cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 1,519 Documents
Uji Diagnostik Pemeriksaan Antigen Nonstruktural 1 untuk Deteksi Dini Infeksi Virus Dengue pada Anak Megariani Megariani; Rinang Mariko; Amrin Alkamar; Andani Eka Putra
Sari Pediatri Vol 16, No 2 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp16.2.2014.121-7

Abstract

Latar belakang. Di negara tropis dan subtropis, dengue adalah masalah kesehatan utama. Diagnosis dini sangat penting untuk manajemen infeksi dengue. Nonstruktural 1 merupakan pendekatan baru terhadap diagnosis dengue. Pemeriksaan rapid NS1 dilakukan untuk deteksi dini infeksi virus dengue pada anak.Tujuan. Menentukan nilai diagnostik NS1 mencakup sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif, nilai duga negatif, dan keakuratan NS1 untuk deteksi dini infeksi virus dengue.Metode. Dilakukan penelitian cross sectional terhadap 50 orang anak demam hari ke-1, ke-2 atau ke-3 dengan tes tourniquet positif pada bulan April sampai Desember 2012. Rapid test NS1 dilakukan untuk dibandingkan dengan RT PCR sebagai gold standard.Hasil. Didapatkan 50 orang anak dengan demam dan tes tourniquet positif. Duapuluh lima anak NS1 positif dan 26 RT PCR positif. Rapid test NS1 memiliki sensitivitas 92,3%, spesifisistas 95,8%, nilai duga positif 96 %, nilai duga negatif 92 %, dan keakuratan 94%.Kesimpulan. Rapid test NS1 mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi untuk deteksi dini infeksi virus dengue pada anak.
Pengaruh Suplementasi Seng Terhadap Kejadian Pneumonia pada Penyakit Jantung Bawaan Pirau Kiri ke Kanan Elvi Suryati; Agus Priyatno; Noor Wijayahadi
Sari Pediatri Vol 16, No 4 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.075 KB) | DOI: 10.14238/sp16.4.2014.221-8

Abstract

Latar belakang. Anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) pirau kiri ke kanan lebih mudah menderitapneumonia. Seng merupakan trace element yang berperan dalam sistem imunitas tubuh.Tujuan. Membuktikan pengaruh suplementasi seng dalam mencegah kejadian pneumonia pada anak PJBpirau kiri ke kanan.Metode. Dilakukan double blind randomized controlled trial pada anak PJB pirau kiri ke kanan usia 12–60bulan di Poliklinik Kardiologi Anak RS dr Kariadi. Subjek penelitian dibagi 2 kelompok yang mendapatsuplementasi seng 20 mg/hari dan plasebo, pemberian selama 2 minggu, selanjutnya dipantau selama 3bulan. Data kejadian pneumonia dikumpulkan melalui wawancara saat kontrol atau melalui telepon setiap2 minggu selama 3 bulan. Pemeriksaan antropometri dan laboratorium dilakukan sebelum dan sesudahsuplementasi. Analisis statistik dilakukan dengan uji chi-square dan Mann-Whitney.Hasil. Subjek 40 anak dengan PJB pirau kiri ke kanan didapatkan kejadian pneumonia pada kelompok seng(5%) lebih rendah dibanding plasebo (30%), perbedaan ini tidak berbeda bermakna. Episode pneumonialebih rendah pada kelompok seng 1 kali dibandingkan plasebo 1-2 kali selama 3 bulan pengamatan, tidakberbeda bermakna. Terdapat peningkatan kadar seng secara bermakna pada kelompok perlakuan dari median57,55 menjadi 72,42 mcg/dL dibandingkan plasebo 42,40 menjadi 52,85 mcg/dL (p=0,002). Terdapatperbedaan bermakna selisih peningkatan kadar seng pada kelompok seng 20 mcg/dL dibanding plasebo7,25 mcg/dL (p=0,004). Didapatkan manfaat suplementasi seng terhadap pencegahan pneumonia denganrelative risk reduction (RRR) 83%.Kesimpulan. Suplementasi seng menurunkan kejadian pneumonia pada anak PJB pirau kiri ke kanan.
Profil Pasien Infeksi Virus Dengue pada Anak di RSUD Sekadau Kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat Triswi Widyanti Mugi Raharjanti; Henry Alpius; Husnia Auliyatul Umma; Rustam Siregar
Sari Pediatri Vol 17, No 5 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.605 KB) | DOI: 10.14238/sp17.5.2016.379-383

Abstract

Latar belakang. Terdapat kenaikan kasus infeksi dengue siklus 10 tahunan dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi di RS Sekadau, Kalimantan Barat yang berbatasan dengan negara Malaysia.Tujuan. Menggambarkan profil pasien infeksi virus dengue berupa manifestasi klinis, distribusi jenis kelamin, kelompok usia, dan musim.Metode. Penelitian deskriptif dengan subyek pasien anak dengan infeksi virus dengue yang dirawat di RSUD Sekadau Kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat April 2014-Maret 2015.Hasil. Di antara 359 pasien anak dengan infeksi virus dengue didapatkan 41 menderita demam dengue, 306 menderita demam berdarah dengue (DBD), dan 12 menderita sindrom syok dengue (SSD). Jumlah pasien laki-laki 182 dan perempuan 177, kelompok usia 0-5 tahun 132 dan usia >5 tahun-18 tahun 227 pasien. Pada musim kemarau terjadi 90 kasus dan penghujan 269 kasus. Semua kasus menunjukkan hasil pemeriksaan NS1 positif.Kesimpulan. Kasus terbanyak adalah DBD pada laki-laki dengan kelompok terbanyak usia >5 tahun-18 tahun pada musim penghujan.
Faktor Prognosis Kematian Sindrom Syok Dengue Anggy Pangaribuan; Endy Paryanto Prawirohartono; Ida Safitri Laksanawati
Sari Pediatri Vol 15, No 5 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp15.5.2014.332-40

Abstract

Latar belakang. Sindrom syok dengue (SSD) merupakan bentuk klinis yang paling berat dari demam berdarah dengue (DBD) dan mempunyai angka kematian yang tinggi. Prediktor kematian pada DSS masih berbeda-beda, sehingga sangat penting untuk meneliti faktor prognosis yang mempengaruhi kematian SSD pada anak.Tujuan. Mengetahui faktor prognosis kematian anak dengan SSD.Metode. Metode penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif. Subyek adalah pasien SSD sesuai kriteria WHO 1997 yang dirawat di Instalasi Kesehatan Anak RSUP Dr. Sardjito dari Januari 2006 – Juli 2012. Faktor prognosis yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, status obesitas, tipe infeksi, keterlambatan berobat, manajemen cairan, derajat trombositopenia, koagulopati, perdarahan mayor, prolonged shock, ensefalopati, disfungsi hati, gagal hati fulminan, disseminated intravascular coagulation (DIC), edema paru dan hipoksemia. Analisis regresi Cox digunakan untuk mengetahui kemaknaan faktor prognosis kematian pada DSS.Hasil. Selama periode Januari 2006 – Juli 2012 terdapat 221 pasien DSS dengan angka kematian 27%. Sembilanpuluh enam pasien diikutkan dalam penelitian dan 33(34%) subyek di antaranya meninggal. Analisis multivariat menunjukkan manajemen cairan sebelum masuk rumah sakit Dr. Sardjito yang tidak adekuat (HR 2,658; IK 95% 1,146;6,616), perdarahan mayor (HR 8,223; IK 95% 1,741;38,831) dan prolonged shock (HR 15,805; IK 95% 3,486;71,660) merupakan faktor prognosis independen kematian pada anak dengan SSD.Kesimpulan. Manajemen cairan sebelum masuk rumah sakit rujukan yang tidak adekuat, perdarahan mayor dan prolonged shock merupakan faktor prognosis independen kematian pada anak dengan SSD.
Faktor Risiko pada Lama Rawat dan Luaran Pasien Perawatan di Unit Perawatan Intensif Anak RSUP Sanglah Denpasar Silvia Sudarmadji; Dyah Kanya Wati; Lanang Sidiartha
Sari Pediatri Vol 17, No 6 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.653 KB) | DOI: 10.14238/sp17.6.2016.455-62

Abstract

Latar belakang. Penelitian yang menelaah hubungan faktor risiko jenis kelamin, usia, status gizi, pemakaian jenis terapi oksigen, danpemberian sedini mungkin nutrisi enteral terhadap lama rawat dan luaran perawatan UPIA belum banyak dilakukan.Tujuan. Menilai pengaruh faktor risiko jenis kelamin, usia, status gizi, pemakaian jenis terapi oksigen, pemberian nutrisi enteral diniterhadap lama rawat dan luaran mortalitas pasien.Metode. Penelitian analitik observasional dengan rancang kohort prospektif dilakukan selama periode Mei sampai Juli 2015 terhadap81 pasien usia 1 bulan sampai 12 tahun di rawat di UPIA RSUP Sanglah, Denpasar.Hasil. Terdapat 59,3% pasien laki-laki, 65,4% berusia <5 tahun, berstatus gizi buruk 6,2%, pemakaian jenis terapi oksigen nasalkanula 51,9% dan 60,5% pemberian nutrisi enteral <48 jam. Faktor risiko status gizi dan pemakaian jenis terapi oksigen berbedabermakna (p<0,05) terhadap lama perawatan UPIA. Usia <5 tahun (RR 2,818; IK95% 0,897-8,854), pemakaian jenis terapi oksigen(p<0,001), terutama jenis intubasi (RR 6,000; IK95% 2,775-12,972) dan pemberian nutrisi enteral ≥48 jam (RR 0,003; IK95%1,406-7,830) merupakan faktor risiko terhadap luaran perawatan UPIA, tetapi hanya faktor risiko pengunaan terapi oksigen, terutamajenis intubasi berperan dan berisiko luaran meninggal 16,576 kali terhadap pasien (RR:16,576; IK95% 2,688-102,225).Kesimpulan. Faktor risiko status gizi dan pemakaian alat oksigenasi memperpanjang durasi lama rawat. Usia <5 tahun, pemakaianalat oksigenasi, dan waktu asupan nutrisi ≥48 jam terbukti meningkatkan faktor risiko mortalitas
Hubungan Spektrum Klinis Infeksi Dengue dengan Kadar Seng dan Feritin Serum Vindy Ruslianti; Alex Chairulfatah; Dedi Rachmadi
Sari Pediatri Vol 15, No 4 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.571 KB) | DOI: 10.14238/sp15.4.2013.213-9

Abstract

Latar belakang. Sindrom syok dengue (SSD) merupakan masalah kesehatan dengan morbiditas dan mortalitas tinggi. Infeksi dengue dapat menyebabkan badai sitokin dan produksi berlebih MMP-2 dan MMP-9, yaitu suatu enzim yang tergantung seng. Sitokin ini akan menyebabkan peningkatan feritin sebagai reaktan fase akut, sedangkan produksi berlebih MMP-2 dan MMP-9 menjadi salah satu penyebab kebocoran plasma.Tujuan. Menganalisis hubungan spektrum klinis infeksi dengue dengan kadar seng dan feritin serum pada anak.Metode. Penelitian cross-sectional dilaksanakan dari Januari 2012 sampai Mei 2012 melibatkan 39 anak laki-laki dan 42 anak perempuan. Dilakukan pemeriksaan kadar seng serum dengan metode atomic absorption spectroscopy (AAS) dan feritin serum dengan metode electrochemiluminescense immunoasssay (ECLIA). Uji statistik dengan ANOVA dan uji korelasi Spearman. Kemaknaan ditentukan berdasarkan nilai p<0,05.Hasil. Kadar seng serum rendah pada 53 (65%) anak. Rerata kadar seng serum pada demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD) dan SSD adalah 68,2 μg/dL (SB 15,3), 64,8 μg/dL (SB 15,6) dan 59,2 μg/dL (SB 15,0) (p=0,09), sedangkan kadar feritin tinggi pada 79 (98%) anak dengan rerata 1158,9 ng/mL (SB 1766,8), 3048,2 ng/mL (SB 2566,2), 6891 ng/mL (SB 9822) (p<0,001). Terdapat hubungan kuat dan bermakna antara derajat berat penyakit dengan kadar feritin (p<0,001; r=0,635), tetapi tidak terdapat hubungan dengan kadar seng serum (p=0,043; r=-0,225).Kesimpulan. Spektrum klinis infeksi dengue berhubungan kuat dengan kadar feritin yang tinggi dan memiliki hubungan dengan kadar seng serum rendah.
Pengaruh Pemberian Mineral Mix Terhadap Pertumbuhan Anak Gizi Buruk Liza Froulina; JC Susanto
Sari Pediatri Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp17.2.2015.145-9

Abstract

Latar belakang. Malnutrisi pada anak merupakan masalah kesehatan global terutama di negara sedang berkembang dan menjadilatarbelakang lebih dari 50% kematian balita. Semua anak dengan gizi buruk selain mengalami defisiensi energi dan protein jugamengalami defisiensi mikronutrien. Untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien, anak gizi buruk dapat diberikan kombinasi elektrolit/mineral (mineral mix).Tujuan. Mengetahui manfaat pemberian mineral mix terhadap pertumbuhan anak-anak gizi buruk.Metode. Uji klinis acak terkontrol pada 32 anak gizi buruk usia 6 bulan – 5 tahun yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kota Semarang.Subjek yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok perlakuan diberi F100 (yang mengandungmineral mix) dan multivitamin, sedangkan kelompok kontrol hanya diberi susu tinggi kalori yang setara dengan F100 dan multivitamin.Setelah 1 bulan dinilai kenaikan WHZ dan berat badan (gr/kgBB/hari). Analisis statistik menggunakan uji –t berpasangan,Wilcoxon test, dan Mann-Whitney.Hasil. Peningkatan WHZ kelompok perlakuan (0,30±0,811 SD) lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (0,10±0,658 SD), tetapitidak berbeda bermakna (p=0,590). Kenaikan BB (gr/kgBB/hari) kelompok perlakuan (3,11±3,431 gr/kgBB/hari) lebih tinggi dibandingkelompok kontrol (1,32±0,954 gr/kgBB/hari), tetapi tidak berbeda bermakna (p=0,100).Kesimpulan. Pemberian mineral mix selama satu bulan meningkatkan kenaikan WHZ dan BB anak gizi buruk meskipun secarastatistik tidak bermakna
Manfaat Pemberian Probiotik pada Diare Akut Diana Rahmi; Pramita Gayatri
Sari Pediatri Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.243 KB) | DOI: 10.14238/sp17.1.2015.76-80

Abstract

Latar belakang. Beberapa penelitian membuktikan bahwa probiotik bermanfaat pada diare akut dan diharapkan dapat mengurangidurasi dan frekuensi diare serta gejala lain seperti demam sera muntahTujuan. Mengevaluasi kegunaan probiotik pada diare akut berdasarkan bukti ilmiahMetode. Penelusuran pustaka database elektronik : Pubmed, Cochrane, Highwire.Hasil. Dua metaanalisis mengenai efek probiotik terhadap diare akut mendapatkan probiotik secara bermakna durasi diare dibandingkankontrol (-0,67; KI 95%, -0,95 sampai -0,38, p<0,00001) dan mean duration diare berkurang bermakna pada kelompok probiotik(86,4 jam) dan 115,2 jam pada kelompok plasebo (p=0,0001). Uji klinis acak tersamar mendapatkan pemberian probiotik single strainmempersingkat durasi diare dibandingkan pada kelompok probiotik multiple strain (p=0.004). Uji klinis acak tersamar menggunakanprobiotik Lactobacilus GG dengan placebo mendapatkan jumlah hari diare kembali ke konsistensi normal lebih singkat pada kelompokprobiotik (p=0,002), tetapi penelitian di India tidak mendapatkan perbedaan bermakna dalam durasi diare.Kesimpulan. Penelitian terhadap efektifitas pemberian probiotik pada diare akut masih beragam meskipun sebagian besar menunjukkanefektifitas dalam menurunkan lama dan frekuensi diare, hal ini mungkin dipengaruhi oleh strain probiotic yang diberikan.
Perbandingan NaCl 3% dan Manitol pada Cedera Kepala Akibat Trauma di Ruang Rawat Intensif Anak Rina Amalia C. Saragih; Syilvia Jiero; Johannes H. Saing; Munar Lubis
Sari Pediatri Vol 16, No 6 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp16.6.2015.375-8

Abstract

Latar belakang. Manitol dan NaCL 3% merupakan agen hiperosmolar yang direkomendasikan padapasien anak dengan cedera kepala akibat trauma. Beberapa penulis memberikan argumen bahwa larutansalin hipertonis lebih efektif, tetapi belum ada konsensus berkaitan dengan indikasi, konsentrasi, dan carapemberian yang terbaik.Tujuan. Membandingkan pemakaian manitol dan NaCl 3% pada anak dengan cedera kepala akibat traumayang dirawat di ruang rawat intensif dalam hal lama rawatan, mortalitas, dan gangguan elektrolit.Metode. Penelitian retrospektif dilakukan dengan pengumpulan data rekam medis pasien traumatic braininjury (TBI) yang dirawat di ruang rawat intensif anak RSUP H. Adam Malik selama kurun waktu Juni2012 sampai dengan Mei 2013. Data dibagi atas dua kelompok, yaitu pasien yang mendapatkan manitoldan NaCl 3% sebagai agen hiperosmolar. Analisis statistik dilakukan dengan Mann Whitney U-test, chisquare,dan fisher exact test.Hasil. Subjek 47 orang pasien TBI, 29 di antaranya mendapatkan manitol dan 18 mendapat NaCl 3%.Perbandingan antara kelompok manitol dan NaCl 3% tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna secarastatistik dalam hal lama rawatan [(5,79 + 4,37 hari) vs (6,00 + 4,20 hari);p=0,733], mortalitas (44,44% vs20,69%; p=0,083), dan gangguan elektrolit (37,93% vs 33,33%).Kesimpulan. Tidak ada perbedaan dalam hal lama rawatan, mortalitas dan gangguan elektrolit denganpenggunaan manitol dan NaCl 3% sebagai agen hiperosmolar pada pasien cedera kepala akibat trauma.Dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan metode prospektif dan jumlah sampel yang lebih besar.
Prevalens dan Faktor Prediktor dari Kemampuan Berjalan Pasien Palsi Serebral pada Masa Anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Yayasan Pembinaan Anak Cacat Primo Parmato; Luh Karunia Wahyuni; Aryono Hendarto
Sari Pediatri Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.509 KB) | DOI: 10.14238/sp16.1.2014.22-8

Abstract

Latar belakang. Permasalahan palsi serebral (PS) yang menjadi perhatian bagi orangtua adalah kemampuan berjalan.Tujuan. Mengetahui prevalens kemampuan berjalan pasien PS dan faktor prediktor yang berhubungan terhadap kemampuan berjalan pasien PS pada masa anak.Metode. Dilakukan penelitian terhadap 102 pasien PS berusia 6 tahun ke atas dengan pengisian kuesioner melalui wawancara orang tua dan melihat rekam medis di RSCM dan YPAC.Hasil. Duapuluh tujuh (26,5%) pasien berjalan tanpa alat bantu, 13 (12,7%) pasien berjalan dengan alat bantu, dan 62 (60,8%) pasien tidak berjalan walau dengan alat bantu. Faktor prediktor yang bermakna secara statistik adalah mampu duduk tanpa topangan sebelum usia 2 tahun (p<0,001; OR=6,89; IK 95%=2,42-19,71) dan tipe PS spastik unilateral (OR=7,36; IK 95%=1,86-29,18).Kesimpulan. Prevalens kemampuan berjalan pasien PS di RSCM dan YPAC adalah 26,5% berjalan tanpa alat bantu, 12,7% berjalan dengan alat bantu, dan 60,8% tidak berjalan walaupun dengan alat bantu. Faktor prediktor yang berhubungan dengan kemampuan berjalan pada masa anak adalah mampu duduk tanpa topangan sebelum usia 2 tahun dan tipe spastik unilateral.

Page 78 of 152 | Total Record : 1519


Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025) Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue