cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN PNEUMOTHORAKS DENGAN TUBE THORACOSTOMY DI RSUP SANGLAH TAHUN 2012-2013 I Made Widiarta Kusuma
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.447 KB)

Abstract

Pneumothoraks adalah terperangkapnya udara pada celah pleura yang menyebabkan tekananudara menjadi lebih positif. Sebagai penyakit yang mengancam jiwa, tube thoracostomydilaksanakan sejak dini dan disertai pemberian antiobika untuk mencegah risiko komplikasiinfeksi. Hal ini masih menjadi kontroversi, oleh karena itu peneliti tertarik mengeksplorasipenggunaan antibiotika pada pasien pneumothoraks dengan tube thoracostomy. Penelitian inimerupakan sebuah studi cross sectional dengan sampel penelitian adalah 35 pasienpneumothoraks di RSUP Sanglah, Denpasar dari bulan Januari 2012-Agustus 2013. Datapenelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medik pasien pneumothoraks.Hasil analisis data menunjukkan, pasien pneumothoraks terbagi atas 10 pneumothorakstraumatik, 8 pneumothoraks iatrogenik, 8 PSP, 5 PSS, 1 fluidopneumothoraks, dan 3piopneumothoraks. Sebesar  14 sampel dengan tube thoracostomy tanpa WSD dan 11 sampeldikombinasi dengan WSD. Sebanyak 35 sampel diberikan antibiotika golongan cephalosporinsebelum tindakan tube thoracostomy, seperti cefataxime, ceftriaxone, dan cefaperazone. Pasienriwayat TBC dan fluidopneumothoraks, diberikan kombinasi ceftriaxone dan azitromycin.Sebesar 10 pasien pneumothoraks traumatik, diberikan kombinasi ceftriaxone dan anti tetanus.Tendensi keberhasilan antibiotika untuk pencegahan infeksi sebesar 80%, tetapi hal ini masihdipengaruhi oleh jenis pneumothoraks, mekanisme pneumothoraks, jangka waktu rawat inapdan pemakaian tube thoracostomy.
IMMUNOPATOGENESIS INFEKSI VIRUS DENGUE IBN Dwipayana Manuaba; I Wayan Putu Sutirtayasa; DAP Rasmika Dewi
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.875 KB)

Abstract

Dengue , adalah penyakit arboviral tersering yang tersebar di seluruh dunia. Dengue disebabkan oleh infeksi 1 dari 4 serotipe virus dengue. Virus dengue berasal dari keluarga Flaviviridae , genus Flavivirus ( virus RNA ikatan-tunggal tidak ber-segmen).Virus dengue menular ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes betina yang telah ter-infeksi. Virus dengue (DEN) mempunyai 4 serotipe (DEN-1 , DEN-2 , DEN-3 , DEN-4) . infeksi dari salah satu tipe virus bisa tanpa gejala di mayoritas kasus yang terjadi atau bisa menimbulkan gejala klinis. Mulai dari yang ringan dengan gejala seperti flue (yang biasa disebut demam dengue [DF] ) , bentuk yang lebih parah (yang biasa disebut demam berdarah [DHF]) , dan yang hingga menimbulkan gejala syok ( dengue syok sindrom [DSS]). Penyebab dari perkembangan dan mekanisme yang terlibat dalam patofisiologi penyakit infeksi DENV tidak bisa dengan jelas didefinisikan. Immunopatogenesis infeksi virus dengue membahas tentang jalan masuk DENV , aktivasi berlebihan imune yang menyimpang dan menginduksi autoantibody , respon humoral ,peningkatan dependen antibody
HUBUNGAN ANTARA KENDALI GLIKEMIK DENGAN PROFIL LIPID PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Rheza Priyadi; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.824 KB)

Abstract

Penyebab terbanyak morbiditas dan mortalitas pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) adalah penyakit kardiovaskuler. Banyak faktor risiko yang terlibat dalam kejadian PJK pada pasien DM tipe 2, salah satunya adalah profil lipid. Berdasarkan penelitian sebelumnya ditemukan bahwa kondisi hiperglikemik memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap kondisi pembuluh darah. Efek tidak langsung kondisi hiperglikemik diperkirakan melalui pengaruhnya terhadap profil lipid. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara kendali glikemik dengan profil lipid. Sampel diambil dari rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pada penelitian ini dipakai 77 sampel yang terdiri dari  42 pria (54,5%) dan 35 wanita (45,5%). Usia rata-rata sampel adalah 54 tahun dengan tujuh data yang belum diketahui usianya. Rata-rata HbA1c pasien adalah 10,194%. 16 pasien (20,8%) memiliki kontrol glikemik yang baik (HbA1c <7 %), sedangkan 61 (79,2%) pasien memiliki kontrol glikemik yang buruk (HbA1c ?7 %). 26 pasien (33,8%) mengalami peningkatan kadar trigliserida (?150 mg/dl). 60 pasien (77,9%) mengalami penurunan kadar HDL (<40 mg/dl). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analisa potong lintang. Sampel diambil dari pasien-pasien rawat jalan dengan diagnosis DM tipe 2 yang memeriksakan dirinya di RSUP Sanglah Denpasar periode Juli 2010 sampai Mei 2012. Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi spearman satu arah. Berdasarkan hasil uji analitik korelatif satu arah terdapat hubungan yang bermakna antara kendali glikemik dengan kadar trigliserida darah dan antara kadar trigliserida dengan kadar HDL. Korelasi antara kendali glikemik dengan kadar trigliserida darah menunjukkan korelasi yang lemah dengan nilai korelasi 0,342 (p < 0,005; 95% CI).  Korelasi antara antara kadar trigliserida dengan kadar HDL menunjukkan korelasi lemah dengan kadar HDL, dengan nilai korelasi - 0,310 (p < 0,005; 95% CI). Korelasi antara antara kadar trigliserida dengan kadar kolesterol menunjukkan korelasi sedang, dengan nilai korelasi  0,415 (p < 0,005; 95% CI). Dapat disimpulkan bahwa kendali glikemik memiliki korelasi dengan kadar trigliserida, serta memiliki hubungan secara tidak langsung dengan kadar HDL dan kadar kolesterol melalui hubungannya dengan kadar trigliserida melalui korelasi yang bermakna antara kadar trigliserida dengan kadar kadar HDL dan kadar kolesterol.  
KARAKTERISTIK RESPONDEN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) DENGAN HASIL TES ANTI-HIV REAKTIF DI RSUP SANGLAH DENPASAR IGA Putri Purwanthi; I Ketut Agus Somia
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman masyarakat mengenai Voluntary Counseling and Testing (VCT) sebagai pintu gerbang utama bagi perawatan dan pencegahan transmisi HIV-AIDS dinilai masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden VCT dengan hasil tes anti-HIV reaktif di RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2012 berdasarkan distribusi sosio-demografi, perilaku berisiko, alasan tes HIV dan sumber informasi tes. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif yang dilakukan pada tanggal 21 November 2013 - 25 November 2013. Total 297 responden dengan hasil tes anti-HIV reaktif didapatkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (60.8%) bertempat tinggal di Denpasar (36.4%), dengan kelompok umur terbanyak adalah 30-39 tahun (42.4%). Pendidikan terakhir terbanyak adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) (40.1%) dan status perkawinan terbanyak adalah sudah menikah (63.6%). Sebagian besar responden (36%) beprofesi sebagai wiraswasta/karyawan swasta dan belum pernah mengakses pelayanan VCT sebelumnya (94.3%). Kelompok berisiko terbanyak adalah pelanggan PS dan pasangan risti (15.5%) dengan faktor risiko hubungan seks vaginal berisiko (71.4%). Sebagian besar responden datang mengakses layanan VCT karena rujukan (46.8%) dengan sumber informasi terbanyak dari dokter (70.4%). Perlu edukasi kepada masyarakat mengenai wawasan tentang tes HIV dan evaluasi program promosi-preventif yang dilaksanakan agar lebih efektif dan tepat sasaran.      
STUDI DESKRIPTIF UNTUK MENGETAHUI RATA-RATA PENURUNAN TEKANAN DARAH SETELAH OLAHRAGA FUTSAL SELAMA 15 MENIT I Gede Koko Gustrawan; I Made Muliarta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.184 KB)

Abstract

Olahraga yang paling digemari saat ini adalah futsal yang memerlukan kecepatan serta stamina yang cukup besar karena bila tidak, hal tersebut akan berdampak pada kesehatan pemain. Jantung bekerja keras untuk memenuhi suplai darah ke seluruh tubuh yang sangat tergantung pada tekanan darah ketika berolahraga. Terdapat fase dimana seseorang mengalami tekanan darah rendah atau hipotensi disana. Ketika seseorang mengalami tekanan darah yang rendah ini akan timbul beberapa gejala. Belum ada penelitian mengenai besar hipotensi yang terjadi pada orang yang bermain futsal selama 15 menit dalam waktu 1 jam, sehingga pencegahan penyakit jantung post exercisebelum diketahui secara ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama post exercisesetelah olahraga futsal selama 15 menit dan besar hipotensi yang terjadi pada orang yang bermain futsal selama 15 menit dalam waktu 1 jam. dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang (Cross-sectional). Penelitian ini dilakukan di lapangan-lapangan futsal yang ada di Denpasar selama satu bulan. Sampel penelitian ini adalah 24 orang pemain futsal yang dipilih secara acak pada kota Denpasar.  Instrumen pengumpulan data adalah dengan menggunakan data primer yang berupa Anamnesis dan metode kuesioner yang diberikan untuk mengetahui data diri, frekuensi dan durasi latihan dan pemeriksaan tekanan darah dengan tensimeter. Teknik analisis data dengan deskriptif dan disajikan dalam bentuk naratif. Hasil penelitian diperoleh kenaikan tekanan darah rata-rata dari sebelum dan setelah olahraga futsal sebanyak 11,7% untuk sistole dan 15,2% untuk diastole. Penurunan tekanan darah dari menit ke 0 setelah bermain sampai menit ke 15 untuk sistolenya adalah 9,9% dan diastolenya 7,5%. Penurunan tekanan darah dari menit ke 0 setelah bermain sampai menit ke 30 untuk sistolenya adalah 17,7% dan diastolenya 18,1%. Penurunan tekanan darah dari menit ke 15 sampai menit ke 30 untuk sistolenya adalah 8,7% dan diastolenya 11,4%. Penurunan tekanan darah dari menit ke 0 setelah bermain sampai menit ke 45 untuk sistolenya adalah 22,5% dan diastolenya 25,6%. Penurunan tekanan darah dari menit ke 30 sampai menit ke 45 untuk sistolenya adalah 5,8% dan diastolenya 9,1%. Terdapat kenaikan tekanan darah dari menit ke 45 setelah bermain sampai menit ke 60 untuk sistolenya adalah 4,3% dan diastolenya 4,1%. Adapun kesimpulan yang dapat ditarik adalah terjadi penurunan tekanan darah secara signifikan dari menit ke 0 sampai 45 setelah olahraga futsal dilakukan, kemudian dari menit ke 45 sampai ke 60 tekanan darah kembali meningkat menuju normal.
PREVALENSI OBESITAS PADA PENDERITA SKIZOFRENIA YANG MENDAPATKAN TERAPI ANTIPSIKOTIK ATIPIKAL DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI Putu Ayu Indah Saraswati; Ni Ketut Sri Diniari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.095 KB)

Abstract

Salah satu perubahan yang sering terjadi pada penderita skizofrenia adalah kenaikan berat badan yang menjadi faktor risiko obesitas. Efek tersebut disebabkan oleh obat antipsikotik atipikal terutama olanzapin dan klozapin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi obesitas pada penderita skizofrenia yang menggunakan obat antipsikotik atipikal di Rumah Sakit JiwaProvinsi Bali.Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectionaldengan metode non-probality sampling dengan prosedur consecutive sampling.Sampel yang digunakan adalah pasien skizofrenia yang telah menggunakan obatantipsikotik minimal 3 bulan dan maksimal 2 tahun di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali.Instrumen pada penelitian ini adalah kuisioner dan rekam medis.Analisis hasil yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis hasil deskriptif. Temuan dari analisis hasil deskriptif adalah; 1) Prevalensi responden yang menjadi obesitas setelah mengkonsumsi obat antipsikotik atipikal adalah 78,9%, 2) Prevalensi responden yang menjadi obesitas berdasarkan lama penggunaan obat antipsikotik tertinggi pada pemakaian>12 bulan adalah 100%.Kesimpulan pada penelitian ini adalah kejadian obesitas pada penderita skizofrenia paling tinggi pada pengguna obat antipsikotik atipikal dengan lama penggunaan obat selama >12 bulan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk meneliti variabel lain yang dapat mempengaruhi prevalensi obesitas pada penderita skizofrenia yang menggunakan obat antipsikotik atipikal. Kata Kunci: Skizofrenia, Obesitas, Antipsikotikatipikal, Olanzapin, Klozapin.
HUBUNGAN STATUS NUTRISI BERDASARKAN SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT (SGA) DAN PATIENT GENERATED SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT (PG-SGA) TERHADAP KONTROL GULA DARAH PADA PASIEN DIABETIK NEFROPATI Made Yogi Krisnanda; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.474 KB)

Abstract

Nutritional status is one of the parameters in the control of diabetes disease. Nutritional status can be measured with anthropometry, SGA, PG-SGA etc. But PG-SGA SGA and its still subjective, so it is necessary to use other parameters as reference in disease control type 2 diabetes. The purpose of this study was to identify the nutritional status using the method (SGA and PG-SGA) and their effects on blood sugar control in patients with type 2 diabetes mellitus with complications of nephropathy in Sanglah. This type of research is observational analytic cross-sectional design. Total sample of this study is 50 people, who were taken consecutively at Outpatient Polyclinic and Inpatient in Internist Department General Hospital Sanglah - Denpasar. Univariate and bivariate variables were analyzed using SPSS, with significance ? = 0:05. The results showed that of the chi-square statistical test, there was no significant association between SGA nutritional status (p = 0.923) and PG-SGA (p = 0.566) to control blood sugar in diabetic nephropathy patients in Sanglah. Then, PG-SGA has a sensitivity 66.6% and specificity of 43% .in detect nutritional status by SGA in patients with type II diabetes mellitus with complications of diabetic nephropathy in Sanglah. From the results of this study concluded there was no relationship nutritional status based on SGA and PG-SGA with blood sugar control in patients with diabetic nephropathy in Sanglah. Sensitivity and specificity of the PG-SGA SGA low based on nutritional status in patients with diabetic nephropathy. Keywords: Nutritional status, PG-SGA and SGA, control blood sugar, Diabetic Nephropathy
Prevalensi gangguan gastrointestinal pada anak autism spectrum disorder (ASD) di Pusat Layanan Autis Kota Denpasar tahun 2017 A.A. Istri Agung Siswandewi; Luh Kamiati; Dedi Silakarma
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.163 KB)

Abstract

Gastrointestinal (GI) disorder is a medical condition which commonly complained by parents due to their effects on their autistic children which leads to behaviour disorder and medical problem amongst their children. Difficulty in detecting medical condition among ASD children is due to the communication barrier between parents and children which induced by the difficulty of their children to demonstrate their expression to their parents. As a result, the potential for GI disorders is not regularly detected in ASD children. This study was conducted to determine the prevalence of GI disorders amongst ASD children by sex and age group in Denpasar Centre for Autism in 2017. This cross-sectional study was conducted by total sampling method with 56 samples. Primary data which were used in this study was collected by handing questionnaire to the parents of ASD children. Results showed that the highest prevalence of GI disorders were constipation 35.7% followed by abdominal pain over 12.5%, flatulence 10.7%, and diarrhoea 7.1%. Meanwhile, the least prevalence was lower abdominal pain with the rate 3.6%. Males with ASD are more likely to present GI disorders rather than female. Furthermore, the highest prevalence of GI disorders was in the age group of 6-10 years. This study revealed that the prevalence of GI disorders amongst ASD children was slightly high. However, further research is required with wider range of sample to investigate this issue. Keywords: ASD, GI disorder, Prevalence
HUBUNGAN ANTARA FONTANELA ANTERIOR DENGAN LINGKAR KEPALA PADA ANAK USIA KURANG DARI 18 BULAN DI POLIKLINIK ANAK RSUP SANGLAH DENPASAR I Gusti Ayu Made Dwi Mas Istri; Dewi Sutriani Mahalini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.341 KB)

Abstract

Evaluasi terhadap fontanela anterior (FA) dan lingkar kepala (LK) dilakukan dalam pemantauan proses tumbuh kembang anak. Studi mengenai hubungan FA dengan LK pada anak masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara FA dengan LK pada anak usia kurang dari 18 bulan di Poliklinik Anak RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang dengan sampel anak usia kurang dari 18 bulan yang datang ke Poliklinik Anak RSUP Sanglah Denpasar pada Juni-November 2015. Analisis korelasi dan regresi linear sederhana dilakukan untuk mengetahui hubungan antara diameter anteroposterior (AP) FA dengan LK, diameter transversal FA dengan LK, serta luas FA dengan LK. Hasil analisis terhadap data 87 subyek menunjukkan terdapat kecenderungan berkurangnya ukuran FA seiring dengan bertambahnya ukuran LK. Diameter AP FA dengan LK memiliki korelasi negatif (r=-0,327; p=0,002) yang lebih kuat dibandingkan dengan korelasi negatif antara diameter transversal FA dengan lingkar kepala (r=-0,199; p=0,064) dan luas FA dengan LK (r =-0,258; p =0,016). Persamaan regresi linear untuk memperkirakan LK adalah Y= 41,454 – 0,347X (dengan Y adalah LK dan X adalah luas FA). Kata kunci: fontanela anterior, lingkar kepala, tumbuh kembang
KARAKTERISTIK ANEMIA PADA KEHAMILAN DI POLIKLINIK KEBIDANAN RSUP SANGLAH TAHUN 2016-2017 Anfiksyar K.S.S; Made Bagus Dwi Aryana; I Gede Ngr Harry Wijaya Surya; Ida Bagus Gede Fajar Manuaba
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.02 KB)

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan penurunan konsentrasi haemoglobin dibawah 11,0g/dl. Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah utama kematian ibu di hampirsemua negara berkembang di dunia. Di Indonesia, angka kejadian anemia pada kehamilanmeningkat dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristikanemia pada kehamilan di poliklinik kebidanan RSUP Sanglah Denpasar periode 1 April2016 sampai 31 Maret 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif crosssectional yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar. Datayang diperoleh berupa data sekunder rekam medis pasien periode 1 April 2016 sampai 31Maret 2017. Data dianalisis dengan program Microsoft Excell.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dari 53 pasien ibu hamil dengan anemia. Tingkat pendidikan ibuhamil dengan anemia terbanyak yaitu tingkat pendidikan menengah sebanyak 36 orang(67,9 %). Umur kehamilan ibu hamil dengan anemia terbanyak pada trimester ketigasebanyak 51 orang (96,2 %). Umur ibu pada ibu hamil dengan anemia terbanyak padaumur 20-35 tahun sebanyak 29 orang (73,6 %). Konsentrasi hemoglobin ibu hamildengan anemia terbanyak yaitu pada status anemia sedang sebanyak 48 orang (90,6 %).Perpanjangan kala II persalinan sebanyak 11 orang (20,8 %). Perdarahan pasca persalinansebanyak 11 orang (20,8 %). Pekerjaan ibu hamil dengan anemia yang terbanyak adalahswasta sebanyak 25 orang (47,2 %). Gravida ibu hamil dengan anemia terbanyak yaituprimigravida sebanyak 24 orang (45,3 %). Status gizi pada ibu hamil dengan anemiaterbanyak pada status nutrisi normal sebanyak 37 orang (69,8 %). Alamat terbanyak ibuhamil dengan anemia adalah di Denpasar yaitu 18 orang (34,0 %).Kata kunci: Karakteristik Penderita, Anemia, kehamil

Page 17 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue