cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
STUDI PREVALENSI KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PABRIK BATA MERAH DI DESA TULIKUP GIANYAR Putu Ria Kusmayanitha
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.149 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi keluhan muskuloskeletal danmengetahui persentase keluhan muskuloskeletal pada bagian tubuh tertentu padapekerja pabrik bata merah di desa Tulikup, Gianyar. Jenis penelitian ini adalahpenelitian deskriptif cross-sectional dengan rancangan cluster sampling. Populasi dalampenelitian ini adalah pekerja pria dan wanita dengan rentang umur 20-60 tahun yangtelah bekerja di pabrik bata merah minimal 1 tahun. Sampel yang dilibatkan dalampenelitian ini adalah sebanyak 52 orang. Keluhan muskuloskeletal diketahui melaluikuisioner Nordic Body Map. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi keluhanmuskuloskeletal pada pekerja pabrik bata merah yaitu 100%. Keluhan muskuloskeletalpada pekerja pabrik bata merah dirasakan pada bagian tubuh seperti leher atas, leherbawah, bahu, lengan atas, pinggang atas, pinggang bawah, pantat, siku, lengan bawah,pergelangan  tangan, tangan, paha, lutut, betis, pergelangan kaki, dan kaki. Berdasarkandari pembahasan dapat disimpulkan bahwa semua pekerja pabrik bata merah memilikikeluhan muskuloskeletal. Keluhan muskuloskeletal terbanyak yaitu pinggang bawah(84,6%), bahu (61,5%), lutut (48,1%), pergelangan tangan (25,0%), betis dan kaki(21,2%).
MANAGEMENT OF INSOMNIA USING PHARMOCOLOGY OR NON- PHARMACOLOGY Muammar Ghaddafi
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.119 KB)

Abstract

Insomnia is a symptom rather than a diagnosis that may lead to irritability, dissatisfaction and decrease individual productivity. Insomnia can be divided into primary and secondary symptom which cause by other condition, but the mechanism on how this happened still unclear. In addition, relation between insomnia and other clinical problem is always undefined because it is impossible to find out the relation between causes and consequences of this symptom. Practitioner can choose either pharmacotherapy or non-pharmacotherapy in management of insomnia patient. Side effects and efficacy of pharmacotherapy must be considered before we prescribe a medicine to de patient. We also can Choose non-pharmacotherapy which is without side effects, but can be same effective as pharmacotherapy and even more.
GAMBARAN KETAJAMAN PENGLIHATAN BERDASARKAN INTENSITAS BERMAIN GAME SISWA LAKI-LAKI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GIANYAR I BULAN MARET– APRIL 2013 Kadek Gede Bakta Giri; Made Dharmadi
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.717 KB)

Abstract

Mata adalah panca indera penting yang perlu pemeriksaan dan perawatan secara teratur. Dari penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Sanglah Denpasar dari 1 Januari sampai 31 Desember 2011 dilaporkan jumlah pasien dengan kelainan refraksi mencapai 777 orang dan angka kejadian tertinggi terlihat pada kelompok umur usia sekolah 11-20 tahun (21,5%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tajam pengelihatan dengan intensitas bermain game pada siswa laki-laki. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional. Sampel penelitian adalah siswa SMP laki-laki di wilayah kerja Puskesmas Gianyar I yang dipilih secara acak dengan simple random sampling. Data yang diperoleh dari sampel menunjukkan bahwa sebanyak 71 orang (78,9%) dari seluruh responden penggemar video game memiliki penurunan tajam penglihatan. Meningkatnya temuan penurunan tajam penglihatan seiring dengan peningkatan durasi bermain video game dipengaruhi oleh faktor gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh layar monitor video game. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat kecendrungan peningkatan jumlah penurunan tajam penglihatan pada siswa laki-laki yang memiliki intensitas bermain game yang lama.  
KADAR ASAM URAT (AU) SERUM PADA PENDERITA TRAUMATIC BRAIN INJURY (TBI): SEBUAH STUDI POTONG-LINTANG ANALITIK Dwijo Anargha Sindhughosa; Thomas Eko Purwata; I Putu Eka Widyadharma; I Wayan Niryana
E-Jurnal Medika Udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traumatic brain injury (TBI) didefinisikan sebagai cedera otak akut akibat adanya energi mekanik terhadap kepala yang berasal dari tenaga fisik eksternal. Patofosiologi TBI melibatkan adanya iskemia fokal maupun global. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar AU serum pada pasien dengan stroke iskemik akut (SIA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan kadar AU serum pada penderita TBI berdasarkan derajat keparahannya. Penelitian ini merupakan studi potong-lintang analitik yang melibatkan total sampel sebanyak 96 pasien TBI baik laki-laki maupun perempuan. Kadar AU serum tinggi didefinisikan sebagai kadar AU serum >7,0 mg/dl pada laki-laki dan >6,0 mg/dl pada perempuan. Karakteristik sampel dianalisis secara deskriptif. Uji ANOVA satu arah dan analisis post hoc digunakan untuk menentukan perbedaan kadar AU serum berdasarkan derajat keparahan TBI. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan rerata kadar AU serum berdasarkan derajat keparahan TBI (5,81 ± 1,46 vs 6,61 ± 2,03 mg/dl vs 7,3 ± 2,06 mg/dl pada derajat ringan, sedang, dan berat ; p < 0,05). Kadar AU serum pada pasien TBI derajat sedang dan berat lebih tinggi secara signifikan dibanding pasien TBI derajat ringan.  
GAMBARAN FAKTOR RESIKO SUMBER AIR, PENGELOLAAN AIR, DAN MENCUCI TANGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA BUAHAN Alfonsus Alex Mintarja
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.52 KB)

Abstract

Berdasarkan laporan 2013 dan awal tahun 2014, diare masih merupakan masalah di Kecamatan Payangan khususnya di Desa Buahan. Angka kejadian yang tinggi dan terjadinya peningkatan kunjungan puskesmas karena masalah diare pada bulan Januari-Juni 2014 membuat permasalahan diare perlu di tinjau lebih lanjut terkait mengenai program PHBS yang telah diberlakukan di Indonesia sejak tahun 1996. Berangkat dari hal tersebut, maka dilakukan suatu penelitian mengenai gambaran beberapa indikator program PHBS yang tekait dengan diare dan kaitannya dengan kejadian diare di desa Buahan. Penelitian ini merupakan suatu studi deskriptif kuantitatif dengan rancangan potong lintang. Sampel penelitian adalah 97 Kepala Keluarga Desa Buahan Kecamatan Payangan yang diambil secara multistage sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan alat pengumpul data berupa kuesioner. Dilakukan analisis univariat dan tabulasi silang terhadap data yang berhasil dikumpulkan.Hasil penelitian menunjukkan sumber air minum yang banyakdigunakan  merupakan mata air dengan persentase sebesar 82,5%, diikuti oleh air PDAM dengan persentase sebesar 13,4%, dan yang paling sedikit adalah air kemasan dengan persentase 4,1%. Dengan anka kejadian diare oleh karena penggunaan air kemasan adalah (0%), diikuti oleh PDAM (38,5%), dan mata air (40%). Selain Sumber mata air, terdapat juga pengolahan air yang buruk sebesar 39,2% dengan presentasi kejadian diare sebesar sebesar 50% dan perilaku cuci tangan yang buruk sebesar 39,2% dengan presentasi kejadian diare sebesar sebesar 57,9%. Hasil ini masih menunjukkan sumber air yang bersih dan juga program PHBS dalam kaitannya pencegahan diare masih memegang peran penting dalam pencegahan diare di Desa Buahan Kecamatan Payangan.
GAMBARAN PEMERIKSAAN SEROLOGI IgM-IgG ANTIDENGUE PASIEN TERINFEKSI VIRUS DENGUE DI RUMAH SAKIT SURYA HUSADA DENPASAR BALI PADA PERIODE DESEMBER 2013 SAMPAI MEI 2014 I Gst Agung Dwi Mahasurya; Anak Agung Wiradewi Lestari; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.961 KB)

Abstract

Virus dengue merupakan arbovirus penting yang menyebabkan infeksi pada manusia. Di kawasan Asia, diperkirakan kematian yang disebabkan oleh virus dengue mencapai 0,5%-3,5%. Kejadian Luar Biasa di Indonesia menimbulkan 39.938 kasus dengan 498 kematian dan Incidence Rate 15/100.000 penduduk. Disamping melalui gejala klinis, diagnosis pasti perlu ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium, salah satunya adalah pemeriksaan serologi IgM-IgG Antidengue. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah mengetahui gambaran pemeriksaan serologi IgM-IgG antidengue pada pasien terinfeksi virus dengue. Studi cross sectional dilakukan di laboratorium Rumah Sakit Surya Husada Denpasar Bali dari bulan Desember tahun 2013 hingga Mei tahun 2014. Dari 343 sampel, proporsi yang diperoleh tiap bulannya yakni : Desember (8%), Januari (17%), Februari (15%), Maret (13%), April (21%), dan Mei (26%). Proporsi sampel laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, yaitu laki-laki sebanyak 179 sampel (53%) dan perempuan sebanyak 164 sampel (47%). Pada penelitian diperoleh proporsi kelompok usia 0-5 tahun sebesar 13%, kelompok usia 6-< 10 tahun sebesar 17%, kelompok usia 10-< 15 tahun sebesar 12%, serta paling banyak pada kelompok usia15 tahun sebesar 58%. Jumlah sampel dengan hasil IgM (+) IgG (+) paling banyak dibandingkan yang lainnya, yaitu sebesar 50,5%, hasil IgM (+) IgG (-) sebesar 24%, hasil IgM (-) IgG (-) sebesar 17,5%, serta hasil IgM (-) IgG (+) sebesar 8%. Hal ini menunjukkan proporsi infeksi sekunder lebih banyak dibandingkan dengan infeksi primer. Proporsi kelompok usia15 tahun paling banyak ditemukan dibandingkan dengan kelompok usia lainnya pada pemeriksaan serologi IgM-IgG Antidengue. Proporsi laki-laki lebih banyak ditemukan pada infeksi primer, sedangkan proporsi perempuan lebih banyak pada infeksi sekunder.
KARAKTERISTIK DAN MANAJEMEN DERMATITIS KONTAK ALERGI PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT INDERA DENPASAR PERIODE JANUARI – JULI 2014 Pratama Yulius Prabowo
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.877 KB)

Abstract

Allergic contact dermatitis (DKA) is a common disease. No research has been done to find out the characteristics, and management of DKA in Denpasar. This study was conducted to determine characteristic and management of outpatients with DKA in Indera Hospital Denpasar in the period of January to July 2014. This study was retrospective and cross-sectional study. A hundred and six cases of allergic contact dermatitis at hospital from January to July 2014 was obtained. Seventy one cases were females (66.98%), 93 cases were patients with productive age (87.74%) and 24 cases were in the age range of 41-50 years (22.64%). DKA on hand was the most location found in this study, with 57 cases (53.77%). The most frequent complaint was itchy (96.23%). The most commonly-found efflorescence was erythema (75.47%). Most commonly-prescribed agents for DKA were topical preparations containing corticosteroids (99,06%) and oral anti-histamine (94,34%). Keywords: Allergic Contact Dermatitis, characteristic, management
Obesitas sentral meningkatkan risiko nyeri punggung bawah pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Udayana Angelia Carolin; Eka Widyadharma; Raka Sudewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.085 KB)

Abstract

Low back pain (LBP) is a common problem in the community. 70% to 80% of adults have experienced LBP at least once in their lives. LBP is a symptom that causes limitations, ranging from limiting physical activity, decreasing quality of life, to causing psychological distress. There are several things that can cause LBP, one of which is obesity, especially central obesity. Study design using case-control method, this study used 42 respondents who have met the inclusion criteria. Subject respondents are21 students were a group with high risk of LBP and 21 others were low risk group of LBP determined with the Keele START Back Questionnaire. After that, all respondents’ waist circumference were measured. It was found that in the group of people with high risk LBP compared with the high risk LBP group it tended to have central obesity state with proportion (66.7%). In this study a significant relationship between the central obesity with LBP was found (OR: 40, p = 0.02). It can be concluded that central obesity increases the risk of LBP among medical students in Udayana University. The results of this study is expected to be used as the basis for further research and with the existence of these studies the quality of life of medical students will get better. Keywords:Central obesity, low back pain, medical students
PENGARUH RUTINITAS MANDI AIR HANGAT DAN MANDI BIASA TERHADAP PEMULIHAN KELELAHAN PEMAIN FUTSAL Pande Made Doddy Haryadi; I Putu Gede Adiatmika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.758 KB)

Abstract

Pemulihan kelelahan dapat dikerjakan dengan berbagai cara, diantaranya dengan mandi air hangat dan biasa. Rutinitas mandi air hangat dan mandi biasa memiliki perbedaan dampak terhadap pemulihan kelelahan pemain futsal. Telah dilakukan penelitian dengan metode eksperimental yang dilakukan pada pemain futsal yang diukur dengan denyut nadi dan Borg’s Scale. Pemain futsal dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah rutinitas mandi air hangat dan kedua adalah rutinitas mandi biasa. Total sampel yang didapatkan adalah 34 orang yang dibagi menjadi 18 orang menggunakan rutinitas mandi air biasa dan 16 orang menggunakan rutinitas mandi air hangat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan hasil analisis data menyatakan bahwa ada perbedaan rerata penurunan denyut nadi sebelum sampai sesudah pertandingan pada kelompok mandi biasa dan mandi air hangat (p<0,05); (2) tidak ada perbedaan kelelahan akhir yang diukur menggunakan Borg’s Scale sesudah pertandingan pada kelompok mandi biasa dan mandi air hangat (p>0,05). Disimpulkan bahwa rutinitas mandi air hangat dan mandi air biasa berpengaruh terhadap pemulihan kelelahan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh pihak yang memerlukan seperti pelatih atau atlet sebagai bentuk pemulihan kelelahan dalam pelatihan cabang olahraga futsal. Kata Kunci: Rutinitas mandi, mandi air hangat, mandi biasa, pemulihan, kelelahan
KEJADIAN DAN KARAKTERISTIK DEPRESI PADA USILA (USIA LANJUT) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGGIS II TAHUN 2017 Chika Christianne Moreen Nababan; Luh Seri Ani; Putu Cintya Denny Yuliyatni
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.759 KB)

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental yang umum terjadi pada usila. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kejadian dan karakteristik depresi pada usila di Wilayah KerjaPuskesmas Manggis II tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif crosssectional. Sampel dalam penelitian ini adalah usila berusia 60-90 tahun sebanyak 51 orangyang dipilih dengan multistage random sampling. Data diperoleh dengan wawancara padausila yang sebelumnya diberikan informed consent. Status depresi diukur dengan GDS-15,status fungsional diukur dengan Katz ADL dan status kognitif diukur dengan MMSE. Datahasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsikejadian depresi sebesar 60,8%. Kejadian depresi cenderung dialami oleh usila yang berusia?75 tahun (66,7%), berjenis kelamin perempuan (62,1%), tinggal sendiri (100%), duda/janda(70,6%), tingkat pendidikan rendah (63,8), tidak bekerja (66,7%), berpenghasilan ? UMK(63,8%), mengalami gangguan fungsional (100%), mengalami gangguan kognitif (65,9%),tidak bisa membaca (70%), memiliki pengalaman stres (62,5%), memiliki riwayat penyakitkronis (69%), merokok (61,5%) dan tidak pernah mengonsumsi alkohol (61,8%). Kesimpulanpenelitian adalah kejadian depresi pada usila di Wilayah Kerja Puskesmas Manggis II dalamkategori tinggi, sehingga disarankan kepada Puskesmas Manggis II untuk melaksanakandeteksi dini serta meningkatkan program posyandu usila. Kata kunci: Depresi, usila, program puskesmas, deskriptif, cross-sectional

Page 14 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue