cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI SEROTIPE 0157 DENGAN MEDIA SORBITOL MAC CONKEY AGAR (SMAC) PADA JAMU BERAS KENCUR DARI PEDAGANG JAM GENDONG DI KOTA DENPASAR I Kadek Serisana Wasita; I Made Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.741 KB)

Abstract

Jamu beras kencur masih sering dikonsumsi sebagai minuman kesehatan, minimnya pengawasan serta kurang higenisnya proses pembuatannya, tidak menutup kemungkinan terjadinya kontaminasi E.coli pada minuman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontaminasi dan serotipe E.coli pada jamu beras kencur yang dijual oleh pedagang jamu gendong di kota Denpasar. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan rancangan studi eksploratif. Pengambilan sampel dilakukan dengan dengan metode non-probability sampling yaitu consecutive sampling, dengan mendapatkan sepuluh sampel dari empat kecamatan di kota Denpasar. Sampel dicampur dengan media pengaya Tryptic Soy Broth (TSB) dan dibiakkan pada media MacConkey dan Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Hasil koloni diperiksa dengan pengecatan gram dan identifikasi serotipe menggunakan media Sorbitol-MacConkey agar (SMAC). Hasil penelitian ditemukan empat dari sepuluh sampel jamu beras kencur (40%) positif terkontaminasi E.coli, sedangkan untuk E.coli serotipe O157 tidak ditemukan di kesepuluh sampel. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai jamu beras kencur dengan sampel yang lebih besar.
PREVALENSI GANGGUAN MENSTRUASI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA SISWI PESERTA UJIAN NASIONAL DI SMA NEGERI 1 MELAYA KABUPATEN JEMBRANA Ni Kadek Diah Satya Sai Shita; Susy Purnawati
E-Jurnal Medika Udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.204 KB)

Abstract

Gangguan menstruasi merupakan salah satu masalah ginekologik yang memerlukan perhatian khusus karena sering kali berdampak terhadap kualitas hidup remaja atau dewasa muda dan dapat menjadi indikator serius terjadinya suatu penyakit. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui prevalensi gangguan menstruasi dan faktor-faktor yang berhubungan. Desain penelitian ini observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional pada 70 orang siswi kelas XII SMA Negeri 1 Melaya, Jembrana. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang diisi sendiri oleh responden. Data dianalisis dengan menggunakan komputer dan ditampilkan dalam bentuk narasi dan tabel. Didapatkan hasil bahwa jumlah siswi yang mengalami gangguan menstruasi adalah 63 orang (90,0%)  dengan gangguan menstruasi terbanyak adalah dismenorea 80,0% dan disusul oleh PMS 70,0%. Didapatkan usia rata-rata responden 17,5 tahun dengan gangguan menstruasi terbanyak pada usia 18 tahun (45,7%). Sebagian besar responden mengalami menarche pada usia 11-14 tahun (87,1%). Kebanyakan dari responden memiliki status gizi normal (64,3%), aktivitas fisiknya sedentary (64,3%), dan tingkat stresnya terkontrol (52,9%). Setelah dianalisis tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi, aktivitas fisik, tingkat stres, usia menarche dan usia dengan gangguan menstruasi.    
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya L) Terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes Aegypti I Gusti Ayu Prapti Adnyani; I Made Sudarmaja
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.039 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of the concentration of ethanol extract of leaves of papaya against the Aedes aegypti mosquito larvae mortality. The design of this study is purely experimental with randomizesd post test only control group design. The sample used is Aedes aegypti larvae as much as 150 animals. The independent variable in this study is the concentration of the ethanol extract of papaya leaf, the dependent variable is the death of Aedes aegypti larvae. Data were analyzed by One Way Anova followed by Post Hoc test. At a concentration of 1% after observation for 24 hours, the average number of Aedes aegypti larvae mortality is 100%. One Way Anova obtain results, which means that there is a statistically significant difference in mortality between groups Aedes aegypti larvae were studied (p <0,05). Post hoc analysis results to obtain the results are significant differences in mortality between the concentrations of 0% and 0,125%, 0% and 0,25%, 0% and 0,5%, 0% and 1%, and 0,0625% and 1%, but there is no significant difference in mortality between the concentration of 0,0625 compared with controls. Based on the results of the analysis that there are significant concentrations of ethanol extract of the leaves of the death of Aedes aegypti larvae. All concentrations of ethanol extract of papaya can cause the death of larvae of Aedes aegypti, with the highest number of deaths at a concentration of 1%. Keyword : papaya leaves, larvae, dengue hemorhagic fever.
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL WERDHA WANA SERAYA DENPASAR BALI I Gusti Ayu Mahadewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.559 KB)

Abstract

Proses degeneratif pada populasi lansia ikut berkontribusi terhadap munculnya masalah kesehatan jiwa pada lansia. Kesehatan jiwa sendiri merupakan indikator penting dalam penilaian kualitas hidup seseorang. Rendahnya kualitas hidup lansia disertai tingginya tingkat depresi mendorong untuk dilakukan penelitian tentang hubungan tingkat depresi dan kualitas hidup pada lansia di Panti Sosial Werdha Wana Seraya, Denpasar, Bali. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah responden penelitian mencapai 40 orang. Analisis data yang dilakukan berupa univariat dan bivariat dengan uji regresi logistik. Analisis data secara statistik menunjukkan lebih dari 50% responden mengalami depresi. Hasil lainnya memaparkan bahwa lebih dari 50% responden hidup dengan kualitas buruk. Setelah dilakukan uji bivariat dapat disimpulkan bahwa tingkat depresi dan kualitas hidup pada lansia di Panti Sosial Werdha Wana Seraya, tidak berhubungan signifikan secara statistik, namun dilihat dari nilai OR yang tinggi, tingkat depresi merupakan faktor resiko untuk kualitas hidup buruk. Kata Kunci : kualitas hidup, depresi, lansia, panti werdha, wana seraya
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PENGRAJIN BAMBU DI DESA BELEGA, BLAHBATUH TAHUN 2017 Ni Kadek Yunita Arsita Dewi; IGAA. Praharsini; Nyoman Suryawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.486 KB)

Abstract

Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) merupakan peradangan kulit akibat terpapar bahan iritan atupun alergen yang di lingkungan kerja dan merupakan penyakit kulit yang dipengaruhi oleh faktor yang berasal eksogen dan endogen. Walaupun penyakit ini tidak mengancam nyawa tetapi akan memberikan dampak terhadap kualitas dan kuantitas produksi, serta kualitas hidup pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik DKAK pada pengrajin bambu yang ada di desa Belega, Blahbatuh tahun 2017. Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross sectional dengan teknik pengumpulan data total sampling dengan menggunakan kuisioner. Responden dalam penelitian ini adalah pengrajin bambu yang ada di desa Belega, Blahbatuh, Gianyar pada tahun 2017. Hasil penelitian diperoleh prevalensi DKAK pada pengrajin sebesar 81,53%, dengan karakteristik umur responden dominan rentangan 41-50 tahun, didominasi oleh laki-laki, tanpa riwayat atopi, gejala tersering gatal pada telapak tangan dan dilakukan pengobatan, lama kontak 4-7 jam/hari, kontak diakibatkan oleh proses kerja, frekuensi paparan >8 kali/hari, bahan kimia yang dominan bahan pengawet bambu, pernis dan kaporit. Masa kerja paling banyak adalah >4 tahun dan tanpa riwayat penyakit kulit. Kata kunci: Prevalensi, Karakteristik, Dermatitis Kontak Akibat Kerja
GAMBARAN DEPRESI PADA ORANG LANJUT USIA DI PERHIMPUNAN WERDHA SEJAHTERA (PWS) KOTA DENPASAR G.A. Ade Cahayani Saraswati; Anak Ayu Sri Wahyuni
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.389 KB)

Abstract

Peningkatan umur harapan hidup penduduk di dunia menyebabkan terjadinyapergeseran trend penyakit menjadi penyakit tidak menular, salah satunya depresi.Gangguan psikiatri seperti depresi seringkali dilewatkan oleh pekerja kesehatan, makadari itu, gambaran depresi pada orang lanjut usia perlu diketahui. Penelitian inimerupakan studi observasional cross-sectional deskriptif, menggunakan instrumentpenelitian berupa kuesioner Geriatric Depression Scale Short Form (GDS-S), diisi oleh30 orang lansia anggota Perhimpunan Werdha Sejahtera (PWS) Kota Denpasar. Hasilpenelitian menunjukkan sebesar 6,7% lansia anggota PWS Kota Denpasar menderitadepresi ringan. Depresi ringan ditemukan pada lansia berjenis kelamin wanita, lansiaberagama Hindu, lansia yang menikah, lansia yang tinggal bersama keluarga di rumah,lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap setiap bulan dan yang memilikipenghasilan tetap setiap bulan, lansia dengan pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD)dan dengan pendidikan terakhir lebih tinggi dari Sekolah Menengah Atas (SMA), lansiayang menderita penyakit kronis dan tidak menderita penyakit kronis, dan lansia yangmengonsumsi satu jenis obat dan yang tidak mengonsumsi obat. Penelitian inimerupakan studi observasional cross-sectional deskriptif dan tidak meneliti lebih lanjutmengenai hubungan antara tingkat depresi dengan data demografi lansia anggota PWSKota Denpasar. Kata kunci: depresi, lanjut usia, Geriatric Depression Scale Short Form (GDS-S)
SECONDARY BRAIN INJURY Ida Ayu Basmatika
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.507 KB)

Abstract

Secondary brain injury is a condision that occurs at some times after the primary impact and can be largely prevented and treated. Most brain injury ends with deadly consequences which is caused by secondary damage to the brain. Traumatic brain injured still represents the leading cause of morbidity and mortality in individuals under the age of 45 years in the world. The classification of secondary brain injured is divided into extracranial and intracranial causes. The cause of extracranial such as hipoxia, hypotensi, hyponatremia, hypertermia, hypoglycemia or hyperglycemia. The cause of intracranial such as extradural, subdural, intraserebral, intraventrikular, dan subarachnoid hemorrhage. Beside that secondary injury can also be caused by edema and infection. Post-traumatic cerebral injured is characterized by direct tissue damage, impaired regulation of cerebral blood flow (cerebral blood flow / CBF), and disruption of metabolism. Manifestations of secondary brain injured include increased intracranial pressure, ischemic brain damage, cerebral hypoxia and hypercarbi, as well as disruption of cerebral autoregulation. The first priority is to stabilize the patient's cervical spine injury, relieve and maintain airway, ensure adequate ventilation (breathing), and making venous access for fluid resuscitation pathways (circulation) and assessing the level of awareness and disability. This steps is crucial in patients with head injured to prevent hypoxia and hypotension, which is the main cause of secondary brain injury.
PREVALENSI DEPRESI DAN HUBUNGANNYA DENGAN NILAI HbA1C PADA PASIEN PRIA DENGAN DIABETES MELITUS DI RSUP SANGLAH DENPASAR Budi Ratna Aryani
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.129 KB)

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang berpotensimengalami komplikasi yang lebih berat. Hal inilah yang mengakibatkan banyak penderitaDM mengalami depresi. Depresi yang dialami akan berdampak pada kurang terkontrolnyakadar gula darah pasien. Glycated Hemoglobin (HbA1C) adalah salah satu barometer untukmengetahui apakah kadar gula darah seorang pasien cukup terkontrol atau tidak. Penelitianini dilakukan untuk mengetahui bagaimana prevalensi depresi dan hubungannya dengan nilaiHbA1C pada pasien pria dengan DM yang datang ke Poliklinik Diabetes RSUP Sanglah.Penelitian dilakukan dengan membagikan kuisioner Diabetes Distress Scale (DDS) danmelihat hasil HbA1C pada rekam medik. Dari 29 sampel yang ikut serta dalam penelitian, 22sampel mengalami depresi ringan dan 7 sampel mengalami depresi sedang-berat. Dari 29sampel hanya 19 sampel yang diketahui nilai HbA1Cnya, 3 sampel  memiliki nilai HbA1Cbaik, 4 sedang, dan 12 buruk. Kesimpulan dari penelitian ini, tidak terdapat hubungan yangsignifikan antara depresi dan nilai HbA1C (p=0,309).
PREANALITIC AND INTERPRETATION BLOOD GLUCOSE FOR DIAGNOSE DIABETIC MELITUS Ida Bagus Wayan Kardika; Sianny Herawati; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.331 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder disease which has been characterised by chronic hyperglycemia as well as abnormalities in the metabolism of carbohydrates, fats and proteins caused by abnormalities of insulin secretion, insulin resistance or both. The Diagnoses of diabetes mellitus in addition based on the clinical aspects of which include anamnesis, physical examination and diagnoses is required in the form of investigations the laboratory examination. The simplest laboratory examination is the examination of blood sugar. The stages of preanalitic and the interpretation of results examination of the blood sugar is worth noting in order to obtain meaningful results so that a diagnosis of diabetes mellitus can be enforced and for monitoring treatment outcomes.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT DEPRESI PADA LANJUT USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUBU II JANUARI-FEBRUARI 2014 IGM Agus Bhayu WWPSR; Nyoman Ratep; Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.068 KB)

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah global kesehatan yang terjadi pada lanjut usia (lansia) dimana prevalensinya bertambah tinggi seiring meningkatnya usia seseorang. Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya depresi pada lansia, beberapa faktor tersebut antara lain: faktor psikososial, faktor biologis, karakteristik personal, faktor medikasi, dan faktor sosiodemografi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat depresi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kubu II. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan jumlah sampel 84 orang yang dipilih secara consecutive sampling. Sebagai sampel adalah lansia yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Kubu II dan tidak ada kriteria eksklusi. Sampel yang memenuhi kriteria kemudian dimintakan kesediaannya untuk berpartisipasi dengan menandatangani informed consent. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner kepada sampel yang terpilih. Analisis data dilakukan secara univariate dan bivariate. Dari 84 sampel lansia, didapatkan 30,9% mengalami depresi ringan dan 14,3% mengalami depresi berat. Dari kelompok sampel yang mengalami depresi, persentase depresi tertinggi terjadi pada kelompok usia 75-90 tahun dengan sebaran proporsi depresi ringan 25,0% dan depresi berat 11,5%, pada kelompok jenis kelamin proporsi kejadian depresi paling tinggi pada jenis kelamin perempuan dengan sebaran proporsi depresi ringan 40,0% dan depresi berat 11,5%, sedangkan berdasarkan ada tidaknya penyakit dasar, proporsi kejadian depresi terdapat pada sampel yang memiliki penyakit dasar yaitu dengan sebaran proporsi depresi ringan 42,1% dan depresi berat 19,3%. Simpulan pada penelitian ini adalah tingkat depresi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kubu II tergolong cukup tinggi dan kejadian depresi terbanyak terjadi pada kelompok usia 75-90 tahun, lansia dengan jenis kelamin perempuan, dan lansia yang memiliki penyakit dasar.          

Page 57 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue