cover
Contact Name
Siti Maryam Munjiat
Contact Email
sitimaryammunjiat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sitimaryammunjiat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Tarbawi Al Haditsah
ISSN : 24076805     EISSN : 25806505     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah berkala terbuka yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah terseleksi dengan frekuensi penerbitan 2 kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. fokus kajian bertemakan pendidikan agama islam dari beragam aspek, baik metode dan teknik Pembelajaran, media dan desain pembelajaran hingga materi dan kurikulum pembelajaran pendidikan agama islam. AL-TARBAWI AL-HADITSAH menganut standar publikasi berkala ilmiah nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016)" : 10 Documents clear
PENGARUH PENGGUNAAN BUKU PAKET KURTILA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII MTs AL-HIDAYAH DUKUPUNTANG KECAMATAN SUMBER KABUPATEN CIREBON Atun Shofiyatun; Nurlela Nurlela; Nawawi Nawawi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1234

Abstract

Buku paket Kurtilas Akidah Akhlak bisa diartikan lembaran-lembaran yang digunakan oleh peserta didik sebagai pedoman dalam proses pembelajara, serta berisi tugas yang dikerjakan oleh peserta didik baik berupa soal maupun kegiatan yang akan dilakukan oleh peserta didik. Prinsipnya buku paket Akidah Akhlak kurtilas tidak dinilai sebagai dasar perhitungan rapot, tetapi hanya diberi penguat bagi yang berhasil menyelesaikan tugasnya serta diberi bimbingan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan, mengandung permasalahan sehingga peserta didik dapat mengembangkan pola pikir mereka dengan memecahkan permasalahan tersebut. Buku Paket Kurtilas mata pelajaran Akidah Akhlak merupakan salah satu media pengajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar diMTs Al-Hidayah Dukupuntang. Diharapkan penggunaan buku kurtilas mata pelajaran Akidah Akhlak dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII di MTs Al-Hidayah Dukupuntang.Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui penggunaan buku paket kurtilas mata pelajaran Akidah Akhlak, prestasi belajar yang  diperoleh siswa kelas VII serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara kedua variabel tersebut.Kerangka pemikiran skripsi ini adalah bahwa media pengajaran berupa Buku paket kurtilas mata pelajaran akidah akhlak dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.Metode penelitian skripsi ini adalah metode penilitian kuantitatif dengan mendekatkan empirik dan menggunakan teknik pengumpulan data yang terdiri atas observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket.Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa: Penggunaan buku paket kurtilas mata pelajaran akidah akhlak tergolong baik, tebukti dari hasil angket yang diberikan kepada siswa menunjukan nilai 70,31% (Baik), prestasi belajar mata pelajaran akidah akhlak siswa kelas VII MTs Al-Hidayah Dukupuntang tergolong cukup, tebukti dari hasil raport yang diberikan kepada siswa menunjukan nilai 73,07% (Cukup). Dan adapun pengaruh buku paket kurtilas mata pelajaran akidah akhlak terhadap prestasi belajar siswa kelas VII MTs Al-Hidayah Dukupuntang menunjukan adanya korelasi yang positif. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan nilai korelasi sebesar 0,001 pada penilitian produc moment yang berada pada jarak 0.000-0.200 dengan korelasi sangat rendah.Kata Kunci :kurtilas, aqidah akhlak
PERAN KELUARGA BURUH BATIK DALAM MENGURANGI KENAKALAN REMAJA USIA 13-16 TAHUN RT/RW 09/03 DI DESA WOTGALI KECAMATAN PLERED KABUPATEN CIREBON Fathonah Fathonah; Suteja Suteja; Akhmad Affandi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1240

Abstract

Berdasarkan pengamatan ditemukan bahwa keluarga di Desa Wotgali Rt/Rw 09/03 Kec. Plered Kab. Cirebon telah sepenuhnya memberikan bimbingan dan pengarahan terhadap anak terlebih mengenai akhlak dan keagamaannya. Akan tetapi masih beberapa anak yang memang memiliki akhlak yang kurang baik pada usia 13-16 tahun dengan berbagai faktor-faktor tertentu.Penelitian  ini  bertujuan  untuk:1.Untuk  Memperoleh  Data  Tentang  Peran Keluarga Buruh Batik Terhadap Remaja Usia 13-16 Tahun Di Rt/Rw: 09/03 Desa Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon 2. Mengetahui Kenakalan Remaja Usia 13-16 Tahun Di Rt/Rw 09/03 Desa Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. 3. Mengetahui Faktor Penyebab Kenakalan Remaja Usia 13-16 Tahun Rt/Rw 09/03 Di Desa Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon 4. Upaya Keluarga Buruh Batik Dalam Mengurangi Kenakalan Remaja Usia 13-16 Tahun Di Rt/Rw: 09/03  Desa Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon.Keluarga merupakan sekolah pertama dalam pembinaan akhlak atau moral anak sebagai tempat dan proses pergaulan hidup, baik buruknya struktur keluarga sangat menentukan baik buruknya perilaku dan karakter anak dan remaja. Kenakalan remaja sebagai tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma bahwa kenakalan remaja suatu tindakan anak muda yang dapat merusak dan mengganggu baik terhadap diri sendiri maupun orang lain seperti: Minuman keras, Narkoba, Merokok, Pacaran diluar batas kewajaran, Pencurian, Penganiayaan, Pembunuhan dan lain-lain.Metode  penelitian  ini  dengan tekhnik in-depth intervieu  (wawancara mendalam)  dan  observasi (Pengamatan langsung). Selanjutnya hasil intervieu dianalisis dengan analisis kualitatif deskritif, yaituproses analisis yang mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif.Dari  hasil  penelitian  dapat  disimpulkan  bahwa  peran  keluarga di Desa Wotgali Rt/Rw 09/03 Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon telah menjalankan dengan baik peran sebagai sebagai teladan yang baik, pemberi motivasi bagi kelangsungan kehidupan anaknya, memenuhi kebutuhan dasar manusia (fisiologi dan psikis) dan pendidik yang mampu mengatur dan mengenal anak.Kenakalan Remaja yang terjadi di lokasi penelitian meliputi minuman keras, merokok dan pacaran. Dan faktor-faktor penyebab kenakalan remaja di desa Wotgali meliputi faktor internal, yaitu lemahnya pertahanan diri dan faktor eksternal yang meliputi: kondisi lingkungan keluarga, keadaan ekonomi keluarga dan pengaruh pergaulan teman sebaya.  Adapun upaya dalam meminimalisir kenakalan remaja meliputi: pengajian yang disampaikan dengan materi fikih, akidah dan akhlak dan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab; kerjasama keluarga, pemeritah desa dan masyarakat, dan kegiatan alternatif di luar rumah.Kata Kunci : Peran Keluarga, Kenakalan Remaja 
KONSEP PENDIDIKAN MORAL IMAM AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA Didi Supardi; Abdul Ghofar
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1235

Abstract

Pemikiran Imam al-Ghazali tentang pendidikan moral mempunyai relevansi dengan kehidupan pada masa sekarang atau relevan jika diimplementasikan pada masa sekarang. Imam al-Ghazali dalam menyusun sistem pendidikan moralnya, mengarah kepada satu tujuan, yaitu Allah SWT. Tujuan dapat dicapai melalui taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT hingga menjadi insan kamil yang membuat manusia berbahagia di dunia dan di akhirat. Tujuan ini sangat relevan dengan tujuan pendidikan agama Islam yang membimbing peserta didik untuk memahami nilai-nilai Islam untuk pegangan hidupnya. Jadi konsep pendidikan moral al-Ghazali bersifat dinamis dan dapat diimplikasikan nilai-nilai dari konsep pendidikan moral tersebut pada zaman kekinian dan relevan dengan pendidikan agama Islam di Indonesia. Kata kunci: Moral, Pendidikan Agama Islam
HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DENGAN KEPEDULIAN SOSIAL SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 DARMA DESA CIPASUNG KECAMATAN DARMA KABUPATEN KUNINGAN Hasanudin Hasanudin; Wawan Ahmad Ridwan; A. Syathori
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1241

Abstract

Pendidikan Agama Islam sangat penting ditanamkan kepada setiap anak didik sejak dini. Secara umum pendidikan merupakan sebuah proses transformasi yang  dilakukan oleh seseorang atau masyarakat ke generasi berikutnya, serta dilaksanakan secara sengaja, teratur dan dapat diukur, atau diketahui hasilnya, baik itu dari pendidikan formal maupun informal sehingga mereka dapat tumbuh secara intelektual, berakhlak mulia, serta memiliki sikap hidup yang baik sehingga mampu menjalin silaturahmi, saling menghormati, menghargai, gemar  membantu orang  lain, dan  ikut merasakan kesusahan yang dialami oleh orang lain.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), kepedulian sosial siswa, dan hubungan prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan kepedulian sosial siswa Kelas XI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Darma Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Penelitian ini bertolak dari pemikiran dasar bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dicapai dengan cara pembelajaran yang baik, memberikan contoh kepada siswa, dan menerapkan metode yang menarik dalam pembelajaran.  Dari hasil analisis data dapat diperoleh kesimpulan bahwa prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Darma Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan dalam kategori Baik dengan skor sebesar 78%, kepedulian sosial siswa kelas XI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Darma Desa Cipasung Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan dalam kategori Baik dengan skor sebesar 78,02%, dan hasil korelasi antara prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan kepedulian sosial siswa kelas XI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Darma Desa Cipasung Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan dapat diperoleh rxy sebesar 0,573 dalam kategori Sedang terletak antara 0,400 sampai dengan 0,599 sehingga dapat interpretasi yaitu terdapat keterhubungan yang Sedang antara prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan Kepedulian Sosial Siswa Kelas XI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Darma Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Kata Kunci : Prestasi Belajar, PAI
Orientasi Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam Kurikulum 2013 Perspektif Thomas Lickona Anisatul Azizah; Muslihudin Muslihudin; Suteja Suteja
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1231

Abstract

Seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles mendefinisikan karakter yang baik sebagai kehidupan dengan melakukan tindakan-tindakan yang benar sehubungan dengan diri seseorang dan orang lain. Kehidupan yang berbudi luhur termasuk kebaikan yang berorientasi pada diri sendiri (kontrol diri) sebagaimana halnya dengan kebaikan yang berorientasi pada hal lainnya (kemurahan hati dan belas kasihan), dan kedua jenis kebaikan ini saling berhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan karakter perspektif Thomas Lickona, mengetahui konsep Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013 dan mengetahui Perspektif Thomas Lickona dalam Pendidikan Karakter pada Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter menurut Thomas Lickona, memiliki tiga komponen karakter yang saling berhubungan: pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral. Pendidikan karakter menurut Thomas Lickona dan dalam kurikulum 2013 mempunyai relevansi, dalam standar isi yang membahas sikap, tertuang dalam KI-1 yakni tentang spiritual dan KI-2 tentang sosial, dan  dalam Kompetensi Dasar (KD). KD pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas X, XI dan XII dalam Kurikulum 2013, Komponen dan KD yang menunjukkan keselarasan antara Thomas Lickona dengan Kurikulum 2013 yakni, pengetahuan moral: menghayati, perasaan moral: meyakini, dan tindakan moral: menunjukkan sikap hormat, jujur.Kata Kunci : Orientasi, Pendidikan Karakter
KOMPETENSI AKADEMIS DAN SPIRITUAL PENDIDIK MENURUT IMAM AL-GHAZALI Telaah Isi Kitab Ihya’ Ulum al-Din Juz I (Satu) Erna Erlina; Suteja Suteja; Akhmad Afandi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1236

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan pemikiran imam al-Ghazali tentang kompetensi akademis dan spiritual pendidik, serta kesesuaian pemikiran imam al-Ghazali di Era Globalisasi. Langkah-langkah penelitian yang ditempuh dalam penelitian ini adalah menggunakan data teoritik yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, deskripsi serta kesimpulan dan verifikasi terhadap sumber data baik data primer maupun data skunder. Hasil dari  penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti yaitu: 1) Kompetensi akademis pendidik yang terangkum dalam kitab Ihya’ Ulumuddin juz I (satu) karangan imam al-Ghazali yaitu, Memberikan nasehat kepada peserta didik agar mencapai tujuan, Melarang peserta didik agar tidak memiliki akhlak tercela, dan Memberikan pengetahuan sesuai kadar pemahaman anak didik. 2) Kompetensi spiritual pendidiknya yaitu: Memberikan kasih sayang terhadap anak didik, Mengikuti jejak Rasulullah dalam tugas dan kewajibannya, Menghormati rekan sejawat dan Menjadi teladan bagi anak didik. 3) Kesesuaian pemikiran imam al-Ghazali di era globalisasi mengenai kompetensi akademis dan kompetensi spiritual pendidik sesuai dengan kode etik guru Indonesia yang tercantum pada bagian Nilai-nilai Dasar dan Nilai-nilai Operasional Pasal 5 dan Pasal 6. Kata Kunci: Kompetensi, Akademis, Spiritual, Imam al-Ghazali, Kode Etik Guru Indonesia.
Metode Pembelajran Membaca Al-Qur'an Aanak Usia 7-13 Tahun di TPQ Al-Falah 2 Desa Serangkulon Blok 01 RT 01 RW 01 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon Arip Widodo; Mahbub Nuryadien; Ahmad yani
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1232

Abstract

Berdasarkan pengamatan ditemukan bahwa Metode pembelajaran membaca al-Qur’an yang dilaksanakan oleh TPQ Al-Falah 2 Desa Serangkulon Blok 01 RT 01 RW 01 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon dapat dikatakan baik, akan teteapi masih ada beberapa peserta didik dalam membaca al-Qur’an yang masih belum lancar dalam melafalkan al-Qur’an. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang paling dominan adalah kurangnya dorongan orang tua sebagai motifator utama sehingga anak semangat dalam berangkat ke tempat mengaji dan mempelajari al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Memperoleh pengetahuan berupa data mengenai persiapan pelaksanaan Metode pembelajaran membaca al-Qur’an pada anak Usia 7-13 tahun di TPQ Al-Falah 2 Desa Serangkulon Blok 01 RT 01 RW 01 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon. 2. Memperoleh Pengetahuan mengenai pelaksanaan Metode pembelajaran membaca al-Qur’an pada anak usia 7-13 tahun di TPQ Al-Falah 2 Desa Serangkulon Blok 01 RT 01 RW 01 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon. 3. Memperoleh pengetahuan mengenai kendala dalam pelaksanaan pembelajaran membaca al-Qur’an pada anak usia 7-13 tahun di TPQ Al-Falah 2 Desa Serangkulon Blok 01 RT 01 RW 01 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon.Metode pembelajaran merupakan sebuah cara yang digunakan pendidik untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik, dan dikarenakan penyampaiannya tersebut berlangsung dalam interaksi edukatif, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran.Metode  penelitian ini  dengan menggunakan Metode in-depth intervieu  (wawancara mendalam)  dan  observasi (Pengamatan langsung). Selanjutnya hasil intervieu dianalisis dengan analisis kualitatif deskriptif, yaitu proses analisis yang mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif.Dari  hasil  penelitian  dapat  disimpulkan  bahwa  Metode pembelajaran membaca al-Qur’an di TPQ Al-Falah 2 Desa Serangkulon Blok 01 RT 01 RW 01 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon dapat dikatakan baik dalam membimbing peserta didiknya untuk dapat membaca al-Qur’an dengan baik dan benar. Adapun peserta didik yang masih belum lancar dalam membaca al-Qur’an dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu kurangnya dorongan motifasi dari orangtua peserta didik tersebut serta waktu yang cukup padat sehingga mengakibatkan rasa cape dan lelah ketika peserta didik akan berangkat untuk mempelajari al-Qur’an .Kata Kunci : Metode Membaca Al-Quran 
UPAYA PENGURUS PESANTREN BAITUL MU’MININ DALAM MEMBINA ETIKA BERTUTUR KATA DAN HASIL-HASILNYA BAGI REMAJA PUTRI USIA 12-15 TAHUN DI DESA MUNJUL KECAMATAN ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON (Studi Kasus Pada Santri Kalong Remaja Putri) Evi Windasari
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1237

Abstract

Bertutur kata merupakan sesuatu yang sangat penting dalam bersosialisasi karena baik buruknya seseorang itu bisa dinilai dari tutur katanya. Idealnya bahwa anak yang bertutur kata baik itu adalah mereka yang terpelajar dan berpendidikan tinggi. Namun kenyataannya justru berbeda yang terjadi di desa munjul. Para remaja putri di sini senantiasa mengamalkan etika bertutur kata yang baik walaupun pendidikan di sini bisa dibilang rendah. Latar belakang inilah penulis tertarik mengambil judul upaya pengurus pesantren Baitul Mu’minin dalam membina etika bertutur kata dan hasil-hasilnya bagi remaja putri usia 12-15 tahun di Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon (Studi Kasus Pada Santri Kalong Remaja Putri).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pengurus Pesantren Baitul Mu’minin dalam membina etika bertutur kata pada remaja putri usia 12-15 tahun, mengetahui kualitas etika bertutur kata pada remaja putri usia 12-15 tahun dan mengetahui kendala pengurus dalam membina etika bertutur kata pada remaja putri usia 12-15 tahun di Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon. Etika bertutur kata termasuk etika sosial yang patut mendapatkan perhatian secara khusus dari para pendidik adalah mengajarkan tatakrama dalam berbicara, di samping diajarkan tentang bahasa dan dasar-dasar dalam percakapan kepada anak sejak kecilnya. Sehingga jika anak telah mencapai usia baligh, ia telah mengetahui tata cara berbicara dengan orang lain, mendengarkan pembicaraan dan bercakap-cakap dengan mereka, termasuk cara-cara yang dapat menggembirakan mereka.Untuk itu pembinaan etika bertutur kata akan lebih terarah apabila diajarkan dalam lingkungan pesantren.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi di pesantren Baitul Mu’minin Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon dengan subjek penelitiannya adalah Pengurus pesantren dan santri kalong remaja putri yang berjumlah 11 orang.Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Kualitas Etika Bertutur kata Santri Kalong Remaja Putri di Pesantren Baitul Mu’minin Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon mencakup: bertutur kata baik atau diam, bertutur kata dengan lemah lembut, menjaga lisan, tenang dalam bertutur kata, dan pembicaraan harus dapat dipahami sudah cukup baik dikarenakan upaya pengurus pesantren Baitul Mu’minin dalam membina etika bertutur kata telah semaksimal mungkin menjadikan santrinya orang yang berguna bagi masa depan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.Keywords:Pengurus, Pesantren, Etika, Bertutur Kata,  Santri Kalong.
Penerapan Strategi Pembelajran Langsung Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pengaruhnya Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 5 Batang Santinah Santinah
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1233

Abstract

            Pembelajaran tidak hanya sekedar kegiatan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa, tetapi bagaimana siswa memaknai apa yang dipelajari .Berdasarkan studi yang dilakukan di SMP N 5 Batang bahwa dalam pembelajaran guru lebih banyak mengunakan metode ceramah khususnya pada mata pelajaran PAI, sehingga siswa merasa cepat bosan. Seorang guru seharusnya mampu merancang sebuah pembelajaran yang benar-benar dapat membekali siswa baik pengetahuan secara teoritis maupun praktek yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran langsung.Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Experiment dengan menggunakan rancangan eksperimen  Control Group Pretest-Posttest Design . Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Batang , melalui cluster sample maka terpilih kelas VIII A sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan strategi pembelajaran langsung dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol yang mendapat pembelajaran konvensional (ceramah). Tekhnik penelitian yang digunakan adalah pelaksanaan strategi pembelajaran langsung dan angket. Analisa data yang digunakan adalah dengan uji t (Paired Samples T Test).Hasil paired samples statistics  menunjukan bahwa: 1) ada perbedaan motivasi belajar sebelum dan sesudah diberlakukannya strategi pembelajaran langsung pada kelas eksperimen yang ditunjukan dengan hasil rerata motivasi belajar sebesar 70,00 sebelum diberi  perlakuan menjadi 75,94 setelah diberi perlakuan; 2) Melalui uji perbedaan Paired Samples Test  diketahui t hitung  = -5,661 dan signifikansi 0,000,  standar deviasi 6,11972, rata-rata antara nilai pre-test dan post-test sebesar -5,94118. Jika melihat dari signifikansi maka Ho ditolak karena signifikansi 0,000 <0,05 artinya terdapat pengaruh strategi  pembelajaran langsung terhadap motivasi belajar siswa SMP Negeri 5 Batang. Dari hasil Paired Samples Correlation  diketahui korelasi 0,493 dan signifikansi 0,003. Artinya strategi pembelajaran langsung memberi pengaruh terhadap motivasi belajar pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam siswa SMP Negeri 5 Batang dalam kategori sedang.Kata kunci: Strategi Pembelajaran langsung, Motivasi Belajar, Pembelajaran Konvensional (ceramah).
PENGARUH PEMBINAAN KEAGAMAAN DI MAJLIS TA’LIM IKATAN REMAJA MUSHOLA AT-TAQWA (IRMA) TERHADAP PERILAKU BERAGAMA REMAJA DI DUSUN BULAKBANTENG DESA JATIMULYA KECAMATAN SURADADI KABUPATEN TEGAL Fahmi Tarikhuddin
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1238

Abstract

Perilaku merupakan tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan lingkungan. Isu-isu tentang penyimpangan perilaku menjadi perbincangan baik dikalangan para ahli maupun masyarakat umum. Semakin canggihnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta semakin mudahnya untuk mengaksesnya, menyebabkan semakin mudahnya segala hal yang kita butuhkan di dunia ini. Akan tetapi selain dampak positif tersebut, dewasa ini dampak negatif dari kemajuan teknologi pun mulai merusak kehidupan masyarakat. Dampak negatif ini sangat jelas terlihat pada kehidupan remaja yang menghabiskan waktunya dengan bermain hp dengan segala aplikasinya dan tidak jarang sampai melupakan waktu sholat.Majlis ta’lim remaja dikelola dan dikembangkan oleh remaja yang manfaatnya dirasakan oleh remaja itu sendiri. Salah satunya adalah majlis ta’lim Ikatan Remaja Mushola At-Taqwa (IRMA) yang berada di RT 01/RW 06 Dusun Bulakbanteng Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal. Majlis ta’lim ini telah berdiri sejak tahun 2010 yang telah banyak memberikan kontribusi pada para jama’ahnya melalui pendidikan agama.Tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk menjelaskan pengaruh pembinaan keagamaan majlis ta’lim Ikatan Remaja Mushola At-Taqwa (IRMA). 2). Untuk menjelaskan perilaku beragama remaja jama’ah majlis ta’lim IRMA. 3). Untuk menggambarkan sejauhmana pengaruh pembinaan keagamaan majlis ta’lim Ikatan Remaja Mushola At-Taqwa (IRMA) dalam berkontribusi membantu membentuk perilaku beragama remaja di wilayah RW 06 Dusun Bulakbanteng Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 107 orang dan sampel penelitian sebanyak 23 orang diambil prosentase 22% dari jumlah populasi yang ada. Dalam penelitian ini menggunakan rumus prosentase dan untuk melihat tingkat pengaruhnya digunakan rumus product moment dari carl pearson.Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, prosentase pengaruh pembinaan keagamaan majlis ta’lim IRMA menghasilkan data 74% yang berada pada kategori cukup.  Prosentase perilaku beragama remaja menghasilkan data 80% yang berada pada kategori baik. Tingkat pengaruh pembinaan keagamaan majlis ta’lim IRMA terhadap perilaku beragama remaja berada pada level sedang atau cukup dengan indeks korelasi 0.47 yang menunjukkan ada pengaruh positif yang signifikan antara majlis ta’lim IRMA dengan perilaku beragama remaja yang menjadi anggota jama’ahnya. Dan untuk nilai koefesien determinasinya yakni 22.09% yang berarti sebanyak 22.09% perilaku beragama remaja dipengaruhi oleh pembinaan keagamaan majlis ta’lim IRMA dan 77.91% dipengaruhi oleh faktor lain.Kata Kunci : Pembinaan Agama, Ikatan Remaja Masjid

Page 1 of 1 | Total Record : 10