cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
ENDEMIK GOITER Ni Luh Ayu Darmayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.595 KB)

Abstract

Goiter adalah suatu pembengkakan pada leher oleh karena pembesaran kelenjar tiroid akibat kelainan glandula tiroid dapat berupa gangguan fungsi atau perubahan susunan kelenjar dan morfologinya. Goiter terjadi akibat kekurangan yodium yang dapat menghambat pembentukan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid. Goiter endemik sering terdapat di daerah-daerah yang air minumya kurang mengandung yodium. Di Indonesia banyak terdapat di daerah Minangkabau, Dairi, Jawa, Bali dan Sulawesi. Pencegahan primer adalah langkah yang harus dilakukan untuk menghindari diri dari berbagai faktor resiko. Pencegahan sekunder adalah upaya mendeteksi secara dini suatu penyakit, mengupayakan orang yang telah sakit agar sembuh, menghambat progresifitas penyakit. Pencegahan tersier bertujuan untuk mengembalikan fungsi mental, fisik dan sosial penderita setelah proses penyakitnya dihentikan
Diagnosis, Diagnosis Differensial dan Penatalaksanaan Immunosupresif dan Terapi Sumsum Tulang pada Pasien Anemia Aplastik Thaha ..; AA Wiradewi Lestari; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.12 KB)

Abstract

Anemia aplastic is anemia with bone marrow failure characterized by pancytopenia and at themost case with hypoplasia bone marrow. The incidence of anemia aplastic is 3 -6 case per 1million persons per year. Clinical presentations of anemia aplastic are anemia syndrome,leukopenia will cause infection, and thrombocytopenia will cause bleeding. Diagnosis of anemiaaplastic is based on bicytopenia and pancytopenia without malignancy, infiltration, andsuppression to bone marrow. Treatments for anemia plastic are main therapy, supportive therapyand long-term therapy. Main therapy is avoiding the caustic agent. Supportive therapy giveswhen there is a symptom from anemia, neutropenia and thrombocytopenia. Long-term therapy isimmunosuppressive therapy and bone marrow therapy.
INTRACRANIAL PRESSURE MONITORING Retno Widiyanthi
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.276 KB)

Abstract

Intracranial pressure is total of pressure that is produced by brain, blood, and cerebrospinal fluid/CSF in the tight cranial space. As a respon to intracranial pressure increasing, compensation begin by movement of CSF from ventricle to cerebral subarachnoidal space, and increase the absorption of CSF. Increasing of ICP usually caused by increasing of brain volume (cerebral oedem), blood (intracranial bleeding), space occupying lesion, or CSF (hidrocephalus). Indication in ICP monitoring can be seen from : neurological criteria, abnormal CT-scan result when admission, normal CT-scan result, but had more two risk factors. According to the procedure that must be done, there are two methods in ICP monitoring: invasive ICP monitoring methodes and non-invasive measuring method. Increasing of ICP will decrease the compliance of brain, pulsation of artery more clearly, and the component of vein is lost.
HUBUNGAN PARITAS DAN USIA PERKAWINAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO LESI PRAKANKER SERVIKS PADA IBU PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKASADA II A.A. Gde Raka Arista Mas Putra
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.855 KB)

Abstract

Kanker serviks merupakan suatu proses neoplasma atau keganasan pada leher rahim. Diperkirakan 200.000 - 300.000 wanita meninggal setiap tahunnya karena penyakit tersebut terutama di negara-negara miskin. Permasalahan kanker serviks di Indonesia sangat khas yaitu banyak dan lebih dari 70% kasus ditemukan pada stadium lanjut pada saat datang ke rumah sakit. Salah satu alat skrining adanya kanker serviks adalah dengan metode IVA. Uji IVA dengan hasil positif diduga sebagai lesi prakanker. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan paritas dan usia perkawinan terhadap kejadian lesi prakanker serviks (uji IVA positif) pada Ibu PUS di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional dengan pemakaian data sekunder hasil pemeriksaan IVA yang dilakukan di Puskesmas Sukasada II. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua data pada tahun 2010 – tahun 2012. Didapatkan sampel sebanyak 163 sampel dengan 31 data yang tereksklusi. Alat analisis menggunakan tabulasi silang dan untuk mengetahui hubungan variabel yang diuji menggunakan chi-square. Hasil dalam penelitian ini menunjukan: (1) Tidak terdapat hubungan paritas terhadap kejadian lesi prakanker serviks pada Ibu PUS dengan kerja Puskesmas Sukasada II (sig.  p = 0,263), (2)Terdapat hubungan usia perkawinan terhadap kejadian lesi prakanker serviks pada Ibu PUS di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II (sig.  p = 0,034) dengan rasio prevalensi  = 2,11.  
STUDI DESKRIPTIF TERHADAP CIRI-CIRI KORBAN INFANTISIDA DI BALI, TAHUN 2012 SAMPAI 2014 Busra Ayik Aldila; Ida Bagus Putu Alit
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.687 KB)

Abstract

Infanticide merupakan suatu tindak kejahatan dimana seorang ibu membunuh anaknya yang baru saja dilahirkan atau sesaat setelah kelahiran. Bukti dapat ditemukan dengan melakukan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ciri-ciri bayi korban infanticide dari data hasil otopsi. Studi dilakukan secara deskriptif kuantitatif terhadap Visum et Repertum periode Januari 2012 hingga Desember 2014 di Bagian Forensik Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. Setelah data terkumpul kemudian diolah dalam bentuk naratif dan tabel. Setelah proses eksklusi terhadap kasus abortus dan pembusukan ditemukan 7 subjek yang sesuai dengan kriteria infantisida. Penelitian menunjukkan seluruh subjek dengan keadaan lahir hidup dan mampu hidup diluar kandungan. Pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar subjek sudah matur. Pada sebagian besar subjek, tidak ditemukan tanda-tanda perawatan, tetapi ada satu subjek yang memiliki tanda tersebut. Sebagian besar terjadi sianosis pada mukosa bibir dan peteki pada subpleura viseralis masing-masing sebesar 85,7% dan 75%. Dapat disimpulkan bahwa beberapa subjek tidak dapat dipastikan apakah lahir hidup atau lahir mati juga sebab kematiannya karena tidak adanya hasil pemeriksaan dalam.
PERBEDAAN PENURUNAN TROMBOSIT PADA DEMAM BERDARAH DENGUE DERAJAT I DAN II DI RS BHAYANGKARA TRIJATA Putu Diani Wirayanti; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.372 KB)

Abstract

THE DIFFERENCES  DECREASING PLATELET IN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER GRADE I AND II AT BHAYANGKARA TRIJATA HOSPITALDengue hemorrhagic fever was presented by thrombocytopenia with hemoconcentration. The infectious disease caused by dengue virus which is transmitted by the bite of Aedes Aegypti. The degree of severity of dengue hemorrhagic fever is divided into four, namely grade I, II, III, and IV. This study aims to see the mean count of platelets in patients with dengue hemorrhagic fever grade I and II in Bhayangkara Trijata Hospital. Design of the study used cross sectional with study hipotesis is the decreasing platelet count of dengue hemorrhagic fever grade II higher than grade I in Trijata Bhayangkara Hospital. The data was took from the medical records of patients whom were diagnosed with dengue fever by a doctor at the Bhayangkara Trijata Hospital since June 2012 until October 2013. The study result showed the mean of platelet count in dengue hemorrhagic fever grade I was 103.000/mm3 and mean of platelet count dengue hemorrhagic fever grade II was 94.000/mm3. The independent sample t - test obtained p value = 0.244 then is obtained no significant results.
PREVALENSI HIPERURISEMIA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI PERIODE JULI-DESEMBER 2017 Ni Made Linda Pertiwi; I Nyoman Wande; Ni Kadek Mulyantari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.155 KB)

Abstract

Kumpulan gejala dan tanda yang dapat terjadi oleh karena gangguan pengeluaran dan kerja insulin sehingga terjadi kondisi hiperglikemia yang berakibat pada penyakit diabetes melitus (DM). Hasil akhir dari metabolisme purin dapat berupa asam urat. Hiperurisemia atau peningkatan kadar serum asam urat dikaitkan dengan terjadinya onset awal dari sindroma resistensi insulin atau peningkatan perkembangan nefropati pada DM tipe 2, sehingga kondisi hiperurisemia bisa terjadi oleh karena gangguan fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan kadar asam urat pada penderita DM tipe 2 di RSUP Sanglah Denpasar periode Juli-Desember 2017. Sampel yang digunakan adalah populasi yang telah sesuai dengan kriteria penelitian. Deskriptif cross-sectional merupakan desain yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan dari 100 sampel, sejumlah 56 sampel (56%) mengalami peningkatan kadar asam urat. Dimana pada perempuan yang mengalami hiperurisemia 62,5% dan pada laki-laki 52,9% dengan rerata kadar asam urat pada perempuan 6,49 ± 1,55 mg/dL dan laki-laki 6,88 ± 1,78 mg/dL. Sedangkan berdasarkan HbA1C, proporsi hiperurisemia pada HbA1C tidak terkontrol 54,1% dan 59,0% pada HbA1C terkontrol. Jadi pada DM terjadi peningkatan serum asam urat yang cenderung terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Kata Kunci: Diabetes Melitus tipe 2, Prevalensi, Asam Urat, Hiperurisemia
ADULT BASIC LIFE SUPPORT ON NEAR DROWNING AT THE SCENE Gd. Harry Kurnia Prawedana; Putu Pramana Suarjaya
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.226 KB)

Abstract

Indonesia is a popular tourist destination which has potential for drowning cases. Therefore, required knowledge of adult basic life support to be able to deal with such cases in the field. Basic life support in an act to maintain airway and assist breathing and circulation without the use of tools other than simple breathing aids. The most important factor that determines the outcome of drowning event is the duration and severity of hypoxia induced. The management of near drowning at the scene include the rescue of victim from the water, rescue breathing, chest compression, cleaning the vomit substances which allowing blockage of the airway, prevent loss of body heat, and transport the victim to nearest emergency department for evaluation and monitoring.
TERAPI PODOFILIN PADA KONDILOMA AKUMINATA I Gusti Amanda Jaya; IGK Darmada; Luh Made Mas Rusyati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.836 KB)

Abstract

Kondiloma akuminata merupakan salah satu infeksi menular seksual paling umum terjadi, dan insidennya telah meningkat selama dekade terakhir. Penyakit ini menyebabkan lesi berupa vegetasi bertangkai yang sebagian besar disebabkan oleh human papilloma virus subtipe 6 & 11. Fenomena ini sering dikaitkan dengan usia yang lebih dini dalam kontak seksual dan banyaknya jumlah pasangan seksual. Dilaporkan seorang laki-laki berumur 17 tahun dengan diagnosis kondiloma akuminata. Pada status venerologi terdapat lokalisasi pada glans penis berupa papul multipel eritema dengan permukaaan verukous berukuran ø 1 cm. Pada pemeriksaan tes aceto white didapatkan hasil positif. Pengobatan yang diberikan adalah tutul tinctura podofilin 25% setiap 4 hari sekali. Hasil pengobatan pada kontrol pertama sampai ke 7 cukup baik dengan tidak ditemukannya lesi baru dan lesi lama mengecil. Prognosis pada pasien baik.
THERAPEUTIC OF SKIN AGING WITH CARBON DIOXIDE LASER SKIN RESURFACING AND COMBINATION WITH AIR COOLING NKA Maya Damayanti; IGA Dewi Ratnayanti
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.945 KB)

Abstract

So far, a lot of people who want their face skin always looks young though age continued to grow. It cannot be denied that aging will occur in everyone although some faster or later occur. Various ways were developed by scientists to fix this issue. Laser Skin Resurfacing (LSR) technique to tighten facial skin is a procedure that is popular among the public and the practice of medicine. CO2 LSR technique is still a gold standard was used. Pain during surgery can be reduced when this technique was combined with air cooling. In addition, the adverse effects of post-operative might be tolerated.  

Page 79 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue