cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2023)" : 9 Documents clear
Buku Daras Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Daarul Falah Carenang Banten Abdul Aziz; Najmudin Najmudin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peradaban unggul dimulai dengan pembentukan karakter generasi yang unggul. Orientasi utama diutusnya Nabi Muhammad ke muka bumi adalah untuk melakukan revolusi karakter manusia, khususnya bangsa Arab. Ini pula yang disabdakan Nabi  Muhamad Saw.  Karena itu, disadari atau tidak, karakter yang baik dan unggul akan berdampak kepada kebaikan segalanya di alam semesta ini. Membumikan pendidikan karakter untuk generasi muda amat penting, untuk mewujudkan peradaban yang baik di masa depan, Agar terlahir di nanti generasi yang memiliki moralitas yang tinggi, berbudi pekerti, dan berakhalakul karimah. Pendidikan karakter berorientasi untuk menanamkan nilai-nilai positif terhadap generasi bangsa dan menjauhkan mereka dari prilaku-prilaku buruk dalam kehidupan mereka di masa yang akan datang. Karena pribadi yang baik akan membawa kemaslahatan dalam bidang apapun, baik politik, hukum, tatanan ekonomi dan lainnya.
Suasana Bahagia Dalam Rumah Tangga Sebagai Faktor Terbentuknya Karakter Relegius Bagi Anak Suaidi Suaidi; Sujai Saleh
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebahagiaan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Kebahagiaan sebagai indikator tercapainya segala cita-cita dan  tujuan akhir dalam kehidupan rumah tangga. Kebahagiaan sebagai pintu masuk untuk meraih berbagai kesuksesan, baik  memperoleh kesejahteraan maupun kesuksesan yang diraih oleh anak. Begitu urgennya kebahagiaan, kalau dihadapkan pada dua pertanyaan  apakah memilih bahagia atau bersedih, dapat dipastikan jawabannya adalah memilih bahagia.            Legalisasi  kebahagiaan termaktub dalam  pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, bahwa   Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kebahagiaan yang dirasakan oleh pasangan suami isteri tidak akan terlepas dari anugerah Allah, SWT yang patut disyukuri. Suasana bathin yang tenteram  sebagai prasyarat  meraih kesuksesan  hal lainnya sebagai pelengkap kebahagiaan.            Anak bagi pasangan suami isteri sesuatu  yang didambakan kehadirannya, statusnya sebagai bagian dari  kebahgiaan. Kebahagiaan yang hakiki adalah tenteramnya suasana bathin dalam kondisi apapun, dan suasana itu tidak bisa diraih tanpa mengisi rohani dengan ajaran agama secara maksimal. Maka, internalisasi ajaran agama dan pola hidup yang relegius merupakan bagian tepenting dalam meraih kebahagian. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terhadap korelasi antara suasana bahagia dengan terwujudnya karakter relegius bagi anak.            Pola hidup religius dalam keluarga diperlukan keteladanan orang tua dan harus dilakukan secara bersamaan sehingga akan menjadi pembiasaan dan pada gilirannya menjadi karakter.
Pendidikan Karakter Religius Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Melalui Program Bina Masjid Kampus Bangkit Wardatul Ilmiah; Rasnam Rasyidi; Nanah Sujanah; Boti Murda’ah; Istinganatul Ngulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter religious adalah satu diantara 18 karakter yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa. Karakter religious akan dianggap berhasil apabila bisa  menampilkan sikap yang sesuai dengan pedoman agama, sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain, program bina masjid kampus bangkit dilakukan dengan pembiasaan lima program,  pertama, Pembiasaan Shalat Dhuha,  kedua, Tilawah dan Tadabbur Al-Quran, ketiga, Mengumandangkan Adzan dan Iqomah, keempat, Membersihkan Area Masjid Dan Mukena, dan kelima Sholat Berjamaah di Masjid.
Implikasi Dan Implementasi Pendidikan Karakter Di Era 4.0 Ma'zumi Ma'zumi; Sujai Sujai; Ima Maisaroh
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implikasi dan implementasi nilai-nilai karakter inti dilakukan secara terpadu melalui jalur monolitik dan jalur terintegrasi baik kurikuler, kokurikuler maupun ekstrakulrikuler, melaui strategi pembelajaran moral knowing, moral loving, dan moral doing. Diharapkan terbentuknya kebiasaan berfikir (peserta didik memiliki pengetahuan, kemauan dan keterampilan dalam berbuat kebaikan) dan pemahaman yang komprehensif menghasilkan anak didik yang memiliki karakter yang kuat dalam arti memiliki ketangguhan dalam keilmuan, keimanan, dan perilaku salih, baik secara pribadi maupun sosial. Pendidikan karakter yang amanahkan oleh Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, adalah sekolah atau lembaga pendidikan. Kini kita dihadapkan pada era 4.0. Era digitalisasi. Bagaimana implikasi dan implementasi pendidkan karakter di era 4.0? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengidentifikasi implikasi dan implementasi pendidikan karakter di era 4.0. Sebagai temuan, selama masa pandemik Covid -19, belajar secara daring dan keluarga menjadi lingkungan dan teman belajar. Keluarga menjadi garis start internalisasi dan habituasi nilai-nilai karakter diantara delapan belas nilai yang bersumber dari Agama, Pancasila, Budaya, dan tujuan Pendidikan Nasional, yaitu: Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Secara implikatif dan implementatif, peserta didik dapat mendayafungsikan kemampuan kognisinya, afeksinya dan psikomotoriknya dalam kesalilhan perilaku. Ketiganya berhubungan secara resiprokal dan berkesinambungan.
Praktik Pengajaran dan Pemertahanan Bahasa Jaseng di SDN 13 Kota Serang Banten Ida Mursidah; Humaeroh Humaeroh
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Praktik Pengajaran Bahasa Jaseng di SDN 13 Kota Serang dan untuk mengetahui peran pemerintah, dan masyarakat dalam melestarikan bahasa daerah yaitu bahasa Jawa Serang Banten. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menjawab masalah bagaimana praktik pengajaran bahasa Jaseng di SDN 13 Kota Serang.dan bagaimana peran serta pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan Bahasa Jaseng Jawa Serang Banten. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket bagi peserta didik. Penelitian ini menemukan bahwa Praktik pengajaran bahasa Jaseng di SDN 13 Kota Serang masih sangat minim karena hanya dipelajari selama dua jam pelajaran saja selama satu minggu dan belum didukung dengan jumlah SDM yang professional. Peserta didik belum menggunakan Bahasa Jaseng Banten dalam percakapan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah ataupun di lingkungan rumah. Bahasa Jaseng Banten susah dipelajari, karena tidak adanya pembiasaan berbahasa Jaseng di rumah,. Hal ini semestinya dapat dipadukan dengan adanya kerjasama pemerintah daerah, orang tua peserta didik atau masyarakat umumnya melalui pembiasaan penggunaan Bahasa Jaseng Banten. Karena kurikulum dan buku ajar yang digulirkan berdasarkan Peraturan Walikota tentang muatan lokal pembelajaran bahasa Jaseng bila tidak ada ruang dan waktu untuk mempraktekkan penggunaan Bahasa Jaseng Banten bagi peserta didik di lingkungan keluarga, maka akan memberikan hasil kurang sempurna dalam pelestarian bahasa Jaseng (Jawa Serang) Banten.
Persepsi dan Pengamalan Moderasi Beragamat dalam Mengembangkan Sikap Sosio-Religius dan Toleransi Beragama di Perguruan Tinggi Umum Iwan Ridwan; Abdurrahim Abdurrahim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikelnininbertujuannuntuk (1) Mengetahui persepsi dan pengamalan moderasi beragama di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, (2) mengetahui pemahamannmoderasi tberagamanyang diajarkanwtdin Universitasw Sultan Ageng Tirtayasa, (3) Mendeskrifsikan pengamalan moderasi beragama dalam mengembangkan sikap sosio-religiusndan toleransinberagama dinUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa, (4)nMengetahui dampaknpengamalan moderasinberagamandalam mengembangkan sikapnsosio-religiusndan toleransinberagama di UniversitastSultan AgengnTirtayasa. Metodenpenelitian yangndigunakan dalam artikel ini yaitunmetode kualitatifndengan jenisnpenelitian studinkasus. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam. Adapun Teknik analisis data meliputi penyajian data, kondensasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (a) Pengamalan moderasi beragama di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa diharapkan terciptanya situasi, kondisi dan suasana kampus yang damai dan harmonis, mempersedikit gesekan dan konflik antar mahasiswa yang berlatar belakang agama, suku, ras yang beragam, (b) Memberikan penguatan kepada mahasiswa tentang moderasi beragama dengan wawasan kemoderatan untuk mengembangkan sikap sosio-religius dan toleransi, (c) Dampak dari pengamalan moderasi beragama di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa secara umum membentuk pemahaman mahasiswa agar bersikap toleran dan moderat.
Budaya Sekolah dan Efektivitasnya Terhadap Karakter Religius Peserta Didik Najmudin Najmudin; Syihabudin Syihabudin; Ma'zumi Ma'zumi; Jakaria Jakaria; Faisal Amri
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya sekolah terhadap karakter religious peserta didik. Objek penelitian ini adalah peserta didik SMA Swasta Pondok Pesantren Modern Assa’adah Cikeusal Serang Banten. Jumlah sampel sebesar 100 orang peserta didik SMAS Pondok Pesantren Modern Assa’adah, yang diambil berdasarkan teori sampling Ferdinand. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif-deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan angket. Data diolah dengan menggunakan software SPSS versi 23. Analisis data menggunakan metode regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa budaya sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter religious peserta didik di Pondok Pesantren Modern Assa’adah. Pengaruh yang diberikan variabel budaya sekolah terhadap karakter religious peserta didik sebesar 32,6 %, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Mengenal Karakteristik Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar Siti Muhibah; Rt. Bai Rohimah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banten dihuni oleh salahsatu suku yang cukup unik yaitu suku Baduy. Mereka merupakan suku yang terisolir dan mengasingkan diri dengan pola kehidupannya yang patuh terhadap hukum adat. Namun seiring berjalannya waktu, banyak wisatawan yang datang ke wilayah suku Baduy dan tanpa disadari Budaya luar telah masuk mempengaruhi kehidupan mereka sehingga suku baduy telah terpecah dan memunculkan suku Baduy dalam dan suku baduy luar. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui profil suku Baduy dalam dan baduy luar, (2) untuk mengetahui karakteristik suku baduy dalam dan baduy luar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif (qualitative research) dengan pendekatan yang bersifat deskriptif dan eksplanatoris. Pendekatan deskriptif berupaya menjawab “apa” yang terjadi, sedangkan eksplanatoris menjawab “Mengapa” dan “Bagaimana”, yang kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik suku Baduy Dalam adalah: (1) suku yang taat mengikuti adat kepu’unan dan fanatik terhadap kepercayaannya,  (2) tinggal di dalam hutan dan belum terpengaruh budaya luar, (3) Menolak teknologi dan modernisasi, (4)  selalu mengenakan pakaian berwarna putih serta mengenakan ikat kepala putih yang ditenun sendiri. Sedangkan karakteristi suku baduy luar adalah: (1) suku baduy yang keluar dari adat istitiadat kepu’unan, (2) Sudah terkontaminasi budaya luar sehingga sudah menggunakan alat-alat modern, (3) Mereka sering melakukan perjalanan panjang ke luar daerah berhari-hari berjalan kaki pulang pergi, (4) selalu mengenakan baju  hitam lengkap dengan ikat kepala, telanjang kaki, serta menyangklek koja dipundaknya.
Karakter Keagamaan Masyarakat Multikultural Rt Bai Rohimah; Achmad Hufad; Suroso Mukti Leksono; Ajat Muslim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji karakteristik dan identitas kultural, serta ritual sosial keagamaan masyarakat kota Serang. Penelitian yang digunakan adalah dengan metode ethnografi antropologis. Dalam menganalisa data, peneliti menggunakan pendekatan fungsional-struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski masyarakat yang berada di kota Serang dikategorikan masyarakat multikultur, namun mereka masih menjalankan tradisi keagamaannya. Ada beberapa hal yang mempengaruhi keharmonisan ini, diantaranya adalah faktor pemahaman agama dari masing-masing individu, latar belakang pendidikan serta hubungan sosial masyarakatnya. Bagi warga kota Serang, karakteristik-karakteristik khas dalam balutan tradisi memiliki makna yang positif sebagai kearifan lokal dan memiliki nilai-nilai religius yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 9