Articles
589 Documents
The pursuit of happiness: Predicting happiness based on anchor theory
Akhtar, Hanif;
Firmanto, Ari
Indigenous Vol 6, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v6i1.11905
Happiness has been proven to bring many positive impacts on human life. One theory from the perspective of Islamic Psychology that explains how individuals achieve authentic happiness is the Anchor theory. There are four kinds of individual’s Anchor, that is virtues, self, others and materials. The organization of these anchors determines happiness. This study aims to verify whether Anchor theory is able to predict individual happiness. Subjects in this study were 201 students with an age range of 18-20 years. Happiness is measured by two scales namely Satifaction with Life Scale (SWLS) and Scale of Positive and Negative Experience (SPANE), while Anchor structure is measured by Anchor Personality Inventory. Regression analysis is used to invesitigate whether the Anchor structure is able to predict happiness. The results of a single regression analysis showed that Anchor stability was not able to be a predictor of life satisfaction (F = 0.37; P 0.05) and affective balance (F = 2.83; p 0.05). However, the results of multiple regression analysis showed that materials, self, others, and virtues simultaneously act as predictors of life satisfaction (F = 3.06; R2 = 0.059; p 0.05) and affective balance (F = 7.84; R2 = 0.138; p 0.01). Anchor virtues are the most powerful predictors of life satisfaction and affective balance. The implications and suggestions for efforts to increase individual happiness will be discussed in this article.
Pengajaran Kreativitas Anak Berkebutuhan Khusus pada Pendidikan Inklusi
Mareza, Lia
Indigenous Vol 1, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.2764
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran ekspresi seni rupa di Purwokerto belum berjalan dengan maksimal. Pengalaman guru dalam berkesenian, pengalaman guru dalam proses penciptaan karya hingga khususnya pengalaman artistik bagi anak berkebutuhan khusus tidak dapat dicapai secara optimal. Untuk mengatasinya maka perlu diketahui kendala dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran kreativitas di SD/SMP Inklusi di Purwokerto serta faktor-faktor yang menimbulkan hambatan terjadi. Melalui metode penelitian kualitatif, pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan beberapa macam teknik pengumpulan data. Setelah kendala atau hambatan diketahui, maka solusi atau jalan keluar untuk pelaksanaan kegiatan kreativitas sebagai pembelajaran ekspresi seni yang lebih baik pun dapat dicapai, dan diterapkan untuk pencapaian tujuan pembelajaran seni budaya tingkat SD/SMP di Purwokerto yang lebih baik dan membawa manfaat bagi siswa, guru, sekolah dan masyarakat.Kata kunci : anak berkebutuhan khusus, inklusi, kreativitas
Konsep Diri Akademik sebagai Solusi Mengendalikan Kecemasan Berkomunikasi Peserta Didik
Blegur, Jusuf;
Mae, Ramona M.;
Wasak, M. Rambu P.
Indigenous Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v3i1.5827
Tujuan penelitian adalah untuk menghubungkan konsep diri akademik dengan kecemasan berkomunikasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Partisipan adalah peserta didik kelas F yang berjumlah 31 orang yang ditetapkan menggunakan teknik total sampling. Data konsep diri akademik dikumpulkan menggunakan Academic Self-Concept Questionnaire dari Woon C. Liu dan Chee K. J. Wang. Sedangkan data kecemasan berkomunikasi dikumpulkan menggunakan Personal Report of Communication Apprehension dari James C. McCroskey. Hasil uji deskriptif membuktikan konsep diri akademik partisipan tergolong tinggi (83,33%) dan kecemasan berkomunikasi partisipan tergolong cukup (48,39%). Partisipan dengan konsep diri akademik yang tinggi lebih mudah mengendalikan kecemasan berkomunikasinya dalam proses pembelajaran, termasuk group discussion, meeting, interpersonal, dan public speaking.Kata kunci: kecemasan berkomunikasi, konsep diri akademik
KINERJA KARYAWAN DITINJAU DARI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL
Yusuf Palgunanto;
Suparno Suparno;
Achmad Dwityanto
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v12i1.1608
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan wiraniaga PT. AJB Bumiputera 1912 cabang Salatiga yang berjumlah 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah studi populasi, yaitu subjek yang digunakan dalam penelitian diambil keseluruhan dari jumlah populasi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala gaya kepemimpinan transformasional dan data dokumentasi kinerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment diperoleh nilai korelasi (r) 0.463 dengan p 0.01 artinya ada hubungan positif yang sangat signifi kan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja. Semakin tinggi gaya kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi kinerja. Peranan atau sumbangan efektif gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja sebesar 21.4% yang ditunjukkan oleh nilai koefi sien determinan (r2) sebesar 0.214. Hal ini berarti masih terdapat 78.6% faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja di luar variabel gaya kepemimpinan transformasional.
EMOSI POSITIF ANAK USIA DINI DAN STIMULASI “AKU ANAK CERIA”
Mashar Riana
Indigenous Vol. 9, No.1, Mei 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v9i1.1655
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stimulasi emosi positif yang disusun dalam modul Stimulasi “Aku Anak Ceria” terhadap peningkatan emosi positif anak usia dini. Subjek penelitian dipilih secara purposive random sampling, Penelitian dilakukan dengan desain eksperimen with pretest and posttest group, Kelompok eksperimen terdiri dari tujuh subjek penelitian, yang mendapat perlakuan berupa Stimulasi “Aku Anak Ceria”. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi emosi positif. Skor hasil observasi dianalisis dengan menggunakan metode statistic nonparametric dengan bantuan program SPSS for Windows versi 10.0. Berdasar hasil uji beda peningkatan skor emosi positif antara tes awal dan tes akhir diperoleh hasil nilai Z sebesar -2,371 dengan p = 0,009 (p0,01), yang berarti bahwa terdapat perbedaan peningkatan skor emosi positif antara tes awal (pretest) dengan tes akhir (posttest) secara signifikan.
Attachment to God dan gratitude pada mahasiswa universitas ‘x’ Bandung
Satyawan, Lisa Imelia;
Kiswantomo, Heliany
Indigenous Vol 5, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v5i2.10284
Abstract. This study was conducted to measure correlation between attachment to God and students’ gratitude in “X” University. Gratitude is an appreciation of individual being grateful because he has received kindness form others. Grateful people will be healthier, more enthusiastic, and optimistic. One of the factors that influences the development of gratitude is spiritual life or religiosity, which reflects human view of God, known as attachment to God. The hypothesis was there was a correlation between attachment to God and gratitude. This was a correlational research design, with 100 students of University “X” as participants. The instruments were questionnaire of gratitude and attachment to God. Data were analyzed using Chi Square. The result revealed that there was no correlation between attachment to God and gratitude. Attachment to God’s dimensions did not have any correlation with gratitude too. This study also revealed that age and gender show no relationship tendencies with gratitude. For further research, next researchers are suggested to measure correlation between gratitude and other factors.Keywords: attachment to God; dimension of attachment to God; gratitude
Hubungan antara Intensitas Menjalankan Dzikir Nafas dengan Latensi Tidur
Purwanto, Setyo
Indigenous Vol 1, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.3713
Latensi tidur adalah periode waktu antara persiapan untuk tidur dan awal tidur yang sebenarnya. Latensi tidur merupakan indikator utama untuk menentukan kualitas tidur seseorang. Semakin lama latensi tidur yang diperlukan seseorang untuk tertidur maka kualitas tidur seseorang tersebut juga semakin rendah. Dzikir nafas merupakan sebuah alternatif metode terapi untuk dapat mengurangi latensi tidur seseorang sehingga kualitas tidurnya lebih baik. Dalam dzikir nafas terdapat relaksasi dan meditasi transendental yang efektif untuk membuat relaks dan akhirnya tertidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas menjalankan dzikir nafas dengan latensi tidur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan crossectional. Subjek penelitian adalah jamaah dzikir nafas sebanyak 21 responden. Data intensitas dzikir nafas dan latensi tidur diperoleh melalui pengisian kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor intensitas dzikir nafas rata-rata responden adalah 81,14 sedangkan latensi tidur rata-rata adalah 13,05 menit. Analisis hubungan dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Ranks test menunjukkan nilai p=0,00, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang secara sangat signifikan antara intensitas dzikir nafas dengan latensi tidur. Semakin tinggi intensitas melakukan dzikir nafas seseorang maka semakin rendah latensi tidurnya.Kata kunci : dzikir nafas, intensitas, latensi, tidur