cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KARAKTERISTIK PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015 Endi Ananda Khrisna; I Made Sudipta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.25 KB)

Abstract

Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan salah satu penyebab gangguan pendengaran yang umum ditemukan, terutama di negara berkembang. Laju insiden OMSK adalah 4,76% setara dengan 31 juta kasus, dimana 22,6% kasus terjadi setiap tahunnya. Prevalensi OMSK di dunia mencapai 65 hingga 330 juta orang, dan 39 hingga 200 juta (60%) penderita mengalami gangguan pendengaran yang signifikan. Penting untuk mempelajari penyakit OMSK karena merupakan salah satu penyakit tersering yang terjadi di Indonesia, dan jika tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi, sehingga menyebabkan tambahan biaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggambarkan karakteristik penderita OMSK berdasarkan umur, jenis kelamin, keluhan utama, dan tipe OMSK. Penelitian yang dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2016 ini, mengambil data sekunder rekam medis periode Januari hingga Desember 2015 dengan teknik pengumpulan sampel adalah total sampling, dan didapatkan jumlah data sebanyak 45 orang. Data kemudian diolah menggunakan SPSS dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan usia, penderita OMSK paling banyak ditemukan pada kelompok usia 31-40 tahun, yaitu sebanyak 13 orang (28,9%). Proporsi tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki, yaitu sebanyak 23 orang (51,1%). Berdasarkan keluhan, penderita OMSK paling banyak mengeluh keluar cairan dari dalam telinga (ottorhea), sebanyak 27 orang (60%). Berdasarkan sisi telinga yang terinfeksi, yang mengalami infeksi paling sering adalah telinga kanan, yaitu sebanyak 21 orang (46,7%), dan, tipe benigna merupakan tipe terbanyak yaitu 37 orang (82,2%). Kata kunci: Karakteristik, Otitis Media Supuratif Kronik, Sanglah
PRIMIPARA POST PARTUM DEPRESSION DIAGNOSIS AND TREATMENT Esha Pradnyana; Wayan Westa; Nyoman Ratep
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.427 KB)

Abstract

Pregnancy and the first child birth is an influential complex event for a mother, which is where everything including phsycal and psyological aspects. This change can make mother psyological disorder, that can lead into depression after childbearing that call post childbearing depression or post partum depression. A wide review at 59 study make a result that 13% among primipara can suffer post partum depression 12 weeks after childbearing. Estabilishmet of this diagnosis, besides from history and symptoms, and can be supported through test Edinburgh Postnatal Depression Scale( EPDS ). Patient with post partum depression, given treatment with antidepressant drug. Breastfeeding is not only to reduce stress for the mother, but also reduce the level of stress on a baby when his mother suffered depression
CLOZAPINE ON PARANOID SCHIZOPHRENIA WITH OBESITY: A CASE REPORT Dewa Nyoman Krisna Arijaya
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.328 KB)

Abstract

Treatments   of   schizophrenia   using   atypical   antipsychotics   provide   remission   of symptoms and side effects differ between individuals. The use of the method by findingthe right medication often has an impact on patient adherence to treatment. In the caseof  a  female  patient  aged  26  years  was  diagnosed  with  paranoid  schizophrenia  andclozapine  treatment  using  2x25  mg  for  6  months.  Schizophrenic   symptoms  hadsubsided  and  the  patient  can  work,  but  the  treatment  was  stopped  by  the  parents.Treatment was discontinued because of patient body weight increased to 80 kg frominitial weight 65 kg. Clozapine increases the weight by several mechanisms.  Geneticand environmental influences susceptibility to gain weight. Weight gain can also causea large enough increase in obesity-related comorbidities and health risks such as type IIdiabetes mellitus, hypertension, hear t  disease and cancer.  Subsequent  treatment  bechanged  using  atypical  antipsychotics  risperidone  at  a  dose  equivalent.  Given alsoeducate and maintain compliance with treatment.
SAWAR DARAH OTAK Aluh Sri Yuliana Ulfa; Tjok Gde Bagus Mahadewa
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.024 KB)

Abstract

The Blood–Brain Barrier (BBB) is a separation of circulating blood from the brain extracellular fluid (BECF) in the central nervous system (CNS). It is a physical barrier between the local blood vessels and most parts of the central nervous system itself, and stops many substances from travelling across it. The BBB is permeable to alcohol, and some heavy metals can cross the blood-brain barrier as well. The concept of the blood brain barrier was first introduced by Paul Ehrlich. He found that intravenous injection of dyes into the bloodstream stained all the tissues in most organs except the brain. Using electron microscopy and electron- dense tracers such as horseradish peroxidase (HRP) a group of scientists demonstrated that the blood- brain barrier is located in endothelial cells of capillaries of the brain.The BBB is to protecting the brain internally as the skull is to protecting it externally.
PREVALENSI STRES PSIKOSOSIAL DAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA SISWA – SISWI KELAS XII STUDI PENDIDIKAN IPA DAN IPS SMAN 6 DENPASAR Wayan Diah Anima Winayaka Putri
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.938 KB)

Abstract

Stres merupakan respon keseimbangan tubuh dan pikiran terhadap perubahan. Remaja mengalami perubahan yang cepat secara fisik, kognitif, dan emosional. Perubahan tersebut awal stresor bagi setiap individu dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi stres psikososial dan faktor yang mempengaruhi pada siswa-siswi kelas XII studi pendidikan IPA dan IPS di SMAN 6 Denpasar. Sampel (n=141) adalah siswa-siswi kelas XII studi pendidikan IPA dan IPS yang dipilih dengan metode simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner tertutup. Data dianalisis dengan uji korelasi non-parametrik Kendall's tau_b dan Spearman's rho test. Simpulan penelitian ini adalah prevalensi stres psikososial ringan 73 orang (51.8%), sedang 52 orang (36,9%) dan stres psikososial berat sebanyak 16 orang (11,3%), sedangkan faktor yang mempengaruhi didominasi oleh faktor kebiasaan sampel. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap prevalensi stres psikososial (p>0,05) dan (r=0.075) menunjukkan adanya korelasi positif yang rendah. Remaja yang mengalami stres psikososial berat perlu diawasi agar tidak mengalami depresi.
GAMBARAN ANEMIA PADA KELOMPOK PEREMPUAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBUKU I KABUPATEN BANGLI TAHUN 2013 I Putu Restu Wira Dharma; I Wayan Sudhana
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.965 KB)

Abstract

Anemia  adalah salah satu  masalah  gizi  mikro yang cukup serius terutama pada kelompok wanita yang akan melahirkan generasi penerus bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran anemia pada kelompok perempuan di wilayah kerja Puskesmas Tembuku I, Bangli. Sasaran penelitian ini adalah empat kelompok perempuan, yaitu kelompok pre-menarche (25 siswi), post-menarche (36 siswi), ibu hamil pertama (21 ibu), dan ibu balita pertama (37 ibu) pada bulan September 2013 dengan metode deskriptif cross-sectional. Data status anemia didapatkan dengan pengukuran langsung kadarhaemoglobin menggunakan haemometer digital. Karakteristik sampel didapatkan dari kuisioner yang diisi sendiri oleh responden. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif denganSPSS v. 16.0. Proporsi anemia pada kelompok pre-menarche (12%) cenderung terjadi pada siswa RTM (66,7%) dengan tingkat pendidikan ibu yang rendah (66,7%). Proporsi anemia (5,6%) pada kelompok post-menarche cenderung terjadi pada siswi non-RTM (100%) dengan tingkat pendidikan ibu menengah (100%). Pada kelompok ibu hamil pertama proporsi anemia (4,8%) cenderung terjadi ibu non-RTM (100%) dengan tingkat pendidikan tinggi (100%). Pada kelompok ibu balita pertama proporsi anemia (10,8%) cenderung terjadi pada ibu RTM (75,0%) dengan tingkat pendidikan rendah (75,0%). Proporsi anemia tertinggi terdapat pada kelompok pre-menarche yaitu 12 %. Rentang kadar Hb antara  7,5-16g/dl dan niai rata-rata 13,37 g/dl. Sebagian besar berasal dari keluarga RTM dan tingkat pendidikan ibu yang rendah.    
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN RISIKO MENDERITA GANGGUAN TIDUR OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Putu Suryawan; Ketut Tirtayasa
E-Jurnal Medika Udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CORRELATION OF OBESITY WITH THE RISK LEVEL OF SUFFERING SLEEP DISORDER OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) WITHIN MEDICAL STUDENT IN FACULTY OF MEDICINE UDAYANA UNIVERSITYObstructive Sleep Apnea (OSA) is sleep disorder with significant air flow reduction and cessation of breathing repeatedly with respiratory effort episodically. There are various factors that contribute to pathogenesis of OSA. Obesity is a major risk factor in development and progression of OSA. The increased prevalence of obesity is associated with an increased risk of suffering OSA. This studyaimed to determine the correlation between obesity and the risk of suffering sleep disorder OSA within medical student in Faculty of Medicine Udayana University. This study design was cross-sectional observational analitic study. Sample selection was total sampling method with total 473 respondents. The data were obtained using Berlin questionaire, Body Mass Index (BMI), and question of demographic characteristics. Descriptive characteristics respondents showed 179 (37.8%) male and 294 (62.2%) women, with majority age was 19 years (36.4%) and median BMI 21.007 (15.61-40.0). The prevalence of OSA risk obtained 30 respondents (6.3%) included into high risk, 21 men and 9 women, and 443 respondents (93.7%) included into  low risk. The prevalence of the Obese in high risk category was24 (80.0%) respondents that greater than the Not Obese in high risk categoriy was6 respondents (20.0%). Differences of proportion was performed bivariate analysis by chi-squre, resulted p value 0.00 (p <0.05) with Spearman correlation value was 0.407. We concluded that there was a significant correlation between obesity with the risk level of suffering OSAwithin medical studentin Faculty of Medicine Udayana universitywith prevalence ratio (RP) 23.262 (95% -CI: 9.155 to 59.104).
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PEREMPUAN POSTMENOPAUSE DI KECAMATAN DENPASAR BARAT Febriyani Laurus; Luh Putu Ratna Sundari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.891 KB)

Abstract

Postmenopause adalah suatu fase transisi dimana terjadi perubahan kondisi tubuh yang sering menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada perempuan. Hingga saat ini, morbiditas tertinggi dengan prevalensi yang terus meningkat adalah hipertensi atau yang dikenal sebagai ‘the silent killer’. Obesitas, yang ditimbulkan akibat proses redistribusi lemak tubuh dan peningkatan berat badan, merupakan faktor langsung penyebab hipertensi pada perempuan postmenopause tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), menilai tingkat tekanan darah dan kejadian hipertensi, dan mengetahui apakah terdapat hubungan antara peningkatan IMT dengan kejadian hipertensi pada perempuan postmenopause di Kecamatan Denpasar Barat. Selain itu, penelitian ini bermanfaat secara praktis sebagai rujukan akan pentingnya menjaga IMT tetap ideal sebagai upaya prevensi hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Dari 47 sampel yang termasuk kriteria inklusi, didapatkan IMT underweight, healthy weight, overweight, dan obese berturut-turut 10,6%, 29,8%, 23,4%, dan 36,2%. Sejumlah 53,19% dari total sampel menderita hipertensi dan sisanya nonhipertensi. Uji chi-square untuk menganalisis hubungan IMT dengan kejadian hipertensi menghasilkan nilai p (Asymp. Sig.) 0,001. Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan IMT dan tekanan darah yang signifikan, serta didapatkan hubungan asosiasi antara variabel IMT dengan hipertensi pada perempuan postmenopause. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk menentukan faktor-faktor lain yang berhubungan dengan tekanan darah pada perempuan postmenopause.
KARAKTERISTIK KLINIS MALARIA TROPIKA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MGR. GABRIEL MANEK, SVD ATAMBUA PERIODE SEPTEMBER 2013 - FEBRUARI 2014 Robertus Brian Junarli; I Ketut Agus Somia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.15 KB)

Abstract

Falciparum malaria is the most dangerous type of malaria caused by infection of Plasmodium falciparum. It has atypical prodromal symptoms and hard to differentiate from other types of malaria. It needs fast and prompt treatment since it can cause serious complication including death. This research aim to know characteristics of inpatient with falciparum malaria in Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua public hospital period September 2013 to February 2014. This study was descriptive, which the data was retrospective and taken through cross-sectional on Juny 2014. Through this study, medical records of 71 patients who positively diagnosed as falciparum malaria using thick and thin blood smear as the gold standard of diagnosis were used. The most common patient’s characteristic were female (50.7%), age group 1 to 10 years old (52.1%), with fever and malaise as the chief complaint (100%). Based on axilla temperature, most of the patient had febris (64.8%). Based on hemoglobin level, most of the patient had normal level of hemoglobin (64.8%). Bleeding (15,4%) was the most common complication with petechiae (54.5%) as the most common type of bleeding. Among antimalarial drugs, intravenously given quinine (46.5%) was the drug used the most. Most of the patients were hospitalized for 4 days (22.5%). Based on the result of treatment, most of the patient leaving hospital in state of recovery (67.6%). The results of this study can be used as evaluation for medical personnel especially in Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua public hospital in order to give better treatment for patient with falciparum malaria. Keywords: falciparum malaria, characteristic, prevalence
Jenis kelainan anal dan karakteristik pada lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki (LSL) yang melakukan pemeriksaan anoskopi di Klinik Bali Medika Periode Agustus 2014-Agustus 2015 Indah Purnama; Komang Ayu Kartika Sari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.6 KB)

Abstract

Anoscopy examination performed to detect abnormalities in anal. This study was to determine the type of abnormalities anal, which obtained from the result of the examination anoscopy, characteristics, and risk factors of the MSM in Bali Meidka Clinic who perform anoscopy examination August 2014-August 2015. This study using medical records by taking cross-sectional data, This study using univariate and bivariate analyzes.Of the 178 samples were succefully carried out a search of medical records, obtained by 0,6% diagnosed with anal cyst, 0,6% with herpes/candida, 44,4% with proctitis, and 15,2% with condyloma. Characteristics of the MSM doing examination anoscopy in Bali Medika Clinic with a high proportion have a high school education amounted to 41,1%, 88,2% unmarried, age group 26-37 years old amounted to 48,3%, frequency of visits anoacopy only one time of a year amounted to 68,8%, not infected with HIV amounted to 72,5%, do not use a condom at last sexual intercourse amounted to 44,4%, type of sexual intercourse at last sexual intercourse is receptive amounted to 34,8%, and examination anoscopy <7 days of last sexual intercourse amounte to 39,8%. LSL with proctitis tends to be found in groups with receptive and inserive sexual intercourse. Keywords: MSM, anoscopy, characteristics.

Page 51 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue