cover
Contact Name
Siti Musayaroh
Contact Email
sitimusayaroh17@untirta.ac.id
Phone
+628977491535
Journal Mail Official
plb@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kampus 2 Jl. Ciwaru Raya No. 25, Kota Serang, 42117, Indonesia
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa
ISSN : 24431389     EISSN : 25488031     DOI : http://dx.doi.org/10.30870/unik
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa is expected to serve as a publication media for the results of quality scientific research, especially special education. The scope of the Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa in the field of special education, especially children experiencing barriers to physical, intellectual, and social communication.
Articles 192 Documents
SUPERVISI KEPALA SEKOLAH KHUSUS MARKUS TANGERANG BANTEN SEBAGAI UPAYA PENGAMATAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU MODEL CONNECTED LEARNING (MCL) ade yanto heryanto
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.413 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i2.3570

Abstract

Kepala sekolah sebagai penanggung jawab dalam seluruh kegiatan pembelajaran dalam satuan pendidikan memiliki peran sentran sebagai motivator dalam pelaksanaan seluruh kegiatan disekolah, dan salah satunya ketika saat pembelajaran berlangsung. Kepala sekolah berhak memberikan suatu masukan positif terkait pelaksanaan pembelajaran oleh guru guna meninggkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran yang pada akhirnya bisa membawa hasil maksimal dalam proses pembelajaran yang diterima oleh siswa. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan Kompetensi dan kinerja Guru dengan diterapkannya supervise kepala sekolah? (b) Bagaimanakah pengaruh Model Connected learning terhadap guru Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan pembelajaran guru setelah diterapkannya Supervisi oleh kepala sekolah. (b) Ingin mengetahui pengaruh setelah diterapkannya Model Connected Learning. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah Guru SDN Jetis Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (65,25%), siklus II (91,50%)Simpulan dari penelitian ini adalah metode pengajaran Model Connected Learning dapat berpengaruh positif terhadap Kompetensi dan Kinerja Guru SDN Jetis Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun,. Kata Kunci: Supervisi kepala Sekolah, Model Connected Learning.
MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MELUKIS SEDERHANA PADA SISWA TUNAGRAHITA KELAS VI SDLB MELALUI METODE DEMONSTRASI DI SLB NEGERI CIAMIS Ade Rosyid Rustandi
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.271 KB) | DOI: 10.30870/unik.v1i2.3542

Abstract

ABSTRAK Pendekatan apersepsi dalam melukis sederhana melalui metode demonstrasi dalam rangka memotivasi siswa tunagrahita kelas VI SDLB SLB Negeri Ciamis agar terus meningkatkan kemampuannya di bidang seni lukis melalui mata pelajaran SBK. Dalam proses pembelajaran di kelas, perlu secara kontinu diberikan pelatihan keterampilan dalam melukis sederhana agar terlatih kemampuan kognitif dan psikomotoriknya. Karena melukis sederhana itu tetap memerlukan konsentrasi penuh pada diri siswa. Dengan kondisi prima siswa tunagrahita kela VI SDLB SLB Negeri Ciamis dengan pembinaan yang baik tentang melukis sederhana diharapkan bisa : 1) Terlihat kemampuan terampilnya melukis sederhana siswa tunagrahita kelas VI SDLB SLB Negeri Ciamis, 2) Diketahui kemampuan dalam menggunakan alat melukis ( cat air, crayon ) melalui metode demonstrasi, 3) Meningkatkan kreatif dan inovatif dalam melukis sederhana melalui metode demonstrasi. Penggunaan metode demonstrasi telah memberikan nuansa kesungguhan siswa dalam melukis sederhana tampak dalam Penelitian Tindakan Kelas bahwa metode tersebut bisa membangkitkan gairah melukis sederhana menjadi tinggi sekali. Berdasarkan hasil PTK dalam melukis sederhana telah tampak hasil pretasinya meningkat pada siswa tunagrahita kelas VI SDLB SLB Negeri Ciamis mulai dari Siklus I sebesar 50% menjadi 100% pada Siklus II. Melihat hasil yang memuaskan dari melukis sederhana dengan metode demonstrasi, betapa efektifnya dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu peneliti menyarankan agar metode demonstrasi digunakan sebagai langkah kreatif dalam pembelajaran SBK di sekolah.  Kata Kunci : Siswa tunagrahita, metode demonstrasi, melukis sederhana
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KETRAMPILAN MENGELOLA WARUNG KOPERASI SEKOLAH MELALUI METODE PROJEK (PROJECT METOD) PADA SISWA KELAS II SMALB TUNARUNGU AL-KHAIRIYAH CILEGON BANTEN darmawati fatimah
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.888 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i2.3565

Abstract

ABSTRAKKehidupan siswa SMALB Tuna Rungu setelah lulus akan menjadi problema kita bersama antara guru, orang tua dan masyarakat. Pada kenyataannya kemampuan intelektual, emosional, ketrampilan, minat dan bakat masing-masing siswa berbeda antara satu dengan yang lain. Sekolah harus bisa memberikan ketrampilan yang bisa dijadikan bekal untuk kehidupan setelah mereka lulus. Hal ini disebabkan karena tidak semua siswa setelah lulus bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Disamping itu siswa yang telah lulus belum semua terserap oleh lapangan kerja yang ada. Hal tersebut dikarenakan belum banyak instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta  yang bersedia merekrut mereka sebagai tenaga kerjanya. Untuk mengatasi probema tersebut  peneliti melakukan penelitian tindakan kelas  pada pembelajaran ketrampilan yang dititik beratkan pada pendidikan ketrampilan kecakapan hidup   ( life Skill ) bagi anak Tunarungu.  Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan dan beberapa siklus pembelajaran.    Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ilmu ketrampilan kepada siswa siswi SMALB Tuna Rungu agar bisa mengasah  bakat dan ketrampilan yang dimiliki secara optimal agar   setelah lulus nanti dapat memanfaatkan ketrampilannya tersebut untuk kehidupan selanjutnya sehingga bisa mandiri.Kata Kunci :  Keterampilan mengelola warung, project metod ( Metode Proyek ), siswa SMALB Tunarungu
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL BANTEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI VERBAL ANAK AUTIS. Sistriadini Alamsyah sidik; toni yudha pratama; reza febri abadi; ratih listianigtyas
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.372 KB) | DOI: 10.30870/unik.v1i2.3537

Abstract

Permainan  tradisional Banten dijadikan sebagai media untuk melakukan intervensi karena dapat lebih banyak menstimulasi anak untuk belajar berinteraksi dengan lingkungannya (teman-teman dan guru) dan dapat menstimulus peningkatan kemampuan komunikasi anak Autis. Penelitian tentang permainan tradisional Banten ini dilakukan dengan melibatkan teman sebaya telah disetting terlebih dahulu sehingga matang dalam pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi tentang penggunaan permainan tradisional Banten untuk meningkatkan kemampuan komunikasi verbal anak Autis di SD Inklusi X di Kota Serang, dengan waktu penelitian mulai dari tanggal 18 April 2016 sampai dengan tangga l 3 Oktober 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan pendekatan Single Subject Research, sedangkan desain yang digunakan adalah desain A-B-A. Target behavior dalam penelitian ini yaitu mampu mengungkapkan keinginan. Data yang diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif, dan ditampilkan melalui grafik. Hasil penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan permainan tradisional Banten yang pada pada prosesnya melibatkan teman sebaya dalam meningkatkan kemampuan komunikasi verbal anak Autis Kata Kunci : permainan tradisional Banten, anak Autis, kemampuan komunikasi
PENGARUH PENGARAHAN INSTRUMEN PEMBELAJARAN MODEL PERMAINAN EDUKATIF OLEH KEPALA SEKOLAH BAGI PENGEMBANGAN INOVATIF GURU DALAM MENGAJAR BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH KHUSUS AL KHAIRIYAH CILEGON, PROVINSI BANTEN her yati
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.214 KB) | DOI: 10.30870/unik.v2i2.3560

Abstract

Peran dan fungsi Kepala Sekolah SKh salah satunya adalah melakukan pembinaan bagi pelaksanaan kurikulum di Sekolah Dasar, Ini merupakan tanggung jawab dan tugas berat yang dipikul oleh kewajiban seorang supervisor pendidikan. Untuk  mewujudkan tugas tersebut perlu  adanya dukungan  dari pelbagai pihak yang terkait termasuk seluruh elemen yang ada di sekolah binaan. Aspek ini menjadi modal penting bagi kondusivitas pelaksanaan kegiatan supervisi, dalam hal ini penulis  menyelenggarakan suatu kegiatan penelitian tindakan sekolah yang bisa  merangsang aktivitas proses belajar mengajar di  kelas,  berupa pengarahan model pembelajaran yang bersifat rekreatif  bagi pengajaran bahasa Indonesia  di kelas rendah yaitu dengan memperkenalkan model pembelajaran permainan edukatif . Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum  di Tingkat  Sekolah Dasar dinyatakan secara eksplisit bahwa permainan merupakan media pembelajaran bahasa Indonesia di kelas-kelas   rendah, yaitu kelas  satu atau kelas dua. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setian putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalh siswa kelas IV Sekolah Khusus Al Khairiyah Cilegon, Provinsi Banten Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (64,00%), siklus II (88,00%),. Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode permainan edukasi berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas IV Sekolah Khusus Al Khairiyah Cilegon, Provinsi Banten, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Bahasa Indonesia . 
Penerapan metode multisensori dalam meningkatkan keterampilan artikulasi siswa dengan hambatan pendengaran Riska Nurjanah; Toni Yudha; Reza Febri Abadi
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.791 KB) | DOI: 10.30870/unik.v5i2.9827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan data tentang penerapan metode multisensori dalam meningkatkan kemampuan artikulasi siswa dengan hambatan pendengaran kelas II di Sekolah Khusus Caraka Pratama Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan Single Subject Research dengan desain A-B-A. Subjek dalam penelitian ini merupakan satu orang siswa dengan hambatan pendengaran. Perilakujsasaranjdalam penelitian ini adalah 1) membentuk lambang bunyi, 2) mengucapkan lambang bunyi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan tes lisan. Perolehan data dianalisis melalui statistic deskriptif dengan penyajian grafik. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa metode multisensori dapat meningkatkan keterampilan artikulasi pada siswa dengan hambatan pendengaran kelas II di SKh Caraka Pratama. Hal ini berdasarkan adanya peningkatan mean level yang diperoleh pada perilaku sasaran membentuk lambang bunyi pada kondisi awal adalah 33%, meningkat menjadi 70% dan pada perilaku sasaran mengucapkan lambang bunyi pada kondisi awal sebesar 33% meningkat menjadi 66.75%. Berdasarkan hasil analilsis data maka dapat disimpulkan bahwa metode multisensori dapat meningkatkan keterampilan artikulasi siswa dengan hambatan pendengaran di SKh Caraka Pratama Tangerang.
PENGGUNAAN MEDIA APLIKASI E - BD² BERBASIS SMARTPHONE BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SKH PANDHITA KOTA SERANG Gilang Septian Pratama; Sistri Adini Alamsyah; Alfiani Putri Awaliya; Muhammad Fauzil Ayuf Firmansyah; Maria Maghda Simatupang
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.369 KB) | DOI: 10.30870/unik.v4i1.5586

Abstract

Penggunaan Media Aplikasi E - BD² (Elektronik Bangun Datar Bina Diri) berbasis smartphone dijadikan sebagai media pembelajaran karena dapat meningkatkan kemampuan dalam mengenalkan bentuk bangun datar serta bina diri pada anak tunagrahita. Penelitian ini dilatar belakangi dari hasil observasi yang dilakukan di Skh Pandhita yang dimana anak mengalami kesulitan dalam mengenal bentuk bangun datar serta bina diri. Tujuan penelitian ini agar anak tunagrahita dapat mengenal dan meningkatkan kemampuannya dalam mengetahui bentuk bangun datar dan bina diri dengan penggunaan media aplikasi E - BD² yang menyenangkan dalam proses pembelajaran anak. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa A tunagrahita ringan di kelas 4 Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media aplikasi E - BD² (Elektronik Bangun Datar Bina Diri) berbasis smartphone ini dapat meningkatkan antusiasme belajar siswa dalam mengenal dan meningkatkan kemampuan dalam mengetahui bentuk bangun datar dan bina diri pada anak tunagrahita di Skh Pandhita. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan-peningkatan yang dialami oleh anak sehingga anak sedikit demi sedikit anak mampu mengenal dan meningkatan kemampuan dalam mengetahui bentuk bangun datar dan bina diri.
Penggunaan model pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan Annida Nurul Hidayah; Sistriadini Alamsyah Sidik; Dedi Mulia
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.69 KB) | DOI: 10.30870/unik.v5i1.8152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis permulaan anak dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (Action Research) dengan subjek penelitian anak dengan hambatan intelektual kelas III yang terdiri 4 orang anak di SKh Nurbayan 01 Kota Tangerang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I terdiri dari 6 pertemuan dan siklus II terdiri dari 4 pertemuan. Setiap tindakan terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil refleksi dijadikan dasar untuk menyusun rencana tindakan. Penelitian melakukan kegiatan pembelajaran tentang penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis anak dengan hambatan intelektual kelas III yang masih rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes tulis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif akan memberikan gambaran bagaimana kemampuan menulis permulaan anak sebelum diberikan tindakan dan setelah diberikan tindakan. Data kuantitatif merupakan data yang berupa angka yang memberikan tentang gambaran hasil observasi terhadap kemampuan menulis permulaan dengan penggunaan model kontekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan menulis permulaan menggunakan model pembelajaran kontekstual pada siswa kelas III di SKh Nurbayan 01 Kota Tangerang. Peningkatan keterampilan menulis dapat dilihat dari rata-rata nilai keterampilan menulis permulaan siswa pada pra tindakan memperoleh presentase nilai 60,62%, siklus I memperoleh presentase nilai sebesar 69,37% dan pada siklus II hasil rata-rata presentase kemampuan menulis memperoleh presentase nilai sebesar 78,75%.
Penggunaan media pembelajaran montase dalam meningkatkan kemampuan mengenal uang pada anak tunagrahita Sri Nuriyanti; Dedi Mulia; Reza Febri Abadi
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.36 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i2.12993

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari permasalahan yang peneliti temukan di SKh Musthofa Binaan Umat Pulosari yaitu pada anak tunagrahita kelas V dalam kegiatan mengenal uang. Penelitian ini bertujuan untuk mengentahui apakah penggunaan media pembelajaran montase dapat memberikan pengaruh untuk meningkatkan kemampuan mengenal uang pada anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu metode eksperimen dengan desain single subject research desain A-B-A. Subjek dalam penelitian ini yaitu satu orang anak tunagrahita. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data menggunkan statistik deskriftif dengan penyajian grafik. Berdasarkan hasil peneitian terlihat bahwa media pembelajaran montase dapat meningkatkan kemampuan mengenal uang pada siswa anak tunagrahita kelas V di SKh Musthofa Binaan Umat Pulosari. Hal ini berdasarkan adanya peningkatan perubahan mean level yang diperoleh pada perilaku sasaran menunjuk uang pada fase baseline (A1) yaitu 42%, fase intervensi yaitu 85,25%, dan pada fase baseline (A2) yaitu 61%. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpilkan bahwa media pembelajaran montase dapat meningkatkan kemampuan mengenal uang anak tunagrahita di SKh Musthofa Binaan Umat Pulosari. Abstract: This research is motivated by the problems that researchers find in SKh Musthofa Binaan Umat Pulosari, namely in class V tunagrahita children in money recognition activities. This study aims to determine whether the use of montage learning media can influence the ability to recognize money in children with disabilities. This study uses a quantitative approach, namely the experimental method with a single subject research design A-B-A design. The subject in this study was one child with a disability. Data collection techniques are by means of observation, documentation, and tests. Data analysis uses descriptive statistics with graphical presentation. Based on the results of the research, it can be seen that montage learning media can improve the ability to recognize money in grade V students at SKh Musthofa Binaan Umat Pulosari. This is based on an increase in the mean level change obtained in the target behaviour of pointing to money in the baseline phase (A1) which is 42%, the intervention phase is 85.25%, and in the baseline phase (A2), which is 61%. Based on the results of data analysis, it can be concluded that montage learning media can improve the ability to recognize money for children with disabilities in SKh Musthofa Binaan Umat Pulosari.
PENYUSUNAN ASESSMEN DAN HASIL UJI COBA ASESMEN MOTORIK HALUS UNTUK KESIAPAN MENULIS PERMULAAN DAN PRE-REQUISITNYA Sistriadini Alamsyah Sidik; Reza Febri Abadi, M.Pd; Emay Mastiani, M.Pd; Anisyah Dewi Syahfitri
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.404 KB) | DOI: 10.30870/unik.v3i2.5316

Abstract

             Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya suatu asessmen yang dapat mengukur perkembangan motorik halus untuk kesiapan menulis permulaan seorang anak. Asessmen yang dimaksud dalam penelitian ini adalah proses sistematis dalam mengumpulkan data dan informasi tentang perkembangan motorik halus dalam kesiapan menulis permulaan yang sudah dimiliki siswa, hambatan atau kesulitan yang dialami, dan kebutuhan belajar yang dihadapi saat ini secara individual. Dalam melakukan asesmen ini, terlebih dahulu peneliti merancang sebuah instrumen asesmen dengan mengembangkan poin-poin  yang telah ada untuk aspek motorik halus untuk kesiapan menulis permulaan yang selanjutnya dijadikan acuan dalam pelaksanaan asesmen. Tujuan dari penelitian asessmen ini yaitu sebagai panduan untuk membantu guru, praktisi pendidikan, siswa maupun orang tua dalam menemukan kemampuan motorik halus yang telah dimiliki siswa, menemukan hambatan dan faktor penyebab siswa  belum dapat menulis, serta membantu guru maupun praktisi pendidikan dalam menemukan informasi berharga untuk keperluan membuat program pembelajaran. Berdasarkan hasil uji coba di TK Mustika Lembang, diketahui terdapat dua orang anak yang mengalami hambatan dalam menulis permulaan. Hasil dari uji coba ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pihak guru dan sekolah dalam menyusun suatu program pembelajaran bagi anak.

Page 5 of 20 | Total Record : 192