cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 21, No. 1, Juni 2020" : 20 Documents clear
KONTRIBUSI DAN TIPOLOGI PEMIKIRAN HADIS MUHAMMAD DAILAMY DALAM BIDANG HADIS DI JAWA TENGAH Faturahman, Diyan; Kholis, Nur
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11055

Abstract

Research on hadith figures has not been done much, even though their contribution in preserving the source of the second Islamic law is very much. Muhammad Dailamy is one of the most influential hadith figures in Central Java. In this research, it will be explained about the contribution and typology of thought of his hadith. This research is a type of qualitative research. In collecting data, researchers used the interview method with a semi-structured interview technique. The data obtained is processed and analyzed using descriptive-analytical methods. In addition, tShe data sources used also include Dailamy's own intellectual work and other literature relating to research objects, both from books, journals, and internet media. Furthermore, to find out the typology of thought of his hadith, researchers used a theory built by M. Syuhudi Ismail about the typology of thought and understanding of textual-contextual hadith. The results showed that Muhammad Dailamy's contributions in the field of hadith were among others preachers who had considerable influence in the community, especially in the Purbalingga, Purwokerto, Banyumas, Banjarnegara and surrounding areas. Since 1990 he has been active as a presenter of the Mutiara Pagi program at RRI Purwokerto station. In addition, he is also productive in making of books in the form of study series. Then in understanding the traditions of Muhammad Dailamy it can be classified as a typology of contextual flow. This can be marked by his statement that the understanding of Muslim hadith number 106 about isbal must know the existing contextPenelitian tentang tokoh hadis belum banyak dilakukan, padahal kontribusi mereka dalam menjaga dan melestarikan sumber hukum Islam yang kedua ini sangat banyak. Muhammad Dailamy merupakan salah satu tokoh hadis yang cukup berpengaruh di Jawa Tengah. Dalam penelitian ini akan dijelaskan tentang kontribusi dan tipologi pemikiran hadisnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode wawancara dengan teknik wawancara semistruktur. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis. Sumber data yang digunakan juga meliputi karya intelektual Dailamy sendiri dan juga literatur lain yang berhubungan dengan objek penelitian, baik dari buku, jurnal, maupun media internet. Selanjutnya, untuk mengetahui tipologi pemikiran hadisnya, peneliti menggunakan teori yang dibangun oleh M. Syuhudi Ismail tentang tipologi pemikiran dan pemahaman hadis tekstual-kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Muhammad Dailamy dalam bidang hadis antara lain sebagai mubalig yang memiliki pengaruh cukup luas di lingkungan masyarakat khususnya daerah Purbalingga, Purwokerto, Banyumas, Banjarnegara dan sekitarnya. Sejak tahun 1990 aktif menjadi pemateri acara Mutiara Pagi di stasiun RRI Purwokerto. Selain itu, ia juga produktif dalam membuat karya tulis berupa buku dalam bentuk seri kajian. Kemudian dalam memahami hadis Muhammad Dailamy dapat digolongkan kepada tipologi aliran kontekstual. Hal tersebut dapat ditandai dengan pernyataannya bahwa pemahaman hadis Muslim nomor 106 tentang isbal harus mengetahui konteks yang ada.
أثر الأوضاع الاجتماعية في فهم السنة النبوية واستنباط الأحكام الشرعية Rachmadhani, Fajar
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11063

Abstract

 ???? ??? ????? ??? ????? ?? ????? ??? ????? ??????? ???????? ??????? ??????? ???? ?? ??? ??????? ?????????? ???????? ???????? ?????????? ???? ????? ???? ???? ??? ??????? ????????? ?? ??? ????? ?? ??? ??????? ??????????. ???? ?????? ?? ???? ??? ??????? ?????? ????? ?????? ????? ????? ???? ?? ??????? ???? ?? ?????? ????? ????? ?? ?????? ?????? ??????? ?????? ???????. ??? ????? ?? ????? ?????? ??????????? ?????? ???????? ?? ??? ?????? ?????? ??? ?? ??????? ???????? ?? ??? ???? ????? ?????? ??????? ?????????? ??????? ?? ??????? ???????? ??????????? ??????. ?????? ??? ????? ?????? ????????? ???? ??? ?????? ?????? ????? ??????? ???? ??? ??????? ???? ?????? ??????. ??????? ?????????: ??????? ??????????? ??? ?????? ??????? ??????? ??????? The purpose this study is to discuss and uncover the urgency of understanding the hadith based on sociological conditions and the conclusion of Islamic law from it and show some examples related to it. The researcher hopes that this study will bring great benefits and great importance whether theoretical or applied contribute to it in a practical intellectual contribution to religious progress and the modern jurisprudence. This research is a qualitative inductive research, its main sources are the six Hadith books, and secondary sources are books of the principles of jurisprudence and the purposes of Sharia and information contained in magazines and websites and others. This research uses the analytical approach, so that it is used to highlight the characteristics of messages that are implemented objectively and systematically.
ANALISIS STRATEGI ISLAMIC COLLECTIVE ENTREPRENEURSHIP (ICE): SOLUSI MENGATASI DESA TERTINGGAL Thamrin, Dzaky Adam; Habibi, Boby; Sari, Dewi Permata; Athief, Fauzul Hanif Noor
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11059

Abstract

Sektor ekonomi desa memiliki peran substansial bagi kesejahteraan masyarakat dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Data Kementerian Desa (2018) menunjukkan masih ada 13.232 desa tertinggal karena faktor ekonomi. Adapun kendala besar dalam ketertinggalan desa adalah rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan SDM pada desa salah satunya dengan berwirausaha. Hal ini telah dilakukan oleh Desa Gerdu yang berhasil menjadi Desa Wisata Islami. Strategi wirausaha dilakukan secara kolektif yang berlandaskan nilai-nilai Islam atau dikenal Islamic Collective Entrepreneurship (ICE). Peneliti mencoba mengangkat sejauh mana strategi ICE dapat menjadi solusi dalam membangun perekonomian desa, sehingga strategi ini dapat menjadi solusi bagi desa tertinggal lainnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan observasi dalam pengumpulan data. Data tersebut diperoleh dari hasil wawancara yang akan dilaksanakan dengan informan dari pemuka masyarakat, perwakilan masyarakat, dan instansi kabupaten. Dari hasil analisa, strategi ICE yang dilakukan Desa Gerdu memiliki 3 (tiga) tahap yaitu: 1. Pendidikan dan Kerjasama, 2. Pelaksanaan dan Pengelolaan, 3. Evaluasi dan Perencanaan. Selain itu, faktor pendorong internal dalam kesuksesan ICE terletak pada keaktifan pemuka dan pemuda desa dalam mempraktikkan ekonomi Islam. Adapun kerjasama dengan pihak eksternal seperti BAZNAS, DISPARPORA, serta lembaga lainnya sekitar desa yang aktif membantu dalam pembangunan desa.The rural economic sector has a substansial role for the welfare of society and the economic support of nation. Data from Indonesian Ministry of Villages (2018) showed 13.232 underdeveloped villages in Indonesia due to economic reasons. The lack of human resources was the major reason. Therfore, the improvement of human resources throught entrepreneurship is needed. One of the successful village throught entrepreneurship is Gerdu Village in Karanganyar, which also has succeeded in becoming an islamic tourism village. The entrepreneurship strategy is carried out collectively based on islamic values or known as islamic Collective Entrepreneurship (ICE). Researchers try to find how far the effecticeness of ICE strategy as a solution for othe underdeveloped villages. This is a descriptive qualitative research with using observation for collecting data. The data is obtained through interviews with some informants: community  leader, community representative, and district institution in Karanganyar. The result is the ICE strategy was carried out by Gerdu Village has three stages: 1. Education and Cooperation, 2. Implementation and Management, 3. Evaluation and Planning. In addition, the internal driving factor in ICE?s success lies in the activeness of village leader and youth in practicing islamic economics. The collaborationwith external parties such as BAZNAS, DISPARPORA, as well as other intitution around the village are actively helping in village development
القيمة التربوية في كتاب المحفوظات الموضوعية عن العلم والأدب لإبن عارف Nuha, Nuha; Ghozaly, M. Syakirin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11064

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum dari buku mahfudzat tematik bunga rampai peribahasa Arab ilmu dan adab karya ibnu arief, serta mengetahui nilai-nilai pendidikan yang ada dalam buku tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis studi pustaka dan model kualitatif, pendekatannya menggunakan pendekatan content analysis, deskriptif, induktif, dan pendekatan normatif. Sumber data primer  yaitu buku mahfudzat tematik karya ibnu arief. Hasil kesimpulan adalah 1. bahwa gambaran umum dari kitab mahfudzat karya ibn arif adalah bahwa isi kitab mahfudzat ini meliputi al-hadits dan atsar sahabat, bait-bait hikmah, nasehat ulama? dan para pujangga. Isi pembahasan dalam kitab ini diawali dengan tema besar nasihat untuk para guru, dipertengahan buku dibahas tentang berbagai macam peribahasa arab mahfudzat dan faidahnya, dan diakhiri dengan latihan-latihan soal. Inti dari pembahasan mahfudzat dalam buku ini terdiri dari 3 bab. Bab pertama membahas tentang ilmu, bab kedua tentang adab, bab ketiga tentang adab. Jumlah keseluruhan mahfudzat yang ada dalam buku tersebut berjumlah 92 buah. 2. Nilai-nilai pendidikan yang ada dalam kitab mahfudzat ini secara maknawi mengandung 5 (lima) aspek pendidikan, yaitu: pendidikan iman, ilmu, amal, akhlak, dan sosial. 1. Nilai pendidikan keimanan bertujuan untuk mendidik manusia agar senantiasa menguatkan iman dan mensucikan jiwa. 2. Nilai pendidikan keilmuwan, bertujuan untuk menjunjung tinggi kehormatan manusia, menjadi manusia yang mulia, dan bermanfaat bagi sesama 3. Nilai pendidikan amaliyah, bertujuan mendidik manusia untuk selalu berbepilaku dan berfikir positif agar hidup menjadi lebih produktif dan bernilai ibadah 4. Nilai pendidikan akhlak, bertujuan mampu mendidik manusia untuk bersikap sabar, iffah, izzah, rendah hati, dan 5. Nilai pendidikan sosial, bertujuan untuk mendidik manusia agar selalu menjalin komunikasi dengan sesama, karena banyaknya relasi merupakan salah satu cara untuk mempermudah datangnya rezeki. ??????: ????? ??? ????? ?????? ?????? ?????? ?? ???? ????????? ????????? ?? ????? ?????? ???? ???? ??????? ?????? ???????? ?? ???? ??????. ????? ????? ?? ??? ????? ???? ??? ????? ?????? ????? ??????????. ???? ??????? ???????? ??????? ?????? ?? ???? ????????? ???????? ?? ????? ?????? ???? ????. ???????? ??: ?? ????? ????? ????? ????????? ???? ???? ????? ??? ????? ????? (??????) ??????? (??????)? ??????? ?????? ???????, ????????, ????? ?????, ???? ????? ????? ?? ??? ?????? ??? ??? ????? ????. ?? ??? ????? ??? ??? ??????? ??? ??? ?????. ???? ????? ???????? ??????? ?? ??? ?????? ?? ??? ?????? ??? ???? ?????? ???: ????? ???????? ????? ???????? ????? ???????? ????? ???????? ?????? ??????????. ????  ??? ????? ??????? ???? ??? ????? ??????? ?????? ??????? ???????? ?????. ???? ????? ??????? ???? ??? ????? ????? ???????? ????? ??????? ?????? ????? ????? ?????? ??????? ???????. ????? ????? ??????? ???? ??? ????? ????? ??? ??????? ??????? ???????? ??? ??? ???? ??? ???? ?????? ????? ??? ?????. ???? ???? ??????? ????????? ???? ?? ???? ????? ?? ??? ?????? ??????, ??????, ?????????, ??????. ???? ???? ????? ?????????? ???? ??? ????? ????? ??? ????? ??????? ?? ??????? ??????? ??? ???????? ???????? ?????????? ?? ???? ????? ?????? ???? ????? ???????? ?? ????.?????? ???????? : ?????????, ??????, ???????, ???????, ????? ???????
PARADIGMA LIBERAL ARTS DALAM PENDIDIKAN DI ERA DISRUPSI STUDI KASUS DI ZAYTUNA COLLEGE Saputra, Kurniawan Dwi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11052

Abstract

Amidst the noisy discourse of disruption era, the orientation of education in Indonesia is in a crossed way. On the one hand, by the presidential regulation number 87 on 2017, the government wants indonesian education to foster its character education. On the other hand, the more pragmatic approach to prepare skill-based system of education as the answer to industrial demands is obvious in the more recent government discourse. Based on this background, this qualitative research tries to present liberal arts education paradigm as an alternative way to today?s form of education. By studying relevant literature resources, and by evaluating its practice in Zaytuna College as the case, this research argues that liberal arts education is in line with core principles in Islamic education which views human as holistic creatures with many potentials.Di tengah hingar bingar perbincangan tentang era disrupsi, orientasi pendidikan di Indonesia berada pada persimpangan jalan. Di satu sisi, berdasarkan peraturan presiden nomor 87 tahun 2017, pemerintah menginginkan pendidikan Indonesia untuk memperkuat pendidikan karakter. Di sisi yang lain, pendekatan yang lebih pragmatis untuk mempersiapkan sistem pendidikan yang menjawab kebutuhan dunia industri sangat jelas pada diskursus-diskursus pemerintah yang lebih baru. Berdasarkan latar belakang ini, penelitian kualitatif ini, mencoba menghadirkan paradigma pendidikan liberal arts sebagai jalan alternatif bagi pola pendidikan hari ini. Melalui studi sumber pustaka yang relevan, serta dengan mengevaluasi praksisnya di Zaytuna College sebagai studi kasus, penelitian ini berargumen bahwa pendidikan liberal arts selaras dengan prinsip-prinsip pokok pendidikan Islam yang memandang manusia sebagai makhluk holistik dengan potensi yang beragam.
MANUSKRIP MUSHAF AL-QUR‘AN DAUN LONTAR KOLEKSI KIAI ABDURROCHIM (KAJIAN PEMAKAIAN RASM DAN QIRA`AT) Hastuti, Qona?ah Dwi; Hasan, Moh. Abdul Kholiq
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11060

Abstract

Tulisan ini mengkaji manuskrip mushaf Al-Qur?an  daun lontar koleksi Kiai Abdurrochim dari Tarub, Jawa Tengah. Hanya ada satu naskah yang menjadi obyek kajian. Fokus yang akan dibahas pada penelitian ini adalah bagaimana penggunaan rasm dan qira`at pada naskah koleksi Kiai Abdurrochim tersebut. Hasil penelitian menemukan bahwa mushaf tersebut dalam penulisan rasm menggunakan kaidah rasm usmani, meskipun ada beberapa kesalahan dalam penulisan namun tidak mempengaruhi tulisan tersebut. Sedangkan pada aspek qira`at mushaf tersebut menggunakan qira`at Imam Ashim riwayat Hafs dalam menyalin teksnya. Meskipun ada beberapa kata dalam lafal-lafal tertentu yang masih merujuk pada qira`at Qalun riwayat Nafi?.This research is analyzing  the manuscript of Al-Qur?an  on palm leaf collected by Kiai Abdurrochim from Tarub, Central Java. There is only one text being the object of the study. It is focused on how to use rasm and qira`at in the manuscript collected by Kiai Abdurrochim. The researchers found that the manuscript used usmani rasm rules in rasm writing, although there were some writing errors but they did not affect the writing. Whereas in the aspect of the qira`at of the manuscripts uses Imam Ashim?s qira`at based on the narration of Hafs in duplicating the text. Even though there are some words in certain pronunciations that still refer to Qalun?s qira`at based on the narration of Nafi?.
PEMBELAJARAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERWAWASAN MODERAT Muchlis, Muchlis
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11053

Abstract

Pada beberapa institusi pendidikan sering tidak disadari telah melahirkan peserta didik / siswa yang memiliki sikap menutup diri dari kebenaran yang disampaikan oleh pihak lain, kecenderungan kepada pemahaman dan sikap ekstrim. Konsep Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan moderat hadir untuk mengatasi hal tersebut. Sehingga dalam memahami nilai-nilai pokok multikultural mulai dari sikap inklusif terhadap perbedaan-perbedaan, menghormati, demokrasi, toleransi, menghargai hasil karya orang lain, sikap mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam suatu komunitas atau masyarakat yang berbeda latar belakang suku, budaya, bahasa, agama, dan lain-lain, sehingga pada akhirnya siswa diharapkan mampu mempraktekkan sikap-sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan moderat yang dimaksud dalam tulisan ini adalah terfokuskan pada tiga hal; yaitu strategi pengorganisasian pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran, dan strategi pengelolaan pembelajaran.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIZH AL-QUR’AN DI PESANTREN AL-KAHFI SURAKARTA DAN PESANTREN NURUL IMAN KARANGANYAR Kamaludin, Hamzah; Hidayat, Syamsul; Ali, Mohamad
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11061

Abstract

A good case needs to be managed well too if you want to get good results. Likewise with the study of tahfizh of the Qur'an, of course it must be managed properly. Then there must be a management role to manage. If management runs well, the results obtained will be optimal. The purpose of this research is to study the management of Al-Qur'an tahfizh learning in the Al-Kahfi Islamic Boarding School in Surakarta and the Nurul Iman Karanganyar Islamic Boarding School, and to study the learning and management planning of Al-Qur'an tahfizh learning related to relationships. This type of research is a qualitative study using descriptive. This research uses the type of field research. Data collection techniques in this study were carried out by observation, interview and documentation. Instead of the Al-Kahfi Islamic Boarding School in Surakarta and Islamic Boarding School Nurul Iman Karanganyar added planning, organizing, implementing, protecting, and evaluating. Here are some differences, namely: (1) Planning. In the Al-Kahfi Islamic Boarding School in Surakarta target students memorization 5 juz, 3 juz, and 2 juz per year. The strategy taken to achieve the target is halaqoh while the Nurul Iman Karanganyar Pesantren has a target of memorizing 30 juz and 20 juz for 3 years. There are five strategies implemented, standardization, recitation, ziyadah, juziyah, tasmi ?and muroja'ah. (2) Organizing. In the Al-Kahfi Islamic Boarding School Surakarta there is no marhala musyrif while in the Nurul Iman Islamic Boarding School Karanganyar including the marhala musyrifah which is responsible for listening to students one sitting one-time juz as a substitute for juz. (3) Implementation. In the Al-Kahf Islamic Boarding School the stages in learning have not been activated and also in encouraging rote learning the students deposit memorization according to the target without any standard conversion to the next juz, in the Islamic Boarding School Nurul Iman Karanganyar the ways in which learning has been helped also when driving rote learning the students deposit their rote according to the target with the standard juziyah as a condition for moving to the next juz. (4) Evaluation. In the case of the evaluation of learning in the Al-Kahfi Islamic Boarding School Surakarta, it was discussed at the request of each musyrif because there was no support, whereas in the Islamic Boarding School Nurul Iman Karanganyar in the implementation of learning, assistance, and evaluation, according to the standards set forth in the SOP of learning Tahfiz Al- The Qur'an.Suatu perkara yang baik perlu untuk dikelola dengan baik pula jika ingin mendapatkan hasil yang baik. Begitupun dengan pembelajaran tahfizh Al-Qur?an, tentu harus dikelola dengan baik. Maka harus ada peran manajemen untuk mengaturnya. Jika manajemen berjalan dengan baik, maka hasil yang diperoleh akan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pembelajaran tahfizh Al-Qur?an di Pesantren Al-Kahfi Surakarta dan Pesantren Nurul Iman Karanganyar, serta mengetahui perbedaan dan persamaan manajemen pembelajaran tahfizh Al-Qur?an antara keduanya. Jenis penelitian ini berupa penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran tahfizh Al-Qur?an di Pesantren Al-Kahfi Surakarta dan Pesantren Nurul Iman Karanganyar meliputi perencanaan, pengorganisian, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi. Namun dalam penerapan manajemen tersebut terdapat beberapa perbedaan yaitu:  (1) Perencanaan. Di Pesantren Al-Kahfi Surakarta target hafalan santri 5 juz, 3 juz, dan 2 juz per tahun. Strategi yang ditempuh untuk mencapai target tersebut berupa halaqoh sedangkan Pesantren Nurul Iman Karanganyar memiliki target hafalan 30 juz dan 20 juz selama 3 tahun. Strategi yang dilkukan ada lima tahap, standarisasi, tilawah, ziyadah, juziyah, tasmi? dan muroja?ah. (2) Pengorganisasian. Di Pesantren Al-Kahfi Surakarta tidak ada musyrif marhala sedangkan di Pesantren Nurul Iman Karanganyar terdapat musyrifah marhala yang bertanggungjawab menyimak santri satu juz satu kali duduk sebagai syarat pindah juz. (3) Pelaksaanaan. Di Pesantren Al-Kahfi tahapan-tahapan dalam pembelajaran belum dijalankan dan juga dalam menyetorkan hafalan para santri menyetorkan hafalan sesuai target tanpa ada standar perpindahan ke juz berikutnya, sedangkan di Pesantren Nurul Iman Karanganyar tahapan-tahapan dalam pelaksanaan pembelajaran sudah dijalankan serta dalam menyetorkan haafalan para santri menyetorkan hafalannya sesuai dengan target dengan ada standar juziyah sebagai syarat untuk pindah ke juz berikutnya. (4) Evaluasi. Dalam hal pelaksanaan evaluasi pembelajaran tahfizh di Pesantren Al-Kahfi Surakarta, penilaian diserahkan kepada masing-masing musyrif karena belum ada strandar penilaian yang jadi pedoman, sedangkan di Pesantren Nurul Iman Karanganyar dalam pelaksaan evaluasi pembelajaran, pemberian nilai didasarkan pada standar penilaian yang sudah ditentukan sebelumnya yang tertuang dalam SOP pembelajaran tahfizh Al-Quran.
BERMUHAMMADIYAH MELALUI SPIRITUAL AMAL SALEH FILANTROPI CILIK LAZISMU: LITERATUR FUNGSI BAHASA Marwanto, Marwanto
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11054

Abstract

Filantropi cilik Sekolah Dasar Muhammadiyah Plus Salatiga mengajak untuk terus mengajarkan dan mengetuk hati siswa-siswinya agar mau beribadah sosial dan menyadarkan akan arti pentingnya membantu sesama. Pengambilan segmen cilik dikarenakan segmen anak-anak yang menjadi tujuan. Filantropi Cilik mengambil segmen siswa sekolah Amal Usaha Muhammadiyah yaitu Sekolah Dasar Muhammadiyah Plus Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Plus Salatiga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode wawancara siswa/ siswi, guru, dan pengurus Lazismu Salatiga dengan menggunakan teknik simak dan catat. Sementara data pada penelitian ini berupa hasil wawancara. Fokus penelitian ini pada bagaimana Bermuhammadiyah melalui Spiritual Amal Saleh Filantropi Cilik Lazismu dengan bertumpu pada literatur fungsi bahasa.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AL-QUR’AN METODE LITTAQWA DI SDIT NUR HIDAYAH SURAKARTA DAN METODE KARIMAH DI MI NURUL KARIM KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2019/2020 Sugiyanto, Bayu Mufti; Anshori, Ari; Muthoifin, Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11062

Abstract

This research aims to describe the implementation of the Littaqwa method in learning the Qur'an at SDIT Nur Hidayah Surakarta and the karimah method at MI Nurul Karim Karanganyar and describe the supporting and inhibiting factors. This type of research is field research, with a qualitative approach. The object of research is SDIT Nur Hidayah Surakarta and MI Nurul Karim Karanganyar. Research subjects include the Principal / Madrasa, al-Qur'an learning coordinator, teachers who teach the al-Qur'an and several students. Data collection techniques are done by observation, interview and documentation. Data analysis was performed descriptively qualitative. The results showed that the main target of learning the Koran at SDIT Nur Hidayah was an understanding of the principles of recitation with the target of memorization of at least 2 juz (juz 29 and 30) and memorization of hadith, the learning method used was littaqwa by applying three learning models namely classical with the teacher, independent classical and one-on-one classics. Evaluations are conducted at the end of each meeting and evaluation of volume increases. While in MI Nurul Karim the target of memorization is owned by ± 5 juz graduates (juz 26, 27, 28, 29 and 30), learning using the karma method which has four teaching principles namely talqin, tikrar, tahqiq and tabyin. Evaluation of learning is done in 3 stages, namely the class exam, juziyyah and the peak is the best tahfidz school overall champion test. The implementation of al-qu'an learning has implemented a constructivism approach in choosing learning strategies, as an effort to create a learning process that is appropriate to the character of students.Supporting factors that encourage the implementation of the learning of the Qur?an include the standardization of qualified educators and workshops specifically Tahfidz teachers, innovation and strategies in delivering learning, using teaching aids and student handbooks that are easily understood, having Iad classes specifically for 1 grade of elementary school , has its own distinctive tone or hum. While the obstacles faced include students who are not fluent in reading the Koran, lack of guidance and support from families for children, and there are still children who lack concentration and attention when the learning process takes place.Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan implementasi metode littaqwa dalam pembelajaran al-Qur?an di SDIT Nur Hidayah Surakarta dan metode karimah di MI Nurul Karim Karanganyar serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah field research, dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian adalah SDIT Nur Hidayah Surakarta dan MI Nurul Karim Karanganyar. Subjek penelitian diantaranya yaitu Kepala Sekolah/ Madrasah, koordinator pembelajaran al-Qur?an, para guru yang mengajar pelajaran al-Qur?an dan beberapa siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa target utama pembelajaran al-Qur?an di SDIT Nur Hidayah adalah pemahaman tentang kaidah ilmu tajwid dengan target hafalan minimal 2 juz (juz 29 dan 30) dan hafalan hadits, metode pembelajaran yang digunakan adalah littaqwa dengan menerapkan tiga model pembelajaran yaitu klasikal bersama guru, klasikal mandiri dan klasikal satu-satu. Evaluasi dilakukan setiap akhir pertemuan dan evaluasi kenaikan jilid. Sedangkan di MI Nurul Karim target hafalan yang dimiliki oleh lulusannya ± 5 juz (juz 26, 27, 28, 29 dan 30), pembelajaran menggunakan metode karimah yang mempunyai empat prinsip pengajaran yaitu talqin, tikrar, tahqiq dan tabyin. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan 3 tahap yaitu ujian kelas, juziyyah dan puncaknya adalah ujian juara umum terbaik tahfidz sekolah. Implemetasi pembelajaran al-qu?an telah menerapkan pendekatan kontruktivisme dalam memilih strategi pembelajaran, sebagai upaya menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik. Faktor pengdukung yang mendorong implementasi pembelajaran al-Qur?an meliputi standarsasi pendidik yang mumpuni dan workshop terkhusus guru tahfidz, inovasi dan strategi dalam penyampain pembelajaran, menggunakan alat peraga dan buku pegangan siswa yang mudah dipahami, memiliki kelas I?dad terkhusus untuk kelas 1 SD, memiliki nada atau senandung khas tersendiri. Sedangkan kendala yang dihadapi antara lain masih terdapat peserta didik yang belum lancar membaca al-Qur?an, kurangnya bimbingan dan support dari keluarga terhadap anak, dan masih terdapat anak yang kurang konsentrasi dan perhatian ketika proses pembelajaran berlangsung.

Page 1 of 2 | Total Record : 20