cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikologi Perseptual
ISSN : 25281895     EISSN : 25809520     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Psikologi Perseptual adalah jurnal ilmiah yang mengkaji penelitian empiris dari berbagai bidang serta sebagai media publikasi ilmiah dalam disiplin ilmu psikologi. Diterbitkan dua kali dalam setahun, setiap bulan Juli dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Coping Stress pada Ibu dengan Anak Berkebutuhan Khusus Surur, Khodijatus; Kawuryan, Fajar; Astuti, Rr. Dwi
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i2.7560

Abstract

This study aims to determine stress coping in mother with special needs children. This study uses a qualitative phenomenological method using data collection techniques through frankly and covert observation and structured interview. There are three informants in this study whose are mother with special needs children. The results showed that among the three informants had different coping stress. The coping stress that was owned by informant I; mother with down syndrom and cerebral palsy child was more oriented to problem focus coping. Informant try to provide the best and concrete solutions for her child conditions by bringing her child to a growth and development therapy center, often assisting doctors, psychologists, and parents with other children with special needs to better understand and provide appropriate treatment for their child's condition, and involve family members to help her duty. The second informant; mother with ADHD child has stress coping which is more oriented to problem focus coping. This informant can reach this stage; quite sincere accepted and keep struggle to give the best therapy for her chid. Informant III; mother with cerebral palsy child has more oriented to emotional focus coping because after his son was taken to consult a neurologist and child development therapy, his condition was getting better,so for now informant more focused on trying to fulfill all his child's wishes for not bothered with her child’s conditions.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui coping stress pada ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis dengan teknik pengumpulan data observasi terus terang dan tersamar serta wawancara terstruktur. Informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga informan memiliki coping stress yang berbeda. Coping stress yang dimiliki oleh informan I; ibu dengan anak berkebutuhan khusus down syndrom dan cerebral palsy lebih berorientasi pada problem focus coping. Informan berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya dengan membawa anaknya ke pusat terapi tumbuh kembang, sering berkonsultasi dengan dokter, psikolog, serta orang tua dengan ABK lain untuk dapat lebih memahami dan memberikan perlakuan yang tepat bagi anaknya, serta melibatkan anggota keluarga untuk membantu meringankan tugasnya. Informan II; ibu dengan anak berkebutuhan khusus ADHD memiliki coping stress yang lebih berorientasi pada problem focus coping. Informan sudah dapat menerima kondisi anaknya, sehingga sekarang lebih sungguh-sungguh berusaha memberikan terapi yang terbaik bagi anaknya. Informan III; ibu dengan anak yang mengalami cerebral palsy untuk saat ini lebih memilih coping stress yang berorientasi pada emotional focus coping, karena setelah anaknya dibawa berkonsultasi ke dokter syaraf dan terapi tumbuh kembang anak kondisinya semakin membaik, sehingga untuk saat ini informan lebih fokus untuk menuruti semua keinginan anaknya agar tidak repot dengan keadaan anaknya.
Dukungan Sosial Keluarga dan Task Commitment pada Siswa SMK Saat Pembelajaran Daring Anggreni, Yulia Dwi; Santi, Dyan Evita
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i2.6701

Abstract

This study aims to determine the relationship between family social support and task commitment in vocational students in a private school during online learning. When learning online, a student needs support from the surrounding environment, especially from the family environment in the hope that his school can run well. Students who have support from their families by getting the necessary assistance, hope to complete their assignments well even though they have many obstacles. In online learning, families and students are inseparable, because they must support each other. Therefore, the researcher wants to know whether there is a relationship between the two variables. The researcher proposes a hypothesis that there is a relationship between family social support and task commitment. The population in this study were students of class X SMK, using quantitative research methods. The technique used in this research is the product moment correlation technique using IBM SPSS Statistics 25 For Windows. While the sampling technique was carried out by purposive sampling, using a google form containing the family social support scale and task commitment scale. Based on the calculation of Pearson's Product Moment correlation, the correlation coefficient (r) is 0.337, p = 0.003 (p 0.05). This means that there is a significant positive relationship between family social support and task commitment.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dan komitmen terhadap tugas (task commitment) pada siswa SMK di salah satu sekolah swasta selama pembelajaran daring. Saat pembelajaran daring, seorang siswa memerlukan dukungan dari lingkungan sekitar khususnya dari lingkungan keluarga dengan harapan sekolahnya dapat berjalan dengan baik. Siswa yang memiliki dukungan dari keluarga dengan mendapatkan bantuan-bantuan yang diperlukan, berharap dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik walaupun mempunyai banyak rintangan yang dihadapi. Dalam pembelajaran daring, keluarga dan siswa merupakan suatu hal yang tidak dapat terpisahkan, karena mereka harus saling mendukung satu dengan lainnya. Maka dari itu peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan antara kedua variabel tersebut. Peneliti mengajukan hipotesis yaitu ada hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan task commitment. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK kelas X, dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik korelasi product moment dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 25 For Windows. Sedangkan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, dengan menggunakan google formulir yang berisikan skala dukungan sosial keluarga serta skala task commitment. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi Product Moment dari Pearson diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,337, p = 0,003 (p 0,05). Artinya ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan task commitment.
Hubungan Antara Nilai-nilai Nasional dan Prasangka Terhadap Etnis Minoritas Tionghoa Radista, Farrel; Meinarno, Eko Aditiya
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i2.8808

Abstract

Indonesia is a country with pancasila as a foundation of its national values, which include religious-tolerance values, humanity, unity, democracy, social justice, and multiculturism. As a multicultural country, however, Indonesia is still facing prejudice issues against ethnic minorities, especially the chinese ethnicity. This study uses a corelational method involving 277 participants. Measurement of each value shows multiple results as follows: correlation between religious-tolerance values and prejudice against chinese minority results in r= -,159.(p 0,01), r for humanity = -,242 (p 0,01), r for unity-patriotism = -,143 (p 0,05), r for democracy = -,220 (p 0,01), r for social justice = r =-,177 (p 0,05), the results of this study are analyzed in the discussion section.Indonesia merupakan negara multikultural yang menerapkan ideologi Pancasila sebagai landasan nilai-nilai nasionalnya. Nilai-nilai nasional tersebut berupa nilai religio-toleransi, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai demokrasi, nilai keadilan sosial, dan nilai multikulturalisme. Namun, sebagai negara multikultural, Indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan prasangka terhadap etnis minoritas, terutama pada Etnis Minoritas Tionghoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara nilai-nilai nasional tersebut dengan prasangka terhadap Etnis Minoritas Tionghoa. Penelitian menggunakan penelitian korelasional dengan 277 partisipan. Pengukuran pada tiap nilai menunjukkan beberapa hasil. Hubungan antara nilai religio-toleransi dengan prasangka terhadap etnis Tionghoa sebesar r =-,159.(p 0,01), nilai kemanusiaan dengan prasangka sebesar r = -,242 (p 0,01), nilai persatuan dengan prasangka sebesar r = -,143 (p 0,05), nilai demokrasi dengan prasangka sebesar r = -,220 (p 0,01), nilai keadilan sosial dengan prasangka sebesar r =-,177 (p 0,05), Hasil dalam penelitian ini dibahas dalam diskusi.
Maraknya Fear of Missing Out dan Media Sosial di Kalangan Remaja Dwiputri, Masayu Nandhia; Suryaningtyas, Dewi; Hertisyahrani, Eka; Hariyadi, Muhammad Husin
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v7i2.6703

Abstract

Self-esteem and self-regulation in a person play an important role in overcoming the desire to keep up with life that is constantly "up to date" and people want to always keep up with the times. This study was conducted to determine the effect of self-regulation and self-esteem on fear of missing out moderated by gender on adolescents. The subjects used in this study were 100 social media users spread across various cities using purposive sampling technique. The method used is quantitative correlation with the analysis technique of moderation with Hayes. From the research results, it was found that there are 33 men and 67 women. From the moderated regression analysis, it was found that the effect of self-esteem on the fear of missing out was 5% and the effect of self-regulation on the fear of missing out was 2%, moderated by gender. Recommendations for further research are this research can be reviewed further using other moderating variables such as smartphone addiction, compulsive buying levels, conformity and anxiety.Harga diri dan regulasi diri pada seseorang berperan penting dalam mengatasi rasa ingin terus tidak ketinggalan dengan kehidupan yang terus mengalami pembaharuan dan orang ingin selalu mengikuti perkembangan zaman. Sehingga dilakukanlah penelitian ini untuk mengetahui pengaruh regulasi diri dan harga diri pada fear of missing out yang dimoderasi oleh jenis kelamin. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini merupakan remaja pengguna media sosial berjumlah 100 orang yang tersebar di berbagai kota dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik analisis moderasi dengan Hayes. Dari hasil penelitian dapat ditemukan bahwa terdapat 33 orang laki-laki dan 67 orang perempuan. Dari hasil analisa regresi moderasi didapatkan pengaruh harga diri terhadap fear of missing out sebesar 5% dan pengaruh regulasi diri terhadap fear of missing out sebesar 2% yang dimoderasi oleh jenis kelamin. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah penelitian ini dapat ditinjau lebih lanjut menggunakan variabel moderasi lain seperti adiksi pada smartphone, tingkat compulsive buying, konformitas maupun kecemasan.
Hubungan Self Awareness dan Safety Climate Terhadap Safety Behavior pada Karyawan Bengkel Mobil di PT. X Raka Tegar Pradewa; Iranita Hervi Mahardayani
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i1.10254

Abstract

This study determines the relationship between self awareness and safety climate on safety behavior among workshop employees at PT. X. The subjects were PT.X workshop employees in all branches in the Semarang area, who worked for more than 3 years, used high-risk tools, and had technician certificates. The sampling used purposive sampling, with a total of 94 people who met the criteria. The scale is summated rating scale, safety behavior scale, self awareness scale, and safety climate scale. The correlation coefficient of the three variables rx1,2y is 0.766 (p 0.01) so there is a significant relationship between self awareness (X1) and safety climate (X2) with safety behavior (Y) with an effective contribution of 58.7% .So the major hypothesis there is a relationship between self awareness (X1) and safety climate (X2) on safety behavior (Y) is accepted. The results of the analysis of the variable self awareness (X1) with safety behavior (Y) show rx1y of 0.708 (p 0.01) and an effective contribution of 50.1%. So, there is a positive relationship between self awareness and safety behavior, the first hypothesis is accepted. While the results of the analysis of the variable safety climate with safety behavior show rx2y of 0.687 (p 0.01) with an effective contribution of 47.2%. So, there is a positive relationship between safety climate and safety behavior, and the second hypothesis is accepted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self awareness dan safety climate terhadap safety behavior pada karyawan bengkel di PT. X. Subyek penelitian adalah karyawan bengkel PT.X seluruh cabang area Semarang, yang bekerja lebih dari 3 tahun, menggunakan alat berisiko tinggi, dan memiliki sertifikat teknisi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, total yang memenuhi kriteria sebanyak 94 orang. Skala yang digunakan yaitu skala summated rating, skala safety behavior, skala self awareness dan skala safety climate. Koefisien korelasi ketiga variabel rx1,2y sebesar 0,766 (p 0,01) maka ada hubungan yang sangat signifikan antara self awareness (X1) dan safety climate (X2) dengan safety behavior (Y) dengan sumbangan efektif 58,7%. Maka hipotesis mayor dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara self awareness (X1) dan safety climate (X2) terhadap safety behavior (Y) diterima. Hasil analisis variabel self awareness (X1) dengan safety behavior (Y) menunjukan rx1y sebesar 0,708 (p 0,01) dan sumbangan efektif 50,1%. Maka ada hubungan positif antara self awareness dengan safety behavior, hipotesis pertama diterima. Sedangkan hasil analisis variabel safety climate dengan safety behavior menunjukan rx2y sebesar 0,687 (p 0,01) dengan sumbangan efektif 47,2%. Maka ada hubungan positif antara safety climate dengan safety behavior, hipotesis kedua diterima.
Career Adaptability dan Self Perceived Employability pada Mahasiswa Magang Aziza Rahma; Aditya Nanda Priyatama; Rafika Nur Kusumawati
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i1.7571

Abstract

Academic ability is not enough, self perceived employability is also needed for students to be able to have sustainable jobs in accordance with the level of qualifications possessed. In achieving a dream job, an ability to understand self-competence is strongly needed in order to adapt to the world of work, it is called career adaptability. This study aims to find out the relationship between career adaptability and self perceived employability among internship students. The participants of this research are 83 internship students. This research instrument uses a career adaptability scale consisting of 30 items and a self-perceived employability scale consisting of 20 items. Based on the results of data analysis using the product-moment correlation method from Pearson, the value of the correlation coefficient (r) obtained is 0.663 with a significance level (p) 0.05, which is 0.000. The research hypothesis is accepted, which shows that there is a correlation between career adaptability and self-perceived employability among internship students. Kemampuan akademik yang diperoleh dari perguruan tinggi saja tidak cukup, dibutuhkan pula self perceived employability dalam diri mahasiswa untuk mampu memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan tingkat kualifikasi yang dimiliki. Dalam mencapai pekerjaan tersebut dibutuhkan suatu kemampuan untuk memahami kompetensi diri supaya bisa beradaptasi dengan dunia kerja yaitu career adaptability. Ketika mahasiswa siap dengan tugas dalam pekerjaannya, maka mahasiswa akan siap menghadapi segala tuntutan peran. Ketika mahasiswa siap menghadapi segala tuntutan pekerjaan, maka mahasiswa tersebut juga akan lebih mampu untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara career adaptability dengan self perceived employability pada mahasiswa magang di Startup X. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 83 mahasiswa magang di Startup X. Penelitian ini menggunakan skala career adaptability terdiri dari 30 aitem dan self perceived employability terdiri dari 20 aitem. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan metode korelasi product-moment dari Pearson, nilai koefisien korelasi (r) yang didapatkan yaitu 0,663 dengan taraf signifikansi (p) 0,05 yaitu sebesar 0,000. Hipotesis penelitian diterima yaitu terdapat hubungan antara career adaptability dengan self perceived employability pada mahasiswa magang.
Kepuasan Hidup Remaja Pondok Ditinjau dari Kelekatan pada Orang Tua dan Altruisme Muhammad Dzikron Fadhlurrohman; Yeniar Indriana
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i1.7556

Abstract

This study aims to determine the relationship between attachment to parent and altruism to life satisfaction in adolescent boarding schools simultaneously and separately and to find out how much the effective contribution is. The sample in this study amounted to 76 students and students at MTs / MA Al Burhan Semarang. This research uses a population study in which all subjects become the research sample. The scale used as a measuring tool in this study is the scale of life satisfaction, the scale of attachment to parent, and the scale of altruism. The results showed that the three variables simultaneously had a significant relationship between attachment to parents and altruism with life satisfaction. Simultaneously, attachment to parent and altruism gave an effective contribution of 20.7% to life satisfaction. Separately, attachment to parent has a significant relationship with life satisfaction and has an effective contribution of 11.5%. Meanwhile, altruism has a significant relationship with life satisfaction and has an effective contribution of 9.2% to life satisfaction. Therefore, all the hypotheses proposed in this study are accepted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan pada orang tua dan altruisme terhadap kepuasan hidup pada remaja pondok secara simultan dan secara terpisah dan juga mencari tahu berapa sumbangan efektifnya. Sampel pada penelitian ini berjumlah 76 siswa dan siswa di MTs/ MA Al Burhan. Pada penelitian ini menggunakan studi populasi dimana semua subjek menjadi sampel penelitian. Skala yang digunakan sebagai alat ukur pada penelitian ini adalah skala kepuasan hidup, skala kelekatan pada orang tua dan skala altruisme. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel secara simultan memiliki hubungan yang signifikan antara kelekatan pada orang tua dan altruisme dengan kepuasan hidup. Secara simultan kelekatan pada orang tua dan altruisme memberi sumbangan efektif sebesar 20,7% terhadap kepuasan hidup. Secara terpisah kelekatan pada orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan hidup dan memiliki sumbangan efektif sebesar 11,5%. Sementara itu, altruisme memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan hidup dan memiliki sumbangan efektif sebesar 9,2% terhadap kepuasan hidup. Maka dari itu semua hipotesis yang diajukan pada penelitian ini diterima.
Faktor-faktor Penyebab Alexithymia pada Remaja: Literature Review I Gusti Ayu Agung Mirah Pradnyadewi; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i1.9241

Abstract

The cases of alexithymia in adolescents in Indonesia increasingly occur. The impact of alexithymia, certainly, significantly affects the quality of life of a teenager. Alexithymia is not a mental disorder, but a phenomenon that can be one of the symptoms of certain mental disorders, thus making the sufferers unable to recognize, feel and identify their emotions. This study aims to determine the factors that cause alexithymia in adolescents. The method used in this study is a literature review concerning alexithymia as the theme. The article search sources were accessed from PubMed and Google Scholar library sources, limiting the years of article publication between 2015-2022. The result of this study is that there are number of factors causing alexithymia, including psychogenic factors (attachment styles, trauma, and chronic illness or pain); biogenic factors (prenatal substances or poisons, and brain structure); primary alexithymia factors (personality); as well as secondary alexithymia factors (stress, anxiety, and fatigue). Kasus alexithymia pada remaja di Indonesia kian marak terjadi. Dampak alexithymia tentunya sangat mempengaruhi kualitas kehidupan seorang remaja. Alexithymia bukanlah suatu gangguan mental, melainkan fenomena yang dapat menjadi salah satu gejala dari gangguan mental tertentu, sehingga membuat penderitanya tidak mampu mengenali, merasakan dan mengidentifikasi emosinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab alexithymia pada remaja. Metode yang digunakan dalam tulisan ini yaitu literature review dengan tema alexithymia. Sumber pencarian artikel diakses pada sumber pustaka PubMed dan Google Scholar dengan tahun penerbitan artikel antara tahun 2015-2022. Hasil dari tulisan ini adalah terdapat faktor-faktor penyebab alexithymia, antara lain; faktor psikogenik (gaya kelekatan, trauma, dan penyakit atau nyeri kronis); faktor biogenik (zat-zat atau racun pra-kelahiran, dan struktur otak); faktor alexithymia primer (kepribadian); serta faktor alexithymia sekunder (stres, kecemasan, dan kelelahan)
Pengaruh Work-Life Balance terhadap Kepuasan Kerja pada Karyawan di Bintaro Chyntia Maharani; Aulia Diaz Kinanti; Aditya Yogiswara; Dyah Anggi Syahputri; Ellyana Dwi Farisandy
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i1.9925

Abstract

This research was conducted to see the effect of work-life balance on employees’ job satisfaction in Bintaro. Human resources are a valuable asset in contributing to a company's success, so the job satisfaction of company employees also needs to be considered so that they are comfortable and have good performance at work. Job satisfaction is a general feeling of an individual towards his work. This research is non-experimental quantitative research using two variables; Job Satisfaction and Work-Life Balance. Participants in this study are employees with criteria; a) permanent employees, b) working duration ≥ 2 years, c) age 18 to 40 years, d) working in the bintaro area. This research has 78 participants. The results of the linear analysis showed that there is no significant effect between work life balance and job satisfaction. Based on the results of this study, it can be concluded that the work-life balance of employees working in Bintaro does not significantly affect their job satisfaction. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh work-life balance terhadap kepuasan kerja karyawan di Bintaro. Sumber daya manusia menjadi aset yang berharga dalam kontribusi terhadap kesuksesan suatu perusahaan, sehingga kepuasan kerja karyawan perusahaan pun perlu diperhatikan agar mereka nyaman dan memiliki kinerja baik ketika bekerja. Kepuasan kerja sebagai bentuk perasaan suatu individu secara umum terhadap pekerjaannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimen, dengan menggunakan dua variabel, yakni variabel Job Satisfaction atau Kepuasan Kerja dan Work-Life Balance. Partisipan dalam penelitian ini adalah karyawan dengan kriteria; a) karyawan tetap, b) lama durasi kerja ≥ 2 tahun, c) usia 18 hingga 40 tahun, d) bekerja di daerah bintaro. Adapun penelitian ini memiliki 78 partisipan. Hasil analisis linier menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan antara work life balance dengan kepuasan kerja. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa work-life balance pada karyawan yang bekerja di Bintaro tidak mempengaruhi kepuasan kerjanya secara signifikan.
Meta-analisis CBT Online dan Tatap Muka (Luring) Untuk Meningkatkan Self-Esteem Jelite Prenggo Putri; Ananta Yudiarso
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i1.7407

Abstract

This study uses a meta-analysis review method from 18 research journals from 2011 to 2021. The purpose of this meta-analysis is to measure the effectiveness of Cognitive Behavior Therapy (CBT) to increase self-esteem by moderating the type of CBT given to participants with online and face-to-face methods. The participants are 1,587 include of 810 control groups and 777 experimental groups. Results based on the data processing Mean (M), Standard Deviation (SD), and the number of participants (N) then found the value of effect size hedge's g = 0.729 (95% CI -1.214 to 2.673) with I^2 (inconsistency) = 97.63 % and Egger bias P = 0.112. The results show a large effect size and no publication bias. Thus, it can be show that Cognitive Behavior Therapy (CBT) with online and face-to-face Cognitive Behavior Therapy (CBT) as a moderator has a large effect size so that can be told that effective for increasing self-esteem in individuals.Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis melalui review dari 18 jurnal penelitian dari tahun 2011 hingga 2021. Tujuan dari meta-analisis ini yaitu untuk mengukur efektivitas Terapi Perilaku dan Kognitif untuk meningkatkan harga diri dengan moderator jenis Terapi Perilaku dan Kognitif (CBT) yang diberikan kepada partisipan dengan metode online dan tatap muka. Partisipan yang digunakan sebanyak 1.587 yang terdiri dari 642 kelompok kontrol dan 731 kelompok eksperimen. Berdasarkan hasil dari pengolahan data Mean (M), Standard Deviation (SD), dan jumlah partisipan (N) kemudian ditemukan nilai effect size hedge’s g= 0.729 (95% CI -1.214 to 2.673) dengan I2 (inconsistency) = 97.63% dan Egger bias P = 0.112. Hasil penelitian menunjukkan effect size large dan tidak ada bias publikasi. Secara keseluruhan, disimpulkan yaitu Terapi Perilaku dan Kognitif (CBT) dengan moderator jenis Terapi Perilaku dan Kognitif (CBT) online dan tatap muka memiliki large effect size sehingga dapat dikatakan efisien untuk meningkatkan harga diri individu.

Page 11 of 15 | Total Record : 145