Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa is expected to serve as a publication media for the results of quality scientific research, especially special education. The scope of the Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa in the field of special education, especially children experiencing barriers to physical, intellectual, and social communication.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2021)"
:
11 Documents
clear
Kewirausahaan berbasis online shop berjualan pakaian di sekolah khusus
Amaliyah Amaliyah;
Dedi Mulya;
Yuni Tanjung Utami
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (216.099 KB)
|
DOI: 10.30870/unik.v6i1.11866
Permainan ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses kewirausahaan penjualan pakaian melalui online shop oleh peserta didik dengan hambatan pendengaran. anak dengan hambatan pendengaran merupakan anak yang mengalami hambatan dalam segi pendengaran, di dalam hambatan pendengaran ini ada dua kategori yaitu tuli dan kurang dengar, hal ini dapat berdampak dalam kehidupan sehari-harinya. Kewirausahaan agar lebih mengikuti zaman maka haruslah ada pembaharuan seperti halnya kewirausahaan yang berbentuk online shop, selain mengikuti perkembangan zaman online shop dirasa lebih mudah dijalankan oleh anak dengan hambatan pendengaran. Teknik untuk pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung dilapangan untuk melakukan wawancara dengan peserta didik dan orangtua (ibu) dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam memasarkan produknya, peserta didik menggunakan media sosial facebook dan media komunikasi whatsapp. Adanya gangguan komunikasi dan pendengaran tidak menghambat proses penjualan. Bahkan peserta didik merasa senang karena memiliki teman baru. Abstract: Children with hearing impairments are children who experience hearing impairments; in these hearing impairments, there are two categories, namely deafness and hearing loss, which can have an impact on their daily life. Entrepreneurship is more up to date with the times; there must be a renewal like entrepreneurship in the form of an online shop; in addition to following the development of the online shop, it is felt that it is easier for children with hearing impairments to run. This study looks at the entrepreneurial process of selling clothing through an online shop by a student with hearing impairments. Techniques for data collection used were observation, interviews and documentation. The research method used is descriptive qualitative. The results showed that the student used social media, Facebook and WhatsApp communication media to market their products. Communication and hearing disorders did not hinder the sales process. Event students feel happy because they have a new friend.
Dampak smartphone pada anak dengan hambatan intelektual ringan-sedang
Neti Asmiati;
Muhammad Iftikar Maureza
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.999 KB)
|
DOI: 10.30870/unik.v6i1.11874
Dewasa ini, smartphone atau gadget menjadi kebutuhan pokok dari setiap individu di masyarakat. Mulai dari proses administrasi di sekolah maupun di beberapa lembaga, hingga untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) Salah satu manfaat smartphone adalah memudahkan serta dapat mempercepat proses administrasi. Canggihnya smartphone saat ini membuat beberapa individu kecanduan memainkannya, sehingga lupa waktu, sampai dapat mempengaruhi mental seseorang terutama dalam aspek sosialnya. Anak dengan hambatan intelektual merupakan salah satu individu yang rentan terhadap dampak negatif dari penggunaan smartphone karena mereka tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan smartphone pada aspek sosial dan akademik anak dengan hambatan intelektual ringan-sedang di SLB Negeri Tanjung Pandan. Penelitian ini menggunakan merupakan penelitian deskriptif kulitatif,. Hasil penelitian menunjukan peneliti menemukan adanya dampak pada aspek sosial yaitu anak menjadi kecanduan, munculnya perilaku khusus yang ditirunya dari internet. Sedangkan dampak pada aspek akademik yaitu anak menjadi terbiasa tidur larut malam sehingga pada pagi hari atau waktu sekolah anak mengantuk dan dapat mempengaruhi prestasi anak. Abstract: Today, smartphones or gadgets are a basic need of every individual in society. Starting from the administrative process at schools and in several institutions, to KBM (Teaching and Learning Activities). One of the benefits of smartphones is that it makes it easier and can speed up the administrative process. The sophistication of smartphones today makes some individuals addicted to playing them, so they forget the time that they can affect a person's mentality, especially in the social aspect. Children with intellectual disabilities are individuals who are vulnerable to the negative impacts of using smartphones because they cannot distinguish between good and bad. The purpose of this study was to determine the impact of smartphones on the social and academic aspects of children with mild-moderate intellectual disabilities at SLB Tanjung Pandan. This study uses descriptive qualitative research. The results showed that researchers found an impact on social aspects, namely children becoming addicted, and the emergence of special behaviors that were imitated from the internet. While the impact on the academic aspect is that children become accustomed to sleeping late at night so that in the morning or at school the child is sleepy which can affect the child's achievement.
Efektivitas perbandingan media video dan media konvesional untuk meningkatkan hasil pembelajaran ipa pada anak dengan hambatan intelektual sedang
Farhan Al Zhabar;
Dedi Mulya;
Sistriadini Alamsyah Sidik
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.607 KB)
|
DOI: 10.30870/unik.v6i1.11867
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran IPA materi perubahan wujud benda pada anak dengan hambatan intelektual sedang kelas V SDLB di SKh Negeri 02 Lebak, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan mana yang lebih dominan mengenai peningkatan pembelajaran menggunakan media video atau menggunakan media konvensional untuk mendapatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPA di SKh Negeri 02 lebak.Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quasi Experimental dengan bentuk Non Equivalent Control Group. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 10 orang siswa yang berada di kelas VA dan kelas VB yang dibagi menjadi 3 orang dari kelas eksperimen dan 3 orang dari kelas kontrol, sehingga sample yang diambil yaitu 6 orang siswa dengan hambatan intelektual sedang dikelas 5 SDLB. Metode Liliefors digunakan untuk menguji normalitas data, Levene’s test untuk uji homogenitas , dan Indepent Sample T Test untuk uji hipotesis, semua perhitungan tersebut diolah menggunakan program SPSS versi 21. Berdasarkan hasil uji hipotesis data hasil belajar menggunakan Independent Sample T Test. Data hasil belajar siswa kelas eksperimen menunjukan bahwa t hitung > t table (46.693 > 2.571) signifikasi 0.00 < 0.05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media video sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Abstract: This study aims to improve the results of science learning material changes in the form of objects in children with moderate intellectual disabilities in grade V SDLB at SKh Negeri 02 Lebak, the purpose of this study is to determine which effect is more dominant regarding improving learning using video media or using conventional media for getting learning outcomes in science learning at SKh Negeri 02 Lebak. The experimental design used in this research is Quasi-Experimental with the form of a Non-Equivalent Control Group. The total population in this study were ten students in class VA and class VB, which were divided into three people from the experimental class and three from the control class, so the sample taken was six students with moderate intellectual disabilities in class 5 SDLB. The Liliefors method is used to test data normality, Levene's test for homogeneity, and Independent Sample T-Test for hypothesis testing; all of these calculations are processed using the SPSS version 21 program. Based on the hypothesis test results, the learning outcomes data used the Independent Sample T-Test. The experimental class student learning outcomes data shows that t count> t table (46,693> 2,571) significance 0.00 <0.05; thus, it can be concluded that video media is very effective in improving student learning outcomes.
Pengembangan pedoman observasi anak berkesulitan membaca (dyslexia)
Deasy Yunika Khairun;
Ibrahim Al Hakim;
Reza Febri Abadi
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (460.49 KB)
|
DOI: 10.30870/unik.v6i1.11877
Penelitian bertujuan menghasilkan sebuah produk yang berupa pedoman observasi bagi guru bimbingan dan konseling untuk mengidentifikasi anak berkesulitan membaca (disleksia). Metode yang digunakan adalah Research and Development. Tujuan research and development adalah menghasilkan sebuah produk tertentu dan menguji keefektifan dari sebuah produk. Tahapan-tahapan pengembangan pedoman observasi adalah (1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, dan (5) uji coba pemakaian. Hasil validitas pedoman observasi adalah 0.79 (tinggi) dan tingkat reliabilitas 0.58 (sedang). Abstract: This study aims to produce a product in the form of an observation guide for guidance and counselling teachers to identify children with reading difficulties (dyslexia). The method used is Research and Development. The purpose of research and development is to produce a certain product and test its effectiveness of a product. The stages of developing observational guidelines are (1) potential problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, and (5) usage trials. The results of the validity of the observation guidelines are 0.79 (high) and the level of reliability is 0.58 (medium).
Penggunaan media ular tangga Braille dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan angka 1-10 anak dengan hambatan penglihatan
Reza Febri Abadi;
Toni Yudha Pratama;
Cut Okta Dewi
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.544 KB)
|
DOI: 10.30870/unik.v6i1.11863
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data dan informasi mengenai penggunaan media ular tangga braille dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan 1-10 anak dengan hambatan penglihatan Sdkh kelas III di Skh gytha kiara 02-Carita. Desain yang digunakan adalah A-B-A dan metode penelitian ini ialah kuasi eksperimen dengan subyek tunggal atau single subyek research (SSR). Subyek pada penelitian ini adalah anak dengan hambatan penglihatan. Pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan tes, target behavior pada penelitian ini adalah mengenal bilangan 1-10. Data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan data dari penelitian yang telah dianalisis menunjukkan hasil yang cukup baik, dimana adanya perubahan yang lebih baik terhadap kemampuan mengenal bilangan anak dibandingkan kemampuan awal anak sebelum adanya intervensi melalui media ular tangga braille. Hal ini dapat diketahui melalui hasil penyajian data melalui tabel disetiap fasenya dengan mean level baseline 1 (A-1) adalah 33 dan, intervensi (B) adalah 60 dan mean level untuk baseline 2 (A-2) ialah 48,5. Bedasarkan hasil tersebut dapat disimpukan adanya peningkatan pada penelitian ini meskipun ada beberapa fase yang memiliki kecenderungan stabilitas yang tidak stabil sebab masih dibawah kriteria stabilitas data. Akan tetapi, media ini mampu meningkatkan kemampuan mengenal bilangan anak. Abstract: This study aims to find out data and information about the use of braille snakes and ladders media in improving the ability to recognize the number of 1-10 children with grade III Sdkh vision barriers in Skh gytha Kiara 02-Carita. The design used is A-B-A, and this research method is a four-part experiment with a single subject or single research subject (SSR). The subjects in this study were children with vision barriers. Data collection conducted is observation and tests. The target behaviour in this study is to know the numbers 1-10. The data that has been obtained will be analyzed using descriptive statistics. Based on data from the research that has been analyzed shows quite good results, where there is a better chance of recognising the number of children than the initial ability of children before the intervention through the medium of braille snakes and ladders. This can be known through the results of the presentation of data through the table in each phase with the mean level of baseline 1 (A-1) is 33, intervention (B) is 60, and the mean level for baseline 2 (A-2) is 48.5. Based on these results can be simulated an increase in this study, although some phrases have a tendency to unstable stability because it is still under the criteria of data stability. However, this media is able to improve the ability to recognize the number of children.
Penggunaan media smartcard dalam meningkatkan kemampuan membaca huruf pada anak tunarungu
Nur Ahdi Asmara;
Toni Yudha Pratama;
Yuni Tanjung Utami
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (526.031 KB)
|
DOI: 10.30870/unik.v6i1.11868
Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah tingkah laku manusia ke arah yang lebih baik dan terencana untuk mencapai sebuah tujuan. Anak berkebutuhan khusus dalam spesifikasi gangguan pendengaran atau tunarungu, dilihat secara fisik terlihat sama dengan anak pada umum lainnya. Penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat membantu dan mempercepat proses pemahaman dan penangkapan materi yang diberikan. Adapun rumusan masalah yang terjadi pada penelitian ini yaitu bagaimana penggunaan media SmartCard untuk meningkatkan kemampuan membaca huruf (A, B, C, D) pada anak tunarungu kelas dasar I di SKh Al-Ghisafa Labuan, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media SmartCard dalam meningkatkan kemampuan membaca huruf pada anak tunarungu kelas dasar I di SKh Al-Ghisafa Labuan. Metode penelitian ini mengggunakan design Single Subject Research (SSR). Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu penggunaan media SmartCard dapat meningkatkan kemampuan membaca huruf (A, B, C, D) pada anak tunarungu pada kelas I SDKh di SKh Al-Ghisafa yang dapat dibuktikan dengan nilai presentase pada intervensi (B) dan baseline 2 ( ) lebih tinggi dibandingkan dengan skor presentase baseline 1 ( ). Abstract: Education is a conscious effort made by a person to change human behaviour in a better and planned direction to achieve a goal. Children with special needs in the specifications of hearing loss or deafness seen physically look the same as other children in general. The use of media in the learning process can help and accelerate the process of understanding and catching the material provided. The problem formulation that occurred in this study is how to use SmartCard media to improve the ability to read letters (A, B, C, D) in deaf children in elementary class I at SKh Al-Ghisafa Labuan, and the purpose of this study is to find out the use of SmartCard media in improving the ability to read letters in deaf children in elementary class I at SKh Al-Ghisafa Labuan. This research method uses Single Subject Research (SSR) design. Data collection techniques are observation, interview, and documentation. The data analysis used is descriptive statistics. The result of this study is the use of SmartCard media can improve the ability to read letters (A, B, C, D) in deaf children in grade I SDKh in SKh Al-Ghisafa, which the percentage value can prove at intervention (B) and baseline 2 (A_2) higher than the percentage score of baseline 1 (A_1).
Penerapan media balok magnet dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan terhadap anak dengan hambatan intelektual
Reza Febri Abadi;
Dedi Mulya;
Dara Ayu Rosaliana
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.17 KB)
|
DOI: 10.30870/unik.v6i1.11864
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui data dan informasi mengenai penerapan media balok magnet dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan terhadap anak dengan hambatan intelektual kelas III SDKh di SKh Elok Asri Kota Serang. Desain yang digunakan adalah A-B-A dan metode penelitian ini ialah kuasi eksperimen dengan subyek tunggal atau single subyek research (SSR). Subjek penelitian ini adalah anak dengan hambatan intelektual. Pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan tes membaca dengan sembilan soal, target behavior pada penelitian ini adalah membaca permulaan dengan membaca huruf bilabil yang terdiri dari huruf p, b dan m dan huruf dental yang terdiri dari huruf n, t, f, l, s, dan r. Data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan data dari penelitian yang telah dianalisis menunjukkan hasil yang cukup baik, dimana adanya perubahan yang lebih baik terhadap kemampuan membaca anak dibandingkan kemampuan awal anak sebelum adanya intervensi melalui media balok magnet. Hal ini dapat diketahui melalui hasil penyajian data melalui tabel disetiap fasenya dengan mean level baseline 1 (A-1) adalah 33 dan, intervensi (B) adalah 60,8 dan mean level untuk baseline 2 (A-2) ialah 45,8. Hal tersebut dapat terlihat adanya peningkatan pada penelitian ini meskipun ada beberapa fase yang memiliki kecenderungan stabilitas yang tidak stabil sebab masih dibawah kriteria stabilitas data. Akan tetapi, media balok magnet ini mampu meningkatkan keterampilan membaca permulaan anak. Abstract: The purpose of this study is to find out the data and information on the application of magnetic beam media in improving the initial reading skills of children with intellectual barriers in grade III SDKh in SKh Elok Asri Serang City. The design used is A-B-A and this research method is a ucius experiment with a single subject or single research subject (SSR). The subject of this study was a child with intellectual barriers. Data collection is an observation and reading test with nine questions, the target behaviour in this study is to read the beginning by reading bilabial letters consisting of the letters p, b and m and dental letters consisting of the letters n, t, f, l, s, and r. The data that has been obtained will be analyzed using descriptive statistics. Based on data from the research that has been analyzed shows quite good results, where there is a better chance in the child's reading ability than the initial ability of the child before the intervention through the medium of magnetic beams. This can be known through the results of presenting data through tables in each phase with the mean baseline level 1 (A-1) being 33, intervention (B) being 60.8 and the mean level for baseline 2 (A-2) being 45.8. This can be seen as an improvement in this study although there are several phases that have a tendency to stability that is unstable because it is still below the data stability criteria. However, this magnetic beam medium is able to improve the child's early reading skills.
Penerapan metode demonstrasi untuk meningkatkan keterampilan banana cheesecake pada anak dengan hambatan intelektual ringan kelas
Reca Tri Handayani;
Dedi Mulya;
Sistriadini Alamsyah Sidik
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.551 KB)
|
DOI: 10.30870/unik.v6i1.11869
Keterampilan vokasional dapat dijadikan sebagai media untuk intervensi pembelajaran membuat banana cheese cake, karena dapat memanfaatkan buah pisang sebagai salah satu olahan makanan serta kaya akan vitamin A, B6, C, kalium, magnesium, dan fosfor. Dalam penelitian ini, bereksperimen untuk menerapkan metode demonstrasi bagi anak dengan hambatan intelektual ringan kelas IX di SKh 01 Kota Serang, yang bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang keterampilan vokasional membuat banana cheesecake. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan pendekatan Single Subject Research, sedangkan desain yang digunakan adalah desain A1-B-A2. Target behavior dalam penelitian ini yaitu siswa mampu membuat banana cheesecake. Data diolah melalui analisis deskriptif dan ditampilkan dalam grafik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan hasil meningkat pada keterampilan vokasional membuat banana cheesecake. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya mean level pada target behavior. Hasil pada fase baseline-1 (A1) mean level menunjukkan sebesar 37%, setelah dilakukan intervensi atau yang biasa disebut fase intervensi (B) mean level menunjukkan hasil 72,2%, dan pada fase baseline-2 (A2) mean level menunjukkan sebesar 56%. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa keterampilan vokasional membuat banana cheesecake pada anak dengan hambatan intelektual ringan kelas IX SMPkh di SKh 01 Kota Serang menunjukkan perolehan hasil yang meningkat. Abstract: Vocational skills can be used as a medium for learning interventions to make banana cheesecake because it can utilize bananas as one of the processed foods as well as rich in vitamins A, B6, C, potassium, magnesium, and phosphorus. This study experiments to apply the Demonstration method for children with mild intellectual impairment class IX SMPKh in SKh 01 Kota Serang, which aims to obtain data and information on vocational skills for making banana cheesecake. The method used in this research is the experimental method using the Single Subject Research approach, while the design used is the A1-B-A2 design. The target behavior in this study is that students are able to make a banana cheesecake. The data were processed through descriptive analysis and displayed in graphs. Based on the research that has been done in this study shows improved results in vocational skills in making banana cheesecake. This is indicated by increasing the mean level of the target behavior. Results in the baseline phase-1 (A1) mean level showed 37% after the intervention, or so-called intervention phase (B) mean level showed a yield of 72.2%, and at the baseline phase-2 (A2), the mean level showed 56%. Thus it can be concluded that vocational skills of making banana cheesecake in children with mild intellectual impairment class IX SMPkh in SKh 01 Kota Serang showed increased results.
Pengaruh permainan uno stacko terhadap peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan 1-5 pada anak dengan hambatan intelektual
Dina Yuli Rismonica;
Sistriadini Alamsyah Sidik;
Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.864 KB)
|
DOI: 10.30870/unik.v6i1.11865
Permainan uno stacko dapat digunakan dalam pengenalan lambang bilangan, karena bermain aktivitas menyenangkan dan materi yang diajarkan tersampaikan, peneliti mencoba menggunakan permainan uno stacko ini untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenal lambang bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permainan uno stacko dalam kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak dengan hambatan intelektual kelas IV di SKh 01 Lebak. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif, dengan rancangan penelitian subjek tunggal atau disebut juga dengan Single Subject Research (SSR). Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain A-B-A. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi, selanjutnnya data dianalisis dengan analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh permainan uno stacko terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan satu sampai lima dengan dua target behavior yaitu menyebutkan lambang bilangan dan menunjukkan lambang bilangan. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan uno stacko efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan 1-5. Abstract: The game uno stacko can be used in the introduction of the symbol of numbers because playing fun activities and the material taught is conveyed, researchers try to use this uno stacko game to improve the ability to recognize the symbol of numbers. This research aims to find out the game uno stacko in the ability to recognize the symbol of numbers in children with intellectual barriers grade IV in SKh 01 Lebak. The approach used in this study is quantitative, with a single subject research design or also known as Single Subject Research (SSR). The design used in this study is the A-B-A design. Data collection techniques using observations, tests and documentation, as well as data are analyzed with analysis in conditions and between conditions. The results showed the influence of uno stacko game on the ability to recognize the symbol of numbers one to five with two target behaviors namely mentioning the symbol of numbers and showing the symbol of numbers. Based on the research can be concluded that uno stacko game is effective in improving the ability to recognize the symbol of numbers 1-5.
Penerapan metode brain gym (senam otak) dalam meningkatan keterampilan membaca anak autis
Yuli Insyirah;
Yuni Tanjung Utami;
Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (702.744 KB)
|
DOI: 10.30870/unik.v6i1.11870
Penelitian ini berdasarkan adanya permasalahan mengenai minimalnya penguasaan kosa kata, kemampuan dalam mengenal huruf alfabet (abjad) juga masih belum bisa dikatakan sempurna pada anak autis. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca anak autistik dengan target behavior yaitu, kemampuan mengenal huruf alfabet (abjad) dan kemampuan membaca kata. Subjek pada penelitian ini adalah anak autistik kelas XII SMALB di SKh. Samantha Kota Serang. Metode yang digunakan yang digunakan yaitu Single Subject Research (SSR) dengan design A-B-A. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan yang cukup signifikan pada keterampilan membaca pada subjek penelitian dengan penerapan metode Brain Gym (senam otak) dengan dibuktikannya perolehan nilai perbandingan mean level pada target behavior mengenal huruf alfabet (abjad), pada fase baseline-1 (A) nilai rata-rata yang didapatkan sebesar 48% , fase intervensi (B) mendapatkan nilai rata-rata sebesar 78%, dan fase baseline-2 (A2) mendapatkan nilai rata-rata sebesar 54%. maka penerapan metode Brain Gym (senam otak) efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca anak autis. Abstract: This research is based on the existence of problems regarding the minimum mastery of vocabulary, the ability to recognize the letters of the alphabet (alphabets) is still not perfect in children with autism. This study aimed to improve the reading skills of autistic children with target behavior, namely, the ability to recognize letters of the alphabet (alphabet) and the ability to read words. The subjects in this study were autistic children in class XII SMALB at SKh. Samantha of Serang City. The method used is Single Subject Research (SSR) with an ABA design. The progress can be seen in the phase baseline-1 (A1), the Intervention phase (B), and phase baseline-2 (A2). The results showed a significant increase in reading skills in research subjects with the application of the method Brain Gym with the evidence of the acquisition of mean level comparisons on the target behavior of recognizing letters of the alphabet (alphabet) in the phase baseline-1 (A) mean value -The average obtained is 48%, the intervention phase (B) gets an average value of 78%, and the phase baseline-2 (A2) gets an average value of 54%. Then the application of the method Brain Gym is effective in improving the reading skills of children with autism.