cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikologi Perseptual
ISSN : 25281895     EISSN : 25809520     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Psikologi Perseptual adalah jurnal ilmiah yang mengkaji penelitian empiris dari berbagai bidang serta sebagai media publikasi ilmiah dalam disiplin ilmu psikologi. Diterbitkan dua kali dalam setahun, setiap bulan Juli dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Perilaku Phubbing dan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri Jannatuna’im, Eka; Fikrie, Fikrie
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i1.6064

Abstract

Perilaku phubbing adalah perilaku mengabaikan seseorang dalam lingkungan sosial dengan lebih terfokus pada smartphone, dan cenderung mengabaikan pembicaraan saat sedang melakukan interaksi dengan orang yang ada disekitarnya. Dalam pernikahan dibutuhkan komunikasi yang baik di antara suami-istri agar tercapainya kepuasan pernikahan antara keduanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan perilaku phubbing dengan kepuasan pernikahan pada orang yang sudah menikah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 100 orang dengan kriteria, yaitu laki-laki atau perempuan yang sudah menikah, dalam ikatan/status pernikahan (tidak cerai mati/cerai hidup), usia pernikahan minimal 2 tahun, tinggal serumah dengan pasangan (bukan pasangan jarak jauh), individu berada pada usia dewasa awal dan dewasa tengah, memiliki anak dan menggunakan smartphone di kesehariannya. Data dikumpulkan dengan skala perilaku phubbing dan kepuasan pernikahan. Pengambilan data dilakukan secara daring menggunakan aplikasi formulir google (google form) yang berisi instrumen penelitian, yang disebarkan melalui forum media sosial. Hipotesis alternatif yang diajukan oleh peneliti ditolak dan menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku phubbing dengan kepuasan pernikahan pada orang yang sudah menikah (r sama dengan -0,120 dan p sama dengan 0,234)
Bagaimana Pendidikan di Mata Anak Jalanan : Menguji Peran Efikasi Diri Pada Perilaku Pencarian Pertolongan Akademik Nugroho, Indra Prapto; Tarigan, Angeline Hosana Zefany; Fikri, Muhammad Zainal
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i1.6688

Abstract

Perilaku pencarian pertolongan akademik sangat di butuhkan sebagai upaya pencapaian keberhasilan proses belajar anak, terutama pada masalah Anak Jalanan yang perlu membagi waktu antara belajar dan bekerja. Faktor yang diduga dapat mempengaruhi perilaku pencarian pertolongan akademik ialah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran efikasi diri terhadap perilaku pencarian pertolongan akademik di Kalangan Anak Jalanan. Partisipan penelitian ini menggunakan 100 partisipan Anak Jalanan yang berada di Kota Palembang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dalam model skala likert yang teknik pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun variabel di dalam penelitian adalah efikasi diri dan perilaku pencarian pertolongan akademik. Kedua variabel ini akan di lakukan pengukuran menggunakan skala Likert yang di buat peneliti berdasarkan teori Bandura (1997) dengan dimensi efikasi diri, yaitu level, generality dan strength dan perilaku pencarian pertolongan akademik dari Pajares, Cheong, dan Oberman (2004) berdasarkan aspek Instrumental help seeking, executive help seeking, avoidance help seeking, dan perceived benefits of help seeking. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efikasi diri memiliki peran terhadap perilaku pencarian pertolongan akademik pada anak jalanan. Tidak hanya itu perilaku pencarian pertolongan akademik dan efikasi diri anak jalanan terbilang berada di kategori rendah. Selain itu, ada perbedaan perilaku pencarian pertolongan akademik dan efikasi diri jika ditinjau berdasarkan usia ataupun tingkat pendidikan. Merekomendasikan penelitian selanjutnya untuk membahas perilaku pencarian pertolongan akademik didasari stigma sosial ataupun model pendekatan pembelajaran di kelas.
Kepercayaan Diri dan Kesejahteraan Psikologis Anggota Organisasi Mahasiswa Dana, Titis Semara; Eva, Nur; Andayani, Sri
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i1.6136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan percaya diri dan kesejahteraan psikologis pada anggota ormawa FPPSI di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan korelasional. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa anggota ormawa di FPPsi UM periode kepengurusan 2020. Pengambilan data menggunakan instrumen skala kesejahteraan psikologis oleh Ryff yang telah diadaptasi sebelumnya oleh Eva et al.,(2019)  dan juga skala percaya diri yang disusun peneliti berdasarkan teori Lauster. Validitas skala percaya diri yaitu sebesar 0.256-0.771 dan untuk skala kesejahteraan psikologis sebesar 0.120-0.721. Reliabilitas skala percaya diri sebesar 0.867 dan skala kesejahteraan psikologis sebesar 0.780. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji korelasi dengan formula pearson product moment. Hasil koefisien korelasi kedua variabel sebesar 0.641 artinya penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan dengan arah positif antara variabel percaya diri dan kesejahteraan  psikologis 
Perilaku Konsumtif Produk Fashion Ditinjau dari Gaya Hidup Hedonis dan Kepribadian Ekstrovert pada Wanita Dewasa Awal Putri, Silviana Meinawati; Mahardayani, Iranita Hervi; Ahyani, Latifah Nur
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i1.7664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara gaya hidup hedonis dan kepribadian ekstrovert dengan perilaku konsumtif produk fashion pada wanita dewasa awal. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita dewasa awal dengan usia 20 – 30 tahun, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu wanita bekerja di instansi atau perusahaan minimal level staf, usia masa kerja minimal 1 tahun, menyukai produk fashion bermerek, dan berdomisili di Kudus. Sampel yang diperoleh berjumlah 109 responden. Alat pengumpul data penelitian ini berupa skala perilaku konsumtif, skala gaya hidup hedonis, dan skala kepribadian ekstrovert. Hasil hipotesis mayor diperoleh rx12y sebesar 0,790 dengan p sebesar 0,000 (p lebih kecil dari 0,01) yang artinya ada hubungan yang sangat signifikan antara gaya hidup hedonis dan kepribadian ekstrovert dengan perilaku konsumtif, dengan sumbangan efektif sebesar 62,4%. Hipotesis minor pertama diperoleh rx1y sebesar 0,790 dengan p sebesar 0,000 (p lebih kecil dari 0,01). Hal ini menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara variabel gaya hidup hedonis dengan perilaku konsumtif. Sedangkan hipotesis minor kedua diperoleh rx2y sebesar -0,001 dengan p sebesar 0,497 (p lebih besar dari 0,05). Hal ini menunjukkan tidak ada hubungan antara kepribadian ekstrovert dengan perilaku konsumtif.
Pengaruh Kepribadian Conscientiousness Terhadap Motivasi Belajar Biologi Peserta Didik di SMA Negeri 1 Bone Mirna, Mirna; Damayanti, Eka; Zulkarnaim, Zulkarnaim
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i1.6174

Abstract

Motivasi belajar penting diteliti karena menjadi modal dasar peserta didik agar tergerak dalam belajar. Dengan memiliki motivasi belajar maka peserta didik lebih mudah dipandu untuk belajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar yakni kepribadian conscientiousness. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepribadian conscientiousness terhadap motivasi belajar biologi peserta didik kelas X SMAN 14 Bone. Instrumen penelitian yang digunakan berupa skala psikologi yaitu skala kepribadian conscientiousness dan skala motivasi belajar biologi yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis regresi liniear sederhana setelah melalui uji prasyarat analisis (uji normalitas dan uji liniearitas). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kepribadian conscientiousness berpengaruh terhadap motivasi belajar biologi peserta didik kelas X SMAN 14 Bone (p lebih kecil dari 0,05). Pengaruh kepribadian conscientiousness terhadap motivasi belajar biologi peserta didik sebesar 84,8%, sementara sisanya 15,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa guru dalam mengajar harus memperhatikan kepribadian peserta didik khususnya kepribadian conscientiousness karena terbukti berpengaruh terhadap motivasi belajar biologi peserta didik.
Uji Reliabilitas dan Validitas Depression Anxiety Stress Scales 21 (DASS-21) pada Mahasiswa Arjanto, Paul
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i1.6196

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan uji validitas terhadap DASS-21 pada mahasiswa. Depression Anxiety Stress Scales 21 (DASS-21) adalah instrumen laporan diri yang mengukur kecemasan, depresi, dan stres. Validasi dilakukan pada sampel dari 109 orang mahasiswa program studi bimbingan dan konseling Universitas Pattimura. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DASS-21 dapat digunakan sebagai instrumen yang valid dan reliabel untuk pengukuran depresi, kecemasan dan stres pada mahasiswa. Skala depresi, kecemasan, dan stres menunjukkan konsistensi internal yang baik. Secara khusus, koefisien Cronbach alpha dengan skor 0,85, 0,84, dan 0,84, sedangkan koefisien Spearman-Brown dengan skor 0,84, 0,83, dan 0,85. Analisis faktor konfirmatori menunjukkan bahwa nilai CFI dan TLI lebih tinggi dari 0,90 dan nilai RMSEA dan SRMR kurang dari 0,08 dengan muatan faktor berkisar antara 0,49 – 0,75 dari setiap item DASS-21.
Perbedaan Loneliness dan Self-esteem Pada Laki-laki dan Perempuan Dewasa Muda Pengguna Media Sosial Fachrezy, Muhammad; Cabacungan, Mary Angelie S.; Kawuryan, Fajar
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i2.8916

Abstract

The emergence of social media in the modern digital era has changed how individuals interact with one another, particularly how they communicate with those close to them. A wide range of application platforms has been created by developers to allow people to communicate with one another, particularly young adults, who make up the greatest segment of social media users. However, there is a connection between social media use and psychological well-being, which has been shown to increase loneliness and low self-esteem in people. This study employed a quantitative descriptive methodology to obtain thorough information on the differences in loneliness and self-esteem between young adult men and women who use social media. The research sample was selected through purposive sampling. 100 men and 100 women between the ages of 18 and 29 made up the 200 subjects in this study. The degree of difference between loneliness and self-esteem was assessed using t-test. The findings indicated that young adult men and women who used social media experienced different levels of loneliness and self-esteem. Men had higher levels of loneliness and lower levels of self-esteem than women, as shown by the value of p = 0.000 (p 0.01), which shows that there is a very significant difference between the two.Kehadiran media sosial di era digital saat ini sudah merubah cara seseorang dalam bersosialisasi terutama cara mereka berkomunikasi dengan orang disekitarnya. Berbagai macam platform aplikasi diciptakan oleh para developer untuk memudahkan orang-orang terutama individu usia dewasa muda sebagai demografi pengguna media sosial tertinggi dalam berkomunikasi. Namun, penggunaan media sosial memiliki hubungan dengan kesejahteraan psikologis dan di asosiasikan dengan rendahnya self-esteem dan tingginya loneliness pada individu. Studi ini menggunakan metode kuantitatif-deskriptif untuk memperoleh data secara menyeluruh mengenai perbedaan loneliness dan self-esteem pada laki-laki dan perempuan usia dewasa muda yang menggunakan media sosial. Purposive sampling digunakan untuk memilih sampel penelitian. 200 subjek yang terdiri dari 100 laki-laki dan 100 perempuan berusia 18-29 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. analisis t-test dilakukan untuk mengetahui tingkat perbedaan loneliness dan self-esteem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat loneliness dan self-esteem pada laki-laki dan perempuan usia dewasa muda yang menggunakan media sosial. Hal ini ditunjukkan dengan nilai p = 0.000 (p 0.01) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan loneliness dan self-esteem yang sangat signifikan diantara laki-laki dan perempuan dimana laki-laki memiliki tingkat loneliness yang lebih tinggi dan self-esteem yang lebih rendah dibandingkan dengan perempuan.
Pengalaman Membangun Cita-Cita serta Tujuan Hidup pada Usia Emerging Adulthood: Analisa Fenomenologi Lesthari, Fellia; Permana, Muhammad Zein
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i2.6711

Abstract

This study focuses on providing an overview of the experience of building goals and life goals at the age of emerging adulthood at the psychology faculty of UNJANI. This study uses qualitative methods with phenomenological analysis and thematic analysis. Data were collected through in-depth interviews with 3 students who had the characteristics of being at the age of emerging adulthood. The first participant has ideals and goals in life that are unusual/anti-mainstream, the second participant has ideals and goals that fall into the general category, and the third participant has specific goals and life goals. This study found three main themes, namely: 1) success, which means that when asked about the goals and objectives of life, participants described what the definition of ideals and goals in life were, namely success, not about the profession of work but about achievement; 2) the process, namely a person will be more motivated to achieve the ideals and goals of life by increasing self-capacity, not based on the stage of development; 3) nature, namely reaching the ideals and goals of life realistically not based on idealism. The results of the study suggest that a quantitative measuring instrument should be made involving the dimensions of success, process, and nature and realize the importance of the role of religiosity in building life goals and aspirations, the process and mechanism for building ideals, as well as the possible challenges and obstacles that occur.Penelitian ini berfokus untuk memberikan gambaran pengalaman membangun cita-cita serta tujuan hidup pada usia emerging adulthood di fakultas psikologi UNJANI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisa fenomenologi dan analisa tematik. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 3 orang mahasiswa yang memiliki karakteristik berada pada usia emerging adulthood. Partisipan pertama memiliki cita-cita serta tujuan hidup yang tidak biasa/antimainstream, partisipan kedua memiliki cita-cita serta tujuan yang masuk pada kategori umum, dan partisipan ketiga dengan cita-cita dan tujuan hidup yang spesifik. Penelitian ini menemukan 3 temuan tema utama, yaitu: 1) sukses, yakni artinya ketika ditanya terkait dengan cita-cita serta tujuan hidup, partisipan menggambarkan tentang apa yang menjadi definisi cita-cita serta tujuan hidup, yaitu sukses, bukan soal profesi pekerjaan melainkan soal pencapaian; 2) proses, yakni seseorang akan lebih terdorong untuk mencapai cita-cita serta tujuan hidup dengan meningkatkan kapasitas diri, bukan berdasarkan tahapan perkembangan; 3) sifat, yakni menggapai cita-cita serta tujuan hidupnya dengan realistis bukan berdasarkan idealis. Hasil penelitian menyarankan untuk dibuat alat ukur kuantitatif yang melibatkan dimensi sukses, proses, dan sifat dan menyadari pentingnya peran religiusitas dalam membangun cita-cita serta tujuan hidup, proses dan mekanisme membangun cita-cita, serta kemungkinan tantangan dan hambatan yang terjadi.
Peran Kesiapan Belajar Online Sebagai Moderator Hubungan Antara Regulasi Diri dan Motivasi Belajar Praktikum Mahasiswa Selama Pembelajaran Praktikum Kimia Daring Di Masa Pandemi Covid-19 Fazriyah, Latifatul; Khusrohmaniah, Sri
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i2.6792

Abstract

Research has been conducted on the role of online learning readiness as a moderator of the relationship between self-regulation and student practicum learning readiness during online practicum learning during the COVID-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the moderating role of online learning readiness on the relationship between self-regulation and practicum learning motivation. This research was conducted quantitatively on 147 students who had participated in online and face-to-face practicum learning in the laboratory (group 1; N=71), as well as students who only participated in online practicum learning (group 2; N=76). The results showed that online learning readiness had a significant moderating effect only in group 1, R2=38%; ∆R2 = 0,7%; F(3,91)=18,40; t(1,98)= -0,804; p0,05, while in group 2, the moderating effect were not significant, R2=6,1%; ∆R2=0,1%; F(3,91)=0,616; t(1,98)=0,237; p0,05. In group 1, students' practicum learning motivation decreased along with increasing self-regulation at all levels of online learning readiness, and in group 2 there was no moderating effect. That is, at each level of student online learning readiness, the higher the self-regulation, the lower the practicum motivation is. According to the results obtained, students' expectations, values, interests, and experiences related to practicum also affect the role of online learning readiness in moderating the relationship between self-regulation and student practicum learning motivation during online practicum learning during the COVID-19 pandemic.Telah dilakukan penelitian tentang peran kesiapan belajar online sebagai moderator hubungan antara regulasi diri dan kesiapan belajar praktikum mahasiswa selama pembelajaran praktikum daring di masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peran moderasi dari kesiapan belajar online terhadap hubungan antara regulasi diri dan motivasi belajar praktikum. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif terhadap 147 mahasiswa yang pernah mengikuti pembelajaran praktikum daring dan tatap muka di laboratorium (kelompok uji 1; N=71), serta mahasiswa yang hanya mengikuti pembelajaran praktikum daring (kelompok uji 2; N=76). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan belajar online memberikan efek moderasi secara signifikan hanya pada kelompok uji 1, R2=38%; ∆R2 = 0,7%; F(3,91)=18,40; t(1,98)= -0,804; p0,05, sedangkan pada kelompok uji 2 hasil moderasi yang diperoleh tidak signifikan, R2=6,1%; ∆R2=0,1%; F(3,91)=0,616; t(1,98)=0,237; p0,05. Pada kelompok uji 1 kesiapan belajar online memberikan moderasi negatif pada hubungan antara regulasi diri dan motivasi belajar praktikum, dan pada kelompok uji 2 tidak terjadi efek moderasi. Artinya, pada setiap tingkat kesiapan belajar online mahasiswa, semakin tinggi regulasi diri maka semakin rendah motivasi belajar praktikum. Menurut hasil yang diperoleh, harapan, nilai, minat, dan pengalaman mahasiswa terkait pelaksanaan praktikum juga berpengaruh terhadap peran kesiapan belajar online dalam memoderatori hubungan antara regulasi diri dan motivasi belajar praktikum mahasiswa selama pembelajaran praktikum daring di masa pandemi COVID-19.
Altruisme Relawan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kudus Dalam Penanggulangan Bencana Setyani, Ira; Putra, Muhammad Eka; Salsabila, Natasya; Widjanarko, Mochamad
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i2.6679

Abstract

Volunteer within the PMI organizational environment is someone who carries out red cross activities either permanently or not in accordance with the basic principles of the International Red Cross and Red Crescent Movement and is organized by the Indonesian Red Cross (PMI). There are no special characteristics that describe PMI volunteers, PMI volunteers consist of KSR members at universities, PMR at elementary and secondary schools and TSR from the community in general. In this study, a qualitative description of phenomenology was used with the aim of identifying factors from the altruism of Indonesian Red Cross volunteers in Kudus district in disaster management. Data collection used observation, interviews and documentation of 3 sources taken from PMI volunteers in Kudus district. Through this research, it was found that PMI volunteers in Kudus district had mood factors, empathy, belief in social justice, sociobiological factors and situational factors in accordance with the existing theory by the altruism factor.Relawan dalam lingkungan organisasi PMI adalah seseorang yang melaksanakan kegiatan kepalangmerahan baik secara tetap maupun tidak tetap sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional serta diorganisasikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Tidak ada ciri khusus yang menggambarkan relawan PMI, relawan PMI terdiri dari anggota KSR yang ada di universitas, PMR yang ada di sekolah dasar, dan menengah serta TSR yang berasal dari masyarakat secara umum. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi fenomenologi dengan tujuan identifikasi faktor dari altruisme relawan Palang merah Indonesia di kabupaten Kudus dalam penanggulangan bencana. Pengambilan data menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi terhadap 3 narasumber yang diambil dari relawan PMI yang ada di kabupaten Kudus. Melalui penelitian ini, didapatkan hasil bahwa Relawan PMI kabupaten Kudus memiliki faktor suasana hati, empati, meyakini keadilan sosial, faktor sosiobiologi serta faktor situasional sesuai dengan teori yang telah ada oleh faktor Altruisme.

Page 10 of 15 | Total Record : 145