cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikologi Perseptual
ISSN : 25281895     EISSN : 25809520     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Psikologi Perseptual adalah jurnal ilmiah yang mengkaji penelitian empiris dari berbagai bidang serta sebagai media publikasi ilmiah dalam disiplin ilmu psikologi. Diterbitkan dua kali dalam setahun, setiap bulan Juli dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Hubungan Self Monitoring Dengan Impulsive Buying Terhadap Produk Fesyen Pada Mahasiswi Rantau Giannita Virgy Pramono; Doddy Hendro Wibowo
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v4i2.3702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara self monitoring dengan impulsive buying terhadap produk fashion pada mahasiswi rantau. Partisipan dalam penelitian ini adalah 259 mahasiswi rantau Univeristas Kristen Satya Wacana yang di tentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain yaitu (1) Self Monitoring Scale untuk mengukur self monitoring dan (2) The Impulsive Buying Tendency Scale untuk mengukur perilaku impulsive buying. Hasil analisis statistik menunjukkan r sama dengan 0,130 dengan nilai sig. sebesar 0,018 (p lebih kecil dari 0,05) yang berarti terdapat hubungan positif signifikan antara self monitoring dengan impulsive buying pada mahasiswi rantau UKSW.
Penerimaan Ibu Yang Memiliki Anak Autis Priscilla Titis Indiarti; Puspita Puji Rahayu
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v5i1.5087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerimaan seorang ibu yang memiliki anak autis serta untuk mengetahui variasi jawaban subjek yang memiliki anak autis tingkat ringan dan tingkat berat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah empat orang ibu yang memiliki anak autis tingkat ringan (high functioning) dan autis tingkat berat (low functioning) kemudian dipilih menggunakan teknik purposive sample. Pengambilan data terhadap keempat subjek dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara berdasarkan aspek penerimaan ibu. Selain itu, untuk mengetahui objektifitas dan keterandalan dari data yang diperoleh dengan menggunakan triangulasi terhadap suami subjek dan para terapis yang menerapi anak subjek. Hasil penelitian ini adalah keempat ibu yang memiliki anak autis dapat menerima anaknya yang mengalami gangguan autis dengan baik. 
Mental Toughness dan Competitive Anxiety Pada Atlet Karate UNM Aidil Ikhram; Muh Jufri; Ahmad Ridfah
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v5i2.5206

Abstract

Atlet yang mengalami competitive anxiety tidak dapat memberikan performa yang optimal dalam bertanding, sehingga harus memiliki mental yang kuat atau mental toughness agar dapat menghadapi segala keadaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh mental toughness terhadap competitive anxiety pada atlet karate UNM. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh negatif mental toughness terhadap competitive anxiety atlet karate UNM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 53 atlet karate. Alat ukur yang digunakan yaitu skala mental toughness dan skala competitive anxiety, yang dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara mental toughness terhadap competitive anxiety pada atlet karate Universitas Negeri Makasar (R = 0,729; p = 0,000). Penelitian ini mendapatkan hasil yang berbeda dari literatur sebelumnya. Peneliti menganggap adanya faktor lain, yaitu pengalaman bertanding yang mengganggu mental toughness atlet sehingga tidak dapat berpengaruh negatif terhadap competitive anxiety.
Eksplorasi Peran Perempuan Samin dalam Melestarikan Lingkungan Alam (Exploring The Roles of Samin Women in Preserving The Natural Environment) Ira Setyani; Alfian Yulistianto; Yusril Wicaksana Gunawan
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v4i2.4977

Abstract

Perempuan adalah bagian dalam keluarga yang mempunyai peran untuk menjadi pendidik sekaligus pelaku pertama yang memahami bagaimana menjaga kualitas hidup melalui terciptanya lingkungan hidup yang sehat di lingkungan keluarga. Oleh sebab itu pemberdayaan perempuan tentang lingkungan hidup perlu diberikan kepada perempuan. Komunitas Samin merupakan salah satu masyarakat adat jawa yang mempunyai leluhur Samin Surosentiko sebagai tokoh adatnya. Perjalanan komunitas samin sudah ada sejak awal masa kolonial belanda dan bertahan hingga sekarang ini. Penelitian ini menganalisis bagaimana peran perempuan Samin dalam melestarikan lingkungan. Penelitian ini mengunakan pendekatan metode kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan dan live in di perkampungan Samin. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa perempuan Samin melakukan aktivitas merawat bumi sebagai bentuk menjaga nilai-nilai lehur serta menjaga sumber daya alam yang telah menghidupi mereka. Lewat organisasi Simbar Warih perempuan Samin berperan aktif dalam menjaga dan merawat lingkungan mereka baik lingkungan rumah maupun lingkungan yang ada di Pegunungan Kendeng
Makna Peruntungan Usaha dalam Simbol di Budaya Imlek bagi Masyarakat Etnis Tionghoa Surabaya Puspita Puji Rahayu; Priscilla Titis Indiarti
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v5i1.4980

Abstract

Penggunaan warna merah dan kuning keemasan untuk perayaan Imlek Indonesia memang meriah. Perayaan ini sebagai momentum bagi masyarakat Tionghoa dalam melaksankan sembahyang pada leluhur dan berkumpul bersama keluarga. Warna merah setiap hiasan dan pakaian melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, sedangkan warna  kuning emas melambangkan keagungan atau kewibawaan dalam merayakan pergantian tahun. Masyarakat Tionghoa sangat menjaga kelestarian budaya sendiri sehingga sangat mudah dikenali. Terdapat pemaksanaan dari pelaksanaan budaya Cina melalui simbol-simbolnya, sebut saja jika mengacu pada kalender tradisional Cina ada istilah Tahun Kelinci, Ayam, Ular, Monyet, Tikus dan sebagainya. Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa setiap hewan mempunyai karakter yang berbeda-beda. Memahami fenomena ini, masyarakat Tionghoa akan dapat memperkirakan seperti apa bisnis kedepan dan perkiraan halangan yang akan datang. Sehingga, penulis mencermati pemaknaan peruntungan dalam simbol yang melekat budaya imlek masyarakat Tionghoa dan difokuskan di wilayah Surabaya. peneliti menggunakan penelitian metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. menggunakan teknik non probability sampling yaitu teknik purposive sampling. Simpulan dalam penelitian ini adalah masyarakat Tionghoa Surabaya memiliki kepercayaan terhadap tradisi dan terdapat pemaknaan tradisi dimana masyarakat Tionghoa di Surabaya menjunjung tinggi kebiasaan leluhur dan adat istiadat yang telah diwariskan secara turun temurun.
Stres Akulturatif Pada Mahasiswa Luar Jawa Yang Studi Di Universitas 17 Agustus 1945 Hengki Hendra Pradana; Suryanto Suryanto; Tatik Meiyuntariningsih
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v6i1.5145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk stres akulturasi, (2) mengetahui coping stres akulturasi mahasiswa yang studi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode fenomenologi. Kali ini melakukan penelitian di kawasan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dikarenakan Untag adalah perguruan tinggi multikultural. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa baru usia 18-20 tahun yang berjumlah 3 orang dan berasal dari luar Jawa. Hasil penelitian ini merupakan bentuk-bentuk stres akulturasi yang dialami oleh subjek adalah a) Kesulitan beradaptasi dengan lingkungan yang baru, b) Kesulitan belajar, c) Tidak nyaman akibat perbedaan makanan, d) Merasa terasingkan, e) Kesulitan arah jalan. Sedangkan bentuk coping stres akulturasi sebagai berikut: a) Meminta tolong, b) Belajar lebih tekun c) Berinisiatif memasak sendiri d) Berusaha lebih akrab dengan teman kuliah, e) Mencoba bertanya kepada teman. Berdasarkan hasil penelitian ini maka diharapkan kepada mahasiswa baru dari luar Jawa disarankan agar meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan baru. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya agar menjadi lebih baik dan sempurna. 
Psikodrama untuk Self-Esteem Anak dengan Specific Learning Disorder Usia 9-12 Tahun Nyi Mas Ratu Rema; Afra Hafny Noer; Esti Wungu
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v6i1.5411

Abstract

Di Indonesia sebanyak 5 juta dari 50 juta anak-anak mengalami kesulitan belajar. Ujian, prestasi dan literacy, merupakan tantangan yang besar untuk anak specific learning disorder (SLD). Anak dengan SLD sering distigmatisasi dan dikaitkan dengan kegagalan yang menurunkan self-esteem. Self-esteem rendah adalah hasil penilaian negatif terhadap diri dan kualitas diri yang memberikan dampak buruk bagi anak. Modul psikodrama ini bertujuan untuk meningkatkan self-esteem rendah pada anak dengan specific learning disorder usia 9-12 tahun. Rancangan modul dibuat menggunakan pendekatan instructional system design dan metode penelitian tahap uji coba menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian small design one group pre test-post test. Pengambilan data menggunakan interview, observasi dan pengisian kuesioner self-esteem. Rancangan modul ini melewati proses uji kelayakan yang dilakukan oleh 3 orang expert judgement dan uji coba pada 9 orang anak usia 9-12 tahun yang memiliki self-esteem rendah. Berdasarkan hasil yang diperoleh untuk meningkatkan self-esteem rendah pada anak usia 9-12 tahun, maka dalam modul psikodrama menekankan pada materi area teman dan sekolah, teknik sculpture, dan proses berulang
Subjective Well-Being Bagi Istri Nelayan di Desa Gisik Cemandi Sidoarjo Resa Ayu Firdiati; Rini Nurahaju
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v6i1.5086

Abstract

Pendapatan masyarakat pesisir umumnya tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Status sosial ekonomi atau kesejahteraan masyarakat nelayan pun belum banyak berubah, seperti di Desa Gisik Cemandi. Para nelayan dan istri bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana subjective well-being para istri nelayan dengan kondisi tersebut. Tipe penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan metode deskriptif. Teknik penggalian data menggunakan wawancara terhadap dua orang istri nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek satu lebih dominan pada aspek afektif sedangkan subjek dua lebih dominan pada aspek kognitif dalam menjalani hidupnya. Mereka sebetulnya sama-sama mensyukuri pada situasi kondisi yang dialami, namun ada perbedaan pada faktor pengontrolan emosi
Self-Disclosure Sifat Independen Anak Tunggal pada Keluarga Broken Home Dian Bagus Mitreka Satata
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v6i1.5173

Abstract

Broken home merupakan suatu fenomena dalam kehidupan sosial yang terjadi pada konflik keluarga yang dapat berakibat pada proses perkembangan kepribadian anak. Dalam perkembangan anak keluarga menjadi pilar dalam menentukan sifat kepribadian di masa dewasa. Adanya konflik di dalam keluarga yang berakibat pada broken home maka seorang anak memiliki kepribadian yang berbeda dengan anak yang orang tuanya masih utuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif wawancara terstruktur melalui pengungkapan pada latar belakang anak korban broken home yang berjumlah lima responden. Hasil temuan mengungkapkan bahwa anak korban broken home berharap untuk bisa lebih hidup mandiri, dengan adanya sikap untuk lebih nyaman berinteraksi dengan orang lain atau yang dianggapnya nyaman serta kegiatan di luar rumah daripada kepada kedua orangtua atau salah satu dari orang tua mereka. 
Faktor Produksi Ujaran Kebencian melalui Media Sosial Farra Lailatus Sa'idah; Dyan Evita Santi; Suryanto Suryanto
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v6i1.5144

Abstract

Ujaran kebencian memiliki efek tidak langsung pada cara orang berkomunikasi satu sama lain, mengubah kontak dari dunia fisik ke dunia maya. Pengetahuan adalah hal terpenting di era teknologi modern agar semua orang tahu apa yang terjadi di berbagai belahan dunia. Dengan tersedianya media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang dibutuhkan menjadikan pola masyarakat mengalami pergeseran, baik secara tersirat atau tak tampak, hingga budaya, etika dan norma menjadi bias dan menimbulkan konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab pelaku melakukan ujaran dalam media sosial Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dari ujaran kebencian di media sosial seperti instagram, twitter, facebook yang mengarah pada bentuk penghinaan, menghasut, provokasi politik, sosial, ekonomi dan agama; serta wawancara dengan beberapa wawancara dari pengguna media sosial berjumlah 2 orang yang memiliki media sosial dengan ujaran kebencian pada akunnya. Analisis data menggunakan dengan pengkodean, dan memverifikasi data. Hasil penelitian ini adalah faktor penyebab pelaku melakukan ujaran kebencian terdiri dari faktor keadaan psikologis individu yaitu kejiwaan, faktor lingkungan, faktor sarana, fasilitas dan kemajuan teknologi, faktor kurangnya kontrol sosial, faktor ketidaktahuan masyarakat, dan faktor kepentingan masyarakat

Page 8 of 15 | Total Record : 145