cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
DEET, Active Substance Of Repellent That Effective And Safe For Travelers Made Ika Lestari
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.092 KB)

Abstract

Increased flow of tourism to the tropics and the changing patterns of vector-borne diseases require increased protection against insects. To prevent transmission of the disease is done several ways that increase self-protection by using mosquito repellent can protect travelers while outdoor activities. One option is active formula mosquito repellent DEET. The purpose of this paper is to determine the best dosage forms for travelers DEET., To determine the effectiveness and safety of DEET and to know the workings of the active ingredient DEET. The method of writing is the literature search through medical journals and articles. From the search was obtained, the most appropriate anti-mosquito travelers to use while on the move outdoors in the dosage form is DEET lotion applied to the skin as the most secure and durable because it does not easily evaporate. Mosquito repellent containing DEET has been proven effective and safe for use in adults, children, and pregnant women, but should still follow the instructions. The workings of the mosquito repellent DEET mosquito dispel is manipulating 1-Octen-3-ol used by mosquitoes to detect human presence. So ORN (olfactory receptor neurons) in the mosquitoes can not respond anymore to the maximum, so that people avoid the bites nyamuk.
PREVALENSI BERAT BADAN BERLEBIH DAN OBESITAS DAN HUBUNGANNYA DENGAN NILAI AKADEMIS PADA REMAJA KELAS SEPULUH SMA N 1 BANGLI TAHUN 2012 ID Ayu Eka Cahyani; IGL Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.463 KB)

Abstract

Prevalensi berat badan berlebih dan obesitas semakin meningkat pada anak dan remaja. Kedua kondisi tersebut berdampak negatif terhadap kesehatan, salah satunya penurunan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi berat berlebih dan obesitas serta hubungannya dengan nilai akademis pada remaja di kelas sepuluh (X) SMA N 1 Bangli tahun 2012. Pendekatan potong lintang dilakukan terhadap sampel populasi berjumlah 217 siswa berusia 14 sampai 17 tahun. Status gizi berat berlebih dan obesitas ditentukan berdasarkan nilai IMT >1 – 2 SD dan > 2 SD menurut standar WHO sedangkan nilai akademis diperoleh dari data administrasi sekolah. Variabel perancu nilai akademis yang juga diuji adalah jenis kelamin, pekerjaan orang tua, ketersediaan komputer dan buku pelajaran serta durasi bermain internet dan durasi menonton TV. Hasil penelitian ini didapatkan prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada responden adalah sebesar 7,8% dan 2,8%. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel jenis kelamin, status gizi, ketersediaan komputer, dan durasi bermain internet/gameberhubungan dengan nilai akademis (p < 0,05). Hasil analisis multivariat regresi logistik terhadap variabel tersebut didapatkan variabel  yang berhubungan dengan nilai akademis  kurang dari rata-rata adalah variabel status gizi berat berlebih dan obesitas (OR 3,79; IK95% 1,36 – 10,58; p = 0,01) dan jenis kelamin laki-laki (OR 3,03; IK95% 1,70 – 5,41, p < 0,001). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang kuat antara jenis kelamin laki-laki dan status gizi dengan nilai akademis. Remaja dengan status gizi berat berlebih dan obesitas memiliki kemungkinan yang lebih besar yaitu 3,79 kali untuk memperoleh nilai akademis kurang dari rata-rata.    
GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDONOR, PREVALENSI INFEKSI HIV, DAN PREVALENSI INFEKSI SIFILIS PADA PENDONOR PENGGANTI DAN PENDONOR SUKARELA DI UNIT DONOR DARAH PROVINSI BALI-RSUP SANGLAH TAHUN 2013 Ni Luh Gede Yoni Komalasari; Anak Agung Wiradewi Lestari
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transfusi darah merupakan modalitas penting dalam penanganan kekurangan darah sehingga UDD PMI sebagai pengelola produk darah di Indonesia melaksanakan uji saring pada setiap darah donor. HIV dan sifilis merupakan dua penyakit infeksi melalui transfusi dan juga termasuk infeksi menular seksual yang jumlah infeksinya meningkat setiap tahun. Sehingga diperlukan data mengenai gambaran karakteristik pendonor, dan prevalensi infeksi HIV serta sifilis pada pendonor. Penelitian ini dilaksanakan di UDD PMI Provinsi Bali-RSUP Sanglah dengan menggunakan metode pengumpulan data deskriptif retrospektif dari Bulan Januari sampai Desember 2013. Pendonor yang tercatat di UDD PMI pada tahun 2013 sebanyak 36486 pendonor. Pendonor tersebut terdiri dari 7082 (19,41%) pendonor pengganti dan 29401 (80,58%) pendonor sukarela. Usia pendonor lebih banyak pada kelompok usia 17 sampai 30 tahun pada pendonor pengganti (36,40%) dan pendonor sukarela (33,05%). Partisipasi laki-laki lebih banyak daripada perempuan pada pendonor pengganti (94,99%) dan pendonor sukarela (90,54% ). Prevalensi infeksi HIV pada pendonor sebanyak 0,27%. Prevalensi infeksi sifilis pada pendonor sebanyak 0,77%. Darah donor dengan hasil uji saring reaktif terhadap penyakit tersebut akan dicatat dan dimusnahkan.Hasil tersebut menunjukkan bahwa meskipun persentase hasil reaktif yang ditemukan sedikit, namun dapat memperkirakan bahwa ada masyarakat yang belum mengetahui dirinya terinfeksi sehingga mendonorkan darahnya.    
GAMBARAN HASIL SKRINING HEPATITIS B DAN HEPATITIS C PADA DARAH DONOR DI UNIT DONOR DARAH PMI PROVINSI BALI Putu Mita Wulandari; Ni Kadek Mulyantari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.918 KB)

Abstract

Hepatitis B dan hepatitis C terjadi pada penduduk di seluruh dunia dan merupakan masalah kesehatan utama dunia. Hepatitis B dan hepatitis C merupakan penyakit infeksi yang menular melalui paparan darah dan tidak menimbulkan gejala spesifik, sehingga bisa melakukan aktivitas donor darah. Oleh karena itu, skrining pada darah donor diperlukan untuk menyediakan darah yang aman. Penelitian dilakukan di Unit Donor Darah PMI Provinsi Bali dari bulan Januari 2014 sampai dengan Juni 2014. Selama penelitian 17526 kantong darah diskrining adanya HBsAg reaktif dan Anti HCV reaktif yang kemudian dikelompokkan berdasarkan umur, jenis kelamin dan jenis donor darah (donor pengganti dan donor sukarela).Data hasil skrining menunjukkan 333 (1.9%) kantong darah memiliki HBsAg reaktif, 78 (0.4%) kantong darah memiliki Anti HCV reaktif dan hanya 2 (0.01%)  kantong darah yang memiliki HBsAg reaktif dan Anti HCV reaktif  Berdasarkan data hasil skrining di UDD PMI Provinsi Bali, kelompok usia 31 sampai 40 tahun (2.2%) dan jenis donor sukarela (2.4%) memiliki persentase HBsAg reaktif paling tinggi sedangkan pada laki-laki dan perempuan memiliki persentase HBsAg yang sama (1.9%). Dilihat dari jenis kelamin, kelompok usia dan jenis donor yang memiliki persentase Anti HCV reaktif paling banyak yaitu perempuan (0.5%), kelompok usia 31 sampai 40 tahun (0.8%) dan donor sukarela (0.5%).
GAMBARAN HASIL ANALISIS BATU SALURAN KEMIH DI LABORATORIUM PATOLOGI KLINIS RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE NOVEMBER 2013 – OKTOBER 2014 Felicia Suryanto; Anak Agung Ngurah Subawa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.008 KB)

Abstract

Penyakit batu saluran kemih atau urolithiasis merupakan salah satu permasalahan yang paling sering terjadi pada saluran kemih. Peningkatan prevalensi batu saluran kemih menimbulkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) serta beban ekonomi.  Batu saluran kemih juga memiliki  rata- rata kekambuhan terjadi 50% dalam 5 tahun dan 70% dalam 10 tahun.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran batu saluran kemih berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi dan komposisi batu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan hasilnya merupakan survey deskriptif.  Lokasi penelitian bertempat di laboratorium patologi klinis RSUP Sanglah Denpasar dengan total sampel sebesar 141. Data diolah secara manual, dilaporkan dalam bentuk table dan diberi narasi tanpa uji statistik. Dari 141 sampel yang dijadikan bahan penelitian didapatkan proporsi usia terbanyak adalah usia ? 50 tahun dengan jumlah 75 sampel (53, 2%). Batu saluran kemih lebih sering diderita oleh laki-laki dibandingkan perempuan dengan perbandingan 2,9 : 1. Proporsi lokasi batu saluran kemih terbanyak berasal dari ginjal yaitu sebanyak 84 sampel (59, 6%). Komposisi batu saluran kemih adalah sebagai berikut Kalsium Oksalat 72,3% , Kalsium Fosfat 42,5%, Asam Urat 17%, Sistin 34,7%, Struvit 67,4%, dan lain-lain 17%. Simpulan dari penelitian ini adalah proporsi batu saluran kemih meningkat seiring dengan pertambahan umur, lebih sering diderita oleh laki-laki dibandingkan perempuan, dengan lokasi terbanyak berasal dari ginjal, dan komposisi terbanyak adalah Kalsium Oksalat.
PREVALENSI JAMUR PADA PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS SPUTUM PASIEN TB DI INSTALASI MIKROBIOLOGI RSUP SANGLAH, DENPASAR, BALI PERIODE 2011 – 2013 Putu Agoes Adi Ariestyawan Nugraha; Ida Bagus Nyoman Putra Dwija
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.401 KB)

Abstract

(TB) was the second main cause of death by infection all over the world. WHO stated there are 8.6 million new cases of TB in 2012 and 1.3 million cases of death caused by TB. Using Ziehl Neelsen (ZN) methods besides TB bacteria, there were also other organisms identified such as fungal, mostly Aspergillus and Candida. Bali was the province with high cases of TB. But until now there were no data for the prevalence of fungal from TB patient sputum. The research method was a cross sectional using secondary data patient examination report in RSUP Sanglah, Denpasar, Bali since 2011 to 2013. Result will be presented by descriptive analysis. 1318 (13%) fungal sample was positive from total 10.068 sample on January 2011- June 2013. Based on gender, male 840 (63.7%) and female 478 (36.3 %), meanwhile by age group <5 years old 4 (0.3%); child (6-12 years) 9 (0.7%); teen (13-20 years) 18 (1.4%); adult (21-55 years) 655 (49.7%); and elderly ( >50 years) 632 (48%) Prevalence of positive fungal sample was 13%, based on gender, male show higher number (63.7%), and highest number of sample in age group 21 to 50 years old (49.7%). This could be affected by various factors such as research design, number of sample, time, and place of the research.Keywords: tuberculosis (TB), Ziehl Neelsen (ZN), fungal
Prevalensi fraktur terbuka ekstremitas bawah grade III di RSUP Sanglah Denpasar periode bulan Januari - Juli tahun 2014 Gusti Made Laksmana Aris Saputra; I Gede Eka Wiratnaya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.445 KB)

Abstract

The open fractures are fractures which the bone throughout the skin, it can be infected by the outside effect of the body. The complication fracture is it come of complications such as malunion, delayed union, nounion and bone infections. The age group most susceptible to get this facture is the age group of adolescents and adults. The open Ekretremitas fractures of Type III, in the adult group have a significant impact. The diagnosis of open extremity fractures grade III will be able to directly diagnosed by physical examinationThis research is a descriptive research used by retrospective descriptive study draft of the patients with lower limb open fracture grade III in General Hospital Sanglah period from January to July 2014. The subjects were patients with open fractures of the lower limb of grade III are treated in the Central Public Hospital of Sanglah the subject selection used by total sampling method.The results have to be found of lower limb open fracture grade III in the children group , patients suffering from lower extremity open fracture type III, there is no data in male and there is 1 sample in female (100%). In the adolescent age group, patients suffering from lower extremity open frakur type III there are 7 samples in male (63.6%), and 4 samples in female (36.4%). In the group of early adulthood, patients suffering from lower extremity open frakur type III, there are 4 samples in male (80%), and 1 sample in female (80%). In the age group of middle adulthood, patients suffering from lower extremity open frakur grade III there are 4 samples in male (66.7%), and 2 samples in female (33.3%). In the age group of elderly patients suffering from lower extremity open frakur grade III- there is no data in male and 1 sample in female (100%). All lower limb open fracture grade III in General Hospital Sanglah caused by traffic accidents (traffic accident). Keywords: lower limb open fracture grade III, kids, teens, early adulthood, middle age, elderly
ANGKA KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI TRESNA WERDHA WANA SERAYA DENPASAR, BALI TAHUN 2015 Dania Danirmala; Putri Ariani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.772 KB)

Abstract

Insomnia merupakan penyakit yang sangat berisiko dapat terjadi pada orang usia lanjut. Dimana prevalensi insomnia sendiri cenderung makin meningkat pada lansia, hal ini juga berhubungan dengan bertambahnya usia dan adanya berbagai penyebab lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian insomnia pada lansia di Panti Tresna Werdha Wana Seraya Denpasar, Bali Tahun 2015 yang dilihat berdasarkan usia, jenis kelamin, gangguan kondisi medis dan status pernikahan. Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dimana sampel penelitian ini berjumlah 40 orang. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan pengisian dari kuesioner Insomnia Rating Scale. Hasil dari penelitian ini didapatkan 70% lansia mengalami insomnia. Angka kejadian insomnia pada lansia tahun 2015 ditempat dilaksanakannya penelitian ini termasuk cukup tinggi sehingga diperlukannya analisis lebih lanjut dan mendalam mengenai hal yang menyebabkan tingginya angka kejadian insomnia pada lansia, karena insomnia sendiri dapat mengganggu lansia dalam menikmati hari tuanya. Kata kunci : insomnia, lansia, panti sosial
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA MASSA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK-ANAK DI SDK 1 SANTO YOSEPH DENPASAR BALI Audrey Christina Gosal; Kunthi Yulianti; Lely Setyawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.959 KB)

Abstract

Media massa berperan dalam penyebaran informasi sehingga dapat meningkatkan inisiatif orang tua untuk mendapatkan informasi lainnya mengenai Child sexual abuse (CSA). Penelitian inimeneliti hubungan akses media massa dengan tingkat pengetahuan orang tua terhadap CSA padaanak-anak di SDK 1 Santo Yoseph Denpasar, Bali. Rancangan penelitian ini adalah analitik denganpendekatan potong lintang (cross-sectional) dimana subjek penelitian adalah orang tua dari anak-anakyang bersekolah di SDK 1 Santo Yoseph Denpasar. Hasil uji statistik dengan menggunakan analisisKendall’s tau dapat disimpulkan, ada hubungan terbalik yang signifikan antara mediaKoran/majalah/buku dengan tingkat pengetahuan orang tua tentang CSA. Serta tidak ada hubunganyang signifikan antara media radio/tv dan internet dengan tingkat pengetahuan orang tua tentangCSA. Kata kunci: kekerasan seksual, CSA, tingkat pengetahuan, orang tua, media massa
AKURASI SITOLOGI IMPRIN PADA TUMOR TULANG DI RSUP SANGLAH DENPASAR I Putu Gede Putra Darmawan; I Wayan Juli Sumadi; I Made Gotra; Ni Made Mahastuti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.133 KB)

Abstract

Tumor tulang termasuk tumor dengan insiden yang relatif jarang namun memiliki angka mortalitas yang tinggi. Diagnosis tumor tulang umumnya menggunakan pemeriksaan histopatologi rutin namun memerlukan proses yang lama. Pemeriksaan sitologi imprin merupakan salah satu metode pemeriksaan yang cepat dan murah. Sitologi imprin telah dibuktikan memiliki akurasi yang tinggi dalam mendiagnosis berbagai jenis tumor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akurasi pemeriksaan sitologi imprin pada kasus tumor tulang. Jenis penelitian merupakan uji diagnostik untuk menganalisis tingkat akurasi pemeriksan sitologi imprin pada kasus tumor tulang, yang dilakukan core biopsy dan dari pemeriksaan potong beku di RSUP Sanglah Denpasar selama periode Januari 2013 hingga Agustus 2018. Menggunakan metode consecutive sampling dengan melakukan pencatatan nomor data sekuder yang berisi hasil diagnosis sitologi imprin dan histopatologi tumor tulang. Pada penelitian ini didapatkan 23 kasus tumor tulang yang memenuhi kriteria, yang terdiri dari 11 sampel frozen section dan 12 sampel core biopsy. Pemeriksaan sitologi imprint tersebut memiliki akurasi sebesar 91,3%, dengan sensitivitas 93,3%, spesifisitas 87,5%, nilai prediktif positif 93,3%, nilai prediktif negatif 87,5%, likehood ratio positif 7,4 dan likehood ratio negatif 0,07. Sehingga pemeriksaan sitologi imprin dari spesimen core biopsy dan pemeriksaan potong beku pada kasus tumor tulang dengan menggunakan pemeriksaan histopatologi rutin sebagai baku emas di RSUP Sanglah Denpasar memiliki akurasi yang tinggi. Kata Kunci : Akurasi, Sitologi Imprin, Tumor Tulang, RSUP Sanglah

Page 78 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue