cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
KONSEP KEBEBASAN BERAGAMA DALAM ISLAM DAN KRISTEN Wijayanti, Tri Yuliana
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i01.2097

Abstract

This research aims to identify and explain matters related to academic problems,namely: first, understand the formulation of religious freedom in the Islamic religion and religiousfreedom in the formulation of the Christian religion. Second, understand the differenceand points alignment of religious freedom contained in Islam and Christianity. This study wasa qualitative research with religious knowledge as the scope of its research and literature as aplace of research (library research). The collected data is then presented descriptively by usingthe approach of sociology of religion. Sources of data in this study were classified into twogroups, namely primary data and secondary data. The data collected by using documentationand tested the validity of test data by applying confirmability (objectivity of research). Thecollected data were then analyzed with a comparative analysis and deductive models. Basedon the analysis, researchers concluded that Islam and Christianity have their own meaning ofreligious freedom. Freedom of religion in Islam and Christians when studied by the method ofcomparative religion, it will show the differences—on the basis of the law of religious freedom,the freedom of religion, and the norms of religious freedom—and side alignment in the sense—the freedom of each individual to embrace religion according to his individual—and embodiedthe goals of religious freedom is to realize the inter religious harmony.Keywords: freedom of religion; Islam; ChristianAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan hal-hal yang terkaitdengan problem akademik, yaitu: pertama, memahami rumusan kebebasan beragama dalamagama Islam dan rumusan kebebasan beragama dalam agama Kristen. Kedua, memahami letakperbedaan dan poin kesejajaran kebebasan beragama yang terdapat dalam dalam Islam danKristen. Penelitian kualitatif ini dengan ilmu agama sebagai ruang lingkup penelitiannya dankepustakaan sebagai tempat penelitiannya (library research). Data yang didapat kemudiandisajikan secara diskriptif dengan menggunakan pendekatan ilmu sosiologi agama. Sumberdata dalam penelitian ini diklasifikasikan ke dalam dua golongan, yaitu data primer dan datasekunder. Data-data dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi dan diuji validitasdatanya dengan menerapkan uji confirmability (obyektivitas penelitian). Data dianalisisdengan komparatif dan deduktif. Kesimpulan, bahwa agama Islam dan Kristen memilikipemaknaan tersendiri tentang kebebasan beragama. Kebebasan beragama dalam Islam danKristen ketika dikaji dengan metode perbandingan agama, maka akan terlihat sisi perbedaan—yakni pada sisi dasar hukum kebebasan beragama, batas kebebasan beragama, dan norma kebebasanberagama—dan sisi-sisi kesejajaran yakni pada pengertian—kebebasan tiap individuuntuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing—dan tujuan dari terwujudkankebebasan beragama yaitu mewujudkan kerukunan antar umat beragama.Kata Kunci: kebebasan beragama; agama Islam; agama Kristen
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH DI KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 1940-2014 Utama, Abdul Alimun
Profetika Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i1.6297

Abstract

Muhammadiyah organization in Sumbawa regency was established on 6 May 1940. The movement and the development of educational institutions Muhammadiyah Sumbawa has been felt by the community. The development of educational institutions Muhammadiyah Sumbawa able to set up education through three lines of education, namely: formal education, non-formal and informal. formal education has been established since the year 1941-2013, thenumber of 23 educational institutions, including; 4 (four) kindergarten Ortom(Autonomous organizations)Aisyiah, 6 (six) elementary and MI (madrasah ibtidaiyah) , 6 (six) SMP (junior high school)and MTS (madrasah tsanawiyah), 6 (six) SMA (Senior High School) and MA (madrasah aliyah), 1 (one) colleges. While informal pathways, include; orphanage, cottage tahfizulquran and manage mosques. As developed through informal education through a variety of program areas stewardship activities Muhammadiyah Sumbawa.Based on the above background, the formulation of the problem in this research is How the History and Development of Institutions of Muhammadiyah in Sumbawa and what are the factors supporting and inhibiting the development of Muhammadiyah Education Institute in Sumbawa. While the purpose of this study was to describe the history and development of educational institutions Muhammadiyah in Sumbawa as well as factors supporting and inhibiting. Based on the research results, indicate that during the struggle for the developmentof educational institutions Muhammadiyahof the year 1952-2014, Muhammadiyah Sumbawa able to give an important role in developingthe educational institutions of Muhammadiyah Sumbawaby providing of islamic guidance,which is realized by three educational paths, is education formal, non-formal and informal. As for enabling and inhibiting factors that influencesuccess of the organization Muhammadiyah Sumbawa in developing educationalinstitutions Muhammadiyah can be seen from several internal and external factors are schools, human resources and educational tools. While the factors that most basic is a factor that is an asset fund the passage of a education, While the inhibiting factors that most basic is a factor that is an asset fund the passage of a education, and unmatched strictly by the state education agency Berdirinya organisasi Muhammadiyah di Kabupaten Sumbawa pada tanggal 6 Mei 1940. Gerakan dan perkembangan lembaga penddikan Muhammadiyah Sumbawa telah dapat dirasakan oleh masyarakat. Perkembangan lembaga penddikan Muhammadiyah Sumbawa mampu mendirikan pendidikan melalui 3 jalur pendidikan, yaitu: pendidikan formal, nonformal dan informal. melalui jalur pendidikan formal telah didirikan dari semnjak tahun 1941-2013, dengan jumlah 23 lembaga pendidikan, meliputi; 4 (empat) jenjang TK Ortom Aisyiah, 6 (enam) jenjang SD dan MI, 6 (enam) jenjang SMP dan MTS, 6 (enam) jenjang SMA dan MA, 1 (satu) jenjang perguruan tinggi. Melalui jalur nonformal, meliputi; panti asuhan, pondok tahfizul qur’an dan mengelola masjid. Adapun melalui pendidikan informal yaitu dikembangkan melaui berbagai program kegiatan bidang-bidang kepengurusan Muhammadiyah Sumbawa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Sejarah dan Perkembangan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sumbawa dan apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat perkembangan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sumbawa. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah dan perkembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sumbawa serta faktor pendudukung dan penghambatnya. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa sepanjang masa perjuangan pengembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah dari tahun 1952-2014, Muhammadiyah Sumbawa mampu memberi peranan penting dalam mengembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah Sumbawa dengan memberi pedoman keislaman, yang mana diwujudkan melalui tiga jalur pendidikan, yaitu pendidikan formal, nonformal dan informal. Adapun faktor pendukung dan penghambat yang sangat mempengaruhi keberhasilan organisasi Muhammadiyah Sumbawa dalam mengembangkan lembaga pendidikan Muhammadiyah dapat dilihat dari beberapa faktor internal dan eksternal adalah sekolah, SDM, dan alat pendidikan. Sedangkan faktor penghambat yang paling pokok adalah faktor dana yang merupakan aset berjalannya suatu pendidikan, dan tersaingi ketat oleh lembaga pendidikan negeri.
TAFSIR QUR’AN INDONESIA TENTANG AGAMA-AGAMA: Telaah Kitab “Al-Quran dan Tafsirnya” dan Kitab “Tafsir al-Mishbah” Hidayat, Syamsul
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i02.5296

Abstract

This study departs from the questions of how the paradigm of the study of religions according to the Koran, which include: the vision of the Quran about the meaning and concept of religion, the Koran's vision about the meaning and scope of the study of religions, Quran vision methods and approach, and purpose in religious studies. Methodologically, this study focuses its study on the book of Tafsir al-Misbah M. Quraish Shihab's work, and al-Karim wa Quranul Tafsiruhu Ministry of Religious Affairs team works primarily related verses above problems, by using mawdû'i approach. After going through the process of data collection and analysis, some conclusions can be drawn se¬bagai the following: (1) The concept of religion in the sight of the Koran there are two meanings, as the revelation of God's religion is absolute and sacred, and aga¬ma as the process and outcome of human understanding the revelation of God, which is profane and relative, (2) Al-Quran shows that the study of religion, both in the sense and meaning ke¬dua first, the principle of plurality. The existence of truth claims, is at the basic ideas and the religious substance of the cored al-Islam or al-istislam, and tawhid. The study of religions in view of the Quran in addition to nature of science, as well as socio-ethical and theological. Kajian ini berangkat dari pertanyaan bagaimanakah paradigma studi aga­ma-agama menurut Al-Quran, yang meliputi: visi Al-Quran tentang makna dan konsep agama, visi Al-Quran tentang pengertian dan ruang lingkup studi agama-agama, visi Al-Quran tentang metode dan pendekatan, serta tujuan dalam studi agama. Secara metodologis, kajian ini memfokuskan kajiannya ke­pa­da kitab Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab, dan Al-Quranul Karim wa Tafsiruhu karya Tim Kementerian Agama RI terutama ayat-ayat yang berkaitan permasalahan di atas, dengan menggunakan pendekatan mawdû'i. Setelah melalui proses pengumpulan data dan analisis, dapat diambil beberapa kesimpulan se­bagai berikut: (1) Konsep agama dalam pandangan Al-Quran ada dua makna, agama sebagai wahyu Allah yang mutlak dan sakral,  dan aga­ma sebagai proses dan hasil pemahaman manusia terhadap wahyu Allah, yang bersifat profan dan relatif, (2) Al-Quran menunjukkan bahwa kajian ter­­­hadap agama, baik dalam arti  yang pertama maupun makna yang ke­dua, dengan prinsip pluralitas. Adanya klaim ke­benar­an, berada pada wilayah ide-ide dasar dan substansi keberagamaan yang berintikan pada al-islâm atau al-istislâm, dan tawhid. Studi aga­ma-agama dalam pandangan Al-Quran di­sam­ping bersifat keilmuan, juga sosial etis dan teologis.  
PEMIKIRAN EPISTEMOLOGI AMIN ABDULLAH DAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA Waston, Waston
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i01.2102

Abstract

The relation between religion and science seems to be the dichotomous view. Bothof them are like oil and water, two entities that cannot be reunited and separated. Due to “thisdispute”, science often misses their ethics, so science and modern technology have actuallyhumanized humans and distanced them from their nature. The conflict between them forcesmany intellectual Muslims to make “epistemology bridge” for reconciling science and religion.One of them is M. Amin Abdullah, who argues with the concept of integration-interconnectionwhich is the effort to avoid the dichotomous view of the science and religion (especiallyIslam-science) and in the epistemology view, the concept is to close back all disciplines so thereare dialogues, communications, relationships, and mutual help. This article aims to discussthe epistemology thought of M. Amin Abdullah concerning on integration-interconnectionwith its methodology and relevance for the scientific development of higher education in Indonesia.Keywords: Epistemology; Islam; science; Integration-interconnection.Abstrak: Hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan tampaknya menjadi pandangandikotomis. Keduanya ibarat minyak dan air, dua entitas yang tidak bisa bersatu kembali dandipisahkan. Karena “sengketa ini” ilmu pengetahuan mencoba merangkul konsep-konsep agamadan etika agar ilmu pengetahuan-teknologi memiliki nuansa yang manusiawi. Konflikantara keduanya memaksa kaum Muslim intelektual membuat “jembatan epistemologi” untukmendamaikan sains dan agama. Salah satunya adalah M. Amin Abdullah, yang berpendapatbahwa konsep integrasi-interkoneksi yang merupakan upaya untuk menghindari pandangandikotomis dari ilmu dan agama (khususnya Islam-ilmu) dan dalam pandangan epistemologi,konsep ini mencoba menawarkan kembali semua disiplin ilmu sehingga ada dialogisasi, komunikasi,sinergitas, dan hubungan saling membantu. Artikel ini bertujuan untuk membahasepistemologi pemikiran M. Amin Abdullah berkenaan konsep integrasi-interkoneksi denganmetodologi dan relevansinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan pendidikan tinggi di Indonesia.Kata kunci: Epistemologi; Islam; ilmu pengetahuan; Integrasi-interkoneksi.
THE CHARACTER EDUCATION VALUES IN QUR’ANIC VERSES Budihardjo, Budihardjo
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i02.5301

Abstract

Character education is one of the main goals of education. Character education is important due to the common believe that there is the degeneration of ethic and moral of the learners, and also due the rise of juvenile delinquency. Then, character education comes to recover it. Character education can be integrated in various aspects, such as in study al-Qur’ān. The integration between character education and the interpretation of al-Qur’an will make new insight of character education. Moreover, it will be strengthened by the words of Allah. This particular research is intended to reveal whether studies about character education in al-Qur’an will provide a particular kind of character education based on Qur’anic verses, and whether there is any relevance between character education as presented in Qur’anic verses with those presented in curriculum 2013?. To answer these questions, the researcher used descriptive comparative approach, library research as the kind of research, and the use of documentary for collecting the data. This study shows that there are some character education as presented in Qur’anic verses and that there is a  relevance between character education values in curriculum 2013 and character education in Qur’anic verses. From the relevance, it is concluded that the character education as presented in Qur’anic verses suggest similar goals as the character education value in curriculum 2013. Pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan utama dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan karakter sangat penting diajarkan kepada peserta didik lantaran adanya kepercayaan di kalangan masyarakat bahwa dewasa ini telah terjadi degradasi moral dan kenakalan pada peserta didik. Sehingga hadirnya pendidikan karakter dirasa sangat penting untuk memulihkan problem di atas. Apalagi, jika pendidikan karakter itu diintegrasikan dengan nilai-nilai pendidikan yang ada dalam studi al-Qur'an. Untuk itu penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan bagaimana studi tentang pendidikan karakter jika dikaitkan dalam perspektif al-Qur'an?, dan apakah ada relevansi antara pendidikan karakter seperti yang disajikan dalam ayat-ayat al-Qur’an dengan yang disajikan dalam kurikulum 2013?. Untuk menjawab pertanyaan ini, peneliti menggunakan pendekatan komparatif deskriptif, penelitian kepustakaan sebagai jenis penelitian, dan penggunaan dokumenter untuk mengumpulkan data. Studi ini menunjukkan bahwa ada beberapa pendidikan karakter seperti yang disajikan dalam ayat-ayat al-Quran, dan ditemukan ada relevansi antara nilai pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 dan pendidikan karakter dalam ayat-ayat al-Qur’an. Begitu juga ditemukan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter sebagaimana yang terdapat dalam ayat-ayat al-Qur’an, ternyata selaras dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang ada dalam kurikulum 2013.
مكانة السنة في التشريع الإسلامي وعلاقتها بالقران الكريم وكيف نتعامل مع السنة المطهر Osman Musa, Eltom Ishaq
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i01.2104

Abstract

Artikel ini mengupas tentang kedudukan al-Sunnah dalam syariat Islam danhubungannya dengan Al-Quran dan bagaimana mengamalkan sunnah Nabi. Adapun hasildari penelitian ini adalah: 1). Keyakinan akan kebutuhan al-Sunnah dalam syariat Islam, yangditunjukkan oleh ayat-ayat al-Qur’an, teks-teks al-hadis, kesepakatan umat Islam, dan pemikiranyang sehat. 2). al-Sunnah adalah sumber kedua setelah kitab Allah, dan hal ini sudahditetapkan oleh ayat-ayat al-Qur’an dan teks-teks Sunnah, ijma’ umat, serta logika dan akalsehat. 3). Melekatnya al-Sunnah dan Al-Qur’an, tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karenaAl-Quran sepenuhnya aturan syariat, dan al-Sunnah merupakan penjelas, perinci, danpenerang dari al-Qur’an. 4). Sebagai peringatan, bahwa tidak semua yang datang dari NabiMuhammad Saw berlaku sebagai syraiat, karena syariat harus dengan konsep yang jelas. 5).Apa yang datang dari Nabi Muhammad Saw sebagai syariat tidak hanya dalam satu tingkatanamal, karena itu suatu keharusan.Kata kunci: al-Sunnah; syariat Islam; al-Quran; pengamalan.الخلاصة: هذه المقالة تبيّن عن مكانة السنة في التشريع الإسلامي وعلاقتها بالقران الكريم وكيف نتعامل مع السنة المطهر. وأما النتائج في هذه المقالة: أولا. تأكيد حجية السنة النبوية في التشريع الإسلامي والتي دلت عليها آيات القرآن الكريم ونصوص الأحاديث الصحيحة وإجماع الأمة المسلمة والعقول السليمة. ثانيا. إن السنة النبوية هي المصدر الثاني المعصوم بعد كتاب الله، وهذه المرتبة حددتها آيات القرآن الكريم، ونصوص السنة، وإجماع الأمة، وكذلك المنطق المعقول. ثالثا. إن السنة النبوية ملازمة للقرآن الكريم، ولا يمكن فَصْلُ أحدهما عن الآخر، لأن القرآن كليٌّ هذه الشريعة، والسنة بيان وتفصيل لمجمله، وتوضيح لمبهمه. رابعا. التنبيه على أنه ليس كل ماصدر من الرسول صلى الله عليه وسلم يعد تشريعاً؛ لأن الصادر منه تشريعاً لابد أن ينضبط بضوابط معينة. خامساً: إن الصادر من الرسول صلى الله عليه وسلم تشريعاً ليس على درجة واحدة في العمل، لأن منه الواجب، والمندوب ومنه ما هو للتأسي فقط.الكلمات المفتاحية: السنة، التشريع الإسلامي، القران الكريم، التعامل 
PENGARUH THEOSOFI DAN FREEMASON DI INDONESIA (Kajian Analitis Simbol-simbol Theosofi dan Freemason dalam Lirik Lagu dan Sampul Kaset Album Grup Musik Dewa 19) Prihatno, Setyahadi
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i01.2098

Abstract

The lyrics and album cover of Dewa 19 wave of criticism with many symbols or emblemsthat allegedly represent the ancient mystical beliefs and visually turns almost identicalto the symbols on the Thesofi anf Freemason. It lead to the possibility of meaning similarity.Four main points discussed in this study is about the meaning of the lyrics of the album’ssongs of Dewa 19 band, regarding the visual appearance and meaning of symbols in the coverof the album of Dewa 19, reviewing the structure of the relationship between the lyrics and thesymbols in the album of Dewa 19 with Theosofi and Freemason, as well as explain the impactof visualization and dissemination of these symbols in a album of Dewa 19 cassette. Dewa 19has consistently display the lyrics of songs and symbols of Theosofi and Freemasonry teachingsstarted from his first album. Symbols are cleverly laid out in various ways and can onlybe seen with certain ways. The pattern of symbols has a characteristic appearance as well asits own theme. The structure of relations that are drawn in this study relates to the profile ofAhmad Dhani, Theosofi and Freemason teachings, text and lyrics, as well as a visual displayof Theosofi and Freemasons symbols in Dewa 19 album. Display representations of symbolscontained in the album cover of Dewa 19 concluded have relevance in form and meaning tothe symbols of the teachings or understood Occult, Paganism, Kaballah and Theosofi, as wellas movements such as secret Zionist, Illuminati and Freemasonry.Keywords: symbol; theosofi; freemason.Abstrak: Lirik dan sampul album Dewa 19 menuai banyak kritik dengan banyaknya simbolatau lambang yang diduga merepresentasikan kepercayaan mistik kuno dan secara visualternyata nyaris identik dengan simbol-simbol pada Theosofi dan Freemason.Hal tersebutmengarahkan pada adanya kemungkinan kesamaan makna. Empat hal utama yang dibahasdalam penelitian ini adalah mengenai makna dari lirik lagu album grup musik Dewa 19, mengenaitampilan visual dan makna simbol dalam sampul album Dewa 19, mengkaji strukturrelasi antara lirik lagu dan simbol dalam album Dewa 19 dengan Theosofi dan Freemason,serta menjelaskan dampak dari visualisasi dan penyebaran simbol-simbol tersebut dalam kasetalbum Dewa 19. Dewa 19 secara konsisten telah menampilkan lirik lagu dan simbol-simbolajaran Theosofi dan Freemason dari mulai album pertamanya. Simbol secara cerdik diletakkandengan berbagai cara dan hanya bisa dilihat dengan cara-cara tertentu. Pola pemunculan simbolmemiliki ciri serta tema tersendiri. Struktur relasi yang ditarik dalam penelitian ini berkaitandengan profil Ahmad Dhani, ajaran Theosofi dan Freemason, teks dan lirik lagu, sertatampilan visual simbol-simbol Theosofi dan Freemason dalam album Dewa 19. Representasitampilan simbol yang terdapat dalam sampul album Dewa 19 disimpulkan memiliki keterkaitansecara bentuk dan makna dengan simbol-simbol dari ajaran atau paham Okultisme,Paganisme, Kaballah serta Theosofi, serta pergerakan-pergerakan rahasia Zionisme Yahudi seperti, Illuminati dan Freemasonry.Kata kunci: symbol; theosofi; freemason.
PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM (STUDI PEMIKIRAN PROF. DR. ZAKIYAH DARADJAT) Waston, Waston; Rois, Miftahudin
Profetika Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i1.6298

Abstract

The background of this research is the discovery of educators often less understood aspects of child psychology in education. Komnas PA via Media Center, noted that the majority of child abuse occurs in the immediate environment such as home and school, 62 percent of child abuse occur in the immediate environment of family and school environment, the remaining 38 percent in the public space, coupled with the state of Islamic education that was not based on the psychology of Islam. The purpose of this study is to describe the rationale Zakiyah about children's education, and invented the concept of children's education in psychology perspective of Islam, and its implications for Islamic education. This type of research library research, data collection techniques using the documentation, after the data is collected and analyzed by descriptive analysis and content analysis. The first results of this study: Zakiyah have a view of the basic concepts of human has three main dimensions, namely, physical, psychological, spiritual. Zakiyah refer to mankind as a pedagogic, then the pedagogical process Zakiyah grounded on the theory of convergence. Parenting education in children should be in accordance with the child's psychological condition, namely the authoritative style. Second: to educate the perspective piskologi Islam, will make children more healthy soul to those who have a peak physical condition, mental aptitude intellectual (IQ) is high, the health condition of the soul / kepibadian mature and stable in mental emosinalnya (EQ), integrity high personality (mental-social), and has the firmness of faith and Islam. Third, the psychological concepts of Islam which has four dimensions, it will have implications for the study of Islam, namely to create a balanced growth of the human personality as a whole, by training the soul, a mind, physical, ruhaniahnya, because basically the entire education should pursue the growth of human potential.Latar belakang penelitian ini adalah sering ditemukannya para pendidik yang kurang memahami aspek-aspek psikologi anak dalam pendidikan. Komnas PA melalui Pusdatin, mencatat, sebagian besar kekerasan anak terjadi di lingkungan terdekat seperti rumah dan sekolah, 62 persen kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan terdekat keluarga dan lingkungan sekolah, selebihnya 38 persen di ruang publik, ditambah lagi dengan  keadaan pendidikan Islam  yang ternyata tidak dilandasi dengan psikologi Islam. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dasar pemikiran Zakiyah tentang pendidikan anak, dan menemukan konsep pendidikan anak dalam perspektif psikologi Islam, serta implikasinya terhadap pendidikan Islam. Jenis penelitian ini library research, teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif dan content analysis. Hasil penelitian ini yang pertama: Zakiyah memiliki pandangan terhadap konsep dasar manusia yang memiliki tiga dimensi utama yaitu, fisik, psikis, spiritual. Zakiyah menyebut manusia sebagai makhluk pedagogik, kemudian pada proses pedagogiknya Zakiyah melandaskan pada teori konvergensi. Pola asuh pendidikan pada anak harus sesuai dengan kondisi psikologis anak, yaitu dengan gaya autoritatif.  Kedua: mendidik dengan persepektif piskologi Islam, akan menjadikan anak lebih sehat jiwanya yaitu mereka yang memiliki kondisi fisik yang prima, kecerdasan mental intelektual (IQ) yang tinggi, kondisi kesehatan jiwa/kepibadian yang matang dan stabil dalam mental emosinalnya (EQ), mempunyai integritas kepribadian yang tinggi (mental-sosial), dan mempunyai keteguhan iman dan Islam. Ketiga, konsep psikologi Islam yang memiliki empat dimensi itu, akan berimplikasi pada pendidikan Islam, yaitu menciptakan keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia secara menyeluruh, dengan cara melatih jiwa, akal pikiran, fisik, ruhaniahnya, karena pada dasarnya pendidikan harus mengupayakan tumbuhnya seluruh potensi manusia.
FILSAFAT MANUSIA MENURUT MUHAMMADIYAH Sulistyono, Tabah
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i02.5297

Abstract

This thesis is aim to observe human philosophical system in Muhammadiyah thought. The object being discussed in this research are the teories which discussed the essense of human being and the possition of philosopical human-being in Muhammadiyah. The main sourses are KH. Ahmad Dahlan`s thought and Muhammadiyah ideology and steps. The other supportiy sourches are the consideration of activist in otonom organization who uses the name of Muhammadiyah or the researcher outsider of Muhammadiyah.This research uses qualitative-rasionalistic paradigma.This kind of research based on its range is religius research. Based on its type is explorative research. It uses philosophical research. The researcher observes the data by the steps of follows: first, observius the datas philosophycally,e.g. ontology, epistemology and axiology. Second, observity datas philosophically though verstehen (understanding) method such as, symbolic step, interpreting and digging step, constructive step or symbolic of life. Third, the result of verstehen is presented by expressing and explaining method.The human philosophycal ontology discussion in Muhammadiyah thought textually is only to understand one point of view of leaning personal and camera-view. Human philosophical epistemology in Muhammadiyah thingking. The are two methods to understand human-being, by purifity the heart by remembering of Allah, sholat and the thinking about heveafter purily. Third,human philosophical axsiology in Muhammadiyah which involes unity, believes, oven-minded, propetis-humanis, responsibility, and religiousity. Obviously, there are two models of human according to Muhammadiyah e.g. enlightened human (rausyan-fikr-Muhammadiyah) and monodualis or monodualist-Muhammadiyah. The concept of human philosophies in Muhammadiyah is existentialist-idealist. The Muhammadiyah is the man who are thinking for act or the man who just act in worship.   Tujuan tesis ini adalah mencari konsep filsafat manusia dalam pemikiran Muhammadiyah. Persoalan yang dibahas dalam penelitian ini adalah teori-teori yang membahas esensi manusia dan kedudukan filsafat manusia dalam pemikiran Muhammadiyah. Sumber utamanya adalah pemikiran KH. Ahmad Dahlan, ideologi dan langkah Muhammadiyah. Sedangkan sumber pendukungnya adalah pemikiran aktifis ortom yang mengunakan nama Muhammadiyah atau para peneliti outsider Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif-rasionalitik. Jenis penelitian ini berdasarkan ruang lingkupnya termasuk penelitian keagamaan, berdasarkan tipe penelitian, termasuk penelitian eksploratif, dan menggunakan pendekatan filsafat. Peneliti mengalisa data menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: pertama, menganalisa data dengan filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi. Kedua, menganalisa secara filosofis data-data tersebut dengan metode verstehen (pemahaman), yaitu tahap simbolik, tahap pemaknaan atau penggalian, tahap kontruktif atau kehidupan simbol dan tahap interpretasi. Ketiga, hasil dari verstehen disajikan dengan metode pengungkapan atau metode penerangan. Kajian ontologi filsafat manusia dalam pemikiran Muhammadiyah secara tekstual hanya memahami dari salah satu sudut atau meminjam Leaming personal and camera view. Kedua, epistemologi filsafat manusia dalam pemikiran diri Muhammadiyah. Ada dua cara atau jalan untuk memahami diri manusia, yaitu dengan penyucian hati dengan cara dzikrullah, sholat dan memikirkan tragedi kedasyatan akhirat serta dengan tafakkur (berfikir sejernih-jernihnya). Ketiga, aksiologi filsafat manusia dalam pemikiran diri Muhammadiyah. Produknya adalah sifat-sifat humanitas yang meliputi persatuan, amanah atau kepercayaan, keterbukaan, propetis-humanis,  tanggungjawab, dan nilai religiuitas. Setidaknya ada dua model manusia secara nyata menurut Muhammadiyah, yaitu model manusia tercerahkan atau rausyan-fikr-Muhammmadiyah dan model manusia monodualis atau monodualis-Muhammadiyah. Paham atau aliran filsafat manusia dalam Muhammadiyah adalah eksistensialis-idealis. Realnya adalah manusia yang hanya berfikir untuk beramal atau manusia yang hanya beramal saja yang disebut manusia Muhammadiyah. 
REFORMULASI PERATURAN HUKUM LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH DI INDONESIA Muhtarom, Muhammad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i01.2103

Abstract

The presence of Act No. 1 of 2013 on Micro Finance Institutions, have given riseto legal problems for Cooperative of Syariah Micro Finance, because the cooperatives governedby two kinds of regulation, namely cooperative legislation and regulation of microfinance institutions(MFIs). Dualism of laws has given rise to overlapping regulation, supervision andoversight by the relevant agencies, as well as the contradictions settings between one to another.The legal problems required solutions through reformulation of laws of the Syariah MFI’s.Keywords: reformulation of law; cooperatives; syariah micro financeAbstrak: Kehadiran Undang Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga KeuanganMikro, telah memunculkan problem hukum bagi lembaga keuangan mikro syariah yang berbadanhukum Koperasi, karena LKM ini diatur oleh dua macam regulasi, yaitu peraturanperundangan perkoperasian dan peraturan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Adanya dualismeperaturan hukum ini telah menimbulkan tumpang-tindih pengaturan, pengawasandan pembinaan oleh instansi terkait, serta adanya kontradiksi-kontradiksi pengaturannya diantara satu dengan lainnya. Problem hukum itu memerlukan pemecahannya melalui reformulasiperaturan hukum yang berkaitan dengan LKM Syariah.Kata kunci: reformulasi peraturan; perkoperasian; lembaga keungan mikro syariah

Page 8 of 48 | Total Record : 473