cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikologi Perseptual
ISSN : 25281895     EISSN : 25809520     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Psikologi Perseptual adalah jurnal ilmiah yang mengkaji penelitian empiris dari berbagai bidang serta sebagai media publikasi ilmiah dalam disiplin ilmu psikologi. Diterbitkan dua kali dalam setahun, setiap bulan Juli dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Pengaruh Visual Art Therapy dalam Menurunkan Post Traumatic Stress Disorder pada Mahasiswa Fina Ulya Hidayati; Latifah Nur Ahyani
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i1.10334

Abstract

Abstract research was conducted based on the phenomenon of traumatic and emotional management conditions that were not good for college students. This study aims to determine the effect of visual art therapy on reducing post traumatic stress disorder in college students. The method used in this research is an experimental method with a quasi-experimental design using one group pretest-posttest. The subjects in the study were 15 college students consisting of 5 boys and 10 girls. The technique of determining purposive sampling subjects. This research was conducted in 3 stages, namely the pretest, experiment, and posttest stages. The data collection technique in this study used the PTSD PCL-5 psychological measuring instrument scale. The data analysis technique used in this study is Paired Samples T-Test. The results showed that the coefficient is different with t = 4. 333 with p = 0.001, so it can be concluded that there is a very significant difference in post traumatic stress disorder before and after performing visual art therapy intervention in college students. Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena kondisi pengelolaan traumatik dan emosi yang kurang baik pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh visual art therapy untuk menurunnya post traumatic stress disorder pada mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimen dengan quasi experimental design menggunakan one group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian adalah mahasiswa sejumlah 15 yang terdiri dari 5 laki-laki dan 10 perempuan. Teknik penentuan subjek purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahapan yaitu tahap pretest, eksperimen, dan posttest. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala alat ukur psikologi PTSD PCL-5 . Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien beda dengan t = 4,333 dengan p = 0,001 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan post traumatic stress disorder yang sangat signifikan sebelum dengan sesudah melakukan intervensi visual art therapy pada mahasiswa
Kesejahteraan Psikologis Ditinjau dari Tingkat Stres Mantan Pecandu Napza Prilya Shanty Andrianie; Rany Reynaldy; Lucia Sincu Gunawan
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i1.6661

Abstract

This study aims to determine mental health in the form of stress levels and psychological well-being in former drug addicts at the Mitra Alam Foundation, Surakarta. The research population is former drug addicts who have been rehabilitated and declared cured at the Mitra Alam Foundation as many as 100 with a sample of 50 people. This study uses a quantitative research method using the psychological well-being scale and the DASS 21 stress level. Based on the results of the study, it can be concluded that the level of psychological well-being of former drug addicts at Mitra Alam Foundation is high, namely 70%, very high 18% and moderate 12%. While the mental health of former drug addicts at Mitra Alam Foundation as a whole showed symptoms of mild mental disorders by 56%, moderate 34% and normal 10% which were described as follows: normal stress levels (82%), mild stress (18%), anxiety (anxiety) normal 24%, mild anxiety (50%) and moderate anxiety (26%), normal depression category (88%), mild depression (10%), and moderate depression (2%). The correlation between stress levels and psychological well-being of former drug addicts at Mitra Alam Foundation was analyzed using linear regression and showed a correlation result of 0.157 with a coefficient of determination (r square) 0.025 which means that the influence of the independent variable, namely the level of stress on the psychological well-being of ex-addicts Drugs in Mitra Alam Foundation is 2.5% and others are influenced by other factors. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan mental berupa tingkat stress dan kesejahteraan psikologis pada mantan pecandu NAPZA di Yayasan Mitra Alam Surakarta. Populasi penelitian merupakan mantan pecandu NAPZA yang pernah direhabilitasi dan dinyatakan sembuh di Yayasan Mitra Alam yaitu sebanyak 100 dengan sampel yang diambil yaitu sebanyak 50 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan skala kesejahteraan psikologis dan tingkat stress DASS 21. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kesejahteraan psikologis para mantan pecandu NAPZA di Yayasan Mitra Alam tergolong tinggi yaitu 70%, sangat tinggi 18% dan sedang 12%. Sedangkan Kesehatan mental para mantan pecandu NAPZA di Yayasan Mitra Alam secara keseluruhan menunjukkan gejala gangguan mental ringan sebesar 56%, sedang 34% dan normal 10% yang dijabarkan sebagai berikut: tingkat stress normal (82%), stress ringan (18%), kecemasan (anxiety) normal 24%, kecemasan ringan (50%) dan kecemasan sedang (26%), kategori depresi normal (88%), depresi ringan (10%), dan depresi sedang (2%). Korelasi antara tingkat stres dan kesejahteraan psikologis para mantan pecandu NAPZA di Yayasan Mitra Alam dianalisis dengan menggunakan regresi linier dan menunjukkan hasil korelasi sebesar 0,157 dengan koefisien determinasi (r square) 0,025 yang mengandung arti bahwa pengaruh variabel bebas yaitu Tingkat Stres terhadap Kesejahteraan Psikologis para mantan pecandu NAPZA di Yayasan Mitra Alam adalah sebesar 2,5% dan lainnya dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Efektivitas Logoterapi Medical Ministry terhadap Kebermaknaan Hidup pada Warga Binaan dengan HIV/AIDS Widiyastuty, Riesma; Wangi, Eneng Nurlaili; Fahmi, Irfan
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i2.10625

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of logotherapy medical ministry on the level of meaning in life among five inmates with HIV/AIDS. Participants are guided to understand the inevitable tragic experiences through the ability to take a stance and undergo a self-transcendence process, which is a distinctive feature of medical ministry compared to other logotherapy techniques. It focuses on understanding and evaluating the "past and present" and then connecting it with something meaningful "outside oneself and in the future." This approach combines spiritual and psychological elements to address existential problems and provide support. The research design was selected based on the consideration of a limited number of participants, employing a one-group pretest-posttest design. The Meaning in Life Questionnaire (MLQ) is a validated instrument assessing the presence of meaning and the search for meaning in life. MLQ by Michael F. Steger and Patricia Frazie (Indonesian version), was used as the measurement tool for assessing the level of meaning in life has a reliability of 0.861 and validity ranging from 0.328 to 0.841. The N-Gain result of 57.75% indicates a significant increase in the participants' meaning in life. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evektivitas logoterapi medical ministry terhadap tingkat kebermaknaan hidup pada lima warga binaan dengan HIV/AIDS. Partisipan penelitian dibimbing untuk memahami pengalaman tragis yang tak terhindarkan dengan kemampuan mengambil sikap dan proses transendensi diri yang menjadi ciri khas teknik medical ministry dibandingkan teknik logoterapi lainnya, yaitu untuk memahami dan mengevaluasi keadaan “di masa lalu dan sekarang” kemudian menghubungkannya dengan sesuatu yang bermakna “di luar diri sendiri dan di “masa depan”, yang menggabungkan pendekatan spiritual dan psikologis untuk mengatasi masalah eksistensial dan memberikan dukungan. Pemilihan desain penelitian berdasarkan pertimbangan jumlah partisipan yang terbatas, sehingga menggunakan one-group pretest-posttest design. The Meaning in Life Questionnaire (MLQ) diberikan untuk mengukur perubahan tingkat makna hidup partisipan sebelum dan sesudah intervensi. MLQ adalah instrumen tervalidasi yang menilai presence of meaning dan search for meaning in life. Meaning in Life Questionnaire (MLQ) dari Michael F. Steger dan Patricia Frazie versi bahasa Indonesia digunakan sebagai alat ukur pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat kebermaknaan hidup. Alat ukur ini memiliki reliabilitas 0.861 dan validitas 0.328-0.841. Hasil N-Gain 57.75% menunjukan peningkatan kebermaknaan hidup yang cukup signifikan
Hubungan antara Beban Kerja dan Kecerdasan Emosi dengan Work Life Balance pada Anggota Polisi Nisya', Cantika Yukhoirun; Raharjo, Trubus
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v9i1.12579

Abstract

This study aims to empirically examine the relationship between workload and emotional intelligence with work-life balance in police officers. The research participants involved in this study were 100 participants obtained by accidental sampling technique and the tools used to obtain data using a workload scale, emotional intelligence scale, and work-life balance scale. The results of the major hypothesis test showed a relationship between workload and emotional intelligence with work-life balance (significance = 0,000 (p0,01); correlation coefficient (R) of the three variables of 0.829). The results of the analysis of workload and work-life balance variables obtained of – 0,829 with a significant level of 0,000 (p0,01). This shows that there is a very significant negative relationship between workload and work-life balance, thus the first minor hypothesis is accepted. The results of the analysis of emotional intelligence and work-life balance variables obtained of 0,712 with a significant level of 0,000 (p0,01). This shows that there is a very significant positive relationship between emotional intelligence and work-life balance thus the second minor hypothesis is accepted.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik hubungan antara beban kerja dan kecerdasan emosi dengan work-life balance pada anggota polisi. Partisipan penelitian yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 100 partisipan yang diperoleh dengan teknik accidental sampling dan alat yang digunakan untuk memperoleh data adalah skala beban kerja, skala kecerdasan emosi, dan skala work-life balance. Hasil uji hipotesis mayor menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja dan kecerdasan emosi dengan work-life balance (signifikansi = 0,000 (p0,01); koefisien korelasi (R) ketiga variabel sebesar 0,829; sumbangan efektif sebesar 68,7%). Hasil analisis variabel beban kerja dan work-life balance diperoleh sebesar – 0,829 dengan taraf signifikan sebesar 0,000 (p0,01). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara beban kerja dengan work-life balance, dengan demikian hipotesis minor pertama diterima. Hasil analisis variabel kecerdasan emosi dan work-life balance diperoleh sebesar 0,712 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 (p0,01). Hal ini menunjukkkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kecerdasan emosi dan work-life balance, dengan demikian maka hipotesis minor kedua diterima.
Revenge Bedtime Procrastination: A Self-Love Phenomenon or Revenge Against Yourself? Alqo'idah, Wardah; Nabila, Tsania Zahrotun; Ar-raza, Muhammad Firdaus; Supradewi, Ratna
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i2.10229

Abstract

Having a hectic daily routine often makes a person lose time to relax for himself, commonly called "me time". This turned out to be a factor in the emergence of the Revenge Bedtime Procrastination phenomenon, namely delaying sleep to take revenge for not having free time during the day. This study aimed to determine the effect of self-love therapy on reducing Revenge Bedtime Procrastination behavior. The subjects in this study were students of the Faculty of Nursing, S1 Islamic University, Sultan Agung Semarang, with a population of 236 students. In this study, purposive sampling obtained a sample of 14 students and then divided them into two groups, namely the experimental and control groups. Data were collected through the Bedtime Procrastination Scale, observation, and interviews. Data were analyzed using a quantitative approach. The results of the paired-sample t-test analysis obtained a p of 0.001 at the significance level (0.001 0.005). Then in the independent t-test, p was 0.001 at the significance level (0.001 0.05). It can be said that the experimental group and control group saw a significantly different score drop. These results indicate that after self-love therapy, the subject's level of revenge bedtime procrastination decreased significantly. Memiliki kesibukan harian yang padat seringkali membuat seseorang kehilangan waktu bersantai untuk diri sendiri atau biasa disebut “me time”. Hal itu ternyata menjadi faktor penyebab munculnya fenomena Revenge Bedtime Procrastination, yaitu menunda waktu tidur dengan tujuan untuk balas dendam karena tidak memiliki waktu luang di siang hari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh self-love therapy untuk menurunkan perilaku Revenge Bedtime Procrastination. Subjek pada penelitian ini yaitu mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan S1 Universitas Islam Sultan Agung Semarang dengan populasi sebanyak 236 mahasiswa. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling yang diperoleh sampel sebanyak 14 mahasiswa kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui skala Bedtime Procrastination Scale, observasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis paired-sample t-test diperoleh p sebesar 0.001 pada taraf signifikansi (0.0010.005). Kemudian pada uji independent t-test diperoleh p sebesar 0.001 pada taraf signifikansi (0.0010.05). Hal ini dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setelah melakukan self-love therapy tingkat revenge bedtime procrastination subjek mengalami penurunan yang signifikan.
Hubungan antara Harga Diri dan Kepercayaan Diri dengan Motivasi Berprestasi Siswa SMA Indriana, Yeniar; Fadhlurrohman, Muhammad Dzikron
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v9i1.10771

Abstract

The purpose of this study is to determine the relationship between self-esteem and self-confidence to achievement motivation and also to find out the effective contribution given by the independent variable to the dependent variable. The study population consists of high school students majoring in science in grade XI, aged between 17 and 19 years. Eleventh grade science students were chosen because they already had sufficient self-esteem and self-confidence and were considered to have better achievements. Cluster random sampling was employed to select a research sample of 140 students. The scaled used in this study includes a self-esteem scale, a self-confidence scale, and an achievement motivation scale. This study uses multiple regression analysis because it uses two independent variables and one dependent variable. The study found that self-esteem and self-confidence have a partial and simultaneous influence on achievement motivation variables. The variables of self-esteem and self-confidence made a significant contribution of 18.7% to the achievement motivation variable. The variable of self-esteem has a greater influence on the achievement motivation variable, at 13.5%, compared to the variable of self-confidence, which has an influence of 5.2%. This study shows that a student's self-esteem and self-confidence can impact their motivation to achieve.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan kepercayaan diri terhadap motivasi berprestasi dan juga mencari tahu sumbangan efektif yang diberikan oleh variabel bebas terhadap variabel tergantung. Populasi penelitian ini merupakan siswa kelas XI SMA jurusan IPA yang berusia 17-19 tahun. Dipilihnya siswa kelas XI jurusan IPA dengan karena mereka sudah memiliki harga diri dan kepercayaan diri yang cukup dan dianggap memiliki prestasi yang lebih baik. Cluster random sampling digunakan pada penelitian ini untuk mencari sampel penelitian dengan sampel penelitian berjumlah 140 siswa. Skala yang digunakan sebagai alat ukur pada penelitian ini adalah skala harga diri, skala kepercayaan diri dan skala motivasi berprestasi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda karena melibatkan dua variabel bebas dan satu variabel tergantung. Pada penelitian ini didapatkan hasil variabel harga diri dan kepercayaan diri baik secara parsial dan simultan memiliki pengaruh terhadap variabel motivasi berprestasi. Variabel harga diri dan kepercayaan diri memberi sumbangan efektif sebesar 18,7% terhadap variabel motivasi berprestasi. Secara persial variabel harga diri memberi pengaruh lebih besar, yaitu sebesar 13,5% dibandingkan variabel kepercayaan diri sebesar 5,2% terhadap variabel motivasi berprestasi. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa harga diri dan kepercayaan diri yang dimiliki oleh siswa berpengaruh terhadap motivasi berprestasi mereka.
Welas Asih Diri Sebagai Mediator Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Flourishing Suharsono, M.; Wismanto, Y. Bagus
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i2.11332

Abstract

This research aims to test the effect of social support on flourishing both directly and with self-compassion as a mediator. Participants were 124 adults from a higher education institution that used the tagline joyful learning and joyful working, with incidental sampling and data taken using a scale whose concept was taken from the flourishing scale compiled by Diener and Hone, social support was measured using the Oslo social support scale, and Neff's self-compassion scale. The analysis was carried out using mediation analysis from the JASP 16.1 program. The results show that self-compassion does not mediate the relationship between social support and flourishing, and self-compassion and social support are independently very significantly related to flourishing. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh dukungan sosial terhadap flourishing baik secara langsung maupun dengan welas asih diri sebagai mediator. Partisipan adalah 124 orang dewasa dari sebuah institusi pendidikan tinggi yang menggunakan tagline joyful learning dan joyful working, dengan incidental sampling dan data diambil dengan skala yang konsepnya diambil dari skala flourishing yang disusun oleh Diener dan Hone, dukungan sosial diukur dengan Oslo social support scale, dan self compassion scale dari Neff. Analisis dilakukan dengan analisis mediasi dari program JASP 16.1. Hasil menunjukkan bahwa welas asih diri tidak memediasi hubungan Dukungan sosial dengan flourishing, serta welas asih diri dan dukungan sosial secara mandiri berhubungan secara sangat signifikan terhadap flourishing.
Pengaruh Public Service Motivation terhadap Organizational Citizenship Behavior: Peran Moderasi Service Climate Mauludin, Dimas Prafi Al; Sari, Reza Lidia
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v9i1.12044

Abstract

This study aims to analyse the effect of public service motivation (PSM) on organizational citizenship behaviour (OCB) and the moderating role of service climate in the relationship between the two variables in the context of the State Civil Apparatus in Indonesia. This research uses a cross-sectional study approach with a survey method and involves 105 state civil apparatus employees in East Java Province who serve for at least one year. The sample was drawn using accidental sampling technique. Participants completed an online questionnaire to measure the three research variables. PSM was measured with Public Service Motivation Scale (α:.81), service climate was measured with Service Climate Scale (α:.89), and OCB was measured OCB Scale (α:.94). The data analysis process in this study used moderated regression analysis techniques to test the research hypothesis. The results of this study indicate that public service motivation has a significant positive effect on organizational citizenship behavior, and service climate shows a significant positive moderating role in strengthening the relationship between public service motivation and organizational citizenship behavior.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh public service motivation (PSM) terhadap organizational citizenship behavior (OCB) serta peran moderasi service climate dalam hubungan kedua variabel tersebut dalam konteks Aparatur Sipil Negara di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional study dengan metode survei serta melibatkan 105 pegawai aparatur sipil negara di Provinsi Jawa Timur yang mengabdi sekurang-kurangnya selama satu tahun. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling. Partisipan mengisi kuesioner daring untuk mengukur ketiga variabel penelitian. PSM diukur dengan menggunakan Public Service Motivation Scale (α:.81), service climate diukur dengan menggunakan Service Climate Scale (α:.89), dan OCB diukur dengan menggunakan OCB Scale (α:.94). Proses analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis moderated regression analysis untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa public service motivation berpengaruh positif yang signifikan terhadap organizational citizenship behavior, serta service climate menunjukkan adanya peran moderasi positif yang signifikan dalam memperkuat hubungan antara public service motivation dengan organizational citizenship behavior.
Personal Growth Initiative sebagai Prediktor terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Susiswilujeng, Ridha Pradipta; Saraswati, Putri
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i2.10367

Abstract

Students are the generation who can be said to be national assets because students are an educated group of people who are expected to be able to face various changes and existing problems. However, the facts show that various obstacles can be experienced by students when studying at university which can trigger student delays in completing their education or not graduating on time which will lead to academic procrastination. One of the factors that influence the level of academic procrastination in students is personal growth initiative. This is because personal growth initiative are closely related to efforts to develop someone in a positive direction by deliberately optimizing someone's potential to change to become a better person. Therefore, this study aims to test whether personal growth initiatives have a role so that they can be used as a solution to overcome the problems of academic procrastination experienced by students. The subjects of this were 334 male and female students who experienced academic procrastination. The measuring tool for both variables uses a Likert scale. The sampling technique used purposive sampling. The results of this study indicate that there is a negative influence between the personal growth initiative variable (x) and the academic procrastination variable (y) with the simple linear regression equation Y = 56,548 + (- 0,283)*X. Berbagai kendala bisa saja dialami oleh mahasiswa ketika menempuh pendidikan di perguruan tinggi, yang akhirnya menjadi pemicu keterlambatan penyelesaian pendidikan mahasiswa, salah satu faktor penyebabnya adalah prokrastinasi akademik yaitu menunda-nunda pekerjaan. Demikian juga prokrastinasi akademik dapat dipengaruhi oleh personal growth initiative yang berkaitan erat dengan usaha-usaha untuk mengembangkan diri ke arah yang positif dengan mengoptimalkan potensi dirinya secara sengaja untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah personal growth initiative memiliki peran sehingga dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan prokrastinasi akademik yang dialami oleh mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, maka sebanyak 334 mahasiswa yang teridentifikasi mengalami prokrastinasi akademik terlibat dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan adalah skala personal growth initiative dan skala prokrastinasi akademik. Analisis data menggunakan Jamovi. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif antara variabel personal growth initiative (x) dengan variabel prokrastinasi akademik (y) dengan persamaan regresi linier sederhana Y = 56.548 + (- 0.283)*X.
Hubungan antara Anonimitas dan Moral Disengagement dengan Perilaku Cyberbullying pada Penggemar K-Pop yang Melakukan Fanwar Khoiriyah, Erfira; Pramono, Ridwan Budi
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i2.11376

Abstract

This study is a quantitative study that aims to determine the relationship between anonymity and moral disengagement with cyberbullying behavior in K-Pop fans who do fanwar. Purposive sampling was used in sampling so that 250 K-Pop fans filled out the cyberbullying scale, anonymity scale, and moral disengagement scale. The results of the analysis show that there is a relationship between anonymity and moral disengagement with cyberbullying behavior in K-pop fans who do fanwar with a correlation coefficient of 0.413 and a p value 0.001 (p 0.01) and an effective contribution of 17%. Anonymity is positively and significantly related to cyberbullying as indicated by a correlation coefficient of 0.271 and a p value of 0.001 (p 0.01). Moral disengagement is positively and significantly related to cyberbullying as indicated by a correlation coefficient of 0.398 and a p value of 0.001 (p 0.01). The results indicate that anonymity and moral disengagement can increase individual participation in cyberbullying behavior. Structural Equation Modeling (SEM) analysis was conducted to assess the strength of aspects. The aspect of "Imbalance Power" in measuring cyberbullying, the aspect of "Lack of Identification" in measuring anonymity, and the aspect of "Moral Justification" in measuring moral disengagement have low loading factors, thus proving less effective in measurement in this research. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anonimitas dan moral disengagement dengan perilaku cyberbullying pada penggemar K-Pop yang melakukan fanwar. Purposive sampling digunakan dalam pengambilan sampel sehingga 250 penggemar K-Pop mengisi skala skala cyberbullying, skala anonimitas, dan skala moral disengagement. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan anonimitas dan moral disengagement dengan perilaku cyberbullying pada penggemar K-pop yang melakukan fanwar dengan koefisien korelasi 0.413 dan nilai p 0.001 (p 0.01) serta sumbangan efektif sebesar 17%. Anonimitas berhubungan positif yang sangat signifikan dengan cyberbullying ditunjukkan dengan koefisien korelasi 0.271 dan nilai p 0.001 (p 0.01). Moral disengagement berhubungan positif yang sangat signifikan dengan cyberbullying ditunjukkan dengan koefisien korelasi 0.398 dan nilai p 0.001 (p 0.01). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anonimitas dan moral disengagement dapat meningkatkan partisipasi individu dalam perilaku cyberbullying. Analisis Structural Equation Modeling (SEM) dilakukan untuk mengukur kekuatan aspek. Aspek “Ketidakseimbangan Kekuatan” dalam mengukur cyberbullying. Aspek “Kurangnya Identifikasi” dalam mengukur anonimitas, dan Aspek “Justifikasi Moral” dalam mengukur moral disengagement memiliki loading factor yang rendah sehingga kurang efektif melakukan pengukuran dalam penelitian ini.