cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikologi Perseptual
ISSN : 25281895     EISSN : 25809520     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Psikologi Perseptual adalah jurnal ilmiah yang mengkaji penelitian empiris dari berbagai bidang serta sebagai media publikasi ilmiah dalam disiplin ilmu psikologi. Diterbitkan dua kali dalam setahun, setiap bulan Juli dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
HUBUNGAN EFIKASI DIRI KARIR DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XII SMKN 2 JEPARA Ariana, Ribka Desy
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.845 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri karir dengan kematangan karir pada siswa kelas XII SMKN 2 Jepara. Hipotesis dari penelitian ini yaitu adanya hubungan yang positif signifikan antara efikasi diri karir dengan kematangan karir pada siswa kelas XII SMKN 2 Jepara. Jumlah populasi dalam penelitian ini yakni 451 siswa dengan jumlah sampel 171 siswa. Variabel efikasi diri karir diambil dengan menggunakan angket career decision making self-efficacy scale, sedangkan kematangan karir menggunakan angket career maturity inventory. Data analisis dengan menggunakan teknik analisa korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang positif signifikan antara efikasi diri karir dengan kematangan karir pada siswa kelas XII SMKN 2 Jepara, dengan r = 0,381 dengan p < 0,05.  Kata kunci : Efikasi Diri Karir, Kematangan Karir, Siswa. ABSTRACTThis study aims to determine whether there is a significant positive correlation between career self efficacy and career maturity in twelfth graders students at SMKN. 2 Jepara. The hypothesis of this study is that there is a significant positive correlation between career self efficacy and career maturity in twelfth graders students at SMKN. 2 Jepara. In total there are 451 students and 171 students were participate. Variable career self efficacy were collected using career decision making self-efficacy scale by Taylor Betz and variable career maturity were collected using career maturity inventory by Crites. Data were analyzed using correlation product moment. The result shows r = 0,381 with p < 0,05 which means there is significant positive correlation between career self efficacy and career maturity in twelfth graders student at SMKN. 2 Jepara. Keywords: Career self efficacy, Career maturity, Student.
Hubungan Antara Attachment Ibu – Anak Dengan Otonomi Pada Mahasiswa Perantauan Angkatan Tahun Pertama Di Universitas Kristen Satya Wacana Day, Fera Christin Hendriyani; Prasetya, Berta Esti Ari
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.436 KB)

Abstract

Penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan signifikansi antara kelekatan ibu-anak dengan kemandirian pada mahasiswa perantauan angkatan tahun pertama di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Penelitian dilakukan terhadap 100 siswa tahun 2017 yang berasal dari luar Pulau Jawa di UKSW, dengan menggunakan teknik kuota sampling.Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur kemandirian adalah Kuesioner Otonomi Remaja, dan instrumen yang digunakan untuk mengukur kelekatan adalah Inventory of Parent and Peer Attachment-Revisi (IPPA-R). Teknik yang digunakan adalah teknik analisis statistik untuk menguji korelasi antara dua variabel.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor koefisien korelasi r = 0,231, dengan sig. = 0,021 (p <0,05). Hasil ini menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kelekatan ibu - anak dan kemandirian pada mahasiswa perantauan angkatan tahun pertama di UKSW. Kelekatan ibu - anak berkontribusi 5,3% terhadap munculnya perilaku kemadirian pada mahasiswa perantauan angkatan tahun pertama di UKSW, sedangkan sisanya 94,7% dapat disebabkan oleh faktor lain.
Kohesi Sosial Dalam Membentuk Harmoni Kehidupan Komunitas agung, yusuf ratu
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.86 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pemahaman mahasiswa psikologi tentang konsep kohesi sosial dan harmoni. Pemahaman yang didasarkan pada pengalaman berinteraksi secara intens dengan beberapa kelompok yang lain. Pemahaman tentang kedua konstrak tersebut memungkinkan terjadinya pergeseran makna secara teoritik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Pengumpulan data menggunakan instrument open questioner yang disebarkan pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam temuan penelitian terjadi ekspansi konsep kohesi sosial dengan terdiri dari kekuatan yang berlaku pada anggota suatu kelompok untuk tinggal di dalamnya, dan dengan aktif berperan untuk kelompok dalam kelompok kompak, anggota ingin menjadi bagian dari kelompok, mereka biasanya suka satu sama lain dan hidup rukun serta bersatu dan setia di dalam mengejartujuan kelompok.
KOMUNIKASI NON VERBAL HOMOSEKSUAL (Studi Fenomenologi Simbol Komunikasi Kaum Gay di Pekanbaru) Novchi, Raja Widya; Hanafi, Khusnul; Zulietta, Shally Isaura
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.458 KB)

Abstract

Keberadaan gay di Indonesia tidak dapat diterima masyarakat, alasan apapun yang diberikan oleh kaum homoseksual ditolak masyarakat karena tidak sesuai dari segi moral, agama, dan norma budaya. Permasalahan yang berkembang di masyarakat membuat kelompok gay harus menggunakan simbol-simbol yang secara tidak langsung menunjukkan identitas dirinya dengan menggunakan komunikasi non verbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui simbol komunikasi yang digunakan oleh kaum gay di Pekanbaru dalam mencari pasangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi fenomenologi dengan melakukan observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap subjek penelitian yang terdiri dari empat orang gay, satu orang teman gay, dan satu orang psikolog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaum gay menggunakan komunikasi non verbal dalam mencari pasangan adalah sebagai berikut: pertama, simbol kontak mata ditandai dengan menatap pria lain secara lirik-lirikan beberapa kali dan menatap lebih lama ke arah pria yang menjadi target, biasanya lebih dari tiga detik dan dilakukan secara berulang-ulang. Kedua, simbol gerakan tubuh lebih terlihat pada gay yang berperan sebagai wanita, cara berjalan, gerakan tangan, pembawaan diriya yang gemulai bahkan dari cara memegang benda dapat terlihat dengan sangat jelas. Ketiga, simbol penampilan, jika gaya tipe top seperti pria metroseksual sedangkan bottom berpenampilan feminim. Keempat, simbol ekspresi wajah, yaitu menampilkan ekspresi wajah bahagia, senyum-senyum yang menggoda dan mengedipkan mata.Kata Kunci: Komunikasi non verbal, Gay, LGBT, Fenomenologi
Dinamika Psikososial Remaja Korban Kekerasan Seksual Indaryani, Sri
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.601 KB)

Abstract

Merujuk pada judul penelitian lebih ditekankan pada kekerasan seksual kategori perkosaan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988) merupakan perbuatan pelanggaran dengan kekerasan.Perbuatan ini dilakukan dengan menggunakan paksaan, ancaman, suap, tipuan bahkan tekanan (Noviana, 2015).Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna informatif yang terkandung dalam pikiran dan benak remaja yang mengalami kekerasan seksual.Metode yang dipakai kualitatif dengan pendekatan fenomenologi persepsi Ponty menitikberatkan pada wawancara tidak terstruktur dengan subjek penelitian adalah remaja korban kekerasan seksual. Data yang diperoleh melalui wawancara ataupun observasi akan berupa kata-kata, perilaku ataupun dokumentasi yang kesemuanya bersifat informantif dari pemahaman masing-masing individu korban kekerasan seksual sebagaimana pengalaman hidupnya dan bagaimana individu memberikan makna pada kejadian tersebut.Hasil penelitian menunjukkan pemaknaan tubuh yang berbeda pada korban dengan latar belakang keluarga (nuclear family) berbeda. Refleksi dari Ponty tentang pemaknaan tubuh antara teori dan temuan, signifikan. Sebelum peristiwa kekerasan seksual terjadi semua korban menganggap bahwa tubuh mereka sangat penting dan harus dijaga. Setelah peristiwa kekerasan seksual dengan proses berbeda maka masing-masing korban dalam memaknai tubuhnya mengalami perbedaan.
School Readiness Siswa Berkebutuhan Khusus Di Kelas Inklusi Tingkat Sekolah Dasar Kota Batu Susanti Prasetyaningrum; Putri Saraswati; - Ni’matuzahroh; Firmanto Firmanto
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v2i1.2221

Abstract

Kesiapan sekolah merupakan hal yang penting, sebelum siswa menerima materi pelajaran di lingkungan pendidikan. Dengan kesiapan sekolah yang baik anak akan lebih mudah menerima dan memahami pelajaran. Begitupun halnya dengan siswa berkebutuhan khusus, mereka membutuhkan kesiapan dalam memasuki sekolah formal inklusi disebabkan karena banyaknya tuntutan lingkungan yang akan mereka hadapi. Beberapa aspek kesiapan sekolah (school readiness) yang harus dipenuhi siswa inklusi adalah aspek kognitif, sosial, emosi, motivasi dan bahasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kesiapan sekolah siswa berkebutuhan khusus di kelas inklusi. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan subyek penelitian sebanyak 31 siswa berkebutuhan khusus di kota Batu. Instrument penelitian menggunakan observasi dan wawancara serta dianalisa dengan menggunakan analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rerata kesiapan sekolah (school readiness) pada siswa berkebutuhan khusus aspek bahasa (2,98%), diikuti aspek emosi (2,80%), aspek sosial (2,74%), aspek kognitif (2.60%), dan aspek motivasi (2.55%). Hal ini berarti kesiapan sekolah siswa berkebutuhan khusus tingkat sekolah dasar di sekolah inklusi kota Batu yang paling tinggi adalah kesiapan bahasa, diikuti dengan aspek emosi dan sosial. Sedangkan aspek yang paling rendah dalam kesiapan sekolah siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi Kota Batu adalah aspek motivasi dilanjutkan dengan aspek kognitif.Kata Kunci : School Readiness, siswa berkebutuhan khusus, kelas inklusi
Meningkatkan Adversity Quotient (Daya Juang) Pada Anak Anak Panti Asuhan Melalui Penguatan Sosial Support Latifah Nur Ahyani
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v1i1.1079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris efektifitas pelatihan social support dalam meningkatkan Adversity Quotient (daya juang) pada anak anak Panti Asuhan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut Ada perbedaan tingkat Adversity Quotient sebelum mendapatkan pelatihan social support dan setelah mendapatkan pelatihan social support. Tingkat Adversity Qoutient sebelum mendapatkan pelatihan social support lebih rendah dibandingkan tingkat Adversity Quotient setelah mendapatkan pelatihan social support. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Adiversity Qoutient yang sudah dimodifikasi. Subjek penelitian adalah remaja panti asuhan Samsah di Kudus. Pengambilan sampel dengan purposive sampling dan diperoleh 12 anak sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitiatif dengan rancangan One group Pretest and Posttest design (Cook and Campbell, 1979). Hasil dari kegiatan yang telah dilakukan diuji statistik dengan uji t diperoleh hasil t : - 5,698 dengan nilai p : 0,000 (p ˂ 0,000), hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara Adversity Quotient sebelum pelatihan dengan Adversity quotient setelah pelatihan.Kata Kunci: Adversity Quotient (daya juang), Pelatihan social support
Kenakalan Remaja Dibalik Makna Dan Faktor Penyebabnya Di Panti Asuhan Renny Dyah Kurniawati
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v2i2.2676

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kenakalan remaja yang tinggal di panti asuhan. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di panti asuhan yang memiliki karakteristik sesuai dengan pokok permasalahan, yaitu berusia 15-17 tahun yang melakukan kenakalan remaja meliputi merokok, membolos sekolah, berbohong pada pengasuh panti, keluar panti tanpa seijin pengasuh panti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi: sebagai pengalaman subjektif, suatu studi tentang kesadaran dari perspektif pokok seseorang dengan menggunakan metode observasi dan wawancara dalam pengumpulan data. Metode analisis data menggunakan codding (Moleong, 2007). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kurang kasih sayang, kurang mampu mengontrol diri, mudah terpengaruh dengan teman-temannya, faktor ekonomi keluarga yang kurang, serta kurang adanya pengawasan dari orang tua, guru serta pengasuh panti membuat remaja panti berperilaku yang bertentangan dengan hukum, agama, dan norma yang berlaku dimasyarakat seperti berkelahi dengan teman, mencuri, merusak, memeras serta mencopet. Remaja juga mencoba-coba hal-hal baru yang dapat merusak dirinya sendiri seperti mencoba merokok, minuman alkohol, mencampur minuman alkohol dengan minuman soda, mencampur minuman alkohol dengan obat penghilang rasa nyeri yang dijual di pasaran atau minuman soda dengan obat penghilang rasa nyeri yang dijual di pasaran, serta minum obat penghilang rasa nyeri yang dijual dipasaran dalam jumlah banyak.
Analisis 4P (Product, Price, Place, Dan Promotion) Dalam Pengambilan Keputusan Calon Mahasiswa Memilih Perguruan Tinggi Rosita Yuniati; Patria Mukti
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v2i1.2217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan calon mahasiswa dalam memilih Perguruan Tinggi, (2) faktor dominan yang mempengaruhi keputusan calon mahasiswa dalam memilih Perguruan Tinggi. Responden penelitian ini terdiri dari siswa-siswa SMU dari beberapa SMU di Kota Solo sebanyak 254 siswa dan mahasiswa baru Universitas Setia Budi sebanyak 247, sehingga total responden adalah 501 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam memilih Perguruan Tinggi yaitu (1) faktor akademik, yang terdiri dari keringanan biaya, biaya pendidikan, status akreditasi, kurikulum, dosen, karyawan dan kemudahan mencari pekerjaan (2) faktor sarana dan prasarana yaitu: kondisi gedung, kelengkapan fasilitas, kondisi lingkungan kampus dan (3) faktor pendukung.yang terdiri dari overseas studium generale dan dukungan keluarga.
Hubungan Kelekatan Ibu Dan Anak Dengan Perilaku Bullying Anak Remaja Di SMA Negeri 3 Kota Kupang Elyona Bees; Berta Esti Ari Prasetya
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v1i1.1075

Abstract

Di Indonesia banyak kejadian yang menunjukkan bahwa dunia pendidikan Indonesia telah terjadi tindakan bullying terhadap siswanya. Salah satu faktor yang dapat membantu mengurangi fenomena bullying adalah kelekatan antara ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang negatif dan signifikan antara  kelekatan ibu dan anak dengan perilaku anak remaja di SMA Negeri 3 di kota kupang. Metode penumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologi. Skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala bullying yang di susun dalam Lizt (2005) (α = 0,895) dan skala kedua yaitu, Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) yang di adaptasi dari skala kelekatan antara ibu dan anak yang disusun oleh Armsden, dkk (2001) (α=0,859). Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja kelas XII SMA Negeri 3 Kupang dan menggunakan teknik pengambilan sampling jenuh dengan total subjek sebanyak 198 orang. Pengujian hipotesis dan korelasi antara kelekatan ibu dan anak dengan perilaku bullying akan menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan negatif tetapi tidak signifikan antara perilaku Bullying dengan kelekatan antara ibu dan anak (r = -0.115, p lebih kecil dari 0,05).

Page 3 of 15 | Total Record : 145