihan; Amrullah, Amrullah
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v4i2.4534

Abstract

Keadilan Restoratif merupakan suatu proses diversi, yaitu semua pihak yang terlibat dalam suatutindak pidana tertentu bersama-sama mengatasi masalah serta menciptakan suatu kewajiban untukmembuat segala sesuatunya menjadi lebih baik dengan melibatkan korban, anak, dan masyarakatdalam mencari solusi untuk memperbaiki, rekonsiliasi, dan menenteramkan hati yang tidakberdasarkan pembalasan. Diversi sendiri mengandung arti yaitu pengalihan penyelesaian perkaraanak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Diversi adalah suatukeharusan menurut UU. No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Kluet Tengahmerupakan salah satu kecamatan di Aceh selatan yang melaksanakan hukum pidana adat sendiriyakni yang tertuang dalam Qanun Musyawarah Adat Kecamatan Kluet Tengah. Tujuan studi inipenulis lakukan untuk mengetahui bagaimana semangat diversi diupayakan oleh tokoh adat terhadap anakyang berkonflik dengan hukum pidana adat di Kluet Tengah. Penelitian ini merupakan penelitianSosiologi Hukum.
HAK ASUH ANAK PASCA TERJADINYA PERCERAIAN ORANGTUA DALAM PUTUSAN HAKIM MAHKAMAH SYA’IYAH BANDA ACEH Mansari, Mansari; Jauhari, Iman; Yahya, Azhari; Hidayana, Muhammad Irvan
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v4i2.4539

Abstract

Salah satu kewajiban orangtua pasca terjadinya perkawinan adalah memelihara, melindungi, mendidik dan mengasuh anak hingga dewasa. Penentuan orang yang mengasuh anak pasca perceraian sangat ditentukan oleh putusan hakim. Adakalanya hak asuh anak diberikan kepada ibu dan ada pula hak asuh anak diberikan kepada ayah seperti putusan Nomor 55/Pdt.G/2012/Ms-Bna (kepada ibu dan ayah), Putusan Nomor 65/Pdt.G/2011/MS-Bna (kepada ayah), Putusan Nomor 66/Pdt.G/2012/MS-Bna (kepada ayah), Putusan Nomor 225/Pdt.G/2009/MS-BNA (kepada ibu), Putusan Nomor 261/Pdt.G/2010/MS-BNA (kepada ibu). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim menetapkan pengasuh anak, tinjauan yuridis dan konsekuensi hukum terhadap penetapan hak asuh anak pasca perceraian. Penelitian normatif ini menggunakan bahan hukum primer berupa UU No. 1 Tahun 1974, bahan hukum sekunder berupa putusan hakim dan bahan hukum tersier berupa kamus dan eksiklopedia hukum. Penyajian data dilakukan secara deskriptif dan metode analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim menetapkan pengasuh anak pasca perceraian yaitu: adanya tuntutan dari penggugat/tergugat (pemohon/termohon), melalui putusan verstek, demi kepentingan terbaik bagi anak. Penetapan ibu atau ayah sebagai pengasuh anak tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku selama menjamin kepentingan terbaik bagi anak dan baik ibu maupun ayah memiliki hak untuk mengasuh anak meskipun ibu orang yang lebih berhak mengasuhnya. Disarankan kepada hakim agar dalam memutuskan pengasuh anak tidak hanya memperhatikan jenis kelamin orangtua, akan tetapi harus menjamin kepentingan terbaik bagi anak. Disarankan kepada pengambil kebijakan agar menjadi kajian ini sebagai referensi dalam merumuskan kebijakan baru dan disarankan kepada orangtua agar tidak memperebutkan hak asuh anak jikalau tidak mampu mengasuhnya dengan baik.
RAHASIA ZIKIR ASMAUL HUSNA DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH Uce, Loeziana
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v4i2.4535

Abstract

Islam memberikan salah satu jalan kepada umatnya untuk meraih ketentraman hidup melalui pernikahan. Dengan pernikahan ini pasangan suami isteri diharapkan akan berada dalam susana damai, tentram dan bahagia. Terjalin keharmonisan di antara suami isteri yang saling mengasihi dan menyayangi sehingga masing-masing pihak merasa tertram, damai dan bahagia dengan kehadiran pasangan hidupnya.. Suasana keluarga yang tentram, damai dan bahagia ini diistilahkan dengan keluarga sakinah. Keluarga Sakinah , dalam kehidupan sehari-hari masyarakat muslim terutama di Indonesia, bukanlah sesuatu yang asing. Ungkapan ini terasa sangat akrab ditelinga masyarakat dan bahkan telah dijadikan slogan umum untuk mengungkap doa dan harapan ingin diraih oleh pasangan yang akan ataupun tengah membina rumah-tangga. Kendati demikian, ternyata ungkapan ini hanya akrab ditelinga. Realitanya banyak yang belum memahami baik secara definitif maupun makna, tentang gambaran, konon lagi wujud dan persyaratannya sehingga banyak pasangan yang menemukan banyak kesulitan dalam menggapai Keluarga sakinah sebagaimana yang dimaksudkan dalam al-Qur’an.Pada hakikatnya setiap permasalahan ada solusinya demikian juga dengan permasalahan ini. Sesungguhnya Islam telah memberikan pembelajaran-pembelajaran melalui Al-Quran dan Rasulnya tentang konsep sebuah keluarga agar keluarga menjadi sakinah yang tentram penuh kedamaian. Hal ini menjadi yang dilakukannya sebuah penelitian di International University of Asmaul Husna (IUAH). Dari hasil penelitian tersebut, ternyata keluarga Sakinah yang penuh ketentraman dan kedamaian salah satu caranya dapat diwujudkan dengan cara berzikir, menggunakan nama-nama Allah yang terdapat didalam ke 99 Asmaul Husna.
DINAMIKA KONFLIK PERKAWINAN BURUH MIGRAN PEREMPUAN (Studi di Desa Wanutunggal Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan) Hikmah, Siti
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v4i2.4540

Abstract

Konflik buruh migran perempuan meliputi power and control (power dan control suami semakin berkurang jika istri terlalu lama menjadi buruh migran), nurturing ( bisa menyesuaikan menjadi mandiri demi tujuan bersama), intimacy ( terlalu lama menjadi buruh migran akan kehilangan oasis dari intimacy dan mempengaruhi ketertarikan seksual diantara mereka), trust (informan percaya dengan pasangannya demi mencapai tujuan bersama), Fidelity (sebagian besar suami buruh migran menyalurkan hasrat seksual melalui prostitusi, perselingkuhan, namun ada sebagian yang tetap setia dengan pasangannya, penyaluran libido seksual melalui onani, masturbasi dan mimpi basah), life style (terjadi perubahan gaya hidup pada buruh migran dan keluarganya menjadi lebih konsumtif).
ENGLISH SENIOR HIGH SCHOOL TEXTBOOK ANALYSIS: ADDRESSING GENDER BIAS ISSUES Nashriyah, Nashriyah; Khairul, Dini
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v4i2.4531

Abstract

Due to the imbalance gender presentation in English Senior High School textbook detected during teaching practice program, the researcher was interested in doing a research about the issue. Students might take much time to learn from textbooks to develop their gender roles at school, therefore, the proper textbooks which attain the objectives of gender equality are needed. The aim of this study is to investigate whether or not female and male are presented equally in the English Senior High School textbook. The object of this study is the English textbooks widely used by teachers in Banda Aceh Senior High School. First and second textbook entitled Bahasa Inggris X Semester 1 and Bahasa Inggris X Semester 2 were written by Utami Widyati, Zuliati Rohmah, and Furaidah in 2014. Third and fourth textbook entitled Bahasa Inggris XI Semester 1 and Bahasa Inggris XI Semester 2 were written by Mahrukh Bashir in 2014. The last textbook is Bahasa Inggris XII was written by Utami Widyati, Zuliati Rohmah, and Furaidah in 2015. All textbooks were published by Indonesian Ministry of Education and Culture. The focus of this study is the gender representation through five aspects which were also used by Amini and Parviz in their study in 2012. The five aspects are visibility, firstness, masculine generic construction, activity, and occupation. The result showed that four aspects were led by male in the term of quantity: visibility, firstness, masculine generic construction, and occupation while females were more visible in activity aspect. Even so, the difference of number was not too big in every aspect, except the visibility. However, in the term of quality, visibility and activity aspects showed that female and male are presented fair enough in English textbook at high school level by involving females in every aspect which may indicates that females are considered as important and useful as males nowadays.
GAMBARAN BENTUK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG DIALAMI PEREMPUAN PENYINTAS Nisa, Haiyun
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v4i2.4536

Abstract

Permasalahan kekerasan dalam rumah tangga merupakan hal yang masih kerap dialami oleh khususnya perempuan. Beberapa penyintas mencoba menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam rumah tangganya dengan melaporkan tindak kekerasan yang dialami pada pusat layanan maupun pihak yang berwajib. Penyintas menyampaikan perlakuan kekerasan yang diterimanya dengan tujuan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Terdapat beberapa bentuk kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, antara lain fisik, psikologis, seksual dan penelantaran ekonomi. Perempuan penyintas mengalami berbagai bentuk kekerasan, baik yang disadari maupun tidak disadari. Perempuan penyintas belum mengenali dengan cukup baik bentuk kekerasan yang dialaminya, penyintas menganggap bahwa kekerasan dalam rumah tangga hanyalah kekerasan fisik, sehingga kerap mengabaikan bentuk kekerasan lainnya.
Usaha Orang Tua dalam Peningkatan Pendidikan Anak di Pidie Umar, Juairiah
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v4i2.4532

Abstract

Peran serta orang tua dalam mendidik anak adalah kunci keberhasilan orang tua dalam membentuk kepribadian anak. Anak cenderung meniru setiap hal yang dilihat dari orang tuanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam mendidik anak di Pidie dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi orang tua dalam mendidik anak di Gampong Rumia, Tamping Tunong, Pulo Baroh Kecamatan Indrajaya dan Kecamatan Delima Pidie . Metode penelitian ini adalah kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh orang tua atau kepala keluarga (KK) yang ada di tiga Gampong, Rumia, Tamping Tunong, Pulo Baroh sebanyak 269 KK, sampel penelitian ini diambil sebanyak 15 KK dari keseluruhan KK yang dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua di Gampong Rumia, Tamping Tunong, Pulo Baroh, memberikan keteladanan yang baik kepada anak-anaknya, keteladanan yang diberikan meliputi pendidikan keimanan, pendidikan akhlak, pendidikan intelektual, pendidikan psikis dan juga pendidikan sosial. Orang tua juga berusaha sebagai pembimbing yang baik, yaitu melalui pengawasan terhadap anak baik tentang kegiatan sehari-hari maupun tentang tugas-tugas sekolah yang diberikan guru. Usaha orang tua selanjutnya sebagai motivator bagi anak-anaknya agar lebih giat dalam belajar dengan menasehati anak terhadap hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang buruk, selain itu dalam memotivasi anak orang tua di Gampong Rumia, Tamping Tunong, Pulo Baroh, meningkatkan kedisiplinan anak dalam belajar. Kendala yang dihadapi orang tua di Gampong Rumia, Tamping Tunong, Pulo Baroh dalam mendidik anaknya adalah kemajuan teknologi yang sulit dikontrol oleh orang tua, apalagi ketika anak-anaknya menggunakan Hp android yang dapat mengakses internet tanpa mampu dikontrol oleh orang tua. Selain itu, orang tua juga mengakui bahwa lingkungan pergaulan anak juga ikut menjadi kendala dalam mendidik anak-anak mereka.
ANOMALI PEREMPUAN PENGEMIS; (Benturan antara Keadilan Gender, Kearifan Lokal dan Permasalahan Sosial Masyarakat Aceh Kontemporer) Muhibuddin, Muhibuddin; Husnizar, Husnizar; Ramli, Ramli
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v4i2.4537

Abstract

Keterlibatan kaum perempuan dalam meminta-minta (mengemis) dalam masyarakat Aceh telah menimbulkan masalah sosial tersendiri dilihat dari aspek kultur masyarakat Aceh kontemporer. Kegiatan meminta-minta dengan mengandalkan belas kasihan orang lain (mengemis) yang dilakukan oleh kaum perempuan dewasa merupakan suatu fenomena sosial paling aktual dan semakin marak di kawasan pusat dan pinggiran kota Banda Aceh, kota Lhoekseumawe dan kota Langsa. Gejala sosial ini disinyalir sebagai akibat dari berubahnya kultur budaya dan teologi agama yang dianut oleh perempuan khususnya dan masyarakat pada umumnya. Gejala sosial ini disinyalir sebagai akibat dari berubahnya kultur budaya dan teologi agama yang dianut oleh perempuan khususnya dan masyarakat pada umumnya. Budaya masyarakat Aceh yang dilandasi dengan ajaran Islam yang kental dan dipadu dengan kearifan lokalnya yang apik berpandangan kurang positif terhadap pekerjaan mengemis. Seting sosial budaya masyarakat Aceh yang masih cukup kental berpegang pada nilai tradisional menilai sebagai sesuatu yang kurang pantas bila ada kaum perempuan berada di luar domain domestik secara leluasa, apalagi lagi untuk mengemis. Karena bagaimanapun, budaya, sosial maupun doktrin agama melarang tegas memposisikan “tangan di bawah”. Larangan ini secara sosial-budaya dan agama dimaksudkan untuk menjaga kehormatan kaum perempuan. Namun sebuah anomali terjadi ketika sebagian masyarakat Aceh melabrak ajaran syari`ah ini melalui kegiatan mengemis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pengemis di kota yang menjadi lokasi penelitian menunjukkan suatu keprihatinan yang serius sehingga diperlukan perhatian dan penanganan yang bersifat darurat. Dimana martabat kaum perempuan dalam lingkaran komunitas pengemis semakin jauh dari harapan keadilan gender dan bahkan jatuh ke dalam jurang dehumanisasi yang parah. Perempuan pengemis posisinya tidak lebih dari penyangga ekonomi kaum laki-laki baik di dalam keluarga maupun antar sesama komunitas pengemis. Bahkan mereka tidak memiliki hak atas dirinya sendiri, seperti hak atas kebebasan dalam menentukan martabatnya sendiri sebagai perempuan yang berdaulat atas tubuhnya, berdaulat atas hak asasinya sebagai manusia pada umumnya.
MENDIDIK ANAK DENGAN CINTA Salami, Salami
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v4i2.4533

Abstract

The true love of the mother to her children is no doubt. The mother is always ready to grow up the children, to feed them, and to serve them from the early child until they be became teenager. However some times, the mother thought that she loves the children in every activity she does in their relationship, in fact the children do not fell that the mother loves them. This can be caused by different perception of the children and the mother to understand the language of love. In this article will be explain how important is to understand the language of love to make the same perception between the children and the mother. As a result the mother loves the children and the children feel that they are loved.
KONSEP KELUARGA IDAMAN DAN ISLAMI Jannah, Miftahul
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v4i2.4538

Abstract

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam memajukan bangsa dan negara. Perlu kekuatan dan perjuangan dalam membina rumah tangga agar seluruh komponen dalam keluarga mampu menjalankan fungsi dan tugas masing-masing sesuai struktur dalam keluarga. Keluarga idaman adalah dambaan semua orang setelah berkeluarga, menjadi orangtua yang sukses mendidik anak-anaknya, membesarkan anak dengan fisik dan psikis yang berkembang maksimal, dan memiliki akhlak mulia serta melahirkan generasi yang penuh dengan keimanan kepada Allah SWT. Menjalankan fungsi, tugas dan tanggung jawab dalam keluarga haruslah selalu berharap kepada Allah SWT agar seluruh keluarga mampu menjalani hidup di dunia ini sesuai dengan perkembangan zaman dan tetap menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10