cover
Contact Name
Siti Musayaroh
Contact Email
sitimusayaroh17@untirta.ac.id
Phone
+628977491535
Journal Mail Official
plb@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kampus 2 Jl. Ciwaru Raya No. 25, Kota Serang, 42117, Indonesia
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa
ISSN : 24431389     EISSN : 25488031     DOI : http://dx.doi.org/10.30870/unik
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa is expected to serve as a publication media for the results of quality scientific research, especially special education. The scope of the Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa in the field of special education, especially children experiencing barriers to physical, intellectual, and social communication.
Articles 192 Documents
MENGATASI KESULITAN BELAJAR MENULIS (DISGRAFIA) MELALUI METODE BINGKAI BAGI ANAK TUNA GRAHITA KELAS II SDLB DI SKh.MADINA SERANG lis mulyati
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.309 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3549

Abstract

Penyebab faktor kesulitan belajar menulis atau disgrafia menurut Sunardi dan Sugiamin, (2001) yang di kutip dalam http://plbjabar.com diantaranya faktor terganggunya motorik pada anak, perilaku ketika menulis, persepsi, ingatan, kemampuan cross modal, pengguanan tangan yang dominan serta kemampuan memahami instruksi. Dengan demikian dalam mengatasi kesulitan anak yang mempunyai gangguan tersebut perlu seuatu metode yang sesuai dengan kebutuhan anak, dan yang tidak kalah pentingnya metode harus menarik minat anak. Metode atau strategi pembelajaran bagi anak yang mengalami kesulitan dalam menulis salah satunya dengan mempergunakan metode bingkai, karena metode bingkai merupakan metode yang multi fungsi, selain dapat menarik minat anak juga melatih konsentrasi, melatih motorik halus anak, melatih tanggung jawab, melatih imajinasi anak. Penerapan Metode bingkai di implementasikan berdasarkan prinsip penelitian tindakan kelas melalui beberapa siklus yang terencana. Aktifitas pembelajaran mempergunakan pendekatan individualisasi pengajaran, yang di terjemahkan pada masing masing siklus berdasarkan hasil assesmen awal.Metode bingkai merupakan salah satu metode alternatif cara menangani anak yang kesulitan dalam belajar menulis atau disgrafia. Hal tersebut berdasarkan hasil analisa data yang di himpun pada tiap siklusnya ada peningkatan yang menunjukan peningkatan grafik hasil dari belajar menulis melalui metode bingkai. Siklus I 57%, siklus II 87% ada peningkatan 30% antara siklus I dan ke II.            Kata Kunci:Metode bingkai, multi fungsi, aktifitas dan hasil belajar.
PENINGKATAN PENGEMBANGAN KARAKTER WARGA SEKOLAH MELALUI INTEGRASI MATA PELAJARAN, PENGEMBANGAN DIRI DAN BUDAYA SEKOLAH DI SEKOLAH KHUSUS AL KAUTSAR KOTA CILEGON ellis aini hidayati
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.803 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3544

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi maraknya persoalan  yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupan politik yang tidak produktif, dan sebagainya. Pada tataran sekolah, para siswa sering menunjukkan sikap yang kurang kondusif seperti tawuran, bullying, perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai moral bangsa. Meskipun pertanda tersebut tidak dijumpai di sekolah peneliti, tetapi perlu menanamkan dan mencegah secara dini serta menanamkan nilai karakter secara komprehensif. Rumusan masalah dalam penelitian adalah “Bagaimana mengembangkan nilai-nilai karakter melalui pengintegrasian dalam mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah?” Tujuan Penelitian adalah:meningkatkan kemampuan guru dalam penerapan pendidikan karakter melalui pengintegrasian dalam mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah. Hasil dari penelitian: Pada aspek pengintegrasian pengembangan nilai-nilai karakter pada mata pelajaran dengan subyek penelitian guru, siklus 2 mencapai peningkatan setelah mendapat bimbingan secara berkelanjutan di setiap pertemuan. Nilai rerata secara keseluruhan diperoleh 75,72 (cukup) ada kenaikan dari 58,2 sebesar 17,52 poin atau 23,13%. Pada aspek pengembangan diri, nilai-nilai karakter dengan subyek penelitian siswa, siklus 2 mencapai peningkatan setelah mendapat bimbingan secara berkelanjutan dan perbaikan lingkungan sekolah. Nilai rerata secara keseluruhan diperoleh ada kenaikan dari 52,08 ke 76.13 sebesar 23,33 poin atau 30,64 %. Pada aspek budaya sekolah, nilai-nilai karakter dengan subyek penelitian warga sekolah, siklus 2 mencapai peningkatan setelah mendapat bimbingan secara berkelanjutan dan perbaikan lingkungan sekolah. Nilai rerata secara keseluruhan diperoleh ada kenaikan dari 43,81 ke 77.98 sebesar 34,17 poin atau 43,81%. Dengan demikian rumusan masalah dapat terjawab Pengintegrasian dalam mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah dapat meningkatkan pengembangan nilai-nilai karakter. Kata kunci: Budaya sekolah, Pengembangan diri, Pengembangan nilai-nilai karakter,  
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN 1 – 10 MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS II SDLB DI SKH NEGRI 02 LEBAK nia yustiana rahmat
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.539 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i2.3567

Abstract

Pengenalan bilangan 1 – 10 pada anak tunagrahita diperlukan sebagai salah satu kompetensi dasar dalam mata pelajaran Matematika yang harus dikuasainya. Kemampuan ini tentunya berguna bagi anak untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan kehidupan sosialnya. Mengatasi permasalahan yang timbul dalam kegiatan pembelajaran mengenal bilangan 1 – 10 pada anak tunagrahita, dapat menggunakan beberapa alternatif tindakan, dengan menggunakan media pembelajaran yang dapat membantu anak lebih mudah memahami materi pelajaran, antara lain media pembelajaran yang dikemas dalam bentuk permainan, yaitu Permainan Ular Tangga mengenal bilangan 1 – 10
PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN VOCATIONAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL (STUDI PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN VOCATIONAL MELALUI KEGIATAN KETERAMPILAN MEMBATIK, BATIK BANTEN DI SKH NEGERI 01 SERANG). Yuni Tanjung Utami; Dedi Mulia; Erni Endah Wahyuni
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.093 KB) | DOI: 10.30870/unik.v1i2.3539

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah sebuah studi deskriptif kualitatif mengenai kajian pengembangan program keterampilan Membatik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan program pembelajaraan keterampilan Membatik pada anak tunarungu di Skh Negeri 01 Kota Serang Provinsi Banten. Fokus penelitian ini mengenai pengembangan program pembelajaran keterampilan Membatik yang meliputi beberapa aspek yaitu, kondisi faktual program pembelajaran keterampilan Membatik, hal-hal apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan program pembelajaran keterampilan Membatik, bagaimana rancangan program pembelajaran keterampilan Membatik dan bagaimana program pembelajaran keterampilan Membatik hasil validasi melalui FGD (focus group discusion). Dari hasil penelitian dan pembahasan kemudian disimpulkan bahwa Ketidak adaannya sebuah program pembelajaran dapat berdampak kepada proses pembelajaran secara langsung seperti sulitnya menentukan materi dalam setiap pertemuan, menentukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi dll, sehingga proses yang dilakukan oleh guru dalam membimbing, membantu, dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar bisa tidak tercapai dengan baik. Program pembelajaran harus berorientasi kepada upaya penyiapan individu siswa agar mampu melaksanakan perangkat kompetensi yang telah direncanakan pada tahap awal pengembangan perencanaan pembelajaran. Program yang telah dirancang terkait pembelajaran keterampilan Membatik ini, kemudian di validasi melalui kegiatan FGD (focus group discusion). Adapun perbuahan yang terjadi pada desain tersebut terletak pada rambu-rambu program, visi dan misi, penilaian, dan beberapa catatan berkaitan dengan tata bahasa maupun dengan pelaksananaan program.
MONITORING PELAKSANAAN KONSEPSI PEMBELAJARAN FRAGMATIKA DINAMIS OLEH KEPALA SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS GURU PADA PEMEBALAJARAN IPA DI SEKOLAH KHUSUS TRI DHARMA CILEGON mas 'udi
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.218 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i2.3562

Abstract

Monitoring kepala sekolah sebagai pemantau kegiatan pemebelajaran disekolah sangatlah dibutuhkan terlebih demi menciptakan suasana belajar yang saling mengisi antara guru dan Kepala sekolah sehingga senantiasa terjalian suasana harmanis diantara kedua belah fihak. Dari hubungan yang harmonis itulah diharapkan menumbuhkan kreatifitas, ide-ide baru yang muncul seiring dengan metode yang diterapkan dalam Pelaksanaan Pemebelajaran didalam kelas.Penelitian berdasarkan permasalahan, (a) Apakah pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas berpengaruh terhadap hasil belajar Pengetahuan Sosial? b) Bagaimanakah pengaruh pembelajaran terstrutur dengan pemberian tugas terhadap motivasi belajar siswa?Tujuan penelitian tindakan ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh Pelaksanaan Konsepsi pembelajaran fragmatika dinamis terhadap hasil belajar Pengetahuan Alam. (b) Untuk mengungkap pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas terhadap motivasi belajar Pendidikan Kwarganegaraan siswa kelas V Sekolah Khusus Tri Dharma, Cilegon Banten .Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IV Sekolah Khusus Tri Dharma, Cilegon Banten . Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (66,67%), siklus II (77,78%), siklus III (88,89%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Monitoring pelaksanaan konsepsi pembelajaran dinamis  oleh Kepala sekolah sebagai upaya meningkatkan kualitas  guru pada pembelajaran IPA di Sekolah Khusus Tri Dharma, Cilegon Banten , serta model ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.Kata Kunci: Monitoring Konsepsi, Fragmatika Dinamis
PERMAINAN PERTEMANAN (FRIENDSHIP) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK DENGAN HAMBATAN EMOSI DAN SOSIAL (Penelitian Single Subject Reseach di SLB Bina Anugrah Lembang) Arif Wibawanto
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.87 KB) | DOI: 10.30870/unik.v1i2.3534

Abstract

ABSTRAK Penelitian diangkat dari studi pendahuluan mengenai keterampilan sosial siswa dengan hambatan emosi dan sosial di SLB Bina Anugrah Lembang yang masih belum optimal. Hal terlihat dari kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan teman-temannya yang terlihat masih belum berkembang dan membuat siswa dengan teman-temannya menjadi kurang saling mengenal satu sama lain. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut, maka penulis termotivasi untuk mengangkat permasalahan tersebut menjadi permasalah penelitian.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan pendekatan Single Subject Research, sedangkan desain yang digunakan adalah desain A-B-A. target behavior dalam penelitian ini yaitu anak dapat menggambarkan dan menjelaskan sosok teman yang ada dipikirannya melalui permainan pertemanan. Data yang diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif, dan ditampilkan melalui grafik.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa permainan pertemanan dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa dengan hambatan emosi dan sosial kelas 3 SD di SLB Bina Anugrah Lembang. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya persentase keterampilan sosial anak hambatan emosi dan sosial. Hasil yang didapat untuk mean aspek sosial pada kondisi baseline sebesar 33 % setelah dilakukan intervensi meningkat menjadi 88,7%. Untuk aspek emosi mean kondisi awal sebesar 80% menjadi 92,5% dan aspek perilaku dengan mean kondisi awal 27% meningkat menjadi 66%. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa permainan pertemanan (friendship)  dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa dengan hambatan emosi dan sosial di SLB Bina Anugrah Lembang. Kata Kunci :anak dengan hambatan emosi dan sosial, permainan pertemanan, keterampilan sosial
PENGARUH PERAN AKTIF KEPALA SEKOLAH TERHADAP PEMBINAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH KHUSUS ATH-THOHARIYYAH KABUPATEN PANDEGLANG eman suherman
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.603 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3550

Abstract

Seperti hal nya ada suatu kata slogan “ Mensanno In Corporisano” jika diartikan dalam bahasa Indonesia kurang lebihnya mengadung makna “ dimana terdapat jiwa yang sehat disitu ada tubuh yang kuat” dan sebuah kalimat tersebutlah suatu Penelitian Tindakan sekolah ini penulis angkat sebagai judul Penelitian Tindakan Sekolah di SKh Ath-Thohariyyah, Kabupaten Pandeglang. Penulis juga berharap dengan adanya penelitian ini bisa membawa SKh Ath-Thohariyah ini mempunyai nilai positif pada bidang usaha kesehatan sekolah (UKS) terlebih bisa menjadi juara UKS tingkat Kabupaten Pandeglang dan terlebih lagi bisa menjadi Juara UKS Tingkat Nasional. Hal itu bukan hanya mimpi melainkan suatu yang bisa terwujud hanya dengan kerja keras dan usaha maksimal untuk mewujudkan hal tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan Sekolah yang terdiri dari dua siklus. Satu siklus terdiri dari 2 pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SKh Ath-Thohariyyah, Kabupaten Pandeglang. Teknik pegumpulan data menggunakan tes, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kegiatan UKS mengalami peningkatan pada siklus I adalah 33,5 dengan kategori baik. Sedangkan skor pada siklus II meningkat menjadi 42, dengan kategori sangat baik; (2) Aktivitas siswa mengalami peningkatan, siklus I adalah 18,5 dengan kategori cukup. Sedangkan skor pada siklus II menjadi 23,95 dengan kategori baik; (3) Kegiatan dan perkembangan UKS pada siklus I adalah 65,35%, sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar secara klasikal meningkat menjadi 87% dengan KKM > 62. Simpulan penelitian ini adalah melalui Peran Aktif Kepala Sekolah terhadap pembinaan  Uasaha Kesehatan SKh Ath-Thohariyyah, Kabupaten Pandeglang. Saran dari peneliti yaitu permasalahan realistik yang diajukan kepada siswa hendaknya yang bisa dibayangkan oleh siswa dan media manipulatif yang digunakan hendaknya dibuat sesuai dengan jumlah siswa.  Kata Kunci : Peran Aktif Kepala Sekolah, Usaha Kesehatan Sekolah
MENGEMBANGKAN MINAT BELAJAR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN PUZZLE ANGKA DI SKH NEGERI 02 KABUPATEN LEBAK endang warman
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.585 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3545

Abstract

Tunagrahita adalah mereka memiliki tingkat kecerdasan jauh di bawah rata-rata anak normal, sehingga tidak mampu mengikuti program sekolah yang diperuntukan bagi anak-anak normal. Mereka membutuhkan pelayanan penddidikan khusus. Anak ini disebut anak terbelakang mental. Anak tunagrahita terdapat di mana-mana, baik di kota maupun di desa, dilingkungan orang kaya maupun dilingkungan orang miskin. Karena mereka memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, sehingga mereka tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Mereka tidak mampu memikirkan hal-hal yang abstrak dan berbelit-belit. Demikian juga dalam pelajaran seperti mengarang, berhitung, dan pelajaran yang bersifat akademik lainnya. Anak tunagrahita ini ada beberapa macam, juga memliki ciri-ciri dan tingkat ketunagrahitaan yang berbeda-beda, Ada yang ringan, ada yang sedang, dan ada yang berat. Layanan pendidikan untuk anak tunagrahita diberikan pada sekolah luar biasa (SLB). Dalam satu kelas maksimal 10 anak tunagrahita dengan pembimbing atau pengajar guru khusus dan teman sekelas yang dianggap sama kemampuannya tunagrahita. Kegiatan belajar mengajar sepanjang hari penuh di kelas khussu untuk anak tunagrahitaringan dapat bersekolah di SLB–C.Kata kunci : tunagrahita, media pembelajaran, matematika, puzzle angka.
GAGASAN KONSEPTUAL SUPERVISOR PENDIDIKAN TENTANG PEMBELAJARAN INOVATIF MODEL LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR GUNA MENINGKATKAN MUTU GURU MENGAJAR nani rochaeni
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.512 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i2.3568

Abstract

Usia sekolah anak sekolah dasar adalah pada masa anak lebih mudah bernalar ketika berfikir menggunakan benda yang bersifat Konkrit, atau nyata yang biasa sehari-hari mereka jumpai. Sehingga peneliti ber keinginan menjadikan media pembelajaran yang mudah murah dan tepat guna yaitu lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.  Permasalahan yang ingin dikaji dalam dalam penelitian tindakan ini adalah: (a) Apakah pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar berpengaruh terhadap hasil Siswa Sekolah Khusus Pelita Insani, Kab. Serang Banten ? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)  dengan diterapkannya metode Pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif Lingkungan sekitar terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) . (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)  setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model lingkungan sekitar pada siswa Kelas IV Sekolah Khusus Pelita Insani. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Khusus Pelita Insani Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (60,71%), siklus II (75,00%), siklus III (89,29). Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model lingkungan sekitar dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas IV Sekolah Khusus Pelita Insani serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) . Kata Kunci: Gagasan Konseptual Supervisor, Pembelajaran Inovatif Lingkungan Sekitar.   
PENINGKATAN KEMAMPUAN WICARA SISWA TUNARUNGU KELAS IX MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL FOKUS PEMODELAN DI SEKOLAH KHUSUS AL KAUTSAR KOTA CILEGON peni nurhayati
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.456 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i1.3540

Abstract

Manusia dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat atau Bahasa ujaran dalam menyampaikan maksudnya komunikasi yang dilakukan menggunakan bahasa  isyarat atau membaca gerak bibir. Untuk komunikasi semacam di atas, diperlukan tatap muka, ataupun jika melalui konferensi jarak jauh, kedua komunikan saling melihat melalui kamera dan layar monitor. Dalam kegiatan belajar mengajar digunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, terutama mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Setidaknya hal ini dapat dijadikan contoh bagi para siswa dalam kegiatan berbicara dalam suasana formal. 

Page 3 of 20 | Total Record : 192