cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
ZOO INDONESIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016" : 16 Documents clear
Gambaran Umum Kajian Profil Hormon Steroid Menggunakan Metode Non-Invasif dari Sampel Feses Nugraha, R. Taufiq Purna; Purwantara, Bambang; Supriatna, Iman; Agil, Muhammad; Semiadi, Gono
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.391 KB)

Abstract

Kajian terhadap profil hormon-hormon steroid merupakan kunci penting dalam upaya memahami aspek fisiologis satwa. Beberapa dekade terakhir telah dikembangkan metode alternatif untuk mengetahui profil hormon steroid, yaitu melalui pengukuran metabolit hormon steroid yang diekskresikan melalui ekskreta tubuh seperti feses. Metode tersebut dikenal sebagai metode non-invasif. Metode ini memungkinkan pengumpulan sampel secara terus menerus dalam jangka panjang dengan meminimalisasi gangguan terutama pada satwa liar. Kajian terhadap profil metabolit hormon steroid yang terukur dapat diaplikasikan antara lain untuk mengetahui status reproduksi, penentuan jenis kelamin, studi perilaku hingga monitoring tingkat stres satwa. Berbagai kajian dengan memanfaatkan metabolit hormon steroid telah berhasil diaplikasikan pada berbagai taksa vertebrata. Tulisan ini memberikan gambaran terkini mengenai aplikasi metode non-invasif untuk kajian profil metabolit hormon steroid dari sampel feses.
Keong Darat dari Sumatera (Moluska, Gastropoda) Marwoto, Ristiyanti
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengamatan pada koleksi ilmiah keong darat dari Sumatera yang disimpan di MZB dan studi pustaka telah dilakukan dengan tujuan memutakhirkan informasi tentang keberadaan keong darat di Sumatera. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah jenis keong darat dari Sumatera tercatat 280 jenis, 33 diantaranya endemik dan kurang dari 40% dari jumlah total tersimpan di MZB. Delapan jenis merupakan “catatan baru” (new record) bagi Sumatera, yakni Lagochilus obliquistriatum, Diplommatina calcarata, D. cyclostoma, Philalanka micromphala, Coneoplecta bandongensis, Liardetia densetorta, L. viridula dan Landouria monticola yang dikoleksi dari Pesawahan, Provinsi Lampung, Sumatra Selatan. Tulisan ini merangkum seluruh informasi tentang keberadaan dan status keong darat di Sumatera, beberapa jenis berstatus endemik, namun beberapa juga terbatas sebarannya, bahkan tergolong langka dan terancam punah.
The Use of Internal Marker to Estimate Digestibility in Black-Capped Lory (Lorius Lory., 1758) Sari, Andri Permata; Rachmatika, Rini
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.221 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menghitung nilai serapan nutrien menggunakan metode koleksi total dan rasio abu pada nuri kepala hitam (LoriusloryL.,1758) yang diberi pakan bubur jagung giling (K1), bubur pollard (K2), dan bubur bekatul (K3). Penelitian ini terdiri dari 7 hari uji pendahuluan, dan 2 periode koleksi data masing-masing 28 hari untuk tiap perlakuannya. Jadi total waktu penelitian untuk setiap perlakuan adalah 73 hari. Burung nuri kepala hitam yang digunakan sebanyak 5 ekor. Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, nilai energi metabolis semu (EMS) dan nilai kecernaan protein semu. Konsumsi tertinggi selama penelitian didapat dari perlakuan bubur pollard (K2). Bubur bekatul (K3) memiliki nilai EMS, efisiensi metabolik, dan nilai kecernaan protein semu (ADP) tertinggi dibandingkan yang lain. Penggunaan marker rasio abu menghasilkan nilai kecernaan nutrien yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan metode koleksi total. Sebagai kesimpulan, metode rasio abu dapat digunakan sebagai metode alternatif untuk menentukan kecernaan nutrien. Selain itu, bubur bekatul direkomendasikan untuk diberikan kepada burung nuri kepala hitam
Keanekaragaman Kepiting pada Ekosistem Mangrove di Perairan Lingga Utara dan Sekitarnya, Kepulauan Riau Widyastuti, Ernawati
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.904 KB)

Abstract

Penelitian keanekaragaman kepiting pada ekosistem mangrove di Perairan Lingga dan sekitarnya telah di-lakukan pada bulan Oktober 2014. Kepiting dikoleksi dari sepuluh stasiun menggunakan metode acak, dari transek kuadran 1x1 m2 pada luasan 10 x 10 m2 pada tiap stasiun. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 19 jenis kepiting dari 11 marga dan 6 suku. Sesarmidae merupakan suku yang paling melimpah dengan 11 jenis dan 109 individu. Hasil analisa kuantitatif diperoleh nilai indeks keanekaragaman tertinggi ditemukan di Pulau Bakau Kecil (St.8, H= 1.954, d= 2.485) dan nilai indeks kemerataan jenis tertinggi ditemukan di Pulau Gajah (St.4, J= 0.971).
Response of Dung Beetle Communities (Coleoptera: Scarabaeidae) Across Gradient of Disturbance in the Tropical Lowland Forest of Buton, Sulawesi Moy, Mariana Silvana; Mardiastuti, Ani; Kahono, Sih
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.806 KB)

Abstract

Little is known about how antropogenic disturbance triggered the biodiversity loss of functionally important insect groups in an island, including dung beetle (Coleoptera: Scarabaeidae). This study focused on the responses of dung beetle across gradient of disturbance in a secondary tropical lowland rainforest (Lambusango forest, Sulawesi, Indonesia). From June to August 2013, dung beetles were collected in the forest with low, intermediate, and high level of disturbances. Each disturbance level had three transects which were separated at least 500 m each other (n=9). Ten pitfall traps per transect baited with cattle dung were set, along 100 m transect for 48 hours. A total of 1.710 dung beetles, representing 29 species, were collected. Total 79% trapped specimens and 55% of species richness was found in the intermediate dis-turbance, which it was significantly differed compare to two other disturbances. Shannon-Wienner index was signifi-cantly higher in low disturbance than in intermediate and high disturbance, while dominance speciesindex mostly occured in intermediate disturbance. A two-dimensional scalling plot based on Bray-Curtis index indicated the different species composition of the beetles between disturbance levels. We concluded that dung beetle assemblages of secondary lowland rainforests appeared a robust respond to the disturbance levels.
Keanekaragaman Kupu-kupu Superfamili Papilionoidea (Lepidoptera) di Kawasan Hutan Pendidikan Gunung Walat Sukabumi, Jawa Barat Bahar, Irnayanti; Atmowidi, Tri; Peggie, Djunijanti
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kupu-kupu adalah serangga holometabola yang kelangsungan hidupnya tergantung pada ketersediaan tanaman pakan.Tujuan penelitian ini adalah mempelajari keanekaragaman spesies kupu-kupu dan mengamati interaksinya dengan tumbuhan berbunga di Hutan Pendidikan Gunung Walat. Keanekaragaman kupu-kupu diamati dengan menggunakan metode scan sampling dan metode Mark Release and Recapture (MRR) pada pukul 08:00- 11:00 dan 13:00-16:00 WIB dengan 10 ulangan pada tiap habitat dari bulan September sampai November 2014. Penelitian dilakukan pada empat tipe habitat, yaitu tegakan pinus, tegakan agatis, tegakan puspa, dan tegakan campuran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 68 spesies kupu-kupu yang diamati. Keragaman kupu-kupu yang paling tinggi terdapat di tegakan pinus (H’= 2.53) dan paling rendah di tegakan campuran (H’=2.15). Ditemukan salah satu spesies kupu-kupu dilindungi di Indonesia yaitu Troides helena.
Pengaruh Suplementasi Tepung Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dalam Ransum terhadap Produksi Karkas dan Perlemakan Ayam Broiler Maharani, Sinta; Fitria, Siska; Supadmo, Supadmo; Zuprizal, Zuprizal
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung kulit manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai aditif pakan terhadap produksi karkas dan perlemakan ayam broiler. Sebanyak 72 ekor ayam broiler jantan strain Lohmann ditempatkan secara acak pada 12 buah kandang kelompok dengan perlakuan penambahan tepung kulit manggis 0; 0,5; 1,0; 1,5%. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Ayam broiler dipelihara selama 35 hari. Data dianalisis statistik dengan analisis variansi Rancangan Acak Lengkap Pola Searah. Setiap data dengan perbedaan yang nyata antar perlakuan diuji lanjut menggunakan Duncan’s new Multiple Range Test. Parameter yang diamati adalah produksi karkas dan perlemakan ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 1,5% tepung kulit manggis dalam ransum menaikkan (P<0,05) persentase lemak abdominal dan kadar lemak daging ayam broiler umur 35 hari. Penambahan tepung kulit manggis tidak mempengaruhi produksi karkas dan kadar lemak subkutan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi sampai 1,5% tepung kulit manggis dalam ransum tidak mempengaruhi produksi karkas maupun kandungan lemak subkutan ayam broiler.
Zoo Indonesia Juli 2016 Indonesia, Zoo
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Suplementasi Tepung Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dalam Ransum terhadap Produksi Karkas dan Perlemakan Ayam Broiler Sinta Maharani; Siska Fitria; Supadmo Supadmo; Zuprizal Zuprizal
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v25i1.3019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung kulit manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai aditif pakan terhadap produksi karkas dan perlemakan ayam broiler. Sebanyak 72 ekor ayam broiler jantan strain Lohmann ditempatkan secara acak pada 12 buah kandang kelompok dengan perlakuan penambahan tepung kulit manggis 0; 0,5; 1,0; 1,5%. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Ayam broiler dipelihara selama 35 hari. Data dianalisis statistik dengan analisis variansi Rancangan Acak Lengkap Pola Searah. Setiap data dengan perbedaan yang nyata antar perlakuan diuji lanjut menggunakan Duncan’s new Multiple Range Test. Parameter yang diamati adalah produksi karkas dan perlemakan ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 1,5% tepung kulit manggis dalam ransum menaikkan (P<0,05) persentase lemak abdominal dan kadar lemak daging ayam broiler umur 35 hari. Penambahan tepung kulit manggis tidak mempengaruhi produksi karkas dan kadar lemak subkutan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi sampai 1,5% tepung kulit manggis dalam ransum tidak mempengaruhi produksi karkas maupun kandungan lemak subkutan ayam broiler.
Keong Darat dari Sumatera (Moluska, Gastropoda) Ristiyanti Marwoto
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v25i1.3027

Abstract

Kegiatan pengamatan pada koleksi ilmiah keong darat dari Sumatera yang disimpan di MZB dan studi pustaka telah dilakukan dengan tujuan memutakhirkan informasi tentang keberadaan keong darat di Sumatera. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah jenis keong darat dari Sumatera tercatat 280 jenis, 33 diantaranya endemik dan kurang dari 40% dari jumlah total tersimpan di MZB. Delapan jenis merupakan “catatan baru” (new record) bagi Sumatera, yakni Lagochilus obliquistriatum, Diplommatina calcarata, D. cyclostoma, Philalanka micromphala, Coneoplecta bandongensis, Liardetia densetorta, L. viridula dan Landouria monticola yang dikoleksi dari Pesawahan, Provinsi Lampung, Sumatra Selatan. Tulisan ini merangkum seluruh informasi tentang keberadaan dan status keong darat di Sumatera, beberapa jenis berstatus endemik, namun beberapa juga terbatas sebarannya, bahkan tergolong langka dan terancam punah.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024 Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023 Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 31, No 1 (2022): Juli 2022 Vol 30, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021 Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020 Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019 Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 More Issue