cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
DAKWAH BIL-HẦL PESANTREN WALISONGO NGABAR PONOROGO JAWA TIMUR DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT TAHUN 2013-2014 Shobron, Sudarno; Rosyadi, Imron; Zaki Suaidy, Mohammad
Profetika Vol. 16, No. 1, Juni 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berkaitan   dakwah bil hâlsebagai sebuah model dakwah yang berorientasi kepada pemberdayaan dan pengembangan masyarakat (community empowerment) melalui ekonomi. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana implementasi dan peran dakwah bil-hâl Pondok Pesanten “Wali Songo” dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Ngabar Tahun: 2013-2014 .Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi dan peran dakwah bil-hâl PPWS dalam pemberdayaan masyarakat Ngabar dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, karena peneliti langsung menggali data di lapangan yaitu PPWS Ngabar Ponorogo. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Dakwah bil-hâl dilaksanakan melalui program pemberdayaan ekonomi. Pemberdayaan ekonomi dilakukan spesifik melalui YPPW-PPWS diharapkan mampu menjembatani dan membantu masyarakat Ngabar keluar dari kemiskinan melalui model-model pemberdayaan yang dilakukan antara lain: (1) Pemberdayaan tenaga kerja sekitar pesantren, (2) Pemberdayaan pertanian, (3)Pemberdayaan peternakan sapi, (4) Pemberdayaan kesehatan masyarakat, (5) Pemberdayaan penyiaran dan komunikasi dan (6) Pemberdayaan kelompok usaha rumahan. Adapun peran dakwah bil-hâl Dakwah bil-hâl menghasilkan perubahan dan pencapaian dalam masyarakat Ngabar, khususnya di bidang ekonomi. Dakwah bil-hâl memiliki peransebagai motivator, dinamisator dan fasilitator program pemberdayaan ekonomi masyarakat Ngabar, dengan melibatkan peran institusi agama, kyai dan pesantren.Kata kunci: dakwah bil-hâl, pesantren, pemberdayaan ekonomi.
KONSEP INTEGRASI ILMU GHOYAH DAN ILMU WASILAH DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN DI SEKOLAH (Studi Kasus di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Tahun 2012-2013) Irawansah, Opi
Profetika Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study in this research was about the integration concept of ghoyah (goal) and wasilah (medium) science in the school education curriculum. The first purposeof this research was identification of the integration concept of ghoyah (goal) and wasilah (medium) science that was applied at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High SchoolCilacap. The second purpose of this research was identification of the main problem andsolution that had to be done in implementation of integration of ghoyah and wasilah science at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High School Cilacap. The method used in this research was qualitative research method. This method was used for case study at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High School Cilacap. The written data were books,documents and magazines about integration concept of ghoyah and wasilah science.Whereas the unwritten data were taken from Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior HighSchool Cilacap. The collection of data used observation, documentation and interviewmethods. The data had been collected by those method were analyzed in the verbal form using coherence interpretation. The result this research showed that the integration of ghoyah and wasilah science was applied at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High SchoolCilacap had some types. They were the integration of ghoyah and wasilah science inpreparation lesson plan, in implementing teaching-learning and extra curricular activitiesand so on. According to researcher’s analysis, there were some things that could helpthe process of integration of ghoyah and wasilah science in some activities above. Thefirst, teachers’ knowledge and capability in applying the integration concept of ghoyahand wasilah science. The second, there was colaboration between teachers and parentsin supervising students’ activities out of school.Key words: integration concept; goal science; medium science.Studi dalam penelitian ini adalah mengenai konsep integrasi ilmu ghoyah(tujuan) dan ilmu wasilah (sarana) dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Tujuanyang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi konsep integrasiilmu ghoyah dan ilmu wasilah yang diterapkan di SMA Al-Irsyad Al-IslamiyyahCilacap, dan mengidentifikasi problem utama dan solusi yang harus dilakukan dalamimplementasi integrasi ilmu ghoyah dan ilmu sarana di SMA Al-Irsyad Al-IslamiyyahCilacap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang merupakan studi kasus di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. Fenomena agama adalah fenomenauniversal umat manusia. Selama ini belumada laporan penelitian dan kajian yang menyatakan bahwa ada sebuah masyarakatyang tidak mempunyai konsep tentangagama. Walaupun peristiwa perubahansosial telah mengubah orientasi dan maknaagama, hal itu tidak berhasil meniadakaneksistensi agama dalam masyarakat. Sehingga kajian tentang agama selalu akanterus berkembang dan menjadi kajian yangpenting dalam berbagai aspek kehidupanmanusia. Sebagaimana dalam ranah pendidikan, agama sangat penting untuk dikaji, karena apabila terjadi dikotomi antaraagama dan pendidikan maka sudah bisadipastikan pendidikan tersebut tidak bisaoptimal dan bahkan tidak akan sampai kepada tujuan yang sebenarnya. Maka dariitu pendidikan tidak akan pernah terlepasdari agama dalam prakteknya.Undang-undang Sistem PendidikanNasional No. 20 Tahun 2003, telah ditetapkan tujuan Pendidikan Nasional yaituuntuk “Berkembangnya potensi pesertadidik agar menjadi manusia yang berimandan bertaqwa kepada Tuhan Yang MahaEsa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri dan menjadi warga negarayang demokratis serta bertanggung jawabKamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorangatau kelompok orang dalam usahamendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.1Apabila kita memperhatikan tujuandan makna pendidikan di atas, maka padadasarnya pendidikan adalah proses perubahan sikap dalam usaha mendewasakanseseorang, jadi seseorang dikatakan berpendidikanketika ada perubahan sikappada dirinya, sikap bukan hanya berartiakhlah atau adab saja, akan tetapi perutertulis berupa buku, dokumen dan majalah yang berkaitan dengan konseppengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah. Sedangkan data yang tidak tertulisdidapat dari SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. Pengumpulan data menggunakanmetode observasi, dokumentasi dan wawancara yang dianalisis dalam bentuk verbal dengan interpretasi koherensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmughoyah dan ilmu wasilah yang diterapkan di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacapada beberapa bentuk yaitu, integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam penyusunanperangkat pembelajaran, pelaksanaan KBM, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatanlainnya. Menurut analisis peneliti, ada beberapa hal yang dapat membantu berjalannya proses integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam beberapa kegiatan di atas, diantaranya adalah: 1. Pengetahuan dan kemampuan guru dalam menerapkan konsep integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah. 2. Adanya kerjasama antara guru dan orangtua dalam megawasi kegiatan peserta didik di luar sekolah.Kata kunci: konsep integrasi; ilmu tujuan; dan ilmu sarana.
DAFTAR ISI DAN PENGANTAR REDAKSI Profetika, Redaksi
Profetika Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR ISI DAN PENGANTAR REDAKSI
SIGI LAMO DAN TINGGALAN SEJARAH ISLAM DI TERNATE Pinem, Masmedia
Profetika Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study seeks to reveal the history ofthe ancient mosques in the city of Ternate.Through historical-archaeological-approaches, ancient mosques are described comprehensively.From the research of Sigi Lamo (Great Mosque) of the Ternate Sultanates, there are severalpoints found, first, Ternate Sultanates Sigi Lamo I sthe oldest mosque inTernate were builtaround the year 1606A Dat the time of Sultan Hamzah (1628-1648). Second, in terms oflayout Ternate Sultanate Sigi Lamo is very different with the mosques in Java—where themosqueis always adjacent to the palace, the square, and the market—. However, from thearchitecture aspects it’s showed the Javanese influences such as in the mosque polesor supportingpillars of the pyramidal roof, with asharps slope similar to the construction of Javanese house,wide of the porchis same to the main prayer hall. On eachsides ofthe Sultanates mosques, onthe top roof there is a window. In the west of mosque there isalso the sultanate family cemetery.Third, worshipat Ternate Sultanate Sigi Lamo arranged by a hereafter representative whichrepresented each ethnic orregional in Ternate. The here after representative (bobato akhirat)consists of Jiko Imam, Imam Java, Imam Sangaji, and Imam Moti. The four priests were onduty by turn seach week to organize worships at the mosque of Sultanates.Key words: history, archaeology, Ternate Sultanates mosque, hereafter bobatoPenelitian ini berupaya mengungkap sejarah masjid kuno di kota Ternate. Lewatpendekatan historis-arkeologis, masjid kuno dideskripsikan secara komprehensif. Dari hasilpenelitian terhadap Sigi Lamo (Masjid Agung) Kesultanan Ternate, beberapa poin yangdiungkapkan yaitu, pertama, Sigi Lamo Kesultanan Ternate merupakan masjid tertua diTernate yang didirikan sekitar tahun 1606 M pada masa Sultan Hamzah (1628-1648).Kedua, dari segi letak Sigi Lamo Kesultanan Ternate sangat berbeda dengan masjid yangada di Jawa—di mana masjid selalu berdekatan dengan kraton, alun-alun, dan pasar—.Namun, dari aspek arsitektur terlihat ada pengaruh Jawa seperti adanya tiang penyanggadi dalam masjid atau saka guru sebagai penyangga atap yang piramidal, dengan kemiringantajam mirip dengan konstruksi tajug, lebar serambi selebar unit ruang utama salat. Padasetiap sisi masjid Sultan, atap puncaknya dibuat jendela atap. Di barat masjid terdapatjuga komplek pemakaman keluarga sultan. Ketiga, peribadatan di Sigi Lamo KesultananTernate, diatur berdasarkan bobato akhirat yang mewakili dari masing-masing etnis ataudaerah yang ada di Ternate. Bobato akhirat tersebut terdiri dari Imam Jiko, Imam Jawa,Imam Sangaji, dan Imam Moti.Keempat imam inilah bertugas secara bergantian setiapminggunya untuk mengatur peribadatan di Masjid Sultan.Kata kunci: sejarah, arkeologi, masjid Kesultanan Ternate, bobato akhirat
PEMIKIRAN K.H. AHMAD DAHLAN TENTANG PENDIDIKAN DAN IMPLEMENTASINYA DI SMP MUHAMMADIYAH 6 YOGYAKARTA TAHUN 2014/2015 Ahmad, Fandi
Profetika Vol. 16, No. 2, Desember 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to describes K.H. Ahmad Dahlan’s thought of Muhammadiyah education and related to evaluating implementation about K.H. Ahmad Dahlans thought in SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta. The concept of Muhammadiyah education whose pioneered by K.H. Ahmad Dahlan apply holistic education. The education which combines general and religious education in the curriculum. This education will generate student who not only excellent in general knowledge but also in religious knowledge. By means of this research, researchers wanted to knowing the concept of Muhammadiyah education and that implementation in SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta. The data collected though interview to information resources, observation, and documentation study will be analyzed by qualitatively and descriptive served. Based on the results of descriptive analyzed revealed that the K.H. Ahmad Dahlan’s thought of Muhammadiyah education denote combines general education with religious education into a single unit are inseparable from one each other. Hence, this concept of Muhammadiyah education whose pioneered by K.H. Ahmad Dahlan not yet implementation in SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta because of the teachers still understand about the concept of Muhammadiyah education.Keywords: education; implementation;  Muhammadiyah 
MERAJUT KERUKUNAN DALAM KERAGAMAN AGAMA DI INDONESIA (Perspektif Nilai-Nilai Al-Quran) Hasan, M. Abdul Khaliq
Profetika Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious diversity is sunnatullah, something that is given. As well as thediversity in language, culture and the like. It is recognized by al-Quran clearly. Forthat al-Quran has given instructions to his people in addressing religious diversity inform two clear and unequivocal manner. That is the attitude Exclusive (al-inghilaq) inthings that are aqidah (belief) and ‘ubudiah (worship) and inclusive attitude (alinfitah)in the realm of socially interactive. In the applicative level, the teachings ofIslam which is sourced to al-Quran and Sunnah has taught his people how to live sideby side with members of different communities faith. Medina Charter is among thehistorical evidence of how Islam since the beginning wantrealization inter-religiousharmony. In the context on Indonesia, noble values al-Quran can be developed inorder uphold various pillars that need to be agreed together and actualized to buildinter-religious harmony. Among these pillars is to improve the correct tolerance, mutualrespect with full religious attitudes in certain maturity, increased cooperation in mattersof religion become destination together, without having to mutual suspicion andstrengthen the three pillars of state (Pancasila, UUD 45 and Unity in Diversity).Keywords: harmony, religious diversity,Keragaman beragama merupakan sunnatullah, sesuatu yang sifatnya given.Sebagai halnya keragaman dalam bahasa, suka dan budaya.Hal ini diakui oleh Al-Quran secara jelas.Untuk itu,Al-Quran telah memberikan petunjuk kepada umatnyadalam menyikapi keragaman beragama dalam wujud dua sikap yang jelas dantegas.Yaitu sikapeksklusif (al-inghilaq) dalam hal-hal yang bersifat aqidah dan ‘ubudiahdan sikap Inklusif (al-infitah) dalam ranah sosial interaktif.Dalam tataran aplikatif,ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Quran dan as-Sunnah telah mengajarkankepada umatnya bagaimana hidup berdampingan dengan anggota masyarakat yangberbeda kenyakinan. PiagamMadinah adalah diantara bukti sejarah bagaimana Islamsejak awal menginginkan terwujutnya kerukunan antarumat beragama.Dalam kontekske-Indonesia-an, nilai-nilai luhur Al-Quran tersebut dapat dikembangkan dalam rangkamengakkan berbagai pilar yang perlu disepakati bersamadan diaktualisasikan untukmembangun kerukunan antarumat beragama.Diantara pilar-pilar tersebut adalahdengan meningkatkan sikap toleran yang benar, saling menghormati dengan penuhsikap kedewasan dalam beragama, meningkatkan kerjasama dalam hal-hal yang menjaditujuaan bersama dalam beragama, tanpa harus saling mencurigai dan memperkokohtiga pilar kenegaraan (Pancasila, UUD 45 dan Bineka Tunggal Ika).Kata Kunci: kerukunan, keberagaman agama, eksklusif, inklusif.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM IBNU KHALDUN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN NASIONAL Hidayat, Syamsul; Wakhidah, Ana Nur
Profetika Vol. 16, No. 1, Juni 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibn Khaldun with all efforts to find a concept of Islamic education with some of them about the idea of learning known as malakah theory, generalization, tadarruj, and continuity, which until now is still used as a guide in the world of education. For this research trying to uncover the relationship between Islam Ibn Khalduns Concept of Education in Relevance of National Education. This study aims to provide an overview of the reasons behind Ibn Khalduns ideas with regard to the concept of Islamic education and describes the relevance of the concept of Islamic education Ibn Khaldun to the National Education. This research is a library research by using the method of collecting data is documentation research method, the research model by searching the data using the record of events that have passed such monumental works of Ibn Khaldun. From the analysis that has been done can be concluded that there is relevance of Ibn Khalduns concept of Islamic education to national education is characterized among other things by the similarity of the concept that the main object of education is a human being, in which man is composed of several basic elements are interrelated and can not be separated from each other.
PENGARUH PEMIKIRAN ISLAM REVOLUSIONER ALI SYARI’ATI TERHADAP REVOLUSI IRAN Nugroho, Anjar
Profetika Vol. 15, No. 2, Desember 2014
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Islamic revolution of Iran happened in 1979 shows as the most realexample of how people power could take over the tyranny era and monarchy systemlasting for 200 years in Iran. Their collective awareness is caused by the source ofreligion awareness (Shia Islam) that has been up dated. Ali Syari’ati became thebrightened intellectual actor, that is as the phenomenon of the dictator grinding thepeople in Syah Pahlevi’s Government. Syari’ati, then, acted as the pioneer of radicalideas about revolution and Islam which taken from Shia teachings as the source, thathave been mixed with the tradition of the third World Revolutionary and Marxism. AliSyari’ati succeed developing revolutionary Islam ideology in which, then, becomes thebasis of people’s collective awareness opposing the era of Syah Pahlevi’s Government.According to Ali Syari’ati’s idea, Islam is a freedom and emancipation ideology. accordingto him this idea of Islam is progressive and revolutionary, sourcing to one system offaith, that is; tauhid. If the tauhid based on Ali Syari’ati’s idea is the unity of God,Human and Environment, so the condition of community having social discrimination,injustice and the arbitrary can be classified as syirk.It is the opposing of tauhid. Theoffer of Syari’ati’s idea and Islam ideology become the bridge or the fourth way of deadlock ideology pre-revolutionary opposition movements. They are Secular-nationalist,Communist-Marxist and Islam Fundamentalism. Finally, this Syari’ati’s ideology leadsImam Khomeini to be accepted as the revolutionary leader.Key Words: iran revolution; Shia, and freedom.Revolusi Islam Iran yang terjadi pada 1979 adalah contoh paling nyata,bagaimana kekuatan massa mampu menumbangkan rezim tiranik sekaligus sistemmonarki yang sudah berumur 200 tahun di Iran. Kesadaran kolektif massa itu disebutsebutbersumber dari kesadaran agama (Islam Syi’ah) yang sudah diperbaharui. AliSyari’ati muncul menjadi sosok intelektual tercerahkan adalah fenomena kekuasaanrezim Syah Pahlevi yang otoriter dan menindas.Syari’ati lalu tampil sebagai peloporgagasan-gagasan radikal tentang Islam dan revolusi yang bersumber dari ajaran Syi’ahyang sudah dicangkokkan dengan tradisi revolusioner Dunia Ketiga dan Marxisme.Ali Syari’ati berhasil membangun ideologi Islam revolusioner yang kemudian menjadibasis kesadaran kolektif massa menentang kekuasaan rezim Syah. Dalam pemikiranSyari’ati, Islam adalah sebuah ideologi emansipasi dan pembebasan.Pandangan IslamAli Syari’ati yang progresif dan revolusioner bersumber pada satu sistem keyakinanyaitu tauhîd.Jika tauhîd dalam pandangamanusia dan alam semesta, maka kondisi masyarakat yang penuh diskriminasi sosial,ketidakadilan, dan kesewenang-wenangan dapat dikategorikan sebagai Syirk, lawandari tauhîd. Tawaran pemikiran dan ideologi Islam Syari’ati menjadi jembatan ataujalan keempat dari kebuntuan ideologi gerakan oposisi pra-revolusi, yaitu antaranasionalis-sekuler, Marxis-Komunis dan Fundamentalisme Islam.Dan ideologi Syari’atimelapangkan jalan bagi diterimanya Imam Khomeini sebagai pemimpin revolusioner.Kata Kunci: revolusi Iran; syi’ah; pembebasann Syari’ati adalah kesatuan antara Tuhan,
MODEL DAKWAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA Shobron, Sudarno
Profetika Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The existence of Transnational Islam Movement, Hizbut Tahrir, to Indonesiaadds the number of Islam movement conveying dakwah (missionary endeavor) askingto do the good deed and avoiding bad ones. Each organization has its different strategyand model though it is possible that there is similarity. Hizbut Tahrir came to Indonesiain 1983 by offering radical changing agenda, that is, changing the Indonesian politicalsystem to Khilafah al-Islamiyah.The Islamic political system gets appreciation form a number of Islamic people whowant changes. There are two dakwah strategies, that is, cultural and structural. Thecultural is by changing the awareness of the society about the importance of changes inIndonesia with only one way that is establishing political system Khilafah al-Islamiyah.Structural strategy is carried out by forming opinion for Islamic people and peoplethough rallies and khilafah conferences. The way to make the awareness of Islamicpeople is by dakwah.The Hizbut Tahrir missionary endeavor follows the Prophet Muhammad (peace beupon him) in making changes in Mecca and Medina though three phases, that isdevelopment of cadres, interaction to society and authority.Kehadiran gerakan Islam transnasional, Hizbut Tahrir, ke Indonesiamenambah jumlah gerakan Islam yang melakukan dakwah amar makruf nahi munkar.Masing-masing organisasi memiliki stratgei dan model dakwah yang berbeda-bedawalaupun tidak menutup kemungkinan ada persamaannya. Hizbut Tahrir datang keIndonesia pada tahun 1983 dengan menawarkan agenda perubahan yang radikal, yaknimerubah sistem politik Indonesia dengan sistem Khilafah al-Islamiyah.Sistem politik Islam tersebut mendapat apresiasi dari sebagian umat Islam yangmenginginkan perubahan. Strategin dakwah yang dilakukan ada dua, yakni kulturaldan structural. Kultural dengan merubah kesadaran umat Islam akan pentingnyaperubahan Indonesia, satu-satunya adalah dengan menegakkan sistem politik Khilafahal-Islamiyah. Stratgi struktural yang dilakukan dengan membentuk opini publik umatIslam dan rakyat Indonesia melalui demonstrasi-demonstrasi, konferensi khilafah. Jalanyang diambil agar kesadaran umat Islam itu terbentuk adalah dengan dakwah.Model dakwah Hizbut Tahrir mengikuti cara Rasulullah saw dalam melakukanperubahan di Mekkah dan Madinah dengan tiga tahap, yakni tahap pembinaan danperkaderan, tahap berinteraksi dengan masyarakat, dan tahap penerimaan kekuasaan.Kata Kunci: khilafah al-Islamiyah; kultural dan struktural; perubahan radikal.
KINERJA GURU BERSERTIFIKASI DALAM MENINGKATKAN MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH SUDUNG KEDUNGTUBAN BLORA TAHUN 2015 Shobron, Sudarno; Suyanto, Suyanto
Profetika Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The performance of school teachers be one of the important factors in improving theschools quality. Certified teachers in Ibtidaiyah Elementary School of Muhammadiyah SudungBlora include planning and implementation of education quality development has been carriedout effectively and efficiently. It is characterized by the realization of the development of theimplementation of learning and learning outcomes in accordance with the vision and missionof the madrassa. support Factor in improving education quality management are 1) Availabilityof adequate learning media and support ongoing learning activities; 2) The interest andenthusiasm of students is increasing in participating in learning activities; 3) Preparation ofteachers in teaching is increasing; 4) The climate in the classroom learning environment moreconducive; 5) There is full support of the school community, society, and government; 6) Suppliedfacilities for picking up the students to and from school by teachers. Inhibiting factors inimproving the quality of education management in MI Muhammadiyah Sudung are 1) Lackof facilities to support the library and its contents; 2) Many teachers who are still miss match(not in accordance with the latest science education qualifications); 3) Lack of infrastructureeg. UKS room, and laboratory, so it is still a hard time in learning practices.Keywords: teacher performance; certification; management quality; education.Abstrak: Kinerja guru disekolah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkanmutu sekolah. Guru bersertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sudung KabupatenBlora meliputi perencanaan dan pelaksanaan pengembangan mutu pendidikan telahdilakukan secara efektif dan efisien. Hal ini ditandai dengan terwujudnya pengembanganpelaksanaan pembelajaran dan hasil pembelajaran sesuai dengan visi dan misi madrasah. Fakorpendukung dalam meningkatkan manajemen mutu pendidikan ialah 1) Tersedianya mediapembelajaran yang memadai dan menunjang berlangsungnya kegiatan belajar mengajar; 2)Minat dan semangat siswa semakin meningkat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran; 3)Persiapan guru dalam pembelajaran semakin meningkat; 4) Iklim lingkungan belajar dalamkelas yang semakin kondusif; 5) Adanya dukungan penuh dengan warga sekolah, masyarakat,dan pemerintah; 6) Disediakan fasilitas antar jemput siswa saat berangkat dan pulang sekolaholeh guru-guru. Faktor penghambat dalam meningkatkan manajemen mutu pendidikan di MIMuhammadiyah Sudung ialah 1) Kurangnya fasilitas pendukung perpustakaan beserta isinya;2) Tenaga pengajar masih banyak yang miss match (tidak sesuai dengan kualifikasi ilmupendidikan terakhir); 3) Kurangnya sarana prasarana misalnya ruangan UKS, dan laboratorium, sehingga masih kesulitan saat praktek pembelajaran.Kata Kunci: kinerja guru; sertifikasi; manajemen mutu; pendidikan.

Page 6 of 48 | Total Record : 473