cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
CARA KEMATIAN WARGA NEGARA ASING DI BALI MENURUT DATA RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI 2010-OKTOBER 2012 Ni Made Ayu Dwipayanti; Kunthi Yulianti
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.109 KB)

Abstract

Untuk menjaga kepercayaan dunia terhadap keamanan Bali sebagai tujuan wisata, terutama setelah kejadian Bom Bali, diperlukan suatu data statistik kematian warga negara asing di Bali khususnya mengenai cara kematian. Penelitian deskriptif retrospektif ini meneliti cara kematian, dengan populasi penelitian berupa data sekunder yaitu data jenazah warga negara asing di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dari Bulan Januari 2010-Oktober 2012. Data diolah dengan menggunakan SPSS 16.0. Pada penelitian ini didapatkan 417 data jenazah warga negara asing yang meninggal antara Bulan Januari 2010-Oktober 2012. Dari jumlah ini, 55 data jenazah dikeluarkan dari penelitian karena jenazah tidak bisa diidentifikasi dan tidak meninggal Bali.  Hasil penelitian menggambarkan cara kematian warga negara asing di Bali, yaitu 46,1% mati wajar, 29,3% tidak dapat ditentukan, dan 24,6% mati tidak wajar. Di antara kematian yang tidak wajar, 87,6% jenazah mengalami kecelakaan, 11,2% bunuh diri, dan 1,2% diduga merupakan korban pembunuhan.  
KESEHATAN RUMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I KARANGASEM BALI 2015 I Gusti Putu Sinar Adinata Wijaya; Wayan Citra Wulan Sucipta Dewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.177 KB)

Abstract

DESCRIPTION OF HEALTHY HOUSE IN PUBLIC HEALTH CENTER I KARANGASEM BALI 2015 ABSTRACT Poverty caused inability of the individual to fulfill their requirements of proper residential based from the aspect of healthiness. Healthy houses were a shelter, dwelling, also as a media for family building with the result that all of the member could be productive. Unhealthy houses might increase the risk for the family member to be subjected to all kind of diseases. The purpose of this study was to understand the descriptive of healthy houses in the work area of Karangasem I public health center. The cross-sectional-descriptive study was done in the Pertima and Bugbug Village as the representative of the work area. Eighty-one houses chosen as samples of study from both of the village with the proportional to size random sampling method. The data collected through the interview to obtain the characteristics and unmated daily habit of respondents and also to observe the houses component and sanitation facility. The result of the study showed that only 38,3% of houses that fulfilled the healthy houses criteria. Based on the components of the house, all of them (100%) had windows in the living room, most of them had windows in the bed room (96,3%), tiled floor (97,5%), brick wall (91,4%), clean and safe ceiling (67,9%), and also permanent ventilation with the size of more than 10% of the floor size (58%). Houses with the kitchen ventilation more than 10% of the floor size was only 49,4% and the houses with the good lighting was only 30,9%. Based on sanitation facility, all of them (100%) had private clean water facility and most of them (91,4%) had toilet that connected to the septic tank. Houses with the sewage wastewater disposal facility were only 24,7% and houses that had the waterproof and closed trash were only 2,5%. Based on the family habit, all of them (100%) defecated using the water closet. Most of them cleaned the yard (97,5%), opened the window in living room (88,9%) and bedroom (70,5%) everyday. The habit for throwing the trash daily was 39,5%.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (EUGENIA POLYANTHA) TERHADAP VIABILITAS SEL LIMFOSIT PADA KULTUR PBMC YANG DIPAPAR H2O2 3% Agus Dody Pranata Suadi Putra; I Gusti Kamasan Nyoman Arijana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.963 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan kerusakan lingkungan dan perubahan gaya hidup pada manusia. Gaya hidup yang serba instan dan stres yang dialami manusia berpotensi mendapat paparan radikal bebas. Radial bebas dapat diredam dengan antioksidan. Salam merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung antioksidan, yakni flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun salam (Eugenia polyantha) terhadap viabilitas Sel Limfosit pada kultur PBMC yang dipapar H2O2 3%. Penelitian ini adalah eksperimental murni dengan pola Post Test Only Control Group Design pada sampel darah vena secara in vitro. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sel limfosit pada kultur PBMC sebanyak 808 x 102 sel/ml. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun salam (Eugenia polyantha). Variabel terikat pada penelitian ini adalah sel limfosit. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Setelah pengujian selama 30 menit, didapatkan nilai viabilitas tertinggi pada kelompok perlakuan P4 sebesar 86,07%. Pada uji One-Way ANOVA diperoleh hasil nilai p = 0,001 (p <0,05) yang artinya terdapat perbedaan signifikan secara statistik terhadap viabilitas sel limfosit pada perlakuan. Hasil uji Post Hoc didapatkan adanya perbedaan viabilitas sel limfosit yang bermakna secara statistik pada perlakuan P0 dengan P4, P1 dengan P3, dan P1 dengan P4. Ekstrak etanol daun salam (Eugenia polyantha) efektif dalam meningkatkan viabilitas jumlah sel limfosit dibandingkan dengan kontrol positif. Konsentrasi 0,0000054 gram/ml merupakan konsentrasi yang paling efektif. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang sama banyak dan konsentrasi yang lebih bervariasi.
KARAKTERISTIK PASIEN IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015 Kadek Budi Juliantari; I Nyoman Hariyasa Sanjaya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.719 KB)

Abstract

Latar belakang: Preeklampsia dan eklampsia merupakan kondisi spesifik dan komplikasi mayor kehamilan yang biasanya terjadi setelah usia 20 minggu kehamilan. Ibu dengan preeklampsia mempunyai risiko kematian janin perinatal 5 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan ibu non-preeclampsia. Di Indonesia, preeklampsia dan eklampsia menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu dan kematian perinatal yang tinggi setelah perdarahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasien preeklampsia di RSUP Sanglah Denpasar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif yaitu menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien preeklampsia di Instalasi Rekam Medik RSUP Sanglah Denpasar dari 1 Januari – 31 Desember 2015. Hasil: Dari 108 sampel, didapatkan pasien preeklampsia paling banyak pada usia 20-35 tahun (70,37%), nullipara (49,7%), kehamilan single (98,14%), tanpa riwayat preeklampsia (97,22%), tanpa riwayat diabetes mellitus (99,07%) dan obesitas (62,03%). Simpulan: Terdapat perbedaan hasil antara karakteristik pasien preeklampsia yang disebutkan oleh beberapa literatur dengan karakteristik pasien preeklampsia pada penelitian ini yang dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik pasien ibu hamil yang menjadi faktor risiko terjadinya preeklampsia sehingga dapat dilakukan pencegahan dan pengobatan lebih dini.
Karakteristik Pasien Relapse pada Pasien Skizofrenia dan Faktor Pencetusnya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali Bintang Malam Gemilang; Cokorda Bagus Jaya Lesmana; Luh Nyoman Alit Aryani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.714 KB)

Abstract

Background: Schizophrenia is persisting psychotic disorder that need a long-term medication. There’s a remission period butpositive symptoms tend to reemerge and ER is necessary. This study made to identify the prevalence of relapse and its triggeringfactor in the asylum of Bali.Method: 41 sample was taken from the medical record room in Asylum of Bali. The characteristic of patient taken from the ERreport. The data then extracted into the, organized, and analyzed. Result: 41 sample acquired with gender comparison of man61% and woman 39%. It is found that compliance to medication as a risk factor with the result of chi-square X2(1, N=38) = 7.057,P<0,05. The mean of shortest range between relapse is 410,9 days, and longest range between relapse is 1071,8 days. Negativecorelation is found between the number of time relapse occurence and the range between relapse occurence with R(41)=0,210,P=0,226.Conclusion: In this study, 41 patients taken randomly. Compliance to medicine became one of the most important factor.Themore relapse a experienced, the less time needed for reoccurence.
KARAKTERISTIK DAN KEBERHASILAN TERAPI PASIEN SIFILIS PADA PASIEN LELAKI YANG BERHUBUNGAN SEKS DENGAN LELAKI DI KLINIK BALI MEDIKA PERIODE AGUSTUS 2014 – JULI 2015 Maria Saulina Wahyuningtyas Malelak
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.634 KB)

Abstract

Menurut data surveilans terpadu biologi dan perilaku (STBP) 2013, grafik mengenai prevalensi HIV dan IMS lain tahun 2007 sampai 2013 memiliki kecenderungan yang sama pada semua populasi berisiko, kecuali pada lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) yang cenderung mengalami peningkatan terutama prevalensi sifilis. Dengan mengetahui karakteristik sosio-demografis dan karakteristik penyakit sifilis pada pasien LSL, pemberian informasi mengenai pencegahan sifilis ditekankan terhadap pasien yang lebih berisiko, berperan penting dalam upaya pencegahan, serta dapat meningkatkan keberhasilan terapi sifilis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosio-demografis, karakteristik penyakit sifilis, dan keberhasilan terapi pasien sifilis pada populasi LSL di Klinik Bali Medika periode Agustus 2014 – Juli 2015. Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini menggunakan data rekam medis pasien. Hasil penelitian ini adalah proporsi pasien sifilis pada populasi LSL terbesar dimiliki oleh pasien pada rentang usia 25 – 30 tahun, belum menikah, pendidikan SMA atau sederajat, melakukan hubungan seksual insertive dan receptive, tidak menggunakan kondom, status HIV positif, tanpa riwayat sifilis, dan stadium dini. Tanda yang paling sering muncul adalah rash. Keberhasilan terapi tercapai sebesar 28,4%. Simpulan dari penelitian ini adalah pasien dengan karakteristik tertentu lebih sering terkena sifilis dan berhasil diterapi. Kata Kunci : sifilis, LSL, sosio-demografis, keberhasilan terapi
UJI DAYA HAMBAT KOMBINASI SIPROFLOKSASIN DENGAN OBAT NON-ANTIBIOTIK ARTESUNAT, DIKLOFENAK DAN LOPERAMID TERHADAP PERTUMBUHAN ISOLAT KLINIS ESCHERICHIA COLI Kadek Adit Wiryadana; Komang Januartha Putra Pinatih; Made Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.602 KB)

Abstract

Antibiotik merupakan terapi pilihan yang paling signifikan dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit infeksi. Penatalaksanaan penyakit infeksi dengan antibiotik yang tidak adekuat menyebabkan peningkatan frekuensi bakteri patogen yang resisten terhadap antibiotik sehingga diperlukan agen antibiotik baru atau mampu meningkatkan efektivitas antibiotik yang sudah ada. Beberapa obat-obatan untuk terapi keadaan patologis non-infeksi seperti diklofenak, artesunat dan loperamid telah diteliti memiliki efek sinergis terhadap antibiotik tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh non-antibiotik diklofenak, artesunat dan loperamid pada daya hambat antibiotik siprofloksasin terhadap isolat bakteri E. coli yang resisten dan sensitif siprofloksasin. Daya hambat kombinasi siprofloksasin dan non-antibiotik terhadap E. coli diuji dengan metode disk diffusion (Kirby-Bauer) yang menyatakan diameter zona hambat pertumbuhan bakteri uji pada media Mueller-Hinton. Zona hambat siprofloksasin E. coli sensitif dan resisten berturut-turut adalah 37,5 dan 14,6 mm. Secara umum bahan non-antibiotik (diklofenak, artesunat, loperamid) pada dosis masing-masing 5 µg, 10 µg dan 15 µg memiliki diameter zona hambat 0 atau tidak memiliki daya hambat. Penambahan bahan non-antibiotik (5, 10, 15 µg) pada siprofloksasin 5 µg tidak menghasilkan tren peningkatan diameter zona hambat. Dapat disimpulkan bahwa daya hambat antibiotik siprofloksasin 5 µg terhadap pertumbuhan bakteri E.coli isolat klinis tidak mengalami peningkatan jika dikombinasikan dengan non-antibiotik seperti diklofenak, artesunat dan loperamid pada dosis 5 µg, 10 µg dan 15 µg. Kata kunci : non-antibiotik, diklofenak, loperamid, artesunat, siprofloksasin, zona hambat
PROFIL GANGGUAN KUALITAS HIDUP AKIBAT KELOID PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA ANGKATAN 2012 – 2014 Agiel Fahlevie Choirunanda; IGAA Praharsini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.488 KB)

Abstract

Keloid merupakan suatu proses penyembuhan luka abnormal dimana terjadi pertumbuhan berlebih dari jaringan parut dan dapat menginvasi jaringan normal di sekitarnya. Keloid bisa terjadi kepada siapa saja dan dapat menurunkan kualitas hidup akibat masalah estetika yang timbul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya penurunan kualitas hidup akibat keloid pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Udayana Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2012, 2013, dan 2014. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross-sectional. Sampel diperoleh secara total sampling pada mahasiswa Fakultas Kedoteran Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2012, 2013, dan 2014 yang memiliki keloid. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner karakteristik dan kuesioner Dermatology Life Quality Index (DLQI). Data kemudian dianalisis menggunakan program Microsoft ExcelHasil penelitian menunjukkan bahwa dari 65 mahasiswa yang menjadi subjek, terbanyak adalah berjenis kelamin perempuan (52%), rentang usia 19-20 tahun (66%), lokasi keloid di tangan (48%), luka non operasi yang mengawali keloid (74%), dan memiliki riwayat keluarga (54%). Sejumlah 31 orang tidak memiliki pengaruh terhadap kualitas hidup (48%), dan 31 orang lainnya memiliki pengaruh ringan terhadap kualitas hidup (48%), serta hanya 3 orang (4%) yang mempunyai pengaruh sedang terhadap kualitas hidup akibat keloid. Kata Kunci: Keloid, Kualitas Hidup, DLQI
AUTOFLUORESCENCE BRONCHOSCOPY AS A MODALITY FOR EARLY DIAGNOSIS OF LUNG CANCER KAW Nugraha; IDM Artika
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.382 KB)

Abstract

Lung cancer has become a complicated health problem in the world. In 2005, approximately 172,500 people diagnosed with lung cancer in the United States. In Indonesia, lung cancer ranks fourth highest. Lung cancer is also the most common cause of death from cancer, so we need appropriate early detection modality to reduce the number of deaths from lung cancer. Compared with other modalities that currently available, Autofluorescence Bronchoscopy (AFB) seems to have better accuracy in early diagnosis of lung cancer. AFB can be used to evaluate patients with high-grade sputum atypia, evaluating patients with suspected or had suffered from lung cancer, and have a role in follow-up of bronchial high-grade intraepithelial neoplasia.
PSIKOTIK NON-ORGANIK PADA PASIEN DENGAN TULI KONDUKSI: SEBUAH LAPORAN KASUS Pande Nyoman Anom Dharma Wicaksana
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.953 KB)

Abstract

Gangguan psikotik non-organik ditegakkan berdasarkan anamnesis yang cermat denganmelakukan wawancara yang baik. Pada pasien dengan gangguan pendengarankhususnya tuli konduksi maka perlu berbagai pertimbangan dalam menegakkandiagnosis. Pentingnya hubungan pasien dan dokter yang baik dan kesamaan dalampemahaman bahasa serta waktu untuk melakukan observasi lebih ditekankan. Diagnosistuli konduksi ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik denganditemukannya ruptur gendering telinga pada pasien. Dilakukan pula tes bisik dan tesgarputala. Pada penatalaksanaan penting untuk melakukan penatalaksanaan psikotikdengan pemberian obat antipsikotik pada pasien berupa Chlorpromazine 1 x 50 mg  P.O(malam), Stelazine 2 x 5 mg  P.O (pagi-malam), untuk menekan efek ekstrapiramidaldiberikan Trihexyphenidyl 2 x 2 mg P.O (malam), diberikan pula psikoterapi namundengan cara yang lebih mungkin pada pasien dengan tuli konduksi, KIE suportif pasiendan keluarga. Penanganan tuli konduksi sendiri dapat dialakukan timpanoplasti.

Page 80 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue