cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 11 (2) 2022" : 15 Documents clear
Kelainan Gigi Gergaji (Dental Overgrowth) disertai Ulkus Bukalis pada Kuda-kuda Horse-Riding School di Bogor dan Bali Aldiansyah, Bagus; Widyastuti, Sri Kayati; Widyananta, Budhy Jasa; Fathiyah, Fitri Dewi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.213

Abstract

Olahraga berkuda semakin banyak digemari oleh masyarakat, terutama golongan ekonomi menengah ke atas. Salah satu tempat untuk belajar menunggang kuda adalah horse-riding school. Selain keahlian penunggang, kesehatan kuda juga menjadi faktor penting dalam pengendalian kuda, yang salah satunya adalah kesehatan gigi. Hal ini karena pemasangan besi kendali kuda (bit) yang berhubungan langsung dengan gigi sehingga apabila terjadi gangguan pada kesehatan gigi maka akan berpengaruh pada performa kuda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui abnormalitas gigi kuda yang berada di horse-riding school. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 ekor kuda jantan dan betina dengan jenis thoroughbred, crossbreed, dan kuda poni. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara pemeriksaan secara langsung di lapangan, yaitu pada 20 ekor kuda diperiksa giginya satu persatu. Data berupa catatan berisi temuan hasil abnormalitas gigi kuda yang diperoleh disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel. Dalam penelitian ini ditemukan tujuh jenis abnormalitas gigi antara lain, gigi gergaji (dental overgrowth/sharp teeth), gigi susu tersisa (deciduous caps), gigi landai (ramps teeth), gigi bergelombang (wave mouth), gigi patah (fractured teeth), karang gigi (dental plaque), gigi kait (hooks). Abnormalitas gigi yang paling banyak ditemukan yaitu gigi gergaji (dental overgrowth/sharp teeth) yang berjumlah 19 dari 20 atau 95% kuda mengalami abnormalitas tersebut. Sebanyak 10 dari 19 kuda yang mengalami gigi gergaji juga mengalami ulser pada bagian dalam pipi.
Fluktuasi Profil Hematologi Tikus Putih Hewan Model Fibrosarkoma yang Diinduksi Benzo(a)piren Dewi, I Gusti Ayu Mirah Afsari; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Setiasih, Ni Luh Eka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.267

Abstract

Benzo(a)piren merupakan salah satu golongan bahan kimia yang memiliki sifat karsinogen sehingga mampu memicu pertumbuhan kanker dan seringkali digunakan untuk menginduksi tumor fibrosarkoma pada jaringan lunak hewan percobaan. Pemeriksaan hematologi merupakan indikator penting pada proses karsinogenesis atau tumorigenesis pada induksi senyawa benzo(a)piren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil hematologi dari tikus putih sebagai hewan model fibrosarkoma yang diinduksi dengan senyawa karsinogen benzo(a)piren. Penelitian ini menggunakan 12 ekor tikus putih dengan dua perlakuan yaitu perlakuan 0 (P0) sebagai kontrol dan perlakuan 1 (P1) sebagai kontrol positif diinduksi dengan senyawa benzo(a)piren 0,3% yang dilarutkan dalam oleum olivarum 0,1 mL. Pengambilan sampel darah dilakukan tiga kali pada minggu ke-2, minggu ke-5 dan minggu ke-20 melalui sinus orbitalis dan diuji dengan pemeriksaan darah lengkap serta pembuatan preparat ulas darah. Hasil penelitian dari minggu ke-2, minggu ke-5 dan minggu ke-20 menunjukkan kisaran rerata pada total eritrosit (4,07-8,38)x106/µL, hemoglobin 8,03-14,8 g/dL, hematokrit 20,67-40%, total leukosit (3,67-12,4)x103/µL, neutrofil 16-48%, eosinofil 0-1,33%, basofil 0%, monosit 6-21,67%, dan limfosit 46-64%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa induksi senyawa karsinogen benzo(a)piren pada tikus putih penderita fibrosarkoma menunjukkan adanya fluktuasi pada profil hematologi.
Total dan Diferensial Sel Darah Putih Anjing Penderita Dermatitis Setelah Pemberian Madu Trigona Selama 35 Hari Sitohang, Martina Tiodora; Sudimartini, Luh Made; Kendran, Anak Agung Sagung; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu trigona pada anjing penderita dermatitis yang diukur berdasarkan atas jumlah total dan diferensial leukosit. Objek yang digunakan adalah 14 ekor anjing penderita dermatitis yang dibagi menjadi tiga kelompok. Dua ekor anjing tanpa perlakuan sebagai kelompok I. Enam ekor anjing diberikan madu trigona segar 5 mL sebagai kelompok II dan enam ekor anjing lainnya diberikan madu kapsul 0,1 mg (1 kali sehari) per oral selama 35 hari sebagai kelompok III. Pemeriksaan total dan diferensial leukosit menggunakan mesin Auto Hematology Analyzer dan metode hapusan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total leukosit pada minggu ke-0, ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 secara berturut-turut adalah 31,15x103/µL, 11,25 x103/µL, 15,75x103/µL, 12,5x103/µL, 11,85x103/µL, 8,39x103/µL (K.I); 15,76x103/µL, 19,41x103/µL, 16,41x103/µL, 19,58x103/µL, 15,93x103/µL (K.II); 15,68x103/µL, 31,10x103/µL, 19,68x103/µL, 10,31x103/µL, 14,91x103/µL, 15,4x103/µL (K.III). Hasil diferensial leukosit monosit adalah 8%, 9,5%, 11%, 7,5%, 6,5%, 7,01% (K.I); 9,16%, 8,33%, 6%, 6,33%, 6,83%, 8,5% (K.II); 4,5%, 7%, 9,16%, 5,69%, 5,29%, 6,12% (K.III). Nilai eosinofil 3,5%, 8%, 13%, 10,5%, 6,5%, 9,23% (K.I); 5,33%, 11,83%, 11,16%, 12,6%, 9,1%, 11,6% (K.II); 4,5%, 4,5%, 7,83%, 7,7%, 8,8%, 15,94% (K.III). Nilai Limfosit 14%, 15%, 18%, 19%, 29%, 33,4% (K.I); 12,66%, 11,83%, 9,5%, 14,33%, 19,33%, 26,8% (K.II); 11,83%, 7,33%, 12,1%, 13,55%, 12,97%, 32,5% (K.III). Nilai neutrofil 74,6%, 68%, 58%, 60,5%, 58%, 48,1% (K.I); 72,83%, 68%, 72,5%, 65,83%, 64,6%, 53% (K.II); 79,16%, 81,16%, 70,83%, 71,2%, 71,5%, 43,9% (K.III). Hasil sidik ragam madu trigona segar dan kapsul yang diberikan kepada anjing penderita dermatitis tidak berpengaruh nyata terhadap total dan diferensial leukosit.
Kadar Albumin Anjing Penderita Dermatitis Setelah Pemberian Madu Trigona Luwis, Jeremy Christian; Suartha, I Nyoman; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.226

Abstract

Dermatitis merupakan gangguan berupa peradangan pada kulit yang disebabkan oleh sejumlah agen penyebab. Anjing yang mengalami dermatitis kompleks mengalami hipoalbuminemia yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi maupun gangguan metabolisme protein pembentukan albumin akibat agen penyakit. Madu trigona diketahui memiliki kandungan protein yang dapat meningkatkan kadar albumin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu trigona terhadap kadar albumin anjing yang menderita dermatitis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 14 ekor anjing yang berusia dibawah enam bulan yang dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan, dua ekor anjing sebagai kontrol, enam ekor sebagai kelompok perlakuan madu segar, dan enam ekor sebagai kelompok perlakuan madu kapsul. Sebelum diberikan perlakuan, anjing terlebih dahulu diadaptasi selama tujuh hari, dan pada hari ke-0 dilakukan pengambilan sampel darah. Selanjutnya anjing diberikan perlakuan berupa pemberian madu trigona sebanyak 5 mL sekali sehari selama 35 hari. Madu kapsul diberikan sekali sehari dengan dosis 0,1 mg. Pengambilan darah dilakukan kembali pada hari ke-14 dan 35 setelah pemberian madu trigona. Uji yang digunakan untuk mengukur kadar albumin adalah uji Spektrofotometri dengan menggunakan alat Automated Clinical Chemistry Analyzer Response dan dianalisis dengan Sidik Ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian madu trigona segar dan kapsul pada anjing penderita dermatitis tidak berpengaruh nyata terhadap kadar albumin.
Laporan Kasus: Keberhasilan Penanganan White Scours Diarrhea pada Sapi Pedet Hasil Persilangan Simmental dengan Peranakan Ongole Indarjulianto, Soedarmanto; Nururrozi, Alfarisa; Yanuartono, Yanuartono; Winarsih, Sugi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.282

Abstract

White scours atau calf scours adalah penyakit yang sering terjadi pada pedet dengan gejala klinis diare berwarna putih kekuningan. Seekor sapi pedet peranakan simmental-peranakan ongole betina berumur satu bulan dengan berat ±30 kg, dilaporkan mengalami diare dan lemas. Hasil pemeriksaan fisik pada pedet didapatkan hasil suhu tubuh demam (40,4°C), rambut berdiri dan kusam, peristaltik usus meningkat, dan diare dengan konsistensi feses sangat lunak berwarna putih kekuningan. Hasil pemeriksaan feses dengan metode natif menunjukkan adanya telur cacing Neoascaris vitulorum. Hasil kultur pada media ditemukan bentuk bakteri cocobacillus Gram negatif yang diduga E. coli. Berdasarkan anamnesis, gejala klinis, dan pemeriksaan fisik serta laboratorium, pedet didiagnosis mengalami white scours diarrhea diduga akibat colibasillosis dan toksokariasis. Terapi yang diberikan yaitu pemberian injeksi antibiotik (kombinasi penicillin dan dihydrostreptomycin), kombinasi dipyrone dan lidocaine, serta pemberian albendazole per oral. Pedet menunjukkan gejala perbaikan setelah pemberian terapi ini. Pada hari kelima setelah pengobatan, warna feses kembali normal dan cacing mulai keluar melalui anus. Pada hari ke-15 setelah pengobatan, berat badan pedet mengalami peningkatan, pedet tampak aktif dan sudah mulai makan hijauan.
Kadar Aspartat Aminotransferase dan Alanin Aminotransferase Ayam Pedaging yang Diberi Penambahan Asam Organik dalam Pakan Candrayani, Putu Prema; Utama, Iwan Harjono; Suharsono, Hamong
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.178

Abstract

Asam organik sebagai acidifier akan meningkatkan degradasi pakan tak terkecuali protein menjadi asam amino dan perubahan posisi gugus amino melalui proses transaminasi. Aspartat aminotransferase (AST) dan alanin aminotransferase (ALT) merupakan enzim yang berperan dalam metabolisme asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam organik dalam pakan terhadap kadar AST dan ALT pada ayam pedaging. Sebanyak 24 ekor ayam pedaging digunakan sebagai hewan coba dengan empat perlakuan yaitu P0 (kontrol tanpa asam organik), P1 (asam organik 0,1%), P2 (asam organik 0,2%), dan P3 (asam organik 0,3%). Masing-masing perlakuan terdiri dari enam ulangan dan lama pemberian perlakuan adalah 35 hari. Metode penentuan kadar AST dan ALT dengan sistem kolorimetri menggunakan mesin analyzer semi-otomatis di laboratorium serta data dianalisis dengan Uji Sidik Ragam. Rerata kadar AST ayam pedaging P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 287,67 ± 35,42 U/L, 267,33 ± 17,71 U/L, 265,33 ± 8,12 U/L, dan 252,50 ± 20,19 U/L. Rerata kadar ALT ayam pedaging P0, P1, P2, dan P3 berturut-berturut adalah 40,50 ± 12,896 U/L, 40,67 ± 7,474 U/L, 50,67 ± 22,809 U/L, dan 37,33 ± 11,255 U/L. Uji statistika menunjukkan penambahan asam organik dalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar AST dan ALT pada ayam pedaging. Disimpulkan asam organik aman digunakan sebagai acidifier pada ayam pedaging.
Bakteri Escherichia coli Teridentifikasi pada Rektum Lumba-Lumba Hidung Botol Indo-Pasifik di Umah Lumba Rehabilitation Center, Taman Nasional Bali Barat Kristiawan, Vicky; Mahatmi, Hapsari; Sudipa, Putu Henrywaesa; Rahmadani, Deny
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.234

Abstract

Saluran cerna merupakan salah satu tempat pertumbuhan berbagai genus serta spesies bakteri termasuk bakteri family Enterobacteriaceae. Salah satu dari anggotanya adalah Eschericia coli yang merupakan flora normal yang sering ditemukan pada saluran cerna. Saat ini masih sangat langka penelitian tentang keberadaan E. coli pada saluran cerna lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data awal mengenai bakteri Enterobateriaceae pada lumba-lumba tersebut yang berada di lingkungan rehabilitasi. Sampel lumba-lumba yang digunakann merupakan lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (T. aduncus) yang berada di jaring apung laut atau seapen Umah Lumba Rehabititation Center, sebanyak tiga ekor. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan rubber catheter sterile berukuran 2,7 mm yang dimasukkan ke dalam rektum lumba-lumba. Jumlah total sampel yang di isolasi sebanyak 12 sampel dari tiga ekor lumba-lumba. Isolasi sampel dilakukan dengan menggunakan media Sheep Blood Agar, media Mac Conkey Agar dan Eosine Methylen Blue Agar. Selanjutnya di uji dengan pewarnaan Gram, uji katalase, uji oksidase, Triple Sugar Iron Agar, Sulfide Indole Motility, Methyl Red Voges Proskauer, Simmon Citrate Agar, dan uji urease. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan pada tiga ekor lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (T. aduncus) yang berada di seapen Umah Lumba Rehabilitation Center, ditemukan jenis bakteri famili Enterobacteriaceae spesies E. Coli.
Laporan Kasus: Penyakit Pernapasan Menular (Kennel Cough) pada Anjing Kampung Lopes, Yoseph Adedoni Tola; Widyastuti, Sri Kayati; Erawan, I Gusti Made Krisna
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.292

Abstract

Penyakit pernapasan menular (Kennel cough) atau canine infectious respiratory disease akibat infeksi virus maupun bakteri dapat menyebabkan reaksi batuk. Faktor predisposisi terjadinya kennel cough pada anjing yaitu spesies, umur, jenis kelamin, musim, kepadatan anjing pada kennel, dan status vaksinasi. Anjing kasus belum pernah divaksinasi dan dipelihara dengan cara dibiarkan lepas Anjing kampung berumur 10 bulan dengan jenis kelamin betina menunjukkan gejala klinis berupa gangguan pernapasan seperti batuk, bersin, leleran pada mata dan hidung, serta demam. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan uji laboratorium (X-ray, hematologi rutin, test kit distemper) anjing kasus didiagnosis menderita penyakit pernapasan menular atau canine infectious respiratory disease (kennel cough) dengan prognosis fausta. Pemberian terapi dilakukan selama lima hari dengan prednison 1 mg/kg BB, aminopilin 9 mg/kg BB, suplemen Sangobion® 1x1 tablet, dan doksisiklin 8 mg/kg BB. Terapi tersebut memberikan hasil yang baik. Anjing kasus menunjukkan tanda kesembuhan setelah pengobatan.
Total Eritrosit, Kadar Hemoglobin, dan Nilai Packed Cell Volume Broiler Setelah Penambahan Acidifier Asam Organik dan Anorganik dalam Pakan Sidabutar, Febyana; Ardana, Ida Bagus Komang; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.187

Abstract

Penggunaan asam organik sebagai pengganti antibiotik sangat efektif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek pemberian kombinasi asam organik dan anorganik terhadap total eritrosit, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit broiler. Perlakuan yang diberikan adalah P0 adalah broiler yang mendapat pakan tanpa kombinasi asam organik dan anorganik, P1 adalah broiler yang diberi pakan ditambah asam organik dan anorganik 1 g/kg pakan, P2 adalah broiler yang diberi pakan ditambah asam organik dan anorganik 2 g/kg pakan dan P3 adalah broiler yang diberi pakan ditambah asam organik dan anorganik 3 g/kg pakan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan hematology analyser, pemeriksaan sampel dilakukan di Balai Besar Veteriner Denpasar. Sampel yang digunakan adalah sampel darah dari 24 ekor broiler yang diberi perlakuan berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji sidik ragam. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa penambahan kombinasi asam organik dan anorganik asam organik dan anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap total eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai packed cell volume atau hematokrit (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian asam organik dan anorganik tidak memengaruhi (mempertahankan) total eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai packed cell volume broiler. Dapat disimpulkan bahwa pemberian tidak memengaruhi (mempertahankan) total eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai packed cell volume broiler.
Profil Eritrosit, Hemoglobin dan Hematokrit Sapi Bali Pascatransportasi ke Rumah Potong Hewan Pesanggaran Kota Denpasar Perayadhista, Komang Tri Mywisti; Utama, Iwan Harjono; Dharmawan, Nyoman Sadra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.246

Abstract

Permintaan daging sapi di wilayah perkotaan lebih tinggi karena jumlah penduduk yang lebih padat dan tingkat pendapatan yang tinggi, sementara dalam produksi sapi potong khususnya sapi bali secara umum berada di pedesaan karena sumberdaya lahan serta pakan yang memadai. Oleh sebab itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di perkotaan diperlukan proses transportasi dalam perdagangan sapi antar daerah. Kegiatan transportasi ternak sapi potong dari sentra produksi ke rumah potong hewan dapat menyebabkan stres dan mengakibatkan perubahan profil darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari transportasi terhadap eritrosit, hemoglobin dan hematokrit pada sapi bali. Penelitian ini menggunakan sampel darah dari 20 ekor sapi bali jantan yang diambil ketika sapi-sapi tersebut sampai di Rumah Potong Hewan Pesanggaran Kota Denpasar. Pemeriksaan hematologi menggunakan alat hematology analyzer Sysmex XS-800i. Rancangan yang digunakan adalah rancangan observasional-eksploratif dengan studi cross sectional menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan hasilnya disajikan dalam bentuk rataan dengan tabel dan simpangan baku. Hasil pemeriksaan hematologi menunjukkan jumlah eritrosit dengan nilai rataan sebesar 5,2 x106/µL, kadar hemoglobin dengan rataan sebesar 10,7 g/dL, dan persentase hematokrit dengan rataan sebesar 30,8%. Disimpulkan bahwa sapi bali jantan yang ditransportasi dari Pasar Beringkit ke Rumah Potong Hewan Pesanggaran Denpasar memiliki jumlah eritrosit yang rendah, kadar hemoglobin tinggi dan persentase hematokrit yang rendah.

Page 1 of 2 | Total Record : 15