cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PROFIL DAN PERBANDINGAN HASIL DIAGNOSIS KLINIS DENGAN DIAGNOSIS RADIOLOGI DEEP VEIN THROMBOSIS DI RSUP SANGLAH, DENPASAR Kadek Diah Febri Yanti; Ni Nyoman Margiani
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.384 KB)

Abstract

Deep Vein Thrombosis” (DVT) adalah pembentukan bekuan darah di sistem pembuluh darah vena dalam. Salah satu modalitas diagnosis selain anamnesis dan pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan radiologis berupa color flow doppler ultrasonography. Studi ini mencari perbedaan hasil diagnosis yang ditegakkan secara klinis dan hasil diagnosis secara radiologis. Penelitian ini merupakan studi potong lintang deskritif yang dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Data pasien dengan klinis DVT positif dicatat umur dan jenis kelaminnya kemudian dianalisa perbedaan presentasi diagnosis radiologi positif dan diagnosis radiologi negatif DVT serta sebaran umur dan jenis kelamin. Terdapat 53 kasus suspek DVT sejak tanggal 1 Oktober 2011 hingga 31 Oktober 2012, hanya 26 kasus yang terbukti terdapat gambaran radiologis DVT dan 27 kasus lainnya tidak ada gambaran DVT pada pemeriksaan color flow doppler ultrasonography. Persentase pasien diagnosis radiologis DVT (+) dengan pasien suspek DVT sebesar 49%. Persentase pasien diagnosis radiologis DVT(-) dengan pasien suspek DVT sebesar 51%. Distribusi umur pasien penderita DVT dibagi menjadi 3 kelompok umur, proporsinya adalah pasien dengan usia dewasa sebesar 30,7%, pasien dewasa tua 46,2% dan pasien tua 23,1%. Distribusi jenis kelamin terhadap kejadian DVT selama satu tahun di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah menunjukkan proporsi pasien wanita sebesar 61,5% dan pasien laki-laki sebesar 38,5%. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan hasil antara pemeriksaan klinis dengan pemeriksaan color flow doppler ultrasonography pada DVT. Distribusi umur pasien terbanyak yang mengalami DVT  di RSUP Sanglah Denpasar adalah usia dewasa tua 40-60 tahun dan jenis kelamin perempuan.  
PERBAIKAN STASIUN KERJA MENURUNKAN AKTIVITAS LISTRIK OTOT DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PERAJIN UKIR KAYU DI DESA BATUAN GIANYAR BALI Putu Dyah Wulandari Putri; I Putu Adiartha Griadhi
E-Jurnal Medika Udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan manusia dalam dunia industri sebagai sumber tenaga kerja masih dominan dalam menjalankan pekerjaannya, terutama kegiatan yang bersifat manual. Pekerjaan manual, khususnya yang berhubungan dengan kekuatan dan ketahanan manusia dalam melakukan pekerjaannya dapat menyebabkan masalah yang selama ini sering diabaikan, yaitu masalah ergonomi, diantaranya adalah nyeri punggung, nyeri leher, nyeri pada pergelangan tangan, siku dan kaki yang disebut gangguan muskuloskeletal. Selain itu, kondisi kerja yang tidak ergonomis meningkatkan aktivitas listrik otot yang diukur dengan surface electromyography. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan aktivitas listrik otot dan keluhan muskuloskeletal melalui upaya perbaikan stasiun kerja berbasis ergonomi. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan sama subjek pada perajin ukir kayu di Desa Batuan Gianyar Bali dengan jumlah subjek 10 orang lelaki. Aktivitas listrik otot diukur pada saat bekerja dengan kondisi konvensional (Periode 1) dan dengan perbaikan stasiun kerja (Periode 2). Sedangkan data keluhan muskuloskeletal diukur pada saat sebelum dan sesudah bekerja saat kondisi kerja konvensional (Periode 1) dan kondisi kerja setelah perbaikan stasiun kerja (Periode 2). Data hasil pengukuran antara kedua periode dianalisis dengan uji Paired Samples t Test dan Wilcoxon Signed Ranks Test. Data hasil penelitian didapatkan bahwa terjadi penurunan aktivitas listrik otot Trapeziussebesar 17,44% dan aktivitas listrik otot Erector Spinaesebesar 12,28% setelah perbaikan stasiun kerja. Rerata keluhan muskuloskeletal mengalami penurunan sebesar 8,9 yang diukur sesudah bekerja pada Periode 1 dan Periode 2. Disimpulkan bahwa perbaikan stasiun kerja berbasis ergonomi dapat menurunkan aktivitas listrik otot dan keluhan muskuloskeletalpada perajin ukir kayu di Desa Batuan Gianyar Bali.  
EDUKASI DAN PENATALAKSANAAN DERMATITIS KONTAK IRITAN KRONIS DI RSUP SANGLAH DENPASAR BALI TAHUN 2014/2015 I Putu Gilang Iswara Wijaya; I Gusti Ketut Darmada; Luh Made Mas Rusyati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.158 KB)

Abstract

Dermatitis kontak iritan atau DKI merupakan peradangan pada kulit akibat efek sitotosik langsung dari bahan kimia, fisik, atau agen biologis pada sel-sel epidermis tanpa adanya produksi dari antibodi spesifik. Dilaporkan kasus seorang perempuan berusia 19 tahun, bekerja sebagai pegawai spa, dengan diagnosis Dermatitis Kontak Iritan Kronis. Tanda klinis pasien tersebut berupa kelainan pada jari tangan kanan dan kiri. Terdapat macula hiperpigmentasi dengan batas tegas, bentuk geografika, ukuran 2x3 cm dan 1x2 cm, terdapat macula hiperpigmentasi dengan batas tegas, bentuk geografika, ukuran pemeriksaan KOH tidak ditemukan hifa. Penatalaksanaan topical denfan pengobatan kombinasi berupa desoxymetason 0.025% krim dan chloramphenicol diberikan 2x/hari, pemberian obat secara oral mebhydrolin naphadisilate 2x50 gr/hari. Komunikasi, informasi dan edukasi yang dapat dijelaskan kepada pasien berupa penggunaan alat-alat pelindung diri, menghindari kontak dengan bahan iritan, dan rutin menggunakan obat.
PROFIL BAYI PREMATUR DENGAN SKRINING RETINOPATHY OF PREMATURITY DI DIVISI PEDIATRI OFTALMOLOGI POLIKLINIK MATA RSUP SANGLAH PERIODE 1 JANUARI-31 DESEMBER 2015 Ni Putu Dharmi Lestari; I Wayan Eka Sutyawan; Anak Agung Mas Putrawati Triningrat
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.537 KB)

Abstract

Retinopathy of prematurity (ROP) adalah sebuah permasalahan vasoproliferatif pada bayi prematur. ROP merupakan penyebab kebutaan pada masa anak-anak yang dapat dicegah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bayi prematur dengan skrining ROP dan karakteristik ROP di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Bali, Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif cross-sectional, menginklusi seluruh bayi prematur yang telah diskrining ROP pada Januari 2015 hingga Desember 2015. Teknik pengumpulan sampel adalah dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan rekam medik bayi prematur yang ditinjau antara lain usia gestasi, berat badan lahir, jenis kelamin, terapi oksigen, sepsis dan transfusi darah. Total subjek 57 sampel yang direkrut untuk analisis akhir. Insiden ROP di RSUP Sanglah pada tahun 2015 adalah 8,8%. ROP stage 1 dan 2 masing-masing 60% dan 40%. Stage 3, 4, dan 5 tidak diamati. Distribusi insiden ROP secara relatif tinggi pada usia gestasi <28 minggu (33,3%), pada berat badan lahir 1251-1500 g (14,3%) dan pada bayi prematur laki-laki (10,7%). Distribusi insiden ROP secara relatif juga tinggi pada bayi dengan faktor risiko seperti terapi oksigen, sepsis, dan transfusi darah masing-masing 9,7%, 12% dan 11,1%. Usia gestasi rendah, berat badan lahir rendah, terapi oksigen, sepsis dan transfusi darah merupakan faktor risiko untuk ROP.
PROFIL PENDERITA KANKER SERVIKS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR, BALI PERIODE JULI 2012 – JUNI 2013 Cokorda Istri Winny Prabasari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.984 KB)

Abstract

Cervical cancer is the most common gynecologic cancer in women and is the leading cause of death in developing countries. The high number of deaths may occur due to delay in treatment, because approximately 70% of cases come in an advanced stage condition. This study was conducted to determine the profile of patients with cervical cancer in Sanglah Hospital in Denpasar, Bali period July 2012 - June 2013. This study was a retrospective descriptive which is obtained from medical records of patients with cervical cancer who were treated in the period July 2012 - June 2013 at the Obstetrics and Gynecology Polyclinic and medical records Installation at Sanglah Hospital. Furthermore, the data such as profiles processed and presented in tables and graphics. Patients with cervical cancer by the age group 41-50 years had the largest number, which is 35 cases (39.3%). Most patients are parity of 3, which is 28 cases (31.5%), the number of patients recorded ever used oral contraceptives are 8 cases (9%). Histopathologic types most frequently encountered are the type of epidermoid which is 67 cases (75.3%), most of the cervical cancer patients come in stage III, which is 51 cases (57.3%). Cervical cancer is the highest case of gynecological malignancy in Sanglah Hospital with the most cases are in 41-50 years of age, parity of 3 children, with the most common histopathologic type of epidermoid, and the majority of patients come in stage III.Keywords: Cervical cancer, profile, age, parity, contraception, histopathology, staging
Pola penggunaan obat tetes mata pada karyawan IT penderita computer vision syndrome di lingkungan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Cabang denpasar Dinda Paramaningtyas Sudibya; I Gusti Ayu Artini; I Gusti Made Aman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.902 KB)

Abstract

Generally 80% office works are done using computers, although computer usage actually can lead to some problems. The collective physical disorder suffered by computer users are called Computer Vision Syndrome (CVS), which also suffered by approximately 88-90% computer users. The aim of this study was to define eye drops usage pattern in IT staffs in Denpasar office branch of PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk who suffer CVS. Descriptive cross-sectional is the method used in this research by doing direct observation, and also using questionnaire as the medium given to study subject who met the inclusions and exclusions criterion. Data from study subject then proceed using SPSS for descriptive statistic. From 60 patients who met the criterion, 40 subjects (66.7%) suffer CVS. According to the education level, we found the highest number in subject with good knowledge (51.7% in CVS group and 25% in non-CVS group). According to the eye condition, researchers found that 21 (35%) subjects in CVS group have good behavior, also in non-CVS subjects (18.3%). According to the regularity of eye drops usage, we found the highest number in “regular enough” category (58.3%) and the lowest in “very regular” (3.3%) in CVS group, while in non-CVS group, the highest was found in “regular enough” (28.3%) and the lowest in “less regular” (5%). According to the eye drops usage patterns, we found the highest number in “good” category (38.3%) for CVS group, while in non-CVS group was in “less” category (25%). Incident prevalence of CVS in this study was different with the previous study and probably this is because of the purposive sampling performed in this study. Study subject in this study were majority have a high education background, therefore this also affected subject’s behavior towards eye health, regularity and pattern of eye drops usage. Keywords: Computer Vision Syndrome (CVS), computer, eye drops
HUBUNGAN STATUS GIZI BAYI UMUR 4-6 BULAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, TINGKAT PENDIDIKAN DAN STATUS EKONOMI KELUARGA DI WILAYAH DENPASAR UTARA Putu Dita Arsintha Widma; Ketut Ariawati; I Nyoman Budi Hartawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.412 KB)

Abstract

Status gizi pada bayi, merupakan satu hal paling penting yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Asupan nutrisi utama untuk bayi 0 sampai 6 bulan yaitu air susu ibu (ASI). Bayi yang mendapat ASI eksklusif sampai usia 6 bulan akan memiliki berat badan lebih besar dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif dan cenderung memiliki status gizi lebih baik dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sejak lahir. Perbandingan status gizi bayi yang berbeda-beda di masyarakat dipengaruhi oleh pemberian asupan nutrisi dari ibu terhadap bayi. Pemberian ASI eksklusif sebagai nutrisi untuk bayi juga dipengaruhi oleh pengetahuan ibu yang didasari dari ilmu dan informasi yang diperolehnya. Selain pengetahuan, status ekonomi juga bisa mempengaruhi pemikiran ibu dalam memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Tujuan daripada penelitian ini, untuk mengetahui hubungan status gizi pada bayi usia 4-6 bulan yang mendapat ASI eksklusif dengan tingkat pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga. Desain penelitian adalah analitik cross-sectional dengan 43 responden yang merupakan ibu dengan bayi berusia 4 sampai 6 bulan di Denpasar Utara. Dilakukan wawancara menggunakan kuisioner. Setelahnya dilakukan persamaan pada variabel perancu yaitu umur dan jenis kelamin bayi, status pendidikan ibu, dan pendapatan keluarga per bulannya, diperoleh bayi yang diberikan ASI eksklusif dengan status gizi baik sebanyak 39 bayi dan yang berstatus gizi buruk sebanyak 3 bayi. Analisis data melalui SPSS secara bertahap menggunakan uji Fisher’s Exact dengan nilai p=0,323 (p>0,05) untuk mengetahui perbedaan rata-rata hubungan antara status gizi bayi dengan tingkat pendidikan ibu dan hubungan status gizi bayi dengan status ekonomi keluarga. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara status gizi bayi dengan tingkat pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga pada bayi usia 4-6 bulan yang mendapat ASI eksklusif di Denpasar Utara. Kata Kunci: status gizi bayi, asi eksklusif, hubungan status gizi bayi dengan tingkat pendidikan, hubungan status bayi dengan status ekonomi keluarga
PROFIL PASIEN PENYAKIT TROFOBLASTIK GESTASIONAL DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE 1 JANUARI 2017 SAMPAI 31 DESEMBER 2017 Abi Rafdi Azizi; I Nyoman Bayu Mahendra; Endang Sri Widiyanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.051 KB)

Abstract

Penyakit Trofoblastik Gestasional (PTG) adalah tumor yang dapat ditangani hingga tuntas sebelum mengalami metastase. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristikpasien PTG di RSUP Sanglah Denpasar periode 1 Januari 2017 sampai 31 Desember 2017.Penelitian ini bersifat deskriptif, retospektif. Pengambilan data dengan total sampling danpotong lintang menggunakan rekam medis pasien PTG tahun 2017. Hasil penelitian ini terdapat11 kasus dengan kasus terbanyak pada rentang usia 21-30 tahun dengan 45,5%, kemudian36,4% berasal dari luar Provinsi Bali, dan sebesar 72,7% adalah ibu rumah tangga 45,5%dengan tingkat pendidikan SMA/sederajat. Usia kawin terbanyak pada rentang usia 16-25tahun dengan 54,6%, dan 45,5% dengan paritas satu kali. Sebanyak 81,8% dengan riwayatmola hidatidosa, kemudian 54,6% memiliki jarak kehamilan sebelumnya <4 bulan, lalu 72,7%dengan perdarahan pervaginam. Sebanyak 36,4% dengan kadar ?-hCG <105 mIU/mL,kemudian 45,5% didiagnosis mola hidatidosa komplit dan 72,7% tidak ditemukan metastasedengan stadium I dan sebanyak 72,7% mendapatkan kemoterapi methotrexate. Kata kunci: PTG, mola hidatidosa, serum ?-hCG, penanganan, kemoterapi
PERBEDAAN JENIS KELAMIN DAN USIA TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA HIPERURISEMIA Firdayanti .; Susanti .; Muhammad Azdar Setiawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.667 KB)

Abstract

ABSTRAKHiperurisemia adalah suatu keadaan yang menggambarkan kadar asam urat dalam tubuh meningkat, kadar asam urat yang meningkat dalam darah hingga melewati batas normal akan menimbulkanrasa sakit atau nyeri1. Etiologi dari artritis gout meliputi usia, jenis kelamin, riwayat medikasi, obesitas,konsumsi purin dan alkohol. Pria memiliki tingkat serum asam urat lebih tinggi daripada wanita, yangmeningkatkan resiko mereka terserang artritis gout. Perkembangan artritis gout sebelum usia 30 tahun lebihbanyak terjadi pada pria dibandingkan wanita. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitikdengan rancangan penelitian cross-sectional study. Metode pengambilan sampel dilakukan secaraaccidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 sampel. hasil penelitian perbedaan jenis kelamindan usia terhadap kadar asam urat menunjukkan bahwa hasil uji Chi-Square terhadap pemeriksaan asamurat dengan jenis kelamin menunjukkan hasil yaitu nilai probabilitas < 0,05 (nilai sig. 0,015) yang berartibahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kriteria jenis kelamin dengan hasil pemeriksaan asam urat,sedangkan hasil uji Chi-Square terhadap hasil pemeriksaan asam urat berdasarkan usia diperoleh hasil ujiyaitu nilai probabilitas > 0,05 (nilai sig. 0,522) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yangbermakna antara kriteria usia dengan hasil pemeriksaan asam urat. Kata kunci : jenis kelamin, usia, asam urat, hiperurisemia
GAMBARAN RADIOLOGIS PADA OCCULT PNEUMOTHORAKS Putu Aditha Satya Putra; Nyoman Srie Laksminingsih
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.356 KB)

Abstract

Pneumothorax is a recognized cause of death in chest wall trauma. Radiological examination is the key factor to establish the existence of a pneumothorax. Occult pneumothorax is pneumothorax that undiagnosed clinically and with thoracic x-ray, but it can be tolerated while other more urgent trauma. Occult pneumothorax can be detected by CT (Computed tomography). Occult pneumothorax may progress to tension pneumothorax in certain circumstances. Missing in diagnosed pneumothorax will cause death. This literature will discuss radiological examination for diagnosing, early detection, and management of occult pneumothorax. If thoracic x-ray examination did not reveal the occult pneumothorax, it can be dangerous if existence of pneumothorax was not known. In this case, the examination of thoracic CT-Scan is gold standard for determining the presence of occult pneumothorax and can provide appropriate care.

Page 55 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue