cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : 25411497     EISSN : 25411489     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Hukum Keluarga Islam (JHKI), ISSN: 2541-1497 (online); 2541-1489 (cetak), adalah jurnal ilmiah berkala sebagai media desiminasi hasil kerja akademik para peneliti, dosen dan penulis. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah konsepsional dan hasil penelitian hukum keluarga Islam. Terbit berkala setiap bulan April dan Oktober. JHKI diterbitkan oleh Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyah) Fakultas Agama Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020): APRIL" : 10 Documents clear
Tradisi Hiburan Dangdut dalam Walimatul ‘Ursy Mahfudin, Agus; Mafthuchin, Muhammad Ali
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan  adalah  ikatan  lahir  batin  antara  seorang pria  dengan  seorang  wanita  sebagai  suami  istri  dengan  tujuan membentuk  rumah  tangga,  keluarga  bahagia  dan  kekal berdasarkan  ketuhanan  yang  maha  Esa,  salah  satu  anjuran yang  harus  ada  dalam  pernikahan  adalah  terdapat  Walimah/resepsi  pernikahan  dengan  tujuan  sebagai  bentuk syukuran  maupun  pengumuman  atas  terlaksananya  akad pernikahan.  Resepsi  pernikahan  di  masyarakat  memiliki karakteristik  tersendiri  dalam  pelaksanaannya,  seperti  di  Desa Trucuk Kabupaten Bojonegoro, masyarakat menambahkan adat menggunakan  musik  dangdut  dalam  resepsi  pernikahan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  tata  cara  walimah yang  benar  menurut  islam  dan  mengetahui  pandangan  tokoh agama  terhadap  pelaksanaan  walimah  dengan  hiburan  musik dangdut.  Adapun  metode  yang  digunakan  adalah  field  rieserch yang  digunakan  untuk  mengumpulkan  informasi  melalui observasi,  wawancara  terhadap  masyarakat  Desa  Trucuk  agar mengetahui  pelaksanaannya  secara  langsung.  Dari  hasil penelitian,  bahwa  hukum  melaksanakan  walimah  dengan hiburan musik dangdut adalah boleh apabila tidak terdapat hal yang yang menjadikan musik dangdut diharamkan. Sedangkan apabila  dalam  hiburan  musik  dangdut  terdapat  artis  yang seksi,  goyangan  yang  melampaui  batas,  saweran  dan  berbagai hal lain yang dilarang dalam Islam maka tidak diperbolehkan.
Adat Jual Jemmo dalam Perkawinan Perspektif ‘Urf Makmun, Moh.; Roji, Fahrur
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan merupakan sunnatullah yang umum dan berlaku bagi semua  makhluk  nya,  baik  pada  manusia,  hewan,  maupun  tumbuh- tumbuhan.  Ia  adalah  suatu  cara  yang  dipilih  oleh  Allah  Swt.  Sebagai  jalan bagi  makhluk-Nya  untuk  berkembangt  biak,  dan  melestarikan  hidupnya. Tradisi Jual  Jemmo dalam perkawinan di masyarakat memiliki karakteristik tersendiri  dalam  tujuannya.  Seperti  yang  dilakukan  oleh  masyarakat  Desa Kalisat  yakni  menambahkan  tradisi  jual  jemmo  didalam  pelaksanaan,  yang penulis  batasi  menjadi  dua  permasalahan:  Pertama,  Bagaimana  tradisi  Jual Jemmo dalam perkwainan di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kedua,  Bagaimana tradisi Jual  Jemmo dalam perkawinan di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan perspektif „Urf. Adapun metode  yang  digunakan  adalah  field  rieserch  yang  digunakan  untuk mengumpulkan  informasi  melalui  wawancara  terhadap  masyarakat  serta melakukan  observasi  ke  tempat  agar  mengetahui  pelaksanaannya  secara langsung. Penyusun menggunakan teknis analisis deskriptif kualitatif yang berguna  untuk  memberikan  fakta  dan  data  mengenai  tradisi  jual  jemmo yang terjadi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tradisi Jual Jemmo telah terjadi  turun  temurun  di  laksanakan  di  Desa  Kalisat  Kecamatan  Rembang Kabupaten Pasuruan bertujuan agar pelaksaan pernikahan berjalan dengan lancar,  dan  menyambung  tali  persaudaraan  antar  masyarakat madura.Tradisi  ini  tidak  memiliki  unsur  yang  dilarang  dalam  syriat  islam, mempunya kemanfaatan dan tetap diterima di masyrakat sampai saat ini.
Sahih Bukhari dan Sahih Muslim (Analisis Metodologis Kitab Hadis Otoritatif Hukum Islam) Samsukadi, Mochamad
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dasar  hukum  Islam  paling  otoritatif  setelah  al-Quran  adalah Hadis  Nabi  Muhammad  SAW.  Itu  telah  menjadi  kesepakatan  para  ulama dari masa ke masa sampai saat ini. Berbicara tentang Hadis Nabi tidak bisa dilepaskan  dari  dua  kitab  kodifikasi  Hadis  paling  poluler,  yaitu  Sahih Bukhari  dan  Sahih  Muslim.  Kedua  kitab  tersebut  menjadi  rujukan  primer dalam  penentuan  hukum  Islam.  Artikel  ini  berusaha  mengkaji  kedua  kitab tersebut  dari  aspek  metodologinya.  Dengan  mengunakan  metode  analisis konten,  didapatkan  bahwa  Sahih  Bukhari  dan  Sahih  Muslim  adalah  dua kitab  hadis  yang  menerapkan  standar  verifikasi  paling  ketat  dalam menentukan kualitas hadis. Standar itu belum pernah dilakukan oleh ulama sebelumnya  maupun  sesudahnya.  Hadis  yang  dihimpun  di  dua  kitab  ini merupakan  hadis  pilihan  dan  terbaik  dalam  setiap  babnya.  Walaupun demikian  bukan  berarti  semua  hadis  yang  dihimpun  dalam  kedua  kitab tersebut berkualitas sahih.
Konsep Nikah Massal Dalam Hukum Islam Huda, Mahmud; Adelan, Muhamad
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan  mempunyai  tujuan  yaitu  ingin membangun  keluarga  yang  sakinah  mawaddah  warohmah serta ingin mendapatkan keturunan yang solihah. Di  Pondok Pesantren  Bumi  Damai  Al-Muhibbin  Bahrul  Ulum  Jombang dalam  acara  rojabiyyah  selalu  melaksanakan  Resepsi Pernikahan  Massal  disetiap  tahunnya.  Tujuan  penelitian  ini untuk  mengetahui  pelaksanaan  Nikah  Massal  tersebut sebagaimana  hanya sebatas walimatul `ursy. Hasil penelitian dapat  disimpulkan  oleh  peneliti  bahwa  yang  dimaksud pelaksanaan  nikah  massal  di  Pondok  Pesantren  Bumi  Damai Al-Muhibbin  Bahrul  Ulum  Jombang  merupakan  Resepsi Pernikahan  yang  dilakukan  secara  bersamaan.  Perlu diketahui bahwa didalam acara tersebut hanya sebatas resepsi pernikahan atau disebut dengan walimatul `ursy, karena para peserta  sudah  melakukan  ijab  qobul  secara  sah  dirumahnya masing-masing  sebelum  acara  bahkan  jauh  sebelum  acara rojabiyyah  dilaksanakan.  Tinjauan  hukum  mengenai Pernikahan  massal  di  Majlis  ini  disimpulkan  oleh  peneliti bahwa,  Resepsi  pernikahan  hukumnya  boleh  meskipun dilakukan  secara  massal,  karena  pelaksanaanya  hanya walimatul  „urs,  dengan  mencari  doa  para  kyai,  keberkahan, adat-istiadat  dan  ulang  tahun  pondok  pesantren,  sekaligus pengajian umum.
Dispensasi Nikah di Bawah Umur dalam Hukum Islam Hidayatulloh, Haris; Janah, Miftakhul
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam  Undang-undang  perkawinan  disebutkan  bahwa  usia  ideal menikah  untuk  laki-laki  19  tahun  sedangkan  untuk  perempuan  16  tahun,  jika belum  memenuhi  usia  tersebut  mengajukan  permohonan  dispensasi  nikah  ke Pengadilan Agama. Sedangkan dalam Islam tidak ada batasan umur pernikahan namun  persyaratan  yang  umum  adalah  sudah  baligh,  berakal  sehat,  mampu membedakan  mana  yang  baik  dan  buruk  sehingga  dapat  memberikan persetujuan  untuk  menikah.  Permohonan  dispensasi  kawin  adalah  sebuah perkara  permohonan  yang  diajukan  oleh  pemohon  perkara  agar  pengadilan memberikan izin kepadayang dimohonkan dispensasi untuk bisa melangsungkan pernikahan,  karena  terdapat  syarat  yang  tidak  terpenuhi  oleh  calon  pengantin tersebut, yaitu pemenuhan batas usia perkawinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui  bagaimana  analisis  hukum  Islam  terhadap  dasar  dan pertimbangan  hakim  dalam  penetapan  perkara  dispensasi  nikah  Nomor 0362/Pdt.P/2017/PA.Jbg.  Jenis  penelitian  ini  menggunakan  pendekatan kualitatif    termasuk  dalam  jenis  penelitian  lapangan  (field  research).  Hasil penelitian ini adalah bahwa dasar dan pertimbangan Hakim dalam mengabulkan permohonan  dispensasi  nikah  dibawah  umur  dengan  penetapan No.0362/Pdt.P/2017/PA.Jbg,  secara  hukum  Islam  diperbolehkan.  Penetapan permohonan  dispensasi  nikah  tersebut,  hakim  pada  dasarnya  menggunakan berbagai  macam  pertimbangan  dan  dasar  hukum  yaitu  Undang-undang  juga kaidah  fiqhiyah.  Tetapi  majlis  hakim  lebih  mengedepankan    konsep  maslahah untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan terjerumus yang lebih jauh berupa fitnah dan pelanggaran norma agama
Tradisi Hiburan Dangdut dalam Walimatul ‘Ursy Agus Mahfudin; Muhammad Ali Mafthuchin
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan  adalah  ikatan  lahir  batin  antara  seorang pria  dengan  seorang  wanita  sebagai  suami  istri  dengan  tujuan membentuk  rumah  tangga,  keluarga  bahagia  dan  kekal berdasarkan  ketuhanan  yang  maha  Esa,  salah  satu  anjuran yang  harus  ada  dalam  pernikahan  adalah  terdapat  Walimah/resepsi  pernikahan  dengan  tujuan  sebagai  bentuk syukuran  maupun  pengumuman  atas  terlaksananya  akad pernikahan.  Resepsi  pernikahan  di  masyarakat  memiliki karakteristik  tersendiri  dalam  pelaksanaannya,  seperti  di  Desa Trucuk Kabupaten Bojonegoro, masyarakat menambahkan adat menggunakan  musik  dangdut  dalam  resepsi  pernikahan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  tata  cara  walimah yang  benar  menurut  islam  dan  mengetahui  pandangan  tokoh agama  terhadap  pelaksanaan  walimah  dengan  hiburan  musik dangdut.  Adapun  metode  yang  digunakan  adalah  field  rieserch yang  digunakan  untuk  mengumpulkan  informasi  melalui observasi,  wawancara  terhadap  masyarakat  Desa  Trucuk  agar mengetahui  pelaksanaannya  secara  langsung.  Dari  hasil penelitian,  bahwa  hukum  melaksanakan  walimah  dengan hiburan musik dangdut adalah boleh apabila tidak terdapat hal yang yang menjadikan musik dangdut diharamkan. Sedangkan apabila  dalam  hiburan  musik  dangdut  terdapat  artis  yang seksi,  goyangan  yang  melampaui  batas,  saweran  dan  berbagai hal lain yang dilarang dalam Islam maka tidak diperbolehkan.
Adat Jual Jemmo dalam Perkawinan Perspektif ‘Urf Moh. Makmun; Fahrur Roji
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan merupakan sunnatullah yang umum dan berlaku bagi semua  makhluk  nya,  baik  pada  manusia,  hewan,  maupun  tumbuh- tumbuhan.  Ia  adalah  suatu  cara  yang  dipilih  oleh  Allah  Swt.  Sebagai  jalan bagi  makhluk-Nya  untuk  berkembangt  biak,  dan  melestarikan  hidupnya. Tradisi Jual  Jemmo dalam perkawinan di masyarakat memiliki karakteristik tersendiri  dalam  tujuannya.  Seperti  yang  dilakukan  oleh  masyarakat  Desa Kalisat  yakni  menambahkan  tradisi  jual  jemmo  didalam  pelaksanaan,  yang penulis  batasi  menjadi  dua  permasalahan:  Pertama,  Bagaimana  tradisi  Jual Jemmo dalam perkwainan di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kedua,  Bagaimana tradisi Jual  Jemmo dalam perkawinan di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan perspektif „Urf. Adapun metode  yang  digunakan  adalah  field  rieserch  yang  digunakan  untuk mengumpulkan  informasi  melalui  wawancara  terhadap  masyarakat  serta melakukan  observasi  ke  tempat  agar  mengetahui  pelaksanaannya  secara langsung. Penyusun menggunakan teknis analisis deskriptif kualitatif yang berguna  untuk  memberikan  fakta  dan  data  mengenai  tradisi  jual  jemmo yang terjadi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tradisi Jual Jemmo telah terjadi  turun  temurun  di  laksanakan  di  Desa  Kalisat  Kecamatan  Rembang Kabupaten Pasuruan bertujuan agar pelaksaan pernikahan berjalan dengan lancar,  dan  menyambung  tali  persaudaraan  antar  masyarakat madura.Tradisi  ini  tidak  memiliki  unsur  yang  dilarang  dalam  syriat  islam, mempunya kemanfaatan dan tetap diterima di masyrakat sampai saat ini.
Sahih Bukhari dan Sahih Muslim (Analisis Metodologis Kitab Hadis Otoritatif Hukum Islam) Mochamad Samsukadi
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dasar  hukum  Islam  paling  otoritatif  setelah  al-Quran  adalah Hadis  Nabi  Muhammad  SAW.  Itu  telah  menjadi  kesepakatan  para  ulama dari masa ke masa sampai saat ini. Berbicara tentang Hadis Nabi tidak bisa dilepaskan  dari  dua  kitab  kodifikasi  Hadis  paling  poluler,  yaitu  Sahih Bukhari  dan  Sahih  Muslim.  Kedua  kitab  tersebut  menjadi  rujukan  primer dalam  penentuan  hukum  Islam.  Artikel  ini  berusaha  mengkaji  kedua  kitab tersebut  dari  aspek  metodologinya.  Dengan  mengunakan  metode  analisis konten,  didapatkan  bahwa  Sahih  Bukhari  dan  Sahih  Muslim  adalah  dua kitab  hadis  yang  menerapkan  standar  verifikasi  paling  ketat  dalam menentukan kualitas hadis. Standar itu belum pernah dilakukan oleh ulama sebelumnya  maupun  sesudahnya.  Hadis  yang  dihimpun  di  dua  kitab  ini merupakan  hadis  pilihan  dan  terbaik  dalam  setiap  babnya.  Walaupun demikian  bukan  berarti  semua  hadis  yang  dihimpun  dalam  kedua  kitab tersebut berkualitas sahih.
Konsep Nikah Massal Dalam Hukum Islam Mahmud Huda; Muhamad Adelan
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan  mempunyai  tujuan  yaitu  ingin membangun  keluarga  yang  sakinah  mawaddah  warohmah serta ingin mendapatkan keturunan yang solihah. Di  Pondok Pesantren  Bumi  Damai  Al-Muhibbin  Bahrul  Ulum  Jombang dalam  acara  rojabiyyah  selalu  melaksanakan  Resepsi Pernikahan  Massal  disetiap  tahunnya.  Tujuan  penelitian  ini untuk  mengetahui  pelaksanaan  Nikah  Massal  tersebut sebagaimana  hanya sebatas walimatul `ursy. Hasil penelitian dapat  disimpulkan  oleh  peneliti  bahwa  yang  dimaksud pelaksanaan  nikah  massal  di  Pondok  Pesantren  Bumi  Damai Al-Muhibbin  Bahrul  Ulum  Jombang  merupakan  Resepsi Pernikahan  yang  dilakukan  secara  bersamaan.  Perlu diketahui bahwa didalam acara tersebut hanya sebatas resepsi pernikahan atau disebut dengan walimatul `ursy, karena para peserta  sudah  melakukan  ijab  qobul  secara  sah  dirumahnya masing-masing  sebelum  acara  bahkan  jauh  sebelum  acara rojabiyyah  dilaksanakan.  Tinjauan  hukum  mengenai Pernikahan  massal  di  Majlis  ini  disimpulkan  oleh  peneliti bahwa,  Resepsi  pernikahan  hukumnya  boleh  meskipun dilakukan  secara  massal,  karena  pelaksanaanya  hanya walimatul  „urs,  dengan  mencari  doa  para  kyai,  keberkahan, adat-istiadat  dan  ulang  tahun  pondok  pesantren,  sekaligus pengajian umum.
Dispensasi Nikah di Bawah Umur dalam Hukum Islam Haris Hidayatulloh; Miftakhul Janah
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam  Undang-undang  perkawinan  disebutkan  bahwa  usia  ideal menikah  untuk  laki-laki  19  tahun  sedangkan  untuk  perempuan  16  tahun,  jika belum  memenuhi  usia  tersebut  mengajukan  permohonan  dispensasi  nikah  ke Pengadilan Agama. Sedangkan dalam Islam tidak ada batasan umur pernikahan namun  persyaratan  yang  umum  adalah  sudah  baligh,  berakal  sehat,  mampu membedakan  mana  yang  baik  dan  buruk  sehingga  dapat  memberikan persetujuan  untuk  menikah.  Permohonan  dispensasi  kawin  adalah  sebuah perkara  permohonan  yang  diajukan  oleh  pemohon  perkara  agar  pengadilan memberikan izin kepadayang dimohonkan dispensasi untuk bisa melangsungkan pernikahan,  karena  terdapat  syarat  yang  tidak  terpenuhi  oleh  calon  pengantin tersebut, yaitu pemenuhan batas usia perkawinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui  bagaimana  analisis  hukum  Islam  terhadap  dasar  dan pertimbangan  hakim  dalam  penetapan  perkara  dispensasi  nikah  Nomor 0362/Pdt.P/2017/PA.Jbg.  Jenis  penelitian  ini  menggunakan  pendekatan kualitatif    termasuk  dalam  jenis  penelitian  lapangan  (field  research).  Hasil penelitian ini adalah bahwa dasar dan pertimbangan Hakim dalam mengabulkan permohonan  dispensasi  nikah  dibawah  umur  dengan  penetapan No.0362/Pdt.P/2017/PA.Jbg,  secara  hukum  Islam  diperbolehkan.  Penetapan permohonan  dispensasi  nikah  tersebut,  hakim  pada  dasarnya  menggunakan berbagai  macam  pertimbangan  dan  dasar  hukum  yaitu  Undang-undang  juga kaidah  fiqhiyah.  Tetapi  majlis  hakim  lebih  mengedepankan    konsep  maslahah untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan terjerumus yang lebih jauh berupa fitnah dan pelanggaran norma agama

Page 1 of 1 | Total Record : 10