cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
TERAPI DENYUT ITRAKONAZOL PADA KASUS TINEA UNGUIUM Kadek Yuda Sujana; IGK Darmada; Luh Made Mas Rusyati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.282 KB)

Abstract

Dermatophytosis is a superficial fungal infection on skin, hair, and nail which caused bydermatophyt. Onicomycosis refers to nail infection which caused by fungal dermatophyt,fungal nondermatophyt, or yeast. Dermatophyt that infected the nail called tinea unguium.Diagnosis for tinea unguium based on the microscopic test with KOH 20%, cultureSaboraud’s dextrose agar (SDA) and histopathologic. In this case reported male, 28 years oldwith changed of the color of nail since four years ago. Dermatologic states is located on tenhand’s fingers and ten foot’s fingers which looked like the nail is thickening, there are keratindebris on the distal part of nail with rough end and nail plate looked like picked up. KOH20% test from nail’s scratch founded long hypha and branched. This patient gives treatmentwith Itraconazol dose 200 mg twice a day for one week in one month and repeated for threemonths. The prognosis is good.
STATUS GIZI PADA BALITA DAN ANAK VEGETARIAN DI KOMUNITAS ASRAM SRI SRI RADHA MADHAVA, DESA SIANGAN, KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2014 I Gusti Ayu Risma Pramita
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.833 KB)

Abstract

Masalah gizi adalah salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang belum tuntas ditanggulangi di dunia. Berdasarkan data Riskesdas 2010, prevalensi balita yang mengalami gizi buruk secara nasional adalah 4,9%, gizi kurang 13%, dan gizi lebih 5,8%. Asram Sri Sri Radha Madhava berada di wilayah kerja Puskesmas Gianyar II. Masyarakat tersebut adalah kelompok vegetarian lakto mulai dari remaja, hamil, sampai pada anak yang dilahirkan. Berdasarkan laporan tahunan Puskesmas Gianyar II tahun 2012 terjadi masalah gizi kurang sebesar 2,3%. Pada tahun 2013 di Puskesmas Gianyar II tercatat masalah gizi kurang pada balita meningkat menjadi 5%, sedangkan jumlah balita gizi buruk adalah sebesar 2%. Puskesmas Gianyar II belum dapat mencapai target yakni 0% untuk balita gizi buruk maupun gizi kurang. Balita dan anak-anak Asram jarang mengikuti kegiatan Posyandu sehingga pertumbuhan dan perkembangannya sulit untuk dipantau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi bayi dan balita serta anak vegetarian di komunitas Asram Sri Sri Radha Madhava. Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang (cross-sectional) deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran langsung tinggi badan dan berat badan serta wawancara. Status gizi pada 36 orang yang termasuk kelompok balita dan anak vegetarian dilihat berdasarkan indeks berat badan terhadap umur (BB/U), tinggi badan terhadap umur (TB/U), berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB), dan indeks masa tubuh terhadap umur (IMT/U) dari grafik WHO. Sebagian besar tergolong gizi baik berdasarkan BB/U (80,6%), TB/U normal (72,2%), BB/TB normal (63,9%), dan IMT/U normal (72,2%). Sebanyak 2,8% termasuk kategori obese, 11,1% kategori gemuk (overweight) dan 13,9% kategori kurus (underweight).    
KARAKTERISTIK TINGKAT KEBUGARAN KARDIORESPIRASI SISWA KELAS 6 SD DI DESA MENGWITANI TAHUN 2014 Nyoman Chandra Adidharma
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.615 KB)

Abstract

Lifestyle patterns are now showing increasing obesity cases are caused by sedentary behaviors and low physical activity daily. 3 out of 10 girls and boys aged 2-15 years is approximately 31% were overweight or obese by 28%. While the research conducted in several cities of 2014 in Indonesia found the number of cases of obesity in children of primary school age reaches 12%. Obesity is the often caused by less physical activity. This study aims to investigate the characteristics of cardiorespiratory fitness level in 6th grade students in Mengwitani. This research was descriptive with cross sectional method. The number of respondents is 71 people were selected by random sampling. Measurement of cardiorespiratory fitness using the Harvard Step Test. The results obtained 55 respondents (77.5%) had a very good level of cardiorespiratory fitness. While 12 respondents (16.9%) have a good fitness level and 4 respondents (5.6%) fairly. From the results, this study can be recommended for respondents who already have high level of cardiorespiratory fitness to maintain or increase physical activity daily and it can be used as a reference for respondents who still do not have a good level of cardiorespiratory fitness to improve their cardiorespiratory fitness level.
SKOR PROBABILITAS DEEP VEIN THROMBOSIS PEGAWAI KASIR PUSAT PERBELANJAAN YANG MENGGUNAKAN SEPATU HAK TINGGI DI DENPASAR IGM Ardika Aryasa; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.783 KB)

Abstract

Salah satu penyakit sistem pembuluh darah yang dapat dipicu oleh posisi kerja yang statis adalah penyakit Deep Vein Thrombosis (DVT). Di masyarakat, DVT memiliki prevalensi yang cukup tinggi dan sering disebut “silent killer” karena sering tidak menunjukkan gejala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui skor probabilitas DVT pada pegawai kasir pusat perbelanjaan yang menggunakan sepatu hak tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada pegawai kasir pusat perbelanjaan di Denpasar, Bali pada tahun 2014. Jumlah sampel sebesar 52 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan adaptasi kriteria skor Wells untuk mengetahui risiko probabilitas DVT dari beberapa aspek kerja. Dari hasil penelitian, didapatkan mayoritas responden termasuk dalam risiko menengah hingga tinggi (57,7%). Ditinjau dari tinggi hak sepatu yang digunakan saat bekerja, mayoritas responden termasuk dalam risiko menengah hingga tinggi dengan persentase ? 3 cm (61,11%), > 3 cm - ? 5 cm (64,29%), dan > 5 cm - ? 7 cm (83,33%). Ditinjau dari pengalaman kerja, mayoritas responden termasuk dalam risiko menengah hingga tinggi dengan persentase 1-12 bulan (62,5%), 13-24 bulan (66,67%) dan ? 24 (75%). Secara keseluruhan, berdasarkan kriteria skor Wells sebagian besar responden memiliki risiko menengah hingga tinggi penyakit DVT. Baik secara keseluruhan maupun ditinjau dari tinggi hak sepatu dan pengalaman kerja.
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISIS PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI Ni Made Evitasari Dwitarini; Sianny Herawati; A.A. Ngurah Subawa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.652 KB)

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penyakit penurunan fungsi ginjal untuk ekskresi sisa metabolisme dan menyeimbangkan cairan tubuh. Anemia sering ditemukan pada pasien PGK dengan prevalensi dan keparahan sebanding dengan keparahan PGK. Anemia pada PGK berkaitan dengan peningkatan morbiditas dan penurunan kualitas hidup. Hemodialisis rutin dilakukan sebagai terapi pengganti fungsi ginjal pada penderita gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien PGK di RSUP Sanglah Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dan teknik consecutive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 76 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil dan dicatat dari rekam medis pasien PGK di RSUP Sanglah Bali periode 1 Januari 2014-31 Desember 2016. Uji statistik dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov didapatkan data berdistribusi normal, dimana nilai p sebelum hemodialisis adalah 0,752 dan nilai p sesudah hemodialisis adalah 0,498. Uji t berpasangan didapatkan nilai p=0,018 (p<0,05), dengan rerata sebelum hemodialisis adalah 9,0195 sedangkan rerata sesudah hemodialisis adalah 9,4141. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kadar hemoglobin sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien PGK, dimana kadar hemoglobin sesudah hemodialisis lebih tinggi daripada kadar hemoglobin sebelum hemodialisis.
Skrining Depresi pada Ibu dengan Anak Tuna Grahita Menggunakan Alat Beck Depression Inventory di Sekolah Luar Biasa Negeri C dan C1 Kota Denpasar Tahun 2014 Aretha Aprillya Kusumadjaja; I Gusti Ayu Indah Ardani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.22 KB)

Abstract

The high level of children with intelectual dissability’s demand on ongoing nurture from their parents, makes not only high burden of psychological condition but also could serve as precipitating factor of depression, especially in mother who have bigger part on extra care and practical work that the child with intelectual dissabuility requires. This study examine the depression rate in mother with intelectual dissability children using Beck Depression Inventory at Sekolah Luar Biasa Negeri C and C1 Denpasar 2014. This study’s subject taken from Sekolah Luar Biasa Negeri C and C1 Denpasar started from 1st April 2014 until 31th October 2014. This study using cross-sectional descriptive methods to examine the depression rate in mother with intelectual dissability children using Beck Depression Inventory at Sekolah Luar Biasa Negeri C and C1 Denpasar 2014. Primary data is taken using Questionnaire directly from the study’s subject and already meet the inclsion criteria. The analyse based on 77mothers participating in this study revealed the depression rate in mother with intelectual dissability children mostly have minimal depression rate or normal (77,9%). With higher characteristic are educational level on senior high school graduate, married, as a housewife and range of age from 41 to 50 years old. The depression rate in mother with intelectual dissability children at Sekolah Luar Biasa C and C1 Denpasar 2014 mostly have minimal depression rate or normal. The result of the study are expected can be used as a reference of the next study to know the relationship between depression in mother with intelectual dissability children. Keyword: Maternal Depression, Depression in Mother, Intelectual Dissability, Mental Retardation, Prevalence
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI PENDERITA KANKER SERVIKS UTERI BERDASARKAN DATA DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2011-2015 Bintang Dwi Oktaviani; Ni Putu Sriwidyani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.458 KB)

Abstract

Kanker serviks uteri adalah tumor ganas yang berasal dari epitel leher rahim. Kanker serviks uteri merupakan kanker terbanyak kedua yang ditemukan pada wanita. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasien kanker serviks uteri di RSUP Sanglah yang merupakan rumah sakit rujukan di Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif retrospektif yaitu menggunakan data sekunder dari arsip pemeriksaan histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar dari 1 Januari 2011 sampai 31 Desember 2015. Data klinikopatologi diperoleh dari informasi klinis pada formulir permintaan pemeriksaan histopatologi serta diagnosis hasil pemeriksaan histopatologi.Terdapat 574 pasien perempuan yang terdiagnosis kanker serviks uteri. Prevalensi umur tersering pada kelompok umur 40-49 tahun (39,1%), gejala klinis tersering perdarahan pervaginam (36,2%), tipe histopatologi tersering squamosa sel carcinoma (68,6%), dan stadium tersering stadium I-II (26%). Kanker serviks uteri di RSUP Sanglah Denpasar paling sering terjadi pada wanita usia menengah dengan keluhan perdarahan pervagina, tipe squamous cell carcinoma, dan pada stadium awal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kanker serviks uteri di Bali. kata kunci: kanker serviks uteri, klinikopatologi, Bali, angka prevalensi.
PREVALENSI DISFUNGSI SEKSUAL AKIBAT MENGGUNAKAN TIPIKAL ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN LAKI-LAKI DENGAN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINISI BALI TAHUN 2015 I Gusti Agung Indana Surya Putra; Ni Ketut Sri Diniari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.999 KB)

Abstract

Skizofrenia memperlihatkan serangkaian gejala berupa gangguan konteks berpikir, persepsi, afek, motivasi, perilaku, dan fungsi interpersonal. Diperlukan terapi antipsikotik untuk menekan gejala tesebut. Kejadian Disfungsi seskual akibat penggunaan antipsikotik dilaporkan cukup tinggi pada laki-laki yang menggunakan golongan tipikal. Kasus ini sering terlewati dan tidak terlaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi disfungsi seksual pada pasien laki-laki dengan skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali Tahun 2015 setelah mendapatkan obat golongan tipikal antipsikotik. Sebanyak 45 pasien laki-laki dengan skizofrenia yang mendapatkan terapi antipsikotik sekurangnya 6 bulan digunakan sebagai subjek penelitian. Variabel pada penelitian ini berupa karakteristik demografi, karakteristik medis dan gambaran disfungsi seksual dengan menggunakan kuisioner International Index of Erectile Function (IIEF) yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Sebagian besar pada penelitian ini mengalami disfungsi seksual (66,6%) berupa gangguan gairah seksual (57,8%). Secara umum subjek yang menggunakan antipsikotik tipikal saja memiliki kecenderungan untuk mengalami disfungsi seksual (83,3%). Kejadian disfungsi seksual lebih banyak terjadi pada subjek yang telah menikah, tidak bekerja dan menggunakan golongan tipikal antipsikotik. Semakin lama pengobatan, akan meningkatkan kejadian disfungsi seksual. Hal tersebut tentu menyebabkan ketidaknyamanan baik secara fisik dan psikologis pada pasien skizofrenia yang berdampak pada keberhasilan terapi. Kata kunci : Skizofrenia, Antipsikotik Tipikal, Disfungsi Seksual
HUBUNGAN JUMLAH TRANSFUSI DARAH DAN PENGGUNAAN KELASI BESI DENGAN KADAR FERITIN PADA PASIEN TALASEMIA Fatqur Rochman; Ni Kadek Mulyantari; I WP Sutirtayasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.63 KB)

Abstract

Talasemia merupakan salah satu kelainan keturunan pembentukan darah yang menyebabkanjumlah kematian cukup signifikan (3,4%.) pada usia di bawah 5 tahun di dunia. Hingga kinimanajemen utama anemia pada pasien talasemia adalah transfusi darah. Pemberian transfusiyang sering akan meningkatkan kadar besi dalam tubuh sehingga membutuhkan obat kelasi besi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah transfusi darah yangdiberikan dan penggunaan kelasi besi terhadap kadar feritin. Penelitian ini menggunakan rancangan studi potong lintang. Jumlah sampel penelitian adalah 25 sampel yang merupakanpasien talasemia di RSUP Sanglah dari Januari 2014 hingga Juni 2015. Pemilihan sampeldilakukan dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil datasekunder dari rekam medis pasien talasemia. Pada hasil analisis, terlihat secara umumpeningkatan jumlah transfusi akan meningkatkan rerata kadar feritin . Dari penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah transfusi darah yangdiberikan dengan kadar feritin pasien talasemia (p=0.003). Pada analisis hubungan antara kadarferitin dan ada atau tidaknya pemberian kelasi besi mendapatkan hasil yang tidak signifikansecara statistik (p>0.664). Penelitian ini diharapkan dapat dipakai untuk pembelajaran dan dapatdijadikan dasar untuk dilakukan penelitian lain yang serupa di masa depan. Kata kunci: talasemia, transfusi darah, obat kelasi besi dan kadar feritin.
GUILLOTINE AND GOMCO CLAMP TECHNIQUE ON CIRCUMCISION Yusuf Alfi Mulia; Putu Anda Tusta Adiputra
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.211 KB)

Abstract

Circumcision is an action disposal of part or all prepusium dicks with a certain goal. Circumcision surgical procedure is most commonly done in men, because sirkumsisi done routinely for religious and culture reasons. Level circumcision occurs in among some races, 81 % in White; 65 % African-American, 54 % in Hispanic. Before doing an sirkumsisi, there are some stages covering preparation and anaesthetic. Techniques frequently used is guillotine and gomco clamp technique. On both this technique has advantages and disadvantages.

Page 16 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue