cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KARAKTERISTIK PASIEN KARSINOMA NASOFARING DI POLIKLINIK TELINGA HIDUNG TENGGOROKKAN-KEPALA LEHER RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PADA BULAN NOVEMBER-DESEMBER 2014 Ferdinand Maubere; I Gde Ardika Nuaba
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.553 KB)

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas kepala leher yang paling banyak di Indonesia. Prognosis pasien KNF sangat bergantung pada diagnosis dan terapi pada stadium dini. Namun demikian, perhatian dan pengetahuan dokter umum di Indonesia mengenai KNF masih kurang memadai untuk mendukung penapisan dan pendeteksian sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan meninjau karakteristik khusus pada pasien KNF yang nantinya dapat dijadikan dasar penelitian selanjutnya sebagai salah satu alat bantu penapisan dan deteksi dini. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan dilaksanakan di poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar pada bulan November hingga Desember 2014. Jumlah sampel 68 pasien dengan diagnosis karsinoma nasofaring yang sudah ditentukan stadiumnya, baik pasien yang baru terdaftar ataupun pasien lama.  Hasil penelitian ini menunjukkan rasio pasien KNF laki-laki berbanding perempuan adalah 2,78 : 1. Rerata umur responden adalah 50,01 ± 10,10 tahun dan sebanyak 51,5% responden berusia 30-50 tahun. Sebanyak 63,3% responden mulai berobat pada stadium IV dan 20,6% pada stadium III. Pada variabel host, sebanyak 13,2% memiliki riwayat penyakit kanker pada keluarga, 22,1% memiliki riwayat penyakit THT kronik selama lebih dari 3 minggu, dan 67,6% memiliki ?1 gigi yang bermasalah. Pada variabel perilaku, 57,4% mengkonsumsi ikan asin ?3 kali per bulan, 47.1% adalah perokok, dan 10,3% jarang menyikat gigi. Pada variabel lingkungan, 75,0% terpapar asap kayu bakar selama >10 tahun, 42,6% terpapar zat kimia inhalasi, dan 30,9% terpapar debu kayu.    
POLA MIKROBA PASIEN YANG DIRAWAT DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) SERTA KEPEKAANNYA TERHADAP ANTIBIOTIK DI RSUP SANGLAH DENPASAR BALI AGUSTUS - OKTOBER 2013 Rachmy Hamdiyati; Komang Januartha Putra Pinatih; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.453 KB)

Abstract

MICROBES AND THEIR SUSCEPTIBILITY PATTERN TO ANTIBIOTICS IN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) SANGLAH HOSPITAL DENPASAR BALI AT AUGUST 2013 UNTIL OCTOBER 2013 Background: Hospital is a place where people seek medical attention, but also a reservoir for some microorganism. Expecially in ICU, because ICU often soiled by microorganism and also the patient is in immunocompromised state, invasife monitoring and treatment, and contact with health workers, can induced nosocomial infection. High usage of antibiotic also induced resistance in those microorganism. Microorganism pattern and the sensisitivity is essential in each hospital to control the usage of antibiotic, and give more accurate treatment. Method: This research use cross-sectional method. The samples are clinical specimen which received by Department of Clinical Microbiology RSUP Sanglah and. Susceptibility test conducted to 50 sample which fulfill inclusion criteria. Result and conclusion: Most frequent microorganism in those sample is Pseudomonas aeruginosa (18%), Acinetobacter baumanii (18%), Staphylococcus koagulase negatif (12%), Candida spp. (10%), and Staphylococcus aureus (8%). Gram positive bacteria resist to tetracycline dan erythromycin. Gram negatif resist to cefotaxime, amikacin, cefuroxime, cephalothin and chloramphenicol. Suggestion: This kind of research can be done continuously with better sample and method.
ANGKA KEJADIAN GANGGUAN CEMAS DAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WANA SERAYA DENPASAR BALI TAHUN 2013 I Dewa Ayu Aninda Vikhanti; I Gusti Ayu Indah Ardani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.473 KB)

Abstract

Stres dan perubahan yang terjadi seiring dengan proses penuaan dapat menjadi faktor penyebab gangguan cemas. Salah satu gangguan yang muncul bersamaan dengan gangguan cemas pada lanjut usia (lansia) adalah gangguan tidur. Sulit untuk menentukan apakah gangguan cemas menyebabkan gangguan tidur atau sebaliknya. Yang menjadi perhatian adalah gangguan cemas yang berkepanjangan, lebih dari 6 bulan, dapat bertambah parah jika tidak ditangani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jumlah lansia yang mengalami gangguan cemas dan insomnia serta hubungan keduanya pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya.  Dalam penelitian ini digunakan metode non-eksperimental, cross sectional dengan jumlah sampel 15 orang. Berdasarkan hasil wawancara menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale dan Insomnia Screening didapatkan bahwa pada kelompok usia 60 – 70 tahun terdapat 1 orang lansia yang mengalami gangguan cemas (16,6 %), 2 orang yang mengalami insomnia (33,3%) dan 1 orang mengalami gangguan cemas dan insomnia (16,6%). Pada kelompok usia 71 - 80 tahun terdapat 2 orang yang mengalami gangguan cemas (22,2%), 2 orang mengalami insomnia (22,2%), dan 2 orang mengalami gangguan cemas dan insomnia (22,2%). Pada kelompok jenis kelamin perempuan terdapat 3 orang mengalami gangguan cemas (27,2%), 3 orang mengalami insomnia (27,2%), dan 3 orang mengalami gangguan cemas dan insomnia (27,2%). Pada jenis kelamin laki-laki 1 orang mengalami insomnia dan tidak ada yang mengalami gangguan cemas. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan cemas dan insomnia pada lansia, yaitu usia dan jenis kelamin. Gangguan cemas cenderung terjadi pada usia yang lebih muda dan jenis kelamin perempuan.
HUBUNGAN BERAT TAS PUNGGUNG DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH, NYERI BAHU DAN NYERI LEHER PADA SISWA SD DI KECAMATAN KUTA, BADUNG Luh Pradnya Ayu Dewantari; I Nyoman Adiputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.931 KB)

Abstract

Peningkatan penggunaan tas punggung diiringi dengan peningkatan perhatian mengenai efek samping dari penggunaan tas punggung yang berat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara berat tas punggung dengan keluhan nyeri punggung bawah, nyeri bahu dan nyeri leher. Penelitian dilakukan di SD N 1 Seminyak pada bulan Agustus 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian cross-sectional analitik dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan didapatkan 113 sampel. Prosedur penelitian dengan melakukan pengukuran berat tas punggung, berat badan, tinggi badan dan siswa diberi kuisioner mengenai keluhan nyeri punggung bawah, nyeri bahu dan nyeri leher. Hasil penelitian menunjukkan dari 113 sampel, seluruhnya (100%) menggunakan tas punggung. Siswa yang menggunakan tas punggung kategori ringan sebanyak 79,6%, sedangkan yang menggunakan tas punggung kategori berat sebanyak 20,4%. Siswa paling banyak mengeluh nyeri bahu, yaitu sebanyak 79 orang (69,9%), diikuti keluhan nyeri punggung bawah yaitu sebanyak 72 orang (63,7%), dan yang paling sedikit keluhan nyeri leher sebanyak 63 orang (55,8%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara berat tas punggung dengan keluhan nyeri punggung bawah (p=0,000), nyeri bahu (p=0,012) dan nyeri leher (p=0,001). Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tas punggung yang berat berhubungan dengan timbulnya keluhan nyeri punggung bawah, nyeri bahu dan nyeri leher pada siswa SD.
EFIKASI PENGGUNAAN SABUN BERBAHAN TRICLOCARBAN DALAM MENCUCI TANGAN Komang Reno Sutama; Ni Made Adi Tarini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.716 KB)

Abstract

Hand hygiene had been done by using either formulated soap or handrub. This formula used to decrease the duration of hand washing compared to WHO’s duration. The aim of this study was to determine the efficacy of the Triclocarban-based soap (TCC), based on hand hygiene duration. The efficacy shown by the difference between the number of bacterial colonization after soap contact time for 10 seconds and 30 seconds as control group. Samples were taken from 24 medical students of FK UNUD, divided into 2 groups. Everyone will press both of their hands on the surface of Muller Hinton Media before and after washing hands. Total of 48 pairs of Petri dish were collected. Total of 8 pairs of the Petri dish were issued, for allegedly contaminated. Mean and SD before washing hands from group A (10 second) was 127 ± 79.416 CFU and group B (30 second) was 92.40 ± 40.735 CFU. The mean and SD after washing the hands of group A was 44.80 ± 28.268 CFU and group B was 63.80 ± 55.994 CFU. There was significant difference in colonies number in group A with Triclocarban-based soap (p = 0.012, paired t-test), as well as in group B (p = 0.025, paired t-test). Whereas compared between the two groups, there is no significant difference in number of bacterial colonies (p = 0.351, Independent T-test). In conclusion the efficacy of TCC-based soap between 10 seconds and 30 seconds hand washing had no significant different.Keywords: Hand Hygiene, Contact Time, Number of Colonies of Bacteria
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL WERDHA WANA SERAYA DENPASAR BALI I Gusti Ayu Mahadewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.18 KB)

Abstract

ABSTRAK Proses degeneratif pada populasi lansia ikut berkontribusi terhadap munculnya masalah kesehatan jiwa pada lansia. Kesehatan jiwa sendiri merupakan indikator penting dalam penilaian kualitas hidup seseorang. Rendahnya kualitas hidup lansia disertai tingginya tingkat depresi mendorong untuk dilakukan penelitian tentang hubungan tingkat depresi dan kualitas hidup pada lansia di Panti Sosial Werdha Wana Seraya, Denpasar, Bali. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah responden penelitian mencapai 40 orang. Analisis data yang dilakukan berupa univariat dan bivariat dengan uji regresi logistik. Analisis data secara statistik menunjukkan lebih dari 50% responden mengalami depresi. Hasil lainnya memaparkan bahwa lebih dari 50% responden hidup dengan kualitas buruk. Setelah dilakukan uji bivariat dapat disimpulkan bahwa tingkat depresi dan kualitas hidup pada lansia di Panti Sosial Werdha Wana Seraya, tidak berhubungan signifikan secara statistik, namun dilihat dari nilai OR yang tinggi, tingkat depresi merupakan faktor resiko untuk kualitas hidup buruk. Kata Kunci : kualitas hidup, depresi, lansia, panti werdha, wana seraya
KOMBINASI EKSTRAK SAMBILOTO DENGAN METFORMIN LEBIH BAIK DALAM MEMPERBAIKI SEL BETA PULAU LANGERHANS DARI PADA METFORMIN TUNGGAL PADA TIKUS DIABETES Eva Dharma Yanti; , Ni Wayan Sucindra Dewi; I Made Jawi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.242 KB)

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit akibat gangguan insulin karena kerusakan pankreas yang ditandai dengan hiperglikemi. Obat lini pertama untuk pasien diabetes adalah metformin yang bekerja di hepar tetapi tidak memiliki efek pada sel beta sehingga pankreas tetap mengalami kerusakan akibat stress oksidatif. Saat ini banyak tanaman di Indonesia yang telah diteliti dapat memproteksi sel beta dan memperbaiki fungsi sekresi insulin, salah satunya adalah sambiloto. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 25 ekor tikus diabetes diinduksi aloksan dan dikelompokkan menjadi lima kelompok perlakuan. Kelompok P1 sebagai kontrol positif, P2 diberikan metformin 50mg/kg BB, P3 diberikan sambiloto 50mg/200g BB dan metformin 50mg/kg, P4 diberikan sambiloto 100mg/200g BB dan metformin 50mg/kg BB, P5 diberikan sambiloto 50mg/200g BB. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Skor kerusakan pulau Langerhans pankreas didapatkan perbedaan rerata secara statistik bermakna sebesar 7,00 pada P1; 5,60 pada P2; 2,20 pada P3; 2,00 pada P4; dan 3,00 pada P5, namun gula darah puasa tidak bermakna secara statistik (p > 0,05). Sehingga efek kombinasi sambiloto dan metformin lebih baik dalam memperbaiki pulau Langerhans pankreas dari pada metformin tunggal. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Metformin, Ekstrak Sambiloto, Tikus Diabetes, Pankreas, Kadar Gula Darah
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI Kadek Agus Rendy Surya Sentana; I Gusti Agung Ngurah Sugitha Adnyana; Ida Bagus Subanada
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.101 KB)

Abstract

Diare pada anak didefinisikan sebagai pengeluaran feses dengan konsistensi cair, lembek, atau bahkan air saja dan frekuensi pengeluaran feses 3x atau lebih dalam satu hari. Penyebab paling sering dari diare pada bayi adalah virus, sehingga pada bayi faktor imunitas saluran cerna merupakan faktor penting untuk mencegah terjadinya diare. ASI ekslusif ialah pemberian ASI saja, tanpa makanan tambahan lain hingga usia bayi 6 bulan. ASI merupakan nutrisi yang tepat untuk membangun imun bayi pada awal kehidupannya. ASI juga dikatakan sebagai faktor protektif terhadap kejadian diare pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan kembali adanya hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi pada populasi di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kasus-kontrol yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Banjarangkan II, Klungkung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah consecutive sampling. Data yang diperoleh berupa data sekunder dari pencatatan puksesmas dan data primer yang dicatat melalui kuesioner. Selanjutnya dilakukan pengolahan data dan analisis menggunakan aplikasi statistik komputer. Hasil penelitian menunjukan bahwa ASI eksklusif berhubungan secara signifikan terhadap kejadian diare, dimana status non-ASI eksklusif meningkatkan risiko kejadian diare pada bayi dengan nilai RO = 4,129 (IK 95% 1,542 sampai 11,05) nilai p = 0,005. Disimpulkan bahwa ASI non-eksklusif meningkatkan risiko diare pada bayi. Kata kunci: diare, ASI eksklusif
KARAKTERISTIK PASIEN KARSINOMA NASOFARING DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014-2016 I G A Wira Saraswati; I Gde Ardika Nuaba; I Ketut Suanda
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.828 KB)

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan kanker yang terdapat pada sel-sel epitel mukosa nasofaring. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian KNF serta karakterstik pasien KNF di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2014-2016. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan mengumpulkan data rekam medis pasien KNF di RSUP Sanglah Denpasar. Hasil penelitian ini, penderita awal terdiagnosis KNF tertinggi tahun 2016 sebanyak 114 orang. Berdasarkan umur dijumpai selama tiga periode tertinggi terdapat pada kelompok umur usia produktif (36-55 tahun). Jenis kelamin tertinggi pada laki-laki tahun 2016 sebanyak 75 orang (65,79%). Berdasarkan status pekerjaan paling tinggi pada pekerja aktif sebanyak 113 orang (66,08%). Stadium penyakit paling tinggi pada stadium IVA tahun 2016 sebanyak 46 orang (40,35%) dari total 69 orang (40,35%). Berdasarkan paparan asap rokok terbanyak di jumpai pada tahun 2016 sebanyak 58 orang (50,88%) dari total 90 orang (52,63%) yang mengenai laki-laki. Histopatolgi (WHO) paling banyak dijumpai selama tiga periode pada who tipe 3 sebanyak 163 orang (95,32%). Disimpulkan bahwa kejadian KNF di RSUP Sanglah Denpasar meningkat tiap tahunnya serta lebih sering diketahui pada stadium lanjut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk mengetahui karakterstik pasien KNF tiap tahunnya di RSUP Sanglah Denpasar. Kata Kunci: KNF, Karakteristik, RSUP Sanglah Denpasar
HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGRAJIN BATIK DI DESA PEJENG, GIANYAR Dewa Made Adi Arsika Widja; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.239 KB)

Abstract

ABSTRAK Nyeri pada bagian punggung bawah merupakan suatu keadaan nyeri yang terjadi pada region punggung bagian bawah yang disebabkan oleh berbagai faktor. Gangguan ini paling banyak ditemukan pada lingkungan kerja, terutama pada individu yang beraktivitas dengan sikap kerja yang salah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan hubungan antara sikap kerja terhadap nyeri pada bagian punggung pada pengrajin batik di Desa Pejeng, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan analytic crossectional dan menggunakan 20 orang sebagai sampel penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara sikap kerja terhadap nyeri punggung bawah pada pengrajin batik di Desa Pejeng, Gianyar. Perubahan menuju sikap kerja yang ergonomis serta perhatian terhadap kesehatan pengrajin sangat dibutuhkan oleh pengrajin batik sehingga menghasilkan kualitas produk yang baik. Kata Kunci : Nyeri Punggung Bawah, Sikap Kerja ABSTRACT Lower back pain is a state of pain that occurs in the lower back region caused by various factors. Lower back pain is most commonly found in the work environment, especially found in individual who work with wrong attitude. The purpose of this study is to describe the relationship between work attitude to pain on the back of batik craftsmen in Pejeng Village, Gianyar Regency. This study used analytic crossectional and used 20 people as research sample. The result of this research is found a significant correlation between work attitude toward lower back pain on batik craftsman in Pejeng Village, Gianyar. batik craftsmen need Changes to ergonomic work attitude and attention to the health of craftsmen. It can make batik craftsmen produce good product quality. Keywords: Lower Back Pain, Work Attitude

Page 12 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue