cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 4 (2020)" : 10 Documents clear
S100B sebagai Prediktor Defisit Neurologi pada Anak dengan Sepsis Jati Kusuma Wardhani; Tjipta Bahtera
Sari Pediatri Vol 22, No 4 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.4.2020.218-23

Abstract

Latar belakang. Respon sepsis merupakan rantai kejadian yang kompleks, terdiri dari proses inflamasi dan anti inflamasi, reaksi humoral dan selular, dan abnormalitas hemodinamik. Komplikasi sepsis dapat terjadi di semua organ dengan manifestasi berupa kegagalan fungsi multiorgan, salah satunya adalah susunan saraf pusat. Biomarker S100B merupakan suatu pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui tingkat kerusakan neurologi dan prognosis pasien anak/bayi dengan kondisi kritis salah satunya adalah sepsisTujuan. Membuktikan bahwa kadar S100B dapat digunakan sebagai prediktor terjadinya defisit neurologi pada anak dengan sepsis.Metode. Penelitian kohort prospektif pada 52 pasien anak dengan sepsis yang dirawat di Bangsal Anak, HCU, PICU dan IGD RSUP Dr. Kariadi Semarang periode Januari 2019 sampai Juni 2019. Pasien dengan sepsis diambil sampel darah S100B untuk dinilai kemudian dilihat dalam waktu 3 hari ada atau tidaknya defisit neurologi. Perbedaan S100B antara kedua kelompok dianalisis dengan uji Independent T Test. Cut-off point serum S100B sebagai prediktor defisit neurologi ditentukan dengan menggunakan kurva ROC.Hasil. Sejumlah 52 anak sepsis diikutkan dalam penelitian. Terdapat 20 anak dengan defisit neurologi dan 32 anak tanpa defisit neurologi. Mean S100B dengan defisit neurologi adalah 0,44±0,24 μg/L dan tanpa defisit neurologi adalah 0,14±0,06 μg/L (95% CI 0,21-0,39, p<0,0001). Luas area di bawah kurva ROC 0,923, dengan cut-off point S100B 0,21 μg/L, RR 9,84 (95% CI 3,309 – 29,27; p<0,0001).Kesimpulan. S100B dapat digunakan sebagai prediktor defisit neurologi pada anak dengan sepsis.
Pengaruh Pendapatan Orangtua terhadap Kualitas Hidup Pasien Epilepsi Anak Monika Putri Gratia; Fadhilah Tia Nur; Muhammad Riza
Sari Pediatri Vol 22, No 4 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.4.2020.230-5

Abstract

Latar belakang. Kualitas hidup seseorang berkaitan dengan kondisi kesehatannya. Anak penderita epilepsi cenderung memiliki kualitas hidup yang buruk. Kualitas hidup rendah pasien epilepsi anak dipengaruhi oleh beragam faktor, salah satunya dari segi demografis keluarga, yaitu besar pendapatan orangtua.Tujuan. Mengetahui pengaruh pendapatan orangtua terhadap kualitas hidup pasien epilepsi anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, menggunakan instrumen PedsQL.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan di poli saraf anak Wijaya Kusuma RSUD Dr. Moewardi, melibatkan wawancara pada 50 pasien epilepsi anak beserta orangtuanya.Hasil. Pasien epilepsi anak sebagian besar (66.0%) memiliki kualitas hidup yang rendah. Pendapatan orangtua dinyatakan tidak signifikan memengaruhi kualitas hidup pasien epilepsi anak (p=0,281). Kualitas hidup pasien dipengaruhi oleh jenis pemberian OAE dan kepesertaan BPJS (p=0,001; p=0,040).Kesimpulan. Tidak terdapat pengaruh dari pendapatan orangtua terhadap kualitas hidup pasien epilepsi anak.
Peran Kadar Feritin Serum dan Vitamin D Terhadap Keterlambatan Usia Tulang pada Anak Penyandang Talasemia Beta Mayor Karla Shinta Napitu; Ponpon Idjradinata; Tetty Yuniati
Sari Pediatri Vol 22, No 4 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.4.2020.224-9

Abstract

Latar belakang. Anak penyandang talasemia beta mayor sering mengalami komplikasi kelainan tulang berupa gangguan maturasi tulang. Iron overload akibat transfusi darah berulang diketahui berkontribusi atas gangguan ini. Kadar vitamin D yang rendah juga sering ditemukan pada pasien talasemia beta mayor.Tujuan. Untuk mengetahui peranan kadar feritin serum dan vitamin D terhadap keterlambatan usia tulang.Metode. Observasi analitik korelasional rancangan potong lintang, pada anak usia 3-18 tahun dengan talasemia beta mayor. Dilakukan pemeriksaan kadar feritin serum, vitamin D, dan usia tulang. Analisis multi variabel menggunakan regresi linier ganda. Hasil uji bermakna bila nilai p<0,05.Hasil. Subjek sebanyak 50 anak. Rerata kadar feritin serum dan vitamin D yaitu 3092 ng/mL dan 26 ng/mL. Usia tulang defisit pada 39 (78%) subjek. Persamaan regresi ganda defisit usia tulang (bulan) yaitu 32,872-25,675*log (kadar vitamin D) + 0,007*kadar feritin serum sedangkan regresi multipel linier yaitu 51%. Kadar feritin serum diatas 2610 ng/mL dapat memprediksi defisit usia tulang > 12 bulan.Kesimpulan. Korelasi positif kuat antara kadar feritin serum terhadap keterlambatan usia tulang (p<0,001 ; r=0,7)  dan korelasi negatif lemah antara vitamin D terhadap keterlambatan usia tulang (p=0,02 ; r=-0,3). Peranan feritin dan vitamin D terhadap keterlambatan usia tulang, yaitu sebesar 51%.
Peran IL-1 β pada Sepsis dan Gangguan Ginjal Akut Bayi Lahir Prematur Fiva Aprilia Kadi; Tetty Yuniati; Yunia Sribudiani; Dedi Rachmadi
Sari Pediatri Vol 22, No 4 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.4.2020.208-12

Abstract

Latar belakang. Interleukin-1β berperan dalam kejadian infeksi/inflamasi pada bayi prematur yang dapat menyebabkan gejala klinis berat. Imaturitas organ dapat menyebabkan kejadian inflamasi yang dapat merangsang pembentukan sitokin, salah satunya Interleukin-1β. Belum ada penelitian yang menghubungkan marker tersebut terhadap sepsis dan gangguan ginjal akut pada bayi prematur.Tujuan. Melihat peran Interleukin-1β pada kejadian sepsis dan gangguan ginjal akut bayi prematur. Metode. Studi analitik komparatif kohort pada bayi lahir prematur usia kehamilan ≤36 minggu dan berat lahir <2000gram lahir di RS dr. Hasan Sadikin Bandung. Diperiksakan kadar serum Interleukin-1β usia 24 jam lahir dan serum creatinin usia 24 dan 72 jam.Hasil. Nilai cut-off point Interleukin-1β serum bayi prematur sepsis sebesar 8,67 pg/dL, dengan odd ratio (OR) 6,56 (95%CI: 2,50-17,19), dan pada bayi prematur dengn gangguan ginjal akut 2,35 pg/dL dengan odd ratio (OR) 7,2 (95%CI: 4,58-18,20). Keduanya mempunyai nilai sensitifitas dan spesifitas cukup tinggi. Kesimpulan. Kadar interleukin-1β serum dapat dipertimbangkan menjadi salah satu marker untuk memprediksi kejadian sepsis dan gangguan ginjal akut pada bayi prematur.
Korelasi Jumlah Cluster of Differentiation 4 dengan Fungsi Ventrikel Kanan pada Anak Terinfeksi Human Immunodeficiency Virus Henry Leo; Sri Endah Rahayuningsih; Sri Sudarwati; Anggraini Alam
Sari Pediatri Vol 22, No 4 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.4.2020.197-202

Abstract

Latar belakang. Infeksi Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan salah satu masalah kesehatan utama dan salah satu penyakit menular yang dapat memengaruhi kesakitan dan kematian pada anak. Pemeriksaan kadar CD4 adalah parameter terbaik untuk mengukur imunodefisiensi serta petunjuk progresivitas penyakit. Manifestasi kardiovaskular yang sering terjadi pada anak dengan infeksi HIV, antara lain, disfungsi ventrikel kanan dan hipertensi pulmonal. Kelainan ventrikel kanan pada pasien dengan HIV belum banyak diteliti secara luas.Tujuan. Untuk mengetahui korelasi antara jumlah CD4 dengan fungsi ventrikel kanan pada anak terinfeksi HIV.Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang di klinik Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin bulan Januari-Februari 2020. Populasi adalah anak terdiagnosis HIV berusia 5–<18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran fungsi ventrikel kanan diukur dengan tricuspid annular plane systolic excursion (TAPSE) secara ekokardiografi. Analisis korelasi antara CD4 dengan TAPSE dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil. Ekokardiografi dilakukan pada 62 anak terinfeksi HIV, dua anak dieksklusi karena memiliki penyakit jantung bawaan dan kelainan katup. Tidak ada korelasi antara CD4 dengan TAPSE (r=0,122, p>0,05). Terdapat korelasi positif lemah antara usia dan lama terapi ARV dengan TAPSE (r=0,371 dan 0,271, p<0,05).Kesimpulan. Abnormalitas kardiovaskular dapat terjadi pada anak dengan infeksi HIV walaupun dapat bersifat asimptomatik. Pada penelitian ini nilai CD4 tidak berkorelasi dengan adanya penurunan fungsi ventrikel kanan, tetapi usia dan lama terapi berkorelasi positif dengan fungsi ventrikel kanan. 
Laporan kasus berbasis bukti: Efektifitas Pemberian Calcium Channel Blocker pada Perdarahan Subaraknoid Akibat Trauma Kepala Irawan Mangunatmadja; Anton Dharma Saputra
Sari Pediatri Vol 22, No 4 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.4.2020.243-51

Abstract

Latar belakang. Efektifitas pemberian calcium channel blocker (CCB) pada pasien trauma kepala dengan perdarahan subaraknoid masih kontroversial. Tujuan. Melakukan telaah kritis untuk melihat efektifitas CCB pada perdarahan subaraknoid. Metode. Pencarian artikel dilakukan secara daring menggunakan instrumen kata kunci yang sesuai melalui basis data New England journal of medicine (NEJM), Pubmed dan Cochrane pada bulan Mei-Juli 2019. Hasil. Didapatkan 2 artikel berupa studi meta-analisis dan laporan kasus. Hasil analisis sub-kelompok tSAH pada meta-analisis, tingkat kematian 23% pada kelompok uji dan 32% pada kelompok plasebo, tetapi perbedaan ini tidak bermakna secara statistik. Hasil studi kasus serial pemberian nimodipine oral pada pasien anak dengan perdarahan subaraknoid tidak mengurangi kejadian vasospasme serebral, ataupun infark. Kesimpulan. Penggunaan nimodipin pada kasus perdarahan subaraknoid akibat trauma kepala masih dapat dipertimbangkan. 
Prevalensi Anemia pada Bayi Baru Lahir Berdasarkan Berat Lahir dan Usia Kehamilan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2018 Ikhlashil Asfarina; Merry Wijaya; Fiva Aprilia Kadi
Sari Pediatri Vol 22, No 4 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.4.2020.213-7

Abstract

Latar belakang. Pada bayi baru lahir, anemia dapat mengganggu tumbuh kembang bayi dan memengaruhi sistem kardiorespiratori sehingga dapat menyebabkan kematian. Di Indonesia, penelitian prevalensi anemia bayi baru lahir berdasarkan berat lahir dan usia kehamilan masih sangat jarang.Tujuan. Mengetahui prevalensi anemia pada bayi baru lahir berdasarkan berat lahir dan usia kehamilan.Metode. Penelitian deskriptif dengan metode potong lintang menggunakan data sekunder dari Sistem Registrasi Divisi Neonatalogi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung. Kriteria inklusi adalah bayi yang lahir hidup di periode 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2018. Kriteria eksklusi adalah data rekam medis yang tidak lengkap, hilang atau tidak dapat diakses. Usia kehamilan, berat lahir bayi, dan status anemia dinilai dengan melihat kadar hemoglobin yang tercantum dalam rekam medis.Hasil. Sebanyak 1494 bayi baru lahir sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14,5% bayi baru lahir mengalami anemia. Hasil analisis status anemia berdasarkan berat lahir dan usia kehamilan menunjukkan bahwa 79,2% pasien lahir dengan berat lahir rendah dan 75,9% pasien lahir kurang bulan.Kesimpulan. Prevalensi anemia pada bayi berat lahir rendah dan kurang bulan lebih tinggi dibandingkan dengan bayi berat lahir normal dan cukup bulan. 
Profil Asupan Minum pada Anak Prasekolah di Daerah Urban dan Rural di Indonesia dan Faktor-faktor yang Memengaruhinya Titis Prawitasari; Bernie Endyarni Medise; Diana Sunardi; Dewi Friska; Erfi Prafiantini; Rizki Yusrini Pohan; Budi Wiweko
Sari Pediatri Vol 22, No 4 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.4.2020.236-42

Abstract

Latar belakang. Asupan minum yang kurang akan berdampak terhadap performa fisik dan kognitif serta dapat menimbulkan manifestasi klinis, seperti pusing, lesu, dan gangguan konsentrasi. Anak memiliki proporsi cairan tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dewasa. Hingga saat ini belum ada data mengenai kecukupan asupan minum anak prasekolah di Indonesia.Tujuan. Mengetahui kecukupan asupan minum anak prasekolah di daerah urban dan rural di Indonesia.Metode. Penelitian dengan desain potong lintang dilakukan pada bulan Januari-Maret 2016 di Jakarta dan Maluku pada anak usia 36-72 bulan. Perhitungan jumlah cairan dilakukan dengan mencatat jumlah yang diminum dalam 7 Day-Fluid Diary Record. Asupan minum total ditentukan berdasarkan jumlah yang dikonsumsi dari semua kategori dan sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG) 2019.Hasil. Sebanyak 585 anak mengikuti penelitian ini dengan median asupan minum adalah 1133,1 (85-2991,4) mL/hari dan jenis asupan paling tinggi adalah air putih. Subjek yang tinggal di daerah urban mempunyai faktor risiko lebih rendah untuk mengalami asupan minum yang kurang (RR=0,580; 95%IK: 0,418-0,807; p=0,001). Demikian pula semakin muda usia subjek, maka semakin kecil kemungkinan untuk mengalami kejadian asupan minum yang kurang (RR =0,497; 95%IK: 0,356-0,694; p=0,000).Kesimpulan. Rerata asupan minum anak usia prasekolah di Indonesia sedikit lebih rendah dari anjuran AKG. Anak prasekolah berusia ≥54 bulan dan anak yang tinggal di area rural lebih berisiko mengalami kekurangan asupan minum.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Sakit Perut Berulang pada Anak Usia 7-12 Tahun di Kecamatan Padang Timur Amelia Yendra; Yusri Dianne Jurnalis; Nice Rachmawati Masnadi
Sari Pediatri Vol 22, No 4 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.4.2020.203-7

Abstract

Latar belakang. Sakit perut berulang merupakan suatu keluhan yang sering datang pada praktik dokter anak usia sekolah. Seringkali penyebab tidak terdeteksi dan diyakini sebagai keluhan fungsional. Tujuan. Mengetahui prevalensi dan hubungan faktor risiko dengan kejadian sakit perut berulang pada anak usia 7-12 tahun di Kecamatan Padang Timur.Metode. Studi potong lintang dilakukan pada Januari – April 2019 terhadap 153 anak berusia 7-12 tahun di tiga Sekolah Dasar Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Data dikumpulkan dari pengisian kuesioner sesuai Kriteria Roma III yang diisi oleh orang tua siswa yang sebelumnya sudah menandatangani lembaran persetujuan orang tua.Hasil. Nyeri perut berulang dialami 6,5% dari 153 anak. Hasil uji chi-square terdapat hubungan bermakna antara paparan kejadian yang dapat menyebabkan stres dari rumah, sekolah, dan tingkat pendidikan orang tua dengan kejadian sakit perut berulang pada anak usia 7-12 tahun dengan kejadian sakit perut berulang. Hasil analisis regresi logistik didapatkan paparan kejadian dalam hidup yang dapat menyebabkan stres dari rumah merupakan faktor risiko kejadian pada anak usia 7-12 tahun di Kecamatan Padang Timur. Kesimpulan. Paparan kejadian dalam hidup yang dapat menyebabkan stres dari rumah merupakan faktor risiko kejadian sakit perut berulang pada anak usia 7-12 tahun di Kecamatan Padang Timur.
Jadwal Imunisasi Anak Umur 0 – 18 tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2020 Soedjatmiko Soedjatmiko; Mei Neni Sitaresmi; Sri Rezeki S. Hadinegoro; Cissy B. Kartasasmita; Ismoedijanto Moedjito; Kusnandi Rusmil; Syawitri P. Siregar; Zakiuddin Munasir; Dwi Prasetyo; Gatot Irawan Sarosa
Sari Pediatri Vol 22, No 4 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.4.2020.252-60

Abstract

Ikatan Dokter Anak Indonesia secara periodik mengkaji rekomendasi jadwal imunisasi untuk menyesuaikan dengan berbagai perkembangan yang terkait dengan jadwal imunisasi di Indonesia. Jadwal imunisasi 2020 ini bertujuan agar dapat digunakan oleh anggota IDAI dalam memenuhi keinginan masyarakat mendapatkan vaksin yang lebih lengkap. Perubahan pada  rekomendasi tahun 2020 adalah pada imunisasi Hepatitis B, IPV, BCG, DTP, Hib, Campak /MR/MMR, JE, Varicella, Hepatitis A dan Dengue.  Jadwal imunisasi lain tidak ada perubahan. Untuk memudahkan dalam melaksanakannya dilampirkan juga tabel jadwal imunisasi tahun 2020. Untuk memahami dasar pertimbangan jadwal imunisasi dan perubahannya perlu mempelajari  uraian di dalam artikel ini dan keterangan dibawah tabel tersebut untuk diterapkan ke dalam layanan imunisasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue