cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
PEMODELAN KUALITAS AIR DENGAN PARAMETER BOD DAN DO PADA SUNGAI CILIWUNG Budiman, Arif
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai merupakan salah satu sumber daya air alami yang harus dijaga dan dilindungi dari penyebab pencemaran. Oleh karena itu diperlukan upaya pengawasan dan monitoring kualitas air sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penyebaran polutan dengan BOD (Biological Oxygen Demand) dan DO (Dissolved Oxygen) di perairan. Konsentrasi DO dan BOD pada aliran sungai ditentukan dengan program QUAL2K. Perangkat lunak ini dapat mensimulasikan parameter kualitas air yang menggunakan rumus matematis Streeter-Phelps. Validasi juga dilakukan agar diperoleh hasil simulasi yang lebih mendekati ke nilai dari data observasi. Hasil yang diperoleh dari validasi menunjukkan nilai penyimpangan sebesar 14% untuk BOD dan 24% untuk DO. Setelah model valid, kemudian dilakukan simulasi dari skenario pengaruh pengelolaan beban pencemar dan kondisi sungai untuk menjaga kualitas air sungai. Skenario ini adalah untuk peningkatan pelayanan sanitasi sebesar 50, untuk penggelontoran melaui Bendungan Katulampa dan melayani 100% buangan air limbah domestik di 6 kelurahan di bagian hulu dengan membuat IPAL di kelurahan Babakan Pasaru . Skenario yang paling efektif adalah skenario ketiga yaitu dengan menambahkan IPAL. Konsentrasi BOD pada skenario ini turun sebesar 0.4 mg/L. Skenario ini berubah secara lebih kontinyu.Keyword : BOD, DO, pollutant loads, Qual2k, validation, scenario
KAJIAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PABRIK KELAPA SAWIT PT STELINDO WAHANA PERKASA, BELITUNG TIMUR Maria Sintorini, Margaretha; DS Silalahi, Mawar; Pratawijaya, Anggriawan
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 6, No 4 (2013)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi secara umum yang terdiri dari tahap penerimaan buah, perebusan, Thressing, Pressing, pemurnian minyak, dan pengolahan biji sawit. Mengetahui penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang telah dilaksanakan oleh pengelola pabrik kelapa sawit PT Steelindo Wahana Perkasa apakah sudah berjalan dengan baik, Populasi penelitian ini adalah sebanyak 110 orang yaitu seluruh pekerja pada pabrik kelapa sawit PT Steelindo Wahana Perkasa Belitung Timur.. Hasil penelitian: Program sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja telah diterapkan di pabrik kelapa sawit Tanjung Medan seperti rekruitmen, pendidikan dan pelatihan, penyuluhan, penggunaan alat pelindung diri, papan peringatan/rambu-rambu kecelakaan kerja, sanksi dan penghargaan, sehingga diharapkan kinerja, keselamatan dan kesehatan kerja semakin meningkat. Penggunaan alat pelindung diri seperti penggunaan helm sekitar 100%, sepatu boot dipakai 100% pekerja, sarung tangan dipakai 72,73% pekerja, penutup telinga dipakai 88,24% pekerja, penahan radiasi komputer dipakai 62,50% pekerja, penutup mulut dipakai 77,78% pekerja, pelindung dada dipakai 53,34% pekerja. Berdasarkan kondisi yang ditemui di lapangan saat ini maka prioritas utama pengendalian risiko dari seluruh kegiatan pada lingkungan fasilitas produksi pada PT Steelindo Wahana Perkasa mencakup 8 kegiatan yang berisiko tinggi, prioritas kedua yaitu penanganan risiko terhadap 4 kegiatan berisiko sedang dan prioritas terakhir yaitu penanganan risiko terhadap 27 kegiatan yang berisiko rendah. Kata kunci : Safety Management System and Occupational Health, risiko, perangkat pengaman
KAJIAN LAJU PEMURNIAN SUNGAI CIPINANG BAGIAN HULU BERDASARKAN PARAMETER DO DAN BOD Ferianita Fachrul, Melati; Hendrawan, Diana; Prasetyo, Freddy
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 6 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Cipinang adalah salah satu sungai yang mengalir di Kota Jakarta. Hulu sungai dari Situ Jatijajar, Kecamatan Cibinong, mengalir melalui Kotamadya Depok dan bermuara ke Teluk Jakarta. Penelitian ini dilakukan di segmen bagian Hulu Sungai Cipinang yaitu mulai dari Situ Jatijajar melalui Kotamadya Depok sampai dengan daerah Cibubur Jakarta Timur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, kualitas dan laju pemurnian alami Sungai Cipinang berdasarkan nilai koefisien peluruhan beban pencemar (Kd), koefisien pengendapan beban pencemar (Ks), dan koefisien reaerasi oksigen (Ka), ditinjau berdasarkan parameter DO dan BOD. Metode pengambilan contoh air dilakukan pada titik-titik yang ditentukan berdasarkan kondisi lingkungan sekitarnya. Parameter yang diukur di lokasi penelitian adalah debit, temperatur, kecepatan arus, kedalaman sungai, lebar sungai, pH dan DO. Parameter yang diukur di laboratorium adalah BOD. Selanjutnya dilakukan perhitungan terhadap Koefisien Peluruhan (Kd), Koefisien Pengendapan (Ks) dan Koefisien reaerasi oksigen (Ka). Hasil pengukuran dan perhitungan kualitas air Sungai Cipinang diperoleh kisaran nilai DO 2,5 mg/l sampai 3,4 mg/l; dan kisaran nilai BOD 46,6 mg/l sampai 60,3 mg/l. Koefisien Peluruhan Kd) adalah 1,000 sampai 0,998, Koefisien Pengendapan (Ks) adalah 0,118 sampai 0,250; Koefisien reaerasi oksigen (Ka) adalah 2,531 sampai 9,781. Hasil dari penelitian ini simpulkan bahwa laju pemurnian Sungai Cipinang bagian Hulu termasuk dalam kategori kritis dimana mikroorganisme yang diperlukan untuk pemurnian perairan sungai tersedia namun pada tingkat yang tidak besar.
PENERAPAN KONSEP 3R MELALUI BANK SAMPAH DALAM MENUNJANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN RAWAJATI, JAKARTA SELATAN Revani, Brigitta; Purwaningrum, Pramiati; Indrawati, Dwi
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah persampahan yang menumpuk dan belum terpilah di Kota Jakarta melatar belakangi penelitian ini. Salah satu penyebabnya adalah peningkatan jumlah penduduk yang berdampak kepada jumlah sampah yang terkumpul. Peningkatan tersebut tidak dibarengi oleh kepedulian masyarakat tentang pengelolaan sampah. Program Bank Sampah merupakan salah satu cara pengelolaan sampah yang dilaksanakan untuk mengurangi permasalahan tersebut. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi kinerja program Bank Sampah, mengetahui manfaat Bank Sampah dan potensi daur ulang sampah yang dihasilkan serta merencanakan pengembangan Bank Sampah di Kelurahan Rawajati. Metode yang digunakan untuk mengetahui timbulan dan komposisi sampah yaitu dengan SNI 19-3964-1994, Selain itu data penelitian diperoleh dengan melakukan pengamatan serta wawancara langsung di lapangan, selanjutnya dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan rata-rata laju timbulan sampah di Kelurahan Rawajati sebesar 0,3 kg/org/hari. Komposisi sampah di Kelurahan Rawajati paling tinggi adalah sampaah organik yaitu 76%, sedangkan sampah non organik 24% dimana yang paling tinggi adalah sampah lain-lain. Kelurahan Rawajati memiliki Bank Sampah yang sudah berjalan selama 5 tahun dengan jumlah nasabah sebanyak 17% dari total penduduk. Saat ini, Bank Sampah di Kelurahan Rawajati mampu mengurangi sampah non organik sebanyak 4,19%. Manfaat dari adanya Bank Sampah antara lain dalam bidang pengelolaan sampah, dalam segi ekonomi dan segi sosial. Potensi daur ulang sampah yang didapat sebanyak 9,69% dari 24% total sampah non organik. Untuk perencanaan 10 tahun kedepan yaitu pada tahun 2016-2025 Bank Sampah akan berkembang dengan penambahan jumlah nasabah, perluasan wilayah pelayanan dan penambahan jenis sampah yang diterima. Target yang ingin dicapai pada akhir tahun perencanaan adalah jumlah nasabah mencapai 80% dari total penduduk , sehingga mampu mengurangi sampah sebesar 20,11%. Selain penambahan jumlah nasabah, juga direncanakan untuk menambah jenis sampah seperti plastik PS, plastik kresek, kayu dan kain. Penambahan ini akan meningkatkan potensi daur ulang sampah dan memperbesar persentase pengurangan sampah.   Keywords: waste management, non-organic waste, Waste generation, Waste Bank, Potential Recycling
ANALISIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (Studi Kasus Pertamina EP Field Jatibarang, 2005-2010) Maria Sintorini, Margareta
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 4 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resiko keceakaan kerja tidak mungkin untuk dihilangkan sama sekali, beberapa jaenis resiko hanya dapat dikurangi. Permasalahan ini memerlukan skala prioritas. Penentuan skala rioritas penanganan resiko memerlukan penilaian terhadap tingkat resiko yang dimiliki oleh setiap kegiatan. Hasil penilaiaan tersebut akan menunjukan tingkat resiko dari tertinggi sampai yang terendah berdasarkan nilai resiko yang terukur. Metode penilaian resiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode Fine yang yang merupakan aplikasi dan penilaian secara semi-kuantitatif. Proses produksi secara umum yang dilaksanakan oleh PT Pertamina EP Field Jatibarang pada fasilitas produksi SPU-A Mundu ialah menampung fluida reservoir dari delapan sumur produksi minyak dan tiga sumur produksi gas setelah sebelumnya ditampung terlebih dahulu di SP-SP sekitarnya untuk dilakukan pengolahan terhadap berikutnya. Di lingkungan SPU-A Mundu terdapat 37 kegiatan yang mencakup kegiatan operasional perminyakan dan kegiatan infrastruktur sipil. Faktor-faktor resiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang teridentfikasi di lingkungan SPU- Mundu mencakup aspek fisik, kimia dan biologis. Penilaian resiko terhadap seluruh factor yang terkait dengn setiap kegiatan menjelaskan bahwa dengan system control resiko bahaya yang sudah ada dapat terdapat 20 egiatan yang berkatagori resiko tinggi, Sembilan kegiatan dengan resiko sedang, dan delapan kegiatan dengan resiko rendah. Berdasaran kondisi yang ditemui di lapangan saat ini maka prioritas utama pengendalian resiko dari selutuh kegiatan yang dilaksanakan oleh PT Pertamina EP Field Jatibarang pada fasilitas produksi SPU-A Mundu mencakup 20 kegiatan yang beresiko tinggi dan harus segera diterapkan kontrl resiko tambahan dan prioritas kedua adalah penanganan terhadap semblan kegiatan beresiko sedang. Prioritas terakhir adalah penanganan terhadap delapan kegiatan yang beresiko rendah.Key words: dust levels, health problems, the odds ratio
PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN PEKERJA DI PABRIK IB PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG Ferianita Fachrul, Melati; Moerdjoko, Sintorini; Verogetta, Lova
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kebisingan di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan membandingkan dengan nilai Baku Mutu yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor: KEP-51/MEN/1999, tentang Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan di tempat kerja, analisis tingkat kebisingan Ls (siang hari), Lm (malam hari), Lsm (siang dan malam hari), mengetahui hubungan antara kebisingan dengan kesehatan pekerja, mengetahui pola sebaran tingkat kebisingan di Pabrik IB PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Penelitian ini dilakukan di Pabrik IB PT. Pupuk Sriwidjaja, Jl. Mayor Zen Palembang. Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan pada bulan Desember 2013 – Januari 2014, menggunakan alat Sound Level Meter : Ono Sokki LA-5111, stopwatch dan Global Positioning System (GPS). Pengukuran dilakukan selama 10 menit diambil setiap 5 detik pada 16 titik sampling. Waktu pengukuran dilakukan selama aktivitas sedang berlangsung pada siang hari selama 16 jam (Ls) pada selang waktu pukul 06.00 - 22.00 WIB dan pada malam hari selama 8 jam (Lm) pada selang waktu pukul 22.00 - 06.00 WIB. Responden dalam penelitian ini adalah 116 pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di Pabrik IB berkisar 85,17dB(A) - 100,80dB(A) mengakibatkan gangguan pendengaran 9 pekerja. Pada area produksi amoniak tingkat kebisingannya berkisar antara 96,28dB(A) - 100,80dB(A), di area produksi urea 92,08dB(A) - 95,75dB(A), di area produksi utilitas 85,06dB(A) - 91,37dB(A).Hasil perhitungan Odds Ratio (OR), di area produksi amoniak 1,16 lebih besar resiko pekerja mengalami gangguan pendengaran dibandingkan di area urea, di area urea 1,64 lebih besar resiko pekerja mengalami gangguan pendengaran dibandingkan di area utilitas dan di area amoniak 1,89 lebih besar resiko pekerja mengalami gangguan pendengaran dibandingkan di area utilitas. Kata kunci : Bising, Gangguan Pendengaran, Keselamatan, Pekerja, Industri Pupuk
TINGKAT KEASAMAN (pH) DAN OKSIGEN TERLARUT SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS PERAIRAN SEKITAR MUARA SUNGAI CISADANE Susana, Tjutju
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deterjen banyak digunakan untuk kepentingan industri dan rumah tangga. Deterjen menyebabkan berkurangnya nilai pH dan konsentrasi oksigen dalam aliran sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa perubahan pH dan konsentrasi oksigen sebagai indikator kualitas air. Penelitian dilaksanakan di Sungai Cisadane dan sekitar muaranya mulai tahun 2003 sampai tahun 2005. Pengamatan dilakukan dua kali dalam satu tahun, pada musim Timur dan musim Peralihan. Dalam kurun waktu 3 tahun tersebut terjadi kenaikan pH antara 0,88%-0,49%, sedangkan kenaikan konsentrasi oksigen tidak sama: pada tahun pertama mencapai 39,15 % dan tahun berikutnya 12,55 %. Konsentrasi oksigen dalam sungai yang paling rendah (1,89 ml/l) terjadi pada tahun 2003. Berdasarkan fluktuasi pH air laut dan konsentrasi oksigen diketahui kualitas perairan sekitar Sungai Cisadane cenderung naik selama periode tahun 2003 – 2005. Pengaruh aliran sungai yang berasal dari daratan dengan sejumlah bahan organik dan senyawa nitrogen-nitrat yang terkandung di dalamnya menyebabkan turunnya nilai pH dan konsentrasi oksigen dalam sungai. Pengaruh musim terhadap kualitas perairan tampak pada musim peralihan.Keywords: Acidity, pH, oxygen concentration, indicator
ANALISIS RISIKO BAHAYA KIMIA PADA AREA STOCK FIT INDUSTRI SEPATU, PT PRATAMA ABADI INDUSTRI, TANGERANG, INDONESIA Maria Sintorini, Margareta; Putra, Hadiyanto
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obyek penelitian ini adalah menentukan peluang terjadinya paparan dan faktor resiko terhadap kegiatan yang berhubungan dengan penggunaan bahan kimia pada area stock fit process di tempat produksi bottom sepatu di industri sepatu Nike PT. Pratama Abadi Industri. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2011 sampai Desember 2011 dengan menggunakan Metode Fine. Dari 13 kegiatan terdapat 5 kegiatan yang berkategori “Lakukan perbaikan secepatnya dan kegiatan sebaiknya dihentikan sampai risiko dapat dikurangi” atau beresiko tinggi, dan 8 kegiatan berkategori “Risiko sebaiknya diminimalisir tanpa penundaan, tapi situasi bukan darurat” atau beresiko rendah. Risiko bahaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi dapat diminimalisir, baik konsekuensinya maupun kemungkinannya. Risiko K3 yang ada pada seluruh kegiatan yang berlangsung di area stock fit dapat diminimalisir secara optimum jika pengendalian terhadap faktor-faktor risiko bahaya dari setiap kegiatan dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien. Kata kunci : Paparan, Faktor Risiko, Metode Fine, Area Stock Fit
Upaya Pengendalian Pencemaran Sungai yang diakibatkan oleh Sampah Indrawati, Dwi
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 6 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbulan sampah dari hari ke hari cenderung meningkat dan bervariasi, sehingga seringkali sampah menjadi masalah karena pengelolaan yang belum baik. Pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang masih keliru terhadap sampah telah menimbulkan permasalahan sosial, lingkungan, dan kesehatan. Permasalahan lingkungan antara lain terjadinya kerusakan dalam sistem air, sehingga terjadi pencemaran air yang disebabkan aktivitas membuang sampah ke badan air. Ditinjau dari segi kualitas, kondisi perairan sungai di wilayah DKI Jakarta semakin menurun. Menurunnya kondisi tersebut salah satunya disebabkan karena pembuangan sampah ke sungai. Kegiatan pembuangan sampah ke sungai umumnya dilakukan oleh penduduk yang tinggal dan/atau beraktivitas di bantaran sungai. Oleh karena itu, prioritas untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke sungai lebih ditekankan kepada masyarakat yang tinggal dan/atau beraktivitas di dekat sungai. Upaya pengendalian pencemaran sungai yang diakibatkan oleh sampah masih terbatas dan diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya serta kurangnya penegakan hukum bagi pelanggar pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan holistik bagi pengendalian pencemaran sungai yang diakibatkan oleh sampah, agar dapat dipertahankan kualitas lingkungan perairan yang baik. Pemerintah hendaknya mengeluarkan kebijakan yang pada dasarnya merangsang penduduk untuk melakukan pengelolaan sampah dengan pendekatan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle).Keywords: Waste, management, environmental, pollution, issue. 
STUDI KOMPAKSI BATUAN PENUTUP UNTUK PENCEGAHAN TERBENTUKNYA AIR ASAM TAMBANG PADA METODE ENKAPSULASI Jamal Tuheteru, Edy; Sayoga Gautama, Rudy; Jalu Kusuma, Ginting
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan batubara sering dikaitkan dengan Air Asam Tambang (AAT) yang dihasilkan oleh penimbunan material overburden yang mengandung mineral sulfida. Sebuah alternatif praktis untuk meminimalkan pembentukan AAT adalah menghindari kontak antara air, udara dan mineral sulfida menggunakan bahan yang tidak permeabel atau mineral lempung yang dipadatkan sebagai bahan penutup. Metode ini dikenal sebagai metode enkapsulasi, dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi porositas dan menjadikan batuan bersifat tidak permeabel sehingga mengurangi laju difusi oksigen dan infiltrasi air ke dalam timbunan batuan yang mengandung mineral sulfida. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik pemadatan beberapa jenis batuan overburden batubara yang akan digunakan sebagai material penudung (capping material). Pengujian kompaksi dilakukan delapan buah sampel batuan yang diambil dari tambang batubara Wara Blok I, PT. Adaro Indonesia, di Kalimantan Selatan. Analisis laboratorium, meliputi analisis fisik, batas-batas Atterberg, dan dilakukan uji pemadatan serta uji permeabilitas. Uji pemadatan dilakukan dengan menggunakan uji proctor standar sedangkan uji konduktivitas menggunakan uji tinggi jatuh (falling head test). Hasil uji konduktivitas hidrolik pada delapan sampel menunjukan ada hubungan antara karakteristik fisik tanah yang diperoleh dari hasil uji pemadatan dengan nilai konduktivitas hidrolik. Beberapa peneliti sebelumnya menyatakan bahwa material yang akan dijadikan sebagai material penudung harus memiliki nilai konduktivitas hidrolik sebesar 1x10-9 m/s. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sampel yang mendekati nilai konduktivitas hidrolik yang disarankan adalah W112, W122, W123, W123, dan W1DP, sedangkan sampel yang memiliki nilai konduktivitas hidrolik di bawah yang disarankan adalah sampel W121. Kata-Kata Kunci: Air asam tambang, enkapsulasi, pemadatan, konduktivitas hidrolik.