cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA DENPASAR TERKAIT PENCEGAHAN PENYAKIT KANKER KOLOREKTAL Ida Bagus Yorky Brahmantya; Putu Anda Tusta Adiputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.136 KB)

Abstract

Kanker Kolorektal merupakan jenis kanker yang kejadiannya cukup sering di Indonesia dan kini meningkat pesat pada usia dewasa muda. Minimnya program skrining yang tersedia menjadikan peningkatan kewaspadaan sebagai salah satu upaya mencegah kanker kolorektal. Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap siswa/i Sekolah Mengenah Atas (SMA) di Kota Denpasar terhadap kanker kolorektal. Studi potong lintang dilakukan pada tanggal 27 Januari 2018 di tiga SMA di Kota Denpasar. Tingkat pengetahuan yang diukur termasuk pengertian, faktor risiko, dan pencegahan dari kanker kolorektal yang dinilai dengan kuesioner yang telah divalidasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan SPSS. Responden yang berpartisipasi dalam studi ini sebanyak 154 orang dan rata-rata berusia 15,88 ± 0,876 tahun. Sebanyak 95,5% responden tergolong memiliki tingkat pengetahuan yang baik terhadap kanker kolorektal, sedangkan responden yang memiliki sikap yang baik mencapai persentase 94,8%. Analisis hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap dilakukan menggunakan uji kai kuadrat diperoleh hubungan yang signifikan dari kedua variabel (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik dari siswa/i SMA akan meningkatkan sikap yang baik dalam mencegah terjadinya kanker kolorektal. Kata kunci: kanker kolorektal, sekolah menengah atas, sikap, tingkat pengetahuan
GAMBARAN SKOR OHIP-14 PASIEN KANKER KEPALA DAN LEHER YANG MENDAPATKAN RADIOTERAPI DAN KEMOTERAPI DI RSUP SANGLAH TAHUN 2016 Ni Made Ari Suarantari; Arif Winata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.095 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kanker kepala dan leher adalah kanker tersering ke lima di dunia. Banyakpasien kanker kepala dan leher yang datang ke rumah sakit sudah pada stadium lanjutmenyebabkan pilihan terapi yang diberikan hanya radioterapi dan kemoterapi. Efek sampingyang ditimbulkan pasca radioterapi dan kemoterapi berdampak terhadap penurunan kualitashidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran skor OHIP-14pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional. Pasien yang terlibatpada penelitian ini sudah terdiagnosis kanker kepala dan leher serta sedang menjalaniradioterapi/kemoterapi di Rumah Sakit Sanglah. Data yang dikumpulkan pada penelitian iniadalah jenis kelamin, usia, lokasi anatomi, stadium, modalitas terapi, dan rentang waktu datangke Rumah Sakit Sanglah sampai mendapatkan terapi. Pengambilan data dilakukan selama 6bulan dan didapatkan 46 sampel. Hasil: Pada penelitian ini, dari 46 sampel didapatkan 25 (54,3%) laki-laki dan 21 (45,7%)perempuan. Rata-rata usia dari sampel adalah 47,57+12,029 tahun. Kasus terbanyak adalahkanker nasofaring 33 (71,7%). Sebanyak 31 (67,4%) pasien memiliki stadium IV. Modalitasterapi yang paling banyak digunakan adalah kemoterapi dan radioterapi 19 (41,3%). Rata-rataskor OHIP-14 adalah 21,46+13,118. Sebanyak 16 (34,8%) memiliki kualitas hidup baik, 24(52,2%) memiliki kualitas hidup sedang, dan 6 (13%) memiliki kualitas hidup buruk. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa gambaran skor OHIP-14 pasien kanker kepala dan leheryang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi di Rumah Sakit Sanglah sebanyak 52,5% dengankualitas hidup sedang. Diharapkan penelitian ini terus dilanjutkan secara berkesinambungan danlebih disempurnakan. Kata Kunci: Oral Health Impact Profile-14, Kanker Kepala dan Leher, Radioterapi dankemoterapi.
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI PENDERITA KARSINOMA PAYUDARA DI RSUP SANGLAH TAHUN 2013 – 2016 I Gede Indradika Pratama Putra; Herman Saputra; Luh Putu Iin Indrayani Maker; Ni Putu Sriwidyani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.763 KB)

Abstract

Karsinoma payudara adalah salah satu keganasan pada perempuan yang menyebabkan angka kematian yang tinggi di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui data karakteristik penderita karsinoma payudara berdasarkan usia, derajat diferensiasi, dan tipe histopatologi di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2013 – 2016. Penelitian ini adalah studi retrospektif dengan menggunakan data sekunder pasien karsinoma payudara berupa usia, derajat diferensiasi, dan tipe histopatologi menurut klasifikasi WHO 2012 di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2013-2016. Terdapat 1.035 kasus karsinoma payudara, namun hanya 832 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Rentang usia penderita karsinoma payudara terbanyak terjadi pada usia 40-49 tahun sebanyak 339 kasus (40,7%), pada karsinoma invasif payudara derajat diferensiasi terbanyak yaitu grade 3 sebanyak 378 kasus (45,4%), pada ductal carcinoma in situ derajat diferensiasi terbanyak yaitu high grade sebanyak 17 kasus (68%), tipe histopatologi terbanyak yaitu invasive carcinoma of no special type (invasive ductal carcinoma) sebanyak 567 kasus (68,1%) untuk karsinoma invasif payudara. Kata kunci: Karsinoma payudara, Klinikopatologi, RSUP Sanglah, Bali.
ASPEK ERGONOMI TERKAIT PROSES PERKULIAHAN MAHASISWA SEMESTER VII PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2014 Agus Suarjaya Putra; I made Muliarta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.888 KB)

Abstract

Kegiatan perkuliahan di perguruan tinggi tidak terlepas dari faktor pendukung berupa fasilitas dan faktor lingkungan belajar. Studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain/perancangan disebut ilmu ergonomi, istilah tersebut berasal dari bahasa latin yaitu ”ergon” yang artinya kerja dan ”nomos” yang artinya hukum. Salah satu aspek ergonomi adalah sikap duduk yang salah dalam kurun waktu yang lama dapat mengakibatkan pegal-pegal. Studi deskriptif observasional dilaksanakan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada bulan Oktober 2014. Sebanyak 227 orang mahasiswa semester VII Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang terpilih dengan metode purposive sampling dilibatkan dalam penelitian ini. Pada mahasiswa yang terpilih sebagai sampel, dilakukan wawancara dengan kuesioner mengenai aspek ergonomis ruang kuliah dan keluhan muskuloskeletal yang dialami. Sebagian besar mahasiswa (53,3%) menyatakan bahwa ruang kuliah yang digunakan telah sesuai untuk proses perkuliahan. Akan tetapi, masih terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, dimana sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa kondisi layar proyektor tidak sesuai  (63,9%) dan kursi kuliah tidak sesuai (57,3%). Sebagian besar mahasiswa (61,7%) menyatakan bahwa kondisi ruang kuliah bukan merupakan penyebab keluhan muskuloskeletal yang dialami. Akan tetapi, sebagian besar (53,3%) juga menyatakan mengalami pegal-pegal dalam proses perkuliahan. Rasa pegal paling sering dialami pada leher atas (51,5%), leher bawah (44,5%), dan bokong (28,2%).  
Perbedaan rerata jumlah trombosit pada pasien demam berdarah dengue dengan manifestasi perdarahan negatif-ringan dan sedang-berat di RSUP Sanglah tahun 2015 dinda Pradnya Paramitha Paturusi; Desak Gde Diah Dharma Santhi; Sianny Herawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.505 KB)

Abstract

Thrombocytopenia is one of several factors causing bleeding in Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) patients. This study was conducted to determine the characteristic of bleeding, the mean and median, and difference of mean thrombocyte count on DHF patients with negative-mild and moderate-severe bleeding manifestations at Sanglah General Hospital in 2015. This type of research is cross sectional observational analytic. Samples taken at the Sanglah General Hospital medical record. Samples obtained by consecutive sampling method and meet the inclusion and exclusion criteria. After obtaining the sample, the next procedure is to record the data that is needed in research, such as demographic data of patients, thrombocyte counts, and bleeding manifestations. Then different test were analyzed with Mann Whitney test. Of the 90 samples that meet the criteria, obtained 71,1% had negative-mild bleeding and 28.9% had moderate-severe bleeding. On the negative-mild bleeding, the most type of bleeding is negative, while in the moderate-severe bleeding is vaginal bleeding. Found also the mean and median for bleeding in negative-mild bleeding is 41.619/µl and 31.000/µl, and in moderate-severe bleeding is 26.691/µl and 22.700/µl. From Mann Whitney test p-value = 0,015 was obtained. It can be concluded that there is a significant difference between the mean thrombocyte counts in DHF patients with negative-mild bleeding and moderate-severe bleeding. Keywords: Thrombocyte, DHF, bleeding
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DAN KELELAHAN MATA SETELAH PEMAKAIAN KOMPUTER PADA SISWA KELAS XII SMK TI BALI GLOBAL DENPASAR TAHUN 2017 Nyoman Kabella Cinthya Devi; I Made Muliarta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.778 KB)

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi bagian penting dari kehidupan remaja, sebagian dari mereka secara teratur menggunakan komputer untuk browsing internet, chatting, dan bermain game. Di sisi lain ada faktor risiko dari pemakaian komputer yang meningkat, yaitu keluhan muskuloskeletal dan kelelahan mata. Meski kesehatan saat ini dipengaruhi oleh banyak faktor, namun pemakaian komputer yang kurang ergonomis menjadi salah satu faktor penyebab gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui prevalensi keluhan muskuloskeletal dan kelelahan mata di SMK TI Bali Global Denpasar tahun 2017.Penelitian ini merupakan penelitian deskritif cross sectional yang dilakukan di SMK TI Bali Global Denpasar. Data keluhan muskuloskeletal dan kelelahan mata diperoleh dengan menggunakan kuisioner yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pemakaian komputer. Mendapatkan jumlah sampel sebanyak 117 orang. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan dari segi sosiodemografik, rerata usia siswa SMK TI Bali Global yaitu 17,1 tahun. Mayoritas laki-laki yaitu sebanyak 98 (83,76) orang dan perempuan 19 (16,23%) orang. Pada penelitian ini distribusi jurusan responden dikelompokkan menjadi 4 jurusan yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) 30 (25,64%) orang, Multimedia (MM) 29 (24,78%) orang, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 26 (22,22%) orang, dan Animasi 32 (27,35%) orang. Frekuensi nyeri terbanyak pada keluhan muskuloskeletal adalah nyeri pada punggung sebanyak 70 (59,83%) orang. Sedangkan bagian muskuloskeletal yang paling jarang dikeluhkan pada kaki kiri sebanyak 8 (6,84%) orang. Berdasarkan kuesioner kelelahan mata didapatkan keluhan kesakitan yang sering terjadi yaitu mata penat sejumlah 73 (62,39%) orang. Kata kunci: Prevalensi, Keluhan Muskuloskeletal, Kelelahan Mata
KEJADIAN DEPRESI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 1 NEGARA, KABUPATEN JEMBRANA TAHUN 2017 Putu Utamia Suma Masyuni; I Wayan Surya Nata; Putu Aryani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.435 KB)

Abstract

Depresi pada ibu hamil merupakan permasalahan yang diperkirakan akan menjadi beban penyakit terbesar kedua tahun 2020 menurut WHO. Penelitian yang memfokuskan mengenai depresi pada periode antenatal lebih sedikit dibandingkan dengan periode post natal walaupun kejadian depresi antenatal ditemukan terjadi hingga dua kali lipatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian depresi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas 1 Negara, Kabupaten Jembrana, tahun 2017. Penelitian dilakukan bulan Oktober hingga November 2017, menggunakan desain penelitian deskriptif potong lintang dengan melibatkan 80 ibu hami yang dipilih dengan metode simple random sampling. Variabel tergantung dari penelitian adalah usia ibu, usia saat menikah, pendidikan terakhir, pekerjaan, pendapatan keluarga, usia kehamilan, jumlah kehamilan dan jarak kehamilan. Data kejadian depresi diukur dengan Edinburgh Postnatal Depression Scale. Analisis univariat dan tabulasi silang digunakan dalam analisis penelitian. Proporsi ibu hamil sebanyak 56,3% cenderung mengalami depresi. Kejadian depresi antenatal lebih banyak ditemukan pada kelompok usia kurang dari 20 tahun (66,7%), usia menikah kurang dari 20 tahun (67,5%), tingkat pendidikan rendah (64,7%), tidak bekerja (62,3%), pendapatan keluarga yang rendah (72,3%), usia kehamilan pada trimester kedua (69.0%), kehamilan pertama (58,3%) dan jarak anak <2 tahun (60,0%). Kejadian depresi antenatal di wilayah kerja Puskesmas 1 Negara cukup tinggi. Skrining depresi secara rutin dapat dipertimbangkan sebagai salah satu bagian dalam perawatan antenatal. Kata kunci : depresi, hamil, Puskesmas, potong lintang, deskriptif
PREVALENSI FRAKTUR RADIUS DISTAL PADA LANSIA DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2013-2014 Ngakan Gde Agung Panji Khrisna Sudharma; I Gede Eka Wiratnaya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.352 KB)

Abstract

Fraktur radius distal merupakan salah satu jenis fraktur yang dewasa ini prevalensinya terus mengalami peningkatan. Kelompok usia yang paling rentan mengalami fraktur ini adalah kelompok usia anak-anak dan lanjut usia. Namun fraktur radius distal pada kelompok usia dewasa memiliki dampak yang signifikan. Beberapa etiologi meliputi ketidakstabilan sendi radioulnar distal, keganasan di regio karpal, dan trauma yang berenergi, dengan faktor risiko yang paling tinggi adalah osteoporosis. Untuk diagnosis fraktur radius distal sendiri bisa dilakukan dengan pemeriksaan penunjang berupa x-ray ­dengan posisi PA dan lateral. Rancangan restrospektif deskriptif study dipilih dalam penelitian deskriptif ini, terhadap pasien fraktur radius distal pada lansia. Lokasi penelitian bertempat di di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar tahun 2013 – 2014. Subjek penelitian merupakan penderita fraktur radius distal lansia di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dengan metode pemilihan subjek menggunakan total sampling. Hasilnya pasien yang menderita frakur radius distal berjenis kelamin laki-laki sebanyak 3 sampel (30%) dan perempuan sebanyak 7 sampel (70%). Kesimpulannya dari 10 pasien fraktur radius distal pada kelompok umur lanjut usia, 8 kasus dengan mechanism of injury terjatuh (fall on same level from slipping, tripping and stumbling causing accidental injury), sedangkan 2 kasus lainnya mechanism of injury tidak diketahui. Kata kunci :fraktur radius distal, lanjut usia
MANAGEMENT INSOMNIA IN ELDERLY Ni Made Hindri Astuti
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.35 KB)

Abstract

Insomnia is common problem in elderly. Sleep problem in the elderly are often mistakenly considered a normal part of aging. Insomnia, the most common sleep disorder, is a subjective report of insufficient or nonrestorative sleep despite adequate opportunity to  sleep.  Despite  the  fact  that  more  than  50%  of  elderly  people  have insomnia, it is typically undertreated. There are two management insomnia in elderly. We can use nonpharmacologic and pharmacologic treatment of insomnia in elderly. The goal of therapy is reduce symptom, improve patient productivity and cognition   to improve quality of life for the patient and family.  
SUATU LAPORAN KASUS SKIZOFRENIA AKUT PADA ANAK USIA 12 TAHUN DENGAN RIWAYAT GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS Luh Gde Evayanti
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.96 KB)

Abstract

Skizofrenia masa anak merupakan suatu gangguan psikiatrik berat yangmempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan anak. Adanya komorbiditas gangguankejiwaan yang lain juga dapat meningkatkan gejala-gejala skizofrenia pada anak.Seorang anak laki-laki umur 12 tahun dikeluhkan berbicara sendiri dan cenderungmengatakan hal-hal yang berhubungan dengan Dewa. Selain itu, pasien jugamenunjukkan sikap atau perilaku yang aneh. Pasien sempat melihat barong dikamarnya, yang membuat dirinya takut. Pasien juga dikatakan memiliki riwayatgangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau ADHD saat berumur 7 tahun.Pada pemeriksaan fisik didapatkan dalam batas normal dan tidak ada tanda defisitneurologis. Status psikiatri didapatkan proses pikir pasien tampak kesan bentuk pikirnonlogis nonrealis, arus pikir inkoheren, isi pikir dengan waham bizarre. Disamping itu,pasien memiliki halusinasi auditorik dan visual disertai dengan raptus. Diagnosis klinispasien mengarah pada skizofrenia. Penatalaksanaan diharapkan dapat mencegahgangguan ini menjadi kronis.

Page 52 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue