cover
Contact Name
Amelia Rahmi
Contact Email
icjfakdakom@walisongo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
icjfakdakom@walisongo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Isamic Communication Journal
ISSN : 25415182     EISSN : 26153580     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Islamic Communication Journal, ISSN: P-2541-5182 E-2615-3580, published by the Department of Communication and Islamic Broadcasting Faculty of Da'wa and Communication UIN Walisongo Semarang. This journal has a scope of studies and research on the science of communication, media and da'wah. Incoming articles can be either research or conceptual results of classical or current scholarship.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2023)" : 8 Documents clear
TVRI Yogyakarta in the era of disruption: Maintaining the existence of cultural wisdom through the broadcast of "Canthing Nurrohmah, Shinta; Rifa'i, Akhmad
Islamic Communication Journal Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2023.8.2.16308

Abstract

The existence of social media, which intensively displays similarities with television shows, has resulted in the decline of the television industry. Thus shifting the tastes of the younger generation by offering modern trends rather than local culture. This also happened on local Republic of Indonesia television, such as TVRI Yogyakarta. This article aims to reveal TVRI Yogyakarta's strategy for maintaining cultural wisdom through the Canthing program amid an era of media disruption. Data was obtained through observation, interviews, and documentation related to research. The results of this research show that TVRI Yogyakarta's strategy in maintaining the existence of the Canthing program is through the use of professional human resources, packaging the program with the main content of Javanese culture, methods of approaching and involving the youth community and socializing the program through advertisements on various TVRI Yogyakarta programs. by using social media as a form of divergence, convergence, and cyclone methods. TVRI Yogyakarta tries to provide innovations in the programs presented according to current developments so that they continue to be in demand by the current generation and beyond. This study contributes to the development of theories and concepts of the function of media as a cultural medium, which is also the orientation of Islamic communication. ***Eksisnya media sosial yang gencar menampilkan kemiripan dengan tayangan televisi mengakibatkan menurunnya industri pertelevisian sehingga menggeser selera generasi muda dengan penawaran trend modern daripada budaya lokalnya. Hal tersebut juga terjadi di televisi lokal Republik Indonesia seperti TVRI Yogyakarta. Tulisan ini bertujuan untuk membongkar bagaimana strategi TVRI Yogyakarta dalam menjaga eksistensi kearifan budaya di tengah era disrupsi media melalui program Canthing. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang terkait dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa strategi TVRI Yogyakarta dalam mempertahankan eksistensi program Canthing melalui penggunaan sumber daya manusia yang profesional, pengemasan program dengan mengusung konten utama budaya Jawa, metode pendekatan dengan melibatkan komunitas anak muda, dan sosialisasi program melalui iklan pada berbagai program acara TVRI Yogyakarta dengan pemanfaatan media social sebagai bentuk dari metode divergensi, konvergensi, dan siklon. TVRI Yogyakarta berusaha memberikan inovasi baru terhadap program-program yang disajikan sesuai perkembangan zaman sehingga terus diminati oleh generasi masa kini dan seterusnya. Studi ini berkontribusi bagi pengembangan teori dan konsep fungsi media sebagai sarana kebudayaan, yang juga menjadi orientasi dari komunikasi Islam.
Social media revolution and trends of da‘wah propagation in Ijebuland, Ogun State, Nigeria: An empirical survey Dauda, Kazeem Oluwaseun
Islamic Communication Journal Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2023.8.2.18104

Abstract

Da‘wah plays a crucial role in spreading the teachings and principles of Islām globally. Different Islamic scholars have employed variety of techniques and platforms to fulfil this hallowed act of worship. Over the last two decades, social media revolution (SMR) has changed the dynamics of communication, democratized access to information, and promoted cross-cultural dialogue. Accordingly, Muslim preachers (Du‘āt) in Nigeria have considerably boosted their use of social media platforms, such as Facebook, X, Instagram, and YouTube, among others, for da‘wah. However, the extent to which SMR has influenced da‘wah activities in Ijebuland has received little attention in literature. This paper conducted an empirical survey into the impact of SMR on da‘wah propagation in Ijebuland, Ogun State. It used a descriptive survey design and content analysis approach. It argued that SMR has significantly changed the dynamics of da‘wah in the region. Despite the identified challenges facing their utilization, Ijebu Du‘āt have effectively utilized social media outlets with rational record of abuse. The study concludes that social media has indeed become a potent tool for da‘wah practice in Ijebuland. The findings justify the need for further studies to ascertain steps to take to strengthen SMR application to propagate da‘wah within the Islamic framework of tolerance, dialogue, mutual understanding and harmonious coexistence.***Dakwah memainkan peran penting dalam menyebarkan ajaran dan prinsip-prinsip Islam secara global. Berbagai cendekiawan Islam (ulama) telah menggunakan berbagai teknik dan platform untuk memenuhi ibadah suci ini. Selama dua dekade terakhir, revolusi media sosial (social media revolution/SMR) telah mengubah dinamika komunikasi, mendemokratisasikan akses terhadap informasi, dan mendorong dialog lintas budaya. Oleh karena itu, para pendakwah Muslim (du‘āt) di Nigeria telah meningkatkan penggunaan platform media sosial, seperti Facebook, X, Instagram, dan YouTube, antara lain, untuk dakwah. Namun sejauh mana pengaruh SMR terhadap kegiatan dakwah di Ijebuland hanya mendapat sedikit perhatian dalam literatur. Makalah ini melakukan survei empiris mengenai dampak SMR terhadap penyebaran dakwah di Ijebuland, Negara Bagian Ogun. Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif dan pendekatan analisis isi. Mereka berpendapat bahwa SMR telah mengubah dinamika dakwah di wilayah ini secara signifikan. Terlepas dari tantangan yang dihadapi dalam pemanfaatannya, para pendakwah Ijebu telah secara efektif memanfaatkan media sosial yang memiliki catatan penyalahgunaan yang rasional. Kajian tersebut menyimpulkan bahwa media sosial memang menjadi alat yang ampuh dalam praktik dakwah di Ijebuland. Temuan ini membenarkan perlunya studi lebih lanjut untuk memastikan langkah-langkah yang perlu diambil untuk memperkuat penerapan SMR guna menyebarkan dakwah dalam kerangka toleransi, dialog, saling pengertian dan hidup berdampingan secara harmonis dalam Islam.
Communication of the Religious Harmony Forum (FKUB) in developing religious moderation in Salatiga City Hidayanti, Ulfah; Ali, Mukti
Islamic Communication Journal Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2023.8.2.16207

Abstract

Religious moderation is part of the 2020-2024 National Medium-Term Development Plan (RPJMN). Religious moderation is a form of government effort to counteract violent extremism. This program must be supported by all elements in Indonesia, such as society, government, and interfaith organizations such as the Forum for Religious Harmony (FKUB). The city of Salatiga is a portrait of diversity because of its diversity of cultures and religions. Communication is vital in the organization's center, uniting and integrating all elements to achieve organizational goals. This study aims to determine the communication the Forum for Religious Harmony (FKUB) uses in developing religious moderation in Salatiga City. This study uses a qualitative method with an interpretive approach and data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The results of the study show that there are five communications carried out by the Forum for Religious Harmony (FKUB) in developing religious moderation in Salatiga City, namely (1) social services, (2) counseling/socialization, (3) mock studies/work visits, (4) intensive involvement in the activities of other agencies and (5) building religious tourism sites. The obstacles faced by FKUB in developing religious moderation in Salatiga City are (1) the lack of Human Resources (HR) and (2) the lack of budgetary funds provided by the government. This study contributes to developing an interfaith organizational communication model for creating religious harmony in society. ***Moderasi beragama merupakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. Moderasi beragama adalah bentuk usaha pemerintah dalam menangkal adanya ekstremisme-kekerasan. Program ini harus didukung oleh seluruh elemen yang ada di Indonesia seperti masyarakat, pemerintah dan organisasi-organisasi lintas agama seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Kota Salatiga adalah salah satu kota yang menjadi potret kemajemukan karena keanekaragaman budaya dan agama yang ada didalamnya. Komunikasi memegang peranan penting dalam pusat organisasi untuk menyatukan dan mengintegrasikan semua elemen untuk mencapai tujuan organisasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi yang digunakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam mengembangkan moderasi beragama di Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa ada lima komunikasi yang dilakukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam mengembangkan moderasi beragama di Kota Salatiga yaitu (1) bakti sosial, (2) penyuluhan/sosialisasi, (3) studi tiru/kunjungan kerja, (4) pelibatan intensif dalam kegiatan instansi lain dan  (5) membangun tempat wisata religi. Hambatan yang dihadapi FKUB dalam mengembangkan moderasi beragama di Kota Salatiga adalah (1) minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan (2) kurangnya anggaran dana yang diberikan oleh pemerintah. Studi ini berkontribusi bagi pengembangan model komunikasi organisasi lintas agama dalam menciptakan harmoni beragama dalam masyarakat.
Social semiotics of news reports on the change of the halal logo in detik.com for March 2022 Khotimah, Nurul; Mastika, Silma Ulqiatul
Islamic Communication Journal Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2023.8.2.17374

Abstract

The news reports on the change of the halal logo issued by the Halal Product Assurance Organizing Agency (BPJPH) officially replaced the current halal logo from the Indonesian Ulema Council (MUI), followed by its authority, based on Law Number 33/2014 on Halal Product Assurance. The halal logo is not only an accessory of the label but also the leading indicator to identify and guarantee the halalness of a product. This paper aims to show the social semiotics of news reports by examining issues on the new halal logo on Detik.com for March 2022. The research data was collected from the online news portal Detik.com and other articles and supporting journals. Based on this problem, this study used a descriptive qualitative method using the social semiotic analysis approach by M.A.K Halliday. The result showed that Detik.com delivered various news reports; some favored the new halal label, while other reports were neutral and even harmful. The implications of this research suggest that our perspective on the news discerns more from the text and its context. ***Pemberitaan perubahan logo halal yang dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi menggantikan logo halal yang ada saat ini dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut kewenangannya berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Logo halal tidak hanya menjadi pelengkap label tetapi juga menjadi indikator utama untuk mengidentifikasi dan menjamin kehalalan suatu produk. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji semiotika sosial terkait pemberitaan isu logo halal baru di Detik.com bulan Maret 2022. Data penelitian dikumpulkan dari portal berita online Detik.com dan artikel serta jurnal pendukung lainnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika sosial oleh M.A.K Halliday. Hasilnya menunjukkan bahwa Detik.com menyampaikan pemberitaan yang beragam; beberapa mendukung label halal baru, sementara laporan lainnya netral dan bahkan negatif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa perspektif kita terhadap berita lebih memahami teks dan konteksnya.
Gen Z voter behavior in the 2024 presidential election: A virtual ethnographic study on the Instagram accounts of presidential candidates Fitri, Alifa Nur; Fitri, Fitri; Fabriar, Silvia Riskha; Rachmawati, Farida; Hilmi, Mustofa
Islamic Communication Journal Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2023.8.2.18945

Abstract

The 2024 presidential and vice-presidential general election is a topic that is being highlighted by the public, including young voters or what could be called Gen Z. The use of Instagram media by three presidential candidates to launch self-introductions and election campaigns is a reference for Gen Z voters in providing comments and assessment. This research aims to determine the behavior of Gen Z voters in the 2024 presidential election using qualitative ethnographic methods and descriptive analysis. The findings of this study show that Gen Z's behavior in responding to the 2024 presidential election includes two behaviors, namely rational and irrational. The rational behavior of Gen Z is shown by assessing the vision and mission of the presidential candidate pair and their track record of achievements. In contrast, the irrational behavior of Gen Z voters is shown by assessing the presidential candidate pair based on exciting content or popularity, even though it lacks substance. Therefore, these findings contribute to the development of user-based discourse that can deconstruct the dominance of discourse by those in power. This aligns with Islamic communication values in the form of 'freedom of action,' which guarantees each individual to accept or reject a discourse.***Pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2024 menjadi topik yang disoroti oleh khalayak, termasuk para pemilih muda atau bisa disebut Gen Z.   Penggunaan media instagram oleh tiga kandidat calon presiden untuk melancarkan pengenalan diri dan kampanye pemilu menjadi rujukan pemilih gen Z dalam memberikan komentar dan penilaian. Riset ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemilih Gen Z pada Pilpres 2024, dengan menggunakan metode kualitatif netnografis dan analisis deskriptif. Hasil temuan kajian ini menunjukkan bahwa perilaku Gen Z dalam menyikapi Pilpres 2024 meliputi dua perilaku, yaitu perilaku rasional dan irasional. Perilaku rasional Gen Z ditampilkan dengan menilai visi dan misi pasangan calon presiden serta track record prestasinya., sedangkan perilaku irasional pemilih Gen Z ditunjukkan dengan memberikan penilaian kepada pasangan calon presiden berdasarkan konten yang menarik atau kepopuleran meskipun minim substansi. Oleh karena itu, temuan ini berkontribusi bagi pengembangan wacana berbasis pengguna yang dapat mendekonstruksi dominasi wacana oleh penguasa. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai komunikasi Islam berupa ‘kebebasan berbuat’ yang menjamin setiap individu untuk menerima atau menolak suatu wacana.
The existence of the media market in Indonesia: Study of media economics at Kumparan.com and Tirto.id from an Islamic standpoint Amallah, Nurlaillah Sari; Heryanto, Gun Gun; Sanjaya, Makroen; Marini, Marini Marini; Nisa, Ishmatun; Salas, Hagi Julio
Islamic Communication Journal Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2023.8.2.18568

Abstract

Kumparan.com and Tirto.id now exist as online news portals that are not only written. But also through videos, images, and infographics. Like other companies, Kumparan.com and Tirto.id are profit-oriented in media economics. This research aims to reveal the existence of the media market in Indonesia related to Kumparan.com and Tirto.id reviewed from an Islamic economic perspective. This research uses an instrumental case study method that explicitly covers all aspects of the media economy at Kumparan.com and Tirto.id. This study finds that in their market role, Kumparan.com and Tirto.id make the customer the king (service market), providing full service in the form of customization to clients. As viewed from an Islamic economic perspective, universal values are the foundation for building Islamic economic theory. Such as the prophetic values (nubuwwah) that should be emulated by the Prophet Muhammad by business people, especially honesty (siddiq), responsibility (amanah), intelligence (fathanah), marketing (tabligh), and government (khalifah), then justice ('adl) must be implemented at all stages of the economy. A good business is a business that can uphold justice for its perpetrators. This study implies that media business people are prohibited from pursuing personal gain, and other parties are exploited.***Kumparan.com dan Tirto.id kini hadir sebagai sebuah portal berita online yang tidak hanya berupa tulisan, tetapi juga melalui video, gambar, dan infografik. Dalam ranah ekonomi media sama halnya dengan perusahaan lain, Kumparan.com dan Tirto.id juga berorientasi pada profit. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap eksistensi pasar media di Indonesia terkait Kumparan.com dan Tirto.id ditinjau dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus instrumental yang mencakup semua aspek secara eksplisit dari ekonomi media di Kumparan.com dan Tirto.id. Temuan studi ini adalah bahwa dalam peran pasar, Kumparan.com dan Tirto.id menjadikan konsumen sebagai raja (service market) yaitu memberikan servis penuh dalam bentuk kostumisasi kepada klien. Adapun ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, terdapat nilai-nilai universal yang menjadi pondasi untuk membangun teori ekonomi Islam tersebut, seperti nilai kenabian (nubuwwah) yang patut diteladani dari Nabi Muhammad oleh para pelaku bisnis khususnya jujur (siddiq), bertanggung jawab (amanah), cerdas (fathanah), pemasaran (tablig), dan pemerintahan (khalifah), kemudian adil (‘adl) yang harus diimplementasikan pada semua tahapan ekonomi. Bisnis yang baik adalah bisnis yang dapat memegang teguh keadilan bagi para pelakunya. Implikasi dari studi nilai ini adalah bahwa pelaku bisnis media tidak dibolehkan untuk mengejar keuntungan pribadi dan adanya unsur eksploitasi kepada pihak lain.
Da’wah approach to the strawberry generation: A study on Yuk Ngaji TV channel Rohman, Angga Nur; Nurdin, Ali; Eken, Metin; Bax, Wazir Baksh
Islamic Communication Journal Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2023.8.2.16331

Abstract

The strawberry generation, Generation Z, has much potential but a fragile mentality like a strawberry, even though Indonesia will get a demographic bonus at a productive age. This is the responsibility of da'wah because it is part of the object of da'wah. YukNgaji TV is a channel that seeks to overcome the problems of millennial teenagers. The research aims to examine the da'wah approach of the YukNgaji TV channel for the strawberry generation using a content analysis approach, where data is collected using documentation and observation techniques. The findings were that the preacher of the channel was chosen from Generation Z (still young), an influencer with advanced knowledge. The da’wah method uses casual sharing discussions, lectures, inspirational stories, and brainstorming. The YouTube media is packaged with live streaming and live events and posting da'wah content, which contains themes of youth, morals, and relationships for the strawberry generation. The effects on the strawberry generation can be cognitive and affective, but further investigation is needed regarding the behavioral effects of the strawberry generation. In this way, the study can contribute to developing preaching approaches that are always required to be dynamic. ***Generasi strawberi merupakan generasi Z yang memiliki banyak potensi, namun memiliki mental rapuh seperti layaknya buah strawberi, padahal Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di usia yang produktif. Hal tersebut menjadi tanggungjawab dakwah, karena menjadi bagian dari objek dakwah. YukNgaji TV menjadi channel yang berupaya untuk mengatasi permasalahan remaja milenial ini. Tujuan penelitian untuk mengkaji pendekatan dakwah channel YukNgaji TV bagi generasi strawberi dengan menggunakan pendekatan content analysis, dimana data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan observasi. Temuannya adalah bahwa pada penelitian channel dakwah ini, berbagai pendekatan dakwah digunakan untuk menjawab persoalan dari generasi strawberi. Pendakwah dipilih dari generasi Z (masih muda), seorang influencer yang memiliki keilmuan yang mumpuni. Metode dakwah dilakukan dengan diskusi sharing santai, ceramah, cerita inspiratif dan brainstorming yang jarang dipakai didunia dakwah. Media pengantar pesan dakwah melalui youtube yang dikemas dengan live streaming dan live event serta postingan konten dakwah, yang berisikan tema keremajaan dan akhlak serta pergaulan bagi generasi strawberi. Efek bagi generasi strawberi ini dapat berupa kognitif dan afektif, namun perlu pendalaman terkait efek behavioral bagi generasi strwaberi. Dengan demikian studi dapat berkontribusi bagi pengembangan pendakatan dakwah yang dituntut untuk selalu dinamis.
Public opinion analysis on social media about the establishment of Indonesia's New Capital City Kadewandana, Donie; Cahyadiputra, Angga
Islamic Communication Journal Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2023.8.2.18283

Abstract

One of the policies of President Joko Widodo's administration that is currently receiving various opinions is the issue of moving the Indonesian capital city from DKI Jakarta Province to East Kalimantan Province, to be precise, in Kutai Kartananegara Regency, which uses the name of the new capital city, Ibu Kota Nusantara (IKN). President Joko Widodo officially announced the transfer of the national capital on Monday, August 26, 2019, at the state palace. There were a variety of opinions regarding the capital city relocation policy. This study aims to find out the sentiment of public opinion regarding the move of the Indonesian capital to Kalimantan based on the hashtag #MovingCapitalCity on Twitter social media (now called "X"), as well as to understand the process of forming this public opinion. By using a quantitative approach based on content analysis with thematic analysis units in the form of pro, con, and neutral categorization, this study found that opinions on social media Twitter (now called "X") regarding the hashtag #MovingCapitalCity in the government's policy to move the country's capital tend to be contra or not supportive. Therefore, this study contributes to the power of community-based discourse, which is relevant to the principle of taghyir (change from bottom) in Islamic communication.***Salah satu kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang kini menuai beragam opini adalah isu pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Provinsi DKI Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Kutai Kartananegara yang menggunakan nama ibu kota baru, Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemindahan ibu kota negara diumumkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 26 Agustus 2019, di Istana Negara. Ada beragam pendapat mengenai kebijakan pemindahan ibu kota. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui sentimen opini masyarakat mengenai pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan berdasarkan hastag #MovingCapitalCity di media sosial Twitter (kini bernama “X”), serta memahami proses terbentuknya opini publik tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis analisis isi dengan unit analisis tematik berupa kategorisasi pro, kontra, dan netral, studi ini menemukan bahwa opini di media sosial Twitter (kini bernama “X”) mengenai tagar #MovingCapitalCity dalam kebijakan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara cenderung kontra atau tidak mendukung. Karena itu, studi ini berkontribusi bagi kuasa wacana berbasis masyarakat, yang relevan dengan prinsip taghyir (perubahan dari bawah) dalam komunikasi Islam. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8