cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 1,519 Documents
Tata Laksana Kejang Demam pada Anak Melda Deliana
Sari Pediatri Vol 4, No 2 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.2.2002.59-62

Abstract

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhurektal lebih dari, 38oC) akibat suatu proses ekstra kranial, biasanya terjadi antara umur3 bulan dan 5 tahun. Setiap kejang kemungkinan dapat menimbulkan epilepsi dan traumapada otak, sehingga mencemaskan orang tua. Pengobatan dengan antikonvulsan setiaphari yaitu dengan fenobarbital atau asam valproat mengurangi kejadian kejang demamberulang. Obat pencegahan kejang tanpa demam (epilepsi) tidak pernah dilaporkan.Pengobatan intermittent dengan diazepam pada permulaan pada kejang demam pertamamemberikan hasil yang lebih baik. Antipiretik bermanfaat, tetapi tidak dapat mencegahkejang demam namun tidak dapat mencegah berulangnya kejang demam.
Eosinofil Mukosa Hidung Sebagai Uji Diagnostik Rinitis Alergi pada Anak Johnny Sugiarto; D Takumansang S; M. Pelealu T
Sari Pediatri Vol 7, No 4 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp7.4.2006.194-9

Abstract

Latar belakang. Diagnosis dini rinitis alergi (RA) pada anak merupakan hal yang penting.Tujuan. Untuk mengetahui nilai diagnostik eosinofil mukosa hidung sebagai ujidiagnostik RA pada anak.Metoda. Penelitian potong lintang dari Maret –Juni 2005. Populasi anak berusia 6 -15 tahun. Sampel yang memenuhi kriteria dilakukan pengambilan kerokan mukosahidung dan tes tusuk kulit (TTK) terhadap alergen inhalan. Diagnosis RA bila dijumpaigejala dan tanda rinitis berupa bersin, hidung gatal, rinore dan hidung tersumbat denganTTK positif terhadap minimal satu alergen inhalan.Hasil. Tujuh puluh lima sampel yang memenuhi kriteria, 66 (88%) anak dengan RA.Hasil analisis statistik ROC menunjukkan bahwa pada titik potong =2,15, eosinofilmukosa hidung mempunyai akurasi paling tinggi untuk mendiagnosa RA dengansensitivitas 97%, spesifisitas 88,9%, nilai duga positif 98,5% serta nilai duga negatif80,0%.Kesimpulan. Dengan menggunakan titik potong =2,15 eosinofil mukosa hidung dapatdigunakan sebagai salah satu alat bantu uji diagnostik RA pada anak dengan akurasidiagnostik yang cukup baik.
Proporsi Seroproteksi Hepatitis B pada Usia 10-12 Tahun dengan Riwayat Imunisasi Dasar Hepatitis B Lengkap pada dua Sekolah Dasar di Jakarta Suraiyah Suraiyah; Hanifah Oswari; Hardiono D Poesponegoro
Sari Pediatri Vol 9, No 6 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.243 KB) | DOI: 10.14238/sp9.6.2008.423-8

Abstract

Latar belakang. Hepatitis virus B merupakan penyakit yang tersebar di seluruh dunia dan menjadi masalahkesehatan yang serius dan mendesak. Indonesia termasuk daerah dengan endemisitas hepatitis B sedangsampai tinggi, maka sejak tahun 1996/1997 imunisasi hepatitis B di Indonesia telah mencakup 27 propinsi.Pemberian booster sampai saat ini masih kontroversi. Menurut WHO, seroproteksi hepatitis B bertahanpaling sedikit 15 tahun, namun beberapa penelitian menunjukkan penurunan seroproteksi pada vaksinseiring dengan pertambahan waktu.Metode. Studi deskriptif, potong lintang, pada anak kelompok usia 10–12 tahun pasca imunisasi dasarhepatitis B lengkap. Penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2007 di 2 SD Negeri di Jakarta.Hasil. Dari 100 subjek yang diteliti didapatkan HBsAg negatif pada semua subjek. Usia rerata subjek 130bulan (10 tahun 9 bulan), SB = 6,11. Proporsi seroproteksi 38%, rerata titer anti-HBs pada subjek seropositif188,1 mIU/mL (SB = 97,6). Diantara semua subjek seropositif didapatkan 68,7% dengan respons rendah,26,3% dengan respons sedang, dan 5% subjek dengan respons tinggi.Kesimpulan. Proporsi seroproteksi anti-HBs pada usia 10–12 tahun pasca imunisasi dasar lengkap 38%.Rerata titer anti-HBs pada 38 anak seropositif 188,1 mIU/mL (SB = 97,6). Di antara 38 subjek seropositif,sebagian besar mempunyai respons antibodi antihepatitis B rendah
Pola Sensitifitas Bakteri dan Penggunaan Antibiotik Sri Sulastri Katarnida; Mulya Rahma Karyanti; Dewi Murniati Oman; Yusticia Katar
Sari Pediatri Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp15.2.2013.122-6

Abstract

Latar belakang.Penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa mengakibatkan resistensi obat, meningkatkan morbiditas, mortalitas dan biaya pengobatan. Faktor utama menentukan tepatnya penggunaan antibiotik adalah pemilihan antibiotik yang tepat, berdasarkan bakteri penyebab dan sensitifitasnya terhadap antibiotik. Sampai saat ini penelitian penggunaan antibiotik dan pola sensitifitas bakteri pada pasien anak di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso belum pernah dilakukan.Tujuan. Mengetahui pola bakteri dan sensitifitasnya terhadap antibiotik pada pasien anak yang dirawat di RSPI SS.Metode. Penelitian dilakukan secara deskriptif, retrospektif dari rekam medis pasien rawat inap anak nonbedah, umur 1 bulan-15 tahun, dan hasil kultur tumbuh bakteri, periode tahun 2010 dan 2011. Pasien PICU dan pasien yang dalam perawatannya didiagnosis sebagai pasien bedah dikeluarkan dari penelitian.Hasil. Kultur dilakukan pada 286/1256 (22,8%) sampel, tumbuh bakteri pada 96/286(33,6%). Kelompok bayi 1bulan-<1tahun 14 (26,9%) paling banyak dilakukan kultur. Hasil kultur terbanyak S. typhi11/54 (20,4%), E. coli9/54 (16,7%) dan S epidermidis 7 (13%). S. typhisensitif 100% terhadap sefotaksim, seftriakson, kloramfenikol, dan kotrimoksazol. SensitifitasE. coli62,5% terhadap kloramfenikol, tetapi kurang sensitif terhadap antibiotik lainnya.Kesimpulan. Bakteri terbanyak ditemukan S typhi (20.4%)danE coli (16.7%). Sensitifitas S typhi 100% terhadap semua antibiotik yang digunakan (kotrimoksazol, tiamfenikol, kloramfenikol, sefotaksim dan seftriakson). Penggunaan antibiotik untuk S typhimasih bisa dengan lini pertama antibiotik sejauh tidak ada kontra indikasinya.
Imunogenitas dan Keamanan Vaksin Varisela pada Anak Sehat Hindra Irawan Satari; Sri Rezeki Hadinegoro; Alan R Tumbelaka; Hardjono Abdoerrachman; Htay H Han; Bock H
Sari Pediatri Vol 3, No 4 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.772 KB) | DOI: 10.14238/sp3.4.2002.202-5

Abstract

Untuk menilai reaktogenitas dan imunogenitas vaksin varisela hidup yang dilemahkan(galur-Oka) pada anak sehat. Studi deskriptif dilakukan pada 300 anak yang berumur1- 12 tahun dan dibagi menjadi 3 subgrup menurut umur (1 -<3 tahun, 3 -<7 tahun, 7-12 tahun). Sebelum penelitian anak-anak tersebut dimintakan kesediaan dari orang tuanyasecara tertulis, dilakukan anamnesis mengenai riwayat varisela sebelumnya, danpemeriksaan titer anti-varisela. Dalam kurun waktu waktu 2 minggu apabila hasil negatif,maka diberikan suntikan vaksin varisela (Varilrix) 0,5 ml pada lengan deltoid kiri, setelahdilakukan pemeriksan fisis sebelumnya. Sesuai penyuntikan pada orangtua pasiendiberikan kartu harian untuk mencatat suhu tubuh, gejala lokal atau umum yang terjadisetelah penyuntikan. Bila dianggap perlu, orang tua dapat membawa anak untukdiperiksa. Pada hari ke-42 dilakukan pemeriksaan fisis pada setiap anak dilanjutkandengan pengambilan darah pasca vaksinasi. Kartu harian dikumpulkan kembali untukdianalisis. Penelitian dilakukan di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Jakarta,dari tanggal 3 Mei 1998 sampai dengan 22 Oktober 1998. Seluruh sediaan arahpravaksinasi diperiksa di Laboratorium Bioanalytical Research Corporation (Barc) Jakartadengan metode ELISA. Separuh diantara spesimen disimpan menunggu separuh spesimendarah pravaksinasi yang akan dikirim ke Rixenstat, Belgia untuk diperiksa ulang titerpra vaksinasi sekaligus memeriksa titer pasca vaksinasi, dengan metode IndirekImmunoflouresent test (IIF). Dari 300 anak yang masuk dalam penelitian ada 5 anakyang tidak menyelesaikan penelitian. Reaksi umum (9,80%) lebih banyak dijumpaidaripada reaksi lokal (1%). Demam tinggi didapatkan pada 3 anak (1,7%), tigadiantaranya disangka (probable/suspected) ada hubungannya dengan tindakan vaksinasi.Subyek yang memperlihatkan gejala ruam tidak menunjukan gejala demam tinggi. Semuagejala tadi menghilang tidak lebih dari 5 hari. Enam minggu setelah penyuntikan hanyasatu subyek yang tidak menunjukkan adanya serokonversi (0,7%). Golongan umur mudamenunjukkan nilai gmt yang lebih tinggi. Vaksin varisela hidup yang dilemahkan (galurOka) pada penelitian ini aman, ditoleransi dengan baik dan mempunyai tingkatperlindungan yang tinggi pada anak 1 – 12 tahun
Fungsi Sistolik dan Diastolik Ventrikel Kiri pada Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut Pasca Terapi Daunorubisin Mahrus A Rahman
Sari Pediatri Vol 7, No 3 (2005)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.135 KB) | DOI: 10.14238/sp7.3.2005.160-8

Abstract

Latar belakang. Pengobatan utama limfomia limfoblastik akut (LLA) adalah kemoterapi.Sitostatik yang paling sering memberikan efek samping pada sistem kardiovaskuler adalahgolongan antrasiklin yaitu doksorubisin dan daunorubisin. Tanda awal kardiomiopatikarena antrasiklin adalah gangguan fungsi diastolik. Adanya gangguan fungsi ventrikeldapat dibuktikan dengan metode radionuklid dan ekokardiografi Doppler.Tujuan penelitian. Memperoleh data fungsi diastolik dan sistolik ventrikel kiri, dimensiventrikel kiri, dan status gizi pada anak dengan LLA pasca terapi daunorubisin.Metode. Penelitian cross sectional meneliti fungsi diastolik dan sistolik ventrikel kiripada 19 anak LLA pasca terapi daunorubisin. Sebagai kontrol penelitian 21 anak LLAtanpa terapi daunorubisin dan 18 anak sehat. Pemeriksaan fungsi dan dimensi ventrikelkiri dilakukan dengan pemeriksaan ekokardiografi 2D, M mode dan Doppler. Analisisstatistik hasil penelitian dilakukan dengan mempergunakan uji ANOVA dan Chi-square.Hasil. Terdapat 12 dari 19 anak pada kelompok studi dan 5 dari 21 anak pada kelompokkontrol LLA yang mengalami gangguan fungsi diastolik ventrikel kiri dengan pola penurunanrelaksasi. Pola penurunan relaksasi terdapat pada kardiomiopati hipertrofi maupunkardiomiopati dilatasi, hipertrofi ventrikel kiri karena berbagai sebab, penyakit jantungiskemik, preload yang menurun, dan afterload yang meningkat. Pada kelompok kontrolLLA juga sudah terdapat gangguan fungsi diastolik ventrikel kiri. Disamping daunorubisinterdapat faktor lain yang mempengaruhi fungsi diastolik ventrikel kiri, penyakitnya sendiridan obat-obat lain. Gangguan fungsi sistolik ventrikel kiri hanya didapatkan pada 1 anakkelompok studi. Hal ini disebabkan oleh dosis kumulatif daunorubisin yang masih relatifrendah dan follow up yang masih pendek. Tidak terdapat perubahan dimensi ventrikel kiripada kelompok studi dibandingkan kelompok kontrol; belum terjadi kardiomiopati yangberhubungan dengan dosis kumulatif yang tinggi dan penggunaan yang lama untuktimbulnya manifestasi klinis. Pada kelompok studi tidak didapatkan perbedaan yang bermaknaantara gizi dengan timbulnya gangguan fungsi diastolik.Kesimpulan. Pada anak dengan penyakit leukemia limfoblastik akut pasca terapidaunorubisin dosis kumulatif 120 mg/m2 telah mengalami gangguan fungsi diastolikventrikel kiri, sedangkan fungsi sistolik tidak terganggu. Dimensi ventrikel kiri tidakmengalami perubahan. Tidak terdapat perbedaan status gizi pada anak dengan fungsidiastolik ventrikel kiri terganggu.
Spesifitas Biologis Air Susu Ibu Rulina Suradi
Sari Pediatri Vol 3, No 3 (2001)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp3.3.2001.134-40

Abstract

Air susu mamalia adalah species specific (komposisi masing-masing susu mamalia sangatberbeda). Sebagaimana susu sapi adalah makanan terbaik untuk anak sapi maka ASIadalah makanan terbaik untuk bayi manusia, juga untuk bayi yang lahir kurang bulan.Penambahan atau pengurangan zat di dalam susu sapi agar dapat ditolerir oleh bayimanusia berupa susu formula memerlukan penelitian yang canggih yang perlumempertimbangkan bukan hanya zat gizinya tetapi seyogianya segala komponen yangada di dalam ASI. Perubahan komposisi ASI yang disesuaikan dengan masa kehamilan,usia bayi dan cara bayi menyusu tidak dapat ditiru oleh susu formula apalagi keuntunganlain seperti, mencegah penyakit bayi dan ibu serta keuntungan psikologis dan ekonomi.
Prevalensi Anemia Defisiensi Besi pada Bayi Usia 4 – 12 Bulan di Kecamatan Matraman dan Sekitarnya, Jakarta Timur Rini Sekartini; oedjatmiko oedjatmiko; Corry Wawolumaya; Irene Yuniar; Rismala Dewi; Nycane Nycane; Imam D; Imam N; Adam Adam
Sari Pediatri Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp7.1.2005.2-8

Abstract

Latar belakang: prevalensi anemia defisiensi besi masih tinggi terutama pada bayi. Deteksidini terhadap anemia pada bayi terutama bayi dengan risiko tinggi sangat diperlukanuntuk mencapai tumbuh kembang optimal.Tujuan: untuk mengetahui prevalensi anemia defisiensi besi.Bahan dan cara metode: studi deskriptif belah lintang dilakukan di empat Puskesmasdi Jakarta Timur. Populasi sampel adalah bayi umur 4-12 bulan yang tinggal di wilayahKecamatan Matraman dan sekitarnya pada bulan Maret 2004. Sampling diambil denganmetode convenient, pengumpulan data dengan pengisian kuesioner oleh ibu bayi secaraterpimpin. Pengukuran di lakukan pada panjang badan, berat badan, lingkar kepalabayi. Pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan Hemocue®, sedangkan serum feritindiperiksa di laboratorium SEAMEO-TROPMED FKUI.Hasil: sampel terdiri dari 55 bayi, 63,6% laki-laki, 58,2% berumur 8-12 bulan, dan87,3% berasal dari keluarga dengan pendapatan per kapita per bulan rendah. Sebagianbesar berstatus gizi kurang (60%), 96,4% lahir cukup bulan, 3,6% bayi lahir denganberat badan rendah pemberian ASI ekslusif 94,5%. Diantara 55 bayi 38,2% mengalamianemia dan 71,4% bayi anemia tersebut menderita anemia defisiensi besi. Prevalensianemia defisiensi besi lebih besar pada bayi 8-12 bulan daripada bayi yang lebih muda,yaitu 73,3%.Kesimpulan: tidak didapatkan hubungan bermakna antara anemia defisiensi pada bayidengan jenis kelamin, umur, tingkat pendapatan orang tua, usia gestasi, berat lahir,pemberian ASI ekslusif, susu formula yang difortifikasi besi, dan makanan pendampingASI, serta infeksi yang diderita bayi.
Peran Trombomodulin untuk Mendeteksi Kerusakan Sel Endotel pada Malaria Tropika dan Malaria Tertiana Max F.J. Mantik; T.H. Rampengan; Mariane B.Ch. Kilis; Josef S.B. Tuda
Sari Pediatri Vol 9, No 3 (2007)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.97 KB) | DOI: 10.14238/sp9.3.2007.167-72

Abstract

Latar belakang. Trombomodulin(TM) adalah reseptor sel endotel untuk trombin. Pada penyakit malaria tropikadan malaria tertiana, TM disekresi sesudah kerusakan sel-sel endotel yang terinfeksi P.falciparum atau P.vivax.Tujuan. Mengetahui apakah TM dapat mendeteksi kerusakan sel endotel pada malaria tropika atau malariatertiana dan apakah TM berhubungan dengan berat ringan malaria tropika?Metode. Penelitian menggunakan metode analitik potong lintang, di lima RS di provinsi Sulawesi Utara,Juni-September 2006 pada kasus malaria tropika/malaria tertiana umur 2 tahun-13 tahun. PemeriksaanTM secara ELISA menggunakan kit Fujirebio TM (FU/ml). Analisis data dengan uji t independen dankoefisien korelasi Spearmen Rank.Hasil. Tiga puluh pasien malaria tropika (TM 0,060-0,180FU/ml), 2 pasien malaria tertiana (TM 0,068-0,075FU/ml). Uji t terdapat perbedaan bermakna TM pada malaria tropika dan malaria tertiana (p=0,044).Malaria berat 11 penderita (TM 0,086-0,162 FU/ml). Uji t terdapat perbedaan sangat bermakna TMpada malaria tropika dengan komplikasi dan tanpa komplikasi (p=0,009). Uji Spearmen Rank TMberhubungan positif bermakna dengan derajat parasitemia (rs=0,686, p=0,001).Kesimpulan. Trombomodulin dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan sel endotel, TM pada malariatropika lebih tinggi dari malaria tertiana dan tm berbeda bermakna pada malaria tropika dengan komplikasidan tanpa komplikasi serta berhubungan bermakna dengan derajat parasitemia.
Status Gizi pada Pasien Diare Akut di Ruang Rawat Inap Anak RSUD SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT Desi Primayani
Sari Pediatri Vol 11, No 2 (2009)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp11.2.2009.90-3

Abstract

Latar belakang. Status gizi memiliki hubungan erat dengan kejadian diare akut pada anak. Selain merupakankomplikasi, status gizi buruk juga merupakan faktor penyebab diare.Tujuan. Mengetahui hubungan status gizi pasien diare dengan lama hari rawat inap sebagai ukuran cepatkepulihan.Metode. Studi retrospektif terhadap 53 pasien diare anak dengan menilai status gizi (dikelompokkan menjadistatus gizi normal, kurang, dan buruk) dan mencari korelasinya terhadap lama hari rawat inap (digolongkanmenjadi kurang dari lima hari, dan lebih/ sama dengan lima hari).Hasil. Perbandingan sampel yang menjalani rawat inap kurang dari lima hari terhadap yang menjalani rawatinap lebih/ sama dengan lima hari pada status gizi baik, kurang, dan buruk, secara berturut-turut adalah15 terhadap 8, 11 terhadap 10, dan 4 terhadap 5. Pembuktian dengan uji Spearman’s rank menunjukkankorelasi negatif dengan koefisien korelasi yang sangat rendah (-0,261).Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara status gizi pasien diare dengan lama hari rawat inap.

Page 40 of 152 | Total Record : 1519


Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025) Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue