cover
Contact Name
Muhammad Sarip
Contact Email
muhammadsarip_uin@radenfatah.ac.id
Phone
+6282186738668
Journal Mail Official
muhammadsarip_uin@radenfatah.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. K. H. Zainal Abidin Fikri No.KM. 3, RW.5, Pahlawan, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30126
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Muamalah
ISSN : 26151073     EISSN : 28295757     DOI : -
Core Subject : Religion, Economy,
Fokus dan ruang lingkup Jurnal Muamalah adalah hukum ekonomi syariah, fikih, hukum Islam, dan ekonomi syariah
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2019): Muamalah" : 7 Documents clear
HAK PREFEREN ATAS PENAGIHAN UTANG PAJAK DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARI’AH Haryati, Haryati; Rochmiatun, Siti; Afriansyah, Syafran
Muamalah Vol 5 No 2 (2019): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.254 KB)

Abstract

ABSTRACT This thesis departs from academic anxiety when Taxpayers have tax debt which is a debt to the state. In tax law, the state has a special position, namely preferential rights (formerly) to collection of tax debts compared to personal debt. Preferred rights owned by the state must take precedence when the Taxpayer has a debt between tax debt and other preferred creditors. If the preferential rights of other preferred creditors are impaired because of the country's preferential rights, then the losses suffered by the community will outweigh the benefits. This study aims to answer about how the position of the country's preferential rights on tax debt collection and how the position of the country's preferential rights to collection of tax debt in the perspective of shari'ah economic law. This type of research is normative research (library research/ library research). The data collection technique used in this study is through literature studies. The type of data used is qualitative data. The data source used is secondary data. Data analysis in this study used a qualitative descriptive method. The results of this study conclude that the position of the country's preferential rights on tax debt collection has a prioritized position, which is more than the other preferred creditors. When a taxpayer has a creditor who has equal rights, the country's preferential rights to collection of tax debts are the most special because they have the facility to pay priority. In Shari'ah economic law, regarding the position of the state's preferential rights over the collection of tax debts, the payment takes precedence. The priority scale for the payment of the tax debt owned by the state takes precedence over payment of personal debt. This is because the results of the tax payments are used for the benefit of many people. Keywords: preferential rights, tax debt.
PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARI’AH TERHADAP NEGOSIASI NASABAH KLAIM PRODUK TAKAFULLINK SALAM (STUDI KASUS PT TAKAFUL KELUARGA PALEMBANG) putri, ilma mala; holijah, holijah; Hidayat, Fatah
Muamalah Vol 5 No 2 (2019): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.643 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul Perspektif Hukum Ekonomi Syariah terhadap negosiasi nasabah klaim produk takafullink salam Studi PT Takaful keluarga Palembang. Dilatarbelakangi oleh keinginan peneliti untuk memahami secara mendalam mengenai asuransi yang bersifat syariah, mengingat berkembangnya lembaga keuangan yang mengunakan prinsip syariah, seperti asuransi takaful keluarga. Perlunya mengantisipasi timbulnya perselisihan yang mungkin dapat terjadi di hari mendatang. Karenanya negosiasi adalah alternatife yang tepat dalam penyelesaian suatu perselisiahan. Permasalahan pada penelitian ini ialah. 1). Bagaimanakah negosiasi nasabah klaim produk takafullink salam di PT takaful Keluarga Palembang. 2). Bagaimanakah perspektif hukum ekonomi syari‟ah terhadap negosiasi nasabah klaim produk takafullink salam di PT Takaful Keluarga Palembang. Metodelogi penelitian ini adalah jenis penelitian menggunakan penelitian lapangan (filed Research) yaitu penelitian yang langsung berhubungan dengan objek yang diteliti dengan alat pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi melalui tanya jawab kebeberapa objek, kemudian data tersebut dikelola dengan menguraikan permasalahan yang sejelas-selasnya lalu menarik suatu kesimpulan dari umum ke khusus. Hasil penelitian bahwa: Negosiasi nasabah klaim produk takafullink salam dilakukan dengan merundingkan ulang kepada nasabah, bahwa apa yang diperselisihkan telah di jelaskan secara rinci pada polis asuransi. Hal tersebut kemudian dibuktikan dengan data awal akad antara nasabah dan perusahaan. Diikuti dengan proses perdamaian dengan cara kekeluargaan. Dalam kajian hukum ekonomi syariah negosiasi nasabah klaim produk takafullink salam di PT takaful keluarga Palembang dengan nasabahnya telah mengkuti nilai nilai syari’ah. Indikator yang terlihat dari hasil lapangan ialah langkah perdamaian dengan syarat yang sama sama ikhlas (anta radhin). Kata Kunci: Negosiasi, Nasabah, klaim.
TINJAUAN TERHADAP PUTUSAN HAKIM DI PENGADILAN AGAMA MUARA ENIM KELAS 1B DALAM PERKARA WANPRESTASI AKAD PEMBIAYAAN MURABAHAH OLEH PENGGADAI KEBUN TERHADAP PT. BNI SYARIAH KANTOR CABANG PRABUMULIH Ramadhania, Ine Chintya; Kencana, Ulya; Lubis, Ramiah
Muamalah Vol 5 No 2 (2019): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.03 KB)

Abstract

This thesis is entitled Judge Decision in the Muara Enim Religious Court in the case of a default of murabahah financing contract by the pawnbroker of the BNI Syariah Branch Office Prabumulih with the background of the problem in the murabahah financing contract especially the problems that arise in the contract, one of which is default. Like what often happens in people's lives now. Most people choose the way to borrow money from existing banks so that the existence of Sharia Banking with its range of products is expected to accommodate the interests of the community (customers) who want the banking system to use Sharia principles because Indonesian people are interested in Banking, Financial, Commercial activities and Investment in accordance with the Shariah rules. The problem raised in this thesis is to find out whether the legal issues between BNI Syariah Banking in the form of default and to know the legal reasons of the Estuary Enim Religious Court judges in deciding default cases by garden pledge against BNI Syariah in the perspective of sharia economic law. The method used in this study uses a type of qualitative data, the source of data taken from this study is secondary and primary data. Secondary data relating to research subjects obtained from books, internet and legal dictionaries related to this research. The primary data is data taken directly from the research site. Based on the results of the discussion it can be concluded that the default according to the murabahah financing agreement in this case is as stated in the provisions of Article 14 Chapter Promise Injury Events (defaults) arising from the customer not fulfilling the obligations set out in this contract. While the judge's decision is a case in the field of Sharia Banking, with the main object being used as a legal source in adjudicating this case is a murabahah financing contrac.
EKONOMI ISLAM SEBAGAI HUKUM MORAL-SOSIAL MENURUT MUHAMMAD DAWAM RAHARDJO Misdalifah, Misdalifah; Junaidi, Heri; Atika, Atika
Muamalah Vol 5 No 2 (2019): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.561 KB)

Abstract

ABSTRACT Islamic Economics As Moral-Social Law According to Muhammad Dawam Rahardjo is a study of Muslim economists who criticize the concept of capitalist economy. Dawam Rahardjo considers that the capitalist economy has developed a crime of Identical Economics with Actors who have the capacity of funds and social status above the average society. The concept of Islamic Economics According to Muhammad Dawam Rahardjo is based on: (1) Islamic economics is an economic science based on the values ​​of Islamic teachings, (2) Islamic economics is a system concerning the regulation of economic activity in a society or State based on the way or Islamic method (fiqh muamalah). The values ​​of Islamic teachings and the Islamic method (fiqh muamalah) constitute a unity of social moral law that constructs the Islamic economy, and (3) the intention of the interpretation of the pragmatic nature as practiced by the State of Islam. Furthermore, the Application of Moral-Social Law on Muslims' activities according to Dawam Rahardjo is done both from institutional transactions in accordance with Islamic values. Such as Save Loans with No Interest, trust in transactions Buy and Sell with Online, sell Halal Products. Keywords: M. Dawam Rahardjo, Shariah Economic Law, Moral-Social Law ABSTRAK Ekonomi Islam Sebagai Hukum Moral-Sosial Menurut Muhammad Dawam Rahardjo merupakan kajian tokoh ekonom Muslim yang mengkritisi Konsep ekonomi kapitalis. Dawam Rahardjo menilai bahwa ekonomi kapitalis tersebut telah menumbuhkembangkan kejahatan Ekonomi yang Identik dengan Pelaku yang memiliki kapasitas dana dan status sosial diatas masyarakat rata-rata. Konsep Ekonomi Islam Menurut Muhammad Dawam Rahardjo didasarkan pada: (1) ekonomi Islam adalah ilmu ekonomi yang berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam, (2) ekonomi Islam adalah sistem menyangkut pengaturan kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat atau Negara berdasar cara atau metode islami (fiqh muamalah). Nilai-nilai ajaran Islam dan metode islami (fiqh muamalah) yang menjadi satu kesatuan hukum moral sosial inilah yang membangun ekonomi Islam itu, dan (3) maksud dari penafsiran tersebut adalah sebagai perekonomian umat Islam, penafsiran ini muncul dari sifat pragmatis sebagaimana dilakukan oleh Negara Islam. Selanjutnya, Penerapan Hukum Moral-Sosial dalam aktivitas perekonomian umat Islam Menurut Dawam Rahardjo dilakukan baik dari transaksi kelembagaan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Seperti Simpan Pinjam dengan Tanpa Bunga, amanah dalam bertransaksi Jual Beli dengan Online, melakukan jual Beli Produk Halal. Kata Kunci: M Dawam Rahardjo, Hukum Ekonomi Syari’ah, Hukum Moral-Sosial
PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (ANALISIS TERHADAP PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN NOMOR 10 TAHUN 2018 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING) Winatasada, Nadia; Yuswalina, Yuswalina; Utami, Iftitah
Muamalah Vol 5 No 2 (2019): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.851 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang akan masuk ke Indonesia harus memiliki izin tertulis dari menteri atau pejabat yang berwenang. Dalam penelitian ini membahas tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing di Indonesia dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah (Analisis Terhadap Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing). Adapun permasalahan dalam penelitian ini yaitu: 1) bagaimana proses penggunaan tenaga kerja asing di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 10 tahun 2018 Tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing. 2) bagaimana tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap penggunaan tenaga kerja asing di Indonesia. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan library research, yaitu mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah dengan pengumpulan data yanag bersifat kepustakaan. Analisis data dengan metode deskriptif kualitatif, yaitu menyajikan permasalahan secara jelas berdasarkan rumusan masalah, yang diperoleh dari berbagai sumber yang dapat dipertanggung jawabkan, terstruktur, dan sistematis sehingga mendapatkan kesimpulan dari permasalahan yang ada. Kemudian, pembahasan ini disimpulkan secara deduktif yaitu cara berfikir yang mendasar kepada hal-hal yang bersifat umum ke khusus sehingga penyajian hasil penelitian ini dapat mudah dipahami. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa. 1) Dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 10 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing, proses dalam menggunakan tenaga kerja asing di Indonesia harus memiliki Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing. TKA yang boleh direkrut adalah TKA yang berada di level tenaga profesional, TKA yang akan bekerja di Indonesia harus memenuhi standar kompetensi kerja sebagaimana yang telah ditetapkan. 2) Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah melihat dalam segi mashlahah, TKA yang akan bekerja di Indonesia memang yang benar-benar unggul dalam penguasaan teknologi dan yang berkompeten. Kata Kunci: Penggunaan, Tenaga Kerja Asing, Peraturan Menteri.
KEPAILITAN TERHADAP HARTA PENINGGALAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARI’AH TELAAH PASAL 207 UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG Ningsih, Oktaria; Fauziah, Fauziah; Fitriyati, Yusida
Muamalah Vol 5 No 2 (2019): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.868 KB)

Abstract

ABSTRACT In line with the development of bankruptcy regulations in Indonesia, there was also bankruptcy of inheritance in which Article 207 of Law Number 37 Year 2004 concerning Bankruptcy and Delay of Debt Payment Obligations stated that "Property of the deceased must be declared bankrupt, if two or more creditors submit a request for it and briefly prove that (1) the debt of the person who died, during his lifetime was not paid in full and (2) at the death of the person, his inheritance is not enough to pay his debt. "Therefore this thesis is titled Bankruptcy Against Property in the Perspective of Shari'ah Economic Law Study Article 207 of Law Number 37 Year 2004 concerning Bankruptcy and Delay of Obligation to Pay Debt. The problems that will be raised in writing this essay are how to settle bankruptcy on assets according to Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Delaying Obligations of Debt Payments and how the Shari'ah Economic Law reviews the bankruptcy of inheritance. The research methodology in writing this paper uses a type of literature study (Library Research) that emphasizes the source of information from various literature, the data collection techniques in this study are research with Library Studies. Then the data is analyzed using qualitative descriptive analysis method. Based on the results of the discussion, it was concluded that bankruptcy based on Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Delay of Debt Payment Obligations could also be ruled out by bankruptcy statements. The decision on the Bankruptcy Statement has the effect of legally separating the assets of the deceased from the assets of his heirs. In Syari'ah Economic Law bankruptcy is called Taflis. Bankruptcy is caused by debtor debts that are due. Someone has died who was declared bankrupt, the person who is obliged to pay off the debt is his heir. provided that the heir's responsibility for the heir's debt is limited. Keywoard: Bankruptcy and inheritance.
HAK CIPTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (STUDI KASUS TERHADAP PEMAKAIAN GAMBAR LOGO ASIAN GAMES 2018) Paradita, Wyne; Antasari, Rina; Himsyah, Fatroyah Asr
Muamalah Vol 5 No 2 (2019): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.739 KB)

Abstract

ABSTRAK Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 Pasal 5 dan 9 mengatur tentang hak dan kewajiban Pencipta dan ciptaannya, khususnya hak cipta logo. Hal ini tentang hak moral dan hak ekonomi. Tujuannya adalah untuk melindungi hasil karya ciptaan agar tidak disalah gunakan oleh pihak atau perusahaan lain untuk kepentingan bisnis khususnya hak cipta logo. Seperti halnya kasus pemakaian logo Asian Games 2018 dalam prakteknya masih ada pihak yang menggunakan dan menirukan logo tersebut untuk kepentingan bisnis tanpa izin. Hal ini bertentangan dengan hak moral dan hak ekonomi sebagaimana dijelaskan di dalam Undang- undang Hak Cipta. Jenis penelitian kepustakaan (library research), penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yaitu yang sumber-sumber datanya saya ambil dari buku-buku, Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang hak cipta, artikel dan jurnal yang berhubungan dengan hak cipta yang berkaitan dengan pemakaian logo Asian Games 2018 tanpa izin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan dan menirukan logo tanpa izin untung memperoleh keuntungan bisnis adalah hal yang dilarang di dalam Undang-undang Hak Cipta. Perbuatan sanksi perdata yaitu ganti rugi secara umum diatur dala buku III KUHPerdata dan pidana sesuai pasal 113 angka (3) Undang-undang Hak Cipta. Perlindungan hak cipta logo diberikan secara deklaratif, artinya adalah pemegang pertamalah yang memiliki perlindungan atas hasil ciptaan. Dan juga dasar pemikiran ini bahwa pada dasarnya segala sesuatu bentuk yag berkaitan dengan hukum ekonomi syariah adalah boleh dilakukan kecuali yang dilarang, namun demikian kebolehan juga dibatasi oleh aturan- aturan dan larangan pola-pola yang bathil sehingga jauh dari nilai-nilai prinsip hukum ekonomi syariah oleh karena itu bertujuan bukan hanya untuk memperoleh keuntungan semata, tapi juga harus bisa mengedepankan nilai-nilai sosial dan masyarakat. Kata Kunci : Hak Cipta, Hukum Ekonomi Syariah, Logo, Asian Games 2018 ABSTRACT Law No. 28 of 2014 Article 5 and 9 regulates the rights an obligations of the Creator and his creation, especially the copyright of the logo. It is about moral right and economic rights. The aim isto protect the work of creation so tha it is not misused by other parties or campanies for business purposes, especially copyrights logos. As in the case of the use of the 2018 Asian Games logo in pratice there are still parties who use and imitate the logo for business purposes without permission. This is contrary to moral rights and economic rights as explained in the Copyright Law. The purpose of this thesis is to explain the use of the 2018 Asian Games logo without permission as a violation according to law number 28 of 2014 concerning Copyright. First is to explain the legal protection that can be taken to resolve the copyright logo problem, secondly to find out a review of sharia economic law regarding the use of the 2018 Asian Games logo. The results of the study show that using and imitating logos without permission to gain business profits is prohibited in the Copyright Law. The acts of civil sanstions, namely compensatin, are generally regulated in Book III of the Civil Code and criminal in accordance with article 113 point (3) of Copyright Law. Protection of the copyright of the logo is given declaratively, meaning that is the first holder who has protection for the creation. And also this rationale that basically everything that is related to sharia economic law is permissible except those which are prohibited, however the ability is also limited by rules and prohibitions of illicit patterns so that it is far from the principles of Islamis economic law principle therefore it aims not only to gain profit, but also to be able to prioritize social values and society. Keywoard: Copyright, Sharia Economic Law, Logo, Asian Games 2018

Page 1 of 1 | Total Record : 7