cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
ROLE OF LYCOPENE IN PREVENTING PROSTATE CANCER Made Tami Budirejeki; I Wayan Sugiritama
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.156 KB)

Abstract

Prostate cancer is the most common male cancer in the United States in 2003. Prostate cancer is the second cause of death after lung cancer. The possibility of a man suffering from prostate cancer is about 3 %. Increasing age is the main risk factor for this disease. Eighty percent of prostate cancer patients aged over 65 years. Prostate cancer occurs due to accumulation of DNA damage. There are various mechanisms that cause DNA damage, one of them is due to oxidative stress. Imbalance levels of free radicals and antioxidant in tissues causes oxidative stress. Antioxidants are substance that has ability to neutralize free radicals. One of the powerful antioxidant is lycopene. It is belived have ability to prevent prostate cancer. Various studies and reviews have been conducted to determine the role of lycopene in the prevention of prostate cancer. Although most studies have found an association between the consumption of foods that contain lycopene with a reduced risk of prostate cancer, but few studies have found no such relationship.
SPEKTRUM INFEKSI OPORTUNISTIK PADA KLIEN KLINIK MERPATI RSUD WANGAYA PERIODE JANUARI - FEBRUARI 2014 Luh Nyoman Arya Wisma Ariani; Ketut Suryana
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.122 KB)

Abstract

Infeksi Oportunistik (IO) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Untuk mengelola IO dengan baik, praktisi kesehatan memerlukan data epidemiologis mengenai spektrum IO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spektrum IO pada klien ODHA di klinik Merpati RSUD Wangaya. Penelitian ini menggunakan metode studi potong-lintang. Data diperoleh dari rekam medis pasien periode Januari - Februari 2014 dan kemudian dilihat spektrum IO pada klien ODHA. Penelitian ini mendapatkan hasil prevalensi IO sebesar 118 kasus (15%), diantaranya TB Paru 67 kasus (8,5%), Toksoplasmosis 20 kasus (2,5%), Kandidiasis Oral 19 kasus (2,4%), IO multiple 8 kasus (1,1%), Pneumonia 2 kasus (0,3%), Sitomegalovirus 1 kasus (0,1%), dan TB Ekstra Paru 1 kasus (0,1%).  
TINGKAT PENGETAHUAN SISWA PUTRI SMA TENTANG KEHAMILAN USIA DINI DI DESA PANCASARI KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG BALI 2014 Siti Umairah
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.308 KB)

Abstract

THE KNOWLEDGE LEVEL OF SENIOR HIGH SCHOOL GIRLS ABOUT ADOLESCENT PREGNANCY AT PANCASARI VILLAGE SUKASADA SUBDISTRICT BULELENG REGENCY BALI 2014 Adolescent pregnancy is one of major health problems faced by developing country, including Indonesia. This phenomenon is related to knowledge and attitude of teenager towards adolescent pregnancy, this include sexual behavior. From January 2013 until October 2014 there are 25 pregnant women whose age is under 20 years old in Pancasari village. This study was designed to know the knowledge level of adolescent girls about adolescent pregnancy in Pancasari village, Buleleng regency. This study conducted using cross-sectional method. The sample was drawn using simple random sampling involving students at grade X, XI and XII at two senior high schools at Sukasada village. The data was collected from self-administered questionnaire filled by 150 respondents. The result showed that majority of respondent (52,7%; n=68) has sufficient knowledge regarding adolescent pregnancy, dominated by grade X, good (46,4%; n=26) and sufficient (48,5%; n=33). Most of the SMA students are categorized into sufficient knowledge of adolescent pregnancy.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI I Gusti Ayu Prapti Adnyani; I Made Sudarmaja
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.703 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak etanol daun papaya terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental murni dengan randomizesd post test only control group design. Sampel yang digunakan adalah larva Aedes aegypti sebanyak 150 ekor. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak etanol daun papaya, variabel terikat adalah kematian larva Aedes aegypti. Data dianalisis dengan One Way Anova yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Pada konsentrasi 1% setelah pengamatan selama 24 jam, rerata jumlah kematian larva Aedes aegypti sebesar 100%. Uji One Way Anova menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik kematian larva Aedes aegypti antara kelompok yang diteliti (p <0,05). Hasil analisis Post Hoc menunjukan bahwa terdapat perbedaan kematian bermakna antara konsentrasi 0% dan 0,125%, 0% dan 0,25%, 0% dan 0,5%, 0% dan 1%, serta 0,0625% dan 1%. Berdasarkan hasil analisis tersebut bahwa terdapat pengaruh konsentrasi ekstrak etanol daun terhadap kematian larva Aedes aegypti. Semua konsentrasi ekstrak etanol daun pepaya dapat menyebabkan kematian larva Aedes aegypti, dengan jumlah kematian tertinggi pada konsentrasi 1%.
GAMBARAN KEBIASAAN SARAPAN, KONSUMSI JAJANAN, KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI DAN STATUS GIZI PADA SISWA-SISWI SD NEGERI 2 TOJAN, KECAMATAN KLUNGKUNG, KABUPATEN KLUNGKUNG Putu Ayudia Mahendra Dewi; Putu Aryani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.827 KB)

Abstract

Usia sekolah dasar (6 sampai 12 tahun) merupakan masa dimana anak-anak bertumbuh dan berkembang. Terdapat banyak faktor yang bisa mempengaruhi seorang anak untuk bisa bertumbuh dan berkembang secara optimal yaitu status gizi. Status gizi dipengaruhi berbagi macam faktor salah satunya adalah kebiasan sarapan, konsumsi jajanan dan kejadian penyakit infeksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kebiasan sarapan, konsumsi jajanan, kejadian penyakit infeksi dan status gizi pada siswa-siswi di SD Negeri 2 Tojan, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 2 Tojan, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung sebanyak 76 anak, dengan besar sampel sama dengan populasi yaitu 76 anak (total sampling). Dari hasil penelitian proporsi tertinggi siswa-siswi di SD Negeri 2 Tojan, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung adalah perempuan (52,63%), siswa kelas I SD (21,05%), terbiasa sarapan pagi (43,42%), terbiasa konsumsi jajanan (89,47%), jarang mendapat kejadian penyakit infeksi (84,21%), status gizi normal berdasarkan BB/U (53,95%), status gizi normal berdasarkan BB/TB (73,68%), status gizi normal berdasarkan IMT/U (80,26%), tinggi normal berdasarkan TB/U (97,37%). Walaupun sebagian besar siswa sudah memiliki status gizi normal, namun masih perlu peningkatan edukasi terkait pentingnya pemeriksaan status gizi anak dan tumbuh kembang anak secara berkala.
Profil umum dermatitis kontak akibat kerja pada pegawai salon di wilayah Denpasar Selatan Made Dalika Nareswari; I Gusti Ayu Agung Elis Indira
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.763 KB)

Abstract

Contact dermatitis is a condition in which the skin become inflamed due to external factors as well as the surrounding environment or the substances that interact with the skin. Occupational contact dermatitis can occur in the salon workers which generally arises due to exposure to water and chemicals in the long term and repetitive. The purpose of this study was to determine the general profile of occupational contact dermatitis on salon employees in the South Denpasar. This research is an observational study using cross-sectional descriptive approach. Samples were salon employees who are in the South Denpasar and suffer or have ever suffered from contact dermatitis. The sampling technique using total sampling. The research was conducted from March to September in 2016. The instrument used in this study was a questionnaire. The result showed 45 samples with 22 people (48.9%) experience contact dermatitis during work and 23 people (51.1%) did not experience contact dermatitis, long working perday most obtained at ? 10 hours groups with 22 people (48.9%), the frequency of exposure to the most widely found in the group of ? 5 times with 28 people (62.2%), the most widely performed work that is smoothing-curly-hair rebonding which is done by 30 people (66.7%). It can be concluded that the picture of the incidence of contact dermatitis due to work at the salon workers have almost the same distribution. This study is expected to be deepened with better methods and use of investigation to assist in diagnosis. Keywords: occupational contact dermatitis, employee salon, cross-sectional
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK PENDERITA REAKSI KUSTA TIPE 1 DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI – DESEMBER 2014 Luh Putu Venny Cempaka Sari; I Gusti Ketut Darmada
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.498 KB)

Abstract

Kusta atau Hansen’s disease merupakan salah satu penyakit infeksi pada kulit yang sangat menular dan bersifat kronis dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penderita penyakit kusta dalam perjalanan klinisnya dapat mengalami suatu kondisi akut yang disebut sebagai reaksi kusta. Reaksi kusta ditandai dengan adanya lesi radang akut yang kerap kali disertai dengan gejala sistemik.Reaksi kusta pada penderita kusta merupakan suatu hal yang serius, karena 20-30% dari seluruh penderita cepat atau lambat akan mengalami reaksi kusta yang dapat menyebabkan kecacatan permanen.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk dapat menggambarkan karakteristik penderita kusta dan reaksi kusta berdasarkan sosiodemografi dari segi usia, jenis kelamin, serta onset terjadinya reaksi.Penelitian reaksi kusta ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data skunder yang diambil dari Poliklinik Kulit dan Kelamin, RSUP Sanglah Denpasar periode Januari-Desember 2014.Populasi target pada penelitian ini adalah semua penderitakusta dan reaksi kusta baik yang baru ataupun yang sudah terdiagnosis sebelumnya.Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling.Hasil penelitian ini didapat total 107penderita kusta yang diteliti, dimana 76 orang menderita kusta BB (26,3%), BL (59,2%) dan BT (14,5%), dan 17 orang menderita reaksi kusta tipe 1 (reversal). Kelompok usia yang paling banyak terkena reaksi kusta adalah 16-35 tahun yaitu 14 orang (82,4%), jenis kelamin yang lebih sering ditemukan pada reaksi kusta adalah laki-laki dengan sampel sebanyak 12 orang (70,6%) dan onset terjadinya reaksi paling sering terjadi pada saat lebih dari 3 sampai 6 bulan masa pengobatan yaitu sebanyak 9 orang (52,9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penderita dengan reaksi kusta di RSUP Sanglah masih cukup tinggi dengan gambaran karakteristik penderita berdasarkan sosiodemografi yang bervariasi. Kata Kunci: Kusta, Reaksi Kusta, Reversal, Prevalensi
IDENTIFIKASI SUBTIPE Enterotoxigenic Escherichia coli DAN Enteroaggregative Escherichia coli DARI SPESIMEN USAP DUBUR PENJAMAH MAKANAN DI DENPASAR MENGGUNAKAN POLYMERASE CHAIN REACTION D A Indah Gitaswari; Sri Budayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.818 KB)

Abstract

Penjamah makanan atau food handler memiliki risiko paling tinggi untuk terpapar penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Penjamah makanan dapat bertindak sebagai carrier penyakit infeksi seperti demam tifoid, hepatitis A, dan diare. Hal ini disebabkan karena kurangnya kemampuan dari penjamah makanan dalam menjaga kebersihan. Bakteri patogen tersering sebagai penyebab diare adalah Escherichia coli yang diperkirakan sebagai penyebab 1.5 juta kematian per tahun. Bakteri Escherichia coli memiliki beberapa subtipe penyebab diare yang disebut Diarrheagenic Escherichia Coli (DEC) diantaranya adalah Enterotoxigenic Escherichia coli (ETEC), Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC), Enteroinvasive Escherichia coli (EIEC), Enteroaggregative Escherichia coli (EAEC), Vero toxin-producing/Shiga toxin-producing Escherichia coli (VTEC/STEC), Enterohemorrhagic Escherichia coli (EHEC). Enterotoxigenic Escherichia coli (ETEC) dan Enteroaggregative Escherichia coli (EAEC) paling sering sebagai penyebab diare. Saat ini prevalensi subtipe Escherichia coli sebagai penyebab diare di Bali masih belum diketahui secara pasti. Untuk melihat prevalensi tersebut, pada penelitian ini akan diteliti tipe ETEC dan EAEC dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) unipleks. Sampel merupakan isolat Escherichia coli dari spesimen usap dubur penjamah makanan di Denpasar tahun 2015. Gen target untuk identifikasi ETEC dan EAEC adalah CVD432 (630 bp), LT (273 bp), dan STh (120 bp). Program PCR yang digunakan pada tahap pre denaturasi 95?C, denaturasi 95?C, suhu annealing 55?C, ekstensi 72?C, dan final ekstensi 72?C. Hasil penelitian didapatkan bahwa prevalensi bakteri Escherichia coli menunjukkan 40% memiliki hasil yang positif terhadap gen ETEC atau EAEC. Dari 40% sampel positif, 31,4% merupakan subtipe EAEC; 5,7% subtipe ETEC; dan 3% memiliki kedua gen yaitu ETEC dan EAEC. Kata kunci: Polymerase Chain Reaction, Enteroaggregative Escherichia coli, Enterotoxigenic Escherichia coli
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS ATCC 25923 SECARA IN VITRO Putu Diah Saraswati Rahayu; I Gusti Ayu Artini; Agung Nova Mahendra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.249 KB)

Abstract

ABSTRAK Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan terbesar di seluruh dunia yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, salah satunya adalah Staphylococcus aureus. Seiring maraknya penggunaan antibiotik yang tidak rasional, S. aureus menjadi salah satu bakteri yang paling resisten terhadap antibiotik, dan angka kejadiannya terus meningkat dengan munculnya strain yang resisten. Biji pepaya merupakan salah satu bahan alami yang mengandung senyawa kimia seperti alkaloid dan terpenoid yang memiliki potensi antibakteri yang mungkin dapat menghambat pertumbuhan S. aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak biji pepaya (Carica papaya L.) dalam memengaruhi pertumbuhan bakteri S. aureus ATCC 25923 dengan menggunakan metode true experimental post test only group design. Sampel terdiri dari enam kelompok perlakuan, yaitu empat kelompok ekstrak biji pepaya (konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%), kontrol positif berupa antibiotik vankomisin 30 ?g, dan kontrol negatif etanol 96%. Zona hambat terbesar diperoleh pada konsentrasi ekstrak 100% dengan rerata 17 mm tergolong berdaya hambat sedang sesuai kategori Greenwood. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji non parametrik Kruskal Wallis didapatkan nilai p = 0,000 dan analisis Post Hoc menggunakan uji Mann Whitney didapatkan nilai signifikansi seluruhnya kurang dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji pepaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan perbedaan daya hambat yang bermakna dalam konsentrasi 50%, 75%, dan 100%. Kata kunci : ekstrak biji pepaya, Staphylococcus aureus, aktivitas antibakteri ABSTRACT Infectious disease is still being the major health problem worldwide. It is caused by microorganism (pathogenes), which is Staphylococcus aureus as one of them. As the use of antibiotics becoming irrational, it causes S. aureus to become the most resistance bacteria to antibiotics and the insidence is increasing as the MRSA is known. The papaya seed as one of nature’s product contains phytochemicals, such as alkaloid and terpenoid which has a potency as natural antibacteria that might supress the growth of S. aureus. This study aims to understand the potency of papaya (Carica papaya L.) seed extract toward the growth of S. aureus ATCC 25923 using true experimental post test only control group design. The sample was divided into six group which contained four concentrations of papaya seed extract (25%, 50%, 75%, dan 100%), positive control was vancomycin 30 ?g, and the negative control was etanol 96%. The result of the inhibitory zone was counted using caliper. The largest inhibitory zone was found at 100% concentration by 17 mm average, classified as moderate inhibition based on Greenwood category. Those results were statistically analyzed using non parametric test Kruskal Wallis (p=0,000) with Post Hoc test by Mann Whitney. The significancy value (p) were all below 0,05. It can be concluded that papaya seed extract could inhibit the growth of Staphylococcus aureus and each concentration (50%, 75%, 100%) had a significant difference. Keywords: papaya seed extract, Staphylococcus aureus, antibacterial activity
UNDESCENDED TESTIS, DIAGNOSIS AND TREATMENT Winarta Lesmana Handrea
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.231 KB)

Abstract

Undescended testis (UDT) or cryptorchidism is one of the commonest abnormalities in male infants. In this anomaly, testes are not located normally in the scrotum. The incidence of UDT is 4-5% of term male infants, and 20-33% of premature male infants. The occurrence of abnormalities of hormones control or anatomy process that is required in the normal process of lowering the testes can cause UDT. UDT can be differentiated into palpable and nonpalpable. The diagnosis of UDT can be known through physical examination. However, if the testes are impalpable, laparoscopy can be done to determine the position of the testis. Hormonal therapy to overcome UDT is still under controversy. The action that often done is surgery, called orchidopexy. The most serious complication of orchidopexy is testicular atrophy. It occurs in a small percentage, which is about 5-10%. Infertility may occur in 1 to 3 of 4 adult males and the risk of occurrence of malignancies is increased by as much as 5-10 times higher in men with a history of UDT.

Page 53 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue