cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5 (3) 2016" : 11 Documents clear
Prevalensi Benda Asing pada Rumen Sapi Bali yang Disembelih di Rumah Potong Hewan Kota Denpasar Indahyani, Ni Made Dwi; Adnyana, Ida Bagus Windia; Kardena, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.851 KB)

Abstract

Pada era modern seperti saat ini banyak pergeseran lokasi penggembalaan sapi. Padang rumput yang dahulunya banyak tersedia, seiring dengan berjalannya waktu telah banyak yang berubah fungsi menjadi hal lain. Salah satunya adalah sebagai tempat pembuangan akhir. Sapi yang seharusnya digembalakan di padang rumput justru banyak dibebasliarkan mencari pakan di tumpukan sampah. Dengan demikian, benda asing yang ada di tumpukan sampah termakan. Benda asing adalah benda yang tidak seharusnya berada di dalam organ maupun tubuh hewan. Benda asing yang terdapat di suatu jaringan atau organ tubuh akan menyebabkan terganggunya fisiologis organ atau jaringan tersebut. Benda asing yang tertelan oleh ternak sapi dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu logam dan non-logam. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 ekor sapi bali potong yang disembelih di Rumah Potong Hewan Kota Denpasar periode bulan Mei-Juni 2015. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui observasi langsung pada rumen sapi bali yang telah disembelih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi observasional dengan metode random sampling. Sampel rumen diamati dan dicatat hasilnya kemudian disajikan secara deskriptif. Prevalensi benda asing pada rumen sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan Kota Denpasar Periode Mei-Juni 2015 adalah 22% (44 dari 200 ekor). Tidak cukup bukti untuk menyatakan adanya hubungan (asosiasi) antara jenis kelamin, umur, berat badan dan asal sapi dengan temuan benda asing pada rumen sapi bali.
Gambaran Histopatologis Saluran Pernapasan Bawah Mencit (Mus muscullus) Akibat Paparan Asap Obat Nyamuk Bakar Tampubolon, Yandri Putra Lumatas; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.029 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologis saluran pernapasan bawah mencit (Mus muscullus) akibat paparan asap obat nyamuk bakar dan mengetahui tingkatan keparahan sejalan terhadap lama paparan. Spesimen diambil dari 21 ekor mencit yang dibagi menjadi enam ekor sebagai kelompok kontrol dan 15 ekor sebagai kelompok perlakuan yang diberikan paparan asap obat nyamuk bakar selama ± 12 jam. Setiap dua minggu dua ekor dari kelompok kontrol dan lima ekor dari kelompok perlakuan dieuthanasia dengan cara dislokasi os cervicalis kemudian diambil organ parunya dan dimasukkan ke larutan NBF (Neutural Buffer Formalin) 10% untuk selanjutnya dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin eosin (HE). Analisis tingkat keparahan dilakukan dengan pengamatan dengan gambaran histopatologi dibawah mikroskop pada pembesaran 400x dan 1000x dengan empat lapang pandang yang berbeda. Data hasil penelitian dikumpulkan, diskoring dan dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik Kruskal Wallis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa asap obat nyamuk bakar menyebabkan kerusakan pada saluran pernapasan bawah (parenkim paru dan bronkiolus) dan tingkat keparahan yang terjadi sejalan dengan lama waktu paparan asap obat nyamuk bakar. Perlu penelitian lebih lanjut tentang pengaruh paparan asap obat nyamuk bakar pada organ yang berbeda sehingga dapat memberikan gambaran tingkat penyebaran gas toksik
Variasi Genetik Parvovirus Anjing Di Bali Nareswari, Ayu Widya; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.469 KB)

Abstract

Infeksi parvovirus anjing (Canine Parvovirus/CPV) pada umumnya terjadi pada hewan muda, walau dapat juga terjadi pada hewan yang lebih tua. Parvovirus telah berevolusi menjadi berbagai strain. Strain yang bersirkulasi di Indonesia umumnya, Bali khususnya, belum diketahui. Deoxyribose-nucleic Acid (DNA) diisolasi dari organ usus halus dan jantung dalam delapan ekor anjing yang diduga terinfeksi CPV dan diamplifikasi dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer yang telah dipublikasi untuk memperbanyak VP2. Hasil PCR disekuensing. Sekuen yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan program MEGA5. Variasi genetik ditentukan dari analisis situs polimorfik dengan menyetarakan sekuens standar yang tersedia di GenBank. Tujuh dari delapan produk PCR berhasil disekuensing dan terbaca dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virus CPV yang bersirkulasi di Bali adalah homogen serta mempunyai sekuens yang mirip strain S5. Satu virus berbeda dengan virus lainnya yaitu mengalami substitusi G menjadi R pada asam amino nomor 370 gen VP2. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk klarifikasi strain yangbersirkulasi di Bali.
Dinamika Leukosit Akibat Xilazin pada Anjing Lokal yang Dianestesi Ketamin secara Subkutan Adiari, Komang Sri; Ardana, Ida Bagus Komang; Pemayun, I Gusti Agung Gede Putra; Anggreni, Luh Dewi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.127 KB)

Abstract

Dinamika leukosit dapat diketahui dari pemberian xilazin dengan berbagai dosis pada anjing yang dianestesi ketamin secara subkutan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Split In Time dengan empat perlakuan yaitu X2K10 sebagai kontrol (xilazin dosis 2 mg/kg IM, ketamin dosis 10 mg/kg IM), X4K10 (xilazin dosis 4 mg/kg SC, ketamin dosis 10 mg/kg SC), X6K10 (xilazin dosis 6 mg/kg SC, ketamin dosis 10 mg/kg SC), dan X8K10 (xilazin dosis 8 mg/kg SC, ketamin dosis 10 mg/kg SC). Tiap perlakuan menggunakan 6 ekor anjing lokal sehingga jumlah yang digunakan sebanyak 24 ekor. Pengambilan sampel darah dilakukan selama anestesi dengan selang waktu 20 menit sampai menit ke-100 untuk pemeriksaan total leukosit dan diferensial leukosit. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan rata-rata total leukosit dan fluktuasi diferensial leukosit, namun peningkatannya berada pada rentang normal anjing lokal. Disimpulkan bahwa dosis xilazin tidak memberikan efek yang nyata (P>0,05) terhadap total dan diferensial leukosit, namun waktu pemeriksaan sampel darah menunjukkan efek sangat nyata (P0,05) terhadap basofil dan monosit.
Aktivitas Harian Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang telah divasektomi di Wenara Wana Ubud Pradhany, Risha Catra; Widyastuti, Sri Kayati; Wandia, I Nengah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.914 KB)

Abstract

Populasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang tinggi di Wenara Wana Ubud memilikibeberapa dampak negatif, oleh karena itu vasektomi diaplikasikan sebagai langkah pengendalian populasimonyet ekor panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas harian monyet ekorpanjang yang telah divasektomi di Wenara Wana Ubud. Penelitian ini menggunakan metode focal animalsampling. Variabel yang diamati adalah feeding, foraging, grooming, moving, resting, aggression, playing,object play, dan mating. Pengamatan dilakukan pada pagi hari hingga sore hari selama 20 hari. Hasilpenelitian dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa monyet ekor panjangmelakukan aktivitas resting (53,4%), diikuti feeding (16,40%), grooming (15,60%), moving (12,10%),foraging (1,20%), aggression (0,60%), object play (0,50%), mating (0,20%). Sedangkan aktivitas playingtidak ditemukan selama pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa monyet ekor panjang yang telahdivasektomi menghabiskan sebagian besar waktunya untuk beristirahat.
Lama Penyimpanan Semen Burung Puyuh pada Suhu 29ºC dengan Pengencer Fosfat Kuning Telur Terhadap Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Putri, Priscilla Mariani Sariyono; Budiasa, Made Kota; Bebas, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.088 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen burung puyuh pada suhu 29ºC dengan pengencer fosfat kuning telur terhadap motilitas dan viabilitas Spermatozoa untuk keperluan inseminasi buatan. Syarat keberhasilan pada proses inseminasi buatan adalah motilitas spermatozoa diatas 40% dan viabilitas diatas 45%. Pengamatan motilitas dan viabilitas semen burung puyuh yang disimpan pada suhu 29ºC dengan pengencer Fosfat kuning telur dilakukan selama 12 jam dengan interval waktu dua jam pengamatan yakni pada waktu penyimpanan 0, 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan motilitas dan viabilitas spermatozoa puyuh selama 12 jam pengamatan secara umum mengalami penurunan. Kesimpulannya adalah penurunan motilitas dan viabilitas spermatozoa puyuh ini seiring dengan lama waktu penyimpanan, semakin lama waktu penyimpanan menyebabkan persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa yang diperoleh semakin menurun.
Gambaran Total Eritrosit, Kadar Hemoglobin, Nilai Hematokrit Terhadap Xilazin-Ketamin pada Anjing Lokal secara Subkutan Marshanindya, Andra; Ardana, Ida Bagus Komang; Putra Pemayun, I Gusti Agung Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.001 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian xilazin denganberbagai dosis dan ketamin secara subkutan terhadap gambaran total eritrosit, kadar hemoglobin, nilaihematokrit. Penelitian ini menggunakan 24 ekor anjing lokal dan pengambilan darah selama anestesidengan selang waktu 20 menit sampai menit ke-100, dilanjutkan dengan pemeriksaan total eritrosit,kadar hemoglobin dan nilai hematokrit. Ketamin diberikan secara IM pada kontrol/perlakuan 1 danSC pada perlakuan 2,3,4). Xilazin diberikan dengan dosis 2 mg/kg pada kontrol (IM), 4 mg/kg padaperlakuan 2 (SC), 6 mg/kg pada perlakuan 3 (SC) dan 8 mg/kg pada perlakuan 4 (SC). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan total eritrosit dan nilai hematokrit anjing selamamasa anestesi dan terjadi peningkatan selama masa pemulihan kesadaran namun masih berada padakisaran normal. Analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa dosis pemberian berpengaruhnyata (P<0,05) terhadap total eritrosit dan nilai hematokrit, sedangkan terhadap kadar hemoglobintidak berpengaruh nyata (P>0,05) namun waktu pemeriksaan bepengaruh sangat nyata (P<0,01)terhadap kadar hemoglobin dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total eritrosit dan nilaihematokrit. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh terhadap totaleritrosit dan nilai hematokrit sedangkan terhadap kadar hemoglobin perbedaan dosis premedikasitidak berpengaruh. Namun perbedaan waktu pengamatan selama anjing teranestesi hanya berpengaruhterhadap kadar hemoglobin sedangkan pada total eritrosit dan nilai hematokrit tidak berpengaruh.
Korelasi dan Penyebaran Kejadian Rabies pada Anjing dan Manusia di Kabupaten Klungkung Bali Tahun 2010-2014 Pratama, Rendi Tegar; Batan, I Wayan; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.48 KB)

Abstract

Rabies atau penyakit anjing gila merupakan penyakit virus yang disebabkan oleh genus Lyssavirus dari famili Rhabdoviridae bersifat akut serta sangat berbahaya dan mengakibatkan kematian karena mampu menginfeksi sistem saraf pusat yakni otak dan sumsum tulang belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kawasan rabies, penyebaran rabies dan korelasi antara kejadian rabies pada anjing dan manusia di Kabupaten Klungkung tahun 2010-2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Untuk mengetahui hubungan kejadian rabies pada anjing dan manusia dilakukan uji korelasi Rank Spearman. Berdasarkan uji korelasi Spearman diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang searah antara kejadian rabies pada anjing dan manusia. Dari uji Spearman yang dilakukan nilai koefisiensi yang diperoleh adalah 0,468 dengan nilai signifikansi 0,037.
Perubahan Klinik Pada Anjing Lokal Selama Teranestesi Ketamin Dengan Berbagai Dosis Premedikasi Xilazin Secara Subkutan Dwiningrum, Kadek Mira; Wardhita, Anak Agung Gde Jaya; Putra Pemayun, I Gusti Agung Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.888 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan klinik yang terjadi selama teranestesi ketamin dengan premedikasi xilazin yang melebihi dosis pemberian secara intramuskuler pada anjing lokal yang diberikan secara subkutan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu pemberian xilazin dosis 2 mg/kg bb (kontrol), 4 mg/kg bb, 6 mg/kg bb, dan 8 mg/kg bb. Setiap perlakuan menggunakan enam ekor anjing sebagai ulangan, sehingga anjing yang digunakan sebanyak 24 ekor. Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis dengan Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Berganda Duncan, sedangkan data kualitatif yang diperoleh disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan klinik pada dosis premedikasi 2 mg/kg bb, 6 mg/kg bb dan 8 mg/kg bb, sedangkan pada dosis 4 mg/kg bb anjing tidak teranestesi sempurna sehingga tidak dilakukan pengamatan perubahan klinik pada dosis 4 mg/kg bb. Perbedaan dosis premedikasi xilazin berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pulsus, CRT, frekuensi respirasi, suhu tubuh, dan tekanan otot rahang. Perbedaan waktu pengamatan selama anjing teranestesi berpengaruh sangat nyata (P
Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) yang Disimpan Selama 24 Jam pada Suhu 4°C dengan Penambahan Bovine Serum Albumin pada Pengencer Fosfat Kuning Telur Tani Bina, Elyas Herybertus; Bebas, Wayan; Budiasa, Made Kota
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.007 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Bovine Serum Albumin (BSA) terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa puyuh yang disimpan pada suhu 4°C selama 24 jam. Penelitian ini menggunakan 30 ekor burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) yang berumur 8 minggu. Penampungan semen menggunakan metode pemijatan kemudian diencerkan dengan pengencer kuning telur fosfat yang ditambahkan BSA dengan berbagai konsentrasi masing-masing : 0 w/v % (sebagai kontrol), 1,5 w/v %, 2 w/v %, dan 2,5 w/v %. Setelah pengenceran, semen disimpan pada suhu 4oC selama 24 jam dan dilakukan pengamatan terhadap motilitas dan daya hidupnya. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi BSA berpengaruh nyata (P

Page 1 of 2 | Total Record : 11