cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)
ISSN : 25411462     EISSN : 25491717     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) publishes the research relate to the development of social studies and Overseas Education as a form of intellectual property. This journal is published 2 times a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
MODAL SOSIAL SEBAGAI KEKUATAN LEMBAGA DALAM MENINGKATKAN KERJASAMA BERWIRAUSAHA Rinda Matilda; Herlina Siregar; Mochamad Naim
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v6i1.11423

Abstract

MODAL SOSIAL SEBAGAI KEKUATAN LEMBAGA DALAM MENINGKATKAN KERJASAMA BERWIRAUSAHA Rinda Matilda1, Herlina Siregar2, Mochamad Naim3Pendidikan Nonformal, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa123rindamatilda@gmail.com1, herlina.siregar@untirta.ac.id2 , naim@untirta.ac.id3 ABSTRAKModal sosial merupakan kumpulan arti nilai-nilai yang sifatnyakinformal dan terbagihdalam kelompokiyang sangat memungkinkan terjadinya kerjasama dan interaksimdiantaranya, sehinggaumemaksimalkan sumber daya yang dimilikinya seperti kepercayaan, nilai dan norma serta kekuatan menggerakan dalam strukturbhubungan sosial untuk mencapai tujuan individu atau kelompok secara efektif dankefisien. Berkaitan dengan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan yaitu: 1) untuk mengetahui modal sosial Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) dalam meningkatkan kerjasama berwirausaha di Kota Tangerang. 2) untuk mengetahui bentuk kerjasama anggota Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) di Kota Tangerang. 3) untuk mengetahui peran modal sosial dalam meningkatkan kerjasama antar anggota Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) di Kota Tangerang. Bila dilihat dari analisis dan jenis datanya, maka penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif, menggunakan pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 4 pengurus FKP Kota Tangerang dan 6 anggota FKP Kota Tangerang. Adapun hasil dari penelitian ini adalah FKP kota Tangerang selalu menanamkan nilai-nilai kekeluargaan, pengabdian, saling menyemangati, serta toleransi satu sama lain dan bekerjasama dengan FKP di Indonesia, dinas dan instansi pemerintah serta komunitas lain. Kerjasama yang dilakukan FKP kota Tangerang yaitu menjalankan tupoksinya masing-masing serta menempatkan dan memetakan sesuai dengan jenis usaha anggota agar saling membantu dan bersinergi. Sedangkan peran yang dilakukan FKP yaitu membantu dalam meningkatkan keterampilan komunikasi, memotivasi anggota, membimbing, serta selalu memusyawarahkan dan mendiskusikan bersama.Kata kunci : berwirausaha, kerjasama, modal sosial
FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH PADA ANAK DI WILAYAH PEDESAAN (STUDI KASUS DI DESA SONOWANGI KABUPATEN MALANG) Dias Putri Yuniar
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v6i1.11428

Abstract

FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH PADA ANAK DI WILAYAH PEDESAAN (STUDI KASUS DI DESA SONOWANGI KABUPATEN MALANG) Dias Putri Yuniar1Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Trunojoyo Madura1 dias.yuniar@trunojoyo.ac.id 1 ABSTRAK Indonesia telah mencanangkan program wajib belajar 12 tahun dimulai tahun 2015, namun demikian tantangan di dunia pendidikan masih menjadi permasalahan yang perlu dicari penyebabnya agar dapat diberi solusi salah satunya adalah permasalahn putus sekolah pada usis wajib belajar (WA-JAR) di daerah pedesaan. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan penelitian studi kasus untuk mengetahui faktor-faktor penyebab anak putus sekolah usi remaja di wilayah pedesaan di Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil kajian pada Anak Putus Sekolah (APS) yang ada di Desa Sonowangi ini diketahui bahwa faktor-faktor penyebab anak putus sekolah adalah; (1) faktor keluarga, dimana keluarga merupakan role model bagi anak. pembiaran dan rendahnya motivasi yang diberikan oleh keluarga terutama orang tua dapat membuat anak tidak memiliki cita-cita dan mengandalkan orangtua dan warisan sebagai pegangan ekonomi kehidupannya. (2) faktor ekonomi, yang menjadi bagian dari faktor penyebab anak putus sekolah, bukan karena terbatasnya ekonomi orangtua namun karena merasa ekonominya cukup sehingga anak mengandalkan apa yang dimiliki oleh orang tua sebagai warisan secara turun temurun. Secara umum mansyarakat desa menganggap bahwa punya lahan atau toko sudah dapat menjadi pegangan untuk pekerjaan dan ekonominya. (3) faktor pernikahan dini, yaitu tradisi dimana menikah muda adalah solusi bagi remaja yang putus sekolah untuk memotivasi agar meraka bekerja setelah menikah dan masih tingginya persepsi manyarakat dalam menjudgment bahwa menikah usia 20an itu sudah terlambat. Alterntif kejar paket A, kejar paket B dan kejar paket C perlu diberikan dimana dirasa sesuai dengankebutuhan APS yang ada di wilayah pedesaan yang lebih membutuhkan skill untuk mengolah SDM yang ada di daerah tersebut. Kata kunci : anak putus sekolah, wilayah pedesaan
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBUATAN KITIRAN PADA KPK MEKAR JAYA DI DESA KARANGANYAR KABUPATEN JEPARA Fina Wasi’atul Maghfiroh; Sungkowo Edy Mulyono
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v6i1.11419

Abstract

PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBUATAN KITIRAN PADA KPK MEKAR JAYA DI DESA KARANGANYAR KABUPATEN JEPARA Fina Wasi’atul Maghfiroh, Sungkowo Edy MulyonoJurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP Universitas Negeri Semarangfinawm.pnf@students.unnes.ac.id , sungkowo.edy@mail.unnes.ac.id ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan, strategi, dan faktor penghambat kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di KPK Mekar Jaya Desa Karanganyar RW. 02. Tehnik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini berjumlah lima orang yaitu tiga pengrajin, satu tokoh masyarakat, satu Ketua KPK Mekar Jaya. Tehnik Analisis data menggunakan reduksi, display, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia masih belum berhasil. Pembuatan kitiran sudah dilaksanakan bertahap. Strategi yang digunakan perlu diperbaiki yaitu dari segi merek. Faktor penghambat pengembangan diantaranya: musim hujan, bambu yang kurang kering rentan ditumbuhi jamur. Terkait keamanan, kitiran masih kurang aman untuk anak-anak. Terkait lingkungan, limbah serat bambu belum ada pemanfaatannya. Kata Kunci: Pengembangan Kewirausahaan, Pembuatan Kitiran, Kelompok Pengrajin Kitiran (KPK) Mekar Jaya.
PERAN “RUMAH BACA TAMAN SEKAR” DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI ANAK MELALUI LOMBA MENULIS SURAT Nani Sintiawati
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v6i1.11424

Abstract

PERAN “RUMAH BACA TAMAN SEKAR” DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI ANAK MELALUI LOMBA MENULIS SURAT Nani SintiawatiProgram Studi Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Nusantarananisintiawati@uninus.ac.id  ABSTRAKMembaca dan menulis belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa Indonesia. Minimnya budaya baca di Indonesia dikarenakan lemahnya literasi pada anak, hal itu menyebabkan Sumber Daya Manusia bangsa ini tidak kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hadirnya Rumah Baca Taman Sekar Bandung (RB TSB) menjadi sebuah solusi bagi anak-anak wilayah perkotaan yang memiliki minat baca rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) peran RB TSB Mengembangkan Literasi Anak Melalui Lomba Menulis Surat; (2) faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi RB TSB Mengembangkan Literasi Anak Melalui Lomba Menulis Surat. Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan menggali informasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa RB TSB berperan mengembangkan literasi anak melalui perlombaan menulis surat dalam kegiatan Pesta Literasi. Dengan kegiatan menulis surat, hal tersebut dapat meningkatkan literasi membaca dan menulis, hal tersebut termasuk ke dalam kategori literasi fungsional. Adapun Faktor pendukung dalam pelaksanaan pengembangan literasi melalui lomba menulis surat adalah tingginya minat anak-anak dalam pelaksanaan kegiatan serta memberikan nilai manfaat bagi anak-anak. Sedangkan faktor penghambatnya adalah masa pandemi yang menyebabkan kurang maksimalnya penyebaran informasi dan sosialisasi kegiatan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kegiatan literasi yang dikemas menarik, melalui program-program yang dihadirkan RB TSB memiliki nilai manfaat yang baik bagi anak-anak juga masyarakat sekitar. Kata-kata kunci: rumah baca, literasi anak, menulis surat
PROFIL PENDIDIKAN ALTERNATIF PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DI KOTA SERANG BANTEN Ahmad Fauzi; Herlina Siregar
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v6i2.12897

Abstract

PROFIL PENDIDIKAN ALTERNATIF PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DI KOTA SERANG BANTEN1Ahmad Fauzi, 2Herlina Siregar1,2Pendidikan Non Formal, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa1fauzipls@untirta.ac.id, 2herlina.siregar@untirta.ac.id, ABSTRAKBegitu banyak jumlah berdirinya PKBM dikota serang dalam bentuk kuantitas, tetapi keberadaannya seperti “hidup segan mati tak mau dan akhirnya tutup dikarenakan masih begitu banyak kendala atau hambatan yang dihadapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pendidikan alternative pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di Kota Serang. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan responden adalah tutor dan pengelola PKBM. Adapun lokasi penelitian di lakukan di PKBM Abdi Pertiwi, PKBM Ummatan Wasathon dan PKBM Insan Madani. Hasil penelitian menujukkan bahwa bentuk pendidikan alternative pada PKBM diantaranya yaitu Program  yang ada sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan warga belajar. Biasanya program yang dijalankan berbasis life skill atau sesuai kebutuhan masyrakat dan warga belajar yang notabenenya berada pada usia produktif.  Kebanyakan program yang sering dilakukan adalah program pelatihan keterampilan, seperti keterampilan  menjahit, hantaran pernikahan, otomotif, computer, design grafis, bahhakn merambah hingga pada pelatihan keterampilan dalam mengolah potensi lokal seperti pelatihan pembuatan sate bandung dan tempe. Output dari program yang diselenggaran agar warga belajar PKBM memiliki pengetahuan dan keterampilan yang bisa dimanfatkan untuk meningkatkan taraf hidunya. Kata Kunci: Pendidikan Alternatif, PKBM
EFEKTIVITAS PELATIHAN POTONG RAMBUT DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJA WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) KOTA SERANG Reggy Putra P .W, Irwan Djumena Mochamad Naim
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v3i2.4893

Abstract

EFEKTIVITAS PELATIHAN POTONG RAMBUT DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJA WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) KOTA SERANG      Reggy Putra P .W, Irwan Djumena & Mochamad NaimReggyputras@gmail.com   AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan potong rambut dalam meningkatkan keterampilan kerja warga binaan di lembaga pemasyarakatan (LAPAS) Kota Serang. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan dilapangan,tentang keterampilan kerja warga binaan lapas kota serang. Masalah dalam penelitian ini adalah jumlah ruang kelas elatihan lapas serang yang terbatas, tingkat kehadiran peserta yang kurang maksimal dan alat-alat praktek yang terbatas. Untuk itu pada penelitian ini, peneliti secara khusus mengkaji masalah  (1) 1.Bagaimana proses Pelatihan Potong Rambut dalam Meningkatkan Keterampilan Kerja Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kota Serang?; (2) 2. Bagaimana Efektivitas Pelatihan Potong Rambut dalam Meningkatkan Keterampilan Kerja Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kota Serang?; (3) 3. Faktor pendukung dan penghambat Pelatihan Potong Rambut dapat Meningkatkan Keterampilan Kerja Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kota Serang? Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui Proses Pelatihan Potong Rambut dalam Meningkatkan Keterampilan Kerja Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kota Serang., mengetahui 2. Efektivitas Pelatihan Potong Rambut dalam Meningkatkan Keterampilan Kerja Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kota Serang., serta 3. Faktor Pendukung dan Penghambat Pelatihan Potong Rambut dalam Meningkatkan Keterampilan Kerja Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kota Serang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, agar lebih tergambar jelas dalam penulisan hasil dari penelitian tersebut. dan untuk mengetahui hasil dari penelitian, peneliti menggunakan kisi-kisi instrument, pedoman observasi, pedomanan wawancara dan dokumentasi. Hasil dan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah  (1 Pelatihan potong rambut dalam meningkatkan keterampilan kerja warga binaan di lembaga pemasyarakatan (LAPAS) Kota Serang terdiri dari tiga tahap, perencanaan, peleaksanan dan evaluasi . (2) pelatihan ini sudah dapat dikatakan efektif. Dari 20 orang peserta yang mengikuti program pelatihan, 10 diantaranya dinyatakan keterampilan kerja meningkat  dan dinyatakan lulus karena  peserta sudah membuka jasa potong rambut di lapas dan mempunyai keterampilan, dan program ini sangat bermanfaat bagi peserta dari segi pekerjaan. (3) tutor/instruktur yang dipilih pada pelatihan ini sudah ahli dan berpengalaman di bidang potong rambut jadi memudahkan peserta dalam menerima materi karena tutornya berkompeten sedangkan faktor penghambatnya Sedangkan faktor penghambat dalam program pelatihan potong rambut ini yaitu ruang kelas yang kurang memadai.menjadikan kuota peserta menjadi sedikit. Sehingga tidak semua warga binaan bisa merasakan dan mengikuti pelatihan potong rambut..Kata kunci: Efektivitas, Keterampilan Kerja
WIRAUSAHA HOME INDUSTRI MEBEL DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN EKONOMI KELUARGA Rizqi Yulida Evitasari, Bagus Kisworo
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v5i1.8095

Abstract

WIRAUSAHA HOME INDUSTRI MEBEL DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN EKONOMI KELUARGA  1Rizqi Yulida Evitasari, 2Bagus Kisworo 12Jurnal Pendidikan Luar Sekolah FIPUniversitas Negeri Semarang  1yulidarizqi234@gmail.com, 2bagus.kisworo@mail.unnes.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga di Desa Krapyak Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara melalui CV. Republic Furniture. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan menggunakan triangulasi sumber, metode, dan teori. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa warga sekitar mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya dan bagi perusahaan itu sendiri mendapatkan keuntungan dengan berdirinya Home Industri tersebut karena dapat menyerap banyak tenaga kerja sehingga warga sekitar mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Sedangkan untuk limbah yang dihasilkan oleh Home Industri tersebut berdampak pada lingkungan. Kata kunci : Wirausaha, CV. Republic Furniture
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN ANDRAGOGI PADA PELATIHAN PEMBUATAN TAHU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA DI PKBM AL-ISHLAH PABUARAN RANGKASBITUNG Indri Yusnia Nisa; Sudadio Sudadio; Herlina Siregar
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7311

Abstract

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN ANDRAGOGI PADA PELATIHAN PEMBUATAN TAHU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA DI PKBM AL-ISHLAH PABUARAN RANGKASBITUNG  Indri Yusnia Nisa, Sudadio, Herlina SiregarPendidikan Non Formal Fakultas Keguruan Dan Ilmu PendidikanUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa  Indrye97@gmail.com, Dr.Dio@untirta.co.id, herlina.siregar@untirta.ac.id  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Model Pembelajaran Andragogi Pada Pelatihan Pembuatan Tahu Untuk meningkatkan kemampuan Berwirausaha Di PKBM AL-Ishlah Pabuaran Rangkasbitung. Dilatar belakangi oleh faktor pendidikan yang rendah, minimnya modal untuk pengembangan. Fokus penelitian ini yaitu 1) Bagaimana implementas model pembelajaran andragogi pada  pelatihan pembuatan tahu untuk meningkatkan kemampuan berwira usaha di PKBM AL-Ishlah Pabuaran Rangkasbitung? 2) Bagaimana hasil implementas model pembelajaran andragogi pada pelatihan pembuatan tahu untuk meningkatkan kemampuan berwira usaha?. 3) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat implementas model pembelajaran andragogi pada pelatihan pembuatan tahu untuk meningkatkan kemampuan berwira usaha di PKBM AI-Ishlah Pabuaran Rangkasbitung?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif, agar lebih tergambar jelas dalam penulisan hasil dari penelitian tersebut. Dan untuk mengetahui hasil dari penelitian, peneliti menggunakan kisi-kisi instrumen, pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah dari hasil wawancara dengan 2 orang tutor 7 orang peserta pemberdayaan. Hasil penelitian yang dapat penulis simpulkan yaitu. 1) implementasi model pembelajaran andragogi pada pelatihan pembuatan tahu untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha di PKBM Al-Ishlah Pabuaran Rangkasbitung. adanya penyampaian materi dari tutor/instruktur pelatihan sesuai materi yang sudah disepakati bersama, dan pelaksanaan pelatihan dilakukan di pabrik tahu karena untuk pelatihan pembuatan tahu kerja sama dangan pihak pabrik tahu, kemudian adanya tanya jawab atau diskusi guna memberikan pemahaman penuh terhadap peserta dalam materi yang sudah dibahas.2)Hasil implementasi model pembelajaran andragogi pada pelatihan pembuatan tahu dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha (PKBM) Al-Ishlah Rangkasbitung.dapat di simpulkan  peserta pelatihan mengetahui dan memahami materi tentang pembuatan tahu dari mulai menyiapkan bahan, membuat tahu dan sampai memasarkan produk tahu. Kemampuan peserta pelatihan dalam mengaplikasikan materi yang sudah diajarkan, dapat dilihat dari cara peserta mengaplikasikan tata  cara pembuatan tahu dengan baik dan benar serta mampu berwirausaha dengan baik..3 Faktor Pendukung dan faktor penghambat implementasi model pembelajaran andragogi pada pelatihan pembuatan tahu dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha (PKBM) Al-Ishlah Rangkasbitung. faktor pendukung dalam pelatihan ini keinginan peserta untuk memiliki kemampuan membuat tahu dan kemampuan untuk berwirausaha mandiri, tutor yang berkompeten, alat dan bahan yang lengkap. Kata kunci: Implementasi Model Pembelajaran, Pelatihan Pembuatan Tahu, Usaha Mandiri.
PENERAPAN PENDEKATAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR JAMA’AH MAJELIS TAKLIM ROUDOTUL MUKTASIDIN DI DESA MUNCANGKOPONG KECAMATAN CIKULUR KABUPATEN LEBAK-BANTEN Supenti, Sholih & Nandang Faturrohman
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i1.6278

Abstract

PENERAPAN PENDEKATAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR JAMA’AH MAJELIS TAKLIM ROUDOTUL MUKTASIDIN DI DESA MUNCANGKOPONG KECAMATAN CIKULUR KABUPATEN LEBAK-BANTEN  PENDIDIKAN LUAR SEKOLAHFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA Supenti, Sholih, Nandang Faturrohmansupentipnf@gmail.com, sholihpls@gmail.com   Nandangfaturohman@untirta.ac.id  ABSTRAK Pendidikan orang dewasa merupakan seluruh proses pendidikan yang terorganisasi dengan berbagai bahan belajar, tingkatan dan metoda. Dengan melalui proses pembelajaran yang sistematis dan berkelanjutan, bertujuan untuk mencapai perubahan pada ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka menarik bagi peneliti utuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan: (1) Bagaimana penerapan pendekatan pendidikan orang dewasa dalam meningkatkan motivasi belajar jama’ah majlis Taklim Roudotul Muktasidin (2) Bagaiman hasil pembelajaran dari pendekatan pendidikan orang dewasa dalam meningkatkan motivasi belajar jama’ah majelis taklim Roudotul Muktasidin di Desa Muncangkopong (3) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat pendekatan pendidikan orang dewasa dalam meningkatkan motivasi belajar jama’ah majlis taklim Roudotul Muktasidin. Apabila dilihat dari analisis dan jenis datanya, Pendekatan yang digunakan dari penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun teknik dan pedoman pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini berjumlah 9 orang, yaitu 1 orang ustadz sebagai penceramah, dan 8 orang jama’ah majelis taklim. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa (1) Penerapan pendekatan pendidikan orang dewasa di majelis taklim Roudotul Muktasidin ini dinyatakan sesuai dengan yang diharapkan, dapat dilihat melalui pendekatan yang berpusat pada masalah, pendekatan proyektif, pendekatan appersepsi-interaksi serta pendekatan perwujudan diri sendiri. (2) Hasil pembelajaran dari pendekatan pendidikan orang dewasa di majelis taklim Roudotul Muktasidin ini telah dilaksanakan dengan baik dan cukup sesuai dengan yang diharapkan dengan melalui ranah kognitif, afektif dan psikomtoror. (3) Faktor yang mendukung kegiatan di majelis taklim Roudotul Muktasidin  yaitu waktu kegiatan, rasa keingintahuan yang tinggi, keinginan untuk memperbaiki diri. Sedangkan faktor penghambatnya adalah lemahnya motivasi, sulit melupakan kebiasaan, daya ingat yang kurang baik serta sarana dan prasarana yang kurang memadai.  Kata kunci: Pendekatan, Pendidikan Orang Dewasa, Motivasi Belajar
PERAN TUTOR DALAM MENGEMBANGKAN MOTIVASI BERPRESTASI WARGA BELAJAR PAKET C DI PKBM DHARMA BEKTI KECAMATAN CIBINONG BOGOR Asri Maudyna Fatma
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v3i2.4898

Abstract

PERAN TUTOR DALAM MENGEMBANGKAN MOTIVASI BERPRESTASIWARGA BELAJAR PAKET C DI PKBM DHARMA BEKTIKECAMATAN CIBINONG BOGOR Asri Maudyna Fatmaasri.maudyna.97@gmail.comUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) Peran tutor mengembangkan motivasi berprestasi warga belajar paket C di pusat kegiatan belajar masyarakat Dharma Bekti (2) Motivasi berprestasi warga belajar paket C di pusat kegiatan belajar masyarakat Dharma Bekti (3) Faktor pendukung dan faktor penghambat yang turut serta dalam mempengaruhi motivasi berprestasi warga belajar paket C di pusat kegiatan belajar masyarakat Dharma Bekti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, artinya penelitian dilakukan untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai faktafakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif didasarkan pada data yang diperoleh melalui : (1) Observasi (2) Wawancara (3) Studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tutor telah menjalankan perannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi seorang tutor atau guru sebagai informator, organisator, motivator, pengarah atau pembimbing, inisiator, fasilitator, mediator, dan evaluator. (2) Motivasi yang timbul dalam diri individu warga belajar paket C menunjukkan kesesuaian dengan karakteristik motivasi berprestasi yaitu suka mengambil risiko, memerlukan umpan balik, memperhitungkan keberhasilan dan menyatu dengan tugas. Setelah motivasi berprestasi warga belajar dikembangkan dan dikuatkan, dapat menghasilkan kualitas hasil belajar yang baik. Warga belajar secara aktif mengikuti proses pembelajaran namun dengan kemampuan berpikir yang berbeda-beda, hasil belajar yang dimiliki pun bergantung kemampuan warga belajar itu sendiri. (3) Tidak adanya kesempurnaan dalam segala sesuatu, berkaitan pula dengan kegiatan pembelajaran kesetaraan paket C yang memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat yang diantaranya adalah sumber belajar, sarana dan psarana, waktu, dana dan motivasi.Kata Kunci : Peran Tutor, Motivasi Berprestasi, Hasil Belajar

Page 9 of 18 | Total Record : 179