cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
DEPRESI BERAT DENGAN GEJALA PSIKOTIK PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIS: SEBUAH LAPORAN KASUS I Ketut Sumardika
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.496 KB)

Abstract

Depresi masih merupakan penyakit kejiwaan yang banyak terjadi pada pasien dengan penyakit kronik progresif, seperti halnya pada penderita penyakit ginjal kronis.Adanya penyakit organic yang menyertai depresi menyebabkan perburukan penyakit menjadi semakin cepat bahkan dapat menimbulkan gejala psikotik. Pada laporan kasus ini akan diuraikan pasien laki-laki umur 77 tahun dengan penyakit ginjal kronis yang didiagnosis dengan episode depresi berat dengan gejala psikotik. Pengobatan pasien diberikan haloperidol dan diazepam dan psikoterapi serta KIE untuk keluarga mengenai kondisi dan perawatan yang harus dilakukan.Dari bidang penyakit dalam diberikam amlodipine, clonidine, calcos calcium, asam folat dan terapi pengganti ginjal berupa hemodialisa.Prognosis dari pasien berdasarkan beberapa kriteria seperti umur, adanya penyakit organik, tingkat pendidikan dan dukungan keluarga mengarah keburuk (dubius ad malam).    
EFECTIVITY MINOXIDIL AS A TREATMENT OF ALOPECIA AREATA Wayan Evie Frida Yustin
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.654 KB)

Abstract

Alopecia areata is hair loss with patchy formation, the most common cause of alopecia nonscarring. Occurred in 1,7 % of Americans aged 50 years. Canoccurs in both sexes, all races and any age. Genetic and immunological factorsplay an important role as a cause of Alopecia areata. The clinical features alopecia areata are round or oval lesions, total baldness, smoothness on the scalpor other parts of the body that has hair. Minoxidil is one of the effective therapyfor Alopecia areata. Known for more than 30 years of minoxidil to stimulate hairgrowth. Minoxidil works on hair follicles, opening the potassium channels, andhave vascular effects that can increase blood flow to hair. Histological studiesshowed that minoxidil therapy may increase the proportion hair follicles in anagenphase and decrease hair follicles at telogen phase. Minoxidil through sulphatmetabolites can open potassium channels, the opening potassium channels canincrease the hair follicles growth. The study of the effects minoxidil on humanepidermal keratinocytes and hair follicles with different culture conditions andmarkers proliferation, found that minoxidil with micro molar concentration canstimulate proliferation both type of cells and all culture condition, whereasminoxidil with milimolar concentration will inhibit cell growth. In addition,several studies have also reported an association minoxidil to vascular effect andstimulating VEGF can promote the increase hair follicle
PREVALENSI SALMONELLA SP. PADA CILOK DI SEKOLAH DASAR DI DENPASAR Nyoman Indra Karunia Putri; Ni Nyoman Sri Budayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.751 KB)

Abstract

Salmonella sp. adalah bakteri batang gram negatif. Salmonella sp. sering terdapat pada produk olahan daging unggas, telur, dan daging ternak. Bakteri ini umunya menginvasi saluran cerna. Salmonella sp. dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan tercemar yang tidak diproses dan disajikan dengan baik. Infeksi Salmonella sp. dapat menyebabkan gejala demam, nyeri dan rasa kram pada perut. Angka infeksi oleh Salmonella sp. tergolong tinggi di dunia, di Indonesia usia penderita infeksi Salmonella sp. tertinggi adalah pada kategori anak-anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi pencemaran bakteri Salmonella sp. pada cilok yang dijual pada Sekolah Dasar di Denpasar. Pada penelitian ini, cilok dan saos cilok sebagai sampel diinokulasi pada media Salmonella Shigella agar. Selain pada media Salmonella Shigella agar, akan dilakukan identifikasi ulang dengan API 20E® pada koloni serupa Salmonella sp. yang tumbuh pada media Salmonella Shigella. Hasil penanaman sampel cilok dan saos pada media Salmonella Shigella agar menunjukkan 2 dari 46 sampel timbul koloni menyerupai Salmonella sp. Kedua sampel kemudian diuji dengan API 20E® dan ditemukan bahwa kedua koloni yang dicurigai Salmonella sp. adalah Proteus mirabilis, sehingga dapat disimpulkan bahwa jajanan cilok yang dijual di Sekolah Dasar di Denpasar tidak tercemar Salmonella sp.
HUBUNGAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL DENGAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA PUSKESMAS ABIANSEMAL II BADUNG Putu Anggitha Surya Paramitha; Susy Purnawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.355 KB)

Abstract

Falls is a problem that often occurs in elderly as a result of the decline in body function associated with aging. Functional abilities of elderly in performing daily activities is one of the factors that affect the risk of falls in elderly. The purpose of this study was to determine the correlation of functional abilities and risk of falls among the elderly in Integrated Health Services for Elderly of The Central Health Society Abiansemal II Badung Regency. The design of this study was observational analytic study with cross-sectional approach to the 107 elderly. Sampling was done by consecutive sampling. Data about functional abilities and the risk of falls are collected using a questionnaire. The results of this questionnaire are presented in tabular form and tested with Chi-Square statistical test. The results of the analysis with Chi-Square statistical tested obtained significance value (p) 0.000 that means there is a significant correlation between functional abilities and risk of falls among the elderly in Integrated Health Services for Elderly of The Central Health Society Abiansemal II Badung Regency. The level of the correlation of these two variables in this study are shown in contingency coefficient (r2) is 0.546. The direction of the correlation of these two variables is positive, which means more independence of functional abilities will make the elderly not at risk of falls. It can be concluded that there is a significant correlation between functional abilities and risk of falls among the elderly in Integrated Health Services for Elderly of The Central Health Society Abiansemal II Badung Regency. Elderly expected to be able to maintain their functional abilities and consider the factors that affect the risk of falling so they can minimize morbidity caused by falls. Keywords : Elderly, Functional Abilities, Risk of Falls
GAMBARAN PENURUNAN DORONGAN SEKSUAL PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DENPASAR SELATAN II PADA TAHUN 2015 Vashti Saraswati; Wimpie Pangkahila
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.645 KB)

Abstract

Dorongan seksual merupakan komponen yang penting dalam kelangsungan aktivitas dan fungsi seksual pada manusia termasuk wanita. Pada wanita yang sedang hamil diketahui adanya perubahan fisiologis terutama pada hormonal wanita yang sangat berpengaruh terhadap fungsi seksualnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya penurunan dorongan seksual pada ibu hamil di Puskesmas Denpasar Selatan II pada tahun 2015.Penelitian cross-sectional ini diikuti oleh 44 orang ibu hamil usia kehamilan trimester satu hingga tiga yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Denpasar Selatan II. Metode penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara menggunakan kuisioner FSFI yang disertai dengan kuisioner untuk data demografi berupa usia ibu hamil, trimester kehamilan, tingkat pendidikan, agama, pekerjaan, jumlah paritas, riwayat merokok, riwayat minum alkohol, dan perencanaan kehamilan. Analisis data dilakukan dengan crosstab.Prevalensi penurunan dorongan seksual pada ibu hamil di Puskesmas Denpasar Selatan II adalah 43,2%. Berdasarkan trimester kehamilan, jumlah ibu yang mengalami penurunan dorongan seksual paling besar adalah ibu hamil pada trimester III. Berdasarkan tingkat pendidikan, penurunan dorongan seksual paling besarditemukan pada ibu hamil dengan pendidikan terakhir jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). 57,9% dari responden merupakan kehamilan nulipara.Ibu hamil memiliki kecenderungan untuk mengalami penurunan fungsi seksual, di antaranya yaitu dorongan seksual. Kata kunci : Penurunan dorongan seksual, disfungsi seksual, kehamilan
KNOWLEDGE OF BASIC LIFE SUPPORT (BLS) in FIRST YEAR MEDICAL STUDENTS FACULTY of MEDICINE UDAYANA UNIVERSITY Kadek Dinda Pramadyanti; I Wayan Suranadi; I Made Agus Kresna Sucandra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.876 KB)

Abstract

Basic life support is a skill in early relief measures to maintain the airway, support breathing and circulation to promote emergency oxygenation during resuscitation. These skills must be mastered to reduce the adverse effects of cardiac arrest. The purpose of this study is to determine the level of knowledge of students at the faculty of medicine Udayana University against BLS. This study is a cross sectional descriptive study conducted at the Faculty of Medicine Udayana University. The number of samples of this study is 170 from all first year course students. The study programs at Udayana University's medical faculty include medicine education programs, nursing, psychology, dentistry, physiotherapy, and public health sciences. Characteristics of data obtained by sex category dominated by male is 49 people (28.9%), by educational background dominated by medicine programs as 65 people (38.2%), and the result in each study program, the result of knowledge level on BLS is not good, while the level of knowledge is medicine education is a study program that has more knowledge from other study program that is 4 people (6,2%), nursing 2 person (8.7%) and psychology of 1 person (5.0%). Others have less knowledge. This indicates that the study program influences the level of knowledge about the BLS and from respondents who have never received and received material before have insufficient knowledge. Keywords: knowledge, BLS, BLS questionnaire, cardiac arrest
GAMBARAN KUALITAS HIDUP DAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI PENDERITA OSTEOARTHRITIS DI RSUP SANGLAH TAHUN 2016-2017 Suyasa Adryan Yunanda; Putu Aryani; Komang Ayu Kartika Sari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.056 KB)

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif dan progresif yang dapatmenyebabkan limitasi fisik dan psikologis pada penderitanya. Penyakit ini dapat berakibatbeban sosial dan ekonomi yang besar, sehingga penting untuk mengetahui kualitas hidupdan karakteristik sosiodemografi penderita osteoarthritis. Penelitian ini menggunakanrancangan penelitian deskriptif potong lintang pada pasien osteoarthritis di RSUP Sanglah,Denpasar, Bali yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan datadilakukan pada Bulan Juni hingga Desember 2017 dengan menggunakan kuesioner WorldHealth Organization Quality of Life BREF untuk mengumpulkan data skor kualitas hiduppasien. Sebanyak 41 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dilibatkan dalampenelitian ini. Sebagian besar penderita osteoarthritis adalah perempuan (70,7%), usialanjut (61-70 tahun) (70,8%), memiliki jenjang pendidikan terakhir SMA (48,8%), danpensiunan (31,7%). Proporsi pasien osteoarthritis dengan kualitas hidup baik ditemukansebesar 61%, dan kualitas hidup buruk sebesar 39%. Dari hasil juga didapatkan bahwasebagian besar pasien osteoarthritis di RSUP Sanglah yang memiliki kualitas hidup baikadalah perempuan, usia dibawah 60 tahun, dengan tingkat pendidikan rendah dan tidakbekerja. Dengan demikian dapat disimpulkan skor penderita osteoarthritis untuk kesehatanfisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan masih rendah sehingga masih tetapmemerlukan intervensi untuk meningkatkan kualitas hidup penderita osteoarthritis. Kata kunci: Karakteristik sosiodemografi, osteoarthritis, kualitas hidup, deskriptif, potonglintang
ROLE OF GREENTEA IN CANCER PREVENTION Cok Istri Arintha Devi; Ida Ayu Ika Wahyuniari
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.731 KB)

Abstract

Cancer is one of deadliest disease in developed or developing country. Most of the cancer which had metastase can not be cured. Based on this statement, the one most effective way to prevent cancer is to prevent the cancer progression itself. This is called  chemoprevention. The concept of chemoprevention is to control cancer by slowing its growth and progression. One of the simplest and cheapest chemopreventive is by consume greentea everyday. Greentea contain antioxidant which can prevent the oxidative stress. Greentea also have role to prevent oxidation and reduction reaction, promote apoptosis, detoxification of carcinogen, dan prevent signaling for cancer hyperproliferation.
GAMBARAN DISTRIBUSI KELUHAN TERKAIT MUSKULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA TUKANG SUUN DI PASAR ANYAR BULELENG TAHUN 2013 Nyoman Virna Uginiari; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.259 KB)

Abstract

Setiap pekerjaan memiliki risikonya tersendiri yang berkaitan dengan jenis pekerjaandan lingkungan tempat kerja. Salah satu risiko kesehatan yang paling sering dikeluhkanoleh para pekerja adalah musculoskeletal disorders (MSDs). Tukang suun merupakansalah satu jenis pekerjaan yang berisiko tinggi untuk mengalami MSDs. Hal inidikarenakan postur tubuhnya yang tidak ergonomis saat bekerja. Penelitian inimenggunakan studi desktiptif cross sectional untuk mengetahui gambaran distribusikeluhan terkait musculoskeletal disorders (MSDs) pada tukang suun di Pasar AnyarBuleleng tahun 2013. Penelitian ini menggunakan kuisioner Nordic Body Map (NBM)yang menggunakan dua skala likert yang telah dimodifikasi untuk mengetahui distribusikeluhan muskuloskeletal pada tukang suun. Dari 43 responden yang telah memenuhikriteria, semua responden mengeluh mengalami MSDs setelah bekerja namun distribusikeluhannya berbeda-beda. Keluhan muskuloskeletal yang paling dikeluhkan oleh tukangsuun adalah lutut kanan sebanyak 46,5%, lalu diikuti keluhan pada bahu kiri sebanyak41,8% dan keluhan pada leher bagian atas sebanyak 37,2%.
SOCIAL PHOBIA Prabu Supramaniam
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.861 KB)

Abstract

Social Phobia is a condition characterized by a marked and persistent fear of social or performance situations in which embarrassment may occur. Exposure to the social or performance situation almost invariably provokes an immediate anxiety response. Although adolescents and adults with this disorder recognize that their fear is excessive or unreasonable, this may not be the case in children. Most often, the social or performance situation is avoided, although it is sometimes endured with dread. In individuals younger than 18, symptoms must have persisted for at least 6 months before is disorder is diagnosed. This diagnosis should not be given if the fear is reasonable given the context of the stimuli (e.g., fear of being called on in class when unprepared). The disturbance must cause clinically significant distress or impairment in social, occupational, or other important areas of functioning. This disorder is not due to a medical condition, medication, or abused substance. It is not better accounted for by another mental disorder.    

Page 54 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue