cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
EXAMINATION OF THE IMMUNOGLOBULIN M ANTI SALMONELLA IN DIAGNOSIS OF THYPOID FEVER I Kadek Septiawan; Sianny Herawati; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.885 KB)

Abstract

Typhoid fever is an acute systemic infectious disease caused by Salmonella typhi, that can be found all over the world. According to the world health organization ( WHO ) 2003, is predicted there are about 17 million cases of typhoid fever in the entire world with incidence 600,000 cases of deaths every year. The diagnosis of typhoid fever is done clinically and by laboratory examination. Laboratory examination can be an examination of the blood test, serological test, and culture. Examination of the IgM anti Salmonella (TUBEX® test) is one of the new serological test which more quickly and accurately in diagnose typhoid fever. This examination is competitive agglutination test, semi quantitative, simple, quick and very accurate in the diagnosis acute infection of typhoid fever as it only detects the antibodies IgM Anti-Salmonella in a few minutes.
PERBANDINGAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA ANGKATAN 2013 DENGAN MAHASISWA D1 BEA CUKAI SEKOLAH TINGGI AKUTANSI NEGARA DENPASAR ANGKATAN 2013 Putu Asti Wulandari; Susy Purnawati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.157 KB)

Abstract

Daya tahan kardiorespirasi dapat ditingkatkan dengan latihan dan bergantung padafrekuensi, intensitas,durasi serta waktu latihan. Mahasiswa Program Studi PendidikanDokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (PSPD FK UNUD)angkatan 2013memiliki pola latihan fisik yang berbeda dengan mahasiswa D1 Bea Cukai SekolahTinggi Akutansi Negara  (STAN)Denpasar Angkatan 2013 kemungkinanmempengaruhi tingkat daya tahan kardiorespirasi. Penelitian cross sectional dilakukanuntuk mengetahui gambaran latihan fisik dan perbedaan daya tahan pada keduakelompok tersebut dengan pengambilan sampel secara konsekutif. Daya tahankardiorespirasi diukur dengan Cooper tes lari 2.4km. Ditemukan perbedaan signifikanantara daya tahan kardiorespirasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FakultasKedokteran Universitas Udayana Angkatan 2013 dengan mahasiswa D1 Bea CukaiSTAN Denpasar Angkatan 2013. Daya tahan kardiorespirasi mahasiswa PSPD FKUNUD   Angkatan 2013 lebih rendah dibandingkan daya tahan kardiorespirasimahasiswa D1 Bea Cukai STAN Denpasar Angkatan 2013.
SUPERFICIAL CERVICAL PLEXUS BLOCK Komang Mega Puspadisari
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.555 KB)

Abstract

Superficial cervical plexus block is one of the regional anesthesia in  neck were limited to thesuperficial fascia. Anesthesia is used to relieve pain caused either during or after the surgery iscompleted. This technique can be done by landmark or with ultrasound guiding. The midpointof posterior border of the Sternocleidomastoid was identified and the prosedure done on thatplace or on the level of cartilage cricoid.
POLA PEMBERIAN KORTIKOSTEROID PADA PASIEN ISPA BAGIAN ATAS DI PUSKESMAS SUKASADA II PADA BULAN MEI – JUNI 2014 Adi Yulianto; Komang Ayu Kartika Sari
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.091 KB)

Abstract

ISPA merupakan penyakit yang umum dan global di masyarakat. Pada pusat layanan primer seperti di Puskesmas Sukasada II, angka kunjungan pasien ISPA tercatat sebanyak 3,091 pasien pada tahun 2013 dan tercatat sebanyak 1,452 pasien di periode Januari - Juni 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemberian kortikosteroid pada pasien ISPA bagian atas dan indikasi pemberiannya. Kriteria pasien dalam penelitian adalah pasien rawat jalan yang terdiagnosis ISPA bagian atas yang tercatat di Puskesmas Sukasada II pada Mei – Juni 2014. Penelitian menggunakan metode studi deskriprif cross-sectional menggunakan pengumpulan data sekunder yang berasal dari register dan rekam medis pasien ISPA bagian atas yang berobat di Puskesmas Sukasada II. Karakteristik berdasarkan umur pasien ISPA di Puskesmas Sukasada II adalah balita (46,5%). Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi tertinggi terdapat pada jenis kelamin laki-laki (52,8%) dan berdasarkan letak desa, tertinggi di Desa Pancasari (54,2%). Berdasarkan tanda dan gejala keluhan demam (21,4%), batuk (20,4%), pilek (14,8%), bersin (14,8%), sekret hidung (14,8%), sakit tenggorok (7,1%), dan sakit kepala (6,7%). Diagnosis ISPA bagian atas dibagi menjadi sinusitis (8,3%), common cold (11,1%), rinitis (13,9%), tonsilitis (25,0%), dan faringitis (41,7%). Pemberian kortikosteroid pada pasien ISPA mencapai 27,1% dengan kortikosteroid yang digunakan adalah prednison (15,3%) dan deksametason (11,8%). Pemberian kortikosteroid berdasarkan gejala dan tanda klinis pada pasien ISPA sudah sesuai berdasarkan penelitian yang telah dilakukan akan tetapi belum ada pedoman indikasi pemberian kortikosteroid yang pasti pada pasien ISPA. Pemberian kortikosteroid pada pasien ISPA berdasarkan diagnosis meliputi, tonsillitis (41,6%), faringitis (26,7%), rinitis (25%), common cold (18,9%), dan sinusitis (0%). Pemberian kortikosteroid pada pasien infeksi, termasuk ISPA adalah kontraindikasi kecuali pada pasien sepsis bakteri gram negatif dan membantu mengurangi kerusakan jaringan akibat inflamasi yang berlebihan di bawah pengawasan ketat. Pemberian kortikosteroid pada pasien anak-anak dengan common cold dapat memperburuk gejala.  
GAMBARAN POLA PENATALAKSANAAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BULELENG TAHUN 2013 I Wayan Adi Pranata; I Gusti Ayu Artini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.097 KB)

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi wilayah tropis yang menyerang sebagian besar anak berumur di bawah 15 tahun di negara berkembang dan mempunyai penghasilan menengah ke bawah. Penerapan prinsip tatalaksana yang sesuai di penyedia layanan kesehatan tergolong sangat rendah meskipun berbagai panduan standar tatalaksana DBD telah ditetapkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola penantalaksanaan DBD pada anak di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng pada tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah semua pasien anak dengan DBD yang memiliki data rekam medis dari bulan Juli sampai September 2013 di Instalasi Rawat Inap RSUD Kabupaten Buleleng melalui metode total sampling. Jenis penatalaksanaan pasien dikelompokkan menjadi 4 macam, yaitu rehidrasi intravena, antipiretik-analgetik, antibiotik, dan terapi tambahan (antiemesis, antiinflamasi, imunomodulator, dan vitamin). Dari 51 sampel, jenis penatalaksanaan yang diberikan berupa rehidrasi intravena (100%), antipiretik-analgetik (98%), antibiotik (41,2%), antiemesis (47,1%), antiinflamasi (15,7%), imunomodulator (23,5%), dan vitamin (47,1%). Pola penatalaksanaan pasien anak dengan DBD Instalasi RSUD Kabupaten Buleleng meliputi pemberian rehidrasi intravena dan antipiretik..
Manifestasi Perdarahan pada Pasien Demam Berdarah Dengue yang Dirawat di Ruang Rawat Inap Anak RSUP Sanglah Denpasar Nyoman Dinar Astika; I Made Gede Dwi Lingga Utama
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.923 KB)

Abstract

Bleeding is one of clinical manifestations usually found in dengue hemorrhagic fever patients. Bleeding can be manifested in various type, it can be seen through the skin, as mucosal bleeding, or as gastrointestinal bleeding. The aim of this study is to know which bleeding manifestation that usually found in patient with dengue hemorrhagic fever that treated in the inpatient child Sanglah General Hospital Denpasar. This study was a descriptive study with a cross-sectional and non-experimental design which used secondary data from medical record of dengue hemorrhagic patients in Sanglah General Hospital Denpasar. Bleeding manifestations found in samples can be seen as a positive result of tourniquet test and petechiae in 24 cases (48%) and 34 cases (68%) respectively, epistaksis in 7 cases (14%), gingival bleeding in 5 cases (10%), hematemesis in 1 case (2%), and melena in 6 cases (12%). During January 2013 until October 2014, there are 50 dengue hemorrhagic fever patients that show bleeding manifestation. It is equal for both 5 boys and 25 girls, with greatest incidence is in age group of 5 years, total 8 cases (16%). The commonest bleeding manifestation found is petechiae, total 34 cases (68%). Keywords: dengue fever, characteristic
KARAKTERISTIK BERDASARKAN PEMERIKSAAN IMUNOHISTOKIMIA DAN SOSIODEMOGRAFI PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) SANGLAH DENPASAR TAHUN 2009-2013 I Komang Trisna Aryawan; Ida Bagus Tjakra Wibawa M
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.761 KB)

Abstract

Penyebab kanker payudara diperkirakan berasal dari beberapa faktor yang saling berhubungan dan menempati urutan pertama pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia. Dalam pemilihan terapi kanker payudara diperlukan pemeriksaan imunohistokimia untuk mengetahui profil imunohistokimia dan telah digunakan secara luas sebagai dasar dalam pemilihan terapi hormonal dan targeting therapy. Mengetahui karakteristik penderita kanker payudara berdasarkan sosiodemografi usia, alamat, pendidikan dan karakteristik pemeriksaan imunohistokimia pada pasien kanker payudara di RSUP Sanglah.Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan menggunakan non probability consecutive sampling dari data sekunder di RSUP Sanglah pada tahun 2009-2013. Diantara 130 sampel ditemukan karakteristik berdasarkan sosiodemografi diperoleh proporsi penderita kanker payudara tertinggi pada kelompok umur > 40 tahun yaitu sebanyak 77,7%, tingkat pendidikan telah tamat SMA sebanyak 31,5% dan asal daerah Kota Denpasar yaitu sebanyak 36,2%. Karakteristik berdasarkan Subtipe Pemeriksaan Imunohistokimia yaitu Subtipe triple-negatif dengan angka insiden tertinggi sebanyak 36,9%. Karakteristik berdasarkan Subtipe Pemeriksaan Imunohistokimia dan kelompok umur, subtipe triple-negatif dengan kelompok umur 41-50 tahun merupakan insiden tertinggi dari total sample penderita kanker payudara. Kata Kunci : kanker payudara, sosiodemografi, subtipe imunohistokimia
EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK ETHANOL KULIT BATANG TANAMAN CEMPAKA KUNING (M. champaca L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus I Dewa Ayu Rayna Nareswari Wikananda; Made Agus Hendrayana; Komang Januartha Putra Pinatih
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.691 KB)

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus) menjadi salah satu bakteri yang berperan dalam terjadinya penyakit infeksi seperti mastitis, dermatitis, infeksi saluran pernapasan, dan sindrom syok toksik. Terapi yang bisa diberikan pada penderita infeksi Staphylococcus aureus adalah antibiotik, akan tetapi pengaplikasian antibiotik yang tidak sesuai dapat menimbulkan terjadinya resistensi. Upaya yang dapat dilakukan untuk menangani resistensi tersebut adalah dengan menggunakan bahan herbal sebagai bahan dasar terapi, contohnya kulit batang tanaman cempaka kuning (M. champaca L.). Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efek antibakteri yang ditimbulkan oleh ekstrak etanol kulit batang tanaman cempaka kuning (M. champaca L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Pembuatan ekstrak ethanol kulit batang tanaman cempaka kuning diproses dengan menggunakan metode maserasi. Setelah ekstrakethanol berhasil terbentuk, dilakukan uji efek antibakteri menggunakan metode difusi cakram atau disk diffusion. Kertas cakram pada MH Agar diberi larutan esktrak berkonsentrasi 1%, 10%, dan 100%. Pengulangan dilakukan sebanyak 5 kali. MH Agar diinkubasi dalam inkubator selama 18-24 jam kemudian diamati. Berdasarkan pengamatan, terlihat muncul zona hambat berwarna bening di sekeliling kertas cakram yang sudah ditetesi ekstrak. Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa ekstrak kulit batang cempaka kuning (M champaca L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kata kunci: Efek antibakteri, Ekstrak ethanol kulit batang cempaka kuning, Staphylococcus aureus, Zona hambat
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PENGERAJIN INDUSTRI BOKOR DI DESA MENYALI Kadek Rina Agustinawati; I Made Krisna Dinata; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.862 KB)

Abstract

Bokor merupakan sarana pelengkap upacara keagamaan Hindu di Bali. Prosespembuatan bokor sendiri dapat mengakibatkan beban kerja bagi para pengerajinnya.Tingginya beban kerja dapat dapat mengakibatkan penurunan efektivitas kerja, ketahanantubuh, dan pengurangan kapasitas kerja sehingga menimbulkan kelelahan. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan pada pengerajinbokor di Desa Menyali. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan observasional menggunakanpendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pengerajin bokor di DesaMenyali sebanyak 59 orang. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan metodesimple random sampling. Beban kerja dinilai dari denyut nadi menggunakan metode 10denyut pada masing-masing sampel yang diukur menggunakan stopwatch. Kelelahan kerjadinilai menggunakan aplikasi android “Wait Now – reaction time test” sebanyak dua kalikemudian dicari reratanya. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji Pearson diperoleh hasil bahwa nilai p yakni0,001 dimana p<0,05 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengankelelahan kerja pada pengerajin bokor di Desa Menyali. Nilai koefisien korelasi didapatkansebesar 0,857, hal ini menandakan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahankerja yang sangat kuat pada pengerajin bokor di Desa Menyali. Dari pemaparan diatas didapatkan simpulan bahwa ada hubungan yang sangat kuatantara beban kerja dengan kelelahan pada pengerajin bokor di Desa Menyali. Diharapkanhasil penelitian ini dapat dipakai untuk bahan sosialisasi ke pengerajin untuk mengatasikelelahan sebagai dampak dari beban kerja. Kata kunci: Pengerajin bokor, beban kerja, kelelahan
CASE REPORT: LIVER CIRRHOSIS Pande Made Aditya Saskara; IGA Suryadarma
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.995 KB)

Abstract

Liver cirrhosis is a state of the accumulation of extracellular matrix or scar tissue in response to acute or chronic liver injury. The causes are varied, but the majority of patients with chronic liver disease caused by a virus or drinking alcohol. Liver cirrhosis often occur without symptoms and found during routine examination, but in advanced complications such as liver failure and portal hypertension can arise. Therapy in patients with liver cirrhosis aims to reduce the progression of diseases such as prevent further liver damage, prevention, and complications management.

Page 13 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue