cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 1,519 Documents
Karakteristik Bayi Baru Lahir dengan Resusitasi Berkaitan dengan Kebutuhan Jenis Alat Bantu Napas Saat Lahir Fiolita Indranita Sutjipto; Adhi Teguh Perma Iskandar
Sari Pediatri Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.2.2022.83-90

Abstract

Latar belakang. Bayi lahir tidak bugar sering mengalami kegagalan adaptasi pernapasan. Kondisi tersebut membutuhkan resusitasi, stabilisasi, yang selanjutnya membutuhkan alat bantu napas bertekanan positif berkelanjutan. Alat bantu napas berfungsi untuk menjaga patensi saluran pernapasan, pertukaran gas di alveoli secara efektif, dan membantu proses humidifikasi. Tujuan. Penelitian ini diharapkan dapat membantu untuk mempersiapkan berbagai jenis alat bantu napas yang sesuai pada unit-unit perawatan intensif neonatus di rumah sakit. Metode. Penelitian dilakukan Di RSCM pada periode 2019 sampai dengan 2020, hasil dari penelitian sebanyak 179 (59,8%) bayi lahir membutuhkan resusitasi dan menggunakan alat bantu napas non-invasif, sisanya 121 (40,2%) membutuhkan alat bantu napas invasif. Hasil. Bayi yang memerlukan alat bantu napas invasif memiliki karakteristik seperti usia gestasi 30,27 (±3,5) minggu, berat badan lahir 1200 (415;4430) gram, jenis kelamin laki-laki 66 bayi dan perempuan 55 bayi, skor APGAR usia menit ke-5 5,5 (±1,7). Kesimpulan. Semakin kecil usia gestasi, berat lahir, skor APGAR maka semakin tinggi resiko untuk mendapat alat bantu napas invasif. Dengan demikian, bayi dengan karakteristik di atas harus dilahirkan di fasilitas kesehatan yang memiliki alat bantu napas invasif maupun non-invasif.
Manifestasi Kelainan Neurologi pada Anak dengan Penyakit Ginjal Kronik Setyo Handryastuti; Sudung Oloan Pardede
Sari Pediatri Vol 24, No 3 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.3.2022.210-16

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah masalah kesehatan global yang kritis dan berkembang pesat pada anak-anak. Salah satu komplikasi yang sering terjadi secara klinis pada anak-anak dengan PGK adalah komplikasi neurologis seperti kejang, sakit kepala, penurunan kesadaran, perubahan perilaku dan masalah kognitif. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti, stadium (terutama pada stadium akhir), etiologi yang mendasari, dan pilihan pengobatan PGK (dialisis dan transplantasi ginjal). Pengenalan komplikasi neurologis pada anak dengan PGK sangat penting untuk diantisipasi karena anak sedang dalam proses tumbuh kembang. Deteksi dini dan pengelolaan komplikasi neurologis pada anak-anak dengan PGK secara dini dapat membuka jendela peluang untuk mengurangi dampaknya pada tumbuh kembang dan kualitas hidup anak dengan PGK.
Laporan Kasus Berbasis Bukti : Prevalensi dan Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Masalah Kesehatan Jiwa pada Remaja selama Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Lina Ninditya; Bernie Endyarnie Medise
Sari Pediatri Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.2.2022.127-33

Abstract

Latar belakang. World Health Organization (WHO) menetapkan Corona virus disease 2019 (COVID)-19 sebagai pandemi pada Maret 2020. COVID-19 telah menyebar dengan sangat cepat ke berbagai belahan dunia karena sangat infeksius. Hal ini mendorong pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan guna mengontrol penyebaran COVID-19 seperti penutupan sekolah maupun pembatasan sosial. Dampak kebijakan tersebut dan adanya ketakutan terhadap infeksi COVID-19 diperkirakan berdampak negatif terhadap kesehatan jiwa terutama pada kelompok rentan yaitu remaja.Tujuan. Mengetahui apakah ada kaitan antara pandemic COVID-19 dengan masalah jiwa pada remaja.Metode. Dilakukan pencarian di PubMed, Google Scholar, dan Cochrane dengan menggunakan kata kunci “depression”,”mental health”,”adolescent”, “COVID-19”. Hasil pencarian dievaluasi menggunakan kriteria eksklusi dan inklusi. Selanjutnya dilakukan telaah kritis dengan memerhatikan validitas, kepentingan, dan penerapan pada pasien terhadap artikel lengkap dari studi yang terseleksi.Hasil. Diperoleh satu studi yang relevan dengan pertanyaan klinis dan memenuhi kriteria inklusi and eksklusi. Luaran dari studi ini memperlihatkan bahwa prevalensi masalah kesehatan jiwa cukup tinggi pada remaja selama pandemi COVID-19. Kesimpulan. Angka kejadian depresi dan ansietas lebih tinggi pada kelompok perempuan, populasi yang tinggal di pedesaan, dan murid yang lebih senior. Namun, studi ini belum dapat membuktikan apakah pandemi COVID-19 menyebabkan masalah kesehatan jiwa pada remaja.
Gambaran Klinis dan Laboratorium pada Pasien Anak dengan Covid-19 Terkonfirmasi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Priyanti Kisworini; Yulia Margareth
Sari Pediatri Vol 24, No 3 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.3.2022.165-72

Abstract

Latar belakang. Kasus Coronavirus disease 2019 Covid-19 pada anak di Indonesia cukup tinggi dengan angka kematian yang lebih tinggi jika dibandingkan data negara-negara di asia bahkan di dunia. Manifestasi klinis pada anak dengan Covid-19 dapat meliputi manifestasi sistemik di luar gejala respirasi dengan data yang masih terbatas, serta penemuan laboratorium yang masih kurang untuk mengarahkan pada kasus kecurigaan Covid-19. Tujuan. Mengetahui gambaran klinis dan laboratorium pada anak dengan Covid-19 terkonfirmasiMetode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien anak terkonfirmasi Covid-19 di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin periode Mei – Oktober 2020. Kriteria inklusi yaitu anak usia 0-18 tahun dengan PCR nasofaring positif. Seluruh populasi diambil menjadi sampel penelitian. Hasil. Didapatkan 17 anak dengan usia rata-rata 9,3 tahun, perbandingan perempuan dan laki-laki adalah 1,1 : 1, riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi ada 7 (41,2%) dan tidak diketahui 10 (58,8%) anak. Manifestasi klinis yang didapat adalah demam (t >37,50C ) 9 anak (52,94%), batuk 5 anak (29,4%), diare 4 anak (23,5%), sesak napas (takipnue) dan pilek 3 anak (17,6%). Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan NLR >2,4.103/uL pada 13 anak (76,5%) dan leukositosis 2 anak (11,8%).Kesimpulan. Manifestasi klinis dan nilai laboratorium terbanyak pada anak dengan Covid-19 terkonfirmasi adalah demam (>37,50C) dan peningkatan NLR >2,4.103/uL.
Faktor Risiko Kejadian Sepsis Neonatorum Awitan Dini di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung Namira Oktaviani Suwarna; Tetty Yuniati; Adi Imam Cahyadi; Tri Hanggono Achmad; Dwi Agustian
Sari Pediatri Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.2.2022.99-105

Abstract

Latar belakang. Sepsis neonatorum merupakan salah satu penyakit infeksi pada bayi baru lahir yang masih menjadi masalah utama di negara berkembang seperti Indonesia. Faktor risiko terjadinya sepsis neonatorum awitan dini dapat dikelompokkan menjadi faktor ibu dan bayi. Faktor risiko ibu seperti ketuban pecah dini dan riwayat infeksi pada kehamilan, sedangkan faktor bayi adalah prematuritas, berat badan lahir rendah, skor APGAR rendah, air ketuban bercampur mekonium, asfiksia neonatorum, dan skor APGAR rendah.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian sepsis neonatorum awitan dini di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional potong lintang pada neonatus yang lahir hidup di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode Januari 2018 sampai Desember 2019 dengan metode total sampling. Analisis statistik menggunakan chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil bermakna apabila nilai p<0,05. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa angka kejadian sepsis neonatorum awitan dini tahun 2018 – 2019 adalah 8,1% dari 5224 subjek. Analisis bivariat chi square dan multivariat dengan regresi logistik menunjukkan faktor risiko seperti ketuban pecah dini OR 1,69 (p=<0,001; IK95%: 1,27 – 2,25), usia kehamilan 34 – 37 minggu OR 1,59 (p=0,036; IK95%:1,03 – 2,45), usia kehamilan <34 minggu OR 8,65 (p=<0,001; IK95%:5,47 – 13,70), sectio caesarea OR 1,42 (p=0,002;IK95%:1,14 – 1,77), dan berat badan lahir <2500 gram OR 2,59 (p=<0,001; IK95%: 1,73–3,89) mempunyai hubungan bermakna terhadap kejadian sepsis.Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko ibu dan bayi seperti ketuban pecah dini >18 jam, usia kehamilan <37 minggu, sectio caesarea dan berat badan lahir <2500 gram memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian sepsis neonatorum awitan dini.
Pola Aktivitas Fisik Anak Usia 10 Sampai 14 Tahun pada Masa Pandemi Covid-19 di Indonesia dan Faktor-Faktor yang Berhubungan Salindri Dara Rizkita; Rini Sekartini; Dewi Friska
Sari Pediatri Vol 24, No 3 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.3.2022.181-8

Abstract

Latar belakang. Kondisi pandemi global Covid-19 membuat pemerintah Indonesia membuat kebijakan untuk membatasi segala kegiatan sosial, termasuk perubahan metode kegiatan bersekolah. Tujuan. Mengetahui pola aktivitas fisik anak 10-14 tahun saat pandemi Covid-19 di Indonesia.Metode. Pengumpulan data dengan kuesioner daring. Jenis penelitian observasional, desain studi cross-sectional. Diolah dengan analisis deskriptif. Dilanjutkan analisis analitik bivariat, uji statistik chi-square dan analisis multivariat, uji regresi logistikHasil. Diperoleh sebaran subjek berdasarkan usia, 10-12 tahun 71,2% dan >12-14 tahun 28,8%. Jenis kelamin perempuan 62,7% dan laki-laki 37,3%. Tingkat ketaatan protokol kesehatan yaitu 75,7% tidak taat dan taat 24,3%, Durasi kegiatan pembelajaran jarak jauh 0-3jam/hari 63,8%, >3-6jam/hari 32,8%, dan >6jam/hari 3,4%. Klasifikasi daerah, rural 36,2% dan urban 63,8%. Tingkat aktivitas fisik tinggi 51,4% dan rendah 48.6%. Tingkat aktivitas fisik berhubungan bermakna dengan usia (p=0,017), durasi PJJ (p=0.005), tingkat ketaatan terhadap protokol kesehatan (p=0,013), tidak berhubungan bermakna dengan jenis kelamin (p=0,059), dan daerah tempat tinggal (p=0,363). Uji multivariat didapatkan hubungan dengan tingkat ketaatan (p=0,005;OR=2,870) dan durasi PJJ (p=0,002; OR=2,768).Kesimpulan. Prevalensi tingkat aktivitas fisik tinggi 51,4%. Faktor yang berhubungan dengan aktivitas fisik anak selama pandemi adalah usia. Faktor yang berhubungan kuat adalah durasi pembelajaran jarak jauh dalam sehari serta tingkat ketaatan anak terhadap protokol kesehatan.
Hubungan Karakteristik Orang Tua Terhadap Status Gizi Bayi Balita Desa Sungai Kitano Kabupaten Banjar Velma Narishma; Dyah Roselina; Arief Budiarto
Sari Pediatri Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.2.2022.112-18

Abstract

Latar belakang. Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Status gizi bayi balita merupakan salah satu indikator kualitas kesehatan masyarakat. Satus gizi bayi balita diukur menggunakan beberapa indeks antopometri. Masalah gizi timbul karena beberapa faktor di antaranya, faktor lingkungan: ketersediaan, distribusi dan pengolahan bahan makanan maupun karakteristik orang tua seperti pendapatan, pekerjaan, pendidikan, dan pengetahuan orang tua. Tujuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik orang tua terhadap status gizi bayi balita di desa Sungai Kitano Kabupaten Banjar. Metode. Metode penelitian adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian: bayi dan balita 0-59 bulan, sampel 14 bayi dan 30 balita, responden penelitian: ibu dari bayi/ balita. Hasil. Secara statistik terdapat hubungan antara pendidikan ibu terhadap status gizi bayi dan balita (p=0,012045), tetapi tidak terdapat hubungan antara penghasilan orang tua (p=0,540089) dan pekerjaan ibu (p=0,840606). Kesimpulan. Pendidikan ibu berhubungan dengan status gizi bayi balita desa Sungai Kitano Kabupaten Banjar.
Kualitas Hidup Anak dengan Kanker menggunakan Penilaian Pediatric Quality of Life Inventory di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Marnellya Sylvia Anggreini; Diane Meytha Supit
Sari Pediatri Vol 24, No 3 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.3.2022.151-6

Abstract

Latar belakang. Terapi kanker pada anak dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien serta keluarga. Pediatric Quality of Life (PedsQL) Inventory merupakan kuesioner yang digunakan untuk menilai kualitas hidup anak. Tujuan. Untuk membandingkan kualitas hidup anak dengan kanker berdasarkan penilaian orang tua dan anak, serta menilai kualitas hidup anak pada kanker darah dan solid tumor. Metode. Penelitan cross-sectional dilakukan pada usia 2-18 tahun di Bangsal rawat inap anak Rumah Sakit RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dari bulan Juni hingga Agustus 2021. Subjek penelitian mengisi kuesioner PedsQL 4.0 dan PedsQL 3.0 modul kanker. Uji statistik independent T-test digunakan untuk membandingkan kualitas hidup anak dengan kanker. Hasil. Total subjek penelitian adalah 43. Hasil PedsQL 4.0 pada anak dengan kanker dan orang tua serta PedsQL 3.0 antara anak dengan kanker darah dan solid tumor yaitu : fungsi fisik 65,39 vs 70,28, fungsi emosi 58,95 vs 62,06, fungsi sosial 69,77 vs 72,89, dan fungsi sekolah 63,30 vs 65,76. Kualitas hidup yang lebih rendah pada penilaian oleh orang tua dibandingkan anak. Kesimpulan. Perbedaan penilaian kualitas hidup antara orang tua dan anak pada keempat parameter yang dinilai menggunakan PedsQL serta penilaian kualitas hidup anak paling rendah pada domain nyeri dikedua kelompok subjek.
Prevalensi Infeksi Helicobacter pylori pada Anak dengan Gejala Gastrointestinal di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta R Yuli Kristyanto; Titis Widowati; Wahyu Damayanti
Sari Pediatri Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.2.2022.106-11

Abstract

Latar belakang. Prevalensi infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) di berbagai wilayah bervariasi. Infeksi H. pylori pada anak umumnya tidak menunjukkan gejala khas, tetapi dapat mengakibatkan berbagai komplikasi. Tujuan. Melihat prevalensi dan gejala infeksi H. pylori pada anak dengan gejala gastrointestinal di Yogyakarta.Metode. Data dikumpulkan dari pasien anak dengan keluhan dispepsia, nyeri perut berulang, muntah berulang, dan buang air besar disertai darah yang dicurigai mengalami infeksi H. pylori di RSUP. Dr. Sardjito, Yogyakarta. Diagnosis infeksi H. pylori ditegakkan dengan pemeriksaan endoskopi dan histologi.Hasil. Didapatkan 138 subyek yang memenuhi kriteria kemungkinan terinfeksi oleh kuman H. pylori didapatkan pada 16,7% (23/138) pasien anak. Prevalensi infeksi menurut usia pada 3-5 tahun sebesar 14,3% (3/21), usia 6-11 tahun sebesar 16,7% (10/60), dan usia 12-18 tahun sebesar 17,5% (10/57). Tidak ada hubungan bermakna antara infeksi H. pylori dengan gejala spesifik tertentu.Kesimpulan. Prevalensi infeksi H. pylori pada anak yang bergejala klinis di Yogyakarta, Indonesia lebih rendah daripada dari wilayah lain di dunia.
Hubungan Durasi Terapi Asam Valproat dengan Kadar Asam Folat Darah pada Epilepsi Anak Fitry Nur Furaida; Madarina Julia; Agung Triono
Sari Pediatri Vol 24, No 4 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.4.2022.253-8

Abstract

Latar belakang. Penurunan kadar asam folat darah mengakibatkan kondisi perubahan mental, penurunan kognitif, anemia megaloblastik, hiperhomosistein, dan perburukan kendali kejang. Penelitian mengenai efek asam valproat terhadap kadar asam folat belum menunjukkan hasil yang konsisten. Sebagai obat anti epilepsi (OAE) lini pertama pada anak, penelitian pada anak penyandang epilepsi di Indonesia perlu dilakukan.Tujuan. Untuk mengetahui hubungan durasi terapi OAE asam valproat dan kadar asam folat darah pada anak penyandang epilepsi.Metode. Penelitian potong lintang pada bulan Oktober-November 2021 di poliklinik neurologi anak RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta. Subjek 28 penyandang epilepsi dengan monoterapi asam valproat, diperiksa kadar serum asam folat setelah puasa 10 jam. Uji korelasi dilakukan dengan metode Pearson. Analisis multivariat regresi linier dilakukan terhadap faktor perancu yang tidak dapat direstriksi. Nilai p<0,05 dianggap bermakna secara statistik.Hasil. Sebanyak 28 subjek penelitian dengan rerata durasi terapi 31,04±19,47 bulan. Diperoleh rerata kadar asam folat sebesar 19,5±6,47 ng/ml. Tidak ada hubungan antara durasi terapi dan kadar asam folat (r=0,045, p=0,819).Kesimpulan. Penyandang epilepsi dengan monoterapi asam valproat memiliki kadar asam folat pada rentang normal. Durasi terapi asam valptoat tidak mempengaruhi kadar asam folat.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025) Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue