cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 1,519 Documents
Hubungan antara Besarnya Defek Septum Ventrikel dengan Fungsi Paru Nurlina Kumala Sari; Anindita Soetadji; M. Sholeh Kosim
Sari Pediatri Vol 16, No 3 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.936 KB) | DOI: 10.14238/sp16.3.2014.189-94

Abstract

Latar belakang. Pada anak dengan defek septum ventrikel (DSV), terjadi peningkatan aliran darah ke paru. Semakin besar DSV, semakin meningkat aliran darah ke paru maka risiko infeksi saluran pernafasan akut dan gagal jantung meningkat dan menganggu fungsi paru. Fungsi paru yang baik penting untuk pemeliharaan suplai oksigen saat sebelum dan setelah dilakukan operasi. Spirometri merupakan alat yang penting dan praktis dalam menilai fungsi paru. Perbandingan FEV1/FVC digunakan untuk mendiagnosis dan membedakan antara penyakit paru obstruktif dan restriktif.Tujuan. Membuktikan adanya hubungan antara besarnya DSV, flow ratio, klasifikasi gagal jantung, frekuensi infeksi respiratori akut (IRA), dan status gizi dengan fungsi paru.Metode. Dilakukan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional di RS dr. Kariadi dari bulan September 2011 sampai dengan Desember 2012. Subjek anak dengan DSV yang belum dilakukan operasi, umur 5-14 tahun yang mendapat terapi di instalasi rawat jalan RS dr. Kariadi. Dilakukan ekokardiografi untuk mengukur diameter DSV dan flow ratio (Qp/Qs) dan spirometri untuk menilai fungsi paru melalui pengukuran (FEV1/FVC). Analisis statistik dengan uji korelasi Spearman dan uji Fisher’s Exact.Hasil. Subjek terdiri atas 20 anak dengan DSV (65% perempuan). Rerata diameter DSV 12,32 mm (SB 9,18), rerata dari flow ratio 2,63 (SB 0,92), rerata frekuensi IRA 4,60 kali (SB 2,98). Rerata FEV1/FVC adalah 94,1% (SB 9,82). Ukuran DSV besar, flow ratio yang tinggi, dan seringnya IRA mempunyai risiko tinggi untuk terjadinya gangguan fungsi paru restriktif, secara berturut-turut dengan RP=1,5 (p=0,038), RP=1,8 (p=0,009), RP=1,5 (p=0,038). Status gizi berhubungan sedang dengan fungsi paru (r=0,604, p=0,005).Kesimpulan. DSV besar, flow ratio, frekuensi IRA, dan status gizi berhubungan dengan fungsi paru.
Sensitivitas dan Spesifisitas α-Globin Strip Assay dalam Mendeteksi Mutasi Thalassemia-α Dian Puspita Sari; Pustika Amalia Wahidiyat
Sari Pediatri Vol 17, No 5 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.12 KB) | DOI: 10.14238/sp17.5.2016.349-354

Abstract

Latar belakang. Thalassemia-α merupakan kelainan genetik yang dapat menyebabkan gejala klinis berat pada pasien. Deteksi mutasi thalassemia-α di Indonesia umumnya menggunakan metode PCR sebagai baku emas. Saat ini, telah dikembangkan suatu metode tes strip α-globin strip assay yang lebih mudah, cepat, dan murah pengerjaannya.Tujuan. Mengetahui sensitivitas dan spesifisitas α-globin strip assay dalam mendeteksi mutasi thalassemia-α dibandingkan dengan PCR rutin.Metode. Uji diagnostik dilakukan mulai bulan Oktober 2014 sampai Maret 2015 terhadap seluruh pasien thalassemia-α beserta keluarga intinya yang berobat di RS Cipto Mangunkusumo dan Lembaga Biomolekular Eijkman. Seluruh subyek diperiksa darah perifer lengkap, indeks eritrosit, analisis Hb, morfologi darah tepi, PCR dan α-globin strip assay. Dihitung kesesuaian, sensitivitas dan spesifisitas α-globin strip assay terhadap PCR rutin dalam mendeteksi mutasi thalassemia-α.Hasil. Didapatkan 35 subyek, 17 pasien thalassemia-α dan 18 keluarga intinya. Tujuh jenis mutasi ditemukan, mutasi Hb CS dan 3,7 kb merupakan jenis dengan jumlah terbanyak (25,7% dan 17,1%). Empat subyek yang merupakan orang tua pasien ditemukan tidak memiliki mutasi. Pemeriksaan α-globin strip assay memiliki kesesuaian penuh terhadap PCR rutin sehingga didapatkan nilai sensitivitas dan spesifisitas sebesar 100%.Kesimpulan. Metode α-globin strip assay akurat dalam mendeteksi mutasi thalassemia-α sehingga dapat menjadi alternatif yang baik terhadap PCR rutin.
Penilaian Aktivitas Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik dengan Skor SLEDAI di Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM Anisah M. Saleh; Nia Kurniati; Badriul Hegar Syarif
Sari Pediatri Vol 16, No 4 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp16.4.2014.292-8

Abstract

Latar belakang. Keberhasilan tata laksana penyakit lupus eritematosus sistemik (LES) memerlukanpemantauan tertentu. Skor systemic lupus erythematosus disease activity index (SLEDAI) adalah alat ukuryang dapat digunakan untuk tata laksana sehari-hari. Saat ini belum ada data mengenai pemantauan aktivitaspenyakit LES anak menggunakan skor SLEDAI dengan rentang waktu tertentu.Tujuan. Memantau aktivitas penyakit LES anak dengan skor SLEDAI setiap 3 bulan selama satu tahunpengamatan.Metode. Studi deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medik dari 01 Juli 2005 sampai dengan31 Juli 2013.Hasil. Tigapuluh rekam medik memenuhi kriteria penelitian. Manifestasi awal tersering berdasarkan skorSLEDAI adalah artritis, rash, demam, peningkatan dsDNA, dan komplemen darah rendah. Perubahan skorSLEDAI terutama terlihat pada pengamatan antara bulan ke-0 dengan bulan ke-3. Pada awal pengamatan,mayoritas pasien termasuk high activity, tetapi pada akhir pengamatan menjadi no activity.Kesimpulan. Penilaian skor SLEDAI setiap 3 bulan dapat digunakan untuk memantau aktivitas penyakitLES anak.
Efikasi Terapi Topikal Kortikosteroid Ultrapoten, Solusio, dan Gel Timolol Maleat 0,5% Terhadap Hemangioma Infantil Superfisial Lukman Ariwibowo; Arief Budiyanto; Retno Danarti
Sari Pediatri Vol 17, No 6 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp17.6.2016.428-34

Abstract

Latar belakang. Terapi kortikosteroid ultrapoten menjadi terapi topikal standar untuk HI. Namun, kortikosteroid banyak efeksamping dan respon yang kadang gagal, perlu alternatif terapi topikal lain. Solusio dan gel timolol maleat 0,5% merupakan betabloker non selektif yang ternyata dapat menghambat proliferasi dan memicu regresi HI.Tujuan. Mengetahui efikasi terapi kortikosteroid topikal ultrapoten, solusio, dan gel timolol maleat 0,5% pada hemangioma infantilsuperfisial.Metode. Desain penelitian kohort retrospektif, dilibatkan 79 pasien HI superfisial dalam kurun waktu Januari 2011-Oktober 2015di RSUP. Dr. Sardjito, Yogyakarta.Hasil. Perbandingan selisih luas antara ketiga kelompok didapatkan perbedaan yang bermakna antara solusio timolol maleat 0,5%dibandingkan kortikosteroid ultrapoten 0,5% (p<0,001). Gel timolol maleat 0,5% dibandingkan kortikosteroid ultrapoten (p<0,001).Perbandingan antara selisih luas lesi setelah terapi solusio dan gel timolol maleat 0,5% tidak berbeda secara bermakna (p=0,744).Kesimpulan. Efikasi solusio dan gel timolol maleat 0,5% lebih baik dibandingkan kortikosteroid topikal ultrapoten terhadappengurangan luas lesi hemangioma infantil superfisial.
Hubungan Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan Orangtua, Status Sosioekonomi Keluarga, dan Dosis Kumulatif Prednison dengan Masalah Psikososial Pasien Sindrom Nefrotik Idiopatik Mahesa Suryanagara; Dedi Rachmadi; Budi Setiabudiawan
Sari Pediatri Vol 15, No 6 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.084 KB) | DOI: 10.14238/sp15.6.2014.415-9

Abstract

Latar belakang. Sindrom nefrotik idiopatik (SNI) merupakan penyakit kronik yang memerlukan pengobatan steroid jangka panjang. Pada penyakit kronik lain telah diteliti pemberian steroid jangka panjang dan faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya masalah psikososial.Tujuan. Menganalisis hubungan faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan orangtua, status sosioekonomi, dan dosis kumulatif prednison dengan terjadinya masalah psikososial.Metode. Penelitian cross sectional dilaksanakan dari Januari 2013 sampai Mei 2013 melibatkan 26 subjek. Masalah psikososial dinilai dengan kuesioner Pediatric Symptom Checklist (PSC)-17. Analisis statistik dengan uji chi-square dan regresi logistik ganda.Hasil. Terdapat 13 dari 26 subjek mengalami masalah psikososial. Hasil analisis bivariabel mendapatkan usia 10-14 tahun RP 2,56 (IK95% 1,16−5,64); p=0,016, jenis kelamin perempuan RP 2,86 (IK 95% 1,02−8,04); p=0,016, pendidikan dasar orangtua RP 3,60 (IK 95% 1,50-8,62); p=0,004, status sosioekonomi keluarga rendah RP 1,25 (IK95% 0,54−2,89); p=0,001, dan dosis kumulatif prednison ≥3.640 mg RP 4,714 (IK 95% 1,292−17,201); p=0,002. Analisis multivariabel didapatkan usia RP 25,17 (IK95% 1,01-629,71); p=0,050, sosioekonomi RP 7,80 (IK95% 1,26-48,50); p=0.032, dan dosis kumulatif prednison RP 39,34 (IK 95% 1,89-818,93); p=0,018.Kesimpulan. Faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan orangtua, status sosioekonomi, dan dosis kumulatif prednison berhubungan dengan masalah psikososial pasien SNI. Dosis kumulatif prednison merupakan faktor paling dominan terhadap terjadinya masalah psikososial pasien SNI.
Hubungan antara Patogen Usus dengan Kadar Laktoferin Tinja pada Anak dengan Diare Akut Daisy Manalip; Sarah M Warouw; Jeanette I. Ch. Manoppo
Sari Pediatri Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp17.2.2015.124-8

Abstract

Latar belakang. Para dokter sering mengalami kesulitan membedakan diare akut yang disebabkan oleh bakteri maupun non-bakteri.Kadar laktoferin (LF) tinja merupakan petanda migrasi neutrofil dalam lumen usus dan dihubungkan dengan inflamasi usus.Tujuan. Mengetahui hubungan antara patogen usus dengan kadar LF tinja pada anak dengan diare akutMetode. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang dilakukan di dua rumah sakit umum kota Manado selamabulan Juli hingga November 2013. Pengambilan sampel dilakukan secara konsekutif pada anak berusia 7-60 bulan yang menderitadiare akut. Hasil dianalisis secara deskriptif untuk data karakteristik anak dan data laboratorium, serta analisis regresi dan korelasilinier sederhana. Data diolah menggunakan program SPSS versi 21, dengan tingkat kemaknaan p<0,05.Hasil. Total sampel yang didapatkan 43 pasien diare akut, terdiri atas 25 laki-laki dan 18 perempuan. Kadar LF tinja yang disebabkanoleh patogen usus bakteri didapatkan rerata 9,65 (SB 3,69) μg/g. Sementara kadar LF tinja yang disebabkan oleh patogen usus nonbakteri didapatkan rerata 3,72 (SB 1,48) μg/g. Terdapat perbedaan bermakna rerata LF tinja pada kedua kelompok patogen usus(p<0,001, r=0,591).Kesimpulan. Adanya hubungan yang bermakna antara patogen usus dengan kadar laktoferin tinja pada anak dengan diare akut.Patogen usus golongan bakteri memiliki kadar laktoferin tinja yang lebih tinggi daripada patogen usus golongan non bakteri.
Ketepatan Parameter Klinis dalam Memprediksi Mortalitas Perdarahan Intrakranial Spontan pada Anak Usia Kurang dari Satu Tahun Liveana Sugono; Msy Rita Dewi; Erial Bahar
Sari Pediatri Vol 17, No 4 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp17.4.2015.255-60

Abstract

Latar belakang. Pada anak usia di bawah satu tahun, perdarahan intrakranial memiliki tingkat mortalitas yang tinggi. Diperlukan parameter untuk memprediksi mortalitas guna menentukan tata laksana segera yang tepat sehingga diperoleh hasil akhir yang lebih baik.Tujuan. Mendapatkan tingkat akurasi parameter klinis dalam memprediksi mortalitas perdarahan intrakranial spontan pada anak dengan usia kurang dari satu tahun.Metode. Dilakukan uji prognostik dengan data retrospektif dan prospektif dari rekam medik Januari 2009 -Desember 2014 terhadap anak usia di bawah satu tahun yang dirawat di rumah sakit Moh. Hoesin dengan perdarahan intrakranial tanpa riwayat trauma kepala. Parameter klinis yang diamati, yaitu gejala klinis dan neurologis, pemeriksaan laboratorium termasuk pT dan apTT. Dilakukan analisis untuk menentukan hubungan parameter dengan mortalitas.Hasil. Didapatkan 136 anak yang memenuhi kriteria inklusi, 103 bertahan hidup, 33 meninggal dunia. Dari analisis multivariat ditemukan penurunan reflek cahaya, GCS<8, Hb<7g/dL dan pemanjangan apTT memengaruhi mortalitas dengan probabilitas tertinggi 75,75%. Kemudian disusun sistem skoring dengan alokasi skor berdasarkan Odds ratio. Didapatkan beberapa sistem skoring dengan sensitivitas antara 72,7%-93,94%, spesifisitas antara 42,72%-77,67% dan akurasi antara 55,15%-76,47%.Kesimpulan. Berbagai parameter klinis ditemukan dapat memengaruhi mortalitas perdarahan intrakranial spontan pada anak usia di bawah satu tahun. Beberapa sistem skoring kemudian disusun dari temuan penelitian, meski belum memiliki nilai prediksi mortalitas yang ideal
Rasio Jumlah Neutrofil-Limfosit pada Awal Masuk Rawat sebagai Faktor Risiko Luaran Pneumonia Anak Farah Katleya; MS Anam; Dwi Wastoro Dadiyanto
Sari Pediatri Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.065 KB) | DOI: 10.14238/sp17.1.2015.47-51

Abstract

Latar belakang. Data global menunjukkan pneumonia pada anak usia di bawah 5 tahun (balita) menyebabkan kematian 15,5%.Neutrophil to lymphocyte count ratio (NLCR) atau rasio jumlah neutrofil-limfosit merupakan parameter inflamasi sistemik dan stresuntuk pasien kritis. Dari beberapa penelitian didapatkan hubungan antara derajat keadaan klinis dengan peningkatan NLCRTujuan. Membuktikan nilai NLCR awal masuk sebagai faktor risiko luaran pasien pneumonia anak yang dirawat di bangsal anakRSUP dr KariadiMetode. Penelitian kohort prospektif pada anak pneumonia usia 1 bulan – 5 tahun yang dilaksanakan di ruang perawatan anak(bangsal anak, HCU, PICU) RS dr Kariadi, Semarang. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan pemeriksaan darah rutin,kemudian dilakukan pemantauan klinis pada hari perawatan ke 10. Pada spesimen darah diperiksa darah rutin dan dilakukanperhitungan NLCR. Analisis statistik menggunakan uji chi square dan Mann-Whitney UHasil. Didapatkan 40 subjek dengan pneumonia. Rerata NLCR lebih tinggi pada luaran yang buruk dari pada luaran yang baik(3,42± 4,063) vs (1,73 ± 1,568) tetapi tidak berbeda bermakna (p= 0,118). Titik potong NLCR 􀁴 1,335 meningkatkan risiko luaranperburukan pada pneumonia anak sebesar 1,727 kaliKesimpulan. Tidak terdapat perbedaan nilai NLCR awal antara luaran perbaikan dan perburukan. Titik potong dari NLCR awaltidak dapat digunakan sebagai indikator prognosis luaran pneumonia anak
Hubungan Kadar Vitamin D dengan Anak Atopi dan Obesitas Elza Noviani; Dwi Prasetyo; Budi Setiabudiawan
Sari Pediatri Vol 16, No 5 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp16.5.2015.342-6

Abstract

Latar belakang. Angka kejadian penyakit atopik dan obesitas meningkat bersamaan. Hubungan kadarvitamin D dengan atopi masih kontroversial.Tujuan. Menilai hubungan kadar vitamin D dengan anak atopi dan obesitas.Metode. Penelitian desain potong silang, sejak bulan Agustus sampai Desember 2013, terhadap 62 anakobesitas dan gizi normal murid sekolah dasar Kota Bandung. Kadar vitamin D-25 OH serum diukur denganmetode chemiluminescent immunoassay, dilakukan uji tusuk kulit dan kuosioner The International StudyOf Asthma And Allergies In Childhood. Analisis data dengan uji chi Kuadrat dan two-way Anova.Hasil. Tidak terdapat perbedaan rerata kadar vitamin D antara kelompok anak obesitas dan status gizi normal(p=0,994). Tidak terdapat perbedaan rerata kadar vitamin D antara kelompok atopi dan non-atopi (p= 0,58).Tidak terdapat interaksi antara kelompok atopi dan status gizi terhadap kadar vitamin D (p= 0,24).Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara kadar vitamin D dengan anak atopi dan obesitas.
Jumlah CD4+IL-5+, CD8+IL-5+, dan Perbaikan Kualitas Hidup Setelah Pemberian Prebiotik dan Nigella Sativa pada Anak Asma dengan Imunoterapi Fase Rumatan Camellia Nucifera; Ery Olivianto; Wisnu Barlianto; HMS Chandra K
Sari Pediatri Vol 16, No 6 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.634 KB) | DOI: 10.14238/sp16.6.2015.379-84

Abstract

Latar belakang. Interleukin-5 (IL-5) merupakan sitokin penting dalam fungsi eosinofil primer, dihasilkanoleh sel T CD4+ dan sel T CD8+. Nigella sativa memiliki aktivitas anti alergi, anti asma, anti inflamasi, antiprostaglandin, dan anti histamin, sedangkan probiotik dapat memodulasi sistem imun ke arah Th1.Tujuan. Menilai dampak Nigella sativa dan/probiotik terhadap jumlah CD4+ IL-5 dan CD8+IL-5 sertaperbaikan kualitas hidup pasien asma yang menjalani imunoterapi house dust mite (HDM) fase rumatan.Metode. Desain penelitian adalah uji klinis randomisasi. Subjek adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusidan menandatangani informed consent. Subjek dibagi 4 kelompok. Kelompok A mendapat imunoterapi spesifikHDM dan plasebo, kelompok B imunoterapi spesifik HDM dan Nigella sativa, kelompok C imunoterapispesifik HDM dan probiotik, kelompok D imunoterapi spesifik HDM, probiotik dan Nigella sativa. Setelah56 minggu diperiksa jumlah CD4+IL-5+, CD8+IL-5+ serta kualitas hidup mempergunakan skor Peds QL.Hasil. Tidak menunjukkan perbedaan bermakna jumlah CD4+ IL-5 dan CD8+IL-5 antar kelompok perlakuannamun didapatkan perbedaan bermakna skor Peds QL.Kesimpulan. Imunoterapi HDM beserta ajuvan probiotik dan atau Nigella sativa meningkatkan kualitashidup pasien asma pada anak.

Page 79 of 152 | Total Record : 1519


Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025) Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue