cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
ANALISIS SEBARAN TOTAL SUSPENDED PARTICULATE (TSP), SULFUR DIOKSIDA (SO2), DAN NITROGEN DIOKSIDA (NO2) DI UDARA AMBIEN DARI EMISI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) BANTEN 3 LONTAR DENGAN MODEL GAUSSIAN Katherina Gnadia Liandy, Maria; Susanto, Endro; Yulinawati, Hernani
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan PLTU Banten 3 Lontar mempengaruhi kualitas udara ambien di Kabupaten Tangerang terutama pada parameter pencemar TSP, SO2, dan NO2. Oleh karena itu, dilakukan permodelan sebaran emisi di udara ambien. Analisa sebaran ini menggunakan rumus model Gaussian dengan memperhatikan faktor meteorologi seperti kelas stabilitas atmosfer. Berdasarkan hasil perhitungan konsentrasi teoritis, konsentrasi maksimum TSP, SO2, dan NO2 yang diemisikan oleh cerobong terjadi pada kelas stabilitas A, B, C, D, E dan F secara berturut-turut ialah 34,4 µg/m3, 24,5 µg/m3, 19,5 µg/m3, 9,5 µg/m3,  4,4 µg/m3, 1,3 µg/m3, 714,4 µg/m3, 508,0 µg/m3, 405,1 µg/m3, 196,7 µg/m3, 91,3 µg/m3, 26,1 µg/m3, 528,0 µg/m3, 375,5 µg/m3, 299,4 µg/m3, 145,4 µg/m3, 67,4 µg/m3, dan 19,3 µg/m3. Secara berturut-turut, jarak tempuh konsentrasi polutan pada kadar maksimum dengan kelas stabilitas A, B, C, D, E dan F ialah 500 m, 900 m, 1600 m, 4600 m, 9900 m, dan 39000 m. Pada musim hujan, sebaran polutan menyebar ke arah selatan, timur laut, dan timur. Sedangkan pada musim kemarau, sebaran polutan dapat menyebar ke arah barat daya, selatan, dan utara. Keywords : TSP, SO2, NO2, Gaussian, BMUA
IDENTIFIKASI SUMBER DAN BEBAN PENCEMAR DOMESTIK DI DAS CILIWUNG SEGMEN 4 SERTA UPAYA PENANGGULANGANNYA Dwi Astuti, Ariani; Yanidar, Ramadhani; Hartanto, Yogi
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 4 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai di Indonesia yang memiliki fungsi sangat penting bagi masyarakat di sekitarnya, yaitu sebagai sumber air baku air minum, irigasi pertanian, transportasi, air industri dan lain-lain. Sungai Ciliwung yang berhulu di Gunung Pangrango dan bermuara di Teluk Jakarta, mengalir sepanjang 117 Km melintasi dua propinsi, yaitu Propinsi Jawa Barat dan Propinsi DKI Jakarta. DAS Ciliwung ini terbagi atas 5 segmen menurut Kementrian Lingkungan Hidup tahun 2006. DAS Ciliwung segmen 4 (empat) yang terdapat di bagian tengah Sungai Ciliwung yang melintasi Kab. Bogor yaitu Kecamatan Cibinong, Bojonggede dan Kota Depok yang melintasi Kecamatan Beji, Limo, Cimanggis, Sukma Jaya, Pancoran Mas serta DKI Jakarta melintasi Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Timur. Daerah-daerah tersebut merupakan daerah padat penduduk dan industri, yang ditengarai membuang air buangannya ke dalam Sungai Ciliwung. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi sumber dan jenis pencemar, membuat pemetaan tingkat kekumuhan DAS yang berkaitan dengan pengaruhnya terhadap kualitas sungai, menganalisis kualitas air sungai akibat dari kegiatan penduduk di DAS Ciliwung segmen empat dan menentukan upaya penanganannya. Data monografi dari kelurahan setempat diolah dan dibuat pemetaan berdasarkan tingkat kekumuhan. Penilaian tingkat kekumuhan dilakukan terhadap angka kesakitan diare, pelayanan sanitasi lingkungan dan pelayanan air bersih. Dari penilaian tingkat kekumuhan dibuat pemetaan untuk mengidentifikasi sumber pencemar di sepanjang sungai Ciliwung segmen empat. Identifikasi pencemaran dilakukan dengan cara menghitung konsentrasi BOD campuran menggunakan rumus kesetimbangan massa dengan asumsi bahwa hulu Sungai Ciliwung segmen empat adalah hilir dari Sungai Ciliwung segmen tiga, yaitu 25,7mg/liter. Hasil identifikasi menyimpulkan bahwa kualitas air Sungai Ciliwung di segmen empat sudah buruk dari hulunya yaitu Sungai Ciliwung segmen tiga. Hal ini diperkuat dengan perhitungan beban pencemar hasil simulasi dengan asumsi seluruh penduduk terlayani sanitasi, namun tidak memperlihatkan hasil yang signifikan dalam perbaikkan kualitas air sungai. Terjadinya pencemaran air sungai Ciliwung segmen empat ini diakibatkan oleh perilaku masyarakat di sekitar DAS yang kurang akan kesadaran pemeliharaan lingkungan. Ada beberapa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan di DAS Ciliwung segmen 4 ini, diantaranya adalah meningkatkan pelayanan air bersih dan meningkatkan pelayanan sanitasi lingkungan. Dengan adanya unit jamban diharapkan terjadi peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan di tiap kelurahan, terutama kelurahan-kelurahan yang memiliki sanisitas buruk seperti Kelurahan Tirta Jaya yang paling membutuhkan pengadaan jamban umum yaitu mencapai 1.638 unit. Saran yang dapat diberikan adalah perbaikan dan peningkatan sarana sanitasi dan pelayanan air bersih dan penegakkan hukum untuk pembuangan limbah ke dalam sungai sesuai dengan peraturan yang ada.Keyword : BOD, Pollution Loading, Pollution Source, Ciliwung River Fourth Segment, Slums Level
PENGARUH RESIRKULASI LEACHATE PADA PROSES DEKOMPOSISI SAMPAH ORGANIK SECARA ANAEROB Indrawati, Dwi; Iswanto, Bambang; Khairul Umam, Aji
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 6, No 5 (2014)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi baik oleh negara-negara berkembang maupun negara-negara maju di dunia. Masalah sampah merupakan masalah yang umum dan telah menjadi fenomena universal di berbagai negara, dengan titik perbedaannya terletak pada jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan. Jumlah penduduk yang semakin meningkat berbanding lurus dengan sampah yang dihasilkan, sedangkan lahan untuk pembuangan sampah semakin sulit. Sehingga diperlukan sebuah teknologi yang dapat mempersingkat waktu dekomposisi sampah agar lahan yang tersedia cukup untuk menampung sampah yang dihasilkan. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan membantu manusia untuk mencari energi alternatif. Energi alternatif dijadikan energi terbarukan yang bersifat ramah lingkungan. Permasalahan di atas dapat dikombinasikan menjadi sebuah solusi untuk mengurangi kecenderungan dampak pencemaran lingkungan dan potensi sumber energi terbarukan. Dalam penelitian ini dilakukan resirkulasi leachate untuk mempercepat proses dekomposisi sampah secara anaerob dengan tiga varisasi perlakuan. Variasi perlakuan berupa volume awal resirkulasi leachate 4,5 liter (RL1), 9 liter (RL2), dan 13 lliter (RL3). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sampah organik pasar, menganalisis pengaruh resirkulasi leachate terhadap parameter dekomposisi, mengetahui dosis leachate yang diresirkulasi terhadap terbentuknya gas metan (CH4), dan menganalisis karakteristik kompos hasil proses dekomposisi sampah organik. Penentuan kadar air menggunakan metode gravimetri, penentuan kadar volatie solid (VS) dengan pembakaran pada suhu 550°C, untuk analisis C/N rasio dan densitas sampah menggunakan perhitungan secara matematis. Parameter berupa pH , suhu, dan kelembaban dilihat dari indikator parameter yang terdapat dalam rangakaian reaktor, dan untuk analisis biogas menggunakan metode Gas Chromatography. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karakteristik sampah organik pasar untuk nilai kadar air sebesar 78,2%, kadar VS sebesar 33%, nilai C/N rasio sebesar 24, dan densitas sampah 230 kg/m3 . Reaktor RL2 dengan volume awal resirkulasi 9 liter (50% volume awal) adalah reaktor paling optimum dengan kecepatan peningkatan gas metan setelah resirkulasi leachate terbesar yaitu 0,87% per hari, dan penurunan gas karbon dioksida terbesar yaitu 0,86% per hari. Reduksi sampah pada reaktor RL2 juga yang terbesar yaitu 77,5%. Karakteristik kompos berupa nilai kadar air pada variasi perlakuan dengan resirkulasi leachate dan perlakuan kontrol sebesar 19% – 33,6%, kadar VS sebesar 19,7% – 28,4%, dan pH dalam kisaran 7,0 – 7,25. Kata kunci: Dekomposisi anaerob, sampah pasar, resirkulasi leachate, biogas.
Kajian Konsentrasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium(Cd) pada Sedimen Sungai Donan, Cilacap- Jawa Tengash Ferianita Fachrul, Melati; Iswanto, Bambang; Maruthi, Dita
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 5 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa jenis industri di sekitar Sungai Donan memiliki potensi mencemari lingkungan. Logam berat merupakan polutan berbahaya bagi kesehatan manusia, biotik perairan dan dapat terakumulasi pada sedimen Sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Logam berat Pb dan Cd, pengaruh pH dan Salinitas terhadap konsentrasi Pb dan Cd, laju endap Pb dan Cd pada sedimen Sungai Donan. Pada bulan Mei 2010 saat muka air tertinggi, konsentrasi tertinggi Pb pada sedimen berada di Titik 4 yaitu sebesar 68,11 ppm, dan untuk Cd berada pada titik 3 yaitu sebesar 1,2 ppm, dan konsentrasi Pb dan Cd pada sedimen terendah berada di Titik 6 yaitu sebesar 6,87 ppm untuk Pb, dan 0,3 untuk Cd. Pada bulan Juni 2010 saat muka air perairan terendah, konsentrasi tertinggi Pb dan Cd pada sedimen berada di Titik 6 yaitu sebesar 35,30 ppm untuk Pb, dan 3,5 ppm untuk Cd. Konsentrasi terendah Pb pada sedimen berada di Titik 3 yaitu sebesar 9,95 ppm, dan untuk Cd berada pada titik 3 yaitu sebesar 0,32 ppm. Dalam kaitannya dengan pH dan Salinitas, maka dilakukan uji korelasi polinomial terhadap konsentrasi Pb dan Cd pada setiap Titik Sampling. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada bulan Mei 2010 tidak terlihat korelasi secara jelas antara pH terhadap konsentrasi Pb dan Cd di sedimen dengan nilai R2 sebesar 0,089 untuk Pb dan R2 sebesar 0,103 untuk Cd. Korelasi yang lebih kuat pada bulan Juni 2010 dimana nilai R2 sebesar 0,673 diperoleh untuk Pb dan R2 sebesar 0,677 untuk Cd. Demikian pula dengan pengaruh Salinitas terhadap konsentasi Pb dan Cd, pada bulan Mei 2010 diperoleh nilai R sebesar 0,308 untuk Pb dan R2 sebesar 0,378 untuk Cd sedangkan pada bulan Juni 2010 diperoleh R2 sebesar 0,2238 untuk Pb dan R2 sebesar 0,2798 untuk Cd. Laju endap Pb adalah 0,351 m/detik, dan Cd adalah 0,260 m/detik.Kata kunci : Sungai Donan, Logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd), Sedimen
PEMBUATAN ETANOL DARI LIMBAH AMPAS KELAPA DENGAN MENGGUNAKAN Rhizopus oligosporus DAN Saccharomyces cereviseae DENGAN PENAMBAHAN PHOSPAT Widyatmoko, H.; Anindya Duhita, Sawitri
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas kelapa mengandung karbohidrat, lemak, daseln protein. Selulosa adalah salah satu jenis kabohidrat yang dapat dirubah menjadi etanol. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui kadar C/N, P (Phospat), kadar etanol dan pertumbuhan mikroba dalam proses fermentasi ampas kelapa. Fermentasi dilakukan dengan menggunakan mikroba Rhizopus oligosporus dan Saccharomycess cerevisiae dengan ratio phospat ½, 1, 2 pada ampas kelapa Tidak Kupas dan Kupas. Pada contoh ampas kelapa Tidak Kupas kadar C/N berkurang dari 0,25 hingga 0,15 sedangkan pada ampas kelapa Kupas berkurang antara 0,4 – 0,2. Nilai pH ampas kelapa Tidak Kupas berkisar antara dari 6,89 hingga 5,18 dan ampas kelapa Kupas 6,56 hingga 4,98. Kadar etanol pada ampas kelapa Tidak Kupas cenderung lebih kecil bila dibandingkan dengan ampas kelapa Kupas. Hal ini disebabkan ampas kelapa Tidak Kupas mengandung lignin. Kadar etanol pada Ampas Tidak Kupas sebanyak 1 % pada jam 96 dan terendah 0,46 % pada jam ke 24 . Sedangkan yang kupas kadar etanol paling tinggi 1,14% dan yang terendah 0,46 % Kata Kunci : Ampas Kelapa, Etanol, Saccahromycess cerevisiae, Rhizopus oligosporus
PENGARUH PENAMBAHAN GAS HIDROGEN TERHADAP PENINGKATAN GAS METAN (CH4) PADA PROSES DEKOMPOSISI SAMPAH ORGANIK Iswanto, Bambang; Astono, Widyo; Rezi, Yulfi
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh penambahan gas hidrogen terhadap peningkatan gas metan (CH4) pada proses dekomposisi sampah organik yang dilakukan di WorkShop Teknik Lingkungan Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis karakteristik sampah organik (sayur) dan pengaruhnya terhadap penambahan gas hidrogen (H2) dengan sistem anaerob pada produksi gas metan, dan kondisi optimum proses pembentukan gas metan dengan menggunakan tiga variasi dosis penambahan gas hidrogen. Pada reaktor RH1 penambahan gas H2 sebanyak 900 L, reaktor RH2 sebanyak 1800 L, reaktor RH3 sebanyak 2700 L. Analisis karakteristik sampah organik meliputi analisis fisik dan kimia. Analisis fisik berupa komposisi sampah dan densitas sampah. Komposisi sampah merupakan persentase dari jenis sampah yang digunakan. Analisis kimia sampah yang diukur adalah kadar air, C/N rasio, dan Volatile Solid (VS) yang dilakukan di Laboratorium Lingkungan Universitas Trisakti. Pengukuran pH menggunakan pH meter, untuk pengkuruan suhu menggunakan thermometer dan untuk pengukuran kelembaban dilihat pada humiditymeter, ketiganya terdapat pada rangkaian reaktor. Pengukuran gas metan menggunakan metode Gas Chromatography yang diuji di Laboratorium Rekayasa Produk Kimia dan Bahan Alam, Universitas Indonesia. Hasil analisis laboratorium didapatkan nilai kadar air sebesar 78,2%, kadar VS sebesar 33%, nilai C/N rasio sebesar 24, dan densitas sampah 230 kg/m3. Karakteristik sampah organik tersebut masih dalam kisaran optimum dalam dekomposisi sampah secara anaerob.Nilai pH dan suhu bahan dengan adanya penambahan gas hidrogen selama penelitian masih dalam kondisi optimum untuk proses dekomposisi sampah organik secara anaerob. Dalam waktu 55 hari proses dekomposisi dengan variasi penambahan bioaktivator, pH bahan berkisar antara 5,75 – 7,5, suhu bahan berkisar antara 32˚C – 36˚C, dan kelembaban bahan berkisar antara 32,5% – 70%. Namun kelembaban pada semua reaktor belum memenuhi kisaran optimum dalam proses dekomposisi sampah organik secara anaerob hal ini ditandai dengan kelembaban bahan pada semua reaktor mencapai 32,5%. Berdasarkan hasil analisis gas dari laboratorium, produksi biogas terbesar pada pengukuran hari ke 39 terlihat bahwa volume biogas pada reaktor RH2 adalah yang paling tinggi yaitu sebesar 28,2% dengan jumlah penambahan gas hidrogen sebanyak 1,8 m3, dan kondisi parameter seperti pH adalah 7, suhu 36°C, dan kelembaban 50%. Dari hasil perhitungan ! yang merupakan persentase gas H2 yang bereaksi menghasilkan CH4, maka nilai ! reaktor RH2 adalah yang paling besar dengan nilai 0,2261 dengan kecepatan reaksi ∆# ∆$=8,0594x10/012345 6789 . Kata kunci : Kata kunci : Biogas, Sampah Sayur, Anaerob Digestion, Gas Hidrogen, Gas Metan
Akurasi pH sebagai Parameter Tingkat PencemaranLogam Berat dalam Tanah Widyatmoko, H.
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 5 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parameter pH dapat digunakan untuk memperkirakan mobilitas unsur-unsur kimia dalam tanah. Penelitian ini menggunakan 100 conto soil yang telah dihomogenisasi. Untuk menentukan pH masing-masing conto sebanyak 30gram dicampur dengan 75 ml 0,1 N KCl diaduk selama 30 menit menggunakan magnet. pH diukur menggunakan H+ ion-selective glass electrode pada kondisi, proses dan waktu pengukuran yang sama. Penentuan pH berlangsung setelahtidak ada perubahan angka selama 1 menit. Untuk kalibrasi pH-meter digunakan Phosfat untuk pH 7.02 dan Phtalat untuk pH 4. Analisis logam terpilih Mn, Pb dan Cd dilakukan dengan melarutkan 5 gram conto ke dalam 40 ml aquaregia, dipanaskan selama 1 minggu pada suhu 80oC dan kemudian dianalisis dengan AAS. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi total logam berat dalam tanah berkorelasi positif terhadap pH dan berkorelasi negative terhadap Eh.Korrelasi ini bersifat spesifik sesuai untuk setiap logam dan dipengaruhi oleh keberadaan oksigen, senyawa organic dan fraksi butiran tanan. Sebagian besar logam dalam tatah terikat pada partikel-partikel tanah.Keywords: pH, accuracy, correlation,metals, Eh
ANALISIS KARAKTERISTIK SAMPAH PLASTIK DI PERMUKIMAN KECAMATAN TEBET DAN ALTERNATIF PENGOLAHANNYA Widiyatmoko, H.; Purwaningrum, Pramiati; Putri Arum P, Febrina
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi ini adalah untuk meneliti sampah plastik di Kecamatan Tebet berdasarkan pilot project fasilitas pengelolaan sampah terpadu yang pernah dimiliki oleh kecamatan ini. Sampah plastik termasuk sampah non organik yang tidak mudah terurai secara alami. Saat ini total timbulan sampah plastik di indonesia mencapai 5,4 ton per tahun yakni 14% dari total jumlah sampah rumah tangga. Menurut data dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Darah (BPLHD), pada tahun 2014 sampah plastik di Jakarta mencapai 13% dari total sampah 6000 ton per hari. Sampah di Kecamatan Tebet terdiri dari 89.71% sisa makanan, dan sampah plastik sebanyak 5.50%. Sampah Plastik pada rumah permanen adalah 5,17%, rumah semi pemanen 5,89 %, dan non permanen 5,45%. Sampah plastik tersebut terdiri dari 21% PET, 32% PP, dan 30 % Other. Pengolahan sampah plastik sesuai jenisnya atau kode dapat mengurangi timbulan sampah secara signifikan. Jumlah sampah plastik yang dapat diolah menjadi bahan bakar mencapai 89%, pellet 100%, dan kerajinan tangan 92%. Ini berarti, bahwa pengolahan sampah plastik dapat mengurangi timbulan sampah di Kecamatan Tebet hingga 90%. Kata kunci: organik, non organik, sampah, pengolahan
EVALUASI PENGGUNAAN KAPORIT UNTUK PENGJILANGAN WARNA AIR SUMUR DALAM Lindu, Muhammad; Sumartono, Agustin; Jayarti Ariani, Siti
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah “Evaluasi penggunaan kaporit untuk penghilangan warna air sumur dalam” Adanya senyawa humus dalam air dapat menyebabkan berbagai masalah, yaitu, menghasilkan warna air kuning sampai coklat, dapat bertindak sebagai prekusor trihalometan dan senyawa organik klorin yang bersifat toksik yang dihasilkan selama proses klorinasi, senyawa humus dapat bepotensi untuk tempat pertumbuhan bakteri, dapat membentuk kompleks dengan logam berat yang ada di air. Oleh karena adanya potensi yang besar sebagai sumber air baku untuk air bersih, maka perlu dilakukan pengolahan. Pada penelitian ini digunakan sampel air dari tiga sumber yang berbeda-beda. Dengan menggunakan kaporit dan klorin dioksida sampel air diuji dilaboratorium untuk diketahiu sisa klor yang terdapat pada sampel air, namun sisa klor yang terdapat pada sampel air belum memenihi standar baku mutu yaitu 0,2 mg/l Cl2. nilai kandungan organik yang terdapat pada masing-masing sampel air juga berbeda-beda. Hasil yang didapat antara penambahan kaporit dan klorin dioksida, bahwa penggunaan kaporit pada hasil analisis kandungan nilai organik masih lebih baik dalam penggunaan kaporit. Pada sampel Puri Indah nilai organik yang turun mencapai 88,55%, Taman Palem Mutiara 60,24%, Taman Palem Lestari 14,39%. Pada pengukuran warna dengan menggunakan kaporit dan klorin dioksida, tingkat penurunan warna lebih jelas terlihat pada sampel air yang menggunakan kaporit. Sampel air Puri Indah tingkat penurunan warnanya mencapai 81,84%, Taman Palem Mutiara 81,54%, Taman Palem Lestari 81,97%. Pada pengukuran sampel dengan menggunakan Gas Kromatografi (GC), penggunaan klorin dioksida lebih baik dibandingkan kaporit, hal ini dapat dilihat dari spektrum kromatogram yang muncul. Semakin banyak puncak yang muncul, maka diduga semakin banyak juga senyawa organik klorin yang terdapat pada sampel tersebut.Keywords: humic acid, chlorination, water treatment, organochlorine
ANALISIS RISIKO PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI MASKER DAN SUMBAT TELINGA PADA PEKERJA TEKSTIL DI UNIT WEAVING 2 PT. ARGO PANTES Tbk TANGERANG Suswantoro, Endro; Mukti Hardoyo, Tian
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang analisis risiko pemakaian alat pelindung diri masker dan sumbat telinga pada pekerja tekstil di unit weaving 2 PT Argo Pantes, Tbk Tangerang mulai dari menentukan lokasi yang akan dilakukan penelitian tentang Alat Pelindung Diri (APD) masker dan sumbat telinga, mengetahui jumlah pekerja tekstil unit weaving 2, kemudian melakukan random sampling kepada pekerja yang artinya setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel, tidak ada intervensi tertentu dari peneliti, menentukan variabel bebas dan variabel terikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan para pekerja tentang APD, pengaruh fasilitas APD dengan risiko kecelakaan kerja, pengaruh pelatihan APD dengan risiko kecelakaan kerja, tingkat pemahaman pekerja terhadap kebijakan penggunaan APD, hubungan tingkat kebisingan dengan gangguan pendengaran, hubungan kadar debu dengan gangguan pernafasan. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner, wawancara, dan observasi. Dalam penelitian ini sampel diambil secara acak (random) dengan teknik pengambilan sampel secara acak sederhana (sampel random sampling) dengan jumlah responden 160 orang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menyatakan bahwa dari enam elemen dari analisis risiko pemakaian alat pelindung diri masker dan sumbat telinga pada pekerja tekstil di unit weaving 2, bahwa ada hubungannya antara gambaran pengetahuan para pekerja tentang apd, fasilitas APD berpengaruh terhadap risiko kecelakaan kerja sekitar 84,4%, pelatihan APD yang dilakukan di PT Argo Pantes, Tbk Tangerang sudah baik karena yang mengikuti pelatihan APD sekitar 90%, tingkat pemahaman pekerja terhadap kebijakan tentang APD sudah tinggi, yaitu sebesar 91,9% dan hubungan tingkat kebisingan dengan gangguan pendengaran dan hubungan kadar debu dengan gangguan pernafasan memiliki nilai koefisien determinasi (R²) dibawah 0,35 menyatakan bahwa kebisingan dan kadar debu hampir tidak mempunyai hubungan yang berarti dengan penyakit pekerja di unit weaving 2. Selain itu, manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah Sebagai bahan masukkan untuk evaluasi PT Argo Pantes, Tbk Tangerang dalam menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya yang berhubungan dengan alat pelindung diri, sebagai pertimbangan kepada pihak perusahaan mengenai tingkat ketersediaan kelengkapan alat pelindung diri kepada tenaga kerja, sebagai rujukan bagi peneliti, khususnya yang akan meneliti lebih lanjut tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kata kunci : APD Mask and Ear Plug, Metode Cross-sectional, kuisioner, wawancra, observasi