cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KARAKTERISTIK DAN MASALAH PSIKO-SOSIAL YANG MENDASARI PASIEN PERCOBAAN BUNUH DIRI DI INSTALASI RUANG DARURAT RSUP SANGLAH Putri Ayu Madedi Budiawa; I Nyoman Ratep; I Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunuh diri merupakan kegawatdaruratan dibidang psikiatri yang menjadi salah satu penyebab kematian di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kasus-kasus percobaan bunuh diri merupakan kasus yang bisa terjadi dengan karakteristik pasien yang beragam. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan masalah-masalah psiko-sosial yang umumnya mendasari pasien percobaan bunuh diri di Instalasi Rawat Darurat RSUP Sanglah pada periode Mei sampai November 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 47 kasus percobaan bunuh diri yang dibawa ke Instalasi Ruang Darurat  dengan karakteristik dominan pada perempuan, usia produktif (25 sampai 45 tahun), belum menikah,  memiliki pekerjaan (sebagai karyawan atau buruh), terdiagnosis gangguan jiwa (depresi) dan pernah melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya. Sedangkan permasalahan psiko-sosial yang paling sering mendasari percobaan bunuh diri adalah perasaan emosi dan kemarahan yang tidak bisa direpresi. Pada hasil penelitian ini umumnya, percobaan bunuh diri berkaitan dengan  masalah lingkungan sosial yang berhubungan dengan orang-orang yang dikasihinya.  
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO DEPRESI POSTPARTUM DI KOTA DENPASAR MENGGUNAKAN EDINBURGH POSTNATAL DEPRESSION SCALE I Komang Prayoga Ariguna Dira; Anak Ayu Sri Wahyuni
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.099 KB)

Abstract

Periode kehamilan dan melahirkan merupakan periode kehidupan yang penuh dengan potensi stres. Seorang wanita dalam periode kehamilan dan periode postpartum cenderung mengalami stres yang cukup besarkarena keterbatasan kondisi fisik yang membuatnya harus membatasi aktivitas dan mengalami proses adaptasi menjadi seorang ibu. Periode ini memiliki potensi terjadinya depresi postpartum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi serta faktor risiko yang mempengaruhi depresi postpartum pada ibu yang melahirkan di kota Denpasar. Metode: Subjek penelitian adalah 44 ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar, Puskesmas Pembantu Dauh Puri dan bidan praktek swasta di kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan dua alat skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Data dianalisa dengan statistical product and service solution (SPSS). Hasil: Prevalensi depresi postpartum di kota denpasar menggunakan skoring EPDS sebanyak 9 ibu (20,5%). Sebanyak 4 ibu (9,1%) membutuhkan pemantuan ekstra. Faktor resiko yang didapat dalam penelitian ini adalah riwayat pendidikan ibu yang rendah, primipara, umur,memiliki riwayat anak meninggal dan kehamilan tidak diharapkan. Simpulan: Prevalensi depresi postpartum dikota Denpasar berdasarkan skor EPDS adalah 20,5%.
GAMBARAN PERUBAHAN PADA PENDAKI GUNUNG BATUR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Eric Fernandez; Ketut Tirtayasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.466 KB)

Abstract

Pendahuluan: Ketinggian adalah tinggi dari suatu obyek atau titik dalam kaitannya dengan permukaan laut atau permukaan tanah. Daerah di permukaan bumi yang tinggi di atas berarti permukaan laut disebut ketinggian tinggi. Pada ketinggian tinggi, tekanan atmosfer lebih rendah dibandingkan di laut karena dua bersaing efek fisik yang berat yang menyebabkan udara menjadi sedekat mungkin ke tanah dan kandungan panas dari udara yang menyebabkan molekul untuk bangkit dari satu sama lain dan berkembang. Metode: Sampel penelitian adalah 30 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang tidak mendaki dan memanjat di Gunung Batur, Kintamani, Bangli, Bali. Hasil: Di antara 30 sampel yang dikumpulkan, Merasa lemah atau lelah ketika mencapai puncak mencatat jumlah tertinggi 23 sampel (18,1%) diikuti oleh peningkatan dalam sekejap dengan 22 sampel (17,3%), napas cepat dengan 20 sampel (15,7%) , kesulitan bernafas dengan 18 sampel (14,2%), merasa sakit di dada saat mendaki dengan 11 sampel (8,7%), merasa mual atau ketidaknyamanan dengan perut selama mendaki dengan 10 sampel (7,9 %), sakit kepala saat mendaki , kesemutan atau sensasi jarum selama mendaki dan kram saat mendaki memiliki jumlah yang sama dari sampel yang 7 sampel (5,5%) dan sedikitnya jumlah sampel. Kesimpulan: Ada peningkatan frekuensi pernapasan dan merasa lemah dan lelah dan pernapasan cepat paling perubahan yang dialami oleh para pendaki antara mahasiswa kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
PROFIL PASIEN KANKER ENDOMETRIUM DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE AGUSTUS 2012 – JULI 2014 Putu Pradnya Paramitha Dewi; I Nyoman Gede Budiana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.614 KB)

Abstract

Endometrial cancer occurs in the endometrium, the innermost layer of uterus, the cells grow uncontrollably, invade and damage nearby tissues. Sanglah Hospital as a referral hospital in the eastern part of Bali and Indonesia in the last decade hasn’t data on the incidence of endometrial cancer. The study was conducted to determine the incidence of endometrial cancer in Sanglah Hospital and other profiles associated with endometrial cancer.This study used a descriptive design retrospective data obtained from clinic obstetrics and gynecology and installation of medical records department of Sanglah hospital.The number of patients diagnosed with endometrial cancer period August 2012-July 2014 was found and have a complete profile as many as 26 cases. Based on the results of the study, the proportion of endometrial cancer compared with gynecologic cancer was 9.2% with the highest number of endometrial cancer patients in the age group 51-60 years (46.2%) having 3 children (30.8%) with a normal body mass index (42.3%) in stage III (38.5%) and had histopathology type is 65.4% of endometrioid adenocarcinoma. Some patients with endometrial cancer also found have a history of hypertension and diabetes mellitus. Concluded the incidence of endometrial cancer in elderly women with 3 children and normal body mass index in stage III with endometrioid adenocarcinoma histopathology type and few had history of hypertension and diabetes mellitus. The results of this study can be used as a basis for further research, promotes and preventive efforts for the community in order to improve survival in endometrial cancer. Keywords : Endometrial cancer, profile, Sanglah Hospital.
Profil pasien glaukoma di Poliklinik Mata Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Periode Januari 2014-Juni 2015 Luh Wira Pusvitasari; Anak Agung Mas Putrawati Triningrat
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.665 KB)

Abstract

Glaucoma is an eye disorder in the form of a chronic neuropathy that characterized by concaving of optic disc, narrowing of visual field, and usually accompany by increasing of intraocular pressure. Glaucoma is the second lead of blindness in the world after cataract. The objective of this research is to study the profile of glaucoma patient based on range of age, gender, glaucoma classification, eye’s involvement, and intraocular pressure in Eye Polyclinic of Indera Hospital of Bali Province in period January 2014- June 2015. This research used a cross-sectional study approach. Medical reports of glaucoma patient in Eye Polyclinic of Indera Hospital of Bali Province in period January 2014 –June 2015 were used as sample. This research was conducted in 3 months, from April until July 2015. Data that obtained then analyzed by descriptive analysis to find the proportion of each variable in sample. Based on the research, found that the number of glaucoma patient in period January 2014- June 2015 is 64 persons, with eye involvement of 78 eyes. Most of them (51%) were in the 40-64 year age group. The gender are mostly men (70%) with secondary glaucoma (37%) dominating the cases. Based on the eyes involved and intraocular presure, unilateral eye (44%) and intraocular pressure ?21 mmHg (36%)are leading the cases. The conclusion of this study is the most prevalence obtained in the age group 40-64 years, the most sex is male, type of glaucoma most is secondary glaucoma. The most involved eye is unilateral (left eye or left oculus) and most abundant intraocular pressure is ?21 mmHg in the left eye. From the profile of glaucoma patient in Eye Polyclinic of Indera Hospital of Bali Province, hope that in the future there will be further counseling about early detection of glaucoma, because glaucoma is the second lead of blindness in the world, and it is irreversible blindness. Keywords: Glaucoma, Glaucoma Classification, Intraocular Pressure
EKSTRAK ETANOL UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L.) MENURUNKAN DEGENERASI LEMAK JARINGAN HATI TIKUS YANG DI OVARIEKTOMI Ni Putu Candra Paramita; I Wayan Sugiritama; Ni Made Linawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.957 KB)

Abstract

Menopause didefinisikan sebagai 1 tahun tanpa menstruasi. Wanita menopause kemungkinan berisiko mengalami Nonalcoholic Fatty Liver Disease(NAFLD). Efek menguntungkan dari antosianin telah dibuktikan dalam penelitian hewan,sehubungan dengan stres oksidatif dan steatosis hati. Ubi jalar ungu mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel tikus yang sudah di ovariektomi, kemudian diberikan ekstrak etanol ubi jalar ungu pada tikus secara oral selama 30 hari. Pada hari pertama dilakukan randomisasi dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (P0), kelompok perlakuan pemberian ekstrak etanol ubi jalar ungu dosis 1ml (P1), dosis 2 ml (P2), dan dosis 4ml (P3). Pada hari ke-31 dilakukan terminasi untuk di ambil jaringan hati dan pembuatan preparat histologi, kemudian dilakukan pengamatan pada preparat dengan pembesaran 10x10 pada 2 lapang pandang. Dari 28 sampel hati tikus yang diperiksa, didapatkan semua sel hati tikus mengalami degenerasi lemak atau steatosis sebanyak >5% yang merupakan kunci dari penyakit hati berlemak nonalkohol (NAFLD), namun jumlahnya berbeda-beda. Rerata perlemakan kelompok kontrol negatif didapatkan hasil perlemakan paling tinggi yaitu 49,1%, kelompok perlakuan pemberian dosis 1ml, 2ml, dan 4ml didapatkan hasil 39,48%, 31,62%, dan 29,14%. Setelah diuji secara statistik didapatkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) terhadap pengaruh pemberian ekstrak etanol ubi jalar ungu.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pemberianekstrak etanol ubi jalar ungu selama 30 hari dapat menurunkan degenerasi lemak pada hati tikus yang mengalami penyakit hati berlemak nonalkohol (NAFLD). Kata Kunci: Ekstrak etanol ubi jalar ungu, menopause, fatty liver
PERBANDINGAN GEJALA KLINIS DAN HISTOPATOLOGIS PADA RHINOSINUSITIS KRONIS DENGAN POLIP NASAL EOSINOFILIK (ECRSWNP) DAN NON-EOSINOFILIK (NON-ECRSWNP) DI RSUP SANGLAH, DENPASAR PERIODE JANUARI 2017-SEPTEMBER 2018 Astari Rahayu Dewi; Sari Wulan Dwi Sutanegara; Komang Andi Dwi Saputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.505 KB)

Abstract

Rhinosinusitis kronis merupakan kondisi yang lazim ditemukan di masyarakat. Rhinosinusitis kronis dapat bermanifestasi dalam bentuk CRSwNP (Chronic Rhinosinusitis with Nasal Polyp). Pola inflamasi polip nasal pada CRS terdiri dari dua bentuk yakni inflamasi eosinofilik (ECRSwNP) dan inflamasi non-eosinofilik (non-ECRSwNP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan gejala klinis dan histopatologis pada rhinosinusitis kronis dengan polip nasal eosinofilik (ECRSwNP) dan non-eosinofilik (non-ECRSwNP) di RSUP Sanglah, Denpasar periode Januari 2017-September 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional retrospective (potong lintang retrospektif). Peneliti mendapatkan subjek penelitian sebanyak 24 orang. Data yang digunakan adalah data sekunder dari rekam medis pasien di bagian Rekam Medis RSUP Sanglah. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan gejala klinis, didapatkan bahwa keluhan berupa obstruksi nasi, sekret hidung dan rasa dahak di tenggorok lebih tinggi pada kelompok ECRSwNP dibandingkan dengan kelompok non-ECRSwNP. Untuk keluhan nyeri kepala dan wajah, kelompok non-ECRSwNP memiliki persentase yang lebih tinggi. Berdasarkan kondisi histopatologis, didapatkan bahwa sebaran eosinofil lebih padat dan dengan persentase lebih tinggi pada kelompok ECRSwNP dibandingkan dengan kelompok non-ECRSwNP. Sedangkan untuk infiltrasi neutrofil ditemukan lebih tinggi pada kelompok non-ECRSwNP. Kata Kunci: CRSwNP, eosinofilik, non-eosinofilik, perbandingan, gejala klinis, histopatologis
PEMERIKSAAN ANTI STREPTOLISIN O (ASTO) SEBAGAI PENANDA INFEKSI Streptococcus ? hematoliticus DI RSUD KOTA KENDARI DAN RSUD BAHTERAMAS sri aprilianti; angriyani fusvita; azdar setiawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.283 KB)

Abstract

Tonsilitis merupakan salah satu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang banyak ditemukan di Indonesia. Tonsilitis akut disebabkan oleh kuman grup A Streptococcus ? hemolyticus, Pneumococcus, Streptococcus viridans dan Streptococcus pyogenes. Anti Streptolisin O (ASTO) merupakan antibodi terhadap antigen streptolisin O yang dihasilkan oleh bakteri Streptococcus ß hemolyticus grup A. Tujuan penelitian penelitian ini adalah untuk mengetahui antibodi terhadap streptolisin O yang di hasilkan oleh Streptococcus grup A. Penetapan kadar anti streptolisin O merupakan pemeriksaan utama untuk menentukan apakah sebelumnya pernah terinfeksi oleh Streptococcus ß hemolyticus grup A yang menyebabkan komplikasi penyakit post Streptococcus. Sampel penelitian berjumlah 60 orang yang menderita tonsilitis di RSUD Kota Kendari dan RSUD Bahteramas. Metode pengambilan sampel menggunakan metode Accidental sampling. Pemeriksaan sampel dilakukan menggunakan metode lateks test berdasarkan aglutinasi antigen dan antibodi. Hasil penelitian menunjukkan dari 60 sampel hasil pemeriksaan ASTO yang positif berjumlah 45 orang (75%) dan yang negatif sebanyak 15 orang (25%). Terdapat antigen yang dihasilkan Streptococcus ? hemolyticus terhadap pasien penderita tonsilitis berjumlah 45 orang sari 60 pasien tonsilitis. Kata Kunci : ASTO, Streptococcus ? hemolyticus, Tonsilitis
DEPRESI DAN GANGGUAN TIDUR Wayan Eko Radityo
E-Jurnal Medika Udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.152 KB)

Abstract

Depresi merupakan gangguan mood berupa kesedihan yang intens, berlangsung dalamwaktu lama, dan mengganggu kehidupan normal yang insidennya semakin meningkatseiring dengan meningkatnya tekanan hidup. Tahun 2020, depresi diperkirakanmenempati urutan kedua penyakit di dunia. Gejala-gejala depresi terdiri dari gangguanemosi, gangguan kognitif, keluhan somatik, gangguan psikomotor, dan gangguanvegetatif. Salah satu gejala depresi yang muncul adalah gangguan tidur yang bisaberupa insomnia, bangun secara tiba-tiba, dan hipersomnia. Hal ini disebabkan olehgangguan neurotransmiter dan regulasi hormon. Selain sebagai gejala depresi, gangguantidur juga bisa merupakan penyebab depresi. Beberapa penelitian memberikanhubungan gangguan tidur dapat meningkatkan risiko depresi di kemudian hari.
ROLE OF OLIVE OIL IN CANCER PREVENTION GAP Ratih Pradnyandari; IGN Sri Wiryawan
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.221 KB)

Abstract

Cancer is the second leading cause of death in the United States. From this fact showshow ferociously the disease if not treated well. The emergence of this disease is causedby various factors, but often caused by damage to the structure of DNA and othermolecular structures by a reactive oxygen species (ROS). Early prevention that can beimplemented, is to improve the lifestyle and diet that contains a substance that canprotect our body cells from damage caused by ROS. These molecules calledantioxidants. Therefore, antioxidants are often called reducing agents (thiol orpolyphenols). Olive oil is the one of the exogenous antioxidants have many benefitsespecially polyphenols that have chemo preventive effects on several types of cancer,and can inhibit the process of carcinogenesis by several mechanisms such as inhibitionof DNA synthesis in the process, reducing the production of ROS, regulate cell cycle,regulate proliferation and survival mechanisms of cells.

Page 58 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue