cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
“Ngajeni Wong Liyo” ; Menghormati Orang yang Lebih Tua pada Remaja Etnis Jawa Wardani, Fivien Luthfia Rahmi; Uyun, Zahrotul
Indigenous Vol 2, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.5681

Abstract

Remaja etnis Jawa sangat di sorot penerapannya dalam sikap menghormati  kepada orang yang lebih tua. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap menghormati kepada orang yang lebih tua pada remaja etnis Jawa. Informan penelitian berjumlah 6 remaja etnis Jawa berusia 13-23 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologi, menggunakan wawancara semi-terstruktur. Penelitian ini menghasilkan gambaran sikap menghormati pada orang yang lebih tua dilihat dari komponen sikap. Budaya Jawa merupakan identitas orang Jawa yang diajarkan sejak kecil dan telah menjadi adat. Sikap menghormati merupakan sikap santun dan lembut untuk orang lain yang lebih tua. Bahasa Jawa digunakan informan untuk berkomunikasi. Informan merasa aneh ketika tidak menghormati orang yang lebih tua dan merasa bersalah ketika mengatahui ada orang yang lebih tua merasa tidak di hormati. Informan menghormati, menyapa, dan tersenyum ketika bertemu dengan orang yang lebih tua, menerima tamu dengan bahasa halus, menunduk atau membungkukkan badan ketika lewat di depan orang yang lebih tua. Hal ini seharusnya diterapkan dalam kehidupan masyarakat Jawa supaya identitas utamanya tidak luntur.Kata kunci : budaya jawa, ngajeni, sikap menghormati remaja etnis jawa
MULTIKULTURALISME, AGAMA DAN PENDIDIKAN Yayah Khisbiyah
Indigenous Vol. 6, No. 1, Mei 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4623

Abstract

Perbedaan keterampilan sosial ditinjau dari sistem pendidikan Katoro, Aindha Vegalaras; Hertinjung, Wisnu Sri
Indigenous Vol 5, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v5i1.6841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan sosial ditinjau dari sistem pendidikan yaitu untuk mengetahui tingkat keterampilan sosial antara siswa dengan sistem pendidikan negeri dan sistem pondok pesantren, serta mengetahui terkait keterampilan sosial pada masing-masing sistem pendidikan. Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan keterampilan sosial antara siswa sekolah negeri dengan siswa sekolah pondok pesantren dimana keterampilan sosial siswa sekolah negeri lebih tinggi dibandingkan dengan siswa sekolah pondok pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif komparasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala keterampilan sosial. Subjek penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri X sebanyak 4 kelas yang berjumlah 98 siswa dan siswa SMA PPTQ X sebanyak 4 kelas yang berjumlah 77 siswa. Analisis data menggunakan uji-t (t-test). Hasil analisis uji t diperoleh t-hitung = 5,744 dengan sig.p = 0,000 ≤ 0,01 yang berarti terdapat perbedaan yang sangat signifikan keterampilan sosial antara siswa sekolah negeri dan sekolah pondok pesantren. Rerata keterampilan siswa di sekolah negeri sebesar 138,50 dan rerata keterampilan sosial siswa di sekolah pondok pesantren sebesar 128,21 yang berarti keterampilan sosial siswa sekolah negeri lebih tinggi dibandingkan sekolah pondok pesantren. Keterampilan sosial siswa pada kedua sistem pendidikan memiliki kategori yang sama yaitu tinggi, hanya saja rerata sekolah pondok pesantren sebesar 128,21 yang menunjukkan  kategori tinggi ke arah sedang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka hipotesis penelitian terbukti.
HARAPAN ORANGTUA YANG TIDAK REALISTIS DAN TINDAK KEKERASAN FISIK TERHADAP ANAK Ika Agustin; Sri Muliati Abdullah
Indigenous Vol.11, No.1, Mei 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i1.1627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan orangtua yang tidak realistis dengan tindak kekerasan fisik terhadap anak. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara harapan orangtua yang tidak realistis dengan tindak kekerasan fisik terhadap anak. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 38 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Tindak Kekerasan Fisik dan Skala Harapan Tidak Realistis. Hasil analisis korelasi menunjukkan rxy = 0,378 (p0,05), berarti hipotesis diterima. Prosentase kontribusi variabel harapan tidak realistis terhadap peningkatan tindak kekerasan fisik sebesar sebesar 14,3%,. dan 85,7% dipengaruhi oleh faktor lain seperti tekanan ekonomi, kesepian, usia orangtua, pendidikan atau pelatihan, stres, pernah menyaksikan atau menjadi korban kekerasan semasa kanak-kanak, dan harga diri.
Peran sanggar regoling ma'rifat dalam penanaman karakter pada anak di era digital Romadhan, Ardian Nur; Purwandari, Eny
Indigenous Vol 5, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v5i1.11144

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran, harapan, dan tantangan dalam penanaman karakter anak di era digital berbasis Agama Islam pada Sanggar Belajar Anak: Sanggar Regoling Ma’rifat di Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan studi kasus model prosedural bersifat deskriptif. Sumber data berasal dari narasumber, aktivitas, dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan pemeriksaan dokumen. Data dianalisissecara deskriptif kualitatif yaitu menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan peran Sanggar Regoling Ma’rifat di era digital dalam bentuk penanaman karakter pada anak berupa karakter religius dengan pondasi perangai yang diaplikasikan dari Agama Islam, yaitu akhlaq al-karimah yang sesuai dengan tuntunan Alquran dan Hadis. Harapan di era digital berupa penyelarasan aktualisasi anak yang berteknologi dan bertataterpuji (akhlaq mahmudah). Pada tatakelola ini norma agama dan kemajuan teknologi dapat bersinergi dan berdaya guna untuk masa depan yang menyejahterakan dan penuh harapan. Sementara itu, tantangan di era digital berupa menjauhkan perangai tercela (akhlaq madzmumah) dari coping perilaku negatifmedia teknologi digital seperti: cyberbullying (dzalim), selfie dengan niat (riya ujub), cyberwar (ghibah), penyampaian informasi hoax (dusta) dan sebagainya. Simpulan: akhlak yang mulia dan terpuji merupakan kunci dari penanaman karakter religius diSanggar Regoling Ma’rifat sehingga serangkaian perangai tersebut akan terpatri pada diri anak sanggar. Sedangkan menjauhkan perangai tercela merupakan tantangan dalam penanaman karakter seorang Muslim dan Mukmin dalam berteknologi secara tepat guna, beradab dan berbudi pekerti luhur. Penelitian ini berimplikasi sebagai example-model dalam penanaman karakter pada anak dengan nilai keIslaman yang kaffah dan mempromosikan pendidikan karakter religius berbasis Agama Islamterhadap anak sebagai trend-model penanaman pendidikan karakter di era digital. Katakunci:era digital; karakter; sanggar belajar anak
DINAMIKA PSIKOLOGI HARGA DIRI PADA WARIA Novita Pahlawani; Susatyo Yuwono
Indigenous Vol. 12, No. 2, Nopember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4755

Abstract

Cinderella Complex dalam Perspektif Psikologi Perkembangan Sosial Emosi Zain, Tsurayya Syarif
Indigenous Vol 1, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.2222

Abstract

Cinderella Complex adalah kecenderungan perempuan untuk tergantung secara psikis, yang ditunjukan dengan adanya keinginan yang kuat untuk dirawat dan dilindungi orang lain terutama laki-laki, serta keyakinan bahwa suatu dari luarlah yang akan menolongnya. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan cinderella complex dalam perspektif psikologi dalam perkembangan sosial dan emosional. Selain itu juga melihat bangaimana faktor-faktor penentu Cinderella Complex. Berdasarkan hasil pengkajian dari berbagai sumber mengenai Cinderella Complex munculnya Cinderella complex pada diri seorang perempuan tidak terlepas dari adanya faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain: Pola asuh orang tua, Kematangan Pribadi, dan Konsep Diri. Dalam perspektif perkembangan gender, Cinderella Complex pada perempuan dipengaruhi oleh budaya setempat yang mempersepsikan perempuan sebagai makhluk yang lemah dan tidak bisa mandiri.Kata kunci : cinderella complex, faktor-faktor, psikologi perkembangan
Coping Stres pada Caregiver Pasien Stroke Fajriyati, Yasrin Nur; Asyanti, Setia
Indigenous Vol 2, No 1 (2017): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.5460

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Setiap tahunnya, hampir 6 juta orang dari seluruh dunia meninggal akibat stroke. Diperkirakan 25–74% penderita stroke di seluruh dunia membutuhkan bantuan seseorang untuk menjalankan kegiatannya, seseorang yang menyediakan bantuan bagi penderita penyakit kronis seperti stroke disebut caregiver. Dalam merawat pasien stroke muncul berbagai masalah yang harus dihadapi oleh caregiver dan mengakibatkan stres, untuk mengurangi atau menghilangkan stres, caregiver perlu melakukan coping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi stres caregiver dan bagaimana bentuk coping caregiver. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan 4 informan utama dan 4 informan pendukung. Informan utama adalah keluarga inti ebagai caregiver utama pasien stroke, sedangkan informan pendukung adalah orang yang dekat dengan caregiver yang mengetahui kegiatan caregiver dalam merawat pasien stroke. Peneliti menggunakan metode wawancara sebagai alat pengumpul data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para caregiver mengalami stres berupa kelelahan fisik, kelelahan psikis, adanya tuntutan dari keluarga serta masalah finansial. Para caregiver menghadapi masalah yang muncul dengan berbagai cara. Terdapat tiga bentuk coping yang berhasil terungkap pada penelitian ini, antara lain coping religius, coping berdasarkan emosi dan coping berdasarkan masalah. Coping yang dipilih dipengaruhi oleh umur, tahap kehidupan, jenis kelamin, suku kebudayaan, status ekonomi serta dukungan sosial.Kata kunci : caregiver, stroke, coping stres
MEMBUKA TABIR KEHIDUPAN WARIA DI KOTA SOLO Indah Prasetyowati
Indigenous Vol. 4, No. 1, Mei 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4604

Abstract

Kemampuan Self Regulated Learning Ditinjau dari Achievement Goal dan Kepribadian pada Pelajar Usia Remaja Saraswati, Putri
Indigenous Vol 4, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.7209

Abstract

Remaja yang berada dalam lingkungan akademik dan pendidikan memiliki tuntutan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik sehingga membutuhkan keterampilan dan kemampuan dalam meregulasi diri sebab akan memengaruhi proses belajarnya, seperti performanya dalam menyelesaikan tugas akademik. Faktor Self Regulated Learning (SRL) dari dalam diri berupa kepribadian dan tujuan khusus (achievement goal) berpengaruh terhadap kemampuannya dalam melakukan regulasi diri dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self regulated learning ditinjau dari kepribadian (OCEAN) dan achievement goal (Mastery dan Performance Orientation) pada pelajar usia remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan cluster random sampling, dengan subjek sebesar 388 siswa SMA baik laki-laki maupun perempuan yang duduk di kelas 1, 2, dan 3. Data yang diperoleh akan diuji dengan menggunakan teknik statistik struktural equation modelling (SEM). Penelitian ini memperoleh hasil bahwa achievement goal berpengaruh terhadap SRL. Hanya kepribadian openess dan conscientiousness yang berpengaruh terhadap SRL.Kata kunci: achievement goals; personality; self regulated learning; youth.Adolescents who are in an academic and educational environment have demands in completing academic tasks so that they need skills and abilities in self-regulation because it will affect their learning process, such as their performance in completing academic assignments. The Self Regulated Learning (SRL) factor of the self in the form of personality and special goals (achievement goal) influences its ability to conduct self-regulation in learning. This study aims to determine the effect of self-regulated learning in terms of personality (OCEAN) and achievement goals (Mastery and Performance Orientation) in adolescent students. The research method used is quantitative, with cluster random sampling, with a subject of 388 high school students both male and female who are sitting in grades 1, 2, and 3. The data obtained will be tested using statistical structural equation modelling (SEM) techniques. This study found that achievement goals had an effect on SRL. Only openess personality and conscientiousness affect SRL.Keywords: achievement goals; personality; self regulated learning; youth.

Filter by Year

1995 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol. 5 No. 2, 2020 Vol 5, No 2 (2020): November Vol 5, No 1 (2020): May Vol. 5 No. 1, 2020 Vol. 4 No. 2, 2019 Vol 4, No 2 (2019): November Vol 4, No 1 (2019): May Vol. 4 No. 1, 2019 Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 2 (2018): November Vol 3, No 1 (2018): May Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol 2, No 2 (2017): November Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol 2, No 1 (2017): May Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol 1, No 2 (2016): November Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue